cover
Contact Name
Jurnal Etnohistori
Contact Email
etnohistori@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arlinahmadjid@unkhair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
ETNOHISTORI: Jurnal Kebudayaan dan Kesejarahan
Published by Universitas Khairun
ISSN : 24601055     EISSN : -     DOI : -
Jurnal ETNOHISTORI adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dengan tujuan turut serta mengembangkan ilmu Antropologi dan ilmu Sejarah di Indonesia. Karena itu, Redaksi Jurnal ETNOHISTORI menerima karangan dalam kedua ranah disiplin ilmu tersebut. Karangan dapat bersifat ulasan teoritis, refleksi metode, ataupun hasil penelitian lapangan.
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
PATRON KLIEN PADA MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR TIMUR PROVINSI JAMBI (STUDI KASUS NELAYAN DAN AGEN UDANG KETAK DI KELURAHAN KAMPUNG NELAYAN KECAMATAN TUNGKAL ILIR II KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PROVINSI JAMBI M. Ababyl Lilhawaditsi Eka Putra
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5653

Abstract

[Patron of Clients in Fisherman Communities in The East Community of Jambi Province (Case Study of  Fisherman and Udang Ketak Agent in Kampung Nelayan Village, Tungkal Ilir II Distric, Tanjung Jabung Barat District, Jambi Province)]. Udang ketak adalah salah satu komoditas ekspor unggulan yang terdapat di Provinsi Jambi, khususnya di wilayah Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang menjadi penghalis perikanan tangkap terbesar di Provinsi Jambi. Hasil tangkap udang ketak ini tidak terlepas dari peran para nelayan yang mengumpulkan komoditas tersebut. Pada interaksi yang dilakukan oleh para nelayan dan agen udang ketak sering terdapat pola-pola hubungan timbal balik diluar konteks ekonomi, hubungan ini biasa di sebut hubungan patron klien. Pola hubungan yang dimaksud itu muncul disebabkan beberapa faktor pendukung, seperti Bahasa, kepentingan yang sama, dll. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola aktivitas kerja nelayan dan agen udang ketak di Kelurahan Kampung Nelayan dan mendeskripsikan pola hubungan yang terjadi pada nelayan udang ketak dan agen di Kelurahan Kampung Nelayan.Kata Kunci: Patron klien, Nelayan Udang Ketak, Agen Udang Ketak
UPAYA PENCEGAHAN RADIKALISME BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI SOSIALISASI KEPADA MAHASISWA BARU UNIVERSITAS KHAIRUN Arlinah Madjid; Noor Fahmi Pramuji
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5768

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar terkait radikalisme dan potensinya serta sebagai bentuk pencegahan berkembangnya paham radikalisme di lingkup perguruan tinggi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pendekatan diskusi/ceramah berbentuk sosialisasi. Sosialisasi yang dilakukan secara tatap-muka mengundang narasumber dari Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku Utara Bidang Penelitian dan Pengkajian. Adapun peserta kegiatan yakni sivitas akademika Fakultas Ilmu Budaya diantaranya tenaga pengajar/ dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa (organisasi mahasiswa, lembaga kajian/ kelompok studi mahasiswa). Kegiatan sosialisasi ini akan dilaksanakan dengan tema “Pencegahan Radikalisme Berbasis Kearifan Lokal di Lingkup Perguruan Tinggi”. Narasumber menyajikan materi seputar pengenalan dasar tentang radikalisme dan upaya pencegahan paham radikalisme berbasis kearifan lokal. Pada penjelasan awal, narasumber memaparkan perbedaan terorisme dan radikalisme dikarenakan kedua istilah tersebut sering disamakan padahal memiliki aktivitas yang berbeda. Selanjutnya, narasumber memberikan penjelasan tambahan terkait intoleransi dikarenakan fenomena intoleransi juga berhubungan langsung munculnya paham radikalisme yang mengakibatkan aktivitas teroris. Istilah selanjutnya, yang juga sering disamakan dengan tiga istilah sebelumnya (terorisme, radikalisme, intoleransi) adalah ektremisme. Setelah itu, narasumber menjelaskan alasan mengapa paham radikalisme rentan di lingkup perguruan tinggi khususnya kalangan mahasiswa. Di akhir penjelasannya, narasumber kemudian memaparkan keterampilan yang dibutuhkan dan dikembangkan di kalangan sivitas akademika khususnya mahasiswa sebagai bentuk tindak pencegahan berkembangnya pemahaman radikal di kalangan mahasiswa. Sebagai bentuk evaluasi dan kebutuhan tindaklanjut terhadap kegiatan berupa komitmen bersama yang dapat diimplementasikan dalam bentuk keputusan rektor untuk di setiap jenjang petinggi kampus agar bersama mengupayakan dan menindak segala bentuk/upaya penyebaran paham radikal. Namun sebelumnya, dibutuhkan langkah identifikasi awal melalui kajian akademis terkait ada atau tidaknya kerentanan radikalisme di lingkup perguruan tinggi, identifikasi kelompok kajian/mahasiswa yang terindikasi, serta kajian lainnya yang relevan. Kemudiaan dilakukan upaya diseminasi ke seluruh sivitas akademika kampus. Kata kunci: Kearifan, Lokal, Pencegahan, Perguruantinggi, Radikalisme 
PERKEBUNAN SAWIT: EKSKLUASI MASYARAKAT LOKAL DARI TANAHNYA KRISTILA KRISTILA; SUKAPTI SUKAPTI; ADI RAHMAD; A. ISMAIL LUKMAN
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses masyarakat kampung Besiq tereksklusi dari tanahnya. Eksklusi dalam hal ini adalah suatu kondisi dimana orang berada dalam situasi tuna akses pada tanah, atau situasi yang mana tanah dikuasai dalam bentuk kepemilikan secara pribadi. Eksklusi juga bermakna “proses” yang mana aksi-aksi kekerasan secara intens dan berskala luas mengakibatkan orang miskin. Eksklusi bukanlah proses yang acak, ia telah distrukturasi oleh relasi kekuasaan. Dimana hal ini terjadi dalam masyarakat lokal yang berada di Kampung Besiq masyarakat tereksklusi dari tanahnya karena orang-orang berkuasa. Ada tiga kekuatan yang menyebabkan masyarakat tereksklusi dari tanahnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 8 orang masyarakat kampung Besiq. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan teknik wawancara, studi pustaka, observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada tiga kekuatan yang menyebabkan masyarakat kampung Besiq tereksklusi dari tanahnya yaitu ada kebijakan, kekuatan dan pasar.Kata kunci: Perkebunan Sawit, Eksklusi, Masyarakat Lokal, Tanah
MILLENIAL GARDENING CULTURE: PENGEMBANGAN BUDAYA BERKEBUN BAGI MILENIAL DESA KEPULAUAN MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA HORTIKULTURA ORGANIK Arlinah Madjid; Noor Fahmi Pramuji
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5782

Abstract

Artikel ini merupakan luaran kegiatan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Kuliah Bersama Masyarakat (PKM Kubermas) Tahap I Tahun 2022 Universitas Khairun melalui program kemitraan dengan Pemerintah Desa Lola Kota Tidore Kepulauan. Program ini berbentuk pelatihan budidaya hidroponik sayuran organik dengan sasaran utama peserta kegiatan yakni kelompok pemuda desa Lola. Metode pelaksanaan kegiatan melalui pelatihan untuk memberikan pengetahuan tentang perkembangan teknologi pertanian dan keterampilan budidaya tanaman organik dengan teknik hidroponik. Mitra dari kegiatan ini yakni pemerintah desa Lola. Kondisi mitra kegiatan khususnya komunitas pemuda desa Lola terkait aktivitas berkebun antara lain pertama, rendahnya minat berkebun dikalangan pemuda. Kedua, minimnya informasi dikalangan pemuda terkait cara budidaya tanaman dengan memanfaatkan lahan sempit, kebun hingga lahan pesisir dengan metode berkebun/cara menanam konvensional maupun kekinian/modern. Ketiga, belum membudayanya aktivitas berkebun dikalangan masyarakat khususnya pemuda karena minimnya literasi atas manfaat ekonomi, rehabilitasi lahan pesisir pantai/ konservasi lingkungan, hingga sosial budaya melalui interaksi sosial dalam bentuk komunitas berkebun, dan sebagainya. Kata Kunci: Budaya, Berkebun, Desa, Kepulauan, Kubermas, Lola, Milenial 
GAGASAN DIPLOMASI DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA MARITIM DESA KEPULAUAN DI WILAYAH PERBATASAN DAN PENGARUH TERHADAP KEDAULATAN WILAYAH NKRI Noor Fahmi Pramuji
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.6071

Abstract

Gagasan diplomasi digital dalam penguatan kedaulatan wilayah indonesia melalui proses digitalisasi dapat menjadi warna baru. Penyelesaian permasalahan di kawasan perbatasan dapat dilakukan dengan diplomasi digital yang memanfaatkan teknologi, komunikasi, dan informasi. Kawasan perbatasan memiliki potensi sumberdaya yang dapat dikembangkan melalui pariwisata lintas batas berbasis digital atas budaya maritim yang dimiliki. Ini menjadi upaya meningkatkan ekonomi, penguatan kedaulatan, terjaganya keutuhan wilayah perbatasan serta munculnya sense of belonging dari masyarakat atas kehadiran pemerintah dan negara melalui pembangunan di wilayah perbatasan. Upaya pengelolaan dan pengembangan wisata lintas batas dilakukan dengan melibatkan pihak pentahelix dari berbagai pemangku kepentingan. Ini sekaligus membangun legitimasi digital negara di ruang siber sehingga dapat berdampak terhadap penguatan kedaulatan wilayah NKRI di wilayah perbatasan yang diperoleh melalui peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa kepulauan di wilayah perbatasan.  Kata Kunci: Diplomasi, Digital, Kepulauan, Kedaulatan, Lintas-batas, Maritim, NKRI, Pariwisata, Perbatasan, Wilayah
Taktik Ekonomi Warga Tabuji Menghadapi Rencana Aktivitas Pertambangan Nikel Di Desa Baru Pulau Obi ., Zulkifli; Irsyadi, Hudan
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v10i2.8547

Abstract

Telah banyak artikel yang membahas tentang dampak ekonomi aktivitas pertambangan terhadap masyarakat di sekitar tambang, tetapi masih minim yang fokus membahas respons khususnya taktik ekonomi masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi pertambangan dalam menghadapi rencana aktivitas pertambangan. Tujuan studi ini adalah mendeskripsikan motif dibalik penerapan taktik ekonomi warga Dusun Tabuji Desa Baru Kecamatan Obi menghadapi rencana aktivitas pertambangan. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologi digunakan sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi studi pustaka, pengamatan dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menampilkan deskripsi emik tentang taktik ekonomi warga Desa Baru di Dusun Tabuji terhadap Rencana Aktivitas Pertambangan. Hasil penelitian menemukan bahwa anggapan masyarakat tentang dampak negatif aktivitas pertambangan yang akan dirasakan dalam waktu yang lama, bahkan hingga anak cucu mereka memunculkan suatu inisiatif untuk menemukan celah dimana mereka bisa menemukan keuntungan-keuntungan ekonomi bahkan sebelum perusahaan pertambangan melakukan aktivitas eksplorasinya. Inisiatif tersebut dipraktikkan dalam bentuk taktik ekonomi berupa praktik resiprositas yang dibangun atas kesepakatan-kesepakatan antara warga dengan pihak perusahaan, baik melalui pertemuan formal maupun pertemuan non-formal. Kesepakatan-kesepakatan tersebut terjalin melalui dua arah, yakni terjalin melalui jalur intervensi sosial berupa fenomena resistensi dan konflik, dan pendekatan personal antara warga dengan pihak perusahaan.Kata Kunci: Taktik Ekonomi, Resistensi dan Konflik, Rencana Pertambangan, Dusun Tabuji Obi.
ANALISIS BAHASA FIGURATIF PADA PUISI “ HUJAN BULAN JUNI” SAPARDI DJOKO DAMONO ., Ratna
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v10i2.7509

Abstract

Karya tulis ini bertujuan untuk mengenalkan Puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono, kata-kata yang digunakan Sapardi Djojo Damono sangat kongkret, pembaca dapat membayangkan secara jelas peristiwa atau keadaan yang dilukiskannya. Tujuan penelitian mengenai Bahasa Figuratif pada pusi Hujan Bulan Juni, yaitu mendeskripsikan bahasa-bahasa figuratif yang ada pada puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini , yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian dengan cara mendeskripsikan Objek yang dipilih. Objek penelitian ini adalah bahasa figuratif , sedangkan data dalam penelitian ini adalah kata dan ungkapan yang terdapat dalam puisi Hujan Bulan Juni, karya Sapardi Djoko Damono. Teknik pengumpulan data  dalam peneliti ini adalah studi pustaka dengan cara membaca dan mencatat data-data berupa bait puisi yang mengandung bahasa figuratif  (majas).  Hasil penelitian analisis bahasa figuratif  adalah bahasa figurati personifikasi, bahasa figuratif paralelisme dan bahasa figuratif perlambangan.Kata kunci: Bahasa Figuratif, Puisi, Sapardi Djoko Damono
IDENTIFIKASI MELAYU DALAM PERSPEKTIF HISTORIS Widjayengrono, Pheres Sunu
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v10i2.7604

Abstract

This article attempts to show the meaning of Malay, especially in Riau Archipelago, in historical perspective with mean theoretical framework divided in three periods (modern, medieval, and classic periods). It’s study of intellectual history methodology and applies history method with using of related secondary sources. Comparative analysis and cultural approach’s applied to data interpretation so that useful for historical analysis. Each period has characteristic meaning depended on mentality situation and bias of ideas from previous period. This article assumes that each dominantly formal or governing power in each period is primary element and cause for cultural meaning and people’s acceptance of Malay definition. Keywords: Malay, ethnic, society, cultural, identification.

Page 10 of 10 | Total Record : 98