cover
Contact Name
Jurnal Etnohistori
Contact Email
etnohistori@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arlinahmadjid@unkhair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
ETNOHISTORI: Jurnal Kebudayaan dan Kesejarahan
Published by Universitas Khairun
ISSN : 24601055     EISSN : -     DOI : -
Jurnal ETNOHISTORI adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dengan tujuan turut serta mengembangkan ilmu Antropologi dan ilmu Sejarah di Indonesia. Karena itu, Redaksi Jurnal ETNOHISTORI menerima karangan dalam kedua ranah disiplin ilmu tersebut. Karangan dapat bersifat ulasan teoritis, refleksi metode, ataupun hasil penelitian lapangan.
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
SEJARAH GERAKAN DAKWAH WAHDAH ISLAMIYAH DI MALUKU UTARA IRWAN ABBAS; DARMAWIJAYA .
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i1.4939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sejarah awal masuk dan perkembangan Gerakan Dakwah Wahdah Islamiyah di Maluku Utara. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode historis yang terdiri dari empat langkah, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wahdah Islamiyah adalah sebuah lembaga dakwah salaf yang berpusat di Makassar. Wahdah Islamiyah menjadi salah satu ujung tombak penyebaran dakwah salaf di Makassar, Sulawesi Selatan termasuk di Indonesia Bagian Timur. Kehadiran dakwah Wahdah Islamiyah di Ternate dirintis oleh ustadz Maryono Abu Zakariya. Dalam sepak terjang Wahdah Islamiyah di Maluku Utara mendapatkan berbagai tantangan dalam berdakwah baik secata internal maupun secara eksternal. Kata kunci: Gerakan Dakwah, Wahdah Islamiyah, Maluku Utara
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT TERNATE DALAM KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA TERNATE HUDAN IRSYADI; FARIDA MARICAR
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i1.4940

Abstract

Studi ini akan mendiskusikan Kearifan Lokal Masyarakat Ternate dalam Kebijakan Pemerintah Kota Ternate. Fakus dalam studi ini adalah untuk melihat sejauah turunan dari sebuah kebijakan yang diimplementasikan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Walikota (Perwali). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan analisis deskripsi kental (thick description), yang bertujuan mengkaji nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Ternate yang terimplementasi dalam kebijakan pemerintah Kota Ternate.Temuan dalam penelitian ini menyebutkan terkait Peraturan-peratuan Daerah (Perda) Pemerintah Kota Ternate dan Peraturan Walikota (Perwali) Ternate. Kearifan lokal adalah ciri khas dan nilai budaya dalam suatu masyarakat lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi dan dipercayai sebagai bagian dari identitas. Oelnya itu, masyarakat Ternate umumnya menyebut dengan kebudayaan daerah. Dalam sejarah, wilayah Ternate merupakan sebuah kerajaan Islam yang tentunya mempunyai nilai-nilai budaya yang berkembang luas di masyarakat. Semisal pepatah atau petitih yang termanifestasi dalam dolabololo, dalil tifa, dalil, moro, tamsil atau pun juga pada cerita rakyat masyarakat Ternate. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi terkait pentingnya fungsi kearifan lokal atau kebudayaan dalam suatu pembangunan daerah, yang selanjutnya dibijaki dalam sebuah peraturan daerah atau regulasi. Kata Kunci: kearifan lokal, masyarakat Ternate, kebijakan, pemerintah daerah
GAYA HIDUP KOMUNITAS SEPEDA MOTOR DI KOTA TERNATE DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KOMUNITAS MEREKA APRI SANDI; ARLINAH MADJID; SAFRUDIN ABDUL RAHMAN
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i1.4941

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya hidup komunitas motor di Kota Ternate, mengetahui persepsi masyarakat terhadap komunitas  sepeda motor di Ternate, dan mengetahui respons anggota komunitas sepeda motor terhadap pandangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, pengamatan, wawancara, studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan komunitas motor khususnya Ternate Tiger Club yang diteliti, merepresentasikan gaya hidup tertentu. Gaya hidup ini terlihat pada simbol-simbol yang dikenakan juga pada perilaku komunitas. Disamping itu, juga terdapat motif-motif individu untuk bergabung dalam komunitas. Komunitas sepeda motor seharusnya hidup berdampingan dengan masyarakat untuk bisa berkomunikasi antar sesama, saling membantu sesama warga masyarakat, dan dalam perkembangan interaksi sosial, hubungan antara suatu individu maupun kelompok justru sering mengalami pergesekan karena adanya perbedaan makna, perbedaan pandangan, dan perbedaan karakter dalam suatu lingkungan masyarakat.  Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai sebuah club motor, menjadi sebuah pemicu timbulnya tanggapan negative kepada sebuah club, walau hanya sebagian yang masyarakat yang kurang paham akan adanya club motor di daerah mereka, tapi club motor yang berdiri sejak 2003 ini terus melakukan sosialisasi, agar masyarakat yang kurang paham akan secara perlahan mengerti bahwa club ini bukanlah geng motor atau sebuah perkumpulan yang dapat meresahkan masyarakat.Kata kunci: Komunitas Motor, Gaya Hidup, Ternate
DINAMIKA ISLAM DI MALAYSIA : TELAAH SOSIO HISTORIS ARDITYA PRAYOGI
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i1.4942

Abstract

Artikel ini ingin memberikan gambaran bagaimana identitas Islam dan Melayu Malaysia saling berdialektika sehingga memunculkan dinamika keterkaitan antar keduanya. Hal tersebut dilatarbelakangi dengan telah menyatunya identitas Islam dan Malaysia pada umumnya, sehingga penciptaan nilai-nilai Islam dapat mengglobal di semua lini kehidupan. Artikel ini disusun menggunakan deskriptif kualitatif yang ditunjang dengan metode pengumpulan data berupa kajian pustaka. Dari hasil telaah dapat diketahui bahwa terdapat keterkaitan erat antara identitas Islam dan Melayu di Malaysia –juga Negara Malaysia secara umum. Hal ini tak terlepas dari rentang panjang sejarah Islam di Malaysia, dimana Islam sejatinya juga berdialektika dengan budaya dan peradaban pra-Islam di Malaysia dan pada akhirnya berhasil menembus ruang-ruang sosial hingga politik masyarakat Malaysia melalui beragam pintu, baik asimilasi maupun akulturasi kebudayaan. Keterkaitan ini kemudian dipertegas dalam aturan Pelembagaan Negara Malaysia yang menyebut dengan jelas tentang bangsa Melayu dan Islam sebagai agama resmi negara yang di dalamnya menjelaskan tiga elemen penting bangsa Melayu. Ketiga elemen tersebut yaitu beragama Islam, bahasa Melayu menjadi bahasa penutur, dan adat istiadat Melayu menjadi dasar bermasyarakat. Kata Kunci: Islam, Melayu, Malaysia, Sejarah, Sosial 
Ekowisata Berbasi Kearifan Lokal di Kabupaten Halmahera Barat Rahma Do Subuh; Muslim Fadel; Fitria Soamole
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i1.5206

Abstract

Ekowisata secara garis besar mengakomodir beberapa aspek dalam pariwisata di antaranya ada upaya konservasi (destinasi/alam), adanya partisipasi masyarakat lokal sertanya adanya transfer budaya; termasuk di dalamnya nilai-nilai kearifan lokal dalam masyarakat. mengingat masyarakat Maluku utara adalah masyarakat multicultural dengan beragam adat dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ekowisata yang dapat dikembangkan dalam upaya menjaga pariwisata berkelanjutan serta melihat pengembangan potensi-potensi tersebut oleh pemerintah daerah. Penggunaan metode peneilitian deskriptif, penelitian ini mencoba menggabungkan data  secara kuatitatif dan  kualitatif untuk memperoleh informasi ekowisata berbasis kearifan lokal di kabupaten Halmahera Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.Sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling untuk menentukan lokasi yang representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi ekowisata berbasis kearifan local masyarakat banyak tersebar pada objek-objek wisata di kabupaten Halmahera barat. sebagian besar lokasi di mana objek wisata seperti; Rappa pelangi, ake sahu, hutan mangrove gamtala, pulau damar, pantai lapasi, pulau fastofiri dan pulau domrotu selalu terdapat makam kuno yang selalu dijaga masyarakat sekitar dengan cara melakukan berbagai ritual. Ritual-ritual tersebut sendiri adalah berhubungan dengan sistem kepercayaan msyarakat. Dalam hal ini yang sangat dominan adalah kepercayaan terhadap makam-makam tua yang masih dipercaya oleh masyarakat hingga saat ini dan sebagian dikenal dengan sebuatan jere. Keberadaan makammakam yang banyak berada pada objek wisata ini membawa pengaruh pada pengelolaan lingkungan oleh masyarakat. hingga objek wisata tersebut sangat dijaga (konservasi) oleh masyarakat.Kata Kunci: Ekowisata, Kearifan Lokal, Pariwisata Berkelanjutan
PENGEMBANGAN POTENSI PEMUDA MELALUI PEMBENTUKAN SANGGAR SENI BUDAYA DI DESA PIGARAJA ZUILKIFLI .; SYAHRIR IBNU
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i1.4938

Abstract

Artikel ini merupakan luaran kegiatan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui program kemitraan bersama Pemuda Desa Pigaraja. Program diwujudkan dalam bentuk kegiatan pembentukan Sanggar Seni Budaya di Desa Pigaraja. Metode pelaksanaan kegiatan melalui Forum Group Discussion (FGD) untuk mencapai musyawarah mufakat dalam memilih pengurus sanggar seni. Kesepakatan yang dicapai yakni terbentuknya pengurus sanggar seni budaya Desa Pigaraja yang diberi nama Loleo Nyinga. Makna dari penamaan tersebut selain berkaitan dengan histori penamaan desa Pigaraja, juga dimaknai bahwa hati yang penuh rasa karsa sebagai hal penting dalam melaksanakan aktivitas seni. Pada Forum Group Discussion (FGD) juga membahas pedoman operasional pengurus sanggar dalam pelaksanakan kegiatan-kegiatan sanggar. Pedoman operasional sanggar yang dimaksud adalah Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) sanggar sebagai penafsiran dan pembahasan lebih lanjut mengenai isi dari  Peraturan Dasar (PD) sanggar. Pengurus-pengurus sanggar di isi oleh kalangan pemuda untuk memberdayakan dan mengembangkan potensi diri mereka terkait pelestarian kebudayaan. Terbentuknya Sanggar seni budaya Loleo Nyinga di Desa Pigaraja adalah langkah awal dan akan ditindaklanjuti dengan program-program berkelanjutan yang dianggap perlu sebagai upaya pemajuan kebudayaan. Kata Kunci: Sanggar, Seni Budaya, Pemuda, Desa Pigaraja 
REPELITA: SEJARAH PEMBANGUNAN NASIONAL DI ERA ORDE BARU Rizki Rahmawati
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5654

Abstract

Pembangunan Nasional di Indonesia telah berlangsung sejak Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak era pemerintahan orde lama, banyak kebijakan yang berkaitan dengan tujuan pembangunan nasional. Pada era pemerintahanm Orde Baru, Indonesia telah menerapkan kebijakan pembangunan nasional yang dikenal dengan Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang berlangsung pada masa Orde Baru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Repelita pada masa Orde Baru dilaksanakan dalam enam tahapan. Pelaksanaan Repelita memiliki dasar, termasuk di dalamnya terdapat konsepsi Trilogi Pembangunan oleh pemerintah Orde Baru. Program Repelita yang dilaksanakan dalam enam tahapan memiliki tujuan serta fokus yang berbeda – beda dan saling berkaitan antara program tahap satu dengan tahap berikutnya. Program tersebut mengalami pasang surut sesuai dengan kondisi dan situasi pada masa pemerintahan Orde Baru saat itu.Kata kunci: Pembangunan Nasional, Orde Baru, Repelita
GAYA HIDUP KOMUNITAS SEPEDA MOTOR DI KOTA TERNATE DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KOMUNITAS MEREKA Apri Sandi; Arlinah Madjid; Safrudin Abdulrahman
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5650

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya hidup komunitas motor di Kota Ternate, mengetahui persepsi masyarakat terhadap komunitas  sepeda motor di Ternate, dan mengetahui respons anggota komunitas sepeda motor terhadap pandangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, pengamatan, wawancara, studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan komunitas motor khususnya Ternate Tiger Club yang diteliti, merepresentasikan gaya hidup tertentu. Gaya hidup ini terlihat pada simbol-simbol yang dikenakan juga pada perilaku komunitas. Disamping itu, juga terdapat motif-motif individu untuk bergabung dalam komunitas. Komunitas sepeda motor seharusnya hidup berdampingan dengan masyarakat untuk bisa berkomunikasi antar sesama, saling membantu sesama warga masyarakat, dan dalam perkembangan interaksi sosial, hubungan antara suatu individu maupun kelompok justru sering mengalami pergesekan karena adanya perbedaan makna, perbedaan pandangan, dan perbedaan karakter dalam suatu lingkungan masyarakat.  Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai sebuah club motor, menjadi sebuah pemicu timbulnya tanggapan negative kepada sebuah club, walau hanya sebagian yang masyarakat yang kurang paham akan adanya club motor di daerah mereka, tapi club motor yang berdiri sejak 2003 ini terus melakukan sosialisasi, agar masyarakat yang kurang paham akan secara perlahan mengerti bahwa club ini bukanlah geng motor atau sebuah perkumpulan yang dapat meresahkan masyarakat.Kata kunci: Komunitas Motor, Gaya Hidup, Ternate
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP NILAI PENDIDIKAN ANAK PEREMPUAN PADA MASYARAKAT DESA SANGAPATI KECAMATAN PULAU MAKIAN Firna Rasid; Syahrir Ibnu; Hudan Irsyadi
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Sangapati Kecematan Pulau Makian tentang nilai pendidikan anak perempuan. (2) untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat persepsi orang tua dalam membentukan nilai pendidikan anak perempuan pada masyarakat Desa Sangapati Kecamatan Pulau Makian. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik life story, studi literatur, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendidikan formal saat ini sangat diperlukan bagi setiap individu, baik anak laki-laki maupun anak perempuan. Namun pada kenyataannya, belum semua anak, khususnya anak perempuan dapat memperoleh pendidikan secara maksimal. Hal ini disebabkan oleh persepsi orang tua terhadap nilai pendidikan anak perempuan, yang dipengaruhi berbagai segi seperti adat, religi, sosial, ekonomi, dan psikologi. Bahkan ada pandangan tentang kodrat perempuan tersebut telah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat Desa Sangapati Kecamatan Pulau Makian sehingga harus memerlukan waktu lama dan hati-hati untuk mengubahnya. Hal ini dikuatkan oleh tafsir-tafsir agama (teologi) yang tidak memihak perempuan, bahkan anak perempuan dalam kehidupan masyarakat dianggap sebagai subordinat dari anak laki-laki. Dampak dari persepsi seperti itu tentu sangat merugikan anak perempuan, karena akan menimbulkan suatu perbedaan sikap dan perilaku orang tua, secara khusus pendidikan formal bagi anak laki-laki akan lebih diutamakan. Hal ini disebabkan oleh adanya budaya patriarki yang menyebabkan posisi pihak anak perempuan menjadi rendah diri. Menurut persepsi masyarakat Desa Sangapati Kecamatan Pulau Makian, pendidikan anak perempuan tidak perlu tinggi-tinggi karena nantinya setelah dewasa hanya akan mengurus dapur bagi keluarganya, atau akan numpang hidup ikut suami.Kata Kunci : Persepsi, Nilai Anak, Pendidikan Anak Perempuan, Desa Sangapati  
STUDI ANTROPOLOGI LARANGAN MEROKOK PADA MASYARAKAT KELURAHAN BIDO Widya Kristianti Lette; Safrudin Abdulrahman; Rudi S. Tawari
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5652

Abstract

Kelurahan Bido merupakansalah satu kelurahan yang aktivitas dilarang merokok pada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui mengapa merokok dilarang pada masyarakat Bido, (2) untuk mengetahui bagaimana bentuk larangan merokok pada masyarakat Bido. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif  dan sebagai pendukung digunakan angket metode kualitatif, untuk mengumpulkan data tentang jumlah tanggapan masyarakat berkaitan dengan larangan merokok.  Hasil penelitian menunjukan bahwa larangan merokok pada masyarakat Bido terdiri dari :kesepakatan para leluhur, ketentuan GKPMI, kebiasaan turun-temurun, faktor kesehatan, dan sosialisasi tentang bahaya merokok. Bentuk larangan merokok yaitu norma agama, dan norma sosial.Kata kunci : Bido, Larangan Merokok, Bentuk Larangan

Page 9 of 10 | Total Record : 98