cover
Contact Name
Jurnal Etnohistori
Contact Email
etnohistori@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arlinahmadjid@unkhair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
ETNOHISTORI: Jurnal Kebudayaan dan Kesejarahan
Published by Universitas Khairun
ISSN : 24601055     EISSN : -     DOI : -
Jurnal ETNOHISTORI adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dengan tujuan turut serta mengembangkan ilmu Antropologi dan ilmu Sejarah di Indonesia. Karena itu, Redaksi Jurnal ETNOHISTORI menerima karangan dalam kedua ranah disiplin ilmu tersebut. Karangan dapat bersifat ulasan teoritis, refleksi metode, ataupun hasil penelitian lapangan.
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
MENGOBATI SAKIT DITENGAH KETERBATASAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN MODEREN DI PULAU MARE KOTA TIDORE Arlinah Madjid
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v7i2.2959

Abstract

Artikel ini bertujuan mengungkapkan cara pengobatan kesakitan pada masyarakat Pulau Mare yang yang meskipun berada di antara dua kota besar di Propinsi Maluku Utara namun aksessibilitas masyarakatnya pada layanan kesehatan masih minim. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumen. Hasil temuan menunjukkan bahwa aksesibilitas adalah salah satu faktor utama yang menghambat masyarakat di pulau-pulau kecil untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak dan memadai. Hal tersebut mengakibatkan banyaknya kasus kesehatan tidak terlayani dan tersembunyi dari laporan petugas kesehatan. Dalam menghadapi kendala geografis tersebut, masyarakat Pulau Mare memiliki sejumlah pengetahuan lokal yang telah digunakan selama bertahun-tahun untuk penanganan kesakitan sendiri. Data lapangan memperlihatkan terdapat dua kategori pengobatan di Pulau Mare yakni pengobatan medis dan pengobatan tradisional. Kedua kategori diasumsikan terpengaruh oleh tingkat pendidikan dan aksessibilitas warga terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Masyarakat di kedua desa memiliki kecenderungan yang berbeda dalam hal pemilihan cara pengobatan. Warga Mare Gam lebih cenderung memilih pengobatan medis sedangkan warga Mare kofo lebih memilih mempercayakan pengobatan tradisional dalam menyembuhkan kesakitan mereka. Pola pengobatan tradisional pada dasarnya sama antara Desa Mare Gam dan Desa Mare Kofo yakni bertumpu pada ritual Salai Jin, meski intensitas aktivitasnya lebih tinggi pada masyarakat Mare Kofo. Pengobatan tradisional terbagi atas dua yaitu pengobatan dengan metode ritual dan pengobatan dengan metode tanaman obat. Metode ritual sangat dipengaruhi oleh pandangan kosmologi masyarakat Mare akan penciptaan makhluk manusia, jin dan alam semesta. 
TINGGALAN PERANG DUNIA KEDUA DI BIBIR PASIFIK IRWAN ABBAS
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v8i1.3239

Abstract

This study is the result of research on various historical relics of the second world war found on the island of Morotai. The purpose of this study is to find out how far the attention of historical scientists and observers of historical objects left on this island. This study uses a qualitative approach with historical methods, namely data collection through the stages of heuristics, verification, interpretation, and historiography. Heuristics are stages in the search and collection of sources. Verification is the stage of source criticism, both internally and externally. Interpretation is the stage of interpretation and the last is historiography or historical writing. The findings of this study are that various historical remains of world wars on Morotai Island are becoming increasingly rare. Therefore, efforts are needed to save these historical objects which are feared to be destroyed, and even completely disappear due to changing hands or being misused by certain individuals. If this happens, the Morotai people will lose track of their history. Therefore, it is a recommendation that Morotai Island be made a cultural heritage area on the Pacific Rim so that it is hoped that the objects left behind by WW2 can be protected and saved from extinction, because it is our collective responsibility. As an observer of cultural history, it is time for local history studies to receive special attention so that people can know and understand events that have occurred in their area in the past. Keywords: Flakes, World War 2, Pacific Rim (Morotai)
NEW NORMAL DAN PRAKTIK KEBUDAYAAN DI KOTA TERNATE Nurfani .; Rudi S Tawary
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v8i1.3593

Abstract

AbstractThis article studies the impact of COVID-19 and the cultural adaptation process of the people of Ternate City. The practice of people's lives must adapt to this pandemic because people must have strategy to survive. Using qualitative research methods with a descriptive approach, this study describes  that the impact of COVID-19 on Ternate culture is very diverse. These cultures are affected because people of Ternate as a cultural entity must adapt to a new environment that requires  people to keep distance and maintain cleanliness. Starting from  changes  in Eid habits to washing hands are the impacts of COVID-19. On the other hand, the new normal policy  which is an adaptation strategy for the corona  virus has also not given good hope to Ternate's cultural life.Keywords: COVID-19, Adaptation, Ternate Culture 
EKSPOLORASI NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM OLAHRAGA TRADISIONAL DUDENGO DI DESA GAMKONORA RISTO A. IDRIS; SAFRUDIN AMIN; BAHTIAR HAIRULAH
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v7i1.4094

Abstract

.
SISTEM PENGETAHUAN LOKAL ORANG TERNATE DALAM MEMBANGUN RUMAH TINGGAL RANO KARNO MADILIS; SAFRUDIN ABD. RAHMAN; HUDAN IRSYADI
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v8i2.4083

Abstract

Pengetahuan lokal adalah pengetahuan yang khas dari masyarakat atau budaya tertentu yang telah berkembang lama sebagai hasil dari proses timbal-balik antara masyarakat dengan lingkungannya. Ada juga pengetahuan lokal yang sudah menjadi pewaris bagi Masyarakat Kelurahan Tarau adalah sebagian besar masyarakat berpotensi di bidang masing-masing seperti, pengetahuan terhadap petani, pengetahuan tentang nelayan, dan pengetahuan tentang rumah itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui sistem pengetahuan orang Ternate dalam membangun rumah tinggal. 2) Untuk mengetahui niai-nilai budaya apa saja yang diprkatikan oleh orang ternate dalam pembuatan rumah tinggal. Jenis penelitian ini adalah penelitian etonografi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan bahan keterangan atau data yang dilakukan secara sistematika mengenai cara hidup serta berbagai aktivitas sosial dan benda kebudayaan suatu masyarakat. Tehnik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dekomentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanan pembuatan rumah tingal yang dilakukan oleh masyarakat kota ternate yang khususnya kelurahan tarau itu mengunakan 1) adat ritual yaitu sbelum membangun sebuah ruamah mereka harus melakukan ritual peletakan batu pertama dan pembacan doa yang di pimpin oleh kiyai atau bas. Dengan ritual au raha yaitu sebuah batu yang diisikan dengan minyak kelpa dan daun pandan (goro paha) yang akan didiamkan selama satu malam sampai jam 05.00 subu, baru mereka melaukan pekerjan pembuatan rumah. 2) nilai- nilai yang terkandung dalam ritual pembuatan rumah dengan konsep yang sudah ada menjadi tradisi masyarakat tarau, masih memegang teguh pada pembacan doa dan ritual-ritual yang biasa disebut dengan “ tulur dada, au raha, samapai dengan doa selamatan” sebelum pelaksanan pembangunan rumah sampai rumah tersebut layak dihuni. Kata Kunci : Ritual Adat Telur Dada, Au Raha 
PERGESERAN BAHASA PADA MASYARAKAT LOLODA DI DESA SALU KECAMATAN LOLODA KABUPATEN HALMAHERA BARAT ABDON SILIBA; ANDI SUMAR KARMAN; RIDWAN .
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v7i2.4088

Abstract

 Artikel ini mengkaji tentang fungsi bahasa sebagai alat komunikasi dan interaksi yang harus dimiliki oleh manusia dan pemakaian bahasa itu sendiri, masyarakat tutur atau pun lingkungannya. Bahasa dapat berubah karena adanya pergeseran menyangkut mengenai bahasa, dimana sesuai dengan sifatnya yang dinamis, dan sebagi akibat persentuhan dengan kode-kode bahasa lain. Perubahan bahasa menyangkut masalah mobilitas penutur dimana sebagai akibat dari perpindahan penutur atau para penutur itu sendiri yang menyebabkan terjadinya pergeseran itu. Sedangkan pemertahanan bahasa lebih kepada orang tua-tua. Hasil penelitian menunjukan bahwa pandangan masyarakat tentang bahasa Loloda sangat menurun dalam bahasa Loloda..Kata kunci: pergeseran bahasa, Loloda
TRADISI LOMPOADOHOI PADA ORANG SULA DI DESA MANGON KECAMATAN SANANA KABUPATEN KEPULAUAN SULA MARDIA UMASANGADJI; SAFRUDIN ABD. RAHMAN; RUDI S TAWARI
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v8i1.4078

Abstract

Lompoadohoi ini memiliki fungsi disetiap desa yang ada di Kepulauan Sula dan lebih khususnya di desa Mangon. Masyarakat Mangon mempertahankan tradisi tersebut sebagai modal sosial untuk mempermudahkan kebutuhan segala kekurangan dalam kehidupan baik secara materi maupun moral. Metode ini digunakan untuk menganalisis perkembangan kehidupan masyarakat Mangon serta keunikan kerja sama dalam bergotong royong untuk pelaksanaan acara-acara tertentu seperti halnya lompodohoi pernikahan, lompoadohoi pendidikan dan lompoadohoi amalan ibadah haji. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa permasalahan-permasalahan tradisi lompoadohoi pada masyarakat Sula dan untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman di desa Mangon dalam mencapai perubahan nilai sosial dan nilai ekonomi yang ada di desa Mangon salah satunya kebutuhan perkawinan dan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara pengambilan sampel yaitu berupa instrumen wawancara yang dibuktikan dengan dokumentasi. Kata kunci: Lompoadohoi, Orang Mangon, Kabupaten Kepulauan Sula
“TOKUWELA” PERMAINAN RAKYAT PADA ORANG GALELA ISRAH SOLEMAN; ANDI SUMAR KARMAN; DEWI APRIANI ACO
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v7i1.4095

Abstract

Tokuwela merupakan satu permainan orang Galela yang biasanya dimainkan  dengan jumlah pemain yang banyak dari 20 sampai 40 0rang dan berpasang-pasangan antar laki-laki dan perempuan yang saling berpegangan tangan sehingga bisa menopang seorang anak dan berjalan diatasnya, permainan tokuwela adalah permainan  yang diwariskan secara turun temurun yang mengandung nilai-nilai peradaban. Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui eksistensi seni tradisi permainanTokuwela pada orang Galela Desa Igobula, 2). Untuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan Tokuwela pada orang Galela di Desa Igobula Kecamatan Galela selatan. Sedangkan manfaat dari penelitian ini yaitu secara teoritis diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemikiran dalam dunia akademik dan menambah khazanah keilmuan kita di bidang karya tulis ilmiah dan dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sehingga lebih menekankan kepada masyarakat Desa Igobula tentang pentingnya merawat tradisi Permainan Tokuwela. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa tradisi Permainan Tokuwela yang ada pada orang Galela khususnya di desa Igobula mengandung  makna  tentang  semangat  kebersamaan,  persaudaraan, tanpa membeda-bedakan kelompok dan golongan dalam setiap kegiatan yang dilakukan pada orang Galela. Saat ini permainan Tokuwelasudah jarang di pertunjukan oleh masyarakat Galela lebih khususnya masyarakat Desa Igobula yang merupakan tempat asal lahirnya Permainan Tokuwela ini.Eksistensi Tokuwela saat ini pada orang Galela telah hilang mereka sudah tidak menampilkan lagi pada setiap acara-acara adat seperti pelantikan kepala Desa dan penyambutan tamu. Kedua faktor yang mempengaruhi kepunahan permainan tokuwela pada orang Galela adalah kurangnya respon masyarakat untuk melestarikan permainan ini khususnya generasi muda saat ini disebabkan karena pengaruh sosial budaya yang terjadi saat ini. Kata Kunci :Permainan, Tokuwela, Orang Galela
SISTIM PERTANIAN PADI LADANG DI DESA NGIDIHO KABUPATEN HALMAHERA UTARA HABIB HIDAYAT; SAFRUDIN ABD. RAHMAN; BAHTIAR HAIRULAH
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v8i2.4084

Abstract

Kajian ini dilakukan untuk melihat sistim produksi padi ladang di Desa Ngidiho Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara. Sistim produksi padi ladang di masyarakat Ngidiho masih dipertahankan sampai saat ini. Asumsinya, penelitian sistim padi ladang ini disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Karena itu, penelitian ini untuk menggambarkan sistim produksi padi ladang pada masyarakat Desa Ngidiho sekaligus mengungkapkan berbagai faktor yang melatarinya, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggambarkan bahwa sistim produksi padi ladang di Desa Ngidiho adalah salah satu faktor utama bagi masyarakat setempat selain itu penellitian ini juga mengungkapkan bahwa masyarakat Ngidiho mempertahankan sistim padi ladang karena untuk kebutuhan ekonomi rumah tangga dan ritual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara pengambilan sampel yaitu berupa instrumen wawancara yang dibuktikan dengan dokumentasi. Metode ini digunakan untuk menganalisis perkembangan kehidupan masyarakat pertanian Desa Ngidiho serta keunikan kerja menuju masyarakat yang produktif dalam bertani. Kata Kunci: Pertanian Padi Ladang, Desa Ngidiho, Halmahera Utara
CAP TIKUS PADA REMAJA DI KELURAHAN BASTIONG KARANCE KECAMATAN TERNATE SELATAN MUSLIM HAMJA; SYAHRIR IBNU; HUDAN IRSYADI
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v7i2.4089

Abstract

Minuman cap tikus merupakan salah satu minuman lokal yang diproduksi, persebaran minuman cap tikus dikalangan para remaja bukan hal yang baru kita dengar, namun sudah menjadi umum di telinga masyarakat bahwa minuman cap tikus sering dikonsumsi oleh siapa saja dan khusus bagi remaja di setiap wilayah, kabupaten maupun kelurahan. Persebaran minuman keras dengan berbagai jenisnya berbeda yang di konsumsi dikalangan remaja. Minuman cap tikus juga dikonsumsi oleh remaja juga Bastiong Karance, di Kota Ternate. Penyalahgunaan minuman keras saat ini merupakan masalah yang cukup berkembang dikalangan remaja pada umumnya yang meningkat dari tahun-ketahun khususnya di kelurahan Bastiong Karance. Mengkonsumsi minuman Cap Tikus dikalangan remaja biasanya dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dan teman sebayanya, sehingga hal tersebut (mengonsumsi minuman cap tikus) dapat membentuk perilaku yang kurang baik dan ketersediaan minuman tersebut di masyarakat yang begitu muda didapat merupakan salah satu faktor penyebab penyalagunaan konsumsi alkohol dikalangan remaja. Jenis penelitian yang gunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metode obeservasi serta wawancara. Infroman yang didapat dalam penelitian ini sebanyak 15 orang. Dari 15 orang informan terdiri dari 1 pemerintah kelurahan, 1 pemerintah kecamatan, 3 orang dari masyarakat, dan remaja 7 orang, pemuda 1. Hasil penelitian ini menunjukan, Minuman Cap Tikus ikut dikonsumsi remaja, menunjuhkan dampak yang sangat tidak baik, diantaranya : Mulut Terasa Kering, Jantung Berdegup Lebih Kencang, Menimbulkan Rasa Mual, Kesulitan Bernafas, Sering buang air kecil. Hal ini menunjukan tingkat dari minuman cap tikus yang dikonsumsi oleh para remaja. Persoalan tersebut juga meresakan masyarakat karena sering menimbulkan damapk yang buruk di antara remaja yang sedang mabuk. Kata Kunci : remaja, minuman cap tikus, Bastiong Karance.

Page 7 of 10 | Total Record : 98