cover
Contact Name
Jurnal Etnohistori
Contact Email
etnohistori@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arlinahmadjid@unkhair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
ETNOHISTORI: Jurnal Kebudayaan dan Kesejarahan
Published by Universitas Khairun
ISSN : 24601055     EISSN : -     DOI : -
Jurnal ETNOHISTORI adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dengan tujuan turut serta mengembangkan ilmu Antropologi dan ilmu Sejarah di Indonesia. Karena itu, Redaksi Jurnal ETNOHISTORI menerima karangan dalam kedua ranah disiplin ilmu tersebut. Karangan dapat bersifat ulasan teoritis, refleksi metode, ataupun hasil penelitian lapangan.
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
Mempertanyakan Identitas Ke-Indonesia-an Hudan Irsyadi AR .
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.248 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v3i2.853

Abstract

Artikel ini memperbincangkan kompleksitas bangsa Indonesia yangsedikitnya telah menggoyah kebinekaan. Konsep bhinneka tunggal ika yangdiartikan “berbeda-beda namun tetap satu” digadang-gadang sebagaiperekat bangsa Indonesia dalam kemajemukan. Dalam artikel ini penulismenggunakan pendekatan komunikatif tindakan dari Jurgen Habermas untukmenawarkan sebuah solusi pada pemakaian konsep pluralisme maupunmultikulturalisme di Indonesia.
Jejak Kepemimpinan yang Makin Pudar Danial Danial
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.01 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v1i2.817

Abstract

Artikel ini di peserta observasional studi, lokasi penelitian di Pulau Kangean,tepatnya Sumenep, Kabupaten Sapeken, kota Sapeken. Artikel ini bermaksud untukmenggambarkan nilai kepemimpinan pemimpin lokal. Hal yang menarik dalampengamatan saya sementara di Sapeken bahwa peran tokoh masyarakat begitukuat mempengaruhi masyarakat. Sosok pemimpin dapat mengatur atau bertahanselama puluhan tahun, diikuti oleh anak-anaknya. Nilai-nilai yang diusung pemimpinpemerintah di adalah masyarakat makin mempercayakan dia, tapi sebagaiprogreses waktu, generasi ketiga, nilai-nilai kepemimpinan memudar.
PENGARUH ALQURAN TERHADAP PERKEMBANGAN KALIGRAFI ARAB DAHRUN SARIF .
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.429 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v3i2.848

Abstract

Artikel ini menganalisis pengaruh Alquran menuju pengembangan kaligrafiArab dengan menggunakan perspektif sejarah. Pengaruh diklasifikasikan kedalam tiga poin. Pertama, Alquran pada dasarnya mengubah kaligrafi Mesirtua untuk jenis baru dasar seni pada semangat dan nilai-nilai normatif dariAlquran. Kedua, kaligrafi membawa transformasi sosial yang besar dalamdunia seni Islam. Ketiga, kaligrafi memiliki beberapa fungsi praktis; sebagaimedia ekspresi kaligrafi, perekam sejarah dan budaya dan lokomotiftransformasi peradaban Islam.
Ritual Gomatere: Praktik Shamanisme Pada Orang Tugutil Safrudin Abdulrahman
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.5 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v1i2.811

Abstract

Gomatere adalah ritual obat yang sering masih dilakukan oleh Tugutil untukmendiagnosa, berobat, bahkan untuk mencegah penyakit. Sampai saat ini, ritualGomatere juga masih menjadi alternatif dalam sistem Tugutil kedokteran, terutamadalam penyakit yang dianggap pemulihan hard. Obat ritual Gomatere dilakukanoleh dukun dengan kondisi trance, ketika berada dalam kondisi trance, dukundiyakini menjadi mampu mendiagnosa dan berobat berbagai macam penyakit.Meskipun saat ini Tugutil diperkenalkan dengan sistem layanan medis modern,namun mereka masih memiliki alasan yang menolak nilai-nilai baru dalam sistemmedis tradisional mereka. Ini menunjukkan bahwa mereka masih percaya nilai-nilaidari sistem medis yang diwariskan dari generasi ke generasi karena masih memilikikontribusi. Menghemat sistem medis tradisional berarti bahwa mereka masihmempertahankan ritual yang berkaitan dengan obat dan mencegah penyakit.
Sejarah Kuantitatif: Telaah Kritis tentang Teori dan Sejarah Abad XX Abd. Rahman .
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.37 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v2i2.830

Abstract

The term ‘quatitative history’ covers a range of methodologies and theoreticalbases, linked by their reliance on numerical data. Allmost all historical writinginvolves quantification, however, whether implicit or explicit. Some strands ofquantitative history are not new fenomena. Malthus, for example, produced hisessay on population history in 1798, and economic history gained in importancefrom the mid-nineteenth century, partly due to the influence of Marx. During thetwentieth century, historians have increasingly wanted to study the mass ofpeople in the past rather than a few well-documented individuals. Frequently weneed to use quantitative methods to do so, thereby reducing a large amount ofdata to manageable proportion.
Muklak Dit Carita: Negeri Komalo Besi Limau Dolik Irfan Ahmad .
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.528 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v3i1.842

Abstract

Artikel ini akan menelah kembali eksistensi Limau Besi (Kerajaan Makeang)dalam Dunia Maluku. Kajian sejarah lokal di Maluku Utara khususnya sukubangsa Makeang sejauh ini sangat terbatas dan terkadang tidak mendapatperhatian oleh sejarawan lokal. Orang Makeang di masa lalu yangdirepresentasikan sebagai etnis terkemuka ulet dan pekerja keras, menjelangabad ke XV mendapat tekanan dan mengakui kehebatan Kerajaan Ternatedan Tidore. Gambaran sejarah dan representasi tentang orang Makeangsebagai kaum terkemuka pada masa lalu mengalami keterpurukan hinggaabad ke XX. Argumentasi ini berdasarkan kajian arsip kolonial denganpendekatan metodologi sejarah.
‘Kololi Kie’: Kajian Ritual Budaya Kesultanan Ternate Yanuardi Syukur
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.674 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v1i1.806

Abstract

Gam (Partai rakyat). Ritual Kololi Kie merupakan tradisi yang terjadi di sekitar gunung /pulau Ternate melalui laut. Ritual tersebut yang diadakan untuk meminta perlindungandari Allah, untuk menyelamatkan negara ini dari hal-hal buruk. Dalam tradisi ritual KololiKie ini, ada beberapa kategori niat aspek. Kategorisasi ini dibagi menjadi tiga bagianitem, yaitu: perayaan individu, kelompok dan perayaan besar lainnya dari Kesultanan.Inti dari ritual Kie Kololi adalah rasa syukur atas karunia nikmat dari Allah sebagaipencipta atau meminta perlindungan dan keselamatan dari Allah denganmelambangkan gunung Gamalama. Makalah ini membahas Kololi Kie dari perspektifkajian budaya ritual.
Kebudayaan Menggugat Dongeng Tradisi Dalam Perspektif Masyarakat Modern Bahtiar Hairullah .
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.607 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v3i2.854

Abstract

Artikel ini mengenai perbedaan persepsi dan kepercayaan masing-masingpihak menyebabkan terjadinya pertentangan antara masyarakat moderndengan pemilik budaya tersebut, juga pemerintah dalam hal ini untukmenguasai, mengkonsumsi dan mengalokasikan sumber daya alam. Sikap dantingkah laku masyarakat setempat lebih diwarnai dengan pengetahuantradisional yang tersimpan dalam sistem kepercayaan mereka. Sedangkan,pihak pemerintah dan masyarakat modern cenderung didasarkan pada studilingkungan yang bersifat preventif, yaitu berusaha menekankan pada jumlahkorban dan kerugian bencana alam. Sikap ini dapat kita nilai sebagai sifat yanglebih banyak diwarnai dengan kepentingan-kepentingan politik transmigrasidan ekonomi nasional. Siapapun boleh tidak percaya atas rangkaian kisahdalam dongeng atau “kepercayaan dalam ritual adat” tetapi mencari substansidan nilai-nilai yang terkandung di balik dongeng atau adat istiadat itu yangpaling utama. Karena substansi dan nilai-nilai tersebut biasanya memiliki fungsiyang kemanfaatannya tetap dibutuhkan di masa kini dalam rangkamenyelamatkan manusia dari kutukan alam dan lingkungan yang dirusaknya.
The Contestation and the Politics of Material and Memorial Objects of the 1965 Tragedy in Indonesia Diah Irawaty .
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jeh.v3i1.837

Abstract

Masa kepresiden Soeharto yang sangat lama dan stabil tidak terlepas daripropaganda politiknya tentang anti-komunisme dan anti-Partai Komunis Indonesia(PKI). Dia menggunakan tragedi sejarah 1965 di mana tujuh jenderal terbunuhsebagai kejadian sejarah kunci, dengan menuduh PKI berada di balik pembunuhantersebut dengan tujuan penggulingan kekuasaan. Soeharto membuat banyakmaterial sejarah untuk membangun imajinasi publik tentang komunisme, PKI dantragedi 1965. Dalam artikel ini, saya mendiskusikan bagaimana material sejarah bisamenjadi kekuatan politik dalam propaganda anti-PKI. Dengan memahami kekuatanmaterial sejarah dalam propaganda politik, saya menawarkan pemahaman ulangatas objek-objek sejarah sebagai respon kritis sekaligus membersihkan pengaruhpolitisasi Soeharto atas komunisme dan PKI.
Mengenal Wajah Baru Dunia Komunitas Gay di Era Digital Harto Wicaksono .
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.371 KB) | DOI: 10.33387/jeh.v3i2.849

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi, khususnya gadget (smartphone) tidakbisa dihindari secara masif oleh masyarakat. Keberadaannya bisa menjadialat rekonstruksi personal di masyarakat. Tidak hanya sebagai alatkomunikasi, tetapisudah jauh melampaui dari fungsi dasar smartphone.Melalui smartphone pengguna bisa menunjukkan aktivitas dan membangunidentitas sosialnya, baik di dunia nyata maupun virtual. Kondisi semacam initidak hanya terjadi pada masyarakat yang memilih dirinya sebagaiheteroseksual, tetapi juga terjadi pada komunitas marjinal, yaitu komunitasgay.Smartphone sebagai produk budaya populer dimanfaatkan olehkomunitas gay sebagai ruang ekspresi identitas. Identitas sebagai gay yangselama ini dianggap menyimpang dari pilihan seksualitas di masyarakatmengakibatkan pelaku gay menyembunyikan dirinya. Kehadiran smartphonebagi komunitas gay menjadi solusi untuk mengeskpresikan diri di duniavirtual. Komunitas gay mengaku nyaman berada di dunia virtual, karenaruang virtual sebagai ruang ekspresi ‘tanpa batas’ untuk menyalurkanorientasi seksualnya.Melalui smartpnone gay bisa menemukan pasanganseksnya. Larinya pelaku gay dari dunia nyata ke ruang virtual merupakanakibat dimarginalkannya komunitas gay dalam dunia nyata. Kehadiransmartphone dimaknai oleh gaymenjadi jalan tengah bagi pelakuuntuk bisaditerima oleh masyarakat, tetapi tidak mengesampingkan orientasiseksualnya sebagai homoseksual[gay].Untuk melindungi kebutuhan sosialdan dasar seksualnya, maka komunitas gay menerapkan strategi dubbingculture antara dunia nyata dan virtual lewat smartphone.

Page 2 of 10 | Total Record : 98