cover
Contact Name
Zulkifli Ahmad
Contact Email
ahmadzulkifli477@gmail.com
Phone
+6282195892562
Journal Mail Official
jurnal.bioedukasi@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Bandara Sultan Baabullah Kelurahan Akehuda Kota Ternate Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Bioedukasi
Published by Universitas Khairun
ISSN : 2301427X     EISSN : 28290844     DOI : 10.33387/bioedu.v6i2
Jurnal Bioedukasi diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Khairun. Jurnal ini memuat hasil penelitian ataupun kajian yang berkaitan dengan masalah dalam Pendidikan Biologi dan Biologi Sains yang diterbitkan dua kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2014)" : 8 Documents clear
KELIMPAHAN DAN DOMINANSI ARTHROPODA TANAH DI KAWASAN HUTAN LINDUNG JAILOLO Hasan, Erna; ., Bahtiar; Abdullah, Abubakar
BIOEDUKASI Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Hutan lindung adalah hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, dan memelihara kesuburan tanah. Arthropoda  merupakan  hewan  tanpa  tulang  dan  memiliki  kaki  beruas-ruas.  Filum  Arthropoda terdapat 5 kelas utama yaitu kelas Crustacea, kelas Chilopoda, kelas Diplopoda, kelas Arachinida, dan kelas Insekta. Kelimpahan adalah parameter kualitatif yang mencerminkan distribusi relatif spesies  organisme  dalam  komunitas,  sedangkan  dominansi  adalah  parameter  yang  menyatakan tingkat terpusatnya (penguasaan) spesies dalam suatu komunitas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan dominansi Arthropoda tanah di kawasan hutan lindung Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Metode penelitian inibersifat deskriptif, dengan menggunakan plot dan pithfall-trap, dan berlangsung pada bulan Mei2010.Telah dilaksanakan penelitian, dan ditemukan jumlah spesies secara keseluruhan berjumlah15 spesies yang tergolong dalam 13 famili. Ke-13 famili tersebut meliputi Belostomatidae, Phaneuidae, Lulusidae, Melolonthidae, Lycosidae, Loxoscelidae, Scutigeridae, Chrysomelidae, Prorhinotermidae, Therididae, Oedipodidae, Forficulidae.   Dari ke-13 famili tersebut hanya famili Formicidae ditemukan 3 spesies (Formicida latreille, Entylia sinvata, Oecophylla saragilina), sedangkan 12 famili lainnya hanya ditemukan 1 spesies dengan jumlah individu yang bervariasi. Jumlah total individu dari 13 Famili yang ditemukan adalah 308 individu dengan nilai indeks dominansinya  0,11197. Kata kunci : Hutan lindung, Arthropoda tanah, kelimpahan, dominansi
PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM PETIK (Amaranthus hybridus L.) PADA BERBAGAI MEDIA KULTUR PASIR SEBAGAI PENUNJANG MATAKULIAH FISIOLOGI TUMBUHAN Rambitan, Vandalita Maria Magdalena
BIOEDUKASI Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Penelitian mengenai pertumbuhan tanaman bayam petik (Amaranthus hybridus L.) pada berbagai media kultur pasir sebagai penunjang mata kuliah Fisiologi Tumbuhan, sudah dilakukan di green house di Jl. A. W. Syahranie Samarinda, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimanakah pertumbuhan tanaman bayam petik (Amaranthus hybridus L.) pada berbagai media kultur pasir, dan mengetahui media kultur pasir yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman bayam petik (Amaranthus hybridus L.).Penelitian  ini  merupakan  eksperimen  sesungguhnya  (True  Experiment),  dengan  populasi  dan sampel penelitian adalah tanaman bayam petik dengan sampel 24 bibit tanaman bayam petik yang sehat, tidak terdapat gejala serangan hama dan penyakit, memiliki ukuran yang relatif sama besar, dan akar yang kuat. Unit-unit percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali, masing-masing perlakuan antara lain P0 = kontrol, P1 = media pasir kali, P2= media pasir pantai dan P3  = media pasir gunung. Parameter yang diukur yaitu pertumbuhan tinggitanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering yang diukur pada saat tanaman berumur 15, 30 dan 45hari setelah tanam, dan pada saat panen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kultur pasir mempengaruhi   pertumbuhan tanaman bayam petik (Amaranthus hybridus L.), dan media kultur pasir yang tepat untuk pertumbuhan terbaiktanaman bayam petik (Amaranthus hybridus L.) adalah media pasir sungai.Pertumbuhan tanaman bayam petik dalam media kultur pasir menunjukkan bahwa hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai penunjang mata kuliah Fisiologi Tumbuhan, khususnya dalam pokok bahasanHara dan Nutrisi Tumbuhan, Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan, serta Produktivitas Tumbuhan.Demikian pula, prosedur penelitian ini dapat digunakan sebagai penuntun praktikum mahasiswa untuk memahami pokok bahasan yang ada dalam mata kuliah Fisiologi Tumbuhan. Kata Kunci: Media Kultur Pasir, Pertumbuhan Tanaman Bayam Petik
KEKERABATAN FENETIK UBI KAYU (Manihot esculenta) DI PULAU TERNATE BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI ., suparman
BIOEDUKASI Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Penelitian kekerabatan fenetik Ubi Kayu (Manihot esculenta) berdasarkan karakter morfologi dari tujuh populasi (Kelurahan Djan, Akehuda, Tafure, Rua, Loto, Togafo dan Kastela) telah dilakukan. Data morfologi dari tiap populasi diubah menjadi data biner (1-0) berdasarkan ada tidaknya indikator morfologi tiap populasi. Data tersebut dibandingakan dan dianalisis indeks kemiripannya dari tiap populasi dengan populasi lainnya. Indeks kemiripan diolah menjadi Dendogram berdasarkan metode UPGMA dengan software NTsys 2.0. indeks kemiripan tertinggi dimiliki oleh populasi Loto dan kastela yakni 0,74 (74%). Sedangkan yang terendah yakni 0,22 (22%) adalah antara populasi Akehuda dan Togafo, sedangkan rata- rata indek kemiripan dari semua populasi adalah 0,54 (54%) tergolong tinggi. Pola kekerabatan fenetik yang terbentuk adalah tiga kelompok. Berdasarkan dendogram menunjukan bahwa pola kekerabatan dipengaruhi oleh kedekatan wilayah dan mobilisasi manusia. Hal ini dapat dilihat pada anggota kelompok II dan III yang keduanya berada pada satu wilayah yang berdekatan atau satu jalur mobilisasai manusia. Sehingga penyebaran tanaman Ubi kayu diprediksikan sangat dipengaruhi oleh manusia.  Kata kunci : ubi kayu (Manihot esculenta), kekrabatan fenetik, karakter morfologi, pulau ternate.
PENGARUH URIN SAPI SEBAGAI PUPUK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI (Apium Graveolens L.) SEBAGAI PENUNJANG MATAKULIAH BOTANI TINGKAT TINGGI Palenewen, Evie
BIOEDUKASI Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Sudah dilakukan penelitian mengenai pengaruh urin sapi sebagai pupuk cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri (Apium graveolens L.) sebagai penunjang matakuliah Botani  Tingkat  Tinggi,  pada  bulan  Agustus  sampai dengan  Oktober  2013,  di Jl.  Mugirejo, Samarinda.Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  urin  sapi  sebagai  pupuk  cair terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun tanaman seledri dan mengetahui dosis pupukcair urin sapi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman seledri (Apium graveolens L.).Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan (termasuk kontrol ) yang diulang sebanyak lima kali, masing-masing perlakuan yaituP0 (kontrol), P1  (25cc), P2  (50cc), P3  (75cc), P4  (100cc). Pengamatan untuk tinggi tanaman dan jumlah daun dilakukan pada saat tanaman berumur 10 hari, 20 hari dan pada saat   panen (30 hari). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan  analisis varians (Anava) dan dilanjutkandengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair urin sapi memberikan pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan tinggi tanaman, dan jumlah daun tanaman seledri. Adapun konsentrasi pupuk cair urun sapi yang tepat untuk tanaman seledri diperoleh pada perlakuan P2 (50cc), yang menunjukkan hasil terbaik untuk rata-rata tinggi dan jumlah daun tanaman seledri. Tinggi dan jumlah daun tanaman seledri dapat digunakan sebagai spesimen dalam praktikum Botani Tingkat Tinggi. Kata Kunci : Urin Sapi, Pertumbuhan, Hasil, Seledri
PENGARUH PEMBERIAN BOKASI KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata) SEBAGAI PENUNJANG MATA KULIAH BAKTERIOLOGI Lumowa, Sonja Verra Tinneka; ., Ernawati
BIOEDUKASI Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pemberian bokasi kotoran sapi terhadap pertumbuhan jagung manis (Zea mays saccharata), dan berat bokasi yang paling bagus untuk pertumbuhan jagung manis (Zea mays Saccharata). Penelitian dimulai bulan Februari sampai dengan bulan Juni 2013, di Desa Kendarom, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Tana Paser.Penelitian ini  adalah  jenis  eksperimen dengan  menggunakan empat  perlakuan dan  satu  kontrol.  Rancangan penelitian dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 pengulangan. Adapun masing- masing perlakuan yaitu P0 (300 gram/polybag), P1 (500 gram/polybag), P2 (400 gram/polybag), P3 (300 gram/polybag) dan P4 (200 gram/polybag). Hasil pengamatan diambil setelah umur 10 hari, 20 hari dan 30 hari setelah tanam.Hasil yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam yang kemudian dilanjutkan dengan uji BNT 5% dan 1%. Hasilpenelitian menunjukan pada pengamatan hari ke 10 untuk tinggi batang Fhit (9,4) > Ftab (3,01 dan 4,77). Jumlah helai daun Fhit (4,48) > Ftab (3,01 dan 4,77). Diameter batang Fhit (16,675) > Ftab (3,01 dan 4,77). Pengamatan pada hari ke 20 untuk tinggi batang Fhit (32,72) > Ftab (3,01 dan 4,77). Jumlah helai daun Fhit (18,195) > Ftab (3,01 dan 4,77). Diameter batang Fhit (25,304) > Ftab (3,01 dan 4,77). Pengamatan pada hari ke 30 untuk tinggi batang Fhit (65,853) > Ftab (3,01 dan 4,77). Jumlah helai daun Fhit  (16,121) > Ftab  (3,01 dan 4,77). Diameter batang Fhit  (17,464) > Ftab  (3,01 dan 4,77). Berdasarkan data tersebut terbukti bahwa berbagai perlakuan atau banyaknya pupuk memberikan pengaruh yang nyata pada pertumbuhan jagung manis. Perlakuan P2  dan P3  memberikan pengaruh   yang nyata, dan perlakuan yang terbaik untuk pertumbuhan jagung manis adalah perlakuan P3 (300 gram/polybag). Kata kunci :  bokasi kotoran sapi, hasil pertumbuhan, jagung manis
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI SISWA DI MTs NEGERI DOWORA Hamid, Saoda; Ahmad, Hasna
BIOEDUKASI Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Team  Game  Tournament  merupakan  salah  satu  model  pembelajaran  dari  pendekatan Kooperatif yang proses pembelajarannya dimulai dari aktivitas Guru dalam menyampaikan pelajaran, kemudian siswa bekerja dalam tim mereka. Untuk memastikan bahwa semua anggota tim telah menguasai pelajaran, selanjutnya diadakan turnamen, dengan cara permainan game akademik oleh siswa dengan anggota tim lain untuk menyumbangkan poin bagi skor timnya.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada kelas VIIIA di MTs Negeri Dowora Kota Tidore Kepulauan dengan menerapkan model pembelajaran Team Game Tournament pada Konsep Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas, langkah-langkah yang terdapat dalam Penelitian Tindakan Kelas meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Game Tournament dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa antara siklus I dan siklus II. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I diperoleh presentasi 47,83% sedangkan ketuntasan belajar siswa pada siklus II diperoleh presentase86,96%. Peningkatan hasil belajar memiliki selisih 39,13%. Sementara itu, untuk aktivitas belajar siswa juga terjadi peningkatan yang cukup besar, yakni 47,73% di siklus I dan 79,89% di siklus II. Peningkatan aktifitas siswa yang terjadi memiliki selisih 33,16%. Kata kunci : Team Game Tournament (TGT), hasil belajar, IPA biologi, madrasah 
DEBIT AIR DI SUNGAI TERINDIKASI CEMAR DESA BERINGIN MALUKU UTARA Ahmad, Zulkifli
BIOEDUKASI Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Salah satu masalah yang paling meresahkan bagi masyarakat di sekitar area PETI adalah penggunaan logam berat merkuri (Hg) dalam pengolahan bijih emas. Sungai Tabobo yang berada di desa Beringin Halmahera Utara umumnya dijadikan sebagai tempat akhir pembuangan limbah pengolahan bijih emas secara amalgamasi. Letak pengolahan bijih emas berdekatan dengan sungai Tabobo  yang  menggunakan  tromol  dan  sistem  pembuangan  limbah  secara  teknik  bak  kolam bertingkat (tailing drump trup), diduga telah mengandung unsur merkuri dengan konsentrasi 0,075 ppm dan 0,000049 ppm (Zam Zam, 2008). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menentukan debit air, profil sungai, dan kecepatan arus di sungai yang terindikasi telah tercemar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode profil sungai (cross section). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan air sungai terukur yang tertinggi terdapat pada titik 2 (0, 418 m/det). Debit air terukur di tiga titik pengamatan adalah 5, 04 m3/detik (titik 1), 11,15 m3/detik (titik 2), dan7,35 m3/detik (titik 3), sehingga diperlukan upaya pemantauan secara berkala untuk mendeteksi kadarmerkuri pada titik-titik tertentu dari badan sungai yang memiliki debit air rendah. Kata kunci : Debit air, sungai tercemar, desa beringin, maluku utara 
KAJIAN KEKERABATAN FILOGENETIK DURIAN (Durio zibethinus) VARIETAS LOKAL TERNATE BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI Wahab, Maimuna A.; ., Sundari; ., Suparman
BIOEDUKASI Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : BIOEDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.631 KB)

Abstract

Ternate adalah daerah sentra produksi durian di Maluku Utara. Menurut data statistik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ternate tahun 2005, terdapat 95,5 ha areal tanah yang ditanami durian. Hampir 50 % potensi lahan terdapat di Ternate. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui varietas lokal dominan dan hubungan kekerabatan filogenetik durian (Durio zibethinus) lokal varietas Ternate.Penelitian ini bersifat ex post facto, artinya data dikumpulkan dan dikerjakan setelah kenyataan, maka penelitian ini disebut sebagai penelitian sesudah kejadian. Pada   kajian ini digunakan penandamorfologi untuk dijadikan dasar kajian identifikasi tanaman secara filogenetik. Filogenetik adalah salahsatu sistem klasifikasi yang didasarkan pada kekerabatan hubungan nenek moyang (evolusioner) antara takson satu dengan lainnya. Kekerabatan Filogenetik diantara sampel (organisme) dapat dimulai denganpembuatan matrik yang menetapkan status karakter setiap penanda untuk masing-masing sampel. Hasilanalisis  tersebut  kemudian  dapat  digambarkan  dalam  bentuk  matrik  similaritas  dan  diilustrasikan dengan pohon filogenetik atau dendogram.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 varietas lokal durian Ternate, Kekerabatanvaietas durian di Ternate terbagi dalam 3 klaster utama, yaitu 1) varietas 12 dan 13 (durian sina dan udi)dengan indeks 90,32%, 2) varietas 7 dan 10 (durian luri kecil dan air tege-tege) dengan indeks 89,54%,3) varietas 3 dan 6 (durian gajah kuning dan mentega) dengan indeks 84,54%, sedangkan varietas lain polanya tidak jelas. Kata kunci: Kekerabatan, filogenetik, durian, ternate, morfologi

Page 1 of 1 | Total Record : 8