cover
Contact Name
Sisca Mayang Phuspa
Contact Email
siscamayang@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285736935463
Journal Mail Official
jihoh@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lt. 2 Gedung Utama Universitas Darussalam Gontor Jalan Raya Siman Km. 6, Siman, Kec. Siman Kabupaten Ponorogo 63471JAWA TIMUR, INDONESIA
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH)
ISSN : 25274686     EISSN : 25415727     DOI : https://doi.org/10.21111/jihoh.v9i1.12212
The journal primarily publishes original research articles but also welcomes review papers, short communications, commentaries on pressing issues, and case studies. Topics of high priority include: Occupational health and safety Industrial hygiene Ergonomics Fire protection systems Accident investigation methods Epidemiological surveys related to workplace safety JIHOH aims to improve workplace health and safety, prevent occupational accidents and diseases, and foster safer, more comfortable working environments.
Articles 134 Documents
HUBUNGAN UMUR, PENGETAHUAN, PERILAKU SAFETY RIDING DENGAN KEPATUHAN LALU LINTAS PENGENDARA MOTOR DI DUSUN 04 TEGUHAN Mega Dila Permatasari; Seviana Rinawati; Ratna Fajariani
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 7, No 1 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i1.5698

Abstract

Dusun 04 Teguhan, Madiun dengan sebagian besar penduduknya menggunakan kendaraan bermotor untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti mobilisasi dari rumah menuju tempat kerja. Masyarakat pedesaan cenderung kurang mematuhi peraturan lalu lintas yang ada karena kurangnya pengawasan dari pihak berwenang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan umur, pengetahuan, dan perilaku safety riding dengan kepatuhan lalu lintas di Dusun 04 Teguhan, Madiun. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Responden penelitian dari pengendara motor masyarakat Dusun 04 Teguhan, Madiun. Populasi penelitian terdiri 250 orang dengan jumlah sampel  95 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan formulir identitas diri untuk mengetahui data diri responden. dan menggunakan kuesioner untuk mengetahui data pengetahuan safety riding, perilaku safety riding, dan kepatuhan lalu lintas. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS Statistik 25 untuk uji korelasi Somers,d dan analisis regresi logistik. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan kepatuhan lalu lintas (p=0,002 ; r=0,293). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan safety riding dengan kepatuhan lalu lintas (p=0,000; r=0,958). Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku safety riding (p=0,000; r=0,899). terdapat hubungan umur, pengetahuan, perilaku safety riding dengan kepatuhan lalu lintas, yang mempunyai hubungan paling besar variabel bebas pengetahuan safety riding dengan variabel terikat kepatuhan lalu lintas (p=0,009 ; OR=10.041). Terdapat hubungan signifikan umur, pengetahuan, perilaku safety riding dengan kepatuhan lalu lintas pengendara motor di Dusun 04 Teguhan, MadiunKata Kunci: kepatuhan lalu lintas; pengetahuan; perilaku safety riding; umur
DAMPAK KELELAHAN KERJA DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP PENGARUH PRODUKTIVITAS KERJA Putri Maharani; Bayu Yoni Setyo Nugroho
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 7, No 1 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i1.8442

Abstract

Bekerja dengan target setiap hari menuntut dan mengarahkan kegiatan untuk bekerja lebih berat. Prevalensi insomnia tinggi di seluruh dunia 26,4-39,4% di negara-negara Asia; 10-30% di negara-negara Barat. Kurangnya tidur menyebabkan ketidakmampuan otak untuk mendukung tingkat produktivitas kerja. Data perusahaan bulan Januari-November mengalami ketidak stabilan hasil produksi dan cenderung menurun. Target yang di berikan oleh perusahaan untuk setiap pekrja tiap hari yakni 80 produk. Namun pada bulan Juni selama 13 hari pekerja hanya menghasilkan 68-79 produk sehingga target setiap harinya tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalsis hubungan antara faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja. Penelitian ini termasuk dalam katagori penelitian kuantitatif dengan metode penelitian desain korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian berjumlah 81 terbagi dalam 2 kelompok kerja yakni pemrosesan 15 pekerja dan pengemasan 66 pekerja. Tidak ada hubungan secara secara statistik dari hasil analisis chi-square diperoleh p-value 0.814 antara variabel masa kerja dengan produktivitas kerja. Tidak ada hubungan hasil analisis chi-square diperoleh p-value 0.014 dengan makna secara statistik tidak ada hubungan secara signifikan antara variabel umur dengan produktivitas kerja. hasil analisis chi-square diperoleh p-value 0.230 dengan makna secara statistik tidak ada hubungan secara signifikan antara variabel kualitas tidur dengan produktivitas kerja. hasil analisis chi-square diperoleh p-value 2.079 dengan makna secara statistik tidak ada hubungan secara signifikan antara variabel kelelahan kerja dengan produktivitas kerja. Kesimpulannya tidak ada hubungan semua variabel yang di teliti dengan produktivitas kerja secara statistik
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN DAN PENGENDALIAN RISIKO PADA PROSES PELEBURAN BAJA DI KABUPATEN KLATEN Jaiz Wahyu Sutopo; Ratna Ayu Ratriwardhani
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 7, No 1 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i1.7322

Abstract

Kegiatan peleburan baja merupakan proses pembuatan cetakan, induksi, pengecoran, permesinan dan finishing. Penerapan K3 pada proses peleburan baja dimaksudkan untuk melindungi pekerja agar dapat mencapai hasil produktivitas kerja yang optimal.Tempat kerja peleburan baja terdapat risiko bahaya sangat tinggi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Perlu dilakukan manejemen risiko bahaya ditempat kerja dan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko pada proses peleburan baja di CV Sumber Wahyudengan menggunakan metodeHazard Identification Risk Assesment and Determining Control (HIRADC).Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV Sumber Wahyu masih perlu memperbaharui dan memperbaiki penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan memenuhi penggunaan standar APD yang digunakan.
KLASIFIKASI AREA BERBAHAYA PADA AREA TEMPAT PENYIMPANAN GAS HIDROGEN DI PT. XY Eky Susilowati; Fatma Lestari
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 7, No 1 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i1.8555

Abstract

Industri farmasi tidak lepas dari risiko kebakaran dan ledakan dikarenakan penggunaan berbagai bahan kimia berbahaya, baik dalam proses pembuatan obat maupun dalam menjaga kualitasnya. Salah satu bahan kimia yang mudah terbakar yang dipakai, yaitu penggunaan gas hidrogen yang dapat menyebabkan ledakan paling parah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi area berbahaya di tempat penyimpanan gas hidrogen sehingga dapat dilakukan upaya mitigasi risiko untuk mengurangi peran sumber penyalaan di sekitarnya yang akan menjadi penyebab kebakaran dan ledakan. Penilaiaan klasifikasi area berbahaya menggunakan metode kuantitatif yang berpedoman pada standar International Electrotechnical Comission (IEC): IEC/EN 60079-10-1 untuk menentukan zona berbahaya pada area penyimpanan tabung gas hidrogen. Berdasarkan penilaian ini, zona penyimpanan tabung gas hidrogen termasuk ke dalam zona 2 dengan radius 2,5 meter dari sumber pelepasan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengontrol sumber penyalaan seperti penggunaan listrik di sekitarnya yang dapat menyebabkan insiden kebakaran dan ledakan pada area penyimpanan gas ini.Kata Kunci: hidrogem, IEC/EN 60079-10-1, klasifikasi area berbahaya
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL PADA PEKERJA UNIT AVIATION SECURITY BANDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA Arifah Sarrol Wari; Noeroel Widajati
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 7, No 1 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i1.7933

Abstract

Adanya penurunan jumlah sumber daya manusia pada unit aviation security PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta, memungkinkan adanya peningkatan beban kerja, utamanya beban kerja mental, sebab pada saat bertugas pekerja unit aviation security membutuhkan ketelitian dan konsentrasi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat beban kerja mental pada pekerja unit aviation security PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Yogyakarta. Penelitian ini termasuk dalam penelitian penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sasaran penelitian ini adalah pekerja unit aviation security PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Yogyakarta yang berjumlah 204. Dari populasi tersebut dilakukan teknik pengambilan sampel dengan metode simple random sampling dengan metode sloving, sehingga didapatkan jumlah responden sebanyak 68 pekerja unit aviation security PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Yogyakarta. Adapun teknik dan prosedur pengumpulan data adalah dengan menggunakan kuesioner NASA-TLX dan kuesioner karakteristik individu terkait usia, jenis kelamin, status pernikahan, dan status pendidikan. Teknik analisis data deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran data yang dikumpulkan. Berdasakan hasil analisis diketahui sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki dan mayoritas dari responden berusia 26-35 tahun. Responden yang mengisi kuesioner sebagian besar sudah menikah dan status pendidikan di tingkat SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden masuk dalam kelompok tinggi yakni sejumlah 34 responden. Hal menunjukkan beban kerja mental yang didapatkan oleh sebagian besar pekerja adalah beban kerja mental dengan kategori tinggi sehingga perlu dilakukan tindakan pengendalian untuk menghindari dampak negatif dari tingginya beban kerja mental. Kata Kunci: Aviation Security; Bandara; Beban Kerja Mental; NASA-TLX 
PROGRAM PEREGANGAN DI TEMPAT KERJA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL PEKERJA SEKTOR INFORMAL Lusi Ismayenti; Tyas Lilia Wardani
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 7, No 1 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i1.8753

Abstract

Pekerja sektor informal bekerja tanpa relasi sehingga tidak ada aturan tertulis yang mengikat dan memiliki masalah yang berkaitan dengan risiko keselamatan dan Kesehatan terkait pekerjaan seperti gangguan otot rangka (muskuloskeletal/MSDs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program peregangan di tempat kerja untuk mengurangi keluhan muskuloskeletal pekerja sektor informal. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan desain pre-posttest group. Responden adalah perwakilan pekerja sektor informal yang dibagi dua kelompok pembuatan makanan ringan dan pembuat album. Jumlah sampel penelitian adalah 31 responden yang terdiri dari 21 pekerja pembuatan makanan ringan dan 10 pekerja pembuat album. Keluhan MSDs diukur dengan kuesioner Nordic Body Map sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi yang diberikan kepada responden adalah melakukan gerakan peregangan (stretching) selama 5 menit setelah 2 jam bekerja selama 7 hari. Hasil penelitian terdapat pengaruh setelah diberikan intervensi gerakan peregangan dengan keluhan MSDs pada pekerja makanan ringan (p<0.001) dan pembuat album(p=0.018) dan tidak ada pengaruh antar dua kelompok (p=0.12). Bagian tubuh yang mengalami penurunan keluhan MSDs terbesar setelah intervensi adalah leher atas, tengkuk, pinggang, punggung, dan pinggul. Pekerja pembuatan makanan ringan mengalami penurunan keluhan MSDs bagian tubuh lebih besar dibandingkan pekerja pembuatan album. Kata kunci: keluhan muskuloskeletal, pekerja sektor informal, peregangan
Analisis Tingkat Pengetahuan Dan Aplikasi Siaga Bencana Kebakaran Pada Civitas Akademika Universitas X Edwina Rudyarti
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 7 No. 2 (2023): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i2.8458

Abstract

Penilaian kesiapsiagaan bencana kebakaran yang diukur melalui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan sangat penting agar dapat meminimalisir risiko jika terjadi kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan civitas akademika dalam menghadapi ancaman bencana kebakaran. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan analisis data secara kuantitatif dengan menggunakan Program SPSS. Sampel penelitian ini adalah civitas akademika Universitas X diantaranya diambil sampel penelitian dengan jumlah  55 orang mahasiswa, 30 orang dosen dan 15 orang staff. Hasil penelitian tingkat pengetahuan seluruh civitas akademika mengenai kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran menunjukkan hasil dengan frequensi paling tinggi kategori sedang dengan prosentase 63,3% untuk dosen, dan  66,7% untuk mahasiswa, dan di 72,7% untuk staff, jadi dapat dikatakan bahwa civitas akademika memiliki tingkat pengetahuan mayoritas adalah sedang, dan pengetahuan tentang aplikasi bencana juga tergolong sedang, sedangkan sikap dan kepedulian seluruh civitas akademika terhadap risiko kebakaran menyatakan sangat setuju dengan kebijakan, peraturan yang akan dibuat, sehingga dapat disimpulkan bahwa kesiapsiagaan bencana kebakaran pada civitas akademika masih kurang. Diperlukan komitmen bersama antara manajemen dan anggota institusi untuk memperkuat pengetahuan dan penerapan kesiapsiagaan bencana kebakaran
PENGARUH PROGRAM FIT TO WORK TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA OPERATOR ALAT BERAT DI PT. PELABUHAN INDONESIA (PERSERO) SUB REGIONAL JAWA TIMUR Ivan Ardiansyah Nugroho
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 7 No. 2 (2023): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i2.8655

Abstract

Kegiatan bongkar muat barang memiliki potensi dan risiko bahaya sehingga dapat menyebabkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK). Kecelakaan menyebabkan cedera yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk melaksanakan tugas secara normal, sehingga memengaruhi produktivitas kerja. Mengatasi hal tersebut perusahaan memiliki program K3 yaitu program fit to work. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh program fit to work terhadap produktivitas kerja pada operator alat berat di PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Sub Regional Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan seluruh operator alat berat berjumlah 26 orang. Jumlah sampel seluruh operator alat berat berjumlah 26 orang menggunakan metode total sampling. Variabel penelitian ini adalah program fit to work dan produktivitas kerja. Instrumen yang digunakan berupa lembar kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operator alat berat beranggapan program fit to work telah terlaksana sangat baik (70%) dan memiliki produktivitas kerja sangat tinggi (80%). Hasil uji regresi ordinal menunjukkan ada pengaruh program fit to work terhadap produktivitas pada operator alat berat di PT. Pelindo (Persero) Sub Regional Jawa Timur (0,000<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah operator alat berat memiliki produktivitas kerja tinggi karena pelaksanaan program fit to work telah terlaksana sangat baik. Saran yang diberikan tetap mempertahankan produktivitas kerja dengan selalu mengikuti program fit to work setiap sebelum bekerja dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan di perusahaan, mempertahankan pelaksanaan program fit to work serta melakukan pemanasan tubuh ketika pelaksanaan safety briefing.
Kualitas Tidur Faktor Prediksi Kelelahan Kerja Petugas Pemadam Kebakaran Maghfirah Faiza Chairani; Decy Situngkir; Eka Cempaka Putri; Mayumi Nitami
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 7 No. 2 (2023): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i2.8680

Abstract

Kelelahan kerja suatu keadaan seseorang yang ditandai dengan lelahnya fisik maupun psikis akibat pekerjaan, sehingga dapat menurunkan produktivitas kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Prediksi Kelelahan Kerja Pada Petugas Pemadam Kebakaran di Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Matraman Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, dengan sampel penelitian sebanyak 48 petugas. Adapun hasil univariat menunjukkan proporsi tertinggi yakni tidak kelelahan (54,2%), usia < 35 tahun (52,1%), masa kerja ≥ 5 tahun (68,75%), tidak memiliki riwayat penyakit (89,6%), dan kualitas tidur buruk (68,75%). Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa variabel yang berhubungan dengan kelelahan kerja adalah kualitas tidur (p-value = 0,035), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kelelahan kerja yaitu usia (p-value = 0,546), masa kerja (p-value = 0,815), dan riwayat penyakit (p-value = 0,649). Sehingga disarankan bagi instansi untuk tetap menerapkan program peregangan pelaksanaan olahraga dan senam untuk mengatasi kelelahan kerja petugas, membuat program berupa promosi kesehatan dengan melakukan edukasi terkait pentingnya menjaga kualitas tidur, serta kembali menerapkan medical check up secara rutin.Kata Kunci: kelelahan kerja, petugas pemadam kebakaran, usia, masa kerja, riwayat penyakit, kualitas tidur
THE RELATIONSHIP OF WORK POSTURE AND INDIVIDUAL FACTORS WITH COMPLAINTS OF LOWER BACK PAIN IN BRICK WORKING WORKERS IN JAMBI SELATAN Fajrina Hidayati; Budi Aswin; Andree Aulia Rahmat
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 7 No. 2 (2023): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i2.8681

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan keluhan muskeluskeletal yang sering oleh pekerja yang mengandalkan kekuatan fisik, seperti pekerja pembuat batu bata. Nyeri punggung bawah salah satu gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang merupakan akumulasi nyeri dalam konteks pekerjaan dan secara klinis dapat disebabkan oleh pekerjaan atau dapat diperburuk oleh aktifitas kerja merupakan salah satu jenis penyakit akibat kerja (PAK) Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dan faktor individu dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja pembuatan batu bata kecamatan jambi selatan. Jenis penelitian dilakukan dengan menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 66 pekerja pembuatan batu bata di Kecamatan Jambi Selatan. Hasil penelitian yaitu terdapat keluhan nyeri punggung bawah berat pada pekerja industri kecil pembuatan batu bata di Kecamatan Jambi Selatan sebanyak 60,6%, terdapat hubungan antara postur kerja (p-value= 0,05), dan usia (p-value = 0,014) terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja namun tidak ada hubungan (p-value = 0,322) antara IMT dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja pembuatan batu bata di Kecamatan Jambi Selatan. Terdapat hubungan antara postur kerja (p-value = 0,05), dan usia (p-value = 0,014) terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja namun tidak ada hubungan (p-value = 0,322) antara IMT dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja pembuatan batu bata di Kecamatan Jambi Selatan. Diharapkan dari penelitian ini sebagai masukan bagi pekerja pembuatan batu bata di Kecamatan Jambi Selatan agar memperhatikan postur kerja dan melakukan pemeriksaan ke puskesmas atau ke klinik terdekat jika mengalami keluhan atau gejala untuk mengurangi risiko keparahan penyakit.

Page 10 of 14 | Total Record : 134