cover
Contact Name
Sisca Mayang Phuspa
Contact Email
siscamayang@unida.gontor.ac.id
Phone
+6285736935463
Journal Mail Official
jihoh@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lt. 2 Gedung Utama Universitas Darussalam Gontor Jalan Raya Siman Km. 6, Siman, Kec. Siman Kabupaten Ponorogo 63471JAWA TIMUR, INDONESIA
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH)
ISSN : 25274686     EISSN : 25415727     DOI : https://doi.org/10.21111/jihoh.v9i1.12212
The journal primarily publishes original research articles but also welcomes review papers, short communications, commentaries on pressing issues, and case studies. Topics of high priority include: Occupational health and safety Industrial hygiene Ergonomics Fire protection systems Accident investigation methods Epidemiological surveys related to workplace safety JIHOH aims to improve workplace health and safety, prevent occupational accidents and diseases, and foster safer, more comfortable working environments.
Articles 134 Documents
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN KELUHAN STRES KERJA DI UNIT VI REFINERY PT X (PERSERO) BALONGAN David Kusmawan
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 6, No 2 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v6i2.5577

Abstract

Bahaya kerja yang terdapat di sektor minyak dan gas terdiri dari bahaya biologi, bahaya fisika, bahaya somatik, bahaya kimia, dan bahaya psikososial yang salah satunya berupa stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor karakteristik individu pekerja yang bekerja pada Unit Residue Catalytic Cracking (RCC) terutama di area kebisingan dengan kejadian stres kerja. Metodologi penelitian secara cross sectional serta pengambilan data dengan menggunakan instrument kuesioner pengukuran stres kerja dari NIOSH Generic Job Stres Questionnaire yang isinya terdiri atas job content, job control and demands, social supports, teamworks, work schedules, job insecurity, uncertainty. Besar sampel yang digunakan sebanyak 60 pekerja dengan menggunakan metode total sampling. Kriteria inklusi yang digunakan adalah seluruh pekerja di Unit RCC yang bersedia menjadi sampel penelitian. Kemudian data dianalisa secara univariat, bivariat (Chi-square), dan multivariat dengan  regresi logistik berganda.Model akhir dari analisa multivariat menunjukkan hasil bahwa terdapat dua variabel faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stres kerja yaitu variabel status pernikahan (OR= 8.801; p-value = 0.008) serta kondisi kesehatan (OR = 24.368; p-value = 0.001) serta jumlah anak pekerja dengan (OR = 31.254 dan p-value = 0.001).Variabel yang dominan yang berkontribusi adalah variabel jumlah anak, variabel faktor risiko yang berhubungan adalah status pernikahan dan kondisi (keluhan) kesehatan. Oleh karena itu variabel tersebut dapat dijadikan dasar dalam melakukan intervensi terutama program penurunan tingkat stres pekerja di tempat kerja. Kata Kunci: NIOSH generic job stres questionnaire; pekerja migas; stres kerja
EVALUASI PELAKSANAAN FIT TO WORK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJA OPERASIONAL DI PT PELINDO III SURABAYA (Studi di Terminal Jamrud) Vidi Annisya Pratikasari; Moch. Sahri; Abdul Hakim Zakkiy Fasya
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 6, No 2 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v6i2.6613

Abstract

Fit to work merupakan suatu program kesehatan kerja yang memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan pekerja agar dapat bekerja tanpa menimbulkan kecelakaan kerja. Faktor penting yang terdapat pada manusia adalah kondisi kesehatannya. Semakin baik kondisi kesehatan maka akan mengurangi faktor penyebab kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan program fit to work sebagai upaya peningkatan keselamatan dan kesehatan pada pekerja operasional di PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) divisi Terminal Jamrud Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan indepth interview untuk melihat pelaksanaan program fit to work meliputi alur pelaksanaan, hasil pemeriksaan dan efektivitas program. Jumlah informan sebanyak 12 orang. Analisis data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pelaksanaan fit to work sebagai upaya peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja operasional sudah terlaksana dengan optimal. Hasil pemeriksaan fit to work digolongkan menjadi 2 kategori yaitu fit dan unfit, Efektivitas pelaksanaan program fit to work sebagai upaya peningkatan keselamatan dan kesehatan pada pekerja operasional sudah terlaksana dengan efektif. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu pelaksanaan program fit to work sebagai upaya peningkatan keselamatan dan kesehatan pada pekerja operasional di Terminal Jamrud sudah terlaksana dengan optimal dan efektif. Diharapkan pekerja operasional dapat meningkatkan gaya hidup dengan rajin berolahraga, tidur yang cukup dan mengonsumsi makanan sehat untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap fit Kata Kunci:  Kecelakaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fit to Work
HUBUNGAN STRES KERJA DAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN PRODUKTIVITAS PEKERJA DI PERUSAHAAN ROKOK GAMA KARANGANYAR Herlin Christiana; Reni Wijayanti; Sri Haryati
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 6, No 2 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v6i2.6156

Abstract

Aktivitas pelintingan manual rokok kretek di Perusahaan Rokok Gama menjadi proses produksi pertama dan utama yang menuntut pekerjanya agar target produksi terpenuhi sesuai waktu yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut seringkali membuat pekerja mengalami stres dan merasa terbebani secara fisik yang mengakibatkan produktivitas pekerja menurun sehingga output yang dihasilkan menjadi tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dan beban kerja fisik dengan produktivitas pekerja di Perusahaan Rokok Gama Karanganyar. Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional ini mengambil responden penelitian dari pekerja perempuan bagian linting manual di Perusahaan Rokok Gama Karanganyar dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 52 responden dari 70 pekerja. Penelitian ini menggunakan kuesioner DASS 42 dengan skala stres untuk mengukur stres kerja, alat Finger Pulse Oximeter untuk mengukur beban kerja fisik, dan lembar observasi jumlah linting rokok untuk mencatat jumlah linting rokok yang dihasilkan dalam satu harinya. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi somers’d dan uji analisis regresi logistik. Hasil uji korelasi somers’d menunjukkan bahwa ada 2 variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan produktivitas pekerja, yaitu stres kerja (p = 0.001) dengan kekuatan korelasi sedang dan arah korelasinya negatif (r = -0.480), serta beban kerja fisik (p = 0.029) dengan kekuatan korelasi lemah dan arah korelasinya negatif (r = -0.341). Selanjutnya variabel yang berhubungan signifikan dilakukan uji analisis regresi logistik, hasilnya menunjukkan bahwa yang paling berpengaruh terhadap produktivitas pekerja adalah variabel stres kerja. Kata Kunci: beban kerja fisik; produktivitas pekerja; stres kerja
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEGAWAI DI DINAS KESEHATAN KOTA PADANG PANJANG TAHUN 2021 Cici Apriliani; Abdi Iswahyudi Yasril; Samda Elfita
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 6, No 2 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v6i2.6716

Abstract

Instansi pemerintah maupun swasta memerlukan produktivitas kerja yang tinggi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Produktivitas kerja merupakan suatu akibat persyaratan kerja yang harus dipenuhi oleh pegawai untuk memperoleh hasil maksimal. Dalam pelaksanaannya, produktivitas kerja terletak pada faktor manusia sebagai pelaksana pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan produktivitas kerja pada Pegawai di Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang tahun 2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain crossectional study. Populasi dalam penelitian ini sebesar 41 orang, proses pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sumber data yaitu data primer. Pengolahan data dilakukan dengan analisis uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan 26 orang (63,4%) memiliki masa kerja lebih dari 3 tahun, 22 orang (53,7%) tidak mengalami stres dalam bekerja, 21 orang (51,2%) memiliki lingkungan kerja yang baik, 27 orang (65,9%) merasa tidak lelah dalam bekerja, 27 orang (65,9%) produktif dalam bekerja. Hasil uji chi-square diperoleh ada hubungan yang bermakna antara lingkungan kerja dengan produktivitas kerja (p=0,0005; OR=37), tidak ada hubungan masa kerja (p=0,073), stres kerja (p=1,000), dan kelelahan kerja (p=0,494) dengan produktivitas kerja.  Disimpulkan bahwa lingkungan kerja berhubungan dengan produktivitas kerja dengan p=0,0005. Diharapkan pihak Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang dapat menjadikan penelitian ini sebagai masukan dan pertimbangan dalam pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam meningkatkan produktivitas pegawai. Kata Kunci: produktivitas kerja, pegawai dinas kesehatan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU BERKENDARA PADA SALESMAN DI CV. ZAHRA ILHAM ABADI Risma Dwi Evariana; Ratna Fajariani; Istar Yuliadi
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 6, No 2 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v6i2.6180

Abstract

Salesman di Indonesia banyak melakukan kegiatan lapangan untuk kegiatan marketing. Kendaraan bermotor roda 2 merupakan kendaraan utama yang mereka gunakan. Keselamatan berkendara merupakan hal utama yang harus diterapkan oleh para salesman ini untuk menjaga keselamatan dirinya dan tidak membahayakan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Berkendara pada Salesman di CV. Zahra Ilham Abadi. Jenis ipenelitian imerupakan ipenelitian observational analitik, dengan desain cross sectional study. Responden merupakan Salesman di CV. Zahra Ilham Abadi yang berjumlah 45 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini mengguankan alat ukur Kuesioner karakteristik responden, Kuesioner perilaku berkendara, dan Kuesioner pengetahuan safety riding. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi chi square dan somers’d serta analisis Regresi Logistik. Pengetahuan safety riding (p-value = 0,000), pengalaman (p-value = 0,036), dan kepemilikan SIM (p-value = 0,037) berhubungan signifikan (p<0,05) terhadap perilaku berkendara. Tetapi usia (p-value = 0,115), jenis kelamin (p-value = 0,458), dan kemampuan (p-value = 0,408) tidak berhubungan signifikan (p>0,05) terhadap perilaku berkendara. Hasil analisis uji Regresi Logistik Pengetahuan safety riding memiliki hubungan 8,1 kali lipat bagi Salesman terhadap perilaku berkendara. Pengetahuan safety riding memiliki hubungan paling kuat terhadap perilaku berkendara Salesman.Kata Kunci : Pengetahuan Safety Riding, Perilaku Berkendara, Salesman.
ANALISIS FAKTOR PSIKOSOSIAL PERAWAT DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA DI RSUD BLAMBANGAN KABUPATEN BANYUWANGI Nur Fauziyah; Reny Indrayani; Kurnia Ardiansyah Akbar
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 6, No 2 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v6i2.6718

Abstract

Kecelakaan kerja memiliki dampak kerugian bagi pihak instansi dan tenaga kerja. Salah salah satu faktor pendukung kejadian kecelakaan kerja adalah psikososial, faktor ini tidak mudah diamati oleh individu maupun manajemen, sehingga jarang dilakukan pengukuran dan pengendalian di tempat kerja. Sebesar 41% kecelakaaan kerja area rumah sakit lebih besar daripada area industri dengan jenis kasus needle stick injury, luka gores, luka bakar, penyakit infeksi dan lainya. RSUD Blambangan Kabupaten Banyuwangi memiliki data kecelakaan kerja dan belum pernah melakukan pengukuran serta evaluasi terkait psikososial kerja, sehingga tujuan penelitian untuk menganalisis faktor psikososial perawat dengan kejadian kecelakaan kerja. Penelitian menggunakan metode analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 215 perawat dengan sampel sebanyak 67 perawat menggunakan teknik simple random sampling. Pegumpulan data menggunakan angket online The Copenhagen Psychosocial Questionnaire III (COPSOQ III). Analisis data menggunakan uji rank correlation test dan uji chi-square (α=0,05) dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis penelitian nilai Sig.(2-tailed) faktor individu yakni usia (0,400 > α); jenis kelamin (0,929 > α); tingkat pendidikan (1,000 > α); masa kerja (0,129 > α) dan unit kerja (0,929 > α) sedangkan nilai Asymp. sig (2-tailed) faktor psikososial yakni (1,000 > α), sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor individu (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa keja dan unit kerja) dan faktor psikososial tidak memiliki hubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada perawat. Tidak adanya hubungan dapat diartikan bahwa perawat dengan kategori faktor individu dan faktor psikososial apapun memiliki peluang yang sama dapat mengalami kejadian kecelakaan kerja. Bagi pihak perawat disarankan untuk lebih mengenali batas kemampuan dalam menanggung beban kerja, serta melaporkan perilaku ofensif dan kecelakaan kerja yang pernah dialami.Kata kunci: kecelakaan kerja; perawat; psikososial.
ANALISIS KINERJA KESELAMATAN DENGAN METODE SAFE T-SCORE DAN TRAFFIC LIGHT SYSTEM DI PT. X SIDOARJO Suherdin Suherdin; Aditya Aditya
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 6, No 2 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v6i2.6389

Abstract

Kecelakaan kerja bukan hanya berdampak pada kesakitan dan kematian, tapi juga pada property dan profit perusahaan. Tingginya kasus kecelakaan di PT. X dapat berpotensi menyebabkan kerugian besar pada pekerja dan perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kinerja keselamatan (safety performance) perusahaan di PT. X Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif observasional. Pengumpulan data menggunkan lembar ceklist, dan wawancara terstruktur. Analisis data menggunakan metode traffic light system dan safety t-score.Hasil penelitian menunjukkan kinerja keselamatan perusahaan berdasarkan traffic light system berada pada level 4 atau rawan. Incident Rate kecelakaan kerja kategori tinggi (IR > 1,1), Frequency Rate kecelakaan kerja kategori risiko tinggi (FR ≥ 10), dan Severity Rate dengan kategori buruk (>0). Berdasarkan perhitungan safety t-score kinerja keselamatan perusahaan tahuan 2018 mengalami perbaikan. Simpulan analisis kinerja keselamatan PT. X dengan traffic light system ada pada posisi rawan kecelakaan, namun untuk kinerja keselamatan tahun 2018 mengalami perbaikan dengan adanya dukungan program eksternal. Kata Kunci: kinerja keselamatan; safety t-score; traffic light system
HUBUNGAN KEBISINGAN DAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN STRES KERJA DI PT JAMU AIR MANCUR Adissa Orchida Yulianti; Sumardiyono Sumardiyono; Yulia Sari
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 6, No 2 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v6i2.6436

Abstract

Kegiatan industri menghasilkan polusi yang dapat menyebabkan tekanan pada lingkungan yang dapat berdampak secara fisik maupun non fisik kepada manusia. Dampak negatif atau pengaruh sebagai hasil samping proses industri merupakan beban kerja tambahan bagi tenaga kerja yang dapat menimbulkan kelelahan. Kebisingan dan beban kerja fisik merupakan salah satu yang menyebabkan beban tambahan bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebisingan dan beban kerja fisik terhadap stres kerja di PT Jamu Air Mancur. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh dengan jumlah responden 28 orang pekerja. Penelitian ini menggunakan Sound Level Meter untuk mengetahui data intensitas bising, Pulse Oxymeter untuk mengukur denyut nadi beban kerja fisik menggunakan kuesioner untuk mengetahui data stres kerja.Teknik analisis data menggunakan uji bivariat menggunakan Kolmogorov Smirnov dan uji Somers’d, sedangkan untuk uji multivariat menggunakan uji Regresi Ordinal Berganda dengan aplikasi SPSS versi 21 . Hasil uji bivariat menunjukkan variabel kebisingan (p = 0,042) dan beban kerja fisik (p = 0,000) memenuhi syarat untuk masuk ke uji Regresi Ordinal Berganda karena nilai p < 0,25. Hasil uji mutivariat menggunakan  Regresi Ordinal Berganda menunjukkan adanya hubungan antara kebisingan dengan stres kerja adalah signifikan (p = 0,030; OR = 33,3) dan hubungan antara beban kerja fisik dengan stres kerja adalah signifikan (p= 0,004; OR = 2,9). Variabel kebisingan dan beban kerja fisik secara bersama – sama mempengaruhi stres kerja sebesar 57 % (r2 = 0,568). Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara kebisingan dan beban kerja fisik dengan stres kerja di PT Jamu Air Mancur.Kata Kunci: Beban Kerja Fisik, Kebisingan, Stres Kerja 
PENGUKURAN DAN EVALUASI POTENSI BAHAYA ERGONOMI DI LABORATORIUM ANALISIS & ASSAY DIVISI CONCENTRATING PT FREEPORT INDONESIA Arif Susanto; Yopi I Komara; Novie E Mauliku; Agra M Khaliwa; Asep D Abdilah; Ambar D Syuhada; Edi K Putro
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 7, No 1 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i1.7996

Abstract

Pekerja laboratorium memiliki risiko bahaya ergonomi berupa gangguan otot rangka akibat kerja atau disingkat GOTRAK. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur dan mengevaluasi potensi bahaya ergonomi di laboratorium analisis dan assay Divisi Concentrating PT Freeport Indonesia (PTFI). Metode penelitian menggunakan observasi. Adapun rancangan penelitian cross sectional dan teknik sampel yaitu sampel jenuh. Standar yang digunakan dalam pengukuran dan evaluasi potensi bahaya ergonomi adalah SNI 9011:2021, dimana hasil pengukurannya digunakan untuk mengidentifikasi gangguan kesehatan dan perlindungan teknisi laboratorium analisis dan assay tersebut. Hasil survei keluhan GOTRAK menunjukkan bahwa dari 33 teknisi laboratorium terdapat 9 teknisi (27,3%) terdiri dari 4 teknisi sample preparation, 3 teknisi fire assay dan 2 teknisi wet assay yang mengalami tingkat risiko keluhan tinggi. Dari hasil survey GOTRAK yang dilakukan, teknisi laboratorium analisis dan assay memiliki jenis keluhan yang serupa seperti kelelahan fisik, mental dan mengalami rasa nyeri/sakit setelah melakukan pekerjaan. Mayoritas teknisi laboratorium teridentifikasi memiliki  tingkat risiko tinggi pada bagian leher, punggung bagian bawah, dan tubuh bagian bawah seperti betis, pinggul, lutut, serta kaki. Mayoritas bahaya ergonomi yang teridentifikasi adalah bahaya postur janggal pada bagian tubuh bawah dan pengangkatan beban secara manual Kata Kunci: bahaya ergonomi; GOTRAK; teknisi laboratorium analisis dan assay; risiko ergonomi; SNI 9011:2021
PENGEMBANGAN MODEL METODE HIRADC DALAM ANALISIS RISIKO BEKERJA DI KETINGGIAN PADA PROYEK KONSTRUKSI PT. X DI JABODETABEK David Irianto; Iman Basriman; Tatan Sukwika
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 7, No 1 (2022): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v7i1.8114

Abstract

Proyek konstruksi merupakan salah satu bidang dengan risiko kecelakaan kerja tinggi, salah satu yang menjadi sumber kecelakaan yaitu bekerja di ketinggian dengan dampak risiko besar. Dari adanya penyebab tersebut maka perlu adanya pengembangan pada model manajemen risiko terkait Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) terhadap risiko bekerja di ketinggian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan secara kualitatif dan kuantitatif dengan melakukan observasi lapangan dan kuesioner ke karyawan dan pekerja, dengan jumlah responden 86 orang yang tersebar di 5 proyek konstruksi PT. X di area Jabodetabek. Analisis data menggunakan metode Struktural Equation Modeling (SEM) – Partial Least Square (PLS), dengan software SmartPLS 3.2.9. Analisis path coefficient menunjukkan bahwa variabel identifikasi risiko memiliki dampak positif serta berpengaruh terhadap risiko bekerja di ketinggian (0,444, T-statistik = 5.161, > T-tabel 1.96) dan variabel pengendalian risiko berdampak negatif serta berpengaruh terhadap risiko bekerja di ketinggian (-0.454, T-statistik = 4.307, > T-tabel 1.96). Tetapi variabel analisa risiko dan pengembangan berkelanjutan tidak terlalu berpengaruh terhadap risiko bekerja di ketinggian. Simpulan penelitian ini adalah risiko bekerja di ketinggian dipengaruhi oleh identifikasi risiko dan pengendalian risiko. Kata Kunci: HIRADC, metode SEM, proyek konstruksi, risiko, smartpls

Page 9 of 14 | Total Record : 134