cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
STABILITAS FORMALIN TERHADAP PENGARUH SUHU DAN LAMA PEMANASAN Laksmiani, N. P. L.; Widjaja, I. N. K..; Sonia Sonia
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.513 KB)

Abstract

Formalin merupakan senyawa kimia yang dimanfaatkan sebagai agen desinfektan dan agen bacterial yang baik. Namun banyak produsen atau pedagang makanan yang menyalahgunakan formalin sebagai pengawet makanan. Pada dasarnya, bahan makanan sebelum dikonsumsi menjadi makanan jadi maka bahan tersebut diolah terlebih dahulu melalui proses pemanasan dengan suhu rata-rata diatas 100 C. Sehingga formalin yang digunakan sebagai pengawet pada makanan akan mengalami proses penguraian. Maka perlu dilakukan uji stabilitas formalin dengan menggunakan metode spektrofotometri visible memanfaatkan pereaksi nash serta dilakukan pula evaluasi mengenai kinetika kimia formalin. Validasi metode dilakukan sebelum uji stabilitas formalin dengan mengukur absorbansi 3 seri larutan standar formalin dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8 dan 10 mg/mL dengan prosedur sebagai berikut: 1 mL larutan standar formalin dengan 2 mL pereaksi Nash. Didiamkan selama 2 jam hingga kompleks senyawa diacetyldihydrolutidine (DDL) yang terbentuk menjadi stabil. Selanjutnya larutan formalin diukur absorbansinya pada panjang gelombang maksimumnya yaitu 412 nm. Suhu dan lama pemanasan mempengaruhi stabilitas formalin. Pemanasan pada suhu larutan 96C selama 40 menit dapat menguraikan formalin sebanyak 88,1%. Kinetika degradasi  formalin mengikuti orde reaksi 1 dengan tetapan laju reaksi sebesar 0,053 mg/mL menit dan waktu paruh selama 13,08 menit.formalin, stabilitas, suhu pemanasan , lama pemanasan, spektrofotometri visibel.formalin, stabilitas, suhu pemanasan , lama pemanasan, spektrofotometri visibel.
FORMULASI TABLET PARASETAMOL KEMPA LANGSUNG MENGGUNAKAN EKSIPIEN CO-PROCESSING DARI AMILUM SINGKONG PARTIALLY PREGELATINIZED DAN GOM AKASIA Puspita, P.A.P; Dewantara, I.G.N.A; Arisanti, C.I.S
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.406 KB)

Abstract

Eksipien co-processing dari amilum singkong partially pregelatinized dan gom akasia digunakan sebagai eksipien dalam pembuatan tablet parasetamol kempa langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan eksipien co-processing dari amilum singkong partially pregelatinized dan gom akasia terhadap sifat fisik tablet parasetamol. Pada penelitian ini eksipien co-processing dari amilum singkong partially pregelatinized dan gom akasia dibuat dengan perbandingan amilum singkong dan gom akasia masing-masing 97,5:2,5; 95:5; dan 92,5:7,5. Eksipien co-processing digunakan dalam pembuatan tablet parasetamol kempa langsung dengan perbandingan eksipien co-processing dan zat aktif parasetamol 2:1 serta dilakukan evaluasi sifat fisik tablet parasetamol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah gom akasia menurunkan  kerapuhan, meningkatkan kekerasan dan memperlama waktu hancur tablet parasetamol secara signifikan.
PENGGUNAAN ADAS DAN PULE SEBAGAI PENGHILANG RASA SAKIT DALAM USADHA BALI (USADHA DALEM) N.K. Warditiani; N.P.E Leliqia; N.K.I.P Dewi; I.M.K.A Suyadnya; N.W.W Citradewi; K. Megayanti; R. Wirayanti; N.L.P.A Pratiwi; I.B.D Esa; IG.Y Prayadnya; IK.A.Y. Murti
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 6 No. 2, Tahun 2017
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.261 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2017.v06.i02.p07

Abstract

Usadha Bali merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang memuat tentang pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada di Bali. Pengobatan dengan tanaman obat masih menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat Bali dalam mengobati penyakit-penyakit degeneratir. Dalam kajian ini akan dilakukan penelusuran penggunaan tanaman obat dalam usada disesuaikan dengan kajian ilmiah yang mendukung terhadap pemanfaatan sesuai dengan Usadha Bali. Terdapat beberapa tanaman yang memiliki kesesuaian manfaat antara penggunaan dalam usadha bali dengan kajian ilmiah, tetapi ada juga yang tidak sesuai. Adas dan pule merupakan tanaman yang pemanfaatannya dalam usada bali (usadha dalem) dan kajian ilmiah memiliki khasiat yang sama yaitu sebagai peghilang rasa sakit. Untuk tanaman dalam Usadha Bali yang belum memiliki kajian ilmiah yang sesuai dapat dijadikan sebagai ide awal untuk dilakukan pengujian secara ilmiah.
Uji Iritasi Gelling Agent Semi Sintetik HPMC pada Kelinci N. K. A. Trisnayanti,; I. G. N. A. Dewantara,; I. G. N. J. A. Prasetia,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.227 KB)

Abstract

Gel merupakan sistem semi padat yang terdiri dari suspensi partikel organik maupun anorganik yang berukuran besar ataupun kecil, terpenetrasi dalam suatu cairan. Bahan utama dalam pembuatan gel adalah gelling agent. Sebelumnya telah dilakukan penelitian formulasi gel menggunakan gelling agent HPMC yang optimum secara fisika dan kimia diproleh pada konsentrasi 15%. Namun, penggunaan HPMC pada konsentrasi di atas 5% dapat menimbulkan masalah iritasi kulit serta menimbulkan ketidaknyamanan yaitu rasa lengket selama penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah gelling agent semi sintetik HPMC yang optimum secara fisik dan kimia pada konsentrasi 15% menimbulkan iritasi pada kulit kelinci. Pengujian ini di lakukan secara in vivo pada enam kelinci albino dewasa berkelamin jantan yang bulu di bagian punggungnya telah dicukur. Pencukuran ini dilakukan 24 jam sebelum diberi perlakuan. Setelah 24 jam, perban dibuka dan area uji dibersihkan dengan air untuk menghilangkan sisa bahan uji. Pada waktu 24, 48 dan 72 jam setelah pemberian bahan uji, kedua area uji diperiksa dan diamati perubahannya sebagai reaksi kulit terhadap bahan uji dan dinilai dengan cara memberi skor 0 sampai 4 tergantung tingkat keparahan reaksi kulit yang dilihat. Hasil penelitian menunjukkan gelling agent HPMC menghasilkan tingkat iritasi sedikit mengiritasi (0,41-1,9).
KAJIAN KELENGKAPAN RESEP PEDIATRI RAWAT JALAN YANG BERPOTENSI MENIMBULKAN MEDICATION ERROR DI RUMAH SAKIT SWASTA DI KABUPATEN GIANYAR I Nyoman Gede Piliarta; Dewa Ayu Swastini; Rini Noviyani
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 1, No. 1, Tahun 2012
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pediatric prescribing need to get special attention  because drug utilization for pediatric is related with different rate of the development of the organ, body system, as well as enzyme that responsible to drug metabolism and drug excretion are not  complete yet. Medication error perhaps will be found in pediatric prescribing so a study about prescription that potentially made medication error happened must be carried out, therefore the medication error occurrence can be minimized or preventable. This study was run by using descriptive evaluative method by observing the prescription of some children in hospital at Gianyar regency during February to April 2009. The sample was conducted by accidental sampling. The total of prescriptions that used to be sample was 96. The data’s including: the age of patient, the variant of the drugs, dosages, and the type of drugs, so medication error could be observed or not. The Result of study showed that the total of male patients were 60,42% and female patients were 39,58%, while the age range of patients showed were between 6-11 months. There were 16 categories of drugs that used most frequent were cough and cold medicine about 20%, vitamin and mineral about 18,93%, and analgesic and antipyretic13,93%. The prevalence of error occured was 277 error that consist of 78,70% in pharmaceutical adjustment, 16,61% in clinical concideration, and 4,69 % in administration.
OPTIMASI PEMBACAAN SPEKTRUM RAMAN PORTABEL UNTUK PEMBACAAN SPEKTRUM RAMAN PREPARATHISTOLOGI JARINGANBPH (BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA) Wirasuta, I.M.A.G; Arimbawa I.B.S.; Yudiastra, I.K.; Rashid, M.A.P.P; Purnama, I.G.P.P; Winarti, N.W.; Laksmiani N.P.L.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.7 KB)

Abstract

Optimasi pembacaan spektrum Raman preparat jaringan menggunakan Raman portablediperlukan menghindari hasil spektrum yang bias dan mendapatkan spektrum serapan raman sampel biologis yang terbebas dari noise pembacaan, yang berakibat pada kesalahan interpretasi pembacaan data serapan/vibrasional gugus-gugus fungi senyawa kimia penyusun sampel biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan metode optimasi pembacaan spektrum raman preparat jaringan yang valid dengan menggunakan Raman portable. Tahapan penelitian meliputi optimasi pengaruh background,pengaruh stabilitas penempatan preparat jaringan pada Raman portabel,pengaruh variasititik pengukuran, pengaruh variasi exposure time, pengaruh variasi laser power, dan pengaruh laser focal probe tip. Masing –masing spektrum Raman hasil optimasi metode dianalisis dengan metode HCA (Hierarchical Cluster Analysis). Hasil penelitian menunjukan metode pembacaan spektrum preparat jaringan dengan menggunakan Raman portabel yang optimal adalah dengan koreksi background, pembacaan preparat jaringan sampel dalam kondisi statis, pembacaan dilakukan pada satu titik pengukuran, penggunaan exposure time tertinggi yang sama pada setiap pembacaan, penggunaan laser power dengan nilai tertinggi yang sama setiap pembacaan, dan penggunaan nilai laser focal probe tip yang sama pada setiap pembacaan serta sampel harus berada menempel didepan probe tip.
STUDI PERAN APOTEKER SEBAGAI VERIFIKATOR DALAM PELAKSANAAN ASUHAN KEFARMASIAN PASIEN RAWAT JALAN PESERTA PT. ASKES (PERSERO) CABANG DENPASAR DI RSUD WANGAYA Susanti, I.M.P.; Nugraha, I.S.; Wirasuta, I.M.A.G.; Diantari, N.M.D
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.853 KB)

Abstract

Peran apoteker sebagai verifikator merupakan salah satu wujud pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian bertujuan untuk mewujudkan Pelayanan Obat yang Rasional (POR) sehingga terwujudnya efektivitas biaya pengobatan. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui peran apoteker sebagai verifikator dalam pelaksanaan asuhan kefarmasian pasien rawat jalan peserta PT Askes (Persero) cabang Denpasar di RSUD Wangaya dalam rentang waktu (Desember 2012-Februari 2013). Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran apoteker sebagai verifikator dalam melakukan pelayanan kefarmasian belum sepenuhnya mewujudkan POR  sehingga belum terwujudnya efektivitas biaya pengobatan. Hal ini disebabkan masih adanya biaya tambahan yang dikeluarkan pasien ketika menebus obat.
KAJIAN KELENGKAPAN INFORMASI MENGENAI INDIKASI DAN DOSIS OBAT ANTIHIPERTENSI TUNGGAL YANG DIGUNAKAN SECARA PERORAL PADA BERBAGAI SUMBER LITERATUR TERSIER Sugiarto, R. P.; Larasanty, L. P. F.; Swastini, D. A.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 4, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.878 KB)

Abstract

Sumber informasi obat tersier dapat digunakan sebagai acuan dalam pemilihan maupun pencarian informasi obat guna mendukung pengobatan yang rasional pada pasien. Sumber informasi obat yang baik harus menyediakan sumber informasi yang lengkap, diantaranya adalah informasi indikasi dan dosis obat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai tingkat kelengkapan indikasi dan kesesuaian dosis pada sumber informasi tersier. Penelitian dilaksanakan dengan metode studi pustaka melalui pengumpulan informasi indikasi dan dosis obat pada sumber informasi tersier ISO, MIMS, dan IONI serta Drug Information Handbook sebagai acuanya. Nilai dari kelengkapan indikasi menggunakan sistem skoring. Interval 1 s/d 2 adalah klasifikasi rendah, > 2 s/d 3 adalah klasifikasi sedang, dan > 3 s/d 4 adalah klasifikasi tinggi. Kesesuaian dosis dihitung dengan presentase yang menunjukkan kesesuaian dosis literatur rujukan terhadap literatur acuan. Hasil analisis nilai kelengkapan indikasi untuk ketiga sumber informasi tersier ISO, MIMS, dan IONI berturut-turut sebesar 2,629; 2,854; dan 2,920 yang termasuk kedalam klasifikasi sedang. Sedangkan hasil analisis kesesuaian dosis mulai dari yang presentase kesesuaianya paling tinggi adalah IONI sebesar 74,67%; kemudian MIMS sebesar 72,50%; dan terakhir ISO sebesar 58,23%.
PENGARUH KOMBINASI ASAM OLEAT DAN MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) SEBAGAI PERMEATION ENHANCER TERHADAP KARAKTER FISIK DAN PELEPASAN KETOPROFEN DARI MATRIKS PATCH TRANSDERMAL Setyawan, E.I.; Guna, I M.S.; Budiputra, D.K.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.525 KB)

Abstract

Ketoprofen adalah obat antiinflamasi non-steroid yang dapat menimbulkan iritasi pada saluran gastrointestinal, sehingga diperlukan jalur pemberian alternatif yaitu dengan patch transdermal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi asam oleat dengan minyak atsiri daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) sebagai permeation enhancer terhadap karakter fisik dan pelepasan ketoprofen dari matriks patch. Delapan formula yang diperoleh dari software Design Expert versi 7 menggunakan simplex lattice design dibuat dengan perbandingan asam oleat:minyak atsiri daun cengkeh sebesar 0,25:0,75; 1:0; 0,5:0,5; 0:1; 0:1; 1:0; 0,5:0,5 dan 0,75:0,25. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian karakter fisik (bobot, ketebalan, susut pengeringan, ketahanan lipatan) dan efisiensi disolusi. Data yang dihasilkan dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA two-way dengan taraf kepercayaan 95%. Formula optimal ditentukan oleh software Design Expert versi 7. Penentuan profil dan fluks dianalisis menggunakan Solver. Uji karakter fisik matriks patch memberikan hasil yang tidak berbeda secara signifikan antara kedelapan formula, sedangkan uji efisiensi disolusi memberikan hasil yang berbeda signifikan dengan nilai probalilitas sebesar (< 0,05). Formula optimal yang diperoleh yaitu komposisi asam oleat:minyak atsiri daun cengkeh sebesar 0,379:0,621 dengan nilai efisiensi disolusi sebesar 27,90% selama 300 menit. Berdasarkan nilai R2 dari masing-masing formula, mekanisme pelepasan ketoprofen dari matriks patch mengikuti kinetika Korsmeyer Peppas dengan fluks berkisar antara 0,42 mg/jam.cm2 hingga 0,60 mg/jam.cm2 dan mengikuti difusi non-Fickian, yakni laju difusi dan erosi polimer berjalan seimbang.  
PERUBAHAN SIFAT FISIK AMILUM SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) AKIBAT FERMENTASI MENGGUNAKAN Lactobacillus acidophilus Surbakti K. E.; Setyawan E. I.; Arisanti C. I. S.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 2, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.63 KB)

Abstract

Amilum singkong (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu amilum yang berpotensi untuk digunakan sebagai bahan tambahan dalam industri farmasi. Amilum singkong alami memiliki kelemahan yaitu sifat alir dan kompaktibilitas yang buruk. Modi?kasi secara enzimatis menggunakan Lactobacillus acidophilus dilakukan untuk memperbaiki kelemahan amilum singkong alami tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Lactobacillus acidophilus terhadap sifat ?sik amilum singkong. Pada penelitian ini dilakukan fermentasi amilum singkong menggunakan Lactobacillus acidophilus konsentrasi 3x108 CFU/mL, 6x108 CFU/mL dan 9x108 CFU/mL. Pengaruh variasi konsentrasi Lactobacillus acidophilus terhadap sifat fisik amilum singkong diuji melalui uji sifat fisik yaitu uji kadar air, distribusi ukuran partikel, sifat alir dan kompaktibilitas. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan ANOVA-one way dengan taraf kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi Lactobacillus acidophilus mempengaruhi sifat ?sik amilum singkong terfermentasi. Sifat ?sik yang dipengaruhi antara lain kadar air, distribusi ukuran partikel, sifat alir dan kompaktibilitas. Semakin tinggi konsentrasi Lactobacillus acidophilus yang digunakan maka kadar air semakin kecil, distribusi ukuran partikel menjadi sempit, amilum lebih cepat mengalir, sudut diam yang dihasilkan semakin kecil dan persentase kompaktibilitas semakin kecil. Konsentrasi Lactobacillus acidophilus 9x108 CFU/mL menghasilkan sifat fisik amilum singkong yang paling baik.