cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Pengaruh Kadar SGOT SGPT dan Morfologi Hepar Tikus Putih Betina Wistar Pada Pemberian Isolat Andrografolid N.M. Suryaningsih; I.A.T Dewi; N.K.A. Suksmawati; N.P.R.A Putri; N.M. Febrianti; N.K. Warditiani
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 6 No. 1, Tahun 2017
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.751 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2017.v06.i01.p06

Abstract

Sambiloto atau Andrographis paniculata Ness merupakan tanaman yang dimanfaatkan secara luas dalam pengobatan tradisional. Andrografolid merupakan komponen bioaktif utama dari tanaman obat sambiloto. Andrografolid mempunyai multi efek farmakologis, sehingga berpotensi besar dijadikan obat. Namun masih belum diketahui tingkat keamanaan dari penggunaan andrografolid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian isolat andrografolid dosis 18 mg/kg BB, 36 mg/kg BB dan 54 mg/kg BB terhadap kadar SGOT dan SGPT serta melihat histopatologi hepar tikus putih betina Wistar. Pengujian ini dilakukan selama 14 hari dengan pemberian isolat andrografolid secara peroral pada tikus putih betina wistar yang telah dibagi menjadi empat kelompok. Pengamatan kadar SGPT dan SGOT dianalisis dengan uji Anova untuk melihat ada tidaknya pengaruh pemberian isolat andrografolid. Hasil uji penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh pemberian isolat andrografolid dosis 18 mg/kg BB, 36 mg/kg BB dan 54 mg/kg BB pada organ hepar serta pada kadar SGOT dan SGPT.
PENGARUH PENGGUNAAN AMILUM JAGUNG PREGELATINASI SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP SIFAT FISIK TABLET VITAMIN E Apriani, N.P; Arisanti, C.I.S
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.783 KB)

Abstract

Amilum jagung alami memiliki keterbatasan yaitu sifat alir dan kompaktibilitas yang buruk. Oleh sebab itu, perlu dilakukan modifikasi amilum yang dapat menghasilkan sifat alir yang baik, yaitu melalui metode pregelatinasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan amilum jagung pregelatinasi sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik tablet vitamin E dengan metode kempa langsung. Konsentrasi amilum jagung pregelatinasi yang digunakan adalah 5%; 12,5%; dan 20%, dicampur dengan vitamin E, CMC-Na, laktosa, dan talkum, kemudian dicetak dan dilakukan evaluasi sifat fisik. Evaluasi sifat fisik tablet meliputi uji keseragaman bobot, kekerasan,kerapuhan, dan waktu hancur. Hasil yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan One-Way ANOVA dan LSD dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah amilum jagung pregelatinasi sebagai bahan pengikat tablet vitamin E menurunkan kerapuhan, meningkatkan kekerasan, dan memperlambat waktu hancur secara signifikan (p<0,05).
UJI IDENTIFIKASI IBUPROFEN PADA OBAT HERBAL DENGAN KLT-SPEKTROFOTODENSITOMETRI I G.D.B. Temaja; I N.K. Widjaja; K.D. Cahyadi; I M.A.G. Wirasuta
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.042 KB)

Abstract

Belakangan ini, terjadi peningkatan tren penggunaan obat herbal di masyarakat. Melihat kecenderungan tersebut, beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkannya sebagai peluang untuk meraih keuntungan yaitu dengan menambahkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam produk obat herbal untuk meningkatkan efek obat tersebut. Ibuprofen adalah salah satu BKO yang sering ditambahkan secara illegal ke dalam obat herbal. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji identifikasi ibuprofen pada obat herbal untuk mengontrol kualitas obat herbal dan menjamin perlindungan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan metode KLT-Spektrofotodensitometri untuk identifikasi senyawa ibuprofen pada obat herbal. Ekstraksi sampel dilakukan dengan menggunakan kolom SPE C8-Cation Exchange dan fraksinya dipisahkan menggunakan 2 sistem KLT yang berbeda yaitu sistem TE dan TF. Kemudian, plat KLT dipindai pada panjang gelombang 210 nm menggunakan TLC Scanner 3 (Camag-Mutenz-Switzerland) untuk dibuat kromatogramnya. Spektrum masing-masing puncak dibaca pada rentang panjang gelombang 190 – 400 nm. Identifikasi senyawa dilakukan berdasarkan nilai hRfc dan korelasi spektrum in situ-nya dengan spektrum standar pada library Camag WinCats. Hasil uji identifikasi menunjukkan bahwa fraksi yang didapatkan mengandung ibuprofen. Validasi metode mencakup spesifisitas dengan kemurnian spektrum puncak > 0,99958, presisi (hRf dan Area Under Curve (AUC)) dengan koefisien variansi (KV) < 2%, linearitas dengan r > 0,99907 dan sdv < 5%, serta Limit of Detection (LOD) 21,22ng.
Optimasi Mentol dan Polietilenglikol Pada Formulasi Patch Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle L.) Setyawan E.I.; Wijayanti, N.L.P.D; Samirana P.O; Sarasmitha M.A; Warditiani N.K.; Padmanaba I.G.P.; Dewi P.E.M.U; Indyayani I.G.A
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.524 KB)

Abstract

Ekstrak daun sirih memiliki khasiat sebagai antibakteri yang dapat menimbulkan radang pada gusi. Ekstrak daun sirih diformulasikan dalam bentuk sediaan patch mukoadhesif. Telah dilakukan penelitian optimasi mentol dan polietilenglikol pada formulasi patch daun sirih (Piper betle L.) menggunakan metode Simplex Lattice Design, uji disolusi dan transpor membran menggunakan sel difusi Franz. Hasil optimasi menunjukkan formula optimal dihasilkan dengan perbandingan mentol dan polietilenglikol (1,864:0,136) dan diprediksikan menghasilkan bobot 0,703 gr, ketebalan 0,306 mm, LOD 0,08%, ketahanan lipatan 489 lipatan, Disolusi Efisiensi 9,34% dan jumlah polifenol tertranspor sebesar 7,71 mgGAE/2,4cm2.
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA GOLONGAN FLUOROKUINOLON DARI PASIEN DEWASA DENGAN DEMAM TIFOID Pertiwi, G.A.E.; Niruri, R.; Tanasale, J.D.; Erlangga, I.B.E
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.349 KB)

Abstract

Demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan yang bersifat endemik dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia. Fluorokuinolon merupakan golongan antibiotika yang dikenal efektif dalam pengobatan demam tifoid pada pasien dewasa. Selain pemberian antibiotika, diberikan juga obat-obat simptomatik pada pengobatan demam tifoid. Pemberian antibiotika secara bersamaan dengan obat lain dapat menimbulkan efek yang tidak diharapkan mulai dari penurunan absorpsi atau penundaan absorpsiantibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi penggunaan antibiotika golongan fluorokuinolon dengan obat-obat lain yang diberikan bersamaan padapasien dewasa dengan demam tifoid.Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional dengan jenis penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum (RSU) Puri Raharja Denpasar dengan menggunakan data pasien yang diambil selama periode 1 Januari 2013 - 31 Maret 2014. Hasil: Selama rawat inap, pemberian obat yang menimbulkan potensi interaksi, diantaranya levofloksasin dengan antasida (8,6%); levofloksasin dengan sukralfat (5,2%); dan siprofloksasin dengan antasida (3,4%). Untuk obat pulang, pemberian obat yang berpotensi menimbulkan interaksi, diantaranya levofloksasin dengan antasida (6,9%), levofloksasin dengan sukralfat(1,7%), dan sparfloksasin dengan antasida (1,7%). Resikoinidapatdiminimalkandenganpemberian antibiotikafluorokuinolon2 jam sebelum atau 6 jam setelah pemberian antasida dan sukralfat.Kesimpulan: Potensi interaksi penggunaan fluorokuinolondapatterjadi akibat pemberian levofloksasin, siprofloksasin, dan sparfloksasin dengan antasida, serta levofloksasin dengan sukralfat.
PERBANDINGAN KUALITAS DNA DENGAN MENGGUNAKAN DUA METODE BOOM MODIFIKASI PADA ISOLAT Mycobacterium tuberculosisP10 DI BALI Mirawati N.K.W.; Wirajana I.N.; Yowani S.C.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.191 KB)

Abstract

Isolasi DNA bakteri merupakan salah satu metode penunjang yang dapat digunakan untuk mendeteksi bakteri penyebab infeksi. Metode yang umum digunakan dalam mengisolasi DNA Mycobacterium tuberculosis adalah metode Boom. Metode ini masih perlu mengalami modifikasi agar pelepasan DNA menjadi lebih optimal serta mengurangi inhibitor pada proses PCR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kualitas DNA yang dihasilkan dari masing-masing metode Boom modifikasi dalam mengisolasi DNA M. tuberculosis. Hasil isolasi ini nantinya akan diamplifikasi dengan teknik PCR sehingga bakteri dapat terdeteksi dengan cepat.Visualisasi produk PCR akan dianalisis dengan menggunakan 1,5 % gel agarosa. Dalam penelitian ini, dibandingkan 2 metode Boom yang telah dimodifikasi. Hasil yang diperoleh diketahui bahwa pita DNA produk PCR terlihat tebal pada masing-masing metode. Kemudian dilanjutkan analisis untuk mengetahui ketebalan pita yang dihasilkan dengan menghitung area pita. Hasil yang diperoleh diketahui bahwa metode Boom modifikasi yang dikerjakan di Laboratorium Biomolekular FK Unud lebih baik dibandingkan dengan metode Boom modifikasi yang dikerjakan oleh Traore.
PENGARUH METODE PEMBAGIAN VISUAL DENGAN DAN TANPA COATING TERHADAP KESERAGAMAN BOBOT PUYER ISONIAZID DOSIS BESAR UNTUK TERAPI ANAK DENGAN HIV/AIDS-TB Maharani, A.A.S.N.; Pratama, K.M.; Niruri, R.; Dewantara, I G.N.A.; Wati, K. D.K.; Wiradotama, I G.B.G.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.005 KB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan infeksi oportunistik yang paling sering menjadi ko-infeksi HIV. Rekomendasi pengobatan TB pada anak yang terinfeksi HIV pada saat ini sama dengan pengobatan untuk anak tanpa infeksi HIV yaitu minimal selama 6 bulan, salah satu obat yang digunakan yaitu Isoniazid. Pemberian obat pada pasien anak masih banyak diresepkan oleh dokter dalam bentuk sediaan puyer. Cara pembagian puyer yang paling banyak dilakukan adalah secara visual, dikarenakan lebih cepat dan praktis. Namun, pembagian secara visual memungkinkan terjadinya variasi dalam bobot dan kandungan puyer terkait keterbatasan dalam kemampuan pengamatan secara visual, ketelitian, ketrampilan, serta waktu dalam menyiapkan sediaan puyer. Metode : Dilakukan pembagian serbuk menggunakan metode pembagian secara visual dengan atau tanpa coating untuk mendapatkan puyer Isoniazid dosis besar (250 mg) sebanyak 60 bungkus dengan menggunakan metode 6-6, 10-10, 15-15, 20-20, dan 30-30. Selanjutnya dilakukan penentuan keseragaman bobot puyer yang mengacu pada persyaratan Farmakope. Hasil : Dengan adanya metode coating diketahui menyebabkan persentase bobot kehilangan yang lebih kecil dibandingkan tanpa coating (Tabel B.1), sedangkan berdasarkan hasil pengujian keseragaman bobot untuk puyer Isoniazid dosis besar (250 mg),  belum diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan Farmakope edisi III, namun dengan semakin sedikit pembagian visual dalam sekali mata pandang menunjukan hasil pengujian keseragaman bobot yang lebih baik. Hal ini dilihat dari semakin sedikitnya serbuk yang penyimpangan > ±15%, semakin sedikit yang berada pada rentang ±10-15%, dan semakin banyak jumlah serbuk yang berada pada rentang <±10% (Tabel B.2). Kesimpulan : Pada penelitian ini berdasarkan hasil penentuan keseragaman bobot puyer menurut Farmakope Indonesia edisi III untuk puyer Isoniazid dosis besar (250 mg), diperoleh hasil yaitu dengan adanya coating dan semakin sedikit pembagian visual dalam sekali mata pandang menunjukan hasil pengujian keseragaman bobot yang lebih baik.
Pemisahan, Isolasi, dan Identifikasi Senyawa Saponin Dari Herba Pegagan (Centella asiatica L. Urban) Ni Luh Arysinta Dewi
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 7 No. 2, Tahun 2018
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.1 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2018.v07.i02.p05

Abstract

Pegagan (Centella asiatica L. Urban) mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder seperti triterpenoid, steroid, dan saponin. Herba pegagan dimaserasi dengan etanol:akuades (70:30 v/v) menghasilkan rendemen sebesar 21,346%. Skrining fitokimia ekstrak menunjukkan hasil positif mengandung saponin. Fraksinasi dilakukan dengan kromatografi kolom lambat dan diperoleh 39 fraksi. KLT subfraksinasi dilakukan pada fraksi no. 4, 5, 8, 10 dengan nilai Rf sebesar 0,45; 0,45; 0,5; dan 0,5375. Dilanjutkan dengan KLT preparatif dengan eluen kloroform: methanol: air (65:25:4 v/v) menunjukkan adanya pita biru yang menunjukkan adanya kandungan saponin. KLT hasil subfraksinasi dilakukan dengan menggunakan eluen kloroform:metanol:akuades (65:25:4 v/v) didapatkan spot berwarna biru dengan nilai Rf sebesar 0,46. KLT Dua Dimensi dilakukan dengan menggunakan dua jenis eluen yaitu 6,9 mL kloroform, 2,7 mL metanol, 0,4 air mL dan 5,3 mL kloroform, 2,8 mL asam asetat glasial, 1,1 mL metanol dan 0,7 mL air. Spot hasil KLT dua dimensi berwarna biru dengan Rf 0,5 dan 0,71. Herba pegagan mengandung asiatic acid dan madecassic acid. Kata kunci: Centella asiatica L. Urban, saponin, triterpenoid
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA TEH KOMBUCHA LOKAL BALI Viviandari, I D. A. A; Leliqia, N.P. E.; Ramona, Y.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.772 KB)

Abstract

Teh kombucha lokal Bali merupakan produk fermentasi teh oleh yeast dan bakteri. Teh kombucha memiliki kandungan metabolit yang memiliki khasiat bagi kesehatan. Kandungan metabolit dipengaruhi oleh adanya mikroorganisme didalamnya. Bakteri asam laktat merupakan mikroorganisme yang banyak ditemukan pada produk fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri asam laktat pada teh kombucha. Identifikasi bakteri asam laktat berdasarkan pada karakterisasi morfologis, dan biokimiawi Parameter morfologi meliputi bentuk sel dan metode pewarnaan gram. Parameter biokimiawi meliputi uji katalase, uji produksi gas, dan uji motilitas. Hasil penelitian diperoleh 5 isolat yang selnya berbentuk batang, Gram positif, katalase negatif, bersifat homofermentatif, dan non motil. Karakteristik tersebut memiliki kemiripan dengan ciri bakteri asam laktat genus Lactobacillus.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garciniamangostana L.) DENGAN VITAMIN C MENGGUNAKAN METODE DPPH(2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) Utami N. L. W. S.; Leliqia N. P. E.; Wijayanti N. P. A. D.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.792 KB)

Abstract

Kosmetika merupakan kosmetik dengan bahan biologis aktif  yang memiliki efek fisiologis pada kulit. Salah satu yang dikembangkan adalah sediaan masker gel peel off dari ekstrak kulit buah manggis yang diharapkan memiliki aktivitas antioksidan pada kulit. Vitamin C merupakan sumber antioksidan yang umum digunakan dalam sediaan kosmetik. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas antioksidan masker gel peel off kulit buah manggis yang dibandingkan dengan vitamin C. Aktivitas antioksidan pada penelitian menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Seri konsentrasi ekstrak dan masker kemudian diukur pada panjang gelombang 517 nm. Data absorbansi kemudian digunakan untuk menghitung nilai %P yang dilanjutkan dengan analisis probit untuk menentukan nilai IC50. Untuk membandingkan aktivitas antioksidan antara masker dengan vitamin C maka data dianalisis secara statistic menggunakan Independent T-Test dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa masker gel peel off ekstrak kulit buah manggis memiliki nilai IC50 sebesar 17,90±0,06 µg/mL dan vitamin C dengan IC50 sebesar 20,58±0,11 µg/mL. Masker gel peel off ekstrak kulit buah manggis memiliki aktivitas antioksidan yang lebih besar dan berbeda signifikan dibandingkan vitamin C (P<0,05).