cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
UJI PENANGKAPAN RADIKAL 2,2-DIFENIL-1-PIKRIHIDRAZIL DAN PROFIL BIOAUTOGRAFI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG BIDARA (Ziziphus mauritiana Auct. non Lamk.) P. O. Samirana; P. A. S. Putra; N. P. E Leliqia
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 6 No. 1, Tahun 2017
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.223 KB)

Abstract

Bidara atau yang dikenal dalam bahasa latin Ziziphus mauritiana Auct. non Lamk. telah dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan yang dimiliki tanaman ini berasal dari metabolit sekunder yang tekandung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% kulit batang Ziziphus mauritiana dan mengetahui golongan senyawa apa yang berperan dalam menciptakan aktivitas antioksidan dengan profil bioautografi. Uji penangkapan radikal bebas DPPH dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang dimiliki ekstrak etanol 96% kulit batang Z. Mauritiana dengan parameter nilai IC50. Penentuan profil bioautografi dilakukan untuk mengetahui golongan senyawa apa saja yang berperan dalam aktivitas antioksidan yang meliputi pemeriksaan terhadap senyawa golongan triterpenoid, saponin, flavonoid, dan alkaloid. Hasil pengujian menunjukkan, ekstrak etanol 96% kulit batang Z. Mauritiana memiliki kemampuan penangkapan radikal bebas dengan IC50 19,32±0,17 µg/mL. Senyawa golongan saponin dan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak diketahui memiliki aktivitas antioksidan.
AKTIVITAS ANTITUBERKULOSIS EKSTRAK n-HEKSANA KULIT BATANG CEMPAKA KUNING TERHADAP MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS STRAIN MULTIDRUG RESISTANT Yanti, P. E. W.; Ariantari, N. P.; Dwija, I. B. N. P.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.555 KB)

Abstract

Penyakit tuberkulosis masih menjadi permasalahan kesehatan di dunia. Munculnya resistensi bakteri Mycobacterium tuberculosis terhadap obat antituberkulosis lini pertama menyebabkan jenis obat pada pedoman pengobatan tidak dapat membunuh bakteri tuberkulosis yang sudah resisten. Permasalahan resistensi obat ini mendorong penemuan obat alternatif antituberkulosis yang aktif terhadap tuberkulosis dengan resistensi. Kulit batang cempaka kuning (Michelia champaca L.), suku Magnoliaceae, berdasarkan etnomedisin ayurveda berkhasiat mengobati batuk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antituberkulosis ekstrak n-heksana kulit batang cempaka kuning terhadap isolat Mycobacterium tuberculosis strain Multidrug resistant. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Pengujian aktivitas antituberkulosis ekstrak dilakukan dengan metode proporsi menggunakan media L-J dengan konsentrasi ekstrak sebesar 1, 10, dan 100 mg/mL. Pengamatan koloni bakteri dimulai dari minggu ke-3 hingga minggu ke-6. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak n-heksana kulit batang cempaka kuning memiliki aktivitas antituberkulosis pada konsentrasi 10 dan 100 mg/mL dengan persentase hambatan sebesar 100%. Ekstrak ini potensial dikembangkan lebih lanjut untuk mendapatkan senyawa aktif sebagai antituberkulosis dari tanaman ini.
EFEKTIVITAS PERLINDUNGAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DALAM MEMPERTAHANKAN PH KULIT TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIBERI PAPARAN SINAR UV-B N.P.A.D. Wijayanti; IG.A.D. Ratnayanti; M.A. Wardhana; Z. Aini,; C.M.A. Putri,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.21 KB)

Abstract

Radiasi sinar UV-B memiliki kapasitas untuk menghasilkan  reactive oxygen species (ROS) yang menyebabkan terjadinya photoaging yang dapat diamati dari nilai pH kulit. Ekstrak kulit buah manggis diketahui memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan telah diformulasi menjadi sediaan masker gel peel off . Sediaan ini diketahui mampu meningkatkan toleransi kulit tikus terhadap paparan sinar UV-B. Pada penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui efektivitas masker gel peel off ekstrak kulit buah manggis dalam menjaga pH kulit tikus wistar jantan yang diberi paparan sinar UV-B. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 30 hewan uji yang dibagi dalam 3 kelompok, yaitu perlakuan I (basis masker gel peel off), perlakuan II (masker gel peel off ekstrak etanol 96% kulit buah manggis) dan kontrol (tanpa perlakuan). Kelompok perlakuan I dan perlakuan II dipapar dengan UV-B dengan dosis total 840 mJ/cm² selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan II berbeda bermakna dengan kelompok perlakuan I dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi P<0,05. Sehingga diketahui masker gel peel off ekstrak kulit buah manggis mampu mempertahankan pH kulit tikus wistar jantan yang dipapar sinar UV-B.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 80% DAUN KEDONDONG HUTAN TERHADAP BERAT ORGAN HATI MENCIT JANTAN GALUR BALB/C Purwani, S. T. D; Ariantari, N. P; Kardena, I M.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.214 KB)

Abstract

Hati merupakan organ yang pertama kali mengalami kontak dengan xenobiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 80% daun S. pinnata pada berat hati mencit. Sebanyak 25 ekor mencit jantan galur balb/c digunakan dalam penelitian ini. Mencit tersebut dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang diberikan suspensi CMC-Na 0,5%, kelompok perlakuan yang diberikan dosis tunggal suspensi ekstrak secara per oral dengan dosis 0,015; 0,15; 1,5; dan 15 g/kgBB. Selanjutnya, mencit dinekropsi dan diambil organ hatinya kemudian ditimbang. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik. Hasil analisis statistik yang diperoleh menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna berat hati kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan. Hal tersebut menunjukkan tidak terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol 80% daun S. pinnata terhadap berat organ hati mencit jantan.
SGLT-2 INHIBITOR: PILIHAN TERAPI BARU UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 EKAJAYA AMANDARI
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 8, No. 1, Tahun 2019
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.035 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2019.v08.i01.p02

Abstract

Penyakit diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa jumlah penderita DM di Indonesia mengalami peningkatan dari 8,4 juta penderita pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta penderita pada tahun 2030, dimana 90% diantaranya merupakan penderita DMT2. Patofisiologi dari penyakit DMT2 adalah suatu proses yang kompleks dan melibatkan banyak faktor. Konsep ominous octet yang dikemukakan oleh Ralph DeFronzo memegang peranan penting untuk menjelaskan patofisiologi dari DMT2. Ginjal merupakan organ yang memiliki peran signifikan untuk mengendalikan glukosa darah agar tetap dalam batas yang normal, sehingga dipertimbangkan untuk menjadi target terapi obat baru. Sodium glucose co-transporters (SGLTs) diantaranya SGLT-2 memfasilitasi reabsorbsi glukosa kedalam plasma. Farmakokinetika dari SGLT-2 inhibitor secara umum menunjukkan bioavailabilitas yang baik saat diberikan melalui oral. Diabetes melitus merupakan faktor risiko terjadinya penyakit ginjal kronik (PGK) dan penyakit kardiovaskuler (PKV). Adanya mekanisme penghambatan pada SGLT-2 akan memberikan manfaat terhadap sistem reno-kardiovaskuler melalui penurunan glukosa darah, berat badan, dan tekanan darah. Penghambat SGLT-2 memiliki beberapa efek tambahan yang menguntungkan untuk sindrom metabolik, seperti penurunan berat badan, penurunan tekanan darah (terutama sistolik), serta penurunan asam urat serum
PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEDONDONG HUTAN MENINGKATKAN BERAT GINJAL MENCIT JANTAN GALUR BALB/C N. P. Ariantari,; P. A. C. Kusuma; S. T. D Purwani,; I M. Kardena,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.271 KB)

Abstract

Tanaman obat merupakan bahan baku utama dalam pengobatan tradisional. Daun kedondong hutan (Spondias pinnata) adalah salah satu tanaman yang dimanfaatkan secara tradisional untuk obat batu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana dan methanol daun tanaman ini aktif terhadap Mycobacterium tuberculosis strain multidrug resistant. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kedondong hutan terhadap organ ginjal pada mencit jantan galur balb/c. Ekstraksi serbuk simplisia dengan pelarut etanol 80% menggunakan metode digesti. Selanjutnya, pengujian menggunakan  25 ekor mencit jantan yang dibagi dalam 5 kelompokya itu control negatif dan 4 kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak dengan dosis tunggal sebesar 15; 1,5; 0,15; dan 0,015 g/kg BB per oral. Mencit dibedah dan diamati berat organ ginjalnya. Data yang diperoleh dianalisis dengan One Way Anova. Pemberian ekstrak daun kedondong hutan pada mencit jantan memberikan pengaruh signifikan terhadap kenaikan berat organ ginjal mencit pada dosis 1,5 dan 15 g/kg BB. Pada perlakuan ekstrak dosis lebih kecil dari 1,5 g/kg BB, tidak terjadi perubahan berat organ ginjal mencit. Perubahan berat organ digunakan sebagai indicator adanya perubahan pada sel-sel organ akibat paparan dengan senyawa kimia.
AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK METANOL DAUN MURBEI (Morus alba) PADA MENCIT TERINFEKSI Plasmodium berghei Putu Aurora Vanadis; Ni Made Suartini; Ni Putu Ariantari
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 1, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.688 KB)

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Masalah yang muncul dalam pengendalian malaria saat ini adalah resistensi parasit terhadap obat antimalaria yang tersedia. Eksplorasi tanaman obat merupakan salah satu strategi penting dalam penemuan obat antimalaria. Morus alba dari suku Moraceae, telah digunakan dalam sistem pengobatan tradisional Indonesia untuk obat demam dan malaria. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas antimalaria ekstrak metanol daun M. alba secara in vivo terhadap mencit yang terinfeksi Plasmodium berghei. Uji aktivitas antimalaria dilakukan dengan metode Peter’s Test. Artesunat digunakan sebagai obat standar dan ekstrak diberikan secara oral sekali sehari pada mencit yang terinfeksi P. berghei selama 4 hari. Persentase parasitemia diamati selama tujuh hari dengan membuat hapusan darah yang diwarnai dengan Giemsa. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah, Tukey dan probit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun M. alba memiliki aktivitas antimalaria terhadap mencit terinfeksi P. berghei dengan nilai ED50 dari 12,86 mg/kgBB.
KARAKTERISTIK NANOEMULSI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) N. W. M Lina; T. Maharani; M. R Sutharini; N. P. A. D. Wijayanti; K. W. Astuti
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 6 No. 1, Tahun 2017
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.153 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2017.v06.i01.p02

Abstract

Penggunaan ekstrak kulit buah manggis secara langsung dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan memiliki ukuran partikel besar sehingga penetrasi dan absorpsinya pada kulit kurang baik, untuk itu dibuat dalam bentuk nanoemulsi dengan Self Nanoemulsifying Drug Delivery System untuk aplikasi topikal. Penggunaan nanoemulsi pada kulit dapat meningkatkan penetrasi dan absorpsi bahan aktif melalui kulit tanpa perlu menambahkan eksipien penetrasi lain dan memiliki luas permukaan yang besar sehingga lebih efektif sebagai sistem pembawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ektrak etil asetat kulit buah manggis yang dikorporasikan kedalam bentuk nanoemulsi dan untuk mengetahui sifat fisika sediaan nanoemulsi. Nanoemulsi dibuat dengan komposisi Virgin Coconut Oil sebagai fase minyak, Etanol 96% sebagai kosurfaktan, Cremofor RH 40 sebagai surfaktan, dan aqua deion sebagai fase air dengan perbandingan 1:7:2:5, kemudian campuran tersebut distirrer dan disonikasi lalu dilakukan pengujian stabilits fisik dan diukur nilai persen transmitan pada panjang gelombang 650 nm dengan spektrofotometri UV-Vis. Didapatkan hasil analisis keseluruh formula nanoemulsi, semakin banyak jumlah ekstrak kulit buah manggis yang diinkorporasikan ke dalam fase minyak, maka warna nanoemulsi yang terbentuk semakin pekat dan nilai persen trasmitan yang dihasilkan juga akan semakin kecil.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Lada Hitam (Piper nigrum L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Sari, D. R. A. P.; Yustiantara, P. S.; Paramita, N. L. P.V.; Wirasuta, I M.A.G.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.75 KB)

Abstract

Buah lada hitam (Piper nigrum L.) telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif yaitu Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol buah lada hitam terhadap bakteri P. acnes. Metode uji aktivitas antibakteri yang digunakan yaitu difusi cakram dengan variasi konsentrasi larutan ekstrak uji dari 1- 10.000 ppm yang diteteskan sebanyak 10 µl pada kertas cakram. Media uji yang digunakan adalah Mueller Hinton Agar yang telah berisi apusan bakteri P. acnes. Konsentrasi suspensi bakteri yang digunakan setara dengan 0,5 Mc Farland.  Media diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam. Hasil uji aktivitas antibakteri dari kelima variasi konsentrasi  larutan ekstrak uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah lada hitam tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya perbedaan karakter struktur dinding sel bakteri P. acnes dengan bakteri S. aureus.
SIFAT FISIK GRANUL AMILUM JAGUNG YANG DIMODIFIKASI SECARA ENZIMATIS DENGAN Lactobacilus acidophilus PADA BERBAGAI WAKTU FERMENTASI Rissang Bagus Sigit Priyanta; Cokorda Istri Sri Arisanti; I G.N. Jemmy Anton P
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 1, No. 1, Tahun 2012
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.771 KB)

Abstract

Corn starch is the one type of starch that potential to be developed as an excipient in manufacture of pharmaceutical dosage forms. However, corn starch has the bad flow and compactibility properties. According to that matters, chemicaly modified corn starch using ? amilase enzym which is produced by Lactobacillus acidophilus highly neccesesary. It is known that ?-amylase enzyme is capable of changed the microscopic structure of starch then produced better flow rate and compactibility properties. This study was conducted to see the effect of variations in the concentration of bacteria Lactobacillus acidophilus producing ?-amilase enzime on the granule physical properties of fermented corn starch. This research was done by fermentating the corn starch using the Lactobacillus acidophilus bacteria with a variations time of fermentation which is 0, 24, 48, 72, and 84. The effect of variations time of fermentation which used Lactobacillus acidophilus on physical properties of fermented corn starch is performed by flow rate and compressibility test. The data were analyzed using one-way ANOVA with 95% confidence level. Results showed that the concentration of the Lactobacillus acidophilus bacteria significantly influence the granule physical properties of fermented corn starch. Fermented corn starch for 72 hours had been produced the best physical properties in flow rate and compactibility properties.