Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan (Education Journal: Theory, Research, and Development) is an electronic journal focuses on a scientific article concerning education issues in general published by Graduate School of Universitas Negeri Malang since January 2016.
Articles
1,938 Documents
Konstruksi Aktivitas Berkombur Bermuatan Nilai Kekerabatan Budaya Melayu sebagai Upaya Modifikasi Kecakapan Interpersonal Siswa
Muhammad Khuzairi Batubara;
Adi Atmoko;
Andi Mappiare AT
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 10: Oktober 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i10.12909
Abstract: Berkombur is an activity of communicating both verbally and nonverbally by a group. The purpose of this activity is as a means of socializing, entertainment, increasing friendship, a problem solving and most importantly by inserting humor at each discussion of the theme so that the feeling of saturation and fatigue all day long works away with a happy laugh. This activity is a characteristic of Batubara Melayu culture. The purpose of this study is to describe kinship values in combat activities and obtain construction procedures as an effort to modify students' interpersonal skills. The method used is a descriptive qualitative approach with a type of dialogue research. The research subject is a student who is an expert in the activity. Coupled with BK teachers, the community, and Malayu humanist. The instrument of data collection uses participant observation and interviews. Data analysis by reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of the study show that there are eight values in the activity which are grouped into kinship values, and obtaining construction implementation in conducting berkombur activities as an effort to modify interpersonal skills.Abstrak: Berkombur adalah suatu kegiatan berkomunikasi baik secara verbal maupun nonverbal yang dilakukan suatu kelompok. Tujuan dari aktivitas ini sebagai sarana bersosial, hiburan, meningkatkan silaturahmi, penyelesaian suatu masalah dan menyisipkan humor pada setiap pembahasan tema sehingga rasa jenuh dan letih seharian bekerja hilang dengan tertawa gembira. Aktivitas ini menjadi ciri khas budaya Melayu Batubara. Tujuan dari kajian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai kekerabatan dalam aktivitas berkombur dan memperoleh konstruksi prosedur sebagai upaya modifikasi kecakapan interpersonal siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan tipe riset dialog. Subjek penelitian yaitu seorang siswa yang ahli dengan kegiatan tersebut. Ditambah dengan guru BK, Masyarakat, serta budayawan melayu. Instrumen pengumpulan data menggunakan observasi partisipan dan wawancara. Analsis data dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan ada delapan nilai di dalam aktivitas tersebut yang dikelompokkan menjadi nilai kekerabatan, serta memperoleh konstruksi pelaksanaan dalam melakukan aktivitas berkombur sebagai upaya modifikasi kecakapan interpersonal.
Perbedaan Higher Order Thinking Skills pada Model Problem Based Learning dan Model Konvensional
Rizky Tyas Aria Kurniasari;
Supriyono Koeshandayanto;
Sa’dun Akbar
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 2: FEBRUARI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v5i2.13162
Abstract: Thematic learning carried out in elementary schools has not trained students' high-level thinking skills as a whole due to the use of learning models that tend to be monotonous and make students bored. This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model on HOTS (Higher Order Thinking Skillls). The research method used is quantitative experiments with the design of nonequivalent group design. The results showed that the teacher's implementation was sufficient in accordance with the syntax of the PBL learning model so that it could influence HOTS students. The difference in HOTS scores between the two classes is indicated by the average post-test scores. The use of PBL models should be implemented for students to be able to train HOTS students.Abstrak: Pembelajaran tematik yang dilaksanakan di SD belum melatihkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa secara keseluruhan dikarenakan penggunaan model pembelajaran yang cenderung monoton dan membuat siswa jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap Higher Order Thinking Skillls. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif eksperimen dengan desain nonequivalent group design. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlaksanaan guru sudah cukup sesuai dengan sintaks model pembelajaran PBL sehingga dapat berpengaruh terhadap HOTS siswa. Perbedaan skor HOTS antara dua kelas ditunjukkan oleh rata-rata nilai post-test. Penggunaan model PBL hendaknya dapat diimplementasikan kepada siswa agar dapat melatih HOTS siswa.
Teknik Self-Management sebagai Upaya Mereduksi Gaya Hidup Hedonis Siswa SMA
Jihan Zul Fahmi;
M. Ramli;
Nur Hidayah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 10: Oktober 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i10.12887
Abstract: Hedonic lifestyle is an excessive lifestyle that prioritizes material pleasure and enjoyment. The hedonic lifestyle in high school students is of particular concern. The purpose of this research to find out effectiveness of self-management techniques for reduce the hedonic lifestyle of student of SMAN 8 Malang with twelve student subject. This research used non equivalent control group design, by giving pretest and posttest to each group. The results showed that self-management techniques are effective than modeling techniques.Abstrak: Gaya hidup hedonis merupakan gaya hidup berlebihan yang mengutamakan kesenangan dan kenikmatan materi. Gaya hidup hedonis yang menjadi perhatian khusus yaitu pada siswa SMA. Tujuan penelitian ini untuk menguji keefektifan teknik self-management untuk mereduksi gaya hidup hedonis siswa SMAN 8 Malang dengan subjek 12 siswa. Penelitian ini menggunakan nonequivalent control group design, dengan memberikan pretest dan posttest pada setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik self-management lebih efektif daripada teknik modeling.
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMA
Azni Fajrilia;
Budi Handoyo;
Dwiyono Hari Utomo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 10: Oktober 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i10.12798
Abstract: Problem based learning is a learning model that focuses on students and is contextual in nature. Students are directly involved in finding a solution to a problem, so that the model is able to improve high-level thinking skills. The purpose of this study is to see the effect of the problem based learning model on high-level thinking skills of high school students. The research design applied was quasi experiment. The subjects in this study consisted of two classes namely class XI MIPA 4 as ekpeimmen class and XI Language as control class. The study was conducted at MAN Kota Batu in 2019. The data analysis used is the independent sample t-test which shows the effect that is proven by the significance of <0.05 that is 0,000 so that the two variables are declared influential.Abstrak: Problem based learning merupakan model pembelajaran yang berfokus kepada siswa dan sifatnya kontekstual. Siswa terlibat langsung untuk mencari jalan keluar suatu masalah sehingga model tersebut mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMA. Rancangan penelitian yang diterapkan adalah eksperimen semu. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan XI Bahasa sebagai kelas kontrol. Penelitian dilakukan di MAN kota Batu pada tahun 2019. Analisis data yang dipergunakan adalah uji independent sample t-test yang menunjukkan adanya pengaruh yang dibuktikan dengan signifikansi < 0,05 yaitu 0,000 sehingga dari kedua variabel dinyatakan berpengaruh.
Deskripsi Representasi Grafik Fungsi Trigonometri Mahasiswa Berbantuan Media Geogebra
Mohammad Archi Maulyda;
Erry Hidayanto;
Swasono Rahardjo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 9: SEPTEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i9.12746
Abstract: This descriptive qualitative research aims to describe the form of mathematical representation that arises when students understand the relationship between changes in the coefficient of trigonometric functions with their graphical functions through GeoGebra media. Students in a class of 30 students are selected as research subjects and given a Student Worksheet. From the results of the student's work, it can be seen that there are 3 types of the tendency of representation that are used by students to complete Worksheets. Of the 3 types of trends, each student is taken 1 person who will further discuss the results of his work randomly because it is considered to represent the work of other students. The results showed that students represented Geogebra's appearance in 3 forms namely verbal representation, mathematical expression representation, and visual representation.Abstrak: Tujuan penelitian kualitatif deskriptif adalah untuk mendeskripsikan bentuk representasi matematis yang muncul ketika mahasiswa memahami hubungan antara perubahan koefisien fungsi trigonometri dengan grafik fugsinya lewat media GeoGebra. Mahasiswa dalam satu kelas yang berjumlah 30 mahasiswa dipilih sebagai subjek penelitian dan diberikan Lembar Kerja Mahasiswa. Dari hasil pekerjaan mahasiswa tersebut, terlihat ada tiga tipe kecenderungan bentuk representasi yang digunakan mahasiswa untuk menyelesaikan Lembar Kerja. Dari tiga tipe kecenderungan tersebut masing-masing diambil satu mahasiswa yang akan dibahas lebih lanjut hasil pekerjaanya secara random karena dinilai dapat mewakili hasil pekerjaan mahasiswa yang lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa merepresentasikan tampilan Geogebra dalam tiga bentuk, yakni representasi verbal, representasi ekpresi matematis, dan representasi visual.
Potensi Model Inkuiri Terbimbing Dipadu Edutainment terhadap Penguasaan Konsep Siswa SMP
Shoimatun Febriyani;
Hadi Suwono;
Ibrohim Ibrohim
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 12: DESEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i12.13066
Abstract: This study aims to investigate the potencial of guided inquiry models edutainment combined toward the mastery concepts. The design of this research use quasi experiment. The population of this studdy was all the second grades students of SMP N 18 Malang while the sampling of the study was 8G, 8H dan 8E. The used instrument was 20 multiple choice to measure the mastery concepst of students. The result of the study was guided inquiry models edutainment combined potencially can improve mastery of concepts students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi model inkuiri terbimbing dipadu edutainment terhadap penguasaan konsep. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimental semu (Quasi Experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP 18 Malang sedangkan sampel penelitian yaitu kelas 8G, 8H dan 8E. Instrumen yang digunakan berupa berupa 20 butir soal pilihan ganda pada masing-masing materi yang dibelajarkan. Hasil penelitian ini adalah model inkuiri terbimbing dipadu edutainment berpotensi dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa.
Pengaruh Model Project Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Geografi
Raditya Ardani Hindriyanto;
Sugeng Utaya;
Dwiyono Hari Utomo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 8: AGUSTUS 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i8.12682
Abstract: This study aims to determine the differences in geography problem solving abilities of students who learn using the PjBL model and students who learn to use conventional models. This research was a quasi-experimental (quasi experimental). The design of this study used a non-equivalent control group design. Data analysis in this study used one way anova with the help of SPSS 24.0. The results of this study indicate that the F-count value is 35,746 and P-value (0,000 <0.05), which means that there are significant differences in geographic problem solving ability between the control class and the experimental class. Scores of problem solving students who use the project based learning model are better than the problem solving scores of students who use conventional models. This is because the syntax in the PjBl model supports problem solving activities in Geography learning.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah geografi siswa yang belajar menggunakan model PjBL dan siswa yang belajar menggunakan model konvensional. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experimental). Rancangan penelitian ini menggunakan non-equivalent control group desain. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan one way anova dengan bantuan SPSS 24.0. Hasil Penelitian ini menunjukkan nilai F-hitung 35.746 dan P-value (0.000 < 0.05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah geografi antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Skor pemecahan masalah siswa yang menggunakan model project based learning lebih baik dari skor pemecahan masalah siswa yang menggunakan model konvensional. Hal ini disebabkan karena sintak dalam model PjBL mendukung aktivitas pemecahan masalah pada pembelajaran Geografi.
Karakterisasi Contoh Spontan Guru Pemula Dalam Pembelajaran Matematika
Selly Meinda Dwi Cahyaningsih;
Subanji Subanji;
I Made Sulandra
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 12: DESEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i12.13095
Abstract: The purpose this study is to explore characterization of teacher's spontaneous example. Type a study is deskriptif kualitatif, subject is beginner teacher. The results show that three spontaneous examples characterization of beginner teacher such that illustrative spontaneous examples, clarified spontaneous examples, and confirmatory spontaneous examples. Illustrative spontaneous examples is given beginner teacher to illustrate students difficulty and explaned the new topic. Clarified spontaneous examples is given beginner teacher to clarified students difficulty and students error. Confirmatory spontaneous examples is given beginner teacher to confirm mathematics concept and understanding of students contents.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakterisasi contoh spontan guru dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian guru matematika pemula. Hasil penelitian menunjukan bahwa tiga karakterisasi contoh spontan guru pemula yaitu contoh spontan ilustratif, contoh spontan klarifikatif dan contoh spontan konfirmatif. Contoh spontan ilustratif diberikan guru pemula untuk mengilustrasikan masalah kesulitan yang dialami siswa. Contoh spontan klarifikatif diberikan guru pemula untuk mengklarifikasi kesalahan siswa. Contoh spontan konfirmatif diberikan guru pemula untuk mengonfirmasi bahwa siswa telah memahami materi yang dibahas.
Proses Penalaran Analogi Siswa Impulsif Dalam Memecahkan Masalah Bangun Ruang Sisi Lengkung
Diyah Ayu Rizki Pradita;
Dwiyana Dwiyana;
Sisworo Sisworo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 12: DESEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i12.13057
Abstract: The aim of the study was to describe the process of reasoning analogy of students impulsive in solving problems in constructing build arches. This type of research is a qualitative descriptive study using Sternberg's stage. The subjects in this study were three students of class X. The instruments used were MFFT, TKM, TPABRSL, and interview guidelines. The results of indicate that impulsive students are highly capable and are able to pass the encoding and inferring stages. However, students who are capable are not doing the mapping and applying stages correctly. Whereas low-ability impulsive students cannot pass all stages. Abstrak: Tujuan penelitian adalah menggambarkan proses penalaran analogi siswa impulsif dalam memecahkan masalah bangun ruang sisi lengkung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan tahapan penalaran analogi menurut Sternberg. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga siswa kelas X. Instrumen yang digunakan adalah tes MFFT, tes kemampuan matematika, tes penalaran analogi bangun ruang sisi lengkung (TPABRSL) dan pedoman wawancara. Hasil dari TPABRSL menunjukkan bahwa siswa impulsif berkemampuan tinggi dan sedang mampu melewati tahap encoding dan inferring. Akan tetapi, siswa berkemampuan sedang tidak melakukan tahap mapping dan tahap applying dengan benar, sedangkan siswa impulsif berkemampuan rendah tidak mampu melewati seluruh tahapan.
Pengaruh Model Pembelajaran Outdoor Study Berbantuan Video Conference terhadap Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Mahasiswa
Wolfgang Asindo Seran;
Dwiyono Hari Utomo;
Budi Handoyo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 2: FEBRUARI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v5i2.13157
Abstract: This research is aimed at explaining the effect of outdoor study learning model assisted by video conference toward the learners’ scientific writing competence. This research used quasi experiment with two groups, they are experiment class and control class. The subjects of this research were geography learners FIS university of Negeri Malang in the academic year 2019/2020 which consisted of two classes, experiment class contained 39 learners, meanwhile control class contained 37 learners. The technique that was used to determine the class was purposive sampling. The factorial design 2x3 was also used in this research. The data was analysed by using two way anova. The results show the significant value of hypothesis test by using two way anova as large as 0,035<0,05 which meant there was an effect of outdoor study learning model assisted by video conference toward the learners’ scientific writing competence.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh model pembelajaran outdoor study berbantuan video conference terhadap kemampuan menulis karya ilmiah mahasiswa. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek penelitian mahasiswa geografi FIS Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2019/2020 terdiri dari dua kelas, kelas eksperimen dengan jumlah 39 mahasiswa, sedangkan kelas kontrol dengan jumlah 37 mahasiswa total 76 mahasiswa. Teknik penentuan kelas menggunakan purposive sampling. Desain faktorial 2x3 yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis data menggunkaan two way anova. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan uji hipotesis two way anova sebesar 0,035< 0,05 yang berarti ada pengaruh model pembelajaran outdoor study berbantuan video conference terhadap kemampuan menulis karya ilmiah mahasiswa.