Articles
166 Documents
MEMAHAMI KEINGINAN KONSUMEN UNTUK MEMBELI KEMBALI RTD COFFEE
Zulianis Zulianis;
Renny Risqiani;
Amir Fikri
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/pdk.v4i1.4028
Tujuan: penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi efek dari product attribute beliefs ready to drink coffee/rtd coffee yang terdiri dari content sensory, packaging and branding, dan content functional terhadap consumer perceived value (utilitarian dan hedonic value), customer satisfaction dan repurchase intention.Metode: penelitian ini merupakan studi kausal untuk mempelajari hubungan antar variabel terkait. Metode survei digunakan untuk mengumpulkan data dari kosumen yang pernah mengkonsumsi rtd coffee pada enam bulan terakhir. Sebanyak 327 responden berpartisipasi dalam survei online. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan puposive sampling sedangkan uji hipotesis menggunakan sem (structural equation modeling).Kesimpulan: temuan menunjukkan bahwa ketiga dimensi dari product attribute beliefs berpengaruh terhadap perceived value baik utilitarian value maupun hedonic value, namun kepuasan kosumen hanya terbentuk dari hedonic value sedangkan utilitarian value berpengaruh langsung terhadap keinginan untuk membeli kembali rtd coffee.
PENGARUH VARIABEL DESAIN JENDELA KREPYAK PADA SIRKULASI UDARA DALAM RUANG
Harikrisna Ganesha
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/pdk.v4i2.5225
Pada kondisi iklim tropis lembab, desain bukaan jendela krepyak digunakan untuk dapat menangkal radiasi serta mengalirnya sirkulasi udara pada sebuah ruangan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel desain jendela krepyak terhadap kecepatan udara dalam ruang. Terdapat 8 variabel desain jendela krepyak, yaitu sudut bilah, lebar bilah, tebal bilah, jarak antara bilah, bentuk bilah, arah bilah, posisi bilah, dan bidang pada jendela. Variabel terikat berdasarkan objek penelitian dipengaruhi oleh variabel desain yaitu kecepatan udara dalam ruang. Terdapat 3 variabel terikat yaitu maksimal kecepatan pada tampak denah, maksimal kecepatan pada tampak potongan ruangan, dan kecepatan rata-rata. Objek penelitian ini adalah jendela krepyak pada sebuah ruangan berukuran 3x3x3 meter. Terdapat 120 sample desain jendela krepyak dengan kecepatan udara yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tebal pada bilah-bilah jendela krepyak mempengaruhi sirkulasi udara dalam ruang daripada variabel desain yang lainnya.
PENENTUAN SUDUT PANDANG VERTIKAL (ANGLE OF ELEVATION) OPTIMAL RUANG TERBUKA RUMAH
Agus Budi Purnomo
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/pdk.v4i2.5221
Sudut pandang vertikal atau angle of elevation (AoE) adalah indikator yang sering dipakai untuk memperkirakan kesan keterlingkupan atau sense of eclosure (SoE) sebuah ruang terbuka. Berbeda dengan penelitian lain, tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh AoE pada preferensi manusia akan ruang terbuka. Dihipotesakan bahwa preferensi kepada ruang terbuka sebuah rumah dipengaruhi oleh AoE secara kuadratik. Dari data yang telah terkumpul dapat disimpulkan bahwa ada persamaan kuadratik AoE yang secara signifikan berpengaruh terhadap preferensi manusia akan ruang terbuka (R2= 0.976). Dari persamaan kuadratik tersebut diperoleh AoE optimal (AoEmax) sama dengan 46.87. AoEmax bisa digunakan untuk merancang sebuah ruang terbuka agar ruang yang dirancang tersebut memiliki preferensi yang optimal.
PENGARUH POLA ORIENTASI TERHADAP DESAIN RESORT (KASUS STUDI: SAMOSIR VILLA RESORT KAWASAN TUK-TUK)
Yon Permana Putra;
Nurhikmah Budi Hartanti
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/pdk.v4i2.5226
Desain perancangan arsitektur selalu menuntut arsitek untuk dapat menghasilkan karya desain yang memiliki tanggung jawab secara estetika atau keindahan, kenyamanan dan keamanan, serta menjaga keselarasan bangunan yang diciptakan dengan lingkungan di sekitarnya. Beragamnya objek pariwisata yang ada di Indonesia saat ini seperti wisata alam pegunungan, keindahan lautan, panorama danau, hingga keragaman budaya pada kampung tradisional telah dijadikan potensi oleh perancangan bangunan dalam mewujudkan pola dan identititas budaya pariwisata setempat Bangunan resort merupakan sebagai salah satu akomodasi utama bagi tempat wisata yang perlu disediakan di lokasi wisata. Bentukan Pola orientasi pada bangunan pariwisata seharusnya dapat memaksimalkan view potensi di sekitarnya dan beberapa resort di danau toba belum dapat memaksimalkan hal tersebut. Pada tulisan ini digunakan analisa untuk mengidentifikasi pola orientasi yang diterapkan pada perancangan resort.
ANALISIS KONDISI KENYAMANAN TERMAL PADA RUANGAN DALAM RUMAH BANJAR BALAI BINI DI TEPIAN SUNGAI KUIN UTARA, BANJARMASIN
Alkausar Alkausar;
Martinus Bambang Susetyarto
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/pdk.v4i2.5222
Rumah Banjar balai bini adalah salah satu dari 12 tipe rumah tradisional Banjar. Ruangan rumah Balai Bini ini diuji kondisi kenyamanan termalnya. Rumah Banjar Balai Bini berlokasi di tepian sungai kuin utara Kelurahan Kuin Utara (pada posisi 3º 17‟ 42.1” LS dan pada bujur 114º 34‟ 41.7” BT), Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategorisasi kondisi kenyamanan termal berdasarkan standar penelitian Mom dan Wiesebrom (1940) dengan cara mencari nilai 4 parameter kondisi termal suhu udara (Ta), temperatur radiasi (ºC), kecepatan udara (m/s) dan kelembaban udara (RH). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan paradigma deduktif dengan strategi dan teknik yang telah direncanakan. Berdasarkan hasil pengukuran ruangan rumah Banjar Balai Bini pada nilai 4 parameter yang diperoleh dapat diambil kesimpulan bahwa kategori kondisi kenyamanan termal yang diketahui didominasi kategori hangat nyaman ambang atas dengan index suhu kelembaban tertinggi berada pada titik pengukuran pertama (pukul 07.00 - 09.00 wita) yaitu di palataran (teras) dengan suhu 29,98ºC cuaca cerah, sedangkan nilai terendah berada pada titik pengukuran kelima (pukul 15.00 - 17.00 wita) yaitu di ruang palataran (teras) dengan suhu 27,89ºC cuaca mendung-gerimis.
RANCANGAN IMPLEMENTASI ENTERPRISE RESOURCE PLANNING BERBASIS OPEN SOURCE MENGGUNAKAN SOFTWARE DOLIBARR PADA PERUSAHAAN PT ALWAYSPROBLEM
Dimas Aditya Pratama;
Difa Bagas Atmaja;
Harris Reinhad;
Gatot Budi Santoso
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/pdk.v4i2.5223
Salah satu software ERP yang ada di softaculous yang disediakan c-panel untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan informasi ke setiap department adalah Dolibarr. Dolibarr (Open ERP) adalah aplikasi ERP modern dan lengkap yang didistribusikan secara open source, dimana didalamnya terdapat berbagai program aplikasi bisnis termasuk Sales, CRM, Human Resources, Warehouse Management, Finance dan Accounting. Dolibarr ditujukan kepada perusahaan-perusahaan yang ingin meningkatkan perfomance dalam bidang manajemen. Dengan manajemen ini dapat membantu dan mempermudah segala hal yang berkaitan dengan manajemen. Dengan penggunaan aplikasi Dolibarr (Open ERP) di lingkungan kerja perusahaan, maka diharapkan akan lebih mempermudah proses bisnis yang sedang berjalan, dan akan membuat sebuah perusahaan lebih berkembang dan maju kedepannya.
PENGARUH KARBURISASI YANG DILANJUTKAN DENGAN PROSES QUENCHING DALAM MEDIA AIR TERHADAP KEKERASAN BAJA S45C
Erlanka Heling;
Dody Prayitno
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/pdk.v4i2.5224
Latar belakang penelitian ini didasari oleh metode karburiasi yang paling sederhana yaitu karburiasi padat, dengan menggunakan serbuk arang halus dari tempurung kelapa sebagai unsur penambah karbon pada benda uji. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek kaburisasi yang dilanjutkan dengan proses quenching dalam media air terhadap kekerasan baja S45C. Metodologi penelitian sebagai berikut, baja S45C dibenamkan di serbuk arang dalam sebuah peti, kemudian peti kemas dimasukan ke dalam tungku pemanas pada suhu 900ºC dengan variabel Holding Time 2 Jam dan Holding Time 4 Jam, kemudian benda uji dikeluarkan dari tungku pemanas lalu di quenching di dalam air pada suhu normal. Kemudian pengujian dilanjutkan dengan uji keras mikro vickers dan uji metalografi untuk mengetahui struktur mikro dari spesimen yang digunakan pada penelitian. Hasil penelitian sebagai berikut proses karburisasi yang dilanjutkan dengan quenching dalam media air akan meningkatkan kekerasan baja S45C dan kekerasan baja S45C non-karburisasi 254,31 HV. Kekerasan baja S45C setelah dilakukan proses karburisasi pada suhu 900ºC selama 2 jam dan dilanjutkan dengan quenching media air adalah 792,82 HV. Kekerasan baja S45C setelah dilakukan proses karburisasi pada suhu 900ºC selama 4 jam yang dilanjutkan dengan quenching media air adalah 891,87 HV.
EFEKTIFITAS KARBON AKTIF CANGKANG BUAH KLUWEK (Pangium edule) DAN CANGKANG BIJI KOPI (Coffea arabica L) TERHADAP DAYA SERAP GAS CO DAN PARTIKEL Pb DARI EMISI KENDARAAN BERMOTOR
Nurhayati Nurhayati;
Zikri Zikri
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/pdk.v5i1.6425
Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang beredar di masyarakat menyebabkan emisi gas buang juga semakin meningkat. Emisi gas buang itu sendiri adalah sisa hasil dari suatu proses pembakaran bahan bakar di dalam mesin. Komposisi emisi gas buang antara lain, gas karbon monooksida (CO) yang beracun dan partikulat debu termasuk timbal (Pb) yang dapat mengganggu kesehatan manusia, hal ini sebagai akibat ketidaksempurnaan proses pembakaran serta partikel lepas. Salah satu upaya untuk mengurangi jumlah polutan (emisi gas buang kendaraan bermotor) adalah dengan penggunaan filter knalpot (exhaust manifold) pada setiap kendaraan bermotor dengan menggunakan filter arang aktif dari cangkang kluwek maupun cangkang kopi.Arang aktif Cangkang Kluwek dan cangkang kopi dapat digunakan sebagai bahan karbon aktif karena kadar air dan abunya memenuhi baku mutu SNI 06-3730-1995 pada temperatur 7000C dengan menggunakan aktivasi NaOH 30%, dengan kadar abu 7,19% dan kadar air 2,31% untuk arang aktif dari kluwek dan kadar abu dari arang aktif cangkang kopi yaitu 14,97% dan kadar air sebesar 7,2%. Efektivitas arang aktif cangkang buah kluwek dapat menyerap gas CO sebesar 98,71% dan efektivitas penurunan partikel Pb sebesar 99,995% sedangkan sfektivitas arang aktif cangkangkopi dapat menyerap gas CO sebesar 89,69% dan efektivitas penurunan partikel Pb sebesar 79,25%.
ANALISIS PENGARUH BI RATE, INFLASI,PDBDAN INDEKS DOW JONES TERHADAP IHSGTAHUN 2011 S.D 2019
I Made Putra Suranadi
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/pdk.v5i1.6420
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh BI Rate, Inflasi, PDB Indonesia dan Indeks Dow Jones terhadap IHSG. Penelitian ini menggunakan data IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan sampel sebanyak 33 terdiri dari data triwulanan seluruh variabel selama triwulan I tahun 2011 sampai Triwulan I 2019 dengan pemilihan sampel melalui metode non probability sampling yaitu dengan metode purposive sampling dan data dianalisis dengan teknik analisis regresi linear ordinary least square. Berdasarkan hasil analisis ditemukan BI Rate, Inflasi, PDB Indonesia dan Indeks Dow Jonessecara simultan berpengaruh terhadap IHSG. Inflasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. BI Rate dan PDB Indonesia berpengaruh negatif signifikan terhadap IHSG, hal ini berarti peningkatan BI Rate dan PDB Indonesia dapat mengakibatkan penurunan nilai IHSG. Indeks Dow Jonessecara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG. Hal ini berarti peningkatan yang terjadi pada Indeks Dow Jonesdapat meningkatkan nilai IHSG.
HUBUNGAN KONSEPTUAL TEORI “NATURE AS EXEMPLAR IN ARCHITECTURE” TERHADAP KONSEP BANGUNAN PURA PENATARAN AGUNG LEMPUYANG DI BALI DENGAN PURA ADITYA JAYA DI JAKARTA
I Kadek Oka Supribawa;
Oka Sindhu Pribadi
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/pdk.v5i1.6427
Pura dibangun dengan menerapkan berbagai nilai filosofis dalam konsep Tri Hita Karana. Umat Hindu di Bali menempatkan Pura di tempat yang utama menurut aturan yang berlaku sesuai dengan nilai-nilai spiritual dan kesakralan Pura. Namun akan berbeda apabila Pura dibangun di perkotaan Jakarta. Perkembangan konsep membangun pura di Jakarta tentu mengalami penyesuaian terhadap situasi lingkungan fisik maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan konseptual nilai-nilai filosofis teori “Nature as Exemplar in Architecture” dengan konsep membangun Pura Penataran Agung Lempuyang di Bali yang kemudian dibandingkan terhadap konsep membangun Pura Aditya Jaya di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, untuk mengidentifikasi hubungan konseptual dalam kesamaan dan perbedaan konsep membangun Pura Penataran Agung Lempuyang di Bali dengan Pura Aditya Jaya di Jakarta. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan pada pengembangan ilmu pengetahuan dalam memahami nilai filosofis bangunan Pura