cover
Contact Name
Aryanti Dwi Untari
Contact Email
aryanti.dwi@untirta.ac.id
Phone
+6285975089427
Journal Mail Official
aryanti.dwi@untirta.ac.id
Editorial Address
JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Jl. Ciwaru Raya No. 15 Cipocok Jaya, Serang, 42117
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Untirta Civic Education Journal
ISSN : 25416693     EISSN : 25810391     DOI : -
Untirta Civic Education Journal (UCEJ) is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research article, review article, and book review. All topics that we received were only articles relating to Social Science, Pancasila, Citizenship Education, Law, Morals, Sociology, and Public Policy. For the research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches and can be made in a variety of research designs, such as experiments, case studies, grounded theory, phenomenology, etc. This journal was published in 2016 in the print and online publication twice a year every April and December, and published by Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. All the articles published in this journal have a unique DOI Number.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 8 Documents clear
PEMBENTUKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KOTA SERANG Denny Soetrisnaadisendjaja
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v3i1.3606

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan guru pendidikan kewarganegaraan  dalam mengembangkan kecerdasan moral peserta didik di SMP Negeri 1 Banggai Selatan kecamatan Banggai Selatan kabupaten Banggai Laut. Dengan memilih metode kualitatif, dan subjek kepala sekolah, guru dan peserta didik, teknik pengumpulan data diambil dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dan  diperoleh data penelitian dan hasil analisisnya bahwa terjadi pengembangan kecerdasan moral peserta didik di SMP Negeri 1 Banggai Selatan. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Guru PKn SMP Negeri 1 Banggai Selatan berperan aktif dalam mengembangkan kecerdasan moral peserta didik yaitu dengan mengintegrasikan penanaman nilai-nilai kecerdasan moral dalam proses pembelajaran, membahas materi pelajaran dan mengaitkan dengan nilai kecerdasan moral, mendorong mengkuti kegiatan ekstra kurikuler dan memberi contoh atau model tentang orang yang memiliki nilai-nilai kecerdasan moral. Disarankan agar pengembangan kecerdasan moral peserta didik tidak hanya dilakukan oleh guru PPKn, namun juga dapat dilakukan oleh guru maata peljaran lain, sehingga tujuan pendidikan pada aspek apekif dapat terwujud
PERSPEKTIF GURU SEBAGAI AGEN PEMBAHARU (AGENT OF CHANGE) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Andrian Andrian
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v3i1.3612

Abstract

Di era globalisasi ini berbagai aspek kehidupan yang terjadi sudah tidak terhindarkan lagi. Di sisi lain, keberadaan globalisasi memberikan dampak positif secara signifikan dalam memberikan kemudahan informasi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat serta berubah kehidupan tatanan nilai-nilai sosial-budaya masyarakat. Dalam hubungannya dengan guru sebagai agen pembaharu (agent of change), pada era globalisasi ini guru dituntut untuk mempunyai kemampuan untuk berubah secara profesional dalam memberdayakan peserta didik ke arah pola kepribadian dan kompetensi yang baik. Jadi, guru sebagai agen pembaharu (agent of change) adalah seseorang yang profesional yang mempengaruhi putusan inovasi terhadap peserta didik untuk meningkatkan kualitas kompetensinya melalui Pendidikan Kewarganegaraan dari aspek civic knowledge, civic skill, dan civic disposition.Pada ketiga kompetensi  tersebut harus diterapkan oleh guru secara berimbang agar dapat menghasilkan generasi yang potensial, seperti beriman dan bertakwa, berpikir kritis, analitis, bersikap dan bertindak secara demokratis. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan suatu pola pembelajaran yang terencana, yaitu pembelajaran yang didesain, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar subjek atau peserta didik dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Selain itu, membentuk warga negara yang memahami dan mampu  melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan Undang-Undang NRI Tahun 1945.
PEMBUDAYAAN NILAI PANCASILA BERKETUHANAN YANG MAHA ESA SEJAK DINI DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 1 BANGGAI M. Jayadin Ilham
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v3i1.3607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan Pembudayaan Nilai Pancasila Sila Berketuhanan Yang Maha Esa Sejak Dini di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banggai.Penelitian ini dikategorikan dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perbandingan tetap dimana analisis datanya mencakup; reduksi data, kategorisasi data, sintesisasi, dan diakhiri dengan menyusun hipotesis kerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pembudayaan nilai Pancasila Sila Berketuhanan Yang Maha Esa sejak dini kepada peserta didik yaitu gambaran dari aktivitas/kegiatan yang didukung oleh guru dan tidak lepas peran orang tua  dalam berinteraksi dan saling mengarahkan ke hal-hal yang baik agar peserta didik terbiasa dengan pembudayaan sila Ketuhanan Yang Maha Esa Khususnya. Tentunya terhadap hal-hal baik, yakni mengarahkan dan sering mengajak anak ikut sholat 5 waktu secara berjamaah di mesjid, bagi anak kristiani orang tua mengajak anaknya ke gereja hari minggu, kalau untuk kerukunan tentu selaku orang tua selalu memberikan arahan untuk tidak saling mengejek, tidak boleh mengeluarkan kata-kata yang tidak baik. Dapat disimpulkan bahwa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banggai telah membudayakan nilai Pancasila Sila Berketuhanan Yang Maha Esa.
BENTUK TANGGUNGJAWAB PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PEMENUHAN HAK HAK PENDIDIKAN Qotrun Nida
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v3i1.3613

Abstract

Anak merupakan sebuah aset bangsa dimasa depan, dimana pembangunan negeri ini tergantung oleh sumber daya manusia yang sudah disiapkan sedari sekarang. Salah satu hal yang harus dipersipkan adalah segi pendidikan. Karena pendidikan sendiri adalah hak bagi setiap orang, dan sudah diatur dalam Undang-Undang 1945 untuk tetap melindungi hak tersebut. Maka dari pada itu permasalahan yang terdapat pada tesis ini adalah : pertama, Bagaimana tanggung jawab pemerintah terhadap pemenuhan hak pendidikan dasar Anak Suku Baduy sebagai warga negaramenurut Undang-Undang Dasar 1945?, kedua, Bagaimana bentuk implementasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten lebak terhadap pemenuhan hak pendidikan dasar Anak Suku Baduy sebagai warga negara?. Untuk menganalisis permasalahan tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif,  dengan pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa : pertama, Pemerintah Kabupaten Lebak bertanggung jawab terhadap pemenuhan hak atas pendidikan dasar anak Suku Baduy sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Namun Pemerintah Kabupaten Lebakbelum bertanggung jawab sepenuhnya karena kurangnya sosialisasi tentang pendidikan kepada masyarakat baduy., kedua, Bentuk Pemenuhan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak yaitu terdapat dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Di Kabupaten Lebak Pasal 74 yang mana didalamnya terdapat pembahasan tentang wajib belajar 12 (dua belas) tahun dan Dinas Pendidikan juga mempunyai program kerja yaitu Lebak cerdas 2019, dengan dibuatnya program pendidikan kejar paket A, B, C dan pengkaderan bagi masyarakat Suku Baduy dalam yang dimana sampai hari ini belum bisa menerima pendidikan moderen, yang bagi masyakat pengkaderan ini lebih dikenal dengan Tutor Sebaya yang dicetuskan pada tahun 2007 dimana Pemerintah Daerah bekerja sama dengan WAMBI (Wadah Musyawarah Masyarakat Baduy).
PERANAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN MORAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 BANGGAI SELATAN KECAMATAN BANGGAI SELATAN KABUPATEN BANGGAI LAUT Abdul Rahman
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v3i1.3608

Abstract

Pencapaian pendidikan tergantung pada berbagai mekanisme yang mempengaruhi proses belajar mengajar, di antaranya kompetensi pedagogik. Kendala yang dihadapi guru dalam mengikuti pengembangan kompetensipedagogik yaitu terdiri dari faktor internal dan eksternal guru. Faktor-faktor internaltersebut adalah manajemen diri yang terdiri dari kontrol emosional, sadar posisi dantugas serta manajemen waktu . Faktor-faktor eksternal yaitu birokrasi lembaga,perubahan teknologi dan sosial,serta jumlah siswa.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik guru PKn di Kota Serang sudah baik, dan masih terdapat kendala dalam proses pembinaan kompetensi pedagogik guru PKn di Kota Serang. Oleh sebab itu, peneliti menyarankan: (1) untuk guru selalu menambah inovasi- inovasi dalam pembelajaran dengan selalu mengikuti pengembangan kompetensi pedagogik (2) untuk Dinas Pendidikan Kota Serang agar turut andil dalam mengurangi kendala- kendala yang dihadapi oleh guru PKn dalam mengikuti pengembangan kompetensi pedagogik.
KEMISKINAN DAN AKSES KELUARGA MISKIN PEDESAAN TERHADAP PENDIDIKAN DASAR Nurul Hayat
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v3i1.3609

Abstract

Keluarga miskin di pedesaan khususnya di Desa Ciruas Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang yang mempunyai keterbatasan pendapatan bagi penghidupan rumah-tangganya, dan pada akhirnya miskin terhadap akses pendidikan bagi masa depan keluarga. Akan tetapi pemerintah membuat ruang (akses) bagi keluarga miskin di pedesaan berupa program-program yang ditawarkan seperti BOS (bantuan oprasional sekolah) dan program lainnya semata untuk memutus jaring-jaring kemiskinan di masyarakat pedesaan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANBERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KEWARGANEGARAAN MAHASISWA Rohani Rohani
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v3i1.3610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkann pengetahuan kewarganegaraan mahasiswa dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan agar mampu memecahkan masalah-masalah kewarganegaraan. Adapun model pembelajaran yang digunakan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan dan bentuk penelitiannya penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwamodel pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan pengertahuan kewarganegaraan.  Pengetahuan kewarganegaraan mahasiswa dengan menggunakanmodel pembelajaran berbasis masalah mengalami kenaikan setiap siklusnya.Pada Pra Siklus rata-rata pengetahuan kewarganegaraan mahasiswa yaitu 65,95%. Pada siklus I pengetahuan kewarganegaraan mahasiswa rata-rata 71,47% dan siklus II pengetahuan kewarganegaraan mahasiswa mencapai rata-rata 80,89 %
KOMPARASI MINAT PERIAS PENGANTIN TERHADAP KAIN KASULTANAN BANTEN DAN LERENG BARONG DALAM TATA RIAS PENGANTIN KEBESARAN BANTEN Yeni Sri Haryati; Basuki Wibawa; Jenny Sitta Siregar
UNTIRTA CIVIC EDUCATION JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/ucej.v3i1.3611

Abstract

Penelitian ini mengenai pergeseran kegunaan Kain Lereng Barong digantikan dengan Kain Kasultanan Banten. Pergeseran ini menimbulkan adanya perbedaan minat perias pengantin terhadap penggunaan kain. Penelitian dilaksanakan di organisasi Perias Pengantin HARPI “Melati” Provinsi Banten tahun 2017. Responden sampel penelitian berjumlah 137 orang, dengan metode analisis deskriptif yaitu statistik non parametik menggunakan Uji Chi-Square dan Uji Cochran. Dapat Disimpulkan bahwa; (1) Kain Lereng Barong bukan kain identitas Daerah Banten; (2) Penggunaan kain Lereng Barong digantikan dengan kain Kasultanan Banten sebagai kain dalam adat Tata Rias Pengantin Banten; (3) melalui uji alat statistik diketahui data distribusinya data normal. Maka Kain Lereng Barong bergeser penggunaannya menggunakan Kain Kasultanan Banten untuk Tata Rias Pengantin Kebesaran Banten

Page 1 of 1 | Total Record : 8