cover
Contact Name
Siti Maryam Munjiat
Contact Email
sitimaryammunjiat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sitimaryammunjiat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Tarbawi Al Haditsah
ISSN : 24076805     EISSN : 25806505     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah berkala terbuka yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah terseleksi dengan frekuensi penerbitan 2 kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. fokus kajian bertemakan pendidikan agama islam dari beragam aspek, baik metode dan teknik Pembelajaran, media dan desain pembelajaran hingga materi dan kurikulum pembelajaran pendidikan agama islam. AL-TARBAWI AL-HADITSAH menganut standar publikasi berkala ilmiah nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: Pendidikan Karakter" : 10 Documents clear
PENGARUH POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SOPAN SANTUN REMAJA USIA 13-17 TAHUN DI RW 08 CADAS NGAMPAR KELURAHAN ARGASUNYA KECAMATAN HARJAMUKTI KOTA CIREBON Dalilul Fatikhah; Suklani Suklani; Mahfud Mahfud
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2: Pendidikan Karakter
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i2.3485

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki latar belakang dengan ditemukannya perilaku sopan santun remaja yang sudah sesuai harapan, karena kebanyakan para orang tua menerapkan pola asuh demokratis dalam mendidik anak-anaknya, dan sopan santun remaja di RW 08 Cadas Ngampar Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon sudah dikatakan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh data tentang pola asuh demokratis yang diterapkan para orang tua, perilaku sopan santun remaja Cadas Ngampar  berperilaku baik, hubungan antara Pengaruh Pola Asuh Demokratis  Orang Tua Terhadap Perilaku Sopan Santun Remaja Usia 13-17 Tahun Di RW 08 Cadas Ngampar Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kuantitatif, dan uji korelasi.Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Perilaku Sopan Santun Remaja di RW Cadas Ngampar Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon dalam kategori  Baik dengan skor sebesar 75.7% karena berada pada rentang prosentase antara 75% - 100%. Pengaruh Pola Asuh Demokratis Orang Tua Terhadap Perilaku Sopan Santun Remaja Usia 13-17 Tahun di RW 08 Cadas Ngampar Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon terdapat nilai cukup tinggi karena berada pada interval 0,40 – 0,70 dengan nilai rxy = 00,630. Dengan demikian ada variabel lain yang lebih memiliki hubungan dengan perilaku sopan santun remaja..
Tradisi Mendo’akan Orang Non Muslim Menurut Konsep Fiqih (Urf) dan Ushul Fiqh Nurul Afifah
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2: Pendidikan Karakter
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i2.3238

Abstract

Society has a way of life in accordance with norms or values that are believed. So if there are persons leave a tradition that has been well appreciated will be considered to have violated the prevailing norms. The problem in this research is the tradition of praying for non-Muslims conducted by Muslims Metro Lampung. Whereas in the Qur'an letter at-taubah verses 113-114 it is clearly mentioned that it is forbidden praying for non-muslim even though the person is her parentas. So this research is done aims to find out how the tradition of praying for non muslims according to the concept of fiqh ('Urf) and ushul fiqh.In the concept of fiqh and ushul fiqih traditions that apply in a community environment called 'urf. The existence of 'urf itself can be used as a juridical foundation that produces the provisions of sharia law independently. In its application, not all customs can be used as the basis for the stipulation of a law (al-'Adah Muhakkamah) provision, but there are provisions that must be fulfilled, namely: ‘urf does’nt conflict with al-Qur’an, ‘urf is constant and majority, formed earlier than its use as a legal ground. And there is no word or deed contrary to the substance that turns away from custom.Tradition of praying for non muslims in Metro Lampung including 'Urf. If viewed from the aspect of the product of his deeds including al-'Urf al-Amali. From the aspect of his appreciation coverage including al-'Urf al-Khas. and if seen from the aspect of determination or recognition of shari'ah including al-'Urf al-Fasid. Keywords: tradition, society, non-muslim, 'urf
SIGNIFIKANSI KEGIATAN EKSTRA KURIKULER KEAGAMAAN DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN HUMANIS Iwan Iwan
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2: Pendidikan Karakter
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i2.3378

Abstract

Kegiatan ekstra kurikuler merupakan kegiatan belajar yang dilakukan di luar jam pelajaran atau jam tatap muka dengan maksud memberikan pengayaan atau menambah materi yang telah ada dalam jam intra kurikuer. Kegiatan ekstra kurikuler dapat dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah untuk lebih memperluas wawasan atau kemampuan, peningkatan atau penerapan nilai pengetahuan yang telah dipelajari dalam jam pelajaran. Kegiatan ekstra kurikuler merupakan kegiatan penunjang intra kurikuler untuk  mengembangkan minat dalam menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki kepedulian dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif dibawah kewenangan sekolah.Dalam konteks pendidikan, pendekatan humanisme dewasa ini semakin banyak digagas oleh beberapa pakar sebagai pendidikan alternatif. Maraknya praktik-praktik dehumanisasi dalam pendidikan menjadikan pendekatan humanisme ini banyak diadopsi kedalam dunia pendidikan, baik secara paradigma maupun aplikasinya. Pendidikan saat ini tidak lagi menganggap peserta didik sebagai objek, akan tetapi sebaliknya. Pelaksanaan pendidikan sudah saatnyalah memfokuskan pada optimalisasi potensi yang dimiliki peserta didik.Guru dalam konteks pendidikan humanistik diposisikan sebagai fasilitator bagi peserta didiknya. Peran guru dalam proses pembelajaran bukan lagi sebagai orang yang tahu segalanya tanpa melihat keseragaman potensi dan bakat yang sebenarnya dimiliki oleh peserta didik. Inilah yang menjadi ciri dari pendidikan humanistik, memandang manusia dengan positif sebagai satu kesatuan untuh yang punya potensi besar untuk dapat dikembangkan. Kata kunci : Ekstra Kurikuler Keagamaan, Lingkungan Pendidikan, Pendidikan Humanis
Konsep Pendidikan Karakter Islami; Kajian Epistemologis Agung Agung
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2: Pendidikan Karakter
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i2.3315

Abstract

AbstrakArtikel sederhana ini menegaskan bahwa pendidikan karakter islami berbeda dengan pendidikan karakter yang tidak berlandaskan Islam. Kajian pendidikan karakter islami yang menekankan pada aspek epistemologi Islam membuktikan bahwa sumber dalam menentukan karakter islami tidak hanya berdasarkan akal semata atau panca indera an sich. Islam melibatkan seluruh anugerah yang Allah azza wajalla berikan baik akal, hati, maupun persepsi indera. Dan, yang paling berbeda adalah pelibatan  wahyu atau khabar shadiq yang terdiri dari Al-Qur’an dan As-Sunnah an-Nabawiyyah.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Islam, Epistemologi, Barat
Relevansi Tripusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dengan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Surat Luqman: 12-19 Fithria Rifatul Azizah
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2: Pendidikan Karakter
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i2.3332

Abstract

Karakter bangsa merupakan unsur penting yang harus dikembangkan dalam pendidikan dan berlangsung sepanjang hayat (long life education). Ki Hajar Dewantara yang merupakan salah satu tokoh pendidikan Indonesia memandang bahwa tumbuh kembang seorang anak harus mencakup tiga unsur pendidikan yang disebut dengan tripusat.  Sementara itu terlebih dahulu di dalam Al-Qur’an surah Luqman ayat 12-19 juga dijelaskan nilai-nilai pendidikan karakter sesuai kisah luqman hakim, tentang pendidikan akidah, syaria’ah dan akhlak. Tujuan dari kajian ini yaitu untuk menemukan titik temu antara pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan Surat Lukman ayat 12-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif berupa penelitian pustaka (Library Research). Dan metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis teks dan bahasa berupa content analysis (analisis isi). Disinilah dilakukan analisis terhadap isi dari gagasan Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Q.S Lukman ayat 12-19.
PERAN TASAWUF DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Siti Maryam Munjiat
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2: Pendidikan Karakter
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i2.3431

Abstract

AbstrakManusia modern  yang mengabaikan kebutuhannya yang paling mendasar  yang bersifat spiritual  tidak bisa menemukan ketentraman batiniyah, yang berarti tidak adanya keseimbangan dalam diri. Keadaan ini akan semakin akut, terlebih lagi apabila tekanannya pada kebutuhan materi kian meningkat sehingga keseimbangan akan semakin rusak. Menyadari bahwa modernisasi ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia yang bersifat spiritual, maka tidak heran kalau sekarang manusia beramai-ramai untuk kembali kepada agama yang memang berfungsi, antara lain, untuk memberikan makna kepada kehidupan.Untuk mendeskripsikan materi di atas, peneliti mengkaji dengan menggunakan kajian pustaka, yaitu sebuah kajian yang menitikberatkan melalui referensi yang relevan, seperti: buku, paper, skripsi, dll. Dengan kajian ini, peneliti mempunyai tujuan, yaitu memberikan pemahaman tentang adanya mempraktekkan ajaran spiritual Islam secara aktif, tasawuf mungkin sekali mempengaruhi Barat dengan cara menyajikan Islam dalam bentuk yang lebih menarik, sehingga orang dapat menemukan praktek-praktek tasawuf yang benar, dan memperkenalkan ajaran tasawuf sebagai alat bantu untuk mengingatkan dan membangunkan jiwa-jiwa yang tidur. Kata Kunci: Tasawuf, Pendidikan, dan Karakter
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MENURUT IMAM AL-GHAZALI Wawan A. Ridwan; Suteja Suteja
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2: Pendidikan Karakter
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i2.3464

Abstract

ABSTRAK Pembentukan kepribadian menurut Imam Al-Ghazali dilatar belakangi oleh adanya dekadensi moral yang hari ini terjadi pada sebagian penerus bangsa baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. Banyak orang yang telah mengabaikan pembentukan kepribadian (akhlak), masalah kepribadian dianggap remeh padahal pembentukan kepribadian ini merupakan kunci perubahan individu, sosial, kesejahteraan dan kebahagiaan hakiki. Fokus pembahasan peneliyian ini hanya pada kitab Ayyuha al-Walad.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk memperluas wawasan mengenai konsep pembentukan kepribadian Imam Al-Ghazali yanng hari ini banyak terjadi dekadensi moral.Penelitian yang penulis lakukan ini adalah termasuk penelitian kepustakaan. Adapun penelitian yang relevan terdahulu diantaranya: Penelitian yang dilakukan oleh Gumiandari, Septi. 2010. Kepribadian Manusia dalam Perspektif Psikologi Islam. Laporan Penelitian.  Cirebon: IAIN Syekh Nurjati. Fokus penelitian pada ilmu psikologis. Penelitian yang dilakukan oleh Rodhiyah. 2011. Pembentukan Kepribadian Muslim Menurut Imam al-Ghazali. Cilacap: IAIIG Cilacap. Fokus penelitian pada kitab ihya’ulumuddin.Kesimpulan penelitian ini: Konsep pembentukan kepribadian Imam Al-Ghazali dalam kitab Ayyuha al-Walad setidaknya dapat ditinjau dari empat hal. Keempat konsep tersebut saling berkaitan satu sama lain yang dapat mempengaruhi terbentuknya kepribadian. Relevansi pembentukan kepribadian dalam kitab Ayyuha al-Walad karya Imam Al-Ghazali dengan pendidikan di Indonesia terdapat pada beberapa aspek, tujuan pendidikan Akhlak, Subjek Pendidikan Akhlak, Materi Pendidikan Akhlak, Metode Pendidikan Akhlak. ABSTRACTThe formation of personality according to Imam Al-Ghazali is motivated by the existence of moral decadence which today occurs to some successors of the nation both in rural and urban areas. Many people have ignored the formation of personality (morals), personality problems are underestimated even though the formation of personality is the key to individual, social, welfare and happiness changes. The focus of this research discussion is only on the Ayyuha al-Walad book.The purpose of this research is to broaden the horizon of the concept of the formation of Imam Al-Ghazali's personality which today has a lot of moral decadence.The research that the writer did was including library research. As for previous relevant research including: Research conducted by Gumiandari, Septi. 2010. Human Personality in the Perspective of Islamic Psychology. Research Report. Cirebon: IAIN Syekh Nurjati Focus on research on psychological science. Research conducted by Rodhiyah. 2011. Establishment of Muslim Personality According to Imam al-Ghazali. Cilacap: IAIIG Cilacap. Research focus on the book ihya'ulumuddin.Conclusion of this study: The concept of the formation of Imam Al-Ghazali's personality in the book of Ayyuha al-Walad can at least be reviewed in four respects. The four concepts are interrelated with each other which can influence the formation of personality. The relevance of personality formation in the book Ayyuha al-Walad by Imam Al-Ghazali with education in Indonesia is found in several aspects, the goals of moral education, the subject of moral education, moral education material, moral education methods.
PERAN NAHDLATUL ULAMA (NU) DALAM BIDANG PENDIDIKAN KARAKTER Imroatul Fatihah
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2: Pendidikan Karakter
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i2.3116

Abstract

AbstrakArtikel ilmiah ini menegaskan bahwa peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam membangun dan mempertahankan karakter bangsa yang berlandaskan al-akhlaq al-karimah. Meski isu pendidikan karakter ramai baru-baru ini, namun sejatinya peran NU dalam mengimplementasikan pendidikan karakter sudah dibangun jauh sejak NU berdiri. Konsep pendidikan NU berbeda dengan konsep Barat. Bagi NU pendidikan karakter tidak hanya mengatur hubungan sesama manusia an sich. Namun juga pendidikan karakter ialah memiliki dimensi kemanusiaan dan dimensi ketuhanan. Thus, pendidikan karakter ala NU ini dapat disimpulkan pendidikan akhlak sebagaimana telah lama dipraktikkan oleh Rasulullah SAW.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Nahdlatul Ulama, Akhlak, IslamAbstractThis scientific article confirms that the role of Nahdlatul Ulama (NU) in building and maintaining national character based on al-akhlaq al-karimah. Although the issue of character education was crowded recently, the true role of NU in implementing character education has been built long since NU was established. The concept of NU education is different from Western concepts. For NU character education does not only regulate human relations as well as the West. But also character education is having a human dimension and divine dimension. Thus, this NU-style character education can be inferred as moral education as has long been practiced by the Prophet Muhammad peace be upon him.Keywords: Character Education, Nahdlatul Ulama, Morals, Islam
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERWAWASAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI I INDRAMAYU Eha Julaeha; Asep Kurniawan
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2: Pendidikan Karakter
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i2.3463

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kerusakan lingkungan, banyaknya terjadi bencana alam yang merupakan ancaman yang membahayakan untuk makhluk di muka bumi ini. Oleh sebab itu sangat penting adanya pendidikan berwawasan lingkungan yang diintegrasikan melalui pengelolaan pembelajaran pada semua mata pelajaran tak terkecuali mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di lingkungan pendidikan formal untuk membentuk karakter peserta didik sebagai generasi yang sadar akan lingkungan hidup serta untuk menjaga kelestarian alam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam mengenai implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam  (PAI) berwawasan lingkungan hidup di SMK Negeri 1 Indramayu Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penulis lakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data-data yang tertulis dan perilaku yang diamati sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang bersifat menggambarkan secara menyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya. Temuan penelitian menunjukan bahwa kebijakan pengelolaan pendidikan berwawasan lingkungan di SMK Negeri 1 Indramayu sudah diterapkan dengan baik sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Sekolah Adiwiyata. Pengelolaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan lingkungan di SMK Negeri 1 Indramayu sudah mengarahkan aktivitas belajar peserta didik untuk ramah terhadap lingkungan. Implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan lingkungan di SMK Negeri 1 Indramayu yang diberikan kepada peserta didik, yakni dengan membekali mereka dengan cara dan mengaplikasikannya dalam kehidupan keseharian include di dalamnya tentang penyadaran pentingnya lingkungan hidup. Faktor pendukung implementasi pembelajaran PAI berwawasan lingkungan di SMK Negeri 1 Indramayu antara lain lingkungan dan fasilitas sekolah yang mendukung dan terjalinnya sinergitas seluruh stakeholder sekolah dalam mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan, sedangkan faktor penghambatnya antara lain waktu yang terbatas untuk jam tatap muka Pendidikan Agama Islam di sekolah. Kunci Kata: Kerusakan lingkungan, Integrasi, Internalisasi, KepedulianThis research was motivated by the widespread destruction of the environment, there were many natural disasters that pose a dangerous threat to creatures on this earth. Therefore, it was very important to have environment-based education, which was integrated to learning management in all subjects. It included the subject of Islamic Education in the formal education to shape students’ character to preserve environment. This study aimed to describe the implementation of environment-based islamic religious education in State Vocational School 1 Indramayu. This was a field qualitative research. Data collection conducted through in-depht interviews, in-depht observation and documentation. Data analysis was qualitative descriptive analysis. Research findings: management policy of environment-based islamic learning in State Vocational School Indramayu 1 was implemented in accordance with the Adiwiyata School Standard Operating Procedure. Its management made students’ learning activities friendly to the environment.  Its implementation by applying it in everyday life. Supporting factors for this program were adequate school facilities and establishment of synergy of all stakeholders in realizing environment-based islamic religious learning. The inhibiting factor was the limited learning time of Islamic Education. Key Words: Environmental Degradation, Integration, Internalization, Concern
PENDIDIKAN MORAL DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Mulya Hasanah
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2: Pendidikan Karakter
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i2.3277

Abstract

Moral Education in Islamic Education Perspective is a social phenomenon in society that is contrary to cultural traits or values, as well as religious values in the school community. This article aims to describe the values associated with norms in moral education in the community environment and how important moral education in the school community environment. Subjects in this study using a variety of literature consisting of books and research results of others who used and studied scientifically. This research uses qualitative approach with study literature technique. Based on the results of the analysis of study literature data obtained research results indicate that from various perspectives of moral education theory in accordance with the perspective of Islamic education is necessary, in order to establish norms of moral education in accordance with the characteristics or cultural values and religious values in society school environment through the view of Sufism.

Page 1 of 1 | Total Record : 10