cover
Contact Name
Siti Maryam Munjiat
Contact Email
sitimaryammunjiat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sitimaryammunjiat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Tarbawi Al Haditsah
ISSN : 24076805     EISSN : 25806505     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah berkala terbuka yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah terseleksi dengan frekuensi penerbitan 2 kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. fokus kajian bertemakan pendidikan agama islam dari beragam aspek, baik metode dan teknik Pembelajaran, media dan desain pembelajaran hingga materi dan kurikulum pembelajaran pendidikan agama islam. AL-TARBAWI AL-HADITSAH menganut standar publikasi berkala ilmiah nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 194 Documents
PERAN TASAWUF DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Siti Maryam Munjiat
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 2: Pendidikan Karakter
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i2.3431

Abstract

AbstrakManusia modern  yang mengabaikan kebutuhannya yang paling mendasar  yang bersifat spiritual  tidak bisa menemukan ketentraman batiniyah, yang berarti tidak adanya keseimbangan dalam diri. Keadaan ini akan semakin akut, terlebih lagi apabila tekanannya pada kebutuhan materi kian meningkat sehingga keseimbangan akan semakin rusak. Menyadari bahwa modernisasi ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia yang bersifat spiritual, maka tidak heran kalau sekarang manusia beramai-ramai untuk kembali kepada agama yang memang berfungsi, antara lain, untuk memberikan makna kepada kehidupan.Untuk mendeskripsikan materi di atas, peneliti mengkaji dengan menggunakan kajian pustaka, yaitu sebuah kajian yang menitikberatkan melalui referensi yang relevan, seperti: buku, paper, skripsi, dll. Dengan kajian ini, peneliti mempunyai tujuan, yaitu memberikan pemahaman tentang adanya mempraktekkan ajaran spiritual Islam secara aktif, tasawuf mungkin sekali mempengaruhi Barat dengan cara menyajikan Islam dalam bentuk yang lebih menarik, sehingga orang dapat menemukan praktek-praktek tasawuf yang benar, dan memperkenalkan ajaran tasawuf sebagai alat bantu untuk mengingatkan dan membangunkan jiwa-jiwa yang tidur. Kata Kunci: Tasawuf, Pendidikan, dan Karakter
FLEKSIBILITAS PENGELOLAAN KELAS DALAM PENDIDIKAN (Ekspektasi Efektivitas Keberhasilan Proses Pembelajaran) Abdul Ghofar
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v2i1.2025

Abstract

Abstrak Upaya guru mengelola kelas adalah suatu kegiatan atau usaha dengan menggunakan segala kekuatan yang ada dalam mengatasi suatu masalah guna menciptakan dan mempertahankan suasana/kondisi kelas yang menunjang program pengajaran dengan jalan menciptakan dan mempertahankan motivasi siswa untuk selalu ikut terlibat dan berperan serta dalam proses pendidikan di sekolah agar tecapai suatu tujuan yang optimal. Pengelolaan kelas yang baik, yang dilakukan oleh guru akan dapat memberikan kenyamanan dalam pembelajaran siswa, sehingga prosesnya akan berjalan secara maksimal. Hal inilah yang ingin dicapai dalam pengelolaan kelas. Karena pengelolaan kelas merupakan cara untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Pembelajaran merupakan komunikasi dua arah, dimana kegiatan guru  sebagai  pendidik harus mengajar dan murid sebagai terdidik yang belajar. Efektivitas pembelajaran merupakan komunikasi dua arah, dimana kegiatan guru sebagai  pendidik harus mengajar dan murid sebagai terdidik yang belajar. Karena pengelolaan kelas merupakan cara untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dalam pengelolaan kelas, ada beberapa upaya yang harus dipersiapkan oleh guru yaitu aktif diri (sering membaca) agar mampu menguasai materi secara matang, melek informasi (pandai mencari informasi yang baru) agar tidak ketinggalan zaman, komitmen kerja (ikhlas, rajin dan tidak mengeluh), keteladanan karena guru adalah contoh bagi siswa-siwanya. Kata Kunci: Pengelolaan, Keberhasilan, Pembelajaran FLEKSIBILITAS PENGELOLAAN KELAS DALAM PENDIDIKAN(Ekspektasi Efektivitas Keberhasilan Proses Pembelajaran)
DILEMATIS TENTANG PENDIDIKAN PEREMPUAN (KONSEP KESETARAAN GENDER) Mahfud Mahfud
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v3i1.2860

Abstract

ABSTRAK  Di Indonesia perjuangan perempuan untuk memperoleh keadilan dalam pendidikan, hingga saat ini masih terus menghadapi kendala. Akan ada beberapa faktor selama alur hidup seorang perempuan yang mempengaruhi perkembangan semangat dalam memperoleh pendidikan. Diantaranya, Sampai saat ini masih ada masyarakat yang berkeyakinan bahwa perempuan hanya akan berperan dalam ruang domestik saja yakni rumah tangganya kelak, yang kemudian hanya dipandang sebagai makhluk pelengkap saja. Sehingga meminggirkan perempuan untuk memperoleh pendidikan. Salah satu bentuk ketidakadilan untuk kaum perempuan adalah anggapan bahwa perempuan itu tidak penting, melainkan sekedar pelengkap dari kepentingan laki-laki, atau dikenal dengan istilah subordination. Dari pemahaman tersebut akhirnya perempuan dikonstruksikan agar tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena pada akhirmya akan kembali ke dapur juga. Bentuk ketidakadilan lain yakni pelabelan negatif yang dilekatkan kepada perempuan dikenal dengan istilah stereotype. Misalnya, perempuan yang melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi akan melakukan banyak kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat untuk rumah tangganya kelak, apalagi ketika pendidikannya tinggi hampir seluruh laki-laki akan minder dan perempuan tersebut terancam menjadi perawan tua.Masyarakat juga masing ada yang berkeyakinan bahwa perempuan dengan fisik yang lebih lemah dan pasif, tidak memungkinkan mereka untuk dapat memenuhi mobilitas/aktvitas sebanyak dan sekuat laki-laki. Masyarakat berasumsi bahwa pendidikan hanya dapat dicapai oleh orang-orang yang mau bergerak dengan mobilitas tinggi, yang mau menghabiskan waktunya untuk membaca buku, melakukan eksperimen berjam-jam di laboratorium, meneliti di lapangan, menulis dan berdiskusi dalam sisa waktunya, dan jika ini dilakukan oleh perempuan akan mengakibatkan mereka kehilangan identitas kewanitaannya karena tidak memiliki waktu untuk melakukan tugas-tugas kewanitaannya dirumah tangga dan keluarganya.  Kata Kunci: Pendidikan, Perempuan, Gender
UPAYA PENGURUS PESANTREN BAITUL MU’MININ DALAM MEMBINA ETIKA BERTUTUR KATA DAN HASIL-HASILNYA BAGI REMAJA PUTRI USIA 12-15 TAHUN DI DESA MUNJUL KECAMATAN ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON (Studi Kasus Pada Santri Kalong Remaja Putri) Evi Windasari
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i2.1237

Abstract

Bertutur kata merupakan sesuatu yang sangat penting dalam bersosialisasi karena baik buruknya seseorang itu bisa dinilai dari tutur katanya. Idealnya bahwa anak yang bertutur kata baik itu adalah mereka yang terpelajar dan berpendidikan tinggi. Namun kenyataannya justru berbeda yang terjadi di desa munjul. Para remaja putri di sini senantiasa mengamalkan etika bertutur kata yang baik walaupun pendidikan di sini bisa dibilang rendah. Latar belakang inilah penulis tertarik mengambil judul upaya pengurus pesantren Baitul Mu’minin dalam membina etika bertutur kata dan hasil-hasilnya bagi remaja putri usia 12-15 tahun di Desa Munjul Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon (Studi Kasus Pada Santri Kalong Remaja Putri).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pengurus Pesantren Baitul Mu’minin dalam membina etika bertutur kata pada remaja putri usia 12-15 tahun, mengetahui kualitas etika bertutur kata pada remaja putri usia 12-15 tahun dan mengetahui kendala pengurus dalam membina etika bertutur kata pada remaja putri usia 12-15 tahun di Desa Munjul Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon. Etika bertutur kata termasuk etika sosial yang patut mendapatkan perhatian secara khusus dari para pendidik adalah mengajarkan tatakrama dalam berbicara, di samping diajarkan tentang bahasa dan dasar-dasar dalam percakapan kepada anak sejak kecilnya. Sehingga jika anak telah mencapai usia baligh, ia telah mengetahui tata cara berbicara dengan orang lain, mendengarkan pembicaraan dan bercakap-cakap dengan mereka, termasuk cara-cara yang dapat menggembirakan mereka.Untuk itu pembinaan etika bertutur kata akan lebih terarah apabila diajarkan dalam lingkungan pesantren.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi di pesantren Baitul Mu’minin Desa Munjul Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon dengan subjek penelitiannya adalah Pengurus pesantren dan santri kalong remaja putri yang berjumlah 11 orang.Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Kualitas Etika Bertutur kata Santri Kalong Remaja Putri di Pesantren Baitul Mu’minin Desa Munjul Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon mencakup: bertutur kata baik atau diam, bertutur kata dengan lemah lembut, menjaga lisan, tenang dalam bertutur kata, dan pembicaraan harus dapat dipahami sudah cukup baik dikarenakan upaya pengurus pesantren Baitul Mu’minin dalam membina etika bertutur kata telah semaksimal mungkin menjadikan santrinya orang yang berguna bagi masa depan dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain.Keywords:Pengurus, Pesantren, Etika, Bertutur Kata,  Santri Kalong.
PENGEMBANGAN POTENSI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLIGENCE) Muhammad Anas Ma`arif; Eka Deni Sulistyanik
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2019): PENDIDIKAN AGAMA DAN KEAGAMAAN DALAM ISLAM
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v4i2.5216

Abstract

Education is one of the main roles at this time in Indonesia, especially in neutralizing human intelligence that has been created by God with many kinds of existing intelligence, it is known that Indonesian education in the curriculum aims that students with learning processes in the affective, cognitive, and psychomotor aspects, achieved well not only focus on one of them, so that the level of success is more perfect, in the perspective of Multiple Intelligence with Islamic Religious Education will be mapped how an educator can understand the intelligence of students with a variety of existing intelligence, then an educator will be prioritized for the success of the learner itself, that way when you already know how each student's intelligence, will develop the potential of the students themselves and produce an effective learning process, both Input, and Out camp will also produce well .
Manajemen Pendidikan Agama Islam: Studi Pembelajaran Membaca al-Qur’an dengan Metode Qiroati di Sekolah Dasar Islam Terpadu Sabilul Huda Novianti Muspiroh
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2020): Pendidikan Islam dan Pembelajaran Daring
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v5i2.6820

Abstract

Qur’an is a guide to life. Reading it is worship, so the ability to read the Qur'an correctly, within the scope of Islamic religious education, is an important ability, students should master it.  This capability is continuously being developed in Islamic Primary Full Day School Sabilul Huda Cirebon City. This study aimed to reveal in-depth the management of learning to read Qur’an with the Qiroati method in Islamic Primary Full Day School Sabilul Huda Cirebon City. This research was a field qualitative case study research. Data collection instruments were in-depth observation, in-depth interviews, and documentation. Analysis techniques were carried out through data collection, data reduction, data presentation, and data conclusions. The results showed that: (1) Qiroati learning planning was done carefully starting from teacher preparation, learning methods, learning time, learning targets, and teaching aids. (2) The Qiroati Learning used individual methods, individual classics, classical reading, drill, writing, and reading. Each class was guided by a Qiroati teacher.(3) Evaluation of Qiroati learning was carried out through daily evaluation, upgrading evaluation, and final evaluation.
FLEKSIBILITAS KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN: UPAYA MENCIPTAKAN BUDAYA SEKOLAH YANG BERKARAKTER Abdul Ghofar
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1228

Abstract

Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan untuk menggerakkan, mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasehati, membina, membimbing, melatih, menyuruh, memerintah, melarang, dan bahkan menghukum dengan maksud agar manusia sebagai bagian dari organisasi mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan dirinya sendiri maupun organisasi secara efektif dan efisien. Dalam konteks nilai dan norma sosial, tugas pemimpin adalah membuat organisasi sebagai suatu sistem sosial yang menyenangkan bagi anggota organisasinya, organisasi menjadi satu tempat berinteraksi dan aktualisasi diri bagi anggotanya. Dalam konteks lembaga pendidikan, peran kepemimpinan dilaksanakan oleh kepala sekolah. Sehingga kepemimpinan pendidikan adalah proses mempengaruhi semua personel yang mendukung pelaksanaan aktivitas pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Kepemimpinan pendidikan adalah segenap kegiatan dalam usaha mempegaruhi personal di lingkungan pendidikan pada situasi tertentu agar mereka melalui usaha kerjasama, mau bekerja dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Kepemimpinan Pendidikan, Budaya Berkarakter
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SEKOLAH BERBASIS BLENDED LEARNING Dhea Abdul Majid
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2019): Inovasi Pembelajaran PAI di Era Digital
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v4i1.4209

Abstract

ABSTRAKPerkembangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini berlangsung begitu pesat, sehingga sudah sewajarnya para ahli/pakar menyebut hal ini sebagai suatu revolosi. Perubahan-perubahan yang akan dan sedang terjadi, terutama disebabkan oleh potensi dan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan manusia untuk saling berhubungan (relationship) dan memenuhi kebutuhan mereka akan informasi hampir tanpa batas. Beberapa batasan yang dulu dalami manusia dalam berhubungan satu sama lainnya, seperti faktor jarak, waktu, jumlah, kapasitas, kecepatan dan lain-lain, kini dapat diatasi dengan dikembangkannya berbagai teknologi informasi dan komunikasi mutakhir.Jika kita kaitkan dengan pembelajaran PAI, sudah sepatutnya perlu dilakukan inovasi pembelajaran, yang di mana, inovasi tersebut mampu mengubah paradigma peserta didik, yang biasanya menganggap pembelajaran agama hanya duduk, diam, dan mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru yang bersangkutan. Untuk itulah, perlunya kesadaran dari guru PAI sendiri bahwasanya peserta didik zaman sekarang tidaklah sama dengan peserta didik zaman dulu.Kata Kunci:Inovasi, Pembelajaran PAI, Blended Learning
INTERNALISASI NILAI-NILAI IMAN DAN TAQWA DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MELALUI KEGIATAN INTRAKURIKULER Ahmad Khomaini Syafeie
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2020): Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama Islam di Sekolah
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v5i1.6280

Abstract

AbstractInternalization of the values of iman and taqwa is a process experienced by someone in accepting and making parts of ownership to plant sense textually from religion , as revelation of Allah to achieve his personality steadily. The values of iman and taqwa having become main highlights nowdays. The basic gap, in society of comman secondary education between instructional material and the process of implementing the values of iman and taqwa feels the effect dramatically. This ressearch conducted in Al Azhar Senior high School 5 in Cirebon City by using teachers  as research subject.To avoid misunderstanding of the reserach problem, the writer just identifies research problems on the variables such as tehnique used by teachers in internalizing the values of iman and taqwa and obstacles faced by teachers in internalizing the values of iman and taqwa to their students. In this research he wants to find out the learning signs in internalizing the values of iman and taqwa through intracurricular activities.This research done by using analytic-descriptive method with quantitative approach. Meanwhile the steps to collect the data nedded in this research by using the technique of interview, participative observation, documentation study and questionaire.From the result of this research can be inferred that the techniques conducted by teachers in internalizing the values of iman and taqwa are through intracurricular activity,  such as (1) praying before and after learning process is 75% in good category; (2) reciting Alquran 15 minutes in the first period before learning is 81,7% in excellent category and (3) bringing learning subjects into iman and taqwa loading is 90% in excellent category.The average of learners’ respond based on procentation and category above is 82,2 % in excellent category in internalizing iman and taqwa values conducted by teachers. On the other hand, they must be careful of their effort because of being 17,8% of their students in unstable mood. They need best treatment in improving their lack of things done by teachers.This case indicates any obstacles faced by teacher in internalizing the values and taqwa for students’ personality through intracurricular activities. The obstacles obtained of the activities based on survey, partcipative observation dan documentation are: (1) the measure of class is not adequate; (2) The lack of comprehension of religion subject teachers in bringing learning subjects into iman and taqwa loading; (3) society in which students play is not conducive; and (4) destructive-negative mass media. Keywords:  internalization, iman and taqwa value, personality, intracurricular
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR BIDANG STUDI PAI SISWA KELAS X DI SMA MA’ARIF BULAKAMBA KABUPATEN BREBES Muhammad Faillah; Saefudin Zuhri; Iwan Iwan
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v2i2.2078

Abstract

ABSTRAKKepribadian adalah sebuah kata yang menandakan ciri pembawaan dan pola kelakuan seseorang yang khas bagi peribadi itu sendiri. Kepribadian melipti tingkah laku, cara berfikir, perasaan, gerak hati, usaha, aksi, tanggapan terhadap kesempatan, tekanan dan cara sehari-hari dalam berintraksi dengan orang lain. Jika unsur-unsur kepribadian ini menyatakan diri dalam kombinasi yang berulang-ulang secara khas dan dinamis maka hal demikian dikenal dengan nama gaya kepribadian. Keberhasilan sebuah pendidikan tidak terlepas dari kepribadian guru yang akan berdampak pada motivasi belajar siswa. Karena guru sebagai suri teladan bagi siswa. Akan tetapi pada kenyataanya masih banyak siswa yang belum sesuai harapan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Memperoleh tentang kepribadian guru bidang studi Pendidikan Agama Islam di SMA Ma’arif Bulakamba Kabupaten Brebes. 2) Memperoleh tentang motivasi belajar siswa di SMA Ma’arif Bulakamba kabupaten Brebes. 3) Memperoleh bagaimana kompetensi kepribadian guru dan pengaruhnya terhadap motivasi belajar bidang studi PAI siswa kelas X di SMA Ma’arif Bulakamba Kabupaten Brebes.Penelitian ini berawal dari kerangka pemikiran bahwa kompetensi kepribadian guru dan motivasi belajar saling mempengaruhi antara pendidik dan peserta didik untuk menumbuhkan motivasi belajar bidang studi PAI di SMA Ma’arif Bulakamba Kabupaten Brebes.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kuantitatif, dan uji korelasi.Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu, kompetensi kepribadian guru di SMA Ma’arif Bulakamba Kabupaten Brebes, memperoleh  rata-ratanya 2289  termasuk dalam wilayah kadang-kadang dengan nilai 67%. Motivasi belajar SMA Ma’arif Buakamba Kabupaten Brebes, memperoleh rata-ratanya 1575 termasuk dalam wilayah Kadang Kadang dengan nilai 58%. Hubungan kompetensi kepribadian guru dan pengaruhnya terhadap motivasi belajar menunjukkan nilai korelasi yang mencapai % yang menunjukkan pada korelasi yang lemah atau rendah karena berada pada interval 0,40-0,70 dan nilai kontribusi determinasi  yaitu dengan nilai prosentase sebesar 0,25% sedangkan sisanya sebesar 99,75% dipengaruhi faktor lain.  Kata Kunci: Kepribadian dan Motivasi Belajar

Page 8 of 20 | Total Record : 194