cover
Contact Name
Iche Andriyani Liberty
Contact Email
iche.aliberty@gmail.com
Phone
+6281215461615
Journal Mail Official
mksfkunsri@gmail.com
Editorial Address
Editorial Office Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Jl. Dr. Moehammad Ali Kompleks RSMH Palembang 30126, Indonesia Telp. 0711-316671, Fax.: 0711-316671 Email:mksfkunsri@gmail.com
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Majalah Kedokteran Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 08523835     EISSN : 26850486     DOI : https://doi.org/10.36706/mks.v52i4
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Sriwijaya (MKS) is published by Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya since 1962. MKS is a peer-reviewed, multidisciplinary and scientific journal which publishes all areas regarding medical sciences. The covered research areas as follows : Microbiology Pathology Surgery Ophthalmology Gynecology and Obstetrics Psychiatry Anesthesia Pediatrics Orthopedics Anatomy Physiology Biochemistry Pharmacology Biophysics Endocrine and Metabolism Mental Health Forensic Medicine Medical Education Research Methodology Medical Ethics Nursing Community Medicine Public Health
Articles 229 Documents
RISK FACTORS OF POSTPARTUM HEMORRHAGE IN RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN Feisal Moulana; Abarham Martadiansyah; Iche Andriani Liberty
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 2 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i2.8534

Abstract

Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematianibu yaitusebanyak 25 - 30% di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Hal tersebut dikarenakan banyaknya faktor risiko yang mempunyai hubungan dengan kejadian perdarahan postpartum, maka dari itu penelitian mengenaifaktor risiko terhadap kejadian perdarahan postpartum perlu dilakukan.Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik menggunakan desain cross sectional.Sampel analisis dalam penelitian ini ialah pasien melahirkan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 200 subjek yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien di bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, lalu dianalisis menggunakan uji statistik chi-square dan regresi logistic biner dengan menggunakan STATA Ver. 15.Kasus perdarahan pospartum di RSUP Dr. Mohammad Hoesin pada periode 1 Januari 2015 – 31 Desember 2017 adalah 27,00%. Faktor risiko yang mempunyai hubungan dengan kejadian perdarahan postpartum adalah status gravida ibu (OR=18,532), status paritas ibu (OR=0,075), berat badan bayi lahir (10,825), dan hamil kembar (OR=0,116).Status gravida ibu, status paritas ibu, berat badan bayi lahir besar, dan hamil kembar merupakan faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya perdarahan postpartum di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Hubungan Polimorfisme Gen Reseptor Angiotensin II Tipe 1 1166 A/C Dengan Kejadian Preeklampsia Eka Rahmadhayanti; Lusia Hayati; Mgs. Irsan Saleh
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 1 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i1.2682

Abstract

Latar Belakang:Preeklampsia adalah kelainan multisistem spesifik pada kehamilan yang ditandai oleh timbulnya hipertensi dan protein uria setelah umur kehamilan 20 minggu. Di Indonesia, preeklampsia merupakan salah satu penyebab kematian maternal disamping perdarahan dan infeksi dengan angka kematian sebesar 30-50%. Polimorfisme gen reseptor angiotensin II Tipe 1 akan meningkatkan aktivitas angiotensin II sehingga terjadi kerentanan terhadap kejadian hipertensi esensial.Tujuan penelitian:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan polimorfisme gen reseptor angiotensin II tipe 1 1166 A/C dengan kejadian preeclampsia. Metode:Penelitian ini dilakukan mulai bulan April sampai dengan Juli 2013 dengan melibatkan 35 responden kelompok kasus dan 35 responden kelompok kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan studi kasus kontrol.Pemeriksaan genotip gen reseptor angiotensin II tipe 1 dilakukan dengan menggunakan Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorfism (PCR-RFLP). Hasil:Tidak ada hubungan yang bermakna pada karakteristik paritas, gravida dan tingkat pendidikan responden. Didapatkan ada hubungan yang bermakna pada riwayat hipertensi dalam keluarga yang diamati antara kelompok kasus dan kontrol dengan kejadian preeklampsia. Frekuensi genotip pada kelompok kasus adalah AA91,4%, AC8,6% dan kontrol adalah AA88,6%, AC11,4%. Frekuensi alel pada kelompok kasus yaitu A95,7%, C4,3% dan kontrol yaitu A94,7%, alel C5,3%. Polimorfismegenotip gen reseptor angiotensin II tipe 1 1166 A/Ctidak berhubungan dengan kejadian preeklampsia (nilai p=1,000). Tidak ada hubungan bermakna antara alel C pada gen reseptor angiotensin II tipe 1 dengan kejadian preeklampsia (p=1,000). Kesimpulan:Dari hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan yang bermakna antara polimorfisme genotip dan allotipe reseptor angiotensin II tipe 1 1166 A/C dengan kejadian preeklampsia.
Perubahan Rerata Tekanan Arteri Mahasiswa Program Studi Kedokteran Overweight Dan Normal Setelah Melakukan Aktifitas Fisik Mathius Karina; Budi Santoso; Eddy Roflin
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 3 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v50i3.8558

Abstract

Overweight sedang dalam tren peningkatan. Salah satu terapi untuk overweight adalah aktifitas fisik. Tekanan darah memiliki hubungan dengan overweight dan aktifitas fisik. Rerata tekanan arteri merupakan salah satu komponen penting tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perubahan rerata tekanan arteri setelah melakukan aktifitas fisik pada mahasiswa dengan tubuh overweight dan mahasiswa dengan tubuh normal. Penelitian eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test control group design dilakukan di kampus Madang Fakultas Kedokteran Unsri pada bulan November 2017. Sebanyak 29 mahasiswa dengan indeks massa tubuh (IMT) normal dan 29 mahasiswa IMT overweight diberi perlakuan berupa Harvard Step Test. Uji-t independen dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS versi 22. Perubahan rerata tekanan arteri pada responden kelompok IMT normal adalah 9,97±10,71 mmHg dan pada kelompok IMT overweight adalah 11,31±7,99 mmHg. Hasil uji statistik pada penelitian ini diperoleh nilai p=0,59 (p>0,05). Perubahan rerata tekanan arteri setelah aktifitas fisik antara mahasiswa dengan tubuh normal dan dengan tubuh overweight tidak berbeda signifikan. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel denyut jantung dan dengan dua kelompok usia yang berbeda. 
Hubungan Kadar Visfatin Serum dan Tingkat Keparahan Psoriasis di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Ayu Parameswari; M. Athuf Thaha; Soenarto Soenarto; R.M. Suryadi Tjekyan
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 3 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i3.2706

Abstract

Psoriasis merupakan penyakit kulit kronik ditandai perubahan kulit tipikal. Patogenesis diduga berhubungan dengan aktivasi sel T helper (Th)1, Th17, dan Th22 serta inhibisi regulatory T lymphocytes (Treg). Visfatin merupakan protein yang dihasilkan oleh white adipose tissue, diduga memiliki peran dalam modulasi respon imun dan inflamasi sehingga mempengaruhi tingkat keparahan psoriasis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar visfatin serum dengan tingkat keparahan psoriasis. Penelitian observasional analitik laboratorik dengan rancangan potong lintang dilakukan pada bulan Februari sampai dengan April 2014 di Poliklinik IKKK Divisi Alergo Imunologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Empat puluh pasien yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan sebagai subjek penelitian secara consecutive sampling. Pada semua subjek penelitian dilakukan pemeriksaan kadar visfatin serum dan penilaian keparahan klinis psoriasis berdasarkan total skor PASI. Korelasi positif kuat antara PASI dan kadar visfatin serum menggunakan Pearson correlation (0.089, p = 0.000), terdapat perbedaan signifikan skor PASI pada kadar visfatin serum normal dan tinggi menggunakan Student’s t test (p = 0.000). Analisis regresi ganda menunjukkan hanya kadar visfatin serum yang berhubungan dengan PASI (p = 0.001 dan p = 0.000). Kadar visfatin serum dapat menjadi faktor prediktor tingkat keparahan psoriasis berdasarkan skor PASI.
Idiopathic Bilateral Simultaneous Facial Nerve Palsy (B-FNP) Theresia Christin; Ratri Wulandari; Luther Theng; Selly Marisdina
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 1 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v52i1.11426

Abstract

Background: Bilateral facial nerve palsy (B-FNP) is a rare clinical manifestation with incidence of 1 per 5 million people. Furthermore, it approximately accounts for 0.3 – 2 % of facial palsy cases. This B-FNP case is intricate in the diagnosis, finding the aetiology, and treatment that need hospitalization. Case Report: A male 64-year-old with bilateral facial nerve palsy that happened suddenly followed by difficulty in closing both eyes and facial abnormality without clear cause within 7 days of onset. Risk factor is hypertension stage 2. During neurological examination, there was bilateral peripheral facial nerve palsy grade IV in right side and grade III in the left side (House Brackmann grading system) that was not followed by other cranial nerve abnormality and motoric examination is normal. Supporting examinations such as lumbar puncture, thorax photo, and head MRI with contrast shows normal result. ENMG examination shows absent of blink reflex. Prednisone 60 mg orally was given with tapering off dosage 10 mg per day. Patient was hospitalized for 12 days and was discharge with good clinical improvement with bilateral peripheral facial nerve paralysis grade II in right side and grade I in left side. Conclusion: Bilateral facial nerve paralysis is a rare clinical manifestation and challenging in diagnosis. It is important to have a differential diagnosis in cases with bilateral cranial nerve palsy. Careful physical examination and appropriate supporting examinations such as laboratory and radiology in necessary to evaluate the underlying cause.
Pola Kepekaan Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Anak Terhadap Antimikroba Indri Seta S; Hertanti Indah L; Rizka Rizka
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 2 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v47i2.2748

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi yang sering terjadi pada anak dan perlu mendapatkan perhatian serius. Untuk memberantas infeksi dan mencegah komplikasi lebih lanjut perlu diberikan antimikroba sesuai hasil biakan urin dan kepekaan kuman. Dalam dekade terakhir ini, resistensi bakteri penyebab ISK pada anak terhadap antimikroba semakin meningkat sehingga perlu dilakukan penelitian terbaru mengenai hal ini. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi RSMH dengan mengambil arsip rekam medik berupa hasil biakan urin dan kepekaan bakteri terhadap antimikroba pada pasien  anak yang diperiksa selama tahun 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa E. coli merupakan jenis bakteri terbanyak yang ditemukan (34,3%), diikuti oleh S. aureus (18,9%), dan K. pneumoniae (16,3%. E. coli merupakan jenis bakteri terbanyak pada anak laki-laki (30%) maupun anak perempuan (68%). E. coli juga merupakan jenis bakteri terbanyak yang ditemukan pada anak usia 0-12 tahun. S. aureus merupakan jenis bakteri terbanyak yang ditemukan pada anak usia 12-18 tahun. E. coli dan K.pneumoniae masih sensitif terhadap amikasin, imipenem tetapi telah resisten terhadap kotrimoksazol dan seftriakson, sedangkan S. aureus masih sensitif terhadap vankomisin dan amiksasin tetapi telah resisten terhadap penisilin dan ampisilin. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar bakteri penyebab ISK pada anak di RSMH masih sensitif terhadap amikasin dan imipenem, tetapi sebagian besar juga telah resisten terhadap kotrimoksazol dan seftriakson.
Pola Sidik Bibir pada Suku Palembang Berdasarkan Jenis Kelamin Nadya Aviodita; Legiran Legiran; Indri Seta Septadina
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 4 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v49i4.8522

Abstract

Sumatera Selatan yang merupakan bagian dari Indonesia dikenal dengan keanekaragaman individu dengan ciri khas masing-masing yang unik pada setiap sukunya, diantaranya suku Palembang. Ciri khas tersebut salah satunya dapat dilihat dari pola sidik bibir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan pola sidik bibir antara laki-laki dan perempuan pada suku Palembang. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional deskriptif potong lintang. Sebanyak 140 subjek penelitian yang berasal dari suku Palembang diwilayah kota Palembang diambil pola sidik bibirnya. Pengambilan dilakukakan dengan penggunaan pewarna bibir yang selanjutnya ditempelkan pada selotip transparan. Sidik bibir yang dianalisis pada bagian pertengahan bibir bawah dengan lebar 10 mm menggunakan klasifikasi Suzuki dan Tsuchihashi. Pola yang dianalisis berupa pola berpotongan, pola retikuler, garis vertikal, garis bercabang, dan bentuk lainnya. Pola sidik bibir tipe IV (23,6%) merupakan pola sidik bibir yang paling banyak muncul pada laki-laki dan tipe I’ (24,3%) paling banyak muncul pada perempuan. Pola tipe I (11,4%) paling sedikit ditemuakan pada perempuan dan pola tipe V (7,9%) paling jarang ditemukan pada laki-laki. Pola tipe vertikal sebagian lebih banyak ditemukan pada perempuan dan pola tipe retikuler lebih banyak ditemukan pada laki-laki.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Pare(Momordica Charantia,L)Terhadap Struktur Histologi Testis dan Epididimis Tikus Jantan (Rattus Norvegicus) Spraque Dawley® Siti Cholifah; Arsyad Arsyad; Salni Salni
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 2 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i2.2697

Abstract

Senyawa aktif yang terdapat dalam pare yaitu kukurbitasin yang termasuk golongan glikosida tripenoid diduga bekerja menghambat perkembangan sel spermatogenik melalui efek sitotosik  dan melalui efek hormonal.Tujuan Penelitian untuk mengukur dan menganalisis berat serta struktur histologis testis dan epididimis tikus jantan(Rattus Novergicus) Sprague Dawley® akibat pemberian ekstrak pare (Momordica charantia, L). Penelitian ini dilaksanankan pada bulan Maret sampai Agustus tahun 2013 di Laboratorium Bersama PPSUnsri dan membuat preparat histopatologi di laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit RK. Charitas  Palembang sementara untuk hasil pengamatannya dilakukan di Bagian Biologi Kedokteran Universitas Sriwijaya.Rancangan penelitian yang dipakai adalah Random Alokasi Desain, menggunakan 24 ekor tikus jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yang masing-masing kelompok terdiri atas 6 tikus jantan. Setiap kelompok diberi perlakuan ekstrak Pare 15mg/100gBB, 25mg/100gBB, 50mg/100gBB dan utk kelompok kontrol diberi saline fisiologis, pemberian dilakukan dengan cara sonde oral. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata berat testis dan epididimis, penurunan rata-rata diameter tubulus seminiferus, penurunan rata-rata tebal  epitel germinal tubulus seminiferus serta penipisan ketebalan epitel epididimis antara kelompok kontrol dengan kelompok yang diberi ekstrak pare. Tebal epitel germinal tubulus seminiferus pada hasil uji pos hoct tes antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan sama-sama sebesar 0,000 artinya ada perbedaan yang sangat signifikan tebal epitel germinal tubulus seminiferus antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Begitupun pada tebal epitel epididimis, pada hasil uji pos hoct test didapatkan nilai p 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak pare dapat menurunkan diameter tubuli dan tebal epitel germinal tubulus seminiferus serta tebal epitel epididimis secara bermakna (p= 0,000). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak pare dapat menurunkan berat testis, berat epididimis,  diameter tubulus seminiferus, tebel epitel germinal tubulus seminiferus dan tebal epitel epididimis. Hasil signifikan terlihat pada dosis 25mg/100 gBB dan 50mg/100gBB.
The Dominant Factors of High Scabies Incidence In Indralaya Islamic Boarding School Students South Sumatera, Indonesia Salvari Gusti Ayu Dwi Putri; Ahmad Ghiffari; Chairil Anwar; Rico Januar Sitorus
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 4 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i4.10237

Abstract

Scabies is a skin disease caused by infestation towards Sarcoptes scabiei, the condition locally known as "kudis", occurring easily in moist and densely populated vicinities. Kudis was classified into one of the top 10 most prevalent diseases of Ogan Ilir District in 2014. This research was conducted to analyse the relation between air quality and personal hygiene towards the incidences of scabies among students of boarding school Al Ittifaqiah, Indralaya. This research was an epidemiological method using cross-sectional analytic approach, conducted in March 2016. The population were all students of boarding school (1.859 individuals) and the samples selected were 200 respondents with proportional stratified random sampling. The measuring instruments were cardinal scabies physical diagnostic and questionnaire of demographic interviewing, and air quality observation. Obtained results were then analysed with Chi-Square, Logistic Regression Statistical Tests, and correspondence analysis. The result of scabies prevalence was 74.0%. The statistical test has shown that all free variables present relation towards the occurrence of scabies with the p-value < 0.05 except for the variables of temperature and humidity. Logistic Regression testing result yielded the free variable bearing the most dominant influence towards scabies incidence, which was the residential density (OR: 8.117; 95% CI: 3.176-20.745), ventilation (6.712; 1.323-34.066) and age (3.246; 1.555-6.775). The significant relationship of residential density, ventilation, and age towards the occurrence of scabies should be further investigated in order to prepare for elimination programs. 
Angka Kejadian Persalinan Preterm pada Ibu dengan Preeklampsia Berat dan Eklampsia di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2013 Gina Sonia Fensilia Yolanda; Putri Mirani; Swany Swany
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v47i1.2738

Abstract

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012 angka kematian ibu tercatat mencapai 259 kematian per 100.000 kelahiran hidup, dan 0,4% sampai dengan 7,2% disebabkan oleh preeklampsia. Tanpa perawatan yang tepat, preeklampsia dapat menimbulkan komplikasi yang serius diantaranya persalinan preterm dan kematian ibu. Sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui angka kejadian persalinan preterm pada ibu dengan preeklampsia berat dan eklampsia di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional (potong lintang), dan didapatkan sebanyak 652 kasus preeklampsia berat dan eklampsia dan 135 bersalin pada usia kehamilan kurang bulan. Dari 135 sampel penelitian (60,0%) melahirkan pada usia reproduksi, (58,5%) multigravida, (42,2%) nullipara dan (69,6%) bersalin pada usia kehamilan 33 sampai dengan 36 minggu. Kesimpulan dari penelitian ini angka kejadian persalinan preterm pada ibu dengan preeklampsia berat dan eklampsia di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2013 (20,70%).

Filter by Year

2014 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 55, No 1 (2023): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 4 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 3 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 2 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 1 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 3 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 2 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 1 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 4 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 3 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 2 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 1 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 4 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 3 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 2 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 1 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 4 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 3 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 2 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 1 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 4 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 3 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 2 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 1 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 2 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 4 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 3 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 2 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 1 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya More Issue