cover
Contact Name
Iche Andriyani Liberty
Contact Email
iche.aliberty@gmail.com
Phone
+6281215461615
Journal Mail Official
mksfkunsri@gmail.com
Editorial Address
Editorial Office Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Jl. Dr. Moehammad Ali Kompleks RSMH Palembang 30126, Indonesia Telp. 0711-316671, Fax.: 0711-316671 Email:mksfkunsri@gmail.com
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Majalah Kedokteran Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 08523835     EISSN : 26850486     DOI : https://doi.org/10.36706/mks.v52i4
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Sriwijaya (MKS) is published by Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya since 1962. MKS is a peer-reviewed, multidisciplinary and scientific journal which publishes all areas regarding medical sciences. The covered research areas as follows : Microbiology Pathology Surgery Ophthalmology Gynecology and Obstetrics Psychiatry Anesthesia Pediatrics Orthopedics Anatomy Physiology Biochemistry Pharmacology Biophysics Endocrine and Metabolism Mental Health Forensic Medicine Medical Education Research Methodology Medical Ethics Nursing Community Medicine Public Health
Articles 229 Documents
ANALYSIS OF FREE SEX BEHAVIOR IN SENIOR HIGH SCHOOL Ayu Widiyanti; Dianita Ekawati; Helen Evelina
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 4 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v52i4.13838

Abstract

Sexual behavior is all behavior driven by sexual desire. The purpose of this study was to analyze free sexual behavior in students at senior high scholl. The population in this study were all students at SMA Negeri 1 Muara Telang and the sample taken in this study was 83 respondents using probability sampling techniques, with a proportionate stratified random sampling. Research shows that there is a relationship between free sex behavior in adolescents with the role of school (P = 0.002, OR = 5,278, 95% CI = 1.8-14.7), the role of peers (p = 0.002, OR = 5.769.95% CI = 1.9- 17), knowledge (p = 0.004, OR = 5.280, 95% CI = 1.7-16), exposure to pornography (p = 0.004, OR = 5,280.95% CI = 1.7-16 ), attitude (P = 0.001, OR = 6.109.95% CI = 2.1-17), use of technology (p = 0.000, OR = 49.263, 95% CI = 6.19-392), Family support (p = 0.002, OR = 5,278, 95% CI = 1.8-14.7) and there was no relationship between free sex behavior and lifestyle (P = 0.082, OR = 2.612.95% CI = 0.9-6.8). With the most dominant variable in free sex behavior, the use of technology has a p-value of 0.003 and OR = 57,631, meaning that respondents who have free sex behavior have a 57,631 times greater risk of free sex behavior among SMA Negeri 1 Muara Telang students, Banyuasin Regency in 2020.The most dominant factor or the factor that most influences free sex behavior is the use of technology because the rapid development of technology makes it easier to find information on things that are negative or positive. It is recommended that schools monitor the use of technology in SMA Negeri 1 Muara Telang by appealing to parents to assist in the use of technology media.
Efek Antiinflamasi Ekstrak Air Daun Mali-mali (Leea indica) Terhadap Jumlah Leukosit Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Afkur Mahesa Nasution; MT. Kamaluddin; Theodorus Theodorus
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 3 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v49i3.8507

Abstract

Selama ini pengobatan inflamasi umumnya didominasi oleh obat-obat AINS (Antiinflamasi Nonsteroid). Penggunaannya yang kerap tidak tepat dapat memunculkan keluhan-keluhan berupa gangguan pencernaan, hati, dan ginjal. Saat ini, penelitian yang bertujuan untuk mencari alternatif pengobatan inflamasi yang bersumber dari bahan alami sudah banyak dilakukan. Ekstrak air daun Mali-mali (Leea indica) mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, tannin, alkaloid, dan saponin. Kandungan flavonoid ini yang diduga berperan pada proses antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak air daun Mali-mali sebagai antiinflamasi. Penelitian eksperimental, in vivo dengan metode Pre-test and Post-test.  Penelitian dilakukan sejak 27 Desember 2016 sampai 7 Januari 2017 di Laboratorium Bio Sains Riset. Sampel berupa 30 ekor tikus putih jantan yang memenuhi kriteria inklusi, dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan menggunakan Kalium Diklofenak sebagai kontrol positif dan aquades sebagai kontrol negatif, serta ekstrak air daun Mali-mali (Leea indica) yang dibagi ke dalam 3 konsentrasi dosis, yaitu: 100 mg/KgBB, 200 mg/KgBB dan 400 mg/KgBB. Uji antiinflamasi dilakukan dengan cara membandingkan jumlah leukosit darah tikus sebelum dan sesudah diberi perlakuan.Ekstrak air daun Mali-mali (Leea indica) mempunyai efek antiinflamasi dimulai dari dosis terkecil 100 mg/KgBB sampai dosis terbesar 400 mg/KgBB. Uji kesetaraan menunjukkan ekstrak air daun Mali-mali 16,514 mg/KgBB setara dengan 5,56 mg/KgBB Kalium Diklofenak.Ekstrak air daun Mali-mali (Leea indica) mempunyai efek antiinflamasi, dilihat dari jumlah leukosit darah tikus yang turun setelah diberikan perlakuan. 
Pengaruh Penyuluhan Personal Hygiene terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Menstruasi dan Praktik Personal Hygiene Pada Siswi Kelas IX di SMP Negeri 24 Palembang danSMP Negeri 45 Palembang Nadia Mutiara; Budi Santoso; Irfannuddin Irfannuddin
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 2 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v50i2.8548

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa yang mengalami perubahan fisiologis, psikologis dan kognitif. Kemampuan kognitif remaja pada tahap perkembangan intelektual sangat mempengaruhi kemampuan mengamati ilmu pengetahuan. Pengetahuan adalah faktor terpenting dalam pembentukan perilaku dan tindakan. Remaja yang telah mengalami menstruasi akan berperilaku sehat seperti memelihara kesehatan dan kebersihan selama menstruasi. Menstruasi adalah kejadian alamiah yang terjadi pada wanita normal. Selama menstruasi, hal yang penting dilakukan adalah Personal hygiene seperti pembersihan area genitalia, penggunaan pembalut yang tidak terlalu lama, dan kebiasaan mencuci tangan setelah mengganti pembalut untuk mencegah infeksi yang ditimbulkan selama menstruasi.Penelitian ini merupakan suatu penelitian analitik dengan rancangan pre- dan post-intervention dengan control. Data penelitian ini didapat dengan cara dilakukan penyuluhan dan menggunakan kuesioner. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon, Uji Paired t-Test, Uji Mann whithney dan Uji Independent t-Test.Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan tentang menstruasi pada kelompok yang diberi penyuluhan termasuk baik yaitu sebanyak 75% yang mendapatkan nilai ?70 mengenai pengetahuan tentang menstruasi dan 85% yang mendapatkan nilai ?70 mengenai praktik personal hygiene. Dari hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan tentang menstruasi sebelum dan setelah penyuluhan personal hygiene (p=0,000), serta terdapat perbedaan yang signifikan antara skor praktik personal hygiene sebelum dan setelah penyuluhan personal hygiene (p=0,001).Terdapat pengaruh penyuluhan personal hygiene terhadap tingkat pengetahuan tentang menstruasi dan praktik personal hygiene pada siswi  kelas IX yang diberi penyuluhan di SMP Negeri 24 Palembang.
Angka Kejadian dan Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 di 78 RT Kotamadya Palembang Tahun 2010 R.M. Suryadi Tjekyan
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 2 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i2.2688

Abstract

Adanya perubahan status sosioekonomi dan nutrisi menyebabkan peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus tipe 2 yang berhubungan dengan gaya hidup penduduk. Diabetes melitus tipe 2 terkait dengan beberapa faktor resiko, diantaranya usia, jenis kelamin, riwayat keluarga dengan, dislipidemia, hipertensi, obesitas, tidak berolahraga, penderita kista ovarium, dan etnis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan angka kejadian dan menganalisa faktor resiko diabetes mellitus tipe 2 di 78 RT Kotamadya Palembang tahun 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalah Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) dengan desain secara cross sectional. Penelitian dilakukan  di 78 RT di Kotamadya Palembang sejak bulan Oktober sampai November 2010. Populasi pada penelitian ini adalah semua penduduk yang tinggal di 78 RT Kotamadya Palembang sedangkan sampel adalah semua penderita diabetes melitus tipe 2 yang berada di 78 RT  kotamadya Palembang. Angka kejadian penderita diabetes melitus tipe 2 di 78 RT di Kotamadya Palembang adalah sebanyak 401 (3.2%) penderita dari 12.501 total penduduk. Berdasarkan analisis multivariate (regresi logistik) didapatkan sepuluh variabel yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian diabetes mellitus, usia, pendidikan terakhir, IMT, konsumsi kopi, riwayat keluarga, nilai BSPP, BSS, riwayat kardiovaskular, dan hipertensi.
PERBANDINGAN METODE CERAMAH DENGAN METODE DEMOSTRASI TERHADAP HASIL BELAJAR PENGISIAN LEMBAR PARTOGRAF PADA MAHASISWA DIPLOMA III KEBIDANAN Deby Utami Siska Ariani
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 3 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i3.9202

Abstract

Asuhan Persalinan Normal (APN) sangat mengandalkan penggunaan patograf untuk deteksi dini, sehingga bisa mecegah dan mengurangi angka kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi baru lahir, dalam pendidikan kebidanan dapat membantu calon bidan untuk menolong persalinan secara bersih dan aman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar pengisian lembar patograf dengan menggunakan metode ceramah dan metode diskusi pada Mahasiswa Diploma III Kebidanan. Rancangan penelitian yang digunakan metode quasi eksperimen semua mahasiswa kebidanan semester III tahun ajaran 2018/2019. Sedangkan sampel penelitian yaitu semua mahasiswa kebidanan semester III tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 71 orang. Variabel penelitian meliputi variabel independen yaitu metode ceramah dan metode demonstrasi serta variabel dependen hasil belajar pengisian lembar patograf. Hasil penelitian didapatkan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang menggunakan metode ceramah adalah 71,43 ± 8,624 lebih kecil dari rata-rata hasil belajar mahasiswa dengan menggunakan metode demonstrasi adalah 77,43± 9,654. Hasil uji statistik diperoleh p value = 0,008< ? 0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar mahasiswa dengan menggunakan metode ceramah dan metode demonstrasi. Jadi, pada hipotesis yang mengatakan bahwa ada perbedaan antara metode ceramah dan metode demonstrasi terbukti secara statistik. Diharapkan penelitian ini dapat membantu mahasiswa kebidanan dalam pendokumentasian kebidanan khusunya patograf, sehingga hal ini dapat membantu mahasiswa dalam mendeteksi dini terhadap kasus-kasus kebidanan dan apabila selesai dari menempuh pendidikan kebidanan dapat menjadi bidan yang terampil dalam mengisi patograf.
Prevalensi Entropion di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Atifatur Rachmania; Elza Iskandar; Yan Effendi Hasyim
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 4 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i4.2721

Abstract

Entropion adalah kelainan palpebra dimana terjadi pelipatan dari tepi palpebra ke arah dalam bola mata sehingga akan menyebabkan gesekan dari tepi palpebra, bulu mata, dan kulit palpebra terhadap kornea dan akan menimbulkan gejala iritasi, keratitis mikroba, ulserasi kornea hingga terjadi kehilangan penglihatan. Belum ada data mengenai prevalensi dan karakteristik penderita entropion di Poliklinik Mata RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan  prevalensi dan karakteristik penderita entropion di Poliklinik Mata RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis.Dari Januari 2010-Desember 2012 didapatkan 12 kasus entropion dengan prevalensi tiap tahunnya berturut-turut sebesar 0,031%, 0,079%, dan 0,134%. Kasus entropion pada perempuan (58,3%) dan pada laki-laki (41,7%). Dari 12 pasien entropion, 6 pasien entropion involusional (50%), 5 pasien entropion sikatrik (41,7%), dan 1 pasien entropion kongenital (8,3%). Terjadi peningkatan prevalensi entropion dari tahun 2010 hingga 2012 walaupun prevalensinya <1 %. Entropion lebih sering ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki. Klasifikasi entropion yang paling sering ditemukan adalah entropion involusional.
COMPARISON OF HONEY EFFECTIVNESS WITH SILVER SULFADIAZINE 1% ON THE FORMATION OF EPITHELIAL POST DEEP DERMAL BURNS INJURY AT RATS Chandra Boby Hadinata; Abda Arif; Irfannudin Irfannudin
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 3 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v52i3.12512

Abstract

This study is an experimental animal study that assesses the difference in effectiveness of healing deep dermal burns using 1% honey and silver sulfadiazine. The subjects of this study were rats that had deep dermal burns on their backs which were then treated with 1% honey and silver sulfadiazine. Then the epithelialization thickness was measured using a microscope. In this study, the results showed that in the honey administration group epithelium occurred with an average of 1.111±0.298 or 49.42%, whereas in the silver sulfadiazine 1% cream group epithelium had occurred with an average of 1,100 ±0.336 or 50.57%. There was no statistically significant difference between honey epithelium with silver sulfadiazine cream 1% on the 4th day with a value of ? = 0.921. In the Honey giving group epithelium occurred with a mean of 1.496±0.225, meaning that the epithelium increased by 20.92 ± 5.57%. In the group giving 1% silver sulfadiazine cream epithelium occurred on the 7th day with a mean of 1.362±0.166, meaning that the epithelial increase was 16.12 ± 10.42%. There were no statistically significant differences on the 7th day epithelium with a value of p = 0.171. Comparison of 10th day Epithelial Thickness between Honey Giving Group and SSD cream 1%, In the Honey group, epithelium occurred with an average of 1.746 ± 0.314, meaning that the epithelium increased by 12.12 ± 2.02%, whereas in the silver sulfadiazine 1% group, epithelium occurred with an average of 1.758 ± 0.244, meaning that the epithelium increased by 12.12 25 ± 0.89%. There was no statistically significant difference in epithelium on the 10th day with a value of p = 0.926. Honey and Silver 1% sulfadiazine cream have the same effectiveness against epithelial formation in deep dermal burns. Giving honey can be recommended as a treatment for deep dermal burns because it has the effectiveness of epithelial formation in deep dermal burns. Further research needs to be done on the higher degree of burns as well as research on the side effects that may be caused during honey administration. Further studies standardize the composition and effective dose of honey for the treatment of burns so that it is used by the standard treatment standards for burns.
Dampak promosi kesehatan Kawasan Tanpa Rokok di Bandara Sultan Dwi Indah Lestari
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 1 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v49i1.8321

Abstract

Efek buruk asap rokok lebih besar bagi perokok pasif dibandingkan perokok aktif. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah pengamanan rokok bagi kesehatan, diantaranya melalui penetapan Kawasan Tanpa Rokok. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II adalah bandara internasional dan salah satu tempat Kawasan Tanpa Rokok yang memiliki sejumlah promosi kesehatan tentang Kawasan Tanpa Rokok. Penelitian ini bertujuan Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dampak promosi kesehatan kawasan tanpa rokok di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode in-depth interview (wawancara mendalam) dan observasi. Informan penelitian ini sebanyak 7 orang ditentukan secara purposive sampling. Analisis dampak promosi kesehatan menggunakan konsep Health-Belief Model (perceived susceptibility, perceived seriousness/severity, perceived benefit, perceived barriers, cues to action, self-efficacy). Penelitian ini dilakukan dengan metode in-depth interview (wawancara mendalam) dan observasi. Analisis dampak promosi kesehatan menggunakan konsep Health-Belief Model. Terdapat dampak dari promosi kesehatan kawasan tanpa rokok di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pada pekerja dan pengunjung. Persepsi kerentanan pada pekerja yaitu merasa rentan terkena sanksi KTR. Persepsi kerentanan pada pengunjung yaitu merasa rentan membahayakan kesehatan orang lain dan lingkungan. Persepsi keseriusan/keparahan pada pekerja dan pengunjung yaitu merasa berbahaya kebakaran dan mengganggu penerbangan. Persepsi manfaat pada pekerja yaitu keselamatan bandara dan penerbangan. Persepsi manfaat pada pengunjung yaitu dapat terhindar dari asap rokok. Persepsi hambatan pada pekerja dan pengunjung yaitu kecanduan, kurang kesadaran, dan kurang pemahaman mengenai KTR. Pemicu untuk bertindak pada pekerja dan pengunjung adalah teguran dari petugas. Kemampuan diri pada pekerja dan pengunjung karena memahami peraturan dan menaatinya.
KARAKTERISTIK PASIEN FRAKTUR SUPRAKONDILER HUMERUS PADA ANAK DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG PERIODE 2014-2017 M Farhan Habiburahan; Rendra Leonas; Joko Marwoto
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 1 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v50i1.8539

Abstract

Fraktur suprakondiler humerus merupakan salah satu fraktur ekstremitas atas tersering pada usia anak-anak dengan prevalensi tinggi terhadap timbulnya komplikasi cidera neurovaskular maupun deformitas cubitus varus. Meskipun fraktur suprakondiler humerus umum dijumpai pada usia anak-anak, hingga saat ini data mengenai karakteristiknya masih sedikit di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik pasien anak-anak dengan fraktur suprakondiler humerus di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah rekam medik pasien anak-anak dengan fraktur suprakondiler humerus baik yang rawat jalan maupun rawat inap di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari 2014 hingga Desember 2017 yang memenuhi kriteria inklusi untuk diidentifikasi karakteristiknya. Distribusi pasien terbanyak ditemukan pada kelompok usia 1-4 (34,6%) dan 5-9 tahun (34,6%)  serta jenis kelamin laki-laki (61,5%). Klasifikasi fraktur tipe fleksi (92,3%) ditemukan paling banyak diikuti oleh klasifikasi fraktur Gartland tipe 3 (57,7%). Kebanyakan pasien ditemukan dengan lengan kiri (57,7%) mengalami fraktur akibat trauma langsung (88,5%) pada sendi siku. Sebanyak 11 pasien (42,3%) mendapatkan penanganan di rumah sakit dalam rentang waktu < 1 minggu pasca trauma dan 2 pasien dengan riwayat pengobatan melalui traditional bone-setter. Semua pasien mendapatkan prosedur penanganan ORIF (open reduction internal fixation) dengan tambahan osteotomi pada 3 pasien (88,5%) karena komplikasi deformitas cubitus varus sebelum operasi. Fraktur suprakondiler humerus banyak ditemukan pada laki-laki dalam kelompok usia 1-4 dan 5-9 tahun. Masa pertumbuhan tulang, locus minoris suprakondiler humerus dan aktivitas pada anak laki-laki merupakan faktor-faktor yang mungkin memudahkan terjadinya fraktur suprakondiler humerus pada trauma ekstremitas atas. Keterlambatan penanganan dan jenis penanganan yang tidak tepat terhadap tipe fraktur menurut klasifikasi Gartland maupun klasifikasi ekstensi atau fleksi cenderung menyebabkan timbulnya komplikasi jangka panjang seperti deformitas cubitus varus. 
PREVALENSI PENGGUNAAN OBAT ANTI-INFLAMASINON-STEROID (OAINS) PEREDA DISMENOREDI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYAPALEMBANG Wulan Purnama Sari; Debby Handayati
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 3 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v50i3.8563

Abstract

Dismenore merupakan keluhan yang sering dialami pada wanita usia muda. Dismenore dalam berbagai tingkatan dapat menimbulkan dampak ringan hingga berat yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penderita cenderung mencari pengobatan untuk menghilangkan keluhan dismenorea.Obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) adalah pengobatan utama dismenore.OAINS terbukti efektif menghambat enzim siklooksigenase yang menyebabkan penurunan produksi prostaglandin sehingga mengurangi ketidak nyamanan pada dismenore. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi penggunaan OAINS sebagai pereda dismenore di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang angkatan 2014-2016. Jenis penelitian yang digunakanbersifat deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya angkatan 2014-2016 yang mengalami dismenore. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling. Data dideskripsikan untuk mengetahui prevalensi penggunaan OAINS sebagai pereda dismenore di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang angkatan 2014-2016. Terdapat 244 responden yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari usia 20 tahun pada 88 orang (36,1%), usia ? 21 tahun pada 86 orang (35,2%), dan usia ? 19 tahun 70 orang (28,7%). Prevalensi penggunaan OAINS sebesar 53,7% (131 responden) dengan efek samping minimal (4,6%) berupa nyeri ulu hati. Distribusi jenis OAINS sebagai berikut: asam mefenamat (74,8%), ibuprofen (18,3%), asetosal (6,1%), dan Na diklofenak (0,8%). Penggunaan OAINS adalah pilihan pengobatan utama (53,7%) sebagai pereda dismenore dengan efek samping minimal.

Filter by Year

2014 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 55, No 1 (2023): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 4 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 3 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 2 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 1 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 3 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 2 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 1 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 4 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 3 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 2 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 1 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 4 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 3 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 2 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 1 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 4 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 3 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 2 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 1 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 4 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 3 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 2 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 1 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 2 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 4 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 3 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 2 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 1 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya More Issue