cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2016)" : 10 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XII IPA MA PATRA MANDIRI PALEMBANG Nurfani Amalia; Fuad Abd. Rachman; A. Rachman Ibrahim
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8165

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas XII IPA MA Patra Mandiri Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Creative Problem Solving pada mata pelajaran kimia kelas XII IPA  MA Patra Mandiri Palembang dan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa melalui penerapan model Creative Problem Solving pada mata pelajaran dikimia  kelas XII IPA MA Patra Mandiri Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Siklus I terdiri dari 2 pertemuan, siklus II juga terdiri dari 2 pertemuan, dan siklus III terdiri atas 2 pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar siswa dan lembar observasi keaktifan siswa. Skor rata-rata tes hasil belajar siswa sebelum tindakan (T0) yaitu sebesar 68,8 dengan ketuntasan klasikal sebesar 55%. Skor rata-rata tes hasil belajar siswa siklus I (T1) sebesar 73,7dengan ketuntasan 62,5%. Siklus II (T2) diperoleh skor rata-rata tes hasil belajar siswa sebesar 76,6dengan ketuntasan 72,5%. Pada siklus III (T3) skor rata-rata tes hasil belajar siswa meningkat menjadi 84,3dengan ketuntasan 87,5%. Peneliti memberikan saran kepada guru dalam kegiatan belajar mengajar dikelas dengan menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) sebagai salah satu alternatife untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGARUH MODEL DISCOVERY-INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN KIMIA DI KELAS X SMA ITRAUDHATUL ULUM, SAKATIGA Arrahma Nurizka; Made Sukaryawan; Bety Lesmini
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8161

Abstract

Pengaruh Model Discovery-Inquiry Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Kimia di Kelas X SMA ITRaudhatul Ulum, Sakatiga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh model discovery-inquiry terhadap hasil belajar kimia siswa kelas X SMA IT Raudhatul Ulum, Sakatiga. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu dengan desain penelitian non equivalent (pretest and posttest) control group design. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas X1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X3 sebagai kelas kontrol. Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretest pada kelas eksperimen adalah 38,65 dan rata-rata posttest adalah 89,03 sedangkan nilai rata-rata pretest pada kelas kontrol adalah 41,24 dan rata-rata posttest 74,64. Hasil analisis uji hipotesis menggunakan uji t pada taraf signifikansi 5%, diperoleh thitung> ttabel yaitu (5,030) > (2,006). Dengan demikian Ho ditolak, berarti ada pengaruh model discovery-inquiry terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran kimia dikelas X SMA IT Raudhatul Ulum, Sakatiga. Disarankan bagi guru agar dapat menggunakan model discovery-inquiry.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTAL LEARNING SISWA KELAS X IPA 2 SMA NEGERI 1 INDRALAYA SELATAN Erica Alviyanti; K Anom W; M. Hadeli L.
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8167

Abstract

Penelitian tindakan kelas dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Indralaya Selatan yang berjumlah 39 siswa melalui penerapan model pembelajaran Experiential Learning. Penelitian dilakukan tiga siklus, setiap siklus dilakukan 2 kali pertemuan. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum tindakan (To) sebesar 59,20 dengan ketuntasan belajar sebesar 20,51% (8 siswa). Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata hasil belajar kimia siswa pada siklus I (T1) sebesar 68,28 dengan ketuntasan belajar sebesar 44,44% (16 siswa) dikarenakan penerapan model pembelajaran Experiential Learning. Pada siklus II (T2) skor rata-rata hasil belajar kimia siswa meningkat menjadi 74,33 dengan ketuntasan belajar sebesar 61,54% (24 siswa) dikarenakan siswa memberikan contoh kejadian sehari-hari yang berhubungan dengan materi. Siswa ditegur dan dibimbing dalam melakukan percobaan, observasi, diskusi, dan menjawab soal. Pada siklus III (T3) skor rata-rata hasil belajar kimia peserta didik meningkat menjadi 83,70 dengan ketuntasan belajar sebesar 89,19% (33 siswa) dikarenakan siswa mencari dan menuliskan informasi dari buku dan internet sebagai tambahan belajar sebelum menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan. Siswa yang melakukan percobaan, observasi, diskusi, dan menjawab soal diberikan skor tambah.  Keaktifan siswa juga mengalami peningkatan siklus I rata-rata keaktifan siswa sebesar 54,10% meningkat menjadi 63,67% pada siklus II dan pada siklus III rata-rata keaktifan siswa meningkat menjadi 79,18 %. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa pada mata pelajaran kimia materi stoikiometri kelas X IPA 2 SMA Negeri 1 Indralaya selatan dengan menggunakan model pembelajaran Experiential Learning. Disarankan untuk menggunkan model pembelajaran Experiential Learning ini agar hasil belajar siswa meningkat.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS BERPIKIR KRITIS PADA MATERI ELEKTROLISIS DAN KOROSI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA Ade Putri Prasetya; Tatang Suhery; Rodi Edi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8157

Abstract

Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Berpikir Kritis pada Materi Elektrolisis dan Korosi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Modul Elektrolisis dan Korosi Berbasis Berpikir Kritis untuk mahasiswa prodi pendidikan kimia khususnya pada mata kuliah Kimia Dasar II yang valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Development Research) dengan model pengembangan Rowntree yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Teknik pengumpulan data berupa lembar validasi, observasi, wawancara, angket dan tes hasil belajar. Hasil uji kevalidan modul dengan penilaian ahli materi yaitu 4 yang dikategorikan baik, ahli desain yaitu 3,8 dikategorikan cukup baik, dan ahli berpikir kritis yaitu 4,4 dikategorikan sangat baik. Pada tahap uji coba one to one diperoleh nilai kepraktisan sebesar 4,15 yang tergolong praktis dan pada tahap uji coba small group diperoleh nilai kepraktisan sebesar 4,37 yang tergolong sangat praktis. Pada uji coba lapangan field test dilakukan dengan membandingkan hasil belajar kelas eksperimen dengan kelas kontrol didapat hasil uji-t (thitung = 4,852) lebih besar dari (ttabel = 1,988). Dengan demikian, Ho ditolak, dimana terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara mahasiswa yang memperoleh perlakuan menggunakan modul kimia dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran tanpa menggunakan modul elektrolisis dan korosi berbasis berpikir kritis.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA BERDASARKAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KTSP PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI KELAS XI DI SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG Geby Riyanti Utami; Jejem Mujamil; Effendi Nawawi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8162

Abstract

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran KTSP  pada  Mata  Pelajaran Kimia di Kelas XI di SMA Srijaya Negara Palembang. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran KTSP di kelas XI IPA PLUS 1 SMA Srijaya Negara Palembang pada materi laju reaksi.Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan.Data hasil belajar siswa didapat dari tes hasil belajar. Rata-rata skor hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan (T0) sebesar 55,13 dengan ketuntasan sebesar 27,78%. Rata-rata skor hasil belajar siswa setelah penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran KTSP pada siklus I (T1) meningkat menjadi 72,56 dengan ketuntasan sebesar 61,11%. Pada siklus II (T2)  sebesar 83,56 dengan ketuntasan sebesar 88,88%. Dari hasil tersebut terlihat bahwa T2>T1>T0 sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Pelaksaan Pembelajaran KTSP, dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa.Disarankan bagi guru untuk menerapkan Rencana Pelaksaan Pembelajaran KTSP pada kegiatan pembelajaran di kelas agar hasil belajar siswa meningkat.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti menyarankan agar Rencana Pelaksaan Pembelajaran KTSP ini dapat diterapkan oleh guru-guru kimia dalam pembelajaran di kelas sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.
PENGEMBANGAN TES PILIHAN GANDA PIKTORIAL UNTUK MENGUKUR PENGUASAAN PENGETAHUAN FAKTUAL, KONSEPTUAL, DAN PROSEDURAL SISWA SMA PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN Wiwi Siswaningsih; Nahadi Nahadi; Deden Cahaya Kusuma
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8158

Abstract

Pengembangan Tes Pilihan Ganda Piktorial untuk Mengukur Penguasaan Pengetahuan Faktual, Konseptual, dan Prosedural Siswa SMA pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan.Penelitian yang dilakukan mengenai pengembangan tes pilihan ganda piktorial untuk mengukur penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural siswa SMA pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Majalengka dengan subjek penelitian berjumlah 74 siswa SMA yang telah mempelajari materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah instrumen tes pilihan ganda piktorialyang memenuhi kriteria dilihat dari segi validitas isi, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda yang dapat digunakan untuk mengukur penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural siswa SMA pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Penelitian ini dilakukan karena belum tersedia alat evaluasi yang menunjang implementasi kurikulum 2013 untuk mengukur penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Pengembangan dan Validasi. Pada penelitian ini, butir soal yang dikembangkan sebanyak 29 butir soal. Berdasarkan uji validitas isi dengan CVR, diperoleh 21 butir soal yang memenuhi kriteria validitas isi. Berdasarkan reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda, butir soal yang dikembangkan memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,721 yang masuk kriteria bagus, sebagian besar soal memiliki tingkat kesukaran yang masuk kriteria sedang, dan sebagian besar soal memiliki daya pembeda yang masuk kriteria cukup.Butir soal yang dikembangkan mampu digunakan untuk mengukur penguasaan pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, dan pengetahuan prosedural. Hasil angket terhadap siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan respon positif terhadap penggunaan tes piktorial.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN KONSEP MOL DI KELAS X SMA Elka Phia Herawati; Fakhili Gulo; H. Hartono
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8163

Abstract

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Interaktif untuk Pembelajaran Konsep Mol di Kelas X SMA. Lembar kerja peserta didik (LKPD) dengan materi konsep mol telah dikembangkan dan digunakan dalam pembelajaran di kelas X SMA Negeri 3 Palembang. Pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan model ADDIE (analysis, design, development, implemention, evaluation). Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, lembar angket dan tes hasil belajar. Validasi prototype I  diperoleh nilai validasi aspek materi adalah 4,75 (sangat valid), aspek pedagogik sebesar 4,60 (sangat valid) dan aspek media sebesar 4,00 (valid). Pada tahap ujicoba one to one terhadap prototype I diperoleh nilai kepraktisan sebesar 4,00 (praktis) dan ujicoba tahap small group terhadap prototype II diperoleh nilai kepraktisan sebesar 4,29 (sangat praktis). Pada ujicoba tahap field test terhadap keefektifan prototype III diperoleh rata-rata nilai N-gain sebesar 0,59 (sedang). Hasil penelitian ini yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) interaktif untuk pembelajaran konsep mol yang telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP TO GROUP EXCHANGE TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA MATERI ASAM BASA DI SMAN 1 INDERALAYA UTARA Zainal Zainal; S Sanjaya; D Desi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8159

Abstract

Pengaruh Model Pembelajaran Group to Group Exchange Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa pada Materi Asam Basa di SMAN 1 Inderalaya Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group to Group Exchange (GGE) terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi Asam Basa kelas XI SMAN 1 Inderalaya Utara. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu (quasy experimental) dengan desain penelitian non equivalent (pretest and posttest) control group design. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata posttest untuk 2 pertemuan pada masing- masing kelas yaitu, kelas eksperimen adalah 76.968 dan kelas kontrol adalah 72.656. Nilai posttest kelas eksperimen dan kontrol berdistribusi normal dan kedua varians tergolong homogen. Teknik analisis menggunakan uji-t pada taraf signifikan 5%, diperoleh bahwa t(hitung) >t(tabel), yakni (3,023) > (1,671). Hasil analisis data observasi menunjukkan rata-rata aktivitas siswa kelas eksperimen sebesar 70.25% dan kelas kontrol 61,60%. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan menggunakan Model pembelajaran GGE dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Berdasarkan uji statistik, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran GGE berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi Asam Basa kelas XI SMAN 1 Inderalaya Utara oleh karena itu dapat dijadikan model pembelajaran alternatif bagi Guru khususnya dalam pembelajaran kimia pada materi asam basa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK PADA PELAJARAN KIMIA DI KELAS XI MIA 3 SMAN 1 INDRALAYA M. Mutiara; Andi Suharman; Iceng Hidayat
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8164

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik pada Pelajaran Kimia di Kelas XI MIA 3 SMAN 1 Indralaya.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada pelajaran kimia kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Inderalaya melalui  penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali  pertemuan. Data didapat melalui tes pemahaman konsep peserta didik yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Terjadi peningkatan pemahaman konsep peserta didik pada pelajaran kimia yang tercermin dari peningkatan hasil belajar dan ketuntasan belajar peserta didik. Hasil belajar dan ketuntasan belajar peserta didik sebelum tindakan adalah 55,85 dan 17,85%, meningkat menjadi 58,63 dan 28,46% pada siklus 1, kemudian pada siklus 2 meningkat menjadi 69,85 dan 55,55%, dan pada siklus 3 meningkat menjadi 80,50 dan 89,28%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learningdapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
PENGEMBANGAN ALAT UKUR PENILAIAN LITERASI SAINS PADA KONTEN STRUKTUR ATOM DAN IKATAN KIMIA MENGGUNAKAN KONTEKS WAYANG KULIT Aulia Rahim; Hernani Hernani; Ahmad Mudzakir
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v3i2.8160

Abstract

Pengembangan Alat Ukur Penilaian Literasi Sains pada Konten Struktur Atom dan Ikatan Kimia Menggunakan Konteks Wayang Kulit.Penelitian yang berjudul “Pengembangan Alat Ukur Penilaian Literasi Sains pada Konten Struktur Atom dan Ikatan Kimia menggunakan Konteks Wayang Kulit” ini bertujuan untuk memperoleh alat ukur penilaian literasi sains yang teruji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, keberfungsian distraktor serta korelasi antara butir soal dengan skor total yang menunjukkan validitas empirisnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian siswa kelas XI MIA di salah satu SMA Negeri di Bandung untuk menguji reliabilitas dan analisis butir soal dengan menggunakan software Anates Versi 4.0.2. Validasi diukur menggunakan CVR (Content Validity Ratio) yang dilakukan kepada 5 dosen ahli yang kompeten di bidangnya. Dua orang ahli di bidang literasi sains, satu orang ahli di bidang evaluasi pembelajaran (assessment), satu orang ahli di bidang ikatan kimia, dan satu orang ahli di bidang kimia organik. Validitas yang dinilai berupa validitas konstruk yaitu kesesuaian indikator dengan kompetensi dasar dan kompetensi ilmiah PISA serta validitas isi berupa kesesuaian indikator dengan butir soal dan butir soal dengan jawaban. Dari hasil analisis CVR 40 butir soal, pada umumnya soal memiliki validitas isi dan konstruk yang dinyatakan valid dengan kategori reliabilitas yang tinggi, validitas empiris (korelasi skor butir dengan skor total) dikatakan valid, tingkat kesukaran meliputi soal mudah, sedang  dan sukar dengan perlu perbaikan proporsi tingkat kesukaran, daya pembeda yang baik, dan ada distraktor yang berfungsi dengan baik namun adapula distraktor yang tidak berfungsi dengan baik sehingga diperlukan perbaikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10