cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
PROFIT : Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557176     EISSN : 26208504     DOI : -
PROFIT : Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi mempublikasikan hasil penelitian ilmiah di bidang Pendidikan Ekonomi dan kajian Ilmu Ekonomi lainnya, berupa penelitian dasar, perancangan, dan pengembangan teknologi, serta kajian teoritis. Jurnal terbit secara berkala dua kali setahun (Mei dan November)
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2016): PROFIT" : 13 Documents clear
PERBEDAAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) MAHASISWA ANTARA GAYA BELAJAR VISUAL, AUDITORIAL DAN KINESTETIK PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI FKIP UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG Zahruddin Hodsay
Jurnal Profit Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2016): PROFIT
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i1.5557

Abstract

Abstract : This research titled Differences between Cumulative Grade Point Average (CGPA) and Learning Styles of Visual, Auditory and Kinesthetic to the Accounting Education Study Program Faculty of Teacher Training and Education PGRI University of Palembang. The problem in this research was “whether or not differences between Cumulative Grade Point Average (CGPA) and Learning Styles of Visual, Auditory and Kinesthetic to the Accounting Education Study Program Faculty of Teacher Training and Education PGRI University of Palembang?”. The objective of this research was to find out whether or not Differences between Cumulative Grade Point Average (CGPA) and Learning Styles of Visual, Auditory and Kinesthetic to the  Accounting Education Study Program Faculty of Teacher Training and Education PGRI University of Palembang. The method used comparative test over two averages and the approach used a quantitative approach. The data were collected by the documentation and questionnaires. The population of this research was 129 students were taken from the eighth level students PGRI University of Palembang academic year 2014/2015 and the sample of this research was 98 students. The data analysis used the comparative test over two averages.The result of this research was obtained a visual learning style 3.29, auditory learning style 3.23, and kinesthetic learning style 3.23. Hypothesis test used comparative over two averages Fcount 1.36 with standard error Ftable ? 0.05 find out 3.10. so 1.36 < 3.10 then Ha was rejected and Ho was accepted so no differences between Cumulative Grade Point Average (CGPA) and Learning Styles of Visual, Auditory and Kinesthetic to the Accounting Education Study Program Faculty of Teacher Training and Education PGRI University of Palembang.Abstrak : Masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan IPK mahasiswa antara gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik pada Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas PGRI Palembang?. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan IPK mahasiswa antara gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik pada Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas PGRI Palembang.Metode penelitian yang digunakan adalah metode uji komparatif lebih dari dua rata-rata  dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Sumber data penelitian ini adalah dokumentasi dan angket/kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 8 tahun akademik 2014/2015 yang berjumlah 129 orang, sedangkan sampel berjumlah berjumlah 98 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis uji komparatif lebih dari dua rata-rata .Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata IPK mahasiswa yang memiliki gaya belajar visual sebesar 3,29, mahasiswa yang memiliki gaya belajar auditorial sebesar 3,23 serta mahasiswa yang memiliki gaya belajar kinestetik sebesar 3,23. Sedangkan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji komparatif lebih dari dua rata-rata  diperoleh Fhitung yaitu 1,36 sedangkan  Ftabel dengan taraf kesalahan ? 0,05 diperoleh yaitu 3,10. Jadi 1,36 < 3,10 maka Ha ditolak dan H0 diterima yang berarti tidak ada perbedaan IPK mahasiswa berdasarkan gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik pada mahasiswa Progam Studi Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas PGRI Palembang
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN PARTISIPATIF SEBAGAI UPAYA MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Ika Pasca Himawati
Jurnal Profit Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2016): PROFIT
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i1.5553

Abstract

Abstract : Asean Economic Community (AEC) is a part of social change will be faced by the nation of Indonesia. On a global scale, MEA is began to the development of strategic sectors such as economic development, the application of information technology and the creation of a conducive socio-cultural in masyarakat.In  life, education became the main focus  in producing quality human resources. Thus, intelligently filling of opportunities and face the challenges MEA.Therefore, participatory learning, which is based on the individual's involvement in a whole series of learning becomes important to develop. Teachers as educators function as a facilitator and partner simultaneously. The taps in the expression is opened widely and integrative bagisetiap individuals.In the process of the development of participatory learning, experience and reasoning thinking as bases in sharpening social sensitivity is intended to respond to social change. So that individuals are able to see and understand the social reality as a whole. In addition, individuals should be able to read or potential opportunities in the face of the MEA. Thus, the potential will be able to thrive in both the local and global scale. Through the development of participatory education learning, learners are encouraged to be able to be personally critical, creative and innovative. With so may increase the human resources that are responsive and adaptive to social change.Abstrak : Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan bagian dari perubahan sosial yang akan segera dihadapi oleh bangsa Indonesia. Dalam skala global,MEAakanmenitikberatkan pada upaya pengembangan sektor strategis seperti pembangunan ekonomi, penerapan teknologi informasi dan penciptaan sosial budaya yang kondusif dalam kehidupan masyarakat.Untuk itu,pendidikan menjadi lokus utama yang dinilaiberkontribusi dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas. Sehingga, mampu secara cerdas mengisi peluang sekaligus menghadapi tantangan MEA.Oleh sebab itu, pembelajaran partisipatif yang bertumpu pada keterlibatan individu dalam seluruh rangkaian pembelajaran menjadi penting untuk dikembangkan. Guru sebagai tenaga pendidik menjalankan fungsi sebagai fasilitator sekaligus patner secara bersamaan. Keran dalam berekspresi dibuka secara luas dan integratif bagisetiap individu. Dalam proses pengembangan pembelajaran partisipatif,pengalaman dan penalaran berpikir menjadi basis dalam mengasah kepekaan sosial yang ditujukan untuk merespon perubahan sosial. Sehingga individu mampu melihat dan memahami realitas sosial secara utuh.Disamping itu, individu diharapkan mampu membaca peluang ataupun potensi diri dalam menghadapi MEA. Dengan demikian, potensi akan dapat berkembang baik dalam skala lokal maupun global. Melalui pengembangan pembelajaran pendidikan partisipatif, peserta didik didorong untuk dapat menjadi pribadi yang kritis, kreatif serta inovatif.Dengan begitu dapat meningkatkan sumber daya manusia yang responsif dan adaptif terhadap perubahan sosial.
PENDEKATAN SCAFFOLDING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Dwi Hasmidyani; Firmansyah .
Jurnal Profit Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2016): PROFIT
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i1.5558

Abstract

learning of microeconomics with the material demand and supply through the scaffolding approach oriented problem solving (problem solving). The subjects of this study were 36 students of Economics Education FKIP Sriwijaya University second semester of academic year 2014/2015. The method used in this research is a classroom action research method that consists of four activities, planning, action, observation, and evaluation-reflection using scaffolding learning methods implemented in the third cycle. Data were collected through tests, observations, questionnaires and documentation. To ensure the validity of the data used data triangulation technique. The results showed in teaching microeconomics matter of supply and demand are increased activity and students learning outcomes in each cycle using scaffolding approach.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas danhasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran ekonomi mikro materi permintaan dan penawaran melalui pendekatan scaffolding yang berorientasi pada pemecahan masalah. Subyek penelitian ini adalah 36 mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya semester II tahun akademik 2014/2015.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat kegiatan yaitu, perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan evaluasi-refleksi dengan menggunakan metode pembelajaran scaffolding yang dilaksanakan dalam III siklus. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, angket dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data digunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan dalam pembelajaran ekonomi mikro materi permintaan dan penawaran terdapat peningkatan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa pada setiap siklusnya dengan menggunakan pendekatan scaffolding.
PERSEPSI PENGUSAHA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH(UMKM) TERHADAP PENERAPAN AKUNTANSI DI KOTA LUBUKLINGGAU Aning Kesuma Putri; Dewi Anggraini
Jurnal Profit Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2016): PROFIT
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i1.5549

Abstract

Abstract: This study aims to determine the perception of entrepreneurs of small and medium micro enterprises on the application of accounting in Lubuklinggau 2013. The object of this study was taken from UMKM in Lubuklinggau, totaling 66 UMKM. The type of data used was primary data obtained by distributing questionnaires. This study uses data processing with multiple regression with SPSS16.0 (statistical computer program). From the tests we can conclude the results of multiple linear regression quation to obtain Y= ++  +  +  which means psychological, family, internal factors and external factors can give effect to the application of accounting. The value of the correlation coefficient is R2=0.641means that 64.1% variation changes the dependent variable can be explained by the independent variable, while the remaining 35.9% is explained by other variables not included in this study. Partially (t test), all independent variables have an influence on the dependent variable, it is intended by tvalue>ttable. Concurrently (simultaneously) psychological, family,internal factors and external factors have a significant impact on the application of accounting. Results of analysis showed that the calculated Fvalue of21.428 and Ftable at2.37. This shows that Fvalue>Ftable and also sig0.000<0.05.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengusaha usaha mikro kecil dan menengah terhadap penerapan akuntansi pada UMKM di Kota Lubuklinggau pada tahun 2013.Objek penelitian ini diambil dari UMKM di Kota Lubuklinggau yang berjumlah 66 UMKM.Jenis data yang digunakan adalah berupa data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuisioner ke UMKM. Penelitian ini menggunakan pengolahan data dengan regresi berganda dengan bantuan program SPSS 16.0 (program computer statistik). Dari pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan hasil regresi linear berganda memperoleh persamaan Y=  + +  +  +  yang artinya psikologi, keluarga, faktor internal dan faktor eksternal dapat memberi pengaruh terhadap penerapan akuntansi. Nilai koefisien determinasi dari korelasi yaitu R2 = 0,641 berarti bahwa 64,1% variasi perubahan variabel dependent dapat dijelaskan oleh adanya variabel independent, sedangkan sisanya 35,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Secara parsial (uji t), semua variabel independent memiliki pengaruh terhadap variabel dependent, hal ini ditujukan oleh nilai thitung> ttabel.Secara bersamaan (simultan) psikologi, keluarga, faktor internal dan faktor eksternal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penerapan akuntansi. Hasil analisis dapat diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 21,428 dan Ftabel sebesar 2,37. Ini menunjukan bahwa Fhitung> Ftabel dan juga sig sebesar 0,000 < 0,05
PENGEMBANGAN E-MODUL STATISTIK PENELITIAN PENDIDIKAN SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN DI ERA MEA Fitriyanti .; Hudaidah .
Jurnal Profit Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2016): PROFIT
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i1.5554

Abstract

Abstract : One of the capabilities that must be mastered in the era of the Asean Economic Community (AEC) is the ability in the field of information and communication technology. Information technology (ICT) is a tool that can be used dalamkegiatan learning. For that perform the Development of E Module Statistics Education Research. This research aims to develop a valid E Module, practical and have a potential effect on student learning outcomes. Stages of development includes the planning, production and evaluation. Gathering data using questionnaires, tests, documentation and data analysis using quantitative descriptive. Based on the results of this study concluded that the E-Module developed declared valid, practical and have a potential effect as well as the positive feedback of students in its application. E-Module weaknesses in this study are: some students are poorly understood sentences. It is suggested that in future studies to use the phrase that corresponds to the student's understanding.Abstrak : Salah satu kemampuan yang harus dikuasai di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) adalah kemampuan dibidang teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi informasi (ICT) merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan dalamkegiatan pembelajaran. Untuk itu dilakukanlah Pengembangan E Modul Statistik Penelitian Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E Modul yang valid, praktis dan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar mahasiswa. Tahapan pengembangan meliputi tahap perencanaan, produksi dan evaluasi. Pengumpulan data menggunakan angket, tes, dokumentasi dan analisis data menggunakan diskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa E-Modul yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis dan memiliki efek potensial serta tanggapan positif mahasiswa dalam penerapannya.Kelemahan E-Modul dalam penelitian ini yaitu: beberapa kalimat kurang dipahami mahasiswa. Untuk itu disarankan pada penelitian selanjutnya untuk menggunakan kalimat yang sesuai dengan pemahaman mahasiswa.
PENGARUH KARAKTERISTIK PRAKTIK CORPORATE GOVERNANCETERHADAP PREDIKSI FINANCIAL DISTRESS (Studi Kasus pada Perusahaan Subsektor Pertambangan Batubara yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2009 – 2014) Anna Quraisy Haq; Brady Rikumahu; Anisah Firly
Jurnal Profit Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2016): PROFIT
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i1.5550

Abstract

Abstract : The purpose of this research is to acknowledge the effect of characteristic corporate governance practices on the prediction of financial distress on sub sector coal mining company listed in BEI period 2009-2014. This research can be used as information for companies to know how corporate governance practices could affect the occurrence of a state of financial distress. Independent variables used are institutional ownership, managerial ownership, independent board and audit committee and prediction of financial distress using Altman Z-score as dependent variable. This research is a quantitative study using panel data regression. The population in this study is a sub-sector coal mining company listed on BEI period 2009-2014. The sampling technique in this research is purposive sampling method obtaining 6 companies.The results of research shows that institutional ownership, managerial ownership, independent board and audit committee did not significantly affect the prediction of financial distress. Of the four independent variables, only the institutional ownership that partially has significant impact negatively on the prediction of financial distress.Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik praktik corporate governance terhadap prediksi financial distresspada perusahaan subsektor pertambangan batubara yang telah terdaftar di BEI periode tahun 2009- 2014.Penelitianini dapat dimanfaatkan sebagai informasi bagi perusahaan untuk mengetahui bagaimana praktik corporate governance diperusahaan yang dapat mempengaruhi terjadinya keadaan financial.Penelitian ini menggunakan variabel independen kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, proporsi dewan komisaris independen, dan komite audit serta prediksi financial distress menggunakan Altman Z-score sebagai variabel dependen.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis regresi data panel.Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan subsektor pertambangan batubara yang terdaftar di BEI periode 2009 - 2014.Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling sehingga didapatkan 6 perusahaan sampel.Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, proporsi dewan komisaris independen, dan komite audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prediksi financial distress.Dari keempat variabel independen, hanya kepemilikan institusional yang secara parsial memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap prediksi financial distress.
PERAN GURU PROFESIONAL DAN PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Maya Meilia; Nova Pratiwi
Jurnal Profit Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2016): PROFIT
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i1.5555

Abstract

Abstract :The main challenge is now the ASEAN free trade area or Asean Economic Community for education, to prepare quality human resources. Guru is one of the parties, which are crucial for preparing human resources to compete and adapt to global developments. Teachers are required to meet the standards of competence, namely: pedagogical, professional, and social personalities in addition, teachers must actively for training, seminars, research, and continuing education. In an effort to provide the best learning experience for students, one of the effective models that should be controlled by the teacher, is learning inquiry, which has four methods that can be applied in accordance with the demands of teaching material competence, namely; confirmation of the investigation, structured, guided and open inquiry. Methods of investigation are very suitable to be applied to the material abstract and mathematical formulas though, experience researching the problem, improve the ability to think critically and creatively and expanding the horizons of students. The main challenge is now the ASEAN free trade area or Asean Economic Community for education, to prepare quality human resources. Guru is one of the parties, which are crucial for preparing human resources to compete and adapt to global developments. Teachers are required to meet the standards of competence, namely: pedagogical, professional, and social personalities in addition, teachers must actively for training, seminars, research, and continuing education. In an effort to provide the best learning experience for students, one of the effective models that should be controlled by the teacher, is learning inquiry, which has four methods that can be applied in accordance with the demands of teaching material competence, namely; confirmation of the investigation, structured, guided and open inquiry. Methods of investigation are very suitable to be applied to the material abstract and mathematical formulas though, experience researching the problem, improve the ability to think critically and creatively and expanding the horizons of students.Abstrak: Tantangan utama saat ini ASEAN era perdagangan bebas atau Asean Economic Community untuk pendidikan, untuk mempersiapkan kualitas sumber daya manusia. Guru adalah salah satu pihak yang berperan penting untuk menyiapkan sumber daya manusia untuk bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan global. Guru dituntut untuk memenuhi standar kompetensi, yaitu: pedagogik, profesional, dan sosial kepribadian selain itu guru harus aktif untuk pelatihan, seminar, penelitian, dan pendidikan berkelanjutan. Dalam upaya untuk memberikan pengalaman belajar yang terbaik bagi siswa, salah satu model yang efektif yang harus dikuasai guru, adalah pembelajaran inquiry, yang memiliki empat metode yang dapat diterapkan sesuai dengan tuntutan kompetensi mengajar materi, yaitu; konfirmasi penyelidikan, terstruktur, dipandu dan penyelidikan terbuka. Metode penyelidikan sangat cocok diterapkan untuk bahan yang rumus abstrak dan matematika meskipun, memberikan pengalaman meneliti masalah, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dan memperluas cakrawala peserta didik. tantangan utama saat ini ASEAN era perdagangan bebas atau Asean Economic Community untuk pendidikan, untuk mempersiapkan kualitas sumber daya manusia. Guru adalah salah satu pihak yang berperan penting untuk menyiapkan sumber daya manusia untuk bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan global. Guru dituntut untuk memenuhi standar kompetensi, yaitu: pedagogik, profesional, dan sosial kepribadian selain itu guru harus aktif untuk pelatihan, seminar, penelitian, dan pendidikan berkelanjutan. Dalam upaya untuk memberikan pengalaman belajar yang terbaik bagi siswa, salah satu model yang efektif yang harus dikuasai guru, adalah pembelajaran inquiry, yang memiliki empat metode yang dapat diterapkan sesuai dengan tuntutan kompetensi mengajar materi, yaitu; konfirmasi penyelidikan, terstruktur, dipandu dan penyelidikan terbuka. Metode penyelidikan sangat cocok diterapkan untuk bahan yang rumus abstrak dan matematika meskipun, memberikan pengalaman meneliti masalah, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dan memperluas cakrawala peserta didik.
PENGARUH MULTIMEDIAAURORA 3 DIMENSI PRESENTATION TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 1 PALEMBANG Angga Puja Kesuma; Muhammad Djahir Basir; Rusmin AR
Jurnal Profit Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2016): PROFIT
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i1.5560

Abstract

Abstract : The formulation of problem for this research is “what is the different  of  Aurora 3 Dimention Presentation impact with powerpoint multimedia impact against the studying student motivation in learning economic at high school of number one palembang ?”. This research  is the kind of experiment research. Samples are taken  to the tune of 80 students which  have  severally 40 students for control class and experiment class. The taking sample technique is cluster random sampling. The data accumulation techniques are observation and questionnaire. This research variables are Aurora 3 Dimention Presentation multimedia as the first free variable,  powerpoint multimedia as the second free variable and the studying students  motivation as the variable banded. This research subject is high school of number one palembang. The result of questionnaire data analysis mean before using Aurora 3 Dimention Presentation multimedia is 53,7% and  The result of questionnaire data analysis mean after using Aurora 3 Dimention Presentation multimedia is 66,8%. Whereas, The result of questionnaire data analysis mean before using powerpoint multimedia is 53,5 % and  The result of questionnaire data analysis mean after powerpoint multimedia is 63,7%. The result of hypothesis test is: tcount = 2.0529 ttables = 1,991 .So, there is the diference of  Aurora 3 Dimention Presentation impact with powerpoint multimedia impact against the studying student motivation in learning economic at high school of number one palembang.Abstrak : Rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah ada perbedaan pengaruhmultimedia Aurora 3 Dimensi Presentation dengan multimedia Powerpoint terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Palembang?. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Sampel yang diambil sebanyak 80 orang, 40 dikelas eksperimen dan 40 dikelas kontrol dengan menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yaitu angket dan observasi. Variabel penelitian ini adalah multimedia Aurora 3 Dimensi Presentation sebagai variabel bebas pertama, multimedia Powerpoint sebagai variabel bebas kedua, dan motivasi belajar siswa sebagai variabel terikat. Subjek penelitian ini adalah SMA Negeri 15 Palembang dengan seluruh siswa kelas X IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan seluruh siswa kelas X IPS 1 sebagai kelas kontrol. Hasil analisis dataangket motivasi belajar siswa sebelum menggunakan multimedia Aurora 3 Dimensi Presentation diperoleh nilai rata-rata sebesar 53,7%, sedangkan sesudah menggunakan multimedia Aurora 3 Dimensi Presentation diperoleh nilai rata-rata sebesar 66,8% pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas kontrol sebelum menggunakan multimedia Powerpoint diperoleh nilai rata-rata sebesar 53,5%, sedangkan sesudah menggunakan multimedia Powerpoint diperoleh nilai rata-rata sebesar 63,7%.Adapun hasil perhitungan uji hipotesis, didapat : thitung = 2.0529 ttabel = 1,991. Hal ini berarti terdapat perbedaan pengaruh multimedia Aurora 3 Dimensi Presentation dengan Media Powerpoint terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 1 Palembang
PERAN MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN DALAM MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI Eriawaty .; Fitriyanti .
Jurnal Profit Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2016): PROFIT
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i1.5551

Abstract

Abstract : Globalization today requires education to prepare the human resources (HR) quality and competitiveness. The quality of human resources is not only in the field of knowledge and skills, but also a strong mental attitude. One of the efforts made by educational institutions today is through entrepreneurship education. Introducing entrepreneurship education is expected to foster an entrepreneurial spirit among students. Entrepreneurship education in Economics education courses realized in the form of entrepreneurship courses. This course is given in the form of theory and practice. Results of interview subjects is known that entrepreneurship is a means to foster an entrepreneurial spirit Economics education students. It is also seen from some of the students have been doing entrepreneurial activityAbstrak :Globalisasi saat ini menuntut dunia pendidikan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing. Kualitas sumber daya manusia tidak hanya pada bidang pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga sikap mental yang tangguh.Salah satu upaya yang dilakukan lembaga pendidikan saat ini yaitu melalui pendidikan kewirausahaan.Pendidikan kewirausahaan diharapkan dapat mengenalkan menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa.Pendidikan kewirausahaan pada program studi pendidikan Ekonomi diwujudkan dalam bentuk mata kuliah kewirausahaan.Mata kuliah ini diberikan dalam bentuk teori maupun praktek.Hasil wawancara diketahui bahwa mata kuliah kewirausahaan merupakan sarana dalam menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa pendidikan Ekonomi.Hal ini juga terlihat dari beberapa diantara mahasiswa telah melakukan kegiatan wirausaha.
ANALISIS UPAYA-UPAYA PENGRAJIN TENUN SONGKET DALAM MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN USAHA DI DESA SUDIMAMPIR KECAMATAN INDRALAYA KABUPATEN OGAN ILIR Sri Artati Waluyati; Kurnisar .; Sulkipani .
Jurnal Profit Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2016): PROFIT
Publisher : Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i1.5556

Abstract

Abstract : The research titled Analysis Efforts Artisans Weaving Songket In Maintaining Business Continuity In the village Sudimampir Indralaya Ogan Ilir subdistrict. The aim after doing this study is to determine what efforts are being made by the songket weavers in the village Sudimampir in maintaining business continuity. The benefits of research that songket weaving craftsmen doing various strategic efforts to improve the quantity and quality of weaving songket. This study used a qualitative descriptive approach. The population in this study is the songket weavers in the village Sudimampir total of 120 artisans, samples taken as many as 25% of the population that is numbered 30 craftsmen. The technique of collecting data using interviews and observation. From the results of research through interviews stated that efforts songket weaving a going concern by: 1) improving the production quality of weaving songket, 2) The craftsmen manage their finances through loans and also profits. 3) Custom songket reduce expenses that are not so needed and more priority to produce the goods ordered especially goods orders already given an advance, for the wages according to job workers. 6) Varying color of thread and the type of thread used for weaving, woven songket motifs goods on display usually craftsmen produce only a few fruits and function only as examples of goods. 4) Provide the offer price is lower but still did not lose money. 5) Reduce the employees so that it can continue to provide so no appeal to buyers. 7) Following the training of weaving songket held by the government. 8) They have any other skills besides typical Palembang songket weaving. 9) Want to maintain the cultural heritage of Palembang that persisted into the typical Palembang songket weaving.Abstrak: Penelitian ini untuk mengetahui upaya-upaya apa sajakah yang dilakukan oleh pengrajin tenun songket di desa Sudimampir  dalam mempertahankan kelangsungan  usahanya. Manfaat penelitian supaya pengrajin tenun songket  melakukan berbagai upaya strategis yang dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas tenun songket. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pengrajin tenun songket yang ada di Desa Sudimampir sebanyak 120 pengrajin, sampel yang diambil sebanyak 25% dari populasi yaitu berjumlah 30 pengrajin. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian melalui wawancara dinyatakan bahwa upaya pengrajin tenun songket mempertahankan kelangsungan usahanya dengan cara:1) Meningkatkan kualitas produksi tenun songketnya, 2) Para pengrajin mengelola keuangannya melalui dana pinjaman dan juga keuntungan yang didapat. 3) Pengrajin tenun songket mengurangi pengeluaran yang tidak begitu diperlukan dan lebih mendahulukan memproduksi barang-barang yang dipesan terutama barang pesanan yang sudah diberi uang muka, untuk barang pajangan biasanya pengrajin memproduksinya hanya beberapa buah saja dan fungsinya hanya sebagai contoh barang. 4) Memberikan harga penawaran yang rendah tetapi tetap tidak merugi. 5) Mengurangi pegawai sehingga bisa tetap memberikan upah yang sesuai dengan pekerjaan pekerjanya. 6) Memvariasikan  warna benang dan jenis benang yang digunakan untuk menenun, motif tenunan songket yang dihasikan sehingga ada daya tarik untuk pembeli. 7) Mengikuti pelatihan untuk pengrajin tenun songket yang diadakan oleh pemerintah. 8) Ttidak memiliki keahlian lain selain menenun songket khas Palembang. 9) Ingin mempertahankan budaya warisan nenek moyang Palembang sehingga tetap bertahan menjadi pengrajin tenun songket khas Palembang.

Page 1 of 2 | Total Record : 13