cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PERBEDAAN TINGKAT INSOMNIA LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA DENGAN LANSIA YANG TINGGAL DENGAN KELUARGA Pemayun, Tjokorda Istri Apriliyanty; Diniari, Ni Ketut Sri; Sri Wahyuni, Anak Ayu; Jaya Lesmana, Cokorda Bagus
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P05

Abstract

ABSTRAK Insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan ketidakpuasan seseorang terhadap kualitas dan kuantitas tidur sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Insomnia sering diderita oleh lansia terutama yang tinggal di panti sosial. Faktor lingkungan seperti tempat tinggal dapat menjadi penyebab terjadinya gangguan tidur insomnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat insomnia lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha dengan lansia yang tinggal dengan keluarga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga bulan April 2022 dengan metode cross-sectional deskriptif komparatif. Pada penelitian ini, jumlah responden yang diperoleh di Panti Sosial Tresna Werdha sebanyak 15 responden dan jumlah responden yang tinggal dengan keluarga sebanyak 35 responden. Total responden pada penelitian ini adalah 50 responden. Tingkat Insomnia dinilai dengan Insomnia Severity Index (ISI). Data primer diperoleh melalui pengisian kuisioner oleh responden. Pada lansia yang tinggal dengan keluarga diperoleh 26 responden (74,3%) tidak mengalami insomnia dan 9 responden (25,7%) mengalami insomnia ringan. Sedangkan lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha sebanyak 7 responden (46,7%) mengalami insomnia ringan, 6 responden (40%) mengalami insomnia sedang dan 2 orang responden tidak mengalami insomnia (13,3%). Lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha sebagian besar mengalami insomnia yaitu insomnia ringan dan insomnia sedang. Sedangkan sebagian besar lansia yang tinggal dengan keluarga tidak mengalami insomnia. Kata kunci : Tingkat Insomnia., Lansia., Panti Sosial Tresna Werdha., Keluarga
STATUS KERENTANAN NYAMUK AEDES AEGYPTI TERHADAP INSEKTISIDA PERMETHRIN DI KECAMATAN JEMBRANA BALI Latifa, Kurnia Dwi; Damayanti, Putu Asri; Swastika, I Kadek
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P18

Abstract

Aedes aegypti is a vector for various life-threatening infectious diseases, such as Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Control of Ae. aegypti using permethrin insecticide has been carried out in various areas including Jembrana. However, irrational use of insecticides has the potential to cause resistance, so it is necessary to evaluate the use of permethrin by testing the susceptibility status of Ae. aegypti. This research is a descriptive study using the bioassay test of the Ae aegypti according to WHO standards. The primary data used is the mortality rate of Ae. aegypti that was exposed to the insecticide permethrin with a concentration of 0.25%. The results of this study showed that the percentage of mosquitoes that experienced knockdown after exposure to insecticides for 1 hour was 96.25% and after holding for 24 hours the percentage of mosquito mortality became 100%. The conclusion of this study is the level of susceptibility of Ae. aegypti in Jembrana District is susceptible. Expanding the range of the sampling area and the use of a more diverse sample generation is needed to better represent the susceptibility status of Ae. aegypti. Keywords: aedes aegypti, mosquito susceptibility status, permethrin.
EFFECTS OF HIGH-FAT DIET FEEDING ON LIPID PROFILE IN RATS (Rattus norvegicus) Prawitha Pinatih, Putu Teja; Dewi, Ni Nyoman Ayu; Sutadarma, I Wayan Gede
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i10.P04

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan pembunuh utama di dunia. Dasar penyakit kardiovaskular adalah proses dislipidemia. Sehingga, diperlukan model dislipidemia untuk penelitian tentang terapi penyakit kardiovaskular. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti efek dari pemberian diet tinggi lemak terhadap profil lipid tikus sebagai model dislipidemia. Pakan standar untuk tikus dicampurkan dengan 30% lemak babi dan 20% kuning telur untuk menghasilkan pakan tinggi lemak. Enam ekor tikus Wistar berumur tiga bulan dengan berat 200±10g dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, 3 ekor diberi makan pakan standar (NF) dan 3 ekor diberi makan diet tinggi lemak (FF). Tikus diberi makan selama 6 minggu sesuai kelompok perlakuan. Sampel darah kemudian dianalisis untuk mengukur kadar kolesterol dengan metode CHOD-PAP, kadar trigliserida dengan metode GPO-PAP, dan kadar HDL dengan metode homogenous enzyme colorimetric assay. Kadar LDL dihitung menggunakan rumus Friedewald. Hasil analisis sebagai berikut. Kolesterol total: 55.00 mg/dL pada kelompok NF; 92.67 mg/dL pada kelompok FF (p=0.027). Trigliserida: 78.33 mg/dL pada kelompok NF; 171.67 mg/dL pada kelompok FF (p=0.014). HDL: 32.00 mg/dL pada kelompok NF; 43.00 mg/dL pada kelompok FF (p=0.422). LDL: 7.33 mg/dL pada kelompok NF; 15.33 mg/dL pada kelompok FF (p=0.437). Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan signifikan pada kolesterol total dan trigliserida namun tidak ada perbedaan bermakna pada kolesterol HDL dan LDL; komposisi diet pada penelitian ini belum sesuai untuk studi dislipidemia yang diarahkan sebagai model aterosklerosis. Kata Kunci: diet tinggi lemak., dyslipidemia., profil lipid
CORRELATION OF OBESITY AND PHYSICAL ACTIVITY TO THE RISK OF OSA IN SEMARAPURA ART MARKET TRADERS, KLUNGKUNG Dewi, Putu Feby Miswari; Bagiada, I Made; Suega, Ketut; Saraswati, Made Ratna
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P14

Abstract

ABSTRAK Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan kelainan pada pernafasan yang memiliki gejala apnea dan hipopnea selama tidur. National Sleep Foundation memperkirakan 18 juta orang di dunia menderita OSA. Prevalensi tidak diketahui secara pasti karena gold standar diagnosis berupa pemeriksaan polisomnografi (PSG), tidak semua fasilitas kesehatan memiliki layanan PSG dan kurang dikenalinya gejala OSA. Beberapa faktor risiko penyebab OSA, salah satunya obesitas yang identik dengan aktivitas fisik rendah (dominan sedenter). Jenis pekerjaan pada umumnya mempengaruhi kecenderungan aktivitas fisik, salah satunya pedagang sering duduk lama. Tujuan dalam penelitian ini mencari ada/tidaknya korelasi antara obesitas serta aktivitas fisik dengan risiko kejadian OSA di pedagang di Pasar Seni Semarapura, Klungkung. Penelitian ini dilakukan dengan design analitik cross sectional menggunakan instrumen berupa kuisioner Berlin serta International Physical Activities Questionnaire-Short Form selama 3 bulan (Februari-April 2021) pada 75 responden dengan variabel bebas berupa obesitas dan aktivitas fisik serta variabel terikat adalah resiko menderita OSA. Penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat. Diperoleh 14 responden berisiko tinggi menderita OSA. Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan obesitas berkorelasi dengan risiko menderita OSA (p value = 0,036) sedangkan aktivitas fisik tidak memiliki korelasi dengan risiko menderita OSA (p value = 0,423). Kedua hal ini dapat dipengaruhi oleh faktor lain sesuai dengan item yang ditanyakan dalam kuisioner. Ada korelasi antara obesitas dengan resiko menderita OSA sedangkan aktivitas fisik tidak. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada faktor risiko jenis lainnya dengan jangkauan subjek penelitian yang lebih luas. Kata kunci : Resiko menderita OSA, Obesitas, Aktivitas Fisik.
GAMBARAN STATUS GIZI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 5 TONJA TAHUN 2020 Indrayanti, Ni Luh Gede Ari; Pratiwi, I Gusti Ayu Putu Eka; Artana, I Wayan Dharma
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P09

Abstract

Upaya peningkatan status gizi untuk mencapai sumber daya manusia yang berkualitas di masa mendatang harus dimulai sejak dini, salah satunya pada anak sekolah dasar sebagai generasi penerus bangsa. Anak sekolah dasar adalah kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi. Masalah gizi yang dapat terjadi, yakni gizi buruk, gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status gizi siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Tonja tahun 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 5 Tonja yang berjumlah 65 orang. Data tinggi badan dan berat badan responden yang telah mengisi kuisioner digunakan untuk mengidentifikasi status gizi berdasarkan IMT dan tinggi badan. Hasil penelitian yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 5 Tonja menunjukkan status gizi berdasarkan IMT/U diketahui bahwa 3 subjek (4,6%) dengan gizi buruk, 5 subjek (7,7%) dengan gizi kurang, 37 subjek (56,9%) dengan gizi baik, 8 subjek (12,3%) dengan gizi lebih, dan 12 subjek (18,5%) dengan obesitas. Status gizi berdasarkan TB/U didapatkan bahwa sebagian besar subjek berperawakan normal, yaitu sebanyak 59 subjek (90,8%) serta subjek berperawakan sangat pendek, pendek, dan tinggi didapatkan hasil yang sama, yaitu masing-masing sebanyak 2 subjek (3,1%). .
Hubungan Hubungan antara Ekspresi BRAF V600E dengan Metastasis dan Derajat Diferensiasi pada Adenokarsinoma Kolorektal Damayanti, Ni Kadek Ayu Maya; Winarti, Ni Wayan; Sriwidyani, Ni Putu; Maker, Luh Putu Iin Indrayani; Saputra, Herman; Muliarta, I Made
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i9.P13

Abstract

Karsinoma kolorektal (KKR) didefinisikan sebagai suatu tumor ganas epitelial usus besar yang terjadi akibat pengaruh dari faktor ekstrinsik dan intrinsik. BRAF adalah salah satu serine/theonine protein kinase yang berperan dalam kaskade sinyal yang mengatur proliferasi, diferensiasi, migrasi, keberlangsungan, dan angiogenesis sel. Disregulasi jalur ini menyebabkan terputusnya jalur sinyal normal RAF-MEK-ERK sehingga sinyal proiferasi terus diaktifkan tanpa perlu stimulus dari luar. Saat ini telah ditemukan lebih dari 70 jenis mutasi BRAF dan 90% di antaranya adalah mutasi V600E. Mutasi BRAF V600E ditemukan pada sekitar 10-15% kasus KKR. Mutasi ini berkaitan dengan perilaku biologik agresif, metastasis, serta kurangnya respon terhadap terapi dengan inhibitor EGFR. Oleh sebab itu pemeriksaan ekspresi BRAF V600E dapat digunakan sebagai salah satu faktor prediktif penatalaksanaan lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan metastasis dan derajat diferensiasi adenokarsinoma kolorektal. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik potong lintang dan melibatkan 43 sampel penderita adenokarsinoma kolorektal yang telah dilakukan pemeriksaan histopatologi pada periode tahun 2018-2019 di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar. Data metastasis diperoleh dari data radiologi dan/atau sitologi yang diperoleh melalui penelusuran SIMARS RSUP Sanglah Denpasar atau formulir pemeriksaan histopatologi. Pulasan imunohistokimia dikerjakan untuk menilai ekspresi BRAF V600E. Ekspresi positif jika 75% atau lebih sel tumor mununjukkan pulasan sitoplasma dengan intensitas kuat. Uji chi-square digunakan untuk menilai hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan metastasis dan derajat diferensiasi adenokarsinoma kolorektal. Dari 43 kasus yang dilibatkan dalam penelitian ini, ditemukan 7 kasus (16,3%) dengan ekspresi BRAF V600E positif, yang seluruhnya merupakan kasus KKR dengan metastasis. Di antara grup metastasis sendiri, ekspresi BRAF V600E ditemukan sebesar 28% (7/25). Tidak ditemukan ekspresi BRAF V600E pada kasus tanpa metastasis. Analisis chi square menunjukkan hubungan antara ekspresi BRAF V600E dan metastasis bermakna secara statistik (p=0,014). Ekspresi BRAF V600E positif hanya ditemukan pada kasus dengan derajat diferensiasi rendah. Akan tetapi, pada studi ini hanya dilibatkan 8 kasus dengan derajat diferensiasi tinggi, dan analisis chi square menunjukkan hubungan antara ekspresi BRAF dan derajat diferensiasi tidak bermakna secara statistik (p=0,167). Sebagai simpulan, terdapat hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan metastasis pada adenokarsinoma kolorektal. Tidak terdapat hubungan antara ekspresi BRAF V600E dengan derajat diferensiasi pada adenokarsinoma kolorektal.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA MAHASISWA SARJANA KEDOKTERAN DAN PROFESI DOKTER ANGKATAN 2018 UNIVERSITAS UDAYANA Gorintha, Adrian Wiryanata; Muliani, Muliani; Yuliana, Yuliana; Karmaya, I Nyoman Mangku
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P03

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan fisiologi tubuh untuk dapat berfungsi secara optimal. Apabila kualitas tidur mengalami penurunan maka salah satu risiko yang dapat muncul adalah depresi. Salah satu kelompok yang memiliki risiko mengalami penurunan kualitas tidur adalah mahasiswa kedokteran, dimana hal ini dapat memicu kenaikan tingkat depresi pada kelompok mahasiswa kedokteran. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui apakah ada hubungan antara kualitas tidur dengan kenaikan tingkat depresi pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Setelah persetujuan komite etik institusional, mahasiswa kedokteran tahun terakhir yang bersedia menjadi subjek untuk studi dan telah diberikan persetujuan tertulis (n=80) diberikan kuesioner Indeks Kualitas Tidur (PSQI) untuk mengamati kualitas tidur dan Kuesioner Kesehatan Pasien-9 (PHQ-9) kuesioner untuk melihat tingkat depresi responden melalui google form. Skor PSQI dan PHQ-9 dihitung dan keterkaitannya diukur secara statistik. Analisis data dilakukan dengan uji chi square didapatkan nilai p=0,006 (p<0,05) yang berarti ada hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat depresi pada mahasiswa kedokteran tahun terakhir. Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait dengan hubungan antar komponen komponen dari kuesioner PSQI dengan tingkat depresi serta penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar agar penelitian ini dapat digeneralisasi lebih luas. Ada hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat depresi pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018 Kata kunci : Kualitas Tidur, Mahasiswa Kedokteran, Tingkat Depresi
Karakteristik Sosiodemografi dan Perilaku Partisipan Voluntary Counseling and Testing (VCT) di Yayasan Kerti Praja Denpasar Tahun 2000-2013 Bangkitaryani, Luh Ayu; Sawitri, Anak Agung Sagung; Ani, Luh Seri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P01

Abstract

Layanan voluntary counseling and testing (VCT) memiliki peran penting sebagai pintu masuk ke seluruh layanan HIV/AIDS. Yayasan Kerti Praja (YKP) merupakan penyedia layanan VCT pertama di Provinsi Bali yang hingga tahun 2013 telah melayani belasan ribu partisipan. Eksplorasi data rekam medik partisipan VCT di YKP dapat mengungkap karakteristik sosiodemografi dan perilaku partisipan VCT dari tahun 2000-2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross sectional. Dari 17.747 sampel didapatkan hasil sebanyak 8,5% partisipan VCT di YKP berstatus HIV positif. Mayoritas partisipan VCT di YKP adalah perempuan, berusia 16-40 tahun, bertempat tinggal di kota Denpasar, memiliki pekerjaan berisiko tinggi terinfeksi HIV, termasuk ke dalam kelompok berisiko tinggi untuk terpapar HIV dan transmisi penularan HIV dicurigai melalui hubungan seks vaginal berisiko. Sedangkan proporsi status HIV positif terbanyak ditemukan pada kelompok lelaki (14,6%), berusia lebih dari 40 tahun (10,3%), berdomisili di luar kota Denpasar (10,5%), tidak bekerja (16,3%), tergolong ke dalam kelompok risiko tinggi terpapar HIV (8,5%) dan pengguna injecting drug user (35%). Didapatkan kesimpulan bahwa angka kunjungan VCT di YKP setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan, dengan angka kejadian positif HIV yang semakin menurun. Kata kunci : Infeksi HIV, voluntary counseling and testing (VCT), cross sectional, sodiodemografi, Yayasan Kerti Praja HIV/AIDS treatment. Kerti Praja Foundation as the oldest VCT clinic in Bali has giving it’s best service for thousand participants since 2000. This data exploration will giving an explanation about sociodemographic and behavioral characteristic of VCT participants in YKP from 2000 until 2013. This research using descriptive cross sectional study models. From 17.747 VCT participants we found that 8.5% participants with positive HIV status. Mostly VCT participants are female, 16-40 years old, living in Denpasar, have high risk job, high risk exposure to HIV infection and suspected got HIV from unprotected vaginal sex transmission. Proportion of participants with positive HIV status we found greater in male group (14.6%), >40 years old (10.3%), living outside Denpasar (10.5%), jobless group (16.3%), have high risk exposure to HIV infection (8.5%), and injecting drug user group (35%). We conclude that VCT participants in YKP increased every year, but participants with positive HIV status decreased. Keywords : HIV infection, voluntary counseling and testing (VCT), cross sectional, sociodemography, Kerti Praja Foundation
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK PASIEN PSORIASIS KUKU DI RSUP SANGLAH: SEBUAH STUDI RETROSPEKTIF Suryawati, Nyoman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i9.P04

Abstract

Pendahuluan: Kelainan kuku pada pasien psoriasis umum dijumpai dan dapat berdampak terhadap terjadinya stres psikologis. Penilaian keparahan psoriasis kuku dinilai dengan Nail Area Severity Index (NAPSI) dan kualitas hidup pasien dengan Dermatology Life Quality Index (DLQI). Prevalensi psoriasis kuku dilaporkan bervariasi berkisar 10-82%, namun belum ada data pasti psoriasis kuku di Indonesia. Tujuan: Mengetahui prevalensi dan karakteristik pasien psoriasis kuku di RSUP Sanglah. Metode: Studi retrospektif menggunakan rekam medis pasien psoriasis kuku di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah Denpasar periode Juli 2018-Juni 2021. Hasil: Psoriasis vulgaris merupakan varian tersering (74,3%) dari total 77 orang pasien psoriasis. Manifestasi kelainan kuku didapatkan pada 35 pasien (45,5%), terbanyak pada rentang umur 40-59 tahun (40,5%), jenis kelamin laki-laki (65,7%), pekerjaan wiraswasta (40%) dan riwayat psoriasis onset lambat (54,3%). Predileksi kelainan kuku tersering pada jari tangan dengan manifestasi tersering adalah pitting nail, dengan keterlibatan sendi pada 25,7% kasus. Pasien psoriasis kuku didominasi pada psoriasis derajat berat, dengan luas keterlibatan kulit >10% (57,1%), skor Psoriasis Area Severity Index (PASI) >10 (31,0%) dan skor DLQI >10 (45,7%). Rerata NAPSI tertinggi pada didapatkan pada pasien psoriasis derajat berat (20 ± 5,1). Kesimpulan: Prevalensi psoriasis kuku di RSUP Sanglah cukup tinggi, terutama pada laki-laki dan rentang usia 40-59 tahun. Rata-rata derajat keparahan kuku lebih tinggi pada psoriasis derajat berat, dan berdampak pada kualitas hidup pasien.
- PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) TERHADAP KADAR MDA (MALONDIALDEHYDE) LIVER PADA TIKUS MODEL MENOPAUSE savitri, ananda savitri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i10.P10

Abstract

Menopause ditandai dengan terhentinya proses ovarium dalam memproduksi estrogen, sehingga sistem reproduksi wanita akan berhenti secara bertahap. Pada kondisi ini, akan terjadi penurunan fungsi metabolisme tubuh dan fungsi berbagai organ, salah satunya adalah liver. Hal ini disebabkan karena, selain berfungsi sebagai hormon, estrogen juga bekerja sebagai antioksidan endogen tubuh. MDA merupakan senyawa organik sebagai penanda terjadinya stres oksidatif tubuh. Pada kondisi menopause akan terjadi peningkatan stres oksidatif akibat ketidakseimbangan produksi radikal bebas dengan antioksidan yang dimiliki oleh tubuh. Sehingga pada menopause cenderung akan terjadi peningkatan kadar MDA. Peningkatan kadar MDA di liver akan menimbulkan berbagai gangguan pada liver, seperti: non alcoholic liver disease, fibrosis hati, dan keganasan pada hati. Subjek sampel dikelompokkan menjadi tiga sampel subjek, yang terdiri dari kelompok kontrol (P0), sampel uji dengan ekstrak etanol kulit dari buah naga merah dosis 60 mg/200grBB/hari (P2), kemudian sampel dengan ekstrak etanol kulit dari buah naga merah dosis 90 mg/200grBB/hari (P3). Didapat nilai rerata MDA liver pada subjek kelompok P0 adalah 10.20768 ± 8.85632, sekaligus menjadi rerata kadar MDA teringgi. Nilai rerata MDA liver pada subjek kelompok P1 adalah 2.98490 ± 2.41730, dan menjadi rerata kadar MDA serum terendah. Nilai rerata MDA liver pada subjek kelompok P2 adalah 3.33072 ± 2.73548. Antioksidan yang memiliki kesamaan struktur dengan fitoestrogen pun dipilih sebagai substitusi estrogen endogen. Salah satu bahan makanan kaya antosianin adalah kulit dari buah naga merah, sehingga diharapkan dengan pemberian ekstrak tersebut mampu menjadi antioksidan eksogen dalam terapi menopause. Kata kunci : MDA, Kulit Buah Naga Merah, Antioksidan

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue