cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Hubungan Perkuliahan Daring dengan Nyeri Kepala pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2018-2020 Sanjaya, Calvin; Pujiastuti, Raden Ajeng Dwi; Amelia, Sri; Virgayanti, Vanda
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P04

Abstract

Latar belakang: Nyeri kepala merupakan keluhan umum yang sering ditemukan dengan prevalensi lebih besar dari 90%. Sekitar 26% nyeri kepala dilaporkan pada pelajar yang bukan pengguna internet dan telepon genggam, 30% pada pengguna internet, 29% pada pengguna telepon genggam, dan 29% pada pengguna keduanya. Penggunaan internet dan gadget semakin meningkat pada masa pandemi COVID-19, salah satunya dikarenakan pemberlakuan pembelajaran atau perkuliahan daring. Penggunaan gadget memiliki dampak negatif dalam aspek kesehatan seperti meningkatnya risiko kanker akibat radiasi, mata perih, nyeri leher, dan nyeri kepala. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara perkuliahan daring dengan nyeri kepala pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2018-2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan desain cross sectional dengan teknik simple random sampling. Subjek penelitian adalah sebanyak 90 orang mahasiswa. Hasil: Dari 90 responden, 39 orang (43,4%) mengeluhkan kadang-kadang menderita nyeri kepala, 34 orang (37,8%) mengeluhkan jarang menderita nyeri kepala, sedangkan 13 orang (14,4%) tidak mengeluhkan nyeri kepala, sisanya sebanyak 4 orang (4,4%) mengeluhkan sering nyeri kepala selama perkuliahan daring. Hasil uji statistik Fisher’s Exact menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara durasi perkuliahan daring dengan frekuensi nyeri kepala (p=0,314) dan antara frekuensi perkuliahan daring dengan frekuensi nyeri kepala (p=0,781). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perkuliahan daring dengan nyeri kepala pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara angkatan 2018 sampai angkatan 2020. Kata kunci : COVID-19, gadget, nyeri kepala, perkuliahan daring
EKSTRAK ETANOL BAWANG HITAM (Allium sativum L.) MENURUNKAN KADAR ASAM URAT MENCIT JANTAN MODEL HIPERURISEMIA Pangala, Gustinara Bakti; Mahendra, Agung Nova; Jawi, I Made; Dewi, Ni Wayan Sucindra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P17

Abstract

Black garlic is garlic that goes through a heating process and has a higher bioactivity of substances. The purpose of this study was to determine the effect of black garlic extract on the reduction of uric acid in male mice with hperuricemia induced by 25 ml / kg of chicken liver juice and 250 mg / kg of potassium oxonate. The mice used were male mice with uric acid levels above 3.3 mg / dL or 6.3-6.8 mg / dL. This research is an experimental study with the method of Pre Test - Post Test Control Group Design. The treatment group was K +: Giving allopurinol suspension 10 mg / kg BW, K-: Giving aquabides to the negative control group of mice, P1: Giving black garlic ethanol extract 4.2 mg / 20gr bb, P2: Giving black garlic ethanol extract 8.4 mg / 20gr bb, P3: Provision of black garlic ethanol extract 12.4 mg / 20gr bb. Measurement of uric acid levels was carried out at D-10 after induction of a high uric acid diet, as well as D-26 after treatment of each group. Data were analyzed by One Way Anova test and post hoc LSD test. The results showed that the ethanol extract of black garlic was able to reduce uric acid levels in the blood of mice with the highest percentage reduction in the P3 group (12.4 mg / 20gr bb) by 31,2%, followed by P2 (8.4 mg / 20gr. bb) of 18,03%. The lowest percentage reduction in uric acid levels was in the P1 group (4.2 mg / 20gr bb) by 10,2%. Black garlic ethanol extract has an effect on reducing total uric acid levels in mice due to its antioxidant content such as flavonoids, polyphenols, 5-hydroxymethylfurfural (5-HMF), leucine, and isoleucine. Key words: Black garlic, hyperuricemia, antioxidants, flavonoids.
PENINGKATAN PENGETAHUAN LANSIA DI BASA AMPEK BALAI KABUPATEN PESISIR SELATAN DENGAN EDUKASI HIPERTENSI Apriyeni, Emira; Dafriani, Putri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i10.P03

Abstract

Kurangnya pengetahuan, kesadaran yang rendah bahkan tidak peduli sama sekali tentang hipertensi dan tidak ada keinginan untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber seperti media massa, media elektronik maupun langsung dari tenaga kesehatan, menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian Hipertensi pada Lansia. Berdasarkan data dari Puskesmas Basa Ampek Balai Tapan, tahun 2019 jumlah penderita hipertensi sebanyak 312 orang dan pada tahun 2020 mengalami peningkatan menjadi 435 orang lansia penderita hipertensi. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan hipertensi terhadap lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Basa Ampek Balai Tapan Tahun 2021. Jenis penelitian ini Pre-Eksperimental One Group Pretest dan Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita lansia Hipertensi di wilayah kerja Puskemas Basa Ampek Balai Tapan sebanyak 435 orang dengan jumlah sampel sebanyak 16 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pada tanggal 14 Juli 2021 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan Bivariat. Rata-rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang Hipertensi adalah 7,31 dan Rata-rata pengetahuan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang Hipertensi 12,44. Terdapat pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan tentang Hipertensi Pada Lansia di wilayah kerja Puskesmas Basa Ampek Balai Tapan Tahun 2021 (p value= 0,000). Kesimpulan penelitian ada pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan tentang Hipertensi Pada Lansia. Diharapakan pada pimpinan Puskesmas harus membuat program penyuluhan kesehatan tentang tentang Hipertensi Pada Lansia dua kali sebulan di Puskesmas Basa Ampek Balai Tapan
KARAKTERISTIK KLINIKOPATOLOGI TUMOR SINONASAL DI RSUP SANGLAH PERIODE 2016-2020 Dewi, Ida Ayu Meilasari; Sriwidyani, Ni Putu; Sri Mahendra Dewi, I Gusti Ayu; Winarti, Ni Wayan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P13

Abstract

Tumor sinonasal merupakan tumor yang melibatkan kavum nasi dan sinus paranasal. Berdasarkan pertumbuhannya dibedakan menjadi tumor jinak dan tumor ganas. Menurut prevalensi, kasus tumor jinak sinonasal jarang terjadi, namun keganasan sinonasal menempati peringkat kedua keganasan kepala leher di Asia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik klinikopatologi tumor sinonasal di RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2016-2020 berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi tumor, dan tipe histopatologi. Penelitian dilakukan dengan rancangan cross-sectional, menggunakan data sekunder pasien tumor sinonasal yang melakukan pemeriksaan histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah Denpasar. Sampel dikumpulkan dengan teknik total sampling, kemudian diolah menggunakan SPSS versi 23. Penelitian mendapatkan 166 kasus tumor sinonasal (jinak dan ganas) yang memenuhi kriteria penelitian. Tumor sinonasal terbanyak terjadi pada rentang usia 51-60 tahun dan 61-70 tahun dengan jumlah masing-masing 41 (24,7%), lebih banyak mengenai laki-laki (65,7%), lokasi tumor tertinggi pada daerah sinonasal (57,2%), dan tipe histopatologi yang paling sering adalah squamous cell carcinoma (22,9%) untuk tumor ganas serta inverted type sinonasal papilloma (18,1%) untuk tumor jinak. Disimpulkan bahwa tumor sinonasal sering terjadi pada usia 51-60 tahun dan 61-70 tahun, jenis kelamin laki-laki, berlokasi di sinonasal, dengan tipe squamous cell carcinoma dan inverted type sinonasal papilloma. Kata kunci : tumor sinonasal, karakteristik klinikopatologi, tipe histopatologi Sinonasal tumours are tumours that occur in the nasal cavity and paranasal sinuses. Based on its growth, classified into benign tumours and malignant tumours. According to prevalence, cases of benign sinonasal tumors are rare, but sinonasal malignancies are the second most common after head and neck malignancy in Asia. The purpose of this study was to determine the clinicopathological characteristics of sinonasal tumors at RSUP Sanglah Denpasar in 2016-2020 based on age, gender, location of the tumour, and histopathological type. The study was conducted with cross-sectional design, using secondary data from sinonasal tumor patients who underwent histopathological examination at the Anatomical Pathology Laboratory, RSUP Sanglah Denpasar Samples were collected by total sampling technique, then processed using SPSS version 23. The study found 166 cases of sinonasal tumours (benign and malignant) that met the research criteria. Sinonasal tumours were most common in the age range of 51-60 years and 61-70 years (24.7%), more common in males (65.7%), the highest tumour location was in the sinonasal (57.2%), and the most common histopathological type was squamous cell carcinoma (22.9%) for malignant tumours and inverted type sinonasal papilloma (18.1%) for benign tumours. It was concluded that most sinonasal tumours occur at the age of 51-60 years and 61-70 years, male gender, located in the sinonasal, with squamous cell carcinoma type and inverted type sinonasal papilloma. Keywords : sinonasal tumour, clinicopathological characteristics, histopathological type
EFEKTIVITAS KOMBINASI KANGAROO MOTHER CARE (KMC) DAN MUSIK LULLABY TERHADAP PERUBAHAN SUHU DAN DENYUT JANTUNG PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH Darma, Ika Yulia; Yusuf, Nuuva; Zaimy, Silvi; Idaman, Meldafia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P08

Abstract

Latar Belakang: Beberapa intervensi terapeutik di NICU seperti Kangaroo Mother Care dan terapi musik memiliki manfaat bagi aspek psikologis dan respon fisiologis bayi. Musik pengantar tidur dapat memberikan dukungan prosedural yang efektif di lingkungan yang bising. Tujuan: menjelaskan pengaruh kombinasi kangaroo mother care (KMC) dan musik Lullaby terhadap perubahan suhu dan denyut jantung pada bayi berat lahir rendah. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan Quasi Experimental Design dengan desain non-ekuivalen control group design. Populasi penelitian adalah bayi BBLR yang dirawat di bangsal NICU. Sampel penelitian ini adalah 36 bayi BBLR yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di bangsal NICU RSUD Ambarawa dan RSUD Ungaran. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Uji statistik menggunakan Paired t-test dengan taraf signifikansi p<0,05. Hasil: Setelah dilakukan intervensi kelompok kombinasi terbukti efektif terhadap perubahan suhu, nadi dan saturasi oksigen dengan nilai rerata lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dan musik pengantar tidur, secara statistik deskriptif diperoleh rerata suhu 0,100 dan 4,00 untuk detak jantung. Kesimpulan: kombinasi metode KMC dan musik Lullaby efektif terhadap perubahan suhu dan denyut jantung pada bayi BBLR. Intervensi ini dapat digunakan sebagai pengobatan untuk bayi BBLR di bangsal NICU atau di rumah.
KORELASI KETEBALAN TUNIKA INTIMA MEDIA ARTERI FEMORALIS DAN ARTERI KAROTIS BERDASARKAN ULTRASONOGRAFI DENGAN DERAJAT STENOSIS ARTERI KORONER BERDASARKAN MSCT SCAN KARDIAK PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER Juwita, Rita; Asriyani, Sri; Bahar, Burhanuddin; Amir, Muzakir; Murtala, Bacthiar
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i9.P12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi nilai ketebalan tunika intima/Intima media thickness (IMT) arteri femoralis dan arteri karotis menggunakan ultrasonografi dengan derajat stenosis arteri koroner menggunakan MSCT Scan Kardiak pada pasien penyakit jantung koroner. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Radiologi RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, mulai Juli hingga Desember 2020. Sampel penelitian berjumlah 32 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi serta kriteria eksklusi. Metode yang digunakan adalah uji korelasi Spearman’s rho dan Uji Regresi Linier Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara ketebalan tunika intima (IMT) arteri femoralis (p=0,0000, r=0,725) dengan derajat stenosis arteri koroner, semakin tebal tunika intima arteri femoralis semakin tinggi derajat stenosis arteri koroner. Terdapat korelasi antara ketebalan tunika intima (IMT) arteri karotis (p=0,011, r=0,445) dengan derajat stenosis arteri koroner, semakin tebal tunika intima arteri karotis semakin tinggi derajat stenosis arteri koroner. Kata kunci : Penyakit jantung koroner, MSCT Scan Kardiak, Intima media thickness
KORELASI FAKTOR RESIKO STROKE TERHADAP PENDERITA CORONA VIRUS DISEASE-2019 DI RUMAH SAKIT RST DOMPET DHUAFA BOGOR Putra Sanjaya, Gde Bagus; Rika Reza, Herviana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i11.P02

Abstract

Latar belakang: Stroke menduduki tempat kedua sebagai penyakit tidak menular (PTM) yang menyebabkan 11,6% dari total kematian di dunia pada tahun 2019? kasus stroke semenjak adanya pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease-2019) mengalami peningkatan akibat kekhawatiran terinfeksi COVID-19 saat mengakses fasilitas kesehatan, baik itu kasus stroke non-hemoragik (SNH) dan stroke hemoragik (SH). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi factor resiko stroke terhadap penderita CORONA VIRUS DISEASE-2019. Metode: penelitian ini menggunakan metode cross sectional dari data populasi pasien COVID-19 dengan diagnosis juga SNH dan SH periode Januari 2020 – Maret 2022. Hasil penelitian: hasil analisis uji fisher menunjukan secara statistik bahwa bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dislipidemia dan c-reaktif protein dengan kejadian stroke pada penderita COVID-19 yang sedang dirawat di bangsal dengan nilai p value = 0,04 (p <0,05). Kesimpulan: Infeksi COVID-19 dapat menyebabkan terjadinya stroke, baik itu SNH atau SH. Timbulnya stroke ini dipicu adanya hiperkoagulasi dan hiperinflamasi yang terjadi selama infeksi COVID-19 yang banyak menyerang kelompok lanjut usia dan kriteria COVID-19 derajat berat. Kata kunci: Covid-19., stroke ischemic., stroke hemoragik
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS ATCC 3351 SECARA IN VITRO Pandansari, Ni Wayan Bunga; Ernawati, Desak Ketut; Widhiartini, Ida Ayu Alit
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i7.P18

Abstract

ABSTRAK Daun0ubi0jalar0ungu mengandung senyawa aktif gflavonoid, tfenol, ktanin, dan bsaponin yang dinyatakan memiliki aktivitasdantibakteri. Kandungan senyawa aktif ini potensial dikembangkan sebagai antibakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Pengembangan antibakteri alternatif dari bahan alam diperlukan untuk penanganan infeksi nosokomial. Penelitian eksperimental ini dilakukan untuk membuktikan adanya aktivitaspantibakterihekstrakjetanol0daun0ubi0jalar0ungu terhadap bakteri penyebab infeksi nosokomial dengan menggunakan bakteri standar MRSA ATCC 3351 secara in vitro. Desainlpenelitian merupakanppostutestponlyecontrolkgroup.jAktivitaspantibakterijekstrak etanol daunfubiljalarrungu diuji dengan metode difusilagar (disc diffusion) terhadap ekstrak etanol yang diperoleh dari proses maserasi daun ubi jalar ungu yang dikeringkan dan daun segar pada berbagai konsentrasi bertingkat. Aktifitas antibakteri dinilai berdasarkan pengukuran luas diameter zona hambat yang dihasilkan setelah perlakuan esktrak terhadap kultur bakteri dalam media agar plate. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya daya hambat pada ekstrak segar namun, pada ekstrak kering terdapat daya hambat terhadap bakteri MRSA ATCC 3351. Diameterlzonaihambat yang terbentuk pada kelompok konsentrasi 20%, 40%, dan 80% secara berurutan adalah 6,9 mm, 10mm, dan 11mm. Untuk mengetahui adanya efek perlakuan, dilakukan analisis terhadap Uji Kruskal-Walis. Uji Mann-Whitney menunjukkanjadanya perbedaankyang bermakna padajsetiap kelompok yang dibandingkan, kecuali pada ekstrak 10%. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun ubi jalar ungu kering (Ipomoea batatas L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap MRSA ATCC 3351. Sedangkan pada ekstrak etanol 96% daun ubi jalar ungu segar (Ipomoea batats L.) tidak memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri MRSA. Kata Kunci: Daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.), zona hambat, MRSA
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI X DI DENPASAR TENTANG SUPLEMEN KESEHATAN DAN OBAT TRADISIONAL DENGAN PENGUNAANNYA SELAMA PANDEMI COVID-19 Rosalinda, Jessica
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i9.P03

Abstract

Coronavirus disease (COVID – 19) adalah penyakit infeksi yang baru muncul dan belum ditemukman obatnya namun masyarakat dapat melakukan aksi preventif dengan menjaga imun tubuh melalui konsumsi suplemen kesehatan dan obat tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan tentang suplemen dan obat tradisional dengan pengunaannya selama pandemi COVID – 19 serta jenis suplemen dan obat tradisional yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan. Penelitian ini merupakan penelitian cross – sectional deskriptif analitik dengan menggunakan teknik convenience sampling. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dalam bentuk link google form kepada 14 kelas yang terdapat di SDN X Denpasar melalui group whatsapp orang tua murid dan didapatkan sebanyak 192 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Setelah pengumpulan data dari sampel selesai, peneliti melakukan analisis di program SPSS dengan binary logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik tentang suplemen memiliki kecenderungan 2,274 kali lipat lebih tinggi untuk mengkonsumsi zinc dibandingkan responden yang memiliki pengetahuan rata - rata (p-value = 0,026). Selain itu, ditemukan juga bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik tentang obat tradisional memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi rimpang – rimpangan sebesar 4,415 kali lipat lebih tinggi dibandingkan responden dengan pengetahuan rata - rata (p-value = 0,001)
HUBUNGAN FLAT FOOT DENGAN CHRONIC ANKLE INSTABILITY PADA ATLET BASKET KELOMPOK UMUR 14 TAHUN DI KLUB BASKET ELITE BALI DAN MERPATI BALI Koeswandi, Adiel Theodore; Muliani, Muliani; Yuliana, Yuliana; Karmaya, I Nyoman Mangku
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i10.P08

Abstract

Semakin berkembangnya olahraga bola basket di Indonesia ditandai dengan partisipasi anak-anak dimulai dari usia dini. Pada atlet usia muda sangat rentan terjadi cedera yang disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya flat foot yang banyak dialami oleh usia muda. Pada atlet basket sering mengalami cedera pada sendi engkel dan jika cedera tersebut berulang dapat menyebabkan terjadinya chronic ankle instability (CAI). Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data bentuk kaki dilakukan dengan menggunakan wet footprint test lalu dilanjutkan dengan pengukuran clarke’s angle. Pengambilan data CAI mengunakan kuesioner Identification of Functional Ankle Instability (IdFAI). Teknik pengambilan sampel menggunakan sistem total sampling dan didapatkan 35 responden dari klub basket Elite Bali dan Merpati Bali. Analisis data dilakukan dengan uji chi square didapatkan nilai p<0.05 yang berarti adanya hubungan antara flat footdengan CAI. Tetapi pada sampel hanya ditemukan 1 orang dengan flat foot sekaligus menderita CAI pada kaki kiri maupun kaki kanan. Dapat disimpulkan bahwa flat foot dapat disingkirkan menjadi faktor risiko dari terjadinya CAI. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk dapat mengeneralisasi hasil penelitian ini.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue