cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
KORELASI ASPECT SCORE DENGAN NIHSS, GCS, DAN LAMA DIRAWAT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK AKUT DI RSUP SANGLAH Juniada, Putu Herry; Asih, Made Widhi; Margiani, Ni Nyoman; Eka Putra, I Wayan Gede Artawan; Mahendra Wijaya, I Gusti Agung Gede
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P01

Abstract

Stroke adalah kondisi medis mengancam nyawa, akibat terputusnya pasokan darah ke bagian otak tertentu, bisa diakibatkan oleh pembuluh darah otak yang pecah (stroke hemoragik), maupun tersumbat (stroke non hemoragik). Stroke Non Hemoragik (SNH) membutuhkan penanganan segera dengan terapi trombolisis (IV-rtPA) dalam 3-4,5 jam pasca awitan SNH untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Salah satu metode penilaian kelayakan pasien SNH (melalui pencitraan otak) untuk menerima terapi trombolisis adalah dengan ASPECT Score. Namun IV-rtPA dan ASPECT Score masih sangat jarang diterapkan karena berbagai faktor, sehingga untuk saat ini kami memiliki gagasan untuk meneliti bagaimana korelasi ASPECT Score dengan NIHSS, GCS, dan lama dirawat pada pasien SNH akut. Harapannya dapat ikut mempromosikan ASPECT Score, agar semua stakeholder lebih akrab dengan ASPECT Score jika sudah siap dengan terapi IV-rtPA nantinya. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional prospektif. Pasien SNH yang masuk IGD RSUP Sanglah pada bulan Oktober 2021 – Januari 2022 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih secara consecutive sampling sebanyak 66 sampel. Hasil pemeriksaan CT scan kepala tanpa kontras diambil dari PACS dan dilakukan penilaian ASPECT Score oleh 2 orang radiolog secara terpisah. Terdapat Interobserver Agreement penilaian ASPECT Score yang tinggi dan bermakna antara observer 1 dan 2 (r = 0,905; p = 0,00; 95% Limits of Agreement = -1,161 – 0,889). Namun ternyata tidak terdapat korelasi yang bermakna antara ASPECT Score dengan NIHSS, GCS, dan lama dirawat, yaitu dengan nilai r dan p masing-masing adalah r = -0,144, p = 0,250; r = 0,069, p = 0,584; dan r = -0,111, p = 0,375. Perlu dilakukan perbaikan design penelitian, contohnya dengan pendekatan longitudinal untuk mengakomodasi progresivitas infark, dan dengan membandingkan antara penilaian ASPECT Score melalui pemeriksaan CT scan dengan MRI (DWI) yang dikenal lebih sensitif dalam mengidentifikasi perubahan iskemik tahap awal. Kata kunci : ASPECT Score., NIHSS., GCS
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS UDAYANA TERHADAP PICTORIAL HEALTH WARNING PADA BUNGKUS ROKOK DI INDONESIA Brahmantya, Ida Bagus Yorky; Puspitasari, Kadek Dina; Suariyani, Ni Luh Putu
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i8.P14

Abstract

Jumlah perokok di Indonesia terdata meningkat dari tahun ke tahun. Fenomena merokok ini tidak jarang dijumpai di kalangan usia muda. Tren usia mulai merokok tertinggi di Indonesia berada pada rentang usia 15-19 tahun yang tergolong usia masuk Perguruan Tinggi. Pemerintah Indonesia berupaya menekan jumlah perokok dengan mengeluarkan peraturan mengenai pencantuman pictorial health warning (PHW) pada bungkus rokok. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan persepsi mahasiswa Universitas Udayana terhadap PHW pada bungkus rokok. Penelitian deskriptif cross-sectional ini dilakukan di 13 Fakultas Universitas Udayana, melibatkan seluruh mahasiswa aktif di tahun ajaran 2018/2019, dengan pengambilan sampel dilakukan secara accidental. Karakteristik sampel, pengetahuan, sikap, dan persepsi mahasiswa terhadap PHW diperoleh dengan kuesioner. Data dianalisis dengan statistical package software untuk Windows secara univariat. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini sebanyak 112 orang dengan mayoritas mahasiswa non-kesehatan (75%). Sebagian besar responden tahu (96,4%) dan berpersepsi paham mengenai makna dari PHW pada bungkus rokok (98,2%). Pencatuman PHW pada bungkus rokok membuat responden peduli terhadap bahaya merokok (87,5%) dan bersikap mendukung pencatuman PHW (98,2%). Pencantuman PHW pada bungkus rokok menciptakan rasa takut untuk mulai merokok (98,2%) dan semakin takut jika ukuran gambar diperbesar (81,3%). Mahasiswa Universitas Udayana memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terhadap PHW pada bungkus rokok, serta memiliki persepsi bahwa PHW yang berlaku saat ini telah efektif untuk memberikan rasa takut dan meningkatkan kepedulian terhadap dampak kesehatan akibat merokok.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT KOTA PADANG morika, honesty diana; Sari, Putri Minas; Anggraini, siska sakti; Nofia, Vino Rika; MP, Andika Herlina; Sandra, Rhona; Sari, Indah Komala
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P09

Abstract

Hospital services are needed by everyone for their health needs. It is hoped that good service quality can grow and influence patient decisions and beliefs to use health services. The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of nursing services and the level of patient satisfaction in the inpatient ward of the Padang City Hospital in 2022.The type of research used is descriptive with a cross sectional research design. This research was conducted in the inpatient ward of the Padang City Hospital from November 2021 to April 2022. The population used in this study were all patients in inpatient wards 3 and 4 from August 2021 to November 2021 at the Padang City Hospital, totaling 907 patients with 90 samples with accidental sampling technique. Data was collected by means of a questionnaire. Data was processed and analyzed univariately with frequency distribution and bivariate with chi-square test.The results of the study were 50 people (55.6%) were dissatisfied in the inpatient room of the Padang City Hospital in 2022, at most 46 people (51.1%) felt that nursing services were not good in the Padang City Hospital inpatient room in 2022 and there were the relationship between nursing services and the level of patient satisfaction in the inpatient ward of the Padang City Hospital in 2022 (p = 0.036). The conclusion that there is a relationship between nursing services and the level of patient satisfaction in the inpatient ward of the Padang City Hospital in 2022, it is hoped that this research can improve the quality of nursing services such as nurses need to improve their ability to resolve patient complaints and nurses can take the time to listen to patient complaints so that people who hospitalized are satisfied with hospital nursing services. Keywords : Patient Satisfication Level, Nursing Service, City Hospital
KORELASI KADAR MAGNESIUM, ZINK DAN TEMBAGA DALAM ASI DENGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS LUBUK BUAYA PADANG amir, aprima yona; Manila, Hartati Deri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P06

Abstract

Pemberian ASI ekslusif salah satu cara untuk meningkatkan status gizi bayi. Kanduangan ASI sangat ditentukan dari Magnesium, Zink dan Tembaga. Kekurangan zat gizi mikronutrien sangat berdampak khususnya bagi ibu menyusui dan bayi. Bagi ibu menyusui kekurangan mikronutrien (magnesium, zink dan tembaga) mengakibatkan terserang penyakit menular, malaria, paru-paru dan kematian, sedangkan bagi bayi kekurangan mikronutrian (magnesium, zink dan tembaga dalam ASI) berdampak tidak naiknya berat badan bayi dan panjang badan yang akan berakibat lambatnya pertumbuhan dan perkembangan tumbuh kembang bayi dan dampak buruknya akan mengakibatkan stunting. Tujuan penelitian ini untuk melihat korelasi kadar Magnesium, Zink dan Tembaga dalam ASI dengan penambahan berat badan bayi usia 0-6 bulan. Metode penelitian ini adalah cross sectional study. Responden penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan yang menyusui secara ekslusif di Puskesmas Lubuk Buaya Padang dengan . Kadar magnesium Zink dan Tembaga dalam ASI di analisa di Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Kota Padang. Total sampel sebanyak 20 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi kadar magnesium (r= 0,494). Berdasarkan uji statistik, hasil yang didapatkan adalah signifikan antara kadar magnesium dalam ASI dengan penambahan berat badan bayi usia 0-6 bulan, korelasi kadar zink (r= 0,518). Berdasarkan uji statistik, hasil yang didapatkan adalah signifikan antara kadar zink dalam ASI dengan penambahan berat badan bayi usia 0-6 bulan dan korelasi kadar tembaga (r= 0,469). Berdasarkan uji statistik, hasil yang didapatkan adalah signifikan antara kadar zink dalam ASI dengan penambahan berat badan bayi usia 0-6 bulan. Pada penelitian ini dapat disimpulkan terdapat Korelasi Kadar Magnesium, zink dan tembaga dalam ASI dengan penambahan berat badan bayi usia 0-6 bulan
HIBISCUS SABDARIFFA LINN. MENCEGAH PENURUNAN FUNGSI MEMORI KERJA PADA MENCIT MODEL DIABETES TIPE 2 Anggraeni, Risa Kusuma; Andraini, Trinovita
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P07

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a risk factor for memory impairment. Administration of herbal medicine which is rich in polyphenol has been believed have a positive impact on memory performance. Recent studies showed one of the potential candidates of herbal medicine is Hibiscus sabdariffa Linn. (HSL) which can improve memory function in several conditions. However, researches which prove will HSL affect memory function in DM is still limited. The aim of the study is to investigate the effect of HSL administrating on spatial working memory in DM. This study is an experimental study using DDY mice aged 9-11 weeks which were divided into four groups: control (K), DM control (DM), DM with HSL at a dose of 200 mg/kgBW (DM-HSL200), and DM with HSL at a dose of 400 mg/kgBW (DM-HSL400). Experimental animals were given treatment for 28 days. All groups performed Y- Maze spontaneous alternation before and after treatment. The results of this study showed a decrease in memory function in the DM group. Administration of HSL can maintain memory function in DM mice. These findings indicate that administration of HSL has potency to prevent memory impairment in DM. Keywords : Hibiscus sabdariffa Linn., spatial working memory, diabetes mellitus, Y-maze spontaneous alternation.
KARAKTERISTIK PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN MULTI DRUGS RESISTANT (TB-MDR) DI RSUP SANGLAH PADA TAHUN 2019-2020 Paramyta, I Gusti Ayu Cintya; Iswari, Ida Sri; Darwinata, Agus Eka; Hendrayana, Made Agus
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P08

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalahasalahasatuapenyakitainfeksi menularayangamasih menjadi perhatian di seluruh dunia. Terdapat 3 indikator untuk TB dengan High Burden Countries (HBC) yang telah didefinisikan oleh Badan Kesehatan Dunia yaitu, TB, TB/HIV, dan TB-MDR. Multi Drugs Resistant (MDR) merupakan permasalahan dalam pemberantasan TB terbesar di dunia. Penelitianaini merupakan penelitianadeskriptifa potong lintang yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien tuberkulosis paru dengan multi drugs resistant di RSUP Sanglah pada tahun 2019-2020. Data penelitian ini diambil secara retrospektif dari database Sistem Informasi Tuberkulosis KEMENKES RI dan e-TB Manager RSUP Sanglah. Sampel merupakan pasien TB-MDR yang teregister dan menjalani pengobatan di RSUP Sanglah. Karakteristik pasien TB-MDR dijabarkan dalam bentuk tabel dan grafik. Karakteristik pasien TB-MDR didominasi oleh laki-laki dengan proporsi sebesar 65,2%. Pasien dengan usia 20-40 tahun memiliki jumlah tertinggi yaitu 11 orang (47,8%). Pasien yang bekerja sebagai IRT memiliki jumlah tertinggi yaitu 6 orang (26,1%) sama dengan proporsi pasien yang tidak bekerja yaitu 26,1%. Sebanyak 18 orang (78,3%) tidak memiliki komorbid. Status pengobatan pasien paling banyak adalah pasien dalam proses pengobatan yaitu 65,2%. Kriteria suspek pasien TB-MDR yang paling tinggi adalah pasien kasus baru sebesar 52,2%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai karakteristik pasien TB-MDR dengan meneliti variabel yang lebih banyak serta center penelitian yang lebih luas Kata kunci : Multi Drugs Resistant, Karakteristik, Tuberkulosis
KORELASI SKOR CHA2DS2-VASC-HS DENGAN KOMPLEKSITAS LESI ARTERI KORONER PADA PASIEN NON-ST ELEVATION ACUTE CORONARY SYNDROME Nugiaswari, Putu Primeriana; Gunadhi, IGN Putra; Yasmin, AAA Dwi Adelia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P10

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yang timbul akibat penurunan aliran darah ke miokard karena penyempitan arteri koroner. Manifestasi klinis penyakit ini bervariasi antara lain: asimptomatis (silent ischemia), angina stabil, angina tidak stabil, infark miokard, gagal jantung dan kematian jantung mendadak. Penatalaksanaan PJK yang tidak adekuat dapat menurunkan harapan dan kualitas hidup. CHADS2 score dan CHA2DS2-VASc score merupakan prediktor klinis resiko stroke pada pasien atrial fibrilasi non valvular yang digunakan untuk menentukan apakah terapi dengan anti koagulan atau anti platelet diperlukan. Komponen pada CHADS2 dan CHA2DS2-VASc score meliputi faktor resiko klinis yang sama untuk terjadinya PJK, sehingga skor tersebut juga berpotensi dalam mendeteksi adanya PJK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara CHA2DS2VASc-HS score dengan kompleksitas lesi pembuluh darah koroner berdasarkan SYNTAX score pada pasien Non-ST Elevation Acute Coronary Syndrome (NSTE-ACS) yang menjalani tindakan angiografi koroner. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan korelasi positif, hubungan sangat kuat, dan signifikan antara CHA2DS2VASc-HS score dan SYNTAX score dengan p=0,000 (p<0,005) Terdapat korelasi yang bermakna, positif, dan hubungan sangat kuat antara CHA2DS2-VASc-HS score dengan kompleksitas lesi pembuluh darah koroner berdasarkan SYNTAX score. Kata kunci : coroner., CHA2DS2-VASc., SYNTAX
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN TERHADAP KEBUGARAN FISIK PADA SISWA LAKI-LAKI KELAS VII DI SMP NEGERI 1 DENPASAR Ayu Dea Dwi Apriza Dharmayani, Gusti; Wiryanthini, Ida Ayu Dewi; Ayu Dewi, Ni Nyoman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P11

Abstract

Kebugaran fisik merupakan hasil daya tahan fisik yang bergantung pada variabel-variabel fisiologis, seperti peran pengangkutan dan penggunaan oksigen dari udara ke otot-otot aktif dalam metabolisme fisik yang dilakukan oleh hemoglobin. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan kebugaran fisik. Penelitian dilakukan dalam dua tahap; 1) pengambilan kadar hemoglobin untuk dapat mengetahui kadar hemoglobin dari setiap siswa, 2) pengukuran kebugaran fisik untuk dapat mengetahui tingkat kebugaran fisik dari masing-masing siswa. Kadar hemoglobin diambil dengan menggunakan alat yang bernama family dr. hb. dengan metode hb meter dan kebugaran fisik diukur dengan menggunakan harvard step test. Dari 22 sampel yang diperiksa didapatkan hasil rata-rata kadar hemoglobin dari siswa laki-laki kelas VII di SMP Negeri 1 Denpasar adalah 13,2 g/dl sedangkan rata-rata tingkat kebugaran fisiknya adalah 115,43. Korelasi atau hubungan antara variabel kadar hemoglobin terhadap kebugaran fisik pada siswa laki-laki kelas VII di SMP Negeri 1 Denpasar memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,868, dimana dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan dengan tingkat hubungan yang sangat kuat diantara kadar hemoglobin terhadap kebugaran fisik pada siswa laki-laki kelas VII di SMP Negeri 1 Denpasar yang diuji dengan pearson correlation. Kata kunci : kadar hemoglobin, kebugaran fisik, family dr. hb, harvard step test
KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN KARSINOMA SEL BASAL DI POLIKLINIK DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH PERIODE JANUARI 2020 – JANUARI 2022 Suryani, Adelia; Darmaputra, I Gusti Nyoman
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P12

Abstract

Pendahuluan: Karsinoma sel basal merupakan jenis kanker kulit paling sering ditemukan, tumbuh perlahan, jarang terjadi metastasis namun dapat menginvasi jaringan sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien dengan karsinoma sel basal. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik pasien dengan karsinoma sel basal di Poliklinik Dermatologi dan Venereologi Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar pada periode Januari 2020 sampai dengan Januari 2022 Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang / cross sectional study berdasarkan laporan tahunan dan catatan medis penderita karsinoma sel basal di Poliklinik Dermatologi dan Venereologi Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar pada periode Januari 2020 sampai dengan Januari 2022. Penelitian ini menggunakan 8 kasus dengan rekam medis lengkap dan telah terkonfirmasi karsinoma sel basal secara histopatologi Hasil: Hasil penelitian menunjukkan frekuensi tertinggi karsinoma sel basal adalah subtipe noduler sebanyak 5 kasus (62,5%), pada rentang usia 50-59 tahun sebanyak 5 kasus (62,5%), lebih sering pada perempuan dibandingkan laki-laki (87,5% vs. 12,5%), dan paling banyak ditemukan pada area kepala dan leher sebanyak 8 kasus (100%). Kesimpulan: Berdasarkan paparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa paling banyak ditemukan karsinoma sel basal subtipe noduler, pada populasi usia lanjut berjenis kelamin perempuan, pada area kepala dan leher. Kata kunci: Karsinoma sel basal, tumor kulit, histopatologi
PENGARUH AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL (ALLIUM SATIVUM LINN) TERHADAP KELEMBAPAN KULIT TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIPAPAR SINAR ULTRAVIOLET B Purnamasari, N. Ary Laksmi; Ratnayanti, I.G.A. Dewi; Nym. Arijana, I.G. Kamasan; Wiryawan, I.G.N. Sri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i12.P13

Abstract

Kelembapan kulit merupakan suatu kondisi yang erat kaitannya dengan kadar air di dalam kulit yang juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit. Stres oksidatif yang terjadi akibat paparan sinar ultraviolet dapat menyebabkan terjadinya penurunan nilai kelembaban kulit sehingga kulit menjadi kering. Berkurangnya nilai kelembaban kulit dapat diatasi dengan memberikan perawatan terhadap kulit. Perawatan dapat dilakukan dengan pemberian sediaan topikal yang mengandung antioksidan salah satunya yaitu krim ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum Linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas antioksidan krim ekstrak bawang putih tunggal (Allium sativum Linn) terhadap kelembaban kulit tikus wistar (Rattus norvegicus) yang dipapar sinar ultraviolet B. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan penelitian the randomized pre-test and post-test control group dengan menggunakan sampel sebanyak 30 ekor tikus wistar jantan yang dibagi ke dalam enam kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor, yaitu kelompok P0, P1, P2, P3, P4, P5. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok perlakuan yang diberikan krim ekstrak bawang putih tunggal P3, P4, P5 dapat mempertahankan kelembapan kulit, tetapi hanya pada kelompok P4 yang memiliki efek paling baik dalam meningkatkan kelembapan kulit yang dibandingkan dengan kelompok kontrol (P0). Kata Kunci: Kelembapan Kulit, Bawang Putih Tunggal, Antioksidan, Sinar Ultraviolet

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue