cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PREVALENSI DEMAM AKUT DAN PETEKIE PADA ANAK USIA < 15 TAHUN YANG TERDIAGNOSIS DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSU NEGARA-BALI JANUARI 2012 - DESEMBER 2013 Ni Komang Mentary Putri Sudibia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.432 KB)

Abstract

Demam berdarah dengue ( DBD ) merupakan suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue dari family Flaviviridae dan genus Flavivirus yang dapat berakibat fatal jika dalam waktu yang relatif singkat pasien tidak dapat penanganan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif cross sectional, dengan menggunakan data sekunder pasien anak usia < 15 tahun yang mengalami DBD dengan IgM dan atau IgG positif di RSU Negara selama Januari 2012 sampai dengan Desember 2013. Dari 28 sampel, berdasarkan umur, <5 tahun berjumlah 5 orang (17,8%), 5 - 10 tahun berjumlah 20 orang (71,4%), 11- ?15 tahun berjumlah 3 orang (10,7%). Berdasarkan jenis kelamin, didapatkan laki-laki berjumlah 19 orang (67,9%) dan perempuan berjumlah 9 orang (32,1%). Berdasarkan tes serologi, didapatkan hasil seropositif berupa IgM (+) berjumlah 9 orang (32 %), IgG (+) berjumlah 14 orang (50%), IgM dan IgG (+) berjumlah 5 orang (18%). Pada gambaran klinis, yang mengalami demam akut berjumlah 19 orang (67,8%) dan petekie berjumlah 17 orang (60,7%). Dapat disimpulkan bahwa dari 28 sampel umur yang paling sering mengalami demam berdarah dengue dengan IgM dan atau IgG positif adalah 5-10 tahun (71,4%), laki-kali lebih banyak terkena daripada perempuan (67,9%), seroprevalensi dengue sekunder lebih tinggi dibandingkan dengue primer (68%). Pada gambaran klinis didapatkan demam akut (67,8%) dan petekie (60,7%).
TINGKAT KEPATUHAN MENGKONSUMSI OBAT ANTIRETROVIRAL DENGAN JUMLAH CD4 PADA PASIEN HIV AIDS DI KLINIK VCT RSUP SANGLAH DALAM PERIODE SEPTEMBER – NOVEMBER 2014 Ida Ayu Kemala Wasita Manuaba; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.418 KB)

Abstract

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala yang timbul akibat menurunnya sistem imun tubuh diakibatkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adanya hubungan antara kepatuhan mengkonsumsi obat antiretroviral dengan jumlah CD4. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan Analytical Cross Sectional yang memanfaatkan data rekam medis maupun wawancara langsung pada pasien HIV AIDS di Klinik VCT RSUP Sanglah (September 2014 – November 2014) Tingkat kepatuhan diukur dengan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Data yang terkumpul kemudian dilakukan analisis menggunakan korelasi Pearson, analisis uji T-berpasangan, serta melakukan uji One Way Anova. Data kemudian dianggap signifikan apabila nilai p < 0,05. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan secara statistik terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi kuat (r = 0,601) antara tingkat kepatuhan dengan jumlah CD4 pada pasien HIV AIDS di klinik VCT RSUP Sanglah dalam periode September – November 2014 (p<0,05). Hasil uji t-berpasangan secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat terhadap jumlah CD4 Awal dengan jumlah CD4 Akhir dengan hubungan korelasi kuat (r = 0,64) pada pasien HIV AIDS di Klinik VCT RSUP Sanglah dalam periode September 2014 – November 2014 (p<0,05). Hasil uji One Way Anova menunjukkan secara statistik terdapat perbedaan hasil rerata Jumlah CD4 yang signifikan (p<0,05) antar ketiga kelompok subjek penelitian (kelompok patuh, kepatuhan sedang dan tidak patuh).
HUBUNGAN JUMLAH LIMFOSIT TOTAL DENGAN STATUS NUTRISI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014 ¬Ni Putu Ade Tiwi Tyastarini Tyastarini; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.756 KB)

Abstract

WHO has predicted that deaths from diabetes will be doubled from 2005 to 2030. According to the WHO, patients with DM in Indonesia will increase from 8.4 million in 2000 to 21.3 million in 2030. According to some data in 2011 showed total diabetes patients in Sanglah Hospital, Bali as many as 974 people. This study uses a cross-sectional study to determine the relationship between Total Lymphocyte Count (TLC) with nutritional status in patients with type 2 diabetes mellitus hospitalizations in Sanglah Hospital. When the study is over 12 months in 2014 which will be held in the Inpatient internal medicine faculty medicine of udayana university / Sanglah Hospital. In this study, 98 samples that meet the inclusion and exclusion criteria. The sample consisted of 55 male (56.1%) and 43 women (43.9%). The average age of the sample was 56 years with a standard deviation of 9.9. The average HbA1C of patients was 9.23% with 16 data that has not known the results of the tests. 11 patients (11.2%) had good glycemic control (HbA1C <6.5%) and 71 patients (72.4%) had poor glycemic control (HbA1c ? 6.5%). Of all the samples studied, a total of 91 patients (92.9%) who experienced various complications whereas only 7 patients (7.1%) is DM patients without complications. From the Post-Hoc test was obtained was not significant when seen differences in the number of lymphocytes among the five complications with the group that there are no complications. When analyzed further to determine the mean difference by looking at the results of the analysis of Post Hoc to three groups of nutritional status, the data showed that the group's nutritional status well with the medium, p <0.001, CI 95% not covered numbers 0 and between groups of nutrients well with bad p <0.001, CI 95% not covered zeros. Thus, the difference TLC significantly different between both groups of nutrients with moderate or good with the bad. Keywords: Diabetes mellitus (DM), Total Lymphocyte Count (TLC), nutrients.
Efek pemberian ekstrak ethanol ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) terhadap ketebalan dan diferensiasi sel epitel vagina tikus betina yang mengalami ovariektomi di Laboratorium Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana periode Oktober-Desember 2017 Jessica Yuwono; Wayan Sugiritama; Gusti Ngurah Mayun; Wayan Juli Sumadi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2205.798 KB)

Abstract

Post menopause woman experiencing estrogen hormone deficiency causing vaginal atrophy leading decrease in vaginal epithelial thickness. Hormone replacement therapy (HRT) was the first choice to overcome those problems. Meanwhile, HRT has so much adverse effect in long term use such as increase risk of breast cancer, and cardiovascular disease. Phytoestrogen is an estrogen compound derived from plant particullary in purple yam, containing antosianin that could be an alternative for estrogen replacement therapy. Study design is post-test only control group with animal model using wistar mice divided into four groups intervention. Control group recieving placebo, intervention group 1 (I1) recieving 1 cc of purple yam ethanol extract, I2 and I3 recieving 2cc and 4 cc of yam ethanol extract respectively. Oovorectomy was done before intervention and intervention was done for one months. Histophatological structure of vaginal epithelial and assesment of vaginal epithelial maturation was observed. There are significant difference between the average number of parabasal cell, intermediate cell, and superficial cell in four groups intervention (p=0.000). The highest number of parabasal cell was found in control group (151.63±34.13), the highest number of intermediate cell was found in I3 group, and the highest number of superficial cell was found in I3 group. There are significant different between thickness of epithelial cell layer in four groups intervention (p=0.004) and I3 group with the thickest layer of ephitel (54.24 ± 7.782). The best maturation degree was found in I3 group with much squamous epithelium with thick layer of glicogen on the surface of epithelial layer. Meanwhile, control group was found with poor maturation, superficial epithelial layer undergoes keratinization with predominant of parabasal cell layer and only a few number of superficial squamous epithelial cell was found. Intervention of purple yam ethanol extract enhance epithelial maturation and differentiation, increase epithelial thickness in rats undergoes oovorectomy. Keywords: purple yam extract, vagina epithelial, thickness of epithelial, maturation degree, phytoestrogen.
PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA IGN Alit Hendra Wahyudi; Made Krisna Dinata; Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.981 KB)

Abstract

Kebisingan merupakan sesuatu yang menimbulkan bunyi pada tingkat intensitas dan waktu tertentu yang menyebabkan masalah pada kesehatan dan kenyamanan manusia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kebisingan terhadap fungsi kognitif pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized post test only control-grup design. Penelitian ini dilakukan di Ruang Small Grup Discussion (SGD) lantai tiga, Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Pelaksanan penelitian dilakukan pada bulan September 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Progam Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana semester dua (II) berjumlah 38 orang dan tiap masing-masing kelompok dibagi menjadi 19 orang. Kelompok eksperimen diberikan intervensi kebisingan 45dB dan kelompok kontrol dengan kebisingan 25dB. Setelah diberi intervensi selama 1 jam fungsi kognitif sampel diukur menggunakan stroop color word test (SCWT) dan Digit span test yang menghasilkan 10 variabel hasil tes. Hasil penelitian diperoleh nilai yang signifikan (p<0,05) berdasarkan perhitungan akurasi SCWT 1(p=0,001), akurasi SCWT 2(p=0,026), waktu total SCWT 2(p=0,045), akurasi SCWT 3(p=0,007), mean respon time SCWT 3(p=0,001), waktu total SCWT 3(p=0,002) dan digit span test (p=0,000). Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan konsentrasi pada sampel yang mengalami kebisingan dengan intervensi 45dB. Kebisingan berpengaruh terhadap fungsi kognitif mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: Kebisingan, Fungsi Kognitif, Mahasiswa, Konsentrasi
KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI APENDISITIS DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015 - 2017 Cathleya Fransisca; I Made Gotra; Ni Made Mahastuti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.266 KB)

Abstract

Apendisitis merupakan suatu keadaan darurat yang paling umum terjadi di bagian bedah abdomen dansebanyak 621.435 kasus apendisitis terjadi di Indonesia. Pemeriksaan histopatologi merupakan metodediagnosis yang banyak digunakan untuk mendiagnosis apendisitis. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui data karakteristik pasien dengan gambaran histopatologi apendisitis di RSUP SanglahDenpasar Tahun 2015 – 2017.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitiancross sectional. Teknik pengambilan sampel berupa total sampling dimana data penelitian berasal daribuku registrasi hasil pemeriksaan histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP SanglahDenpasar tahun 2015 – 2017 sebanyak 723 sample yang telah memenuhi kriteria inklusi dan tidak adakriteria eksklusi. Didapatkan bahwa pasien yang melakukan pemeriksaan histopatologi di RSUP SanglahDenpasar terbanyak terjadi pada kelompok dengan diagnosis histopatologi apendisitis phlegmontosasebanyak 250 orang (34,6%), pada kelompok usia remaja akhir dengan rentang usia 41-50 tahun sebanyak212 orang (29,3%), dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 398 orang (54,9%), dan sebagian besardengan keluhan nyeri perut kanan bawah sebanyak 628 orang (86,9%). Kata Kunci: Apendisitis, pemeriksaan histopatologi, usia, jenis kelamin, gejala klinis, RSUP SanglahDenpasar
PREVALENSI KEMATIAN PASIEN DI RUANG TERAPI INTENSIF RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE JANUARI – DESEMBER 2015 Ida Ayu Mas Sasmari Brahmani; I Gusti Agung Gede Utara Hartawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.548 KB)

Abstract

Ruang terapi intensif (RTI) merupakan salah satu unit pelayanan sentral yang berada di rumah sakit. Pasien yang dirawat di RTI adalah pasien-pasien yang dalam kondisi kritis dan mengancam nyawa. Kematian di RTI dapat dikatakan tinggi. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian terhadap prevalensi kematian pasien di RTI RSUP Sanglah Denpasar, karena rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit rujukan utama di Bali.Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilakukan di RTI RSUP Sanglah Denpasar. Data pasien diperoleh dari register pasien RTI RSUP Sanglah Denpasar periode Januari - Desember 2015. Pada 1531 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sebanyak 24,8% (n=379) pasien meninggal dan 75,2% (n=1152) keluar dalam kondisi hidup. Prevalensi kematian pada pasien bedah dan bukan bedah adalah 58,3% (n=221) dan 41,7% (n=158). Prevalensi kematian pasien bedah dengan dan tanpa ventilator mekanik adalah 71,5% (n=158) dan 28,5% (n=63), sedangkan prevalensi kematian pasien bukan bedah dengan dan tanpa ventilator mekanik adalah 47,5% (n=75) dan 53,5% (n=83). Kelompok penyakit bedah terbanyak adalah pasca-kraniotomi (43,9%), sedangkan pada kelompok penyakit bukan bedah adalah gangguan pernafasan (22,2%). Kata kunci: prevalensi kematian pasien, bedah, bukan bedah, ventilator mekanik, RTI
INSOMNIA YANG DIKAITKAN DENGAN TRAVELLING Erica Lidya Yanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.219 KB)

Abstract

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders fourth edition (DSMIV),insomnia merupakan suatu keluhan yang dialami pasien berupa kesulitan dalammemulai tidur, mempertahankan kondisi tidur (tidak terbangun), atau tidur yang tidakmenyegarkan selama 1 bulan atau lebih. Pada umumnya sekitar 35% orang dewasamengalami insomnia selama satu tahun, setengahnya merupakan insomnia berat.Perbandingan terjadinya insomnia pada wanita dan pria adalah 1,5:1. Saat seseorangbepergian jauh juga akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan tidur karena adanyaperbedaan waktu antara daerah yang satu dengan lainnya. Hal ini sering disebut sebagaijet lag. Pada intinya, jet lag merupakan akibat dari ketidaksesuaian yang terjadi setelahmelewati daerah dengan waktu yang terlalu cepat. Jet lag memiliki ciri ketidaksesuaianyang sementara antara endogen sirkardian tidur/bangun dan lingkungan fisik eksternalyang mengarah pada perubahan waktu. Hal ini dapat di terapi dengan mengatur kembaliritme sirkardian baik itu dengan mengatur ulang ritme tidur seseorang maupun denganterapi farmakologis lain yang sesuai.
RELATIONSHIP BETWEEN TOBACCO DEPENDENCE AND SCHIZOPHRENIA Wayan Widhidewi
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.76 KB)

Abstract

Tobacco dependence in schizophrenia patients is a problem that got more concern, withfew treatment options. Peoples with schizophrenia have a prevalence rate of cigarettesmoking two until four times higher than the general population. Consequently, patientsalso have a lower smoking quit rate than the general population. Tobacco dependence inthis population may complicate symptoms and also has adverse physiological effects onpatients. Besides that, patients with schizophrenia tend to smoke more heavily thansmokers in general population. This can increased smoking-related morbidity andmortality and impose a significant financial burden on patients. Recent studiesdemonstrated that patients with schizophrenia smoke before the onset of the illness andalso start smoking earlier than the average population. Patients become psychotic earlierthan patients who do not smoke, and require higher dose of anti-psychotic medications.
MOLLUSCUM CONTAGIOSUM, DIAGNOSIS AND TREATMENT Winda Arista Haeriyoko; IGK. Darmada
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.907 KB)

Abstract

Molluscum contagiosum is a dermathology disease caused by molluscum contagiosum virus (MCV), pox viral group from Molluscipox viral genus. The incidence of molluscum contagiosum all over the world aprroximately 2% - 8% with prevalence 5% - 18% in HIV patient.Molluscum contagiosum sendemically spread among rural area, bad hygiene, and low-income population. This disease usually suffered by children, sexually active adult, immunodeficiency patient. Diagnose can be done according to physical examination. Evaluation using central content usig crush and Giemsa or histopatologic if needed. Patient wil spontaneously healed, but after a long time, for months even years. The disease will not residive with eradication of all the lessions will

Page 26 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue