cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DAN GANGGUAN KESEHATAN PADA OPERATOR SPBU DI DENPASAR Ida Bagus Arjuna; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.043 KB)

Abstract

Keluhan muskuloskeletal dan gangguan kesehatan merupakan permasalahan umum yang diderita oleh operator SPBU dalam menjalankan tugasnya. Hal ini dapat menurunkan kualitas hidup dan performa kerja dari operator tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal dan gangguan kesehatan pada operator SPBU di Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 50 orang terdiri dari operator SPBU di sepuluh SPBU di Denpasar. Keluhan muskuloskeletal diukur dengan kuesioner Nordic Body Map dan gangguan kesehatan dengan kuesioner gangguan kesehatan. Tabel dan diagram digunakan untuk menunjukkan hasil penelitian. Dari penelitian ini, didapatkan Keluhan muskuloskeletal yang dialami operator SPBU di Denpasar terbanyak pada bagian betis kiri 29 orang (58%), betis kanan 28 orang (56%), kaki kiri 27 orang (54%), kaki kanan 27 orang (54%), pergelangan tangan kanan 18 orang (36%), dan tangan kanan 15 orang (30%). Hal ini disebabkan postur kerja operator yang berdiri statis dalam waktu lama. Gangguan kesehatan yang dialami adalah pusing 16 orang (32%) dan sesak nafas 16 orang (32%). Dapat disimpulkan bahwa gambaran keluhan muskuloskeletal terbanyak diderita operator SPBU di Denpasar adalah pada anggota gerak bawah dan anggota gerak atas kanan. Gambaran gangguan kesehatan yang diderita operator SPBU di Denpasar adalah pusing dan sesak nafas. Disarankan untuk melakukan gerakan peregangan selama 5 menit setiap 30 menit bekerja dan menggunakan masker. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut.
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT GENGGAM DAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA LANSIA WANITA DI POSYANDU LANSIA DESA DAUH PURI KELOD DENPASAR BARAT Dewa Ayu Komang Trisya Artha Putri; Susy Purnawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.91 KB)

Abstract

Proses penuaan menyebabkan terjadinya beberapa perubahan pada sistem tubuh, salah satunya adalah penurunan kekuatan otot. Penurunan kekuatan otot dapat menimbulkan penurunan kemampuan fungsional pada lansia karena kekuatan otot mempengaruhi hampir semua aktivitas sehari-hari. Pada akhirnya penurunan kemampuan fungsional tersebut dapat menyebabkan seorang lansia mengalami ketergantungan pada orang lain. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga Agustus 2016 yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot genggam dengan kemampuan fungsional pada lansia wanita di posyandu lansia Desa Dauh Puri Kelod Denpasar Barat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan pengambilan sampel penelitian secara consecutive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 50 orang. Kekuatan otot genggam diukur dengan menggunakan alat hand-grip dynamometer, sedangkan kemampuan fungsional dinilai melalui wawancara dengan kuesioner Indeks Barthel. Hasil penelitian dengan menggunakan uji korelasi Spearman didapatkan nilai P=0,000 (P<0,05) dan r=0,893 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kekuatan otot genggam dengan kemampuan fungsional, korelasi ini bersifat positif yang sangat kuat. Dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot genggam dan kemampuan fungsional berkorelasi positif yang sangat kuat. Semakin rendah kekuatan otot genggam maka semakin rendah kemampuan fungsional, demikian pula sebaliknya. Oleh sebab itu, kekuatan otot genggam dapat dijadikan sebagai prediktor dalam menilai gangguan mobilitas pada lansia.
Prevalensi Kenyamanan dan Kemandirian di Kamar Mandi pada Lansia di Panti Sosial Tresna Wredha Wana Seraya Denpasar Ida Bagus Gede Danny Ananta; I Putu Adiartha Griadhi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.145 KB)

Abstract

Being old is the natural process, with being old many degenerative disease springing with so human progressively will loseendurance against infection and many distortions of metabolic and structural. Injury in the bathroom can result in death , a problemthe bathroom is still very require improvement and the adjustment of a means. Ergonomic problems that they encountered isa mismatch between the size of a means of the bathroom with ability of body for the elderly. The overall health in the bodyfor the elderly can be measured by the body neurologis system change, muskuloskeletal system change. This research aboutcomfortable and independence of elderly patient at social workhouses on tresna wredha wana seraya in denpasar. Respondentsto this research were elderly patients older than 50 years and totally 31 person. Analysis technique used a descriptive crosssectional analysis. Sampling technique using questionnaires and interviews. Results of the research found that elderly patientsat social workhouses on tresna wredha wana seraya in denpasar as a whole have the independence and comfortable of thebathroom in the workhouses. Advice to Governments that administer workhouses was provide a bathroom to suit ergonomicscience in order to facilitate the elderly in everyday activities inside the bathroom. This will have an impact on elderly ergonomicpatients on long term.
KARAKTERISTIK PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RSUP SANGLAH BULAN JULI – DESEMBER TAHUN 2014 Ni Putu Anindya Divy
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.728 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi masalah kesehatan di Indonesia selama 46 tahun tahun terakhir. Tahun 2010, Indonesia menduduki peringkat atas untuk jumlah kasus DBD di ASEAN. Bali merupakan daerah endemis DBD di Indonesia. Penelitian dilakukan untuk melihat karakteristik penderita DBD di Bali. Penelitian dilakukan secara deskriptif dan data sampel berasal dari rekam medis pasien RSUP Sanglah bulan Juli-Desember tahun 2014. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi, diambil secara acak dengan sistem ganjil genap. Hasil dari 144 sampel diperoleh karakteristik penderita DBD dominan adalah umur 16-20 tahun sebanyak 16,7%, laki-laki sebanyak 58,3%, tempat tinggal Denpasar sebanyak 52,1%, pekerjaan pelajar sebanyak 36,8%, jumlah trombosit awal 50.000-100.000/mm3 59,7%, jumlah hematokrit awal >40% sebanyak 77,1%, bulan rawat bulan Oktober sebanyak 18,8%, lama rawat inap <5 hari sebanyak 58,3%, dan tingkat keparahan diagnosis DBD derajat I sebanyak 56,3%. Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan dan persamaan karakterisktik pasien DBD dengan penelitian lain yang di lakukan di Indonesia. Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, sosiodemografi, karakteristik
HUBUNGAN SELF-DIRECTED LEARNING READINESS (SDLR) DENGAN HASIL KELULUSAN BLOK BIOMEDIK I MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER (PSPD), FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA . Gayathridayawasi; Ni Putu Wardani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.349 KB)

Abstract

Self-directed learning (SDL) merupakan metode pembelajaran yang dilandasi oleh inisiatif dari individu sendiri yakni dalam hal rencana belajar, proses atau pelaksanaan, dan evaluasi belajar terhadap proses belajar yang telah dilalui. Mahasiswa tahun ajaran pertama dituntut menjadi mahasiswa yang aktif dan mandiri dalam proses adaptasi belajarnya sendiri. SDLR dapat menjadi tolok ukur kesuksesan belajar mandiri mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut perlu diteliti mengenai hubungan SDLR terhadap hasil pembelajaran mahasiswa PSPD FK Unud. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian analitik, cross-sectional dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa PSPD FK Unud. Variabel yang diteliti yaitu skor SDLR mahasiswa dengan hasil kelulusan blok Biomedik I dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearmen. Terdapat sebanyak 130 responden yang masuk dalam kriteria sampel, dan diperoleh hasil nilai p sebesar 0,000 yang berarti terdapat korelasi antara SDLR dengan kelulusan ujian akhir blok Biomedik I mahasiswa PSPD, FK Unud, dengan nilai koefisien korelasi (r) berarah positif sebesar 0,547.
KARAKTERISTIK PASIEN UVEITIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE MARET 2016 SAMPAI DESEMBER 2016 Kadek Ayu Dorinda Sari; Ni Ketut Niti Susila; Putu Budhiastra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.018 KB)

Abstract

Uveitis merupakan inflamasi pada uvea, dapat juga disertai dengan inflamasi pada jaringansekitar. Uveitis diperkirakan sekitar 10% sebagai penyebab kebutaan di dunia. Angka kejadianuveitis di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah tahun 2016 ditemukan sebanyak 28 kasus.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien uveitis di Rumah Sakit UmumPusat (RSUP) Sanglah Denpasar periode Maret 2016 sampai Desember 2016.Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif cross sectional yang dilakukan di RSUP Sanglah Denpasar.Data yang diperoleh berupa data sekunder rekam medis pasien periode Maret 2016 sampaiDesember 2016. Data diolah dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dari 22 pasien, rata-rata usia penderita uveitis yaitu 43,8 tahun denganproporsi penderita terbanyak yaitu usia 45 – 64 tahun. Jenis kelamin terbanyak pada pasienuveitis yaitu laki-laki sebanyak 54,5%. Pasien yang tinggal di Denpasar paling banyakmenderita uveitis sebanyak 6 orang (27,3%) pasien. Keluhan utama terbanyak yaitu mata kabursebanyak 77% mata dengan beberapa pasien uveitis memiliki keluhan utama lebih dari satu.Jenis uveitis berdasarkan anatomi menunjukkan bahwa pasien uveitis paling banyak mengalamiuveitis anterior sebanyak 80%. Sebanyak 18 orang (81,8%) pasien uveitis mengalami uveitisunilateral. Pada penelitian ini dapat disimpulkan pasien uveitis di RSUP Sanglah periode Maret2016 – Desember 2016 lebih banyak pada usia 45 – 64 tahun, jenis kelamin laki-laki, bertempattinggal di Denpasar, keluhan utama pengelihatan kabur, jenis uveitis terbanyak adalah uveitisanterior, dan keterlibatan mata yaitu unilateral. Kata kunci: Uveitis, Penglihatan Kabur, Unilateral
BREAST CORE NEEDLE BIOPSY Reni Widyastuti; Putu Anda Tusta Adiputra; Sri Maliawan
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.977 KB)

Abstract

Nowadays, there are many kinds of biopsy. One that can be done in breast is core needle biopsy. Core needle biopsy is a tissue sampling procedure using hollow core needle size 11-16 gauge. The operator can direct the needle directly into the palpable lesion or by using imaging. This is a safe, effective, time efficient, and less costly. The disadvantage among others, can lead to infection, scarring at the biopsy area, and spread of malignant cells in the needle route.
IMPETIGO BULOSA : SEBUAH LAPORAN KASUS Nyoman Raditya Adiprayoga; IGK Darmada; Luh Made Mas Rusyati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.703 KB)

Abstract

Impetigo merupakan peradangan superfisialis yang terbatas pada bagian epidermis yangdisebabkan oleh infeksi bakteri stafilokokus dan streptokokus sp.  Salah satu bentuk klinisyang paling sering dijumpai pada kasus pediatrik adalah impetigo bulosa, bakteri inimenyebar dari satu individu ke individu yang lainnya melalui suatu kontak langsung sepertimelalui kontak tangan. Dilaporkan suatu kasus impetigo bulosa pada anak perempuan usia7 tahun dengan gambaran klinis berupa bula dengan dinding kendor berisi berisi nanah,hipopion  di atas kulit yang eritema, tanpa riwayat demam maupun nyeri. Pengobatan yangdiberikan adalah kapsul oral Cefadroxil 500 mg 2x1 selama lima hari dan topikalMupirosin 2 % cream dioleskan 2 x sehari selama 7 hari dengan memberikan respon terapiyang baik, serta tanpa komplikasi. Prognosis pasien ini adalah baik
PENUNDAAN PENJEPITAN TALI PUSAT SEBAGAI STRATEGI YANG EFEKTIF UNTUK MENURUNKAN INSIDEN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA BAYI BARU LAHIR Ida Bagus Rendra Kurniawan Artha; Ketut Putera Kemara; I Wayan Megadhana
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.564 KB)

Abstract

Iron Deficiency Anemia in infants is a health problem that is almost in the entire developed world. Iron Deficiency Anemia is an anemia that is common in babies with the highest incidence in 6 to 24 months. The high prevalence of anemia in infants aged 6-9 months is associated with insufficient backup storage of iron in the baby so that it can lead to impaired growth and development within the first 6 months of life. Time of Cord Clamping play an important role in determining the adequacy of iron in the newborn. Cord Clamping is one of active management of the third stage. Delayed Cord Clamping about 2-3 minutes can give the redistribution of blood between the placenta and the baby, giving assistance placental transfusion acquired by infants as much as 35-40 ml/kg and contains 75 mg of iron as sufficient hemoglobin, that fulfill the needs iron newborn babies in first three monthsof his life.
PERBANDINGAN KEJADIAN DAN STATUS DEPRESI LANSIA YANG TINGGAL BERSAMA KELUARGA DENGAN 1 YANG TINGGAL DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WANA SERAYA DENPASAR BALI Ni Ketut Dita Pradnyandari; Ni Ketut Sri Diniari
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.806 KB)

Abstract

Latar Belakang: Depresi merupakan masalah umum kesehatan mental yangpaling banyak ditemukan pada lansia Perbedaan jenis tempat tinggal disebutkansebagai faktor prediktor independen untuk terjadinya depresi pada lanjut usia.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kejadian dan status depresi sertamemberikan gambaran karakteristik lansia  yang tinggal bersama keluarga denganyang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Wana Seraya Denpasar Bali.  Metodologi: Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2013 dengan metodedescriptive analytic comparative desain cross sectional. Data merupakangabungan data primer dan sekunder. Status depresi dinilai dengan  GeriatricDepression Scale (GDS) Long Version. Pengolahan data menggunakan SPSSversi 17, analisis univariat (distribusi frekuensi), analisis bivariat (chi square danMann Whitney). Subyek penelitian adalah lansia umur ?60 tahun yang tinggal diPSTW Wana Seraya dan yang tinggal bersama keluarga di Banjar Juwuklegi Hasil dan Pembahasan: Proporsi depresi pada lansia di Banjar Juwuklegi(34,3%) dengan rincian 31,4% depresi ringan dan 2,9% depresi berat, lebih besardaripada di panti werdha (22,8%) dengan masing-masing 11,4% untuk depresiringan dan berat. Uji beda kejadian didapatkan p=0.293 untuk kejadian depresi,dan p=0,458 untuk status depresi. Gambaran karakteristik yang dibahas berupaumur, jenis kelamin, agama, status pernikahan, pendidikan, riwayat pekerjaan,riwayat penyakit, penyebab sedih tersering. Simpulan: Tidak ada perbedaan signifikan mengenai kejadian dan status depresipada lansia yang tinggal bersama keluarga dan lansia yang tinggal di PSTW WanaSeraya. Terdapat variasi gambaran karakteristik pada kedua kelompok.

Page 28 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue