cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PREVALENSI PENYAKIT HIPERTENSI PADA USIA DEWASA MUDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABANG I PERIODE JANUARI 2014 Nyoman i Dianita Candradew; I Wayan Sudhana
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.251 KB)

Abstract

Dari data epidemiologi, insiden hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia, dimana kebanyakan hipertensi terjadi pada usia diatas 60 tahun. Individu yang berumur di atas 60 tahun, 50-60% mempunyai tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg (Madhura, 2009). Pada Puskesmas Abang I angka kejadian hipertensi terbanyak terdapat pada usia diatas 60 tahun, namun pada beberapa tahun belakangan terjadi peningkatan tren angka kejadian hipertensi pada usia antara 30 sampai dengan 60 tahun. Berdasarkan permasalahan di atas, maka diperlukan penelitian ilmiah untuk mengetahui angka prevalensi penyakit hipertensi pada penduduk usia dewasa muda di wilayah kerja Puskesmas Abang I sehingga dapat digunakan sebagai masukan dalam penyusunan program penyuluhan maupun kebijakan dalam pencegahan dan penanganan hipertensi. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Abang I, Kabupaten Karangasem. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 27 Januari sampai 1 Februari 2014. Penelitian ini merupakan studi penelitian deskriptif kuantitatif untuk mengetahui prevalensi hipertensi berdasarkan kelompok usia dewasa muda. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik simpulan bahwa prevalensi hipertensi pada sampel sebesar 6 penderita atau 13.3% dari 45 sampel. Peneliti melihat adanya kecenderungan peningkatan tekanan darah terhadap jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan yang rendah dan tidak adanya pekerjaan.  
GAMBARAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP PERILAKU BULLYING PADA SISWA DI SMP PGRI 2 DENPASAR I Gede Surya Kardiana; I Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.831 KB)

Abstract

Remaja merupakan individu yang sedang dalam tahapan perkembangan transisi, sehingga pada tahapan ini banyak permasalahan yang sering muncul seperti perilaku bullying. Bullying merupakan tindakan agresif yang terus menerus dapat berupa bentuk fisik, verbal, dan psikologis. Perilaku bullying ini dapat menyebabkan gangguan fisik maupun psikologis salah satunya dapat mengalami depresi. Depresi ini dapat mempengaruhi aktivitas belajarnya sehingga perlu dideteksi secara dini tentang gambaran tingkat depresi terhadap perilaku bullying di SMP PGRI 2 Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskirptif kuantitatif dengan rancangan deskiptif cross sectional yang dilakukan pada tanggal 22 Maret 2015 di SMP PGRI 2 Denpasar. Sampel diambil dengan teknik stratified random sampling dan didapatkan 95 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner victimization scale - adolenscent peer relations instrument dan Beck depression inventory (BDI). Hasil Penelitian ditemukan sebesar 28,4% mengalami perilaku bullying intensitas ringan dan 6,3% mengalami perilaku bullying intensitas sedang dan responden lainnya tidak pernah mengalami perilaku bullying. Tingkat depresi ditemukan 26,3% depresi ringan, 14,7% depresi sedang dan responden lainnya normal. Kecenderungan siswa yang mengalami perilaku bullying intensitas sedang mengalami depresi sedang sebesar 66,7%, dan dari yang mengalami perilaku bullying intensitas ringan sebesar 33,3% mengalami depresi ringan. Siswa yang mengalami perilaku bullying intensitas sedang cenderung mengalami depresi sedang. Perilaku bullying yang paling sering dilakukan yaitu bullying verbal, diikuti bullying fisik. Perempuan cenderung menjadi korban bullying daripada laki-laki. Kesimpulan, perlu penelitian lebih lanjut untuk faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi perilaku bullying dan tingkat depresi pada siswa.
KARAKTERISTIK HASIL PEMERIKSAAN IGM ANTI SALMONELA TYPHI DI LABORATORIUM SURYA HUSADHA DENPASAR PADA BULAN JUNI -NOVEMBER 2013 Sagung Novita Widyaningrat; A.A. Wiradewi Lestari; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.872 KB)

Abstract

CHARACTERISTICS EXAMINATION RESULTS IGM ANTI-SALMONELLA TYPHI IN LABORATORIUM SURYA HUSADHA HOSPITAL DENPASAR ON JUNE UNTIL NOVEMBER 2013Typhoid fever had been a global health problem, especially in developing tropical countries which have a bad hygienity. Indonesia is one of them that have high rate  incidents of typhoid fever (358-810/100,000 population). Typhoid fever is an acute infection caused by the bacterium Salmonella typhi. The bacterial inserted into the body through contaminated food by S. typhi and infecting the gastrointestinal tract. Tubex test is one of serological test, which often used to aid in the diagnosis of typhoid fever. Tubex test is a simple agglutination test which able to detect the establishment of IgM. This research described characteristics of the examination results in patients with typhoid fever using Tubex test at RS Surya Husadha laboratory in June until November 2013. Research methode that used is cross sectional, non-experimental with the data had taken  retrospective from the RS Surya Husadha Laboratory. 502 of patients that doing test tubex, 76 patient ( 15.1 % ) the result negative, 151 patient ( 30.1 % ), the results borderline and 275 patient ( 54.8 %) the result is positive. From gender characteristic, there was no significant difference which one more test tubex between men and women. But from the age group characteristic, the adult age group showed a higher positive results (30.5%).
HUBUNGAN METODE DALAM PELATIHAN BASIC CLINICAL SKILL BLOK ENDOKRIN TERHADAP KELULUSAN OSCE BLOK ENDOKRIN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2015 DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA G.A.R. Windaswari; Ni Putu Wardani; I Gde Haryo Ganesha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.042 KB)

Abstract

Pembelajaran pada mahasiswa kedokteran bukan hanya tentang pembelajaran mengenai teori namun juga keterampilan klinis yang dimiliki untuk menjalankan praktek kedokteran yang tepat. Mahasiswa akan mendapatkan pelatihan Basic Clinical Skill (BCS) sebagai bekal untuk pembelajaran dijenjang klinik. Pelatihan BCS ini dinilai dengan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang dilaksanakan disetiap akhir semester ataupun satu tahun sekali. Penelitian ini merupakan penelitian analisis yang dilanjutkan dengan desain cross sectional. Subjek penelitian yaitu mahasiswa . Variabel-variabel yang akan diteliti yaitu variasi kasus yang diberikan pada pelatiahan BCS di Fakultas Kedokteran Unud yang menjalani blok endokrin. Uji statistik yang digunakan yaitu chi-square. Sebanyak 145 kuesioner terkumpul dan masuk kriteria sampel didapatkan beberapa komponen yang memiliki hubungan secara tidak langsung dengan kelulusan OSCE blok endokrin. Metode pelatihan BCS memiliki hubungan dengan kelulusan OSCE blok endokrin (p=0,04). Terdapat hubungan antara metode pelatihan BCS yang digunakan dengan kelulusan nilai OSCE blok Endokrin. Serta metode simulasi berupa variasi kasus adalah metode yang paling efektif dalam pelaksanaan pelatihan BCS. Kata Kunci : pelatihan BCS, OSCE, metode
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK KEJADIAN SLEEP PARALYSIS PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI DI DENPASAR Ni Kadek Dwita Hening Tias; Desak Ketut Indrasari Utami; Anna Marita Gelgel
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.843 KB)

Abstract

Sleep paralysis adalah suatu kondisi yang biasanya terjadi ketika tidur atau bangun di mana individu sadar tapi tidak mampu bergerak atau berbicara dan sering disertai dengan halusinasi. Sleep paralysis membuat individu merasa kelelahan, mengalami kesulitan berkonsentrasi dan penurunan memori. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik sleep paralysis pada remaja Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional. Responden adalah siswa SMA Negeri di Denpasar tahun 2017 yang dipilih dengan teknik multistage random sampling sejumlah 231 orang. Hasil menunjukkan prevalensi sleep paralysis sebesar 72,3%, dengan umur terbanyak 16 tahun, tidak ada banyak perbedaan antara laki-laki dan perempuan, paling banyak pada siswa yang tidur 5-6 jam di malam hari, pada siswa yang tidur siang selama 1-2 jam, paling sering terjadi pada posisi terlentang, pada siswa yang memulai tidur pukul 10-11 malam, lebih banyak terjadi pada siswa dengan kualitas tidur buruk, lebih banyak pada siswa yang stres, terdapat hanya beberapa siswa yang mengonsumsi alkohol dan tidak ada yang pernah mengonsumsi obat yang berhubungan dengan sleep paralysis. Pada penelitian ini ditemukan beberapa siswa mengalami hipertensi, gangguan kejang, gangguan panik, dan gangguan cemas serta tidak ada siswa yang mengalami PTSD Kata kunci : Prevalensi, Karakteristik, Sleep paralysis.
CORTICOSTEROID AS TREATMENT OF ALOPECIA AREATA Ni Putu Junika Putri; I Wayan Sugiritama
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.076 KB)

Abstract

Alopecia areata is a common cause of alopecia nonscarring. Incidence alopecia areata 1-2% of the population, with the same ratio in both sexes, and occurs in all racial groups. The characteristics of alopecia areata lesions usually develop bald patch with one or more round or oval in hair bearing areas of the body, especially on the scalp. Alopecia areata is an inflammatory disease, autoimmune mediated by T lymphocytes disease Therapy for alopecia areata is to suppress immune and inflammatory processes that occur in alopecia areata. Corticosteroid therapy is one modality of therapy for alopecia areata, because it has anti-inflammatory and immunosuppressive effects. Several methods corticostreroid administration consist of intralesional injection, topical, and systemic therapies
PERBANDINGAN KEJADIAN DAN STATUS DEPRESI LANSIA YANG TINGGAL BERSAMA KELUARGA DENGAN YANG TINGGAL DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WANA SERAYA DENPASAR BALI Ni Ketut Dita Pradnyandari; Ni Ketut Sri Diniari
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.806 KB)

Abstract

Latar Belakang: Depresi merupakan masalah umum kesehatan mental yang paling banyak ditemukan pada lansia Perbedaan jenis tempat tinggal disebutkan sebagai faktor prediktor independen untuk terjadinya depresi pada lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kejadian dan status depresi serta memberikan gambaran karakteristik lansia  yang tinggal bersama keluarga dengan yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Wana Seraya Denpasar Bali.   Metodologi: Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2013 dengan metode descriptive   analytic   comparative   desain   cross   sectional.   Data   merupakan gabungan data primer dan sekunder. Status depresi dinilai dengan   Geriatric Depression  Scale  (GDS)  Long Version.  Pengolahan  data  menggunakan  SPSS versi 17, analisis univariat (distribusi frekuensi), analisis bivariat (chi square dan Mann Whitney). Subyek penelitian adalah lansia umur ?60 tahun yang tinggal di PSTW Wana Seraya dan yang tinggal bersama keluarga di Banjar Juwuklegi   Hasil  dan  Pembahasan: Proporsi  depresi  pada  lansia  di  Banjar  Juwuklegi (34,3%) dengan rincian 31,4% depresi ringan dan 2,9% depresi berat, lebih besar daripada di panti werdha (22,8%) dengan masing-masing 11,4% untuk depresi ringan dan berat. Uji beda kejadian didapatkan p=0.293 untuk kejadian depresi, dan p=0,458 untuk status depresi. Gambaran karakteristik yang dibahas berupa umur, jenis kelamin, agama, status pernikahan, pendidikan, riwayat pekerjaan, riwayat penyakit, penyebab sedih tersering.   Simpulan: Tidak ada perbedaan signifikan mengenai kejadian dan status depresi pada lansia yang tinggal bersama keluarga dan lansia yang tinggal di PSTW Wana Seraya. Terdapat variasi gambaran karakteristik pada kedua kelompok.  
FRAKTUR PADA TULANG MAKSILA Ni Putu Enny Pratiwi Suardi; AA GN Asmara Jaya; Sri Maliawan; Siki Kawiyana
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.293 KB)

Abstract

Trauma is the leading cause of death in human. Some human occasionally sustain severe injuries of the face which requires appropriate therapy. Maxillofacial trauma, is any physical trauma to the face. Facial trauma can involve soft tissue injuries such as burns, lacerations and bruises, or fractures of the facial bones such as nasal fractures and fractures of the jaw, as well as trauma such as eye injuries. Symptoms are specific to the type of injury; for example, fractures may involve pain, swelling, loss of function, or changes in the shape of facial structures.
POTENSI ANTIMIKROBA EKSTRAK SAMBILOTO (Andrographis paniculata Ness.) DAN KUNYIT (Curcuma longa Linn.) SERTA KOMBINASINYA TERHADAP BAKTERI Escherichia coli IN VITRO Luh Putu Happy Sandha; Agung Wiwiek Indrayani; Ni Made Adi Tarini
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.911 KB)

Abstract

Penggunaan tanaman tradisional sebagai obat telah banyak dikembangkan sebagai solusi pada kasus resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antimikroba dari ekstrak sambiloto, kunyit serta kombinasinya terhadap pertumbuhan bakteri gram negatif Esherichia coli. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni yang dilakukan secara in-vitro. Ekstrak sampel kunyit dan sambiloto diperoleh dari proses ekstraksi menggunakan methanol 95%. Aktivitas antimikroba dinilai dari diameter zona hambat yang terbentuk pada bakteri E. coli dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa kombinasi ekstrak sambiloto dan kunyit memiliki potensi antimikroba yang bermakna terhadap bakteri E. coli dengan zona hambat sebesar 27,33 mm (p=0,002) pada konsentrasi 15 µg/ml. Ekstrak kunyit tunggal memiliki potensi antimikroba terhadap E. coli pada konsentrasi 15 µg/ml dengan zona hambat 28,67 mm (p=0,004). Ekstrak sambiloto tunggal tidak memiliki potensi antimikroba untuk E. coli. Simpulan penelitian ini yaitu penggunaan kunyit sebagai antimikroba tunggal memiliki potensi yang lebih baik dibandingkan kombinasi ekstrak, sehingga tidak perlu dikombinasi dengan sambiloto.    
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Ni Nyoman Utami Wijayaswari Pande; Susy Purnawati
E-Jurnal Medika Udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.337 KB)

Abstract

CORRELATION OF BODY MASS INDEX (BMI) AND DYSMENORRHEA AMONG MEDICAL STUDENTS OF UDAYANA UNIVERSITY ABSTRACT Dysmenorrhea is the most common gynecologic complaints for adolescents and women by the age of young adult. Prevalence of dysmenorrhea is high. This complaint affects quality of women’s life during reproductive time. The objective of this research is to know correlation of body mass index (BMI) and dysmenorrhea among college students of medical faculty Udayana University. The research using cross sectional design conducted on 279 respondents. All respondents were given a questionnaire to complete, questions were related to menstruation and menstrual pain. BMI was calculated from weight and height. After been gained of respondents who experienced dysmenorrhea then categorised according to pain degrees of dysmenorrhea. Chi-square was used to analyze the correlation between dysmenorrhea and pain degrees of dysmenorrhea with BMI. The mean age of respondents at menarche was 12.5 years and the prevalence of dysmenorrhea was high (74.9%). The majority of experienced dysmenorrhea having BMI within the normal range. Respondents who experienced mild pain is the highest of mostly on BMI category underweight and overweight. The results obtained in this study shows that there was no relationship between dysmenorrhea and BMI and there was no relationship between pain degrees of dysmenorrhea and BMI category underweight and overweight.    

Page 27 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue