cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PREVALENSI ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI KOTA DENPASAR I Gusti Agung Ayu Sriningrat; Putu Cintya Denny Yuliyatni; Luh Seri Ani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.148 KB)

Abstract

Anemia adalah masalah kesehatan masyarakat global pada remaja putri yang dipengaruhi oleh faktor kehilangan darah, pola makan, aktivitas fisik dan kondisi sosial ekonomi. Anemia menimbulkan berbagai dampak yaitu terhadap pertumbuhan dan perkembangan, daya tahan terhadap penyakit infeksi, aktivitas, konsentrasi, dan kecerdasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi kejadian anemia dan kecenderungan anemia berdasarkan asupan nutrisi, status gizi, pola menstruasi, aktivitas fisik dan pendapatan orang tua pada remaja putri di Kota Denpasar. Jenis penelitian deskriptif cross-sectional yang dilaksanakan di SMP dan SMA Kota Denpasar. Total sampel sebanyak 74 orang dengan menggunakan teknik cluster sampling. Kadar hemoglobin diukur dengan alat easytouch GCHb, status gizi (indeks massa tubuh) diperoleh dengan pengukuran berat dan tinggi badan, sedangkan asupan nutrisi, pola menstruasi, aktivitas fisik dan pendapatan orang tua diperoleh dengan wawancara. Didapatkan hasil sebanyak 34 responden (45,9%) mengalami anemia. Kejadian anemia cenderung terjadi pada remaja putri dengan asupan energi kurang (55,6%), asupan protein kurang (66,7%), asupan zat besi kurang (50%), asupan vitamin C kurang (52,4%), status gizi kurus (100%), siklus menstruasi pendek (57,1%), durasi panjang (55,6%), aktivitas tinggi (58,3%) dan pendapatan orang tua rendah (49,2%). Remaja putri cenderung menderita anemia sehingga deteksi dini kadar hemoglobin disarankan. Kata kunci: prevalensi, anemia, remaja putri, deteksi dini, asupan nutrisi
HUBUNGAN KOMPARASI PENURUNAN GLUKOSA ANTARA TABUNG VACUTAINER NaF DAN TABUNG SST PADA PASIEN DIABETES MELITUS Christian Nurtanto Putra; A. A. Ngurah Subawa; Desak Gede Diah Dharma Santhi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.541 KB)

Abstract

Pengukuran kadar glukosa darah adalah salah satu tes diagnostik yang paling umum digunakan. Pengukuran yang akurat dan tepat dari glukosa darah sangat penting dalam menentukan diagnosis dan penanganan terhadap penyakit Diabetes melitus (DM). Berbagai faktor dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan, dimana salah satunya adalah penggunaan antikoagulan tambahan pada tabung penyimpanan darah itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan kadar glukosa pada penggunaan tabung vacutainer NaF Oksalat dibandingkan dengan tabung SST dengan metode pemeriksaan sebelum 2 jam pengambilan darah pertama dan sesudah penundaan 8 jam. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental analitik. Sampel penelitian diambil dari darah 15 orang pasien DM yang melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah di Laboratorium Patologi Klinik RSUP Sanglah Denpasar. Dengan mengikuti metode yang sudah ada, sampel dimasukan kedalam 2 tabung yang berbeda dan dilakukan pemeriksaan sebelum 2 jam pengambilan darah pertama. Tabung disimpan selama 8 jam, kemudian dilakukan pemeriksaan kedua. Pada pemeriksaan sebelum 2 jam pengambilan darah pertama, didapatkan kadar glukosa yang lebih tiggi pada tabung NaF dengan nilai rerata sebesar 147,93 mg/dl, sedangkan tabung SST dengan nilai rerata sebesar 135,53±47,03 mg/dl. Sementara pada pemeriksaan dengan penundaan 8 jam, didapatkan nilai rerata kadar glukosa pada tabung NaF sebesar 145,67 mg/dl dan nilai rerata kadar glukosa pada tabung SST sebesar 137,87 mg/dl. Tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada perbandingan kedua tabung maupun korelasi antar tabung dengan lama penyimpanan setelah dianalisis menggunakan uji statistik independent t-test dan juga paired t-test. Kata kunci: glukosa darah, tabung vacutainer SST, tabung vacutainer NaF Oksalat
PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KONTRASEPSI PADA SISWI KELAS DUA DI SMA NEGERI 1 DENPASAR Indry Apryanti Manullang; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya; Made Bagus Dwi Aryana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.222 KB)

Abstract

Remaja masa kini memiliki kehidupan seksual yang telah dipengaruhi oleh adanya globalisasi. Hal tersebut dapat berdampak buruk pada kesehatan reproduksi remaja dan juga laju pertumbuhan penduduk di Indonesia jika remaja tidak mengetahui persepsi yang benar dari kesehatan reproduksi. Remaja umumnya tidak memiliki cukup informasi dan memiliki kesalahan persepsi mengenai kesehatan reproduksi, termasuk masalah kontrasepsi pada remaja. Kontrasepsi pada remaja bukan berarti mendukung remaja akan kehidupan seks bebas, namun untuk mengenalkan remaja akan keluarga berencana untuk merancang kehidupan mereka dalam berkeluarga dimasa depan, dan menjadi pertimbangan dalam kehidupan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap siswi kelas dua di SMA Negeri 1 Denpasar tentang kontrasepsi pada remaja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kuantitatif dengan metode cross-sectional. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Denpasar pada bulan Juli 2018. Penelitian menggunakan data primer yang diambil menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan tentang kontrasepsi pada remaja baik dengan jawaban benar atas setiap poin pertanyaan kuisioner diatas 70%, namun 1 poin pertanyaan mengenai informasi tentang GenRe masih buruk dengan jawaban benar dibawah 50%. Tingkat sikap tentang kontrasepsi pada remaja didapatkan baik dengan sikap yang diharapkan atas setiap pernyataan diatas 85%. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kontrasepsi, Remaja, Kesehatan Reproduksi Remaja.
DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN KATUP URETRA POSTERIOR Putu Primeriana Nugiaswari; Gede Wirya Kusuma Duarsa; Sri Maliawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.762 KB)

Abstract

Katup uretra posterior merupakan penyebab utama kesakitan, kematian, dan kerusakanginjal berkelanjutan pada anak-anak. Kelainan ini berupa lipatan mukosa abnormalkongenital pada uretra pars prostatika yang menyerupai membran tipis yangmenghambat drainase kandung kemih. Katup uretra posterior mayoritas didiagnosis saatprenatal melalui penggunaan ultrasonografi maternal. Tingkat keparahan dan derajatobstruksi yang disebabkan oleh kelainan ini tergantung pada konfigurasi dari membranobstruktif dalam uretra. Keputusan untuk mengintervensi saat prenatal didasarkan padausia kehamilan, volume cairan amnion, dan fungsi renal pada aspirasi urin fetus. Ablasikatup dengan endoskopi merupakan standar emas penanganan katup uretra posterior.
POST TRAUMATIC STRESS DISORDERS (PTSD) WITH SEVERE DEPRESSION SYMPTOMS WITH ACUTE PSYCHOTIC IN PATIENT WITH HISTORY AS A PEDOPHILE VICTIMS AND DOMESTIC VIOLENCE IN 22 YEARS OLD MAN : A CASE REPORT I Ketut Agus Indra Adhiputra
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.185 KB)

Abstract

Post traumatic stress disorders (PTSD) is a disorder that is fairly common in thecommunity. Every event in the life will have its own meaning in later, especially eventsthat occur in childhood. Data in the U.S. showed 60% men and 50% women have atraumatic experience, which develops into PTSD approximately 6.7% of the entirepopulation. While data from the Indonesian National Commission of Women, since 20072010there has been 91311 cases of sexual violence against women, as well as cases ofchild sexual abuse reported to reach 250 cases. Presenting symptoms can range fromanxiety disorders, depression, until psychotic. The severity of symptoms depends on eachself-defense mechanism thus the PTSD symptoms are very diverse.
BETA-AMYLOID AS PATHOGENESIS OF ALZHEIMER DISEASE Kadek Ary Mahendri Pattni
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.873 KB)

Abstract

Alzheimer disease is often causing cognitive decline in elder population. The incidence of this disease is increasing by the age, about 0,3% to 0,6% it affects individuals aged 65 to 69 years, and 5,3% - 7,5% affects individuals aged 65 to 69 years. Alzheimer also affects individuals aged less then 65 years and known as early onset of Alzheimer disease that is caused by increasing of Beta-Amyloid aggregation from the mutation of amyloid precursor protein (APP). From the accumulation of this substance may trigger the cascade lost of some synaps in the brain and arising Alzheimer type of Dementia.
GANGGUAN CEMAS PADA MAHASISWA SEMESTER I DAN VII PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Dyah Chandratika; Susy Purnawati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.733 KB)

Abstract

Penting untuk dilakukan penelitian mengenai gangguan cemas pada mahasiswa kedokteran karena tingginya tingkat stres mahasiswa terutama pada tahun pertama perkuliahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan perbedaan skor gangguan cemas pada mahasiswa semester I dan VII serta untuk mengetahui perbedaan skor gangguan cemas antara mahasiswa laki-laki dan perempuan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Desain penelitian ini adalah cross sectional analitik. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Sampel mengisi identitas, kuesioner L-MMPI, kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Kemudian dihitung prevalensi gangguan cemas tiap kelompok serta data dianalisis menggunakan uji t-independen. Terdapat 15 orang (25,0%) mahasiswa semester I dan 7 orang (11,7%) mahasiswa semester VII yang mengalami gangguan cemas. Dari hasil uji t-independen antara skor gangguan cemas mahasiswa semester I dan VII diperoleh nilai p = 0,001 (<0,05). Sedangkan  diperoleh p = 0,080 antara mahasiswa laki-laki dan perempuan pada semester I dan p = 0,744 antara mahasiswa laki-laki dan perempuan pada semester VII. Prevalensi gangguan cemas pada mahasiswa semester I yaitu 25,0% sedangkan 11,7% pada mahasiswa semester VII. Terdapat perbedaan bermakna antara skor gangguan cemas mahasiswa semester I dan VII. Tidak ditemukan perbedaan bermakna skor gangguan cemas antara laki-laki dan perempuan.  
GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PADA PRIA DEWASA PEROKOK DI DESA SERAI KINTAMANI BULAN AGUSTUS TAHUN 2014 Made Adi Wiratama; Nyoman Ratep; Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.111 KB)

Abstract

Depresi merupakan penyakit umum global, dengan estimasi penderita sebanyak 350 juta orang. Banyak faktor risiko penyebab depresi, namun salah satu isu yang banyak diteliti di dunia adalah merokok. Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan yang erat antara merokok dengan angka kejadian depresi. Rancangan penelitian ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan potong lintang untuk melihat gambaran tingkat depresi pada pria dewasa perokok di Desa Serai Kintamani bulan Agustus tahun 2014. Pada penelitian ini, jumlah responden paling banyak adalah berada pada rentang usia 20-25 tahun (41,2%), tingkat pendidikan SMP (42,5%), sudah menikah (58,8%), dengan pekerjaan paling banyak yaitu sebagai petani (42,5%). Kategori perokok ringan paling banyak memiliki tingkat depresi ringan (48,1%), kategori perokok sedang sebagian besar juga memiliki tingkat depresi ringan (48,7%), sedangkan kategori perokok berat memiliki tingkat depresi minimal/normal paling tinggi yaitu 50%. Lamanya seseorang untuk merokok menunjukkan bahwa merokok selama 1-10 tahun sebagian besar memiliki tingkat depresi minimal/normal (64,6%), 11-20 tahun sebagian besar memiliki tingkat depresi ringan (65,5%) dan merokok lebih dari 20 tahun didominasi dengan tingkat depresi sedang (66,7%) dengan 16,7% memiliki tingkat depresi berat. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya kecendrungan perokok untuk menderita depresi baik depresi ringan maupun berat. Faktor lama merokok juga berbanding lurus dengan tingkat depresi yang diderita perokok tersebut.    
KEPATUHAN MINUM TABLET BESI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENGWI I KABUPATEN BADUNG Ni Wayan Kertiasih; Luh Seri Ani
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.257 KB)

Abstract

IRON SUPPLEMENTATION  COMPLIANCE AMONG PREGNANT WOMEN IN HEALTH CENTER MENGWI I DISTRICT BADUNGAnemia in pregnancy give impact to pregnant women and her baby. Pregnant women with anemia can increasing risk of abortus, preterm labor and postpartum hemorrhage. Whereas for baby can causes  stunted growth in their early pregnancy and low birth weight. Iron supplementation tablets (90 tablets) during pregnancy is one of efforts to decreases anemia in pregnancy. Achievement of such supplementation in pregnant women in 2013 in Public Health Center Mengwi I was 73.01%, still below the government's target in 2010 was equal to 90%. The aimed of this study was to determine the compliance of pregnant women consumed iron tablets. Descriptive cross sectional study was done on 30 pregnant women which was selected through convenience sampling through purposive that associated with incidence low birth weight in Gulingan and Kekeran village. Data was gathered through interview. The compliance of pregnant women to consume iron tablet was 30%. The reason of waywardness was caused by forgetfullness (71%), side effects (19%) and discontinuity due to did not control again (10%). The compliance of pregnant women in this study was very low. Thus caused by forgetfulness, side effects and did not control again.
GAMBARAN HEPATOTOKSISITAS (ALT/AST) PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS LINI PERTAMA DALAM PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU RAWAT INAP DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014 I Gede Juliarta; Ni Kadek Mulyantari; I Wayan Putu Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.878 KB)

Abstract

Hepatotoksisitas merupakan keadaan dimana sel-sel hati mengalami kerusakan karena zat-zat kimia yang bersifat toksik. Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dalam pengobatan Tuberkulosis (TB) paru menjadi salah satu penyebab tersering hepatotoksisitas. Dalam tes fungsi hati, indikator yang sering digunakan untuk menilai derajat hepatotoksisitas adalah kadar SGPT/SGOT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hepatotoksisitas (SGPT/SGOT) penggunaan OAT di RSUP Sanglah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif potong lintang. Sampel yang digunakan adalah pasien TB paru yang dirawat inap di RSUP Sanglah pada Januari 2014 sampai Desember 2014. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah data rekam medik. Hasil penelitian ini yaitu dari 71 sampel penelitian didapat prevalensi hepatotoksisitas sebesar 22,5% dengan mayoritas jenis kelamin laki-laki (56,25%). Angka kejadian tertinggi pada kelompok umur 41-60 tahun (68,75%), 4). Berdasarkan kadar ALT, mayoritas derajat ringan, sedangkan berdasarkan AST, mayoritas derajat sedang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagian besar sampel yang positif mengalami hepatotoksisitas OAT termasuk dalam kategori ringan. Kata kunci: tuberkulosis paru, hepatotoksisitas OAT, kadar SGPT/SGOT

Page 67 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue