cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PROFIL DERAJAT KEPARAHAN KELOID PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2015 I Gede Raditya Narayana; I Gusti Agung Ayu Praharsini; Luh Made Mas Rusyati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.276 KB)

Abstract

Keloid merupakan manifestasi dari penyembuhan luka secara abnormal yang dapat dicegah untuk terjadi. Respon terapi terhadap keloid masih sangat bervariasi dan keloid memiliki kecenderungan untuk membesar kembali tergantung dari derajat keparahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui derajat keparahan keloid pada mahasiswa yang menderita keloid di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif cross-sectional. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah total sampling. Dalam penelitian ini, responden merupakan 66 orang mahasiswa penderita keloid pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2012, 2013 dan 2014 pada Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang berisi Vancouver Scar Scale yang telah lazim digunakan untuk menilai hasil akhir dari suatu luka. Data yang diperoleh dalam hasil penelitian ini diolah secara deskriptif. Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa mahasiswa penderita keloid pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana mayoritas menderita keloid derajat ringan menurut Vancouver Scar Scale. Proporsi penderita keloid derajat ringan adalah 37 orang (56,06%), derajat sedang 24 orang (36,36%) dan derajat berat 5 orang (56,06%). Hasil penelitian ini selanjutnya diharapkan dapat menjadi sumber data, pertimbangan dan masukan dalam melakukan penelitian lebih lanjut mengenai epidemiologi dan faktor resiko keloid. Kata kunci: keloid, derajat keparahan, Vancouver Scar Scale
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA NON-KESEHATAN LAKI-LAKI TENTANG FERTILITAS LAKI-LAKI DAN KUALITAS SPERMA DI DENPASAR TAHUN 2017 Made Ayu Rusanti; I Made Oka Negara; Yukhi Kurniawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.542 KB)

Abstract

ABSTRAK Fertilisasi merupakan salah satu faktor yang paling mendasar penentu pertumbuhan penduduk. Fertilisasi yang terhambat disebut infertilitas. Fertilitas pada laki-laki dapat dipengaruhi oleh kualitas spermanya. Hal yang berkaitan dengan pengetahuan terutama infertilitas dan kualitas sperma yang baik, secara umum belum diketahui orang. Biasanya baru diketahui saat sudah ada gejalanya dan berkonsultasi ke dokter. Sehingga penelitian ini bertujuann untuk mengetahuii tingkatt pengetahuann mahasiswaa non-kesehatan laki-laki tentang fertilitas laki-laki dan kualitas sperma di Denpasar tahun 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan observational cross-sectional study. Sampel penelitian ddipilih ddengan teknik random sampling dari populasi terjangkau yyang memenuhii kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi yang telah ditetapkan. Data yang dikumpulkan bersumber dari kuesioner ddan ddianalisis ssecara ddeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa non-kesehatan laki-laki tentang fertilitas laki-laki dan kualitas sperma di Denpasar tahun 2017 adalahh rerata mempunyaii pengetahuan cukup, yaituu sebanyak 30 responden (35,3%). Mayoritas berusia 20 tahun (47,1%) dan beragama Hindu yaitu sebanyak 64 orang (75,3%) dari total 85 responden. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa non-kesehatan laki-laki tentang fertilitas laki-laki dan kualitas sperma di Denpasar tahun 2017 adalah rerata mempunyai pengetahuan cukup. Kata Kunci : Laki-laki, Pengetahuan, Fertilitas, Kualitas Sperma ABSTRACT Fertilization is one of the most fundamental factors determining population growth. The stunted fertilization is called infertility. Fertility in males can be affected by the quality of sperm. Things related to knowledge, especially infertility and good sperm quality, are generally not known to people. Usually only known when there is a symptom and consult a doctor. So this study aimss too determinee thee levell off knowledgee of male non-male students about male fertility and sperm quality at Denpasar in 2017. This research uses observational cross-sectional study design. The sample was chosen by random sampling technique from the affordable population that fulfilled the inclusion criteria and did not meett the predefined exclusion criteria. The data collected were sourced from the questionnaire and analyzed descriptively. The results showed that tthe llevel oof kknowledge oof male non-male studentss aboutt male fertility and sperm quality in Denpasar in 2017 was on average had enough knowledge, that is 30 respondents (35.3%). The majority were aged 20 years (47.1%) and were Hindus of 64 people (75.3%) out of a total of 85 respondents. It can be cconcluded tthat the level of kknowledge of male non-male students about male fertility and sperm quality at Denpasar in 2017 is on average having sufficient knowledge. Keywords : Male, Knowledge, Fertility, Sperm Quality
BARRIERS TO INITIATE INSULIN THERAPY FOR PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS AT SANGLAH HOSPITAL DENPASAR Ni Luh Putri Kresnasari; A.A.Gde Budhiarta; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.933 KB)

Abstract

Diabetes mellitus is a growing global health concern. Types 2 diabetes mellitus poses a major global health threat, especially in the developing country of the world. Most patients will eventually require insulin therapy in order to reach their good glycemic control. But many patients types 2 diabetes mellitus feel some barriers to initiate insulin therapy. This is quantitative descriptive study which take place at interna policlinic Sanglah Hospital from 6-29 January 2011 with total population 94 patient type 2 diabetes mellitus with using insulin therapy and their age > 40 years. Patients interviewed about barriers to initiate insulin therapy. From 94 patients who take insulin therapy, get 38 (40,42%) have some barriers. The reasons is fear of needle (19 or 20,21%), fear of pain from insulin injections (16 or 17,02%), fear of weight gain (7 or 7,45%), fear of hypoglicemia or other complications (4 or 4,25%), insulin is too expensive (5 atau 5,32%), not sure of the way using insulin (6 or 6,38%), afraid of negatif conception from the others (4 or 4,25%), and other barriers (1 or 1,06%). This study, we hope physicians can identified the barriers before give the insulin therapy. Growing relationship between doctor and patient with of good communication and give a logic and easy explaination about insulin therapy.
PERITONITIS PRIMER AKIBAT DARI PENGGUNAAN KATETER VENA UMBILIKALIS PADA NEONATUS: SEBUAH LAPORAN KASUS Made Melly Mulandari
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.907 KB)

Abstract

Peritonitis primer merupakan infeksi ruang peritoneal yang biasa terjadi pada pasien dengan ascites yang tidak berhubungan dengan penyakit abdominal maupun retroperitoneal. Kasus peritonitis primer oleh karena sepsis umbilikal yang terjadi dari pemasangan kateter umbilikal sebanyak 8 kasus dari 32 bayi baru lahir yang mengalami peritonitis. Laporan ini membahas kasus peritonitis primer pada bayi perempuan 22 hari yang menunjukkan infeksi dari penggunaan kateter vena umbilikalis. Pencitraan foto BOF dicurigai suatu pneumoperitoneum. Dilakukan pembedahan laparotomi pada pasien untuk menegakkan diagnosis dan drainase cairan ascites. Pasien dirawat di ruang NICU, diberikan terapi cairan, oksigen dan antibiotik pilihan (Cefoperasone sulbactam + Amikacin selama 7 hari). Setelah 5 hari kondisi pasien membaik sehingga dipindahkan ke ruang perawatan bayi.
DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA PENATA RAMBUT Shirley M. Oslan; Made Bratiartha
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.321 KB)

Abstract

Reports from dermatologist, there is an increasing rate of occupational contact dermatitis from years to years. Occupational contact dermatitis, based on its pathophysiology, can be divided into allergic contact dermatitis and irritant contact dermatitis. Unfortunately both have a similar clinical presentation that sometimes difficult to differentiate, but a precise diagnosis is needed to give the most effective treatment. Hairdressers placed in the third rank in the most highly risk occupation for occupational contact dermatitis. Proper identification on tools and materials used in each occupation, method of working, and other risk factors is needed in order to prevent occupational contact dermatitis, for hairdressers in particular.
SIKAP REMAJA PUTRI SMA TERHADAP KEHAMILAN USIA DINI DI DESA PANCASARI, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG Putu Dyah Laksmi Dewi P; Ni Luh Putu Ariastuti
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.389 KB)

Abstract

Kehamilan usia dini merupakan masalah yang dihadapi oleh remaja putri di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, tercatat 25 kasus kehamilan usia dini selama periode tahun 2013-2014. Sebagian besar adalah remaja putri yang baru menamatkan pendidikan SMA/SMK. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap remaja putri SMA terhadap kehamilan usia dini dengan menggunakan metode studi potong lintang. Sampel pada penelitian ini berasal dari kelas X, XI, dan XII di dua SMA/SMK di Desa Pancasari yang dipilih dengan metode simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner angket yang dibagikan kepada 150 responden, dimana data dari 129 responden dianalisis setelah melewati proses data cleaning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (n=68, 52,7%) memiliki sikap negatif terhadap kehamilan usia dini. Dilihat dari per item sikap terhadap kehamilan usia dini, sebagian besar responden bersikap positif terhadap penerimaan terhadap kehamilan usia dini, dan bersikap negatif terhadap intensi terhadap kehamilan usia dini, perilaku seksual remaja, pemakaian kondom, dan tindakan aborsi.
HUBUNGAN ANTARA CEMAS DAN DEPRESI MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA DENGAN KEINGINAN DAN HARAPAN DARI KARIR KEDOKTERAN Putu Satya Pratiwi; Cokorda Bagus Jaya Lesmana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.105 KB)

Abstract

Medical education requires effort and hard work with high stress levels, and reported as a cause of burnout, anxiety, depression, and psychosocial problems. Settling on a course of study can not be separated from the underlying desires and expectations to be achieved. The aim of this study was to determine the relationship of anxiety and depression in medical students Udayana University with the desires and expectations of the medical career. This study used a cross-sectional study. The samples used were second and fourth semester students of academic year 2014/2015 in Medical Education Program, Faculty of Medicine, University of Udayana. Instruments in this study is the Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS). Questionnaire data obtained were analyzed by One-way Analysis of Variance (ANOVA), t-test and crosstab test. The results of descriptive study are the main reason for choosing the medical faculty are ideals to be a doctor, and the greatest expectation of medical education is job satisfaction. In the analysis, it was found that the desire in choosing medical school related to levels of anxiety, with p value = 0.000. Students who chose medical school because of pressure from the outside to have higher levels of anxiety. No relationship was found between the level of depression with variable desires (p=0,487). Expectation from choosing a medical school is not associated with the level of anxiety (p=0,799) and depression (p=0,660).[c1] [AA2] [c1]satya [AA2]
PENINGKATAN KECEMASAN SISWA MENJELANG UJIAN AKHIR SEMESTER DI SMAN 4 DENPASAR Odilia Dea Novena; Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.038 KB)

Abstract

Hasil Ujian Akhir Semester (UAS) merupakan salah satu penentu kelulusan siswa. Kegiatan akademis dalam mempersiapkan UAS diperkirakan dapat menyebabkan siswa mengalami stres. Tubuh merespon stressor tersebut dalam bentuk perasaan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kecemasan siswa menjelang UAS di SMAN 4 Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional study dengan metode simple random sampling. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas X tahun ajaran 2014/2015 di SMAN 4 Denpasar. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42). Penelitian ini dilakukan dalam dua periode; 1) satu bulan menjelang UAS, 2) tiga hari menjelang UAS. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif dilakukan dalam 3 tahap, dengan hasil; 1) Nilai rata-rata tingkat kecemasan siswa satu bulan menjelang UAS adalah normal dan tiga hari menjelang UAS adalah kecemasan sedang, 2) Besar peningkatan kecemasan siswa menjelang UAS adalah 81,16%, 3) Besar peningkatan kecemasan siswa menjelang UAS menurut kategori N-Gain adalah rendah. Analisis inferensial diuji dengan uji Wilcoxon Signed Ranks, dengan hasil dari 60 sampel didapatkan peningkatan kecemasan dalam dua periode dengan p value = 0,000. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat peningkatan kecemasan siswa menjelang UAS di SMAN 4 Denpasar.
PREVALENS GANGGUAN TIDUR PADA ANAK OBESITAS Desak Putu Gayatri Saraswati Seputra; I Gusti Ayu Trisna Windiani; I Gusti Agung Ngurah Sugitha Adnyana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.028 KB)

Abstract

Kejadian obesitas dinyatakan meningkat dua kali pada anak dan empat kali pada remaja dalam tiga puluh tahun terakhir. Obesitas dapat menimbulkan munculnya populasi berisiko baru yaitu gangguan tidur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui prevalens dan jenis gangguan tidur pada anak obesitas. Gangguan tidur ditentukan dengan menggunakan kuisioner Sleep Disorder Scale for Children (SDSC). Penelitian adalah studi potong lintang. Sampel terdiri dari 30 anak usia 7-12 tahun yang telah didiagnosis obesitas. Penelitian dilakukan melalui kunjungan rumah.  Pengisian kuisioner SDSC oleh orang tua dilakukan untuk menilai gangguan tidur pada anak. Prevalens gangguan tidur pada anak obesitas didapatkan sebesar 66,7%. Jenis gangguan tidur yang paling banyak adalah gangguan pernapasan saat tidur (55%). Subjek dengan gangguan tidur lebih banyak berjenis kelamin perempuan (60%) dan berada dalam kelompok usia 12 tahun (55%). Pada subjek dengan gangguan tidur, didapatkan angka yang lebih tinggi untuk variabel ayah dengan tingkat pendidikan tinggi (65%) dan didapatkan angka yang sama untuk variabel Ibu dengan tingkat pendidikan rendah dan tinggi yaitu masing-masing 50%. Berdasarkan karakteristik lingkungan tidur, pada subjek dengan gangguan tidur didapatkan angka yang lebih tinggi untuk variabel tidak bising (85%), mematikan lampu (70%), adanya TV/komputer di kamar tidur (75%), kebiasaan tidur siang (60%), dan adanya teman tidur/co-sleeping (85%). Hasil penelitian menunjukkan prevalens gangguan tidur pada anak dengan obesitas adalah sebesar 66,7%. Jenis gangguan tidur tersering yaitu gangguan pernapasan saat tidur (55%).
Angka Kejadian Gangguan Cemas dan Insomnia pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya Denpasar Bali Tahun 2013 I Dewa Ayu Aninda Vikhanti; I Gusti Ayu Indah Ardani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.779 KB)

Abstract

Stress and changes that accompany aging can be an aggravate factor of anxiety disorder. Anxiety disorder can occur togetherwith sleep disorder. It is difficult to determine whether anxiety disorders cause sleep disorders, or sleep disorder cause anxiety.The concern is that prolonged anxiety disorders, more than six months, can worsen if left untreated. This study is to determinethe number of elderly who experience anxiety disorders and insomnia, as well as their relationship, in Social Institutions TresnaWerdha Wana Seraya. This study used a non-experimental, cross sectional. These samples included 15 people. The researchinstrument used in this study is the Hamilton Anxiety Rating Scale and Insomnia Screening. As the result, in the age group of60-70 years there is one person who had the anxiety disorders (16.6%), two people who have insomnia (33.3%) and 1 personexperiencing anxiety disorders and insomnia (16.6%). In the age group 71-80 years, there are 2 people who experience anxietydisorders (22.2%), two people experience insomnia (22.2%), and two people experience anxiety disorders and insomnia (22.2%).In the group of female sex, there are 3 people experiencing anxiety disorders (27.2%), three people experience insomnia (27.2%),and three people have anxiety disorders and insomnia (27.2%). In the male gender 1 person experiencing insomnia and noexperience anxiety disorders. There are various factors that influence the occurrence of anxiety disorders and insomnia in theelderly, the age and gender. Anxiety disorders tend to occur at a younger age and female gender.

Page 68 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue