cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PERBEDAAN ZONA WAKTU BERKORELASI POSITIF DENGAN LAMA JET LAG PADA WISATAWAN ASING YANG BERKUNJUNG KE BALI Stefanus Soewito Sutanto
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.921 KB)

Abstract

Jet lag merupakan gangguan tidur yang muncul akibat dari perpindahan zona waktu yang terlalu cepat bagi circadian rhythm untuk beradaptasi. Kegagalan circadian rhythm untuk beradaptasi dikarenakan tubuh manusia sudah terbiasa dengan jadwal terang dan gelap pada zona waktu tempat tinggal dan harus beradaptasi pada saat berpergian lintas zona waktu dengan jadwal terang dan gelap tempat tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah perbedaan zona waktu berkorelasi positif dengan lama jet lag pada wisatawan asing yang berkunjung ke Bali.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan potong lintang (cross sectional) analitik untuk mengetahui korelasi antara perbedaan zona waktu dengan lama jet lag. Dilanjutkan dengan uji korelasi dengan skala numerik yaitu uji parametric pearson bila data berdistribusi normal, apabila data tidak berdistribusi normal maka akan digunakan uji spearman. Median perbedaan zona waktu sebesar 3.5 jam dengan data minimum 1 jam dan maksimum 13 jam sedangkan median lama penerbangan sebesar 12.5 jam dengan data minimum 3 jam dan data maksimum 30 jam. Sebagai kesimpulan bahwa perbedaan zona waktu berkorelasi sedang positif dengan lama jet lag pada wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. Kata kunci: Jet Lag, Zona Waktu, Lama Penerbangan, Wisatawan Asing, Bali
HUBUNGAN POLA KONSUMSI SELEDRI (Apium Graveolens L) TERHADAP TEKANAN DARAH MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Desak Putu Pratiwi; I Wayan Gede Sutadarma; I Wayan Surudarma
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.741 KB)

Abstract

Tekanan darah tinggi atau biasa dikenal sebagai hipertensi merupakan jenis penyakit pada sistem kardiovaskuler yang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah yang memberikan gejala berlanjut terhadap salah satu atau beberapa target organ. Terapi hipertensi dengan obat-obatan kimia memerlukan biaya yang tidak sedikit, kepatuhan minum obat dan memerlukan waktu yang lama. Seledri ( Apium graveolens L. ) merupakan tanaman yang mudah ditemukan, memiliki harga relatif murah, serta telah diteliti mengenai efektifitasnya dalam menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui adanya hubungan pola konsumsi seledri ( Apium graveolens L. ) terhadap tekanan darah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional, dengan rancangan potong lintang. Populasi target pada penelitian ini adalah para mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang duduk di semester 1 yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penetapan sampel minimal untuk penelitian ini sebanyak 83 responden. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu pola konsumsi seledri, sedangkan untuk variabel tergantungnya adalah tekanan darah. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian kuisioner FFQ (Food Frequency Quistionainner) dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Penelitian ini menggunakan uji analisis data dengan uji korelasi Spearman. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil yakni tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi seledri (Apium graveolens L.) terhadap tekanan darah sistolik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2017 (p=0.259), maupun tekanan darah diastolik (p=0,324). Jadi dapat disimpulkan bahwa pola konsumsi seledri tidak berhubungan dengan tekanan darah mahasiswa. Kata kunci : seledri, tekanan darah, mahasiswa
STUDI POLA PENANGANAN NYERI BERAT KANKER DI RSUP SANGLAH OLEH TIM ANESTHESIA PAIN SERVICE (APS) Ni Made Ayu Candrayuni; IGN Mahaalit Aribawa; I Wayan Aryabiantara
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.98 KB)

Abstract

Nyeri kanker merupakan salah satu manifestasi klinis yang kerap dirasakan oleh pasien kanker,baik berupa akut maupun kronis. Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah sebagai rumah sakit rujukandiharapkan dapat memberikan penanganan nyeri yang efektif kepada pasien dan diwujudkan denganterbentuknya tim Anesthesia Pain Service (APS). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui polapenanganan nyeri berat kanker di RSUP Sanglah dan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini merupakanlongitudinal non-eksperimental. Pengambilan data dilakukan secara prospektif terhadap pasien pada bulanJuni hingga Agustus 2017. Sampel berjumlah 50 orang yang ditentukan dengan teknik total populationsampling. Responden terbanyak merupakan pasien perempuan dengan kelompok umur lansia awal.Regimen analgetika yang diberikan adalah opioid kuat dan kombinasi yang diberikan dengan teknik yangberagam meliputi Patient Controlled Analgesia (PCA), oral, IV, syringe pump, dan patch. Penanganannyeri berat kanker di RSUP Sanglah menggunakan analgetika opioid dan kombinasi dengan konsepmultimodalitas dengan berbagai teknik dan pola perubahannya. Kata kunci: Nyeri kanker, teknik pemberian analgetik, tingkat kepuasan.
CHOLINESTERASE INHIBITORS IN THE TREATMENT OF DEMENTIA ALZHEIMER’S Prameidya Primaniar S
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.194 KB)

Abstract

Dementia is the loss of intellectual abilities which include decreased ability to think, remember,understand, calculate, concentrate, and find the right words. The causes of dementia areAlzheimer’s, vascular dementia, alcohol. Dementia Alzheimer’s is a dementia type that iscurrently the most commonly found. Cholinesterase inhibitors are one of the therapies used totreat symptoms of cognitive decline and reduce neuropsychiatric symptoms in patient dementiaAlzheimer’s. Several studies have been conducted to demonstrate how the effects of severalclasses of cholinesterase inhibitors in the treatment of dementia Alzheimer’s. Effective dose,dosage and side effects of cholinesterase inhibitors is important to know before deciding to usecholinesterase inhibitors in the treatment of dementia Alzheimer’s.
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN, INTENSITAS BISING, DAN MASA PAPARAN DENGAN RISIKO TERJADINYA GANGGUAN PENDENGARAN AKIBAT BISING GAMELAN BALI PADA MAHASISWA FAKULTAS SENI PERTUNJUKAN OLIVIA TANTANA
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.056 KB)

Abstract

Balinese Gamelan noise intensity in one of it is instrument generates noise 90-115 dB. High noise intensity can affect hearing function. The purpose of this study was to determine the relationship between the gender, noise intensity, and length of exposure with the risk of noise induced hearing loss due to Balinese Gamelan on the faculty of performing arts students.Design of the study was cross sectional, the examination was done in 16-27 September 2013, morning before practice in campus of ISI Denpasar. All subjects was interviewed, underwent vital sign and routine ENT examination, tympanometry and pure tone audiometry. Incidence of hearing loss assessed from the presence of the acoustic notch on frequency 3000-6000Hz. The influence of gender, noise intensity, and length of exposure were analyzed with logistic regression.The subject of this study were 166 people. Incidence of noise induced hearing loss due Gamelan Bali 39.20%. In the multivariate analysis, factors that influenced the occurrence of hearing loss due to noise Balinese gamelan was length of exposure. The length of exposure more than 10 years with a value of p <0.01 and odd ratio=13.43 with 95% confidence interval (3.44 to 52.34). The length of exposure 6-10 years was significantly influenced with the value of p = 0.01 and odds ratio of 5.14 with 95% confidence interval (1.32 to 19.93).The length of exposure increased the risk of noise induced hearing loss due to Balinese Gamelan at the Performing Arts Faculty, sex and noise intensity did not affect significantly at the risk of noise induced hearing loss due to Balinese Gamelan at Faculty of Performing Arts. Given the magnitude of the incidence of noise-induced hearing loss Gamelan it is important to raise awareness of the dangers of noise induced hearing loss due to Balinese gamelan and avoid risk factors for hearing loss.
PATHOPHYSIOLOGY STROKE NON-HEMORRHAGIC ET CAUSA THROMBUS Aji Kristianto Wijaya
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.686 KB)

Abstract

Stroke is one of the most common cause of death worldwide and the third leading cause of death in the United States. Stroke composed 90,000 deaths of women and 60,000 men each year. In Indonesia, 8 of 1000 people suffered a stroke. Stroke is divided into two, non-hemorrhagic stroke and hemorrhagic stroke. Most of them (80%) is non-hemorrhagic stroke. Non-hemorrhagic stroke can be caused by thrombi or emboli. Understanding the pathophysiology of non-hemorrhagic stroke caused by a thrombus is very important in regard with providing appropriate patient management.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN STATUS OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR Putu Austin Widyasari Wijaya; I Gusti Lanang Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.727 KB)

Abstract

Obesitas merupakan kondisi berlebihnya lemak dalam tubuh dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Penelitian di beberapa negara pada tahun 2010, didapatkan 43 juta anak mengalami overweight dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor risiko obesitas yaitu berat badan lahir dengan status obesitas pada anak sekolah dasar. Metode penelitian berupa deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 128 siswa anak sekolah dasar (SD). Obesitas pada anak ditentukan menggunakan indikator Body Mass Index (BMI) dengan kriteria obesitas persentil BMI ?95. Data dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test, Risk Estimated, regresi logistik. Sebanyak 43 siswa mengalami obesitas dan hanya 1 diantaranya memiliki berat lahir yang rendah. Hasil uji bivariat didapatkan nilai p=0,585 (p>0,05) dan odd ratio (OR)=0,651 (IK 95% 0,066 ; 6,499). Hasil uji multivariat dilakukan terhadap variabel berat badan lahir rendah (BBLR), usia, dan jenis kelamin dan didapatkan nilai p=0,015 (p<0,05) untuk variabel jenis kelamin terhadap status obesitas anak. Nilai OR anak laki-laki obesitas dibandingkan anak perempuan obesitas yaitu OR= 2,558 (IK 95% 1,2 ; 5,4). Berat badan lahir tidak memiliki hubungan terhadap kejadian obesitas pada anak-anak.  
KARAKTERISTIK PAJANAN JARUM SUNTIK PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT SANGLAH DENPASAR Putu Herdita Sudiantara; I Ketut Agus Somia
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi HIV merupakan masalah besar dibidang kesehatan dunia. Pada tahun 2012, Unaid mencatat 35,3 juta orang terinfeksi virus HIV. Tenaga kesehatan memiliki resiko yang tinggi terinfeksi virus HIV dari pajanan jarum suntik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari paparan jarum suntik pada pekerja kesehatan di RSUP Sanglah Denpasar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh kasus pajanan jarum suntik pada tenaga di RSUP Sanglah dalam periode Januari 2013 sampai September 2013. Dari periode Januari 2013 sampai September 2013, di klinik VCT RSUP Sanglah Denpasar ditemukan 52 kasus. Frekuensi wanita terkena pajanan jarum suntik lebih besar daripada laki-laki (59,6%). Menurut distribusi pekerjaan, mahasiswa kedokteran paling sering terkena pajanan jarum suntik (42,3%). Berdasarkan kegiatan tenaga kesehatan, pemasangan infus memiliki resiko tertinggi terkena pajanan (25%) dan diikuti pengambilan sample darah (23,1%). Kasus pajanan jarum suntik di RSUP Sanglah didominasi oleh mahasiswa kedokteran (42,3%). Pada sebagian besar dari kasus tidak diberikan proflaksis (59%). Anti HIV stastus dari pasien yang terpajan jarum suntik setelah tiga bulan adalah negatif.
DETERMINAN DEPRESI PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN WIDHYA ASIH I DENPASAR TAHUN 2013 I Gusti Agung Ari Keresna Narayana; Nyoman Ratep
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.9 KB)

Abstract

Remaja merupakan populasi yang rentan terhadap depresi terutama bertempat tinggal di panti asuhan. Banyak faktor dapat mempengaruhi perkembangan mental remaja. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor determinan seperti usia saat masuk panti, usia saat ini, lama tinggal di panti, status keberadaan orang tua serta alasan masuk panti terhadap depresi pada remaja yang tinggal di Panti Asuhan Widhya Asih I Denpasar. Penelitian cross sectional mengambil data dari semua remaja yang tinggal di panti. Data depresi dikumpulkan menggunakan Beck Depression Inventory II. Hubungan antara faktor determinan terhadap depresi di uji Regresi Logistik Multinomial dengan program SPSS versi 18. Responden berjumlah 24 dengan rincian 15 (62,5%) berjenis kelamin perempuan, usia rata-rata saat masuk panti 13,37 ± 1,55, usia saat ini 16,79± 1,25, lama tinggal >4 tahun 13 (54,2 %), status orang tua masih hidup 21 (87,5%), alasan masuk panti karena masalah ekonomi 23 (95,8%)  Pengukuran hubungan antara pengaruh faktor determinan terhadap depresi dengan taraf signifikan (p >0,001) menunjukan bahwa tidak ada hubungan bermakna secara statistik terhadap depresi. Hal ini disebabkan karena ukuran sampel yang masih terlalu kecil untuk dilakukan uji. Hasil klinis menunjukan adanya hubungan bermakna dengan nilai OR yang relatif tinggi.
ANGKA KEJADIAN GEJALA DEPRESI PADA REMAJA DI SMP NEGERI 1 DENPASAR DAN FAKTOR YANG MENYERTAI Ida Ayu Made Niki Putri Ashrita; Ni Ketut Putri Ariani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.694 KB)

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu fase pertumbuhan yang penuh stress dan konflik, dimana hal ini membuat remaja rentan mengalami rasa putus asa akibat berbagai permasalahan yang terjadi selama proses penyesuaian diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi gejala depresi pada remaja di SMP Negeri 1 Denpasar dan juga faktor psikososial yang menyertai gejala tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional study. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner Beck Depression Inventory. Dari penelitian diperoleh hasil prevalensi siswa yang mengalami gejala depresi sebanyak 36,2%, dengan masing-masing tingkatan sebagai berikut; 1) Ringan sebesar 26,6%, 2) Borderline sebesar 7,4%, 3) Gejala sedang sebesar 2.1%, 4) sedangkan untuk gejala berat dan sangat berat tidak ditemukan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat siswa yang memiliki gejala depresi pada siswa kelas VIIa dan VIIb di SMP Negeri 1 Denpasar. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar untuk meneliti variabel lain yang mempengaruhi tingkat gejala depresi khususnya pada remaja. Kata Kunci: Gejala Depresi, Faktor Psikososial, Remaja

Page 69 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue