cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Karakteristik Klinis Pasien Demam Tifoid di RSUP Sanglah Periode Waktu Juli 2013 – Juli 2014 I Komang Gede Triana Adiputra; I Ketut Agus Somia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.256 KB)

Abstract

Typhoid fever remains a challenge for the clinician in the tropics because the symptoms are not typical and need appropriate tests in the diagnosis of this case. The purpose of this research is to describe the clinical characteristics of typhoid fever in patients who come to Sanglah on July 2013 - July 2014. This research method using descriptive observational study and using cross-sectional approach, total sampling technique by using secondary data on the patient’s medical record at Medical Record Installation Sanglah on July 2013 - July 2014 which positively diagnosed with typhoid fever. The results showed 50 samples, which consisted of 25 male patients and 25 female patients. Overview of the clinical characteristics of patients with typhoid fever in Sanglah are the main complaint and signs and symptoms that often arises is fever in all patients. For laboratory tests tend to show thrombocytopenia (36%), mild anemia (34%), and leukopenia (26%), while the widal test Typhi Typhi H and O show a negative value. For the examination of IgM anti-salmonella 6 is the largest value that is in 7 patients (43.8%). As for the examination of SGOT and SGPT tend to show improvement. Result show the patient’s condition tends to improve after given antibiotics and only 1 patient with complications of hepatitis tifosa. It can be concluded that the clinical characteristics of patients with typhoid fever in Sanglah tend to show similarities with previous studies, although some variables show a different percentage with previous research. Keyword: typhoid fever, characteristics, secondary data
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN GIZI TERHADAP TERJADINYA OBESITAS PADA ANAK SMA DI DENPASAR Johann Andrasili
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.351 KB)

Abstract

Obesitas merupakan masalah di era moderen ini. Dimana prevalensi obesitas meningkat setiap tahunnya, Indonesia menempati peringkat 10 di dunia. Kejadian terbanyak obesitas yaitu usia remaja. Banyak faktor yang mempengaruhi obesitas, salah satunya masalah pengetahuan gizi.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan uji kruskal-wallis. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas X dan XI di SMAN2, SMAN3, SMAN8, SMAK SANJOSE. Penelitian ini dilakukan bulan Juli-Desember 2015. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian meliputi usia, jenis kelamin, indeks masa tubuh, tingkat pengetahuan gizi, tingkat pengetahuan konsep gizi remaja, tingkat pengetahuan kebutuhan gizi, dan tingkat pengetahuan menu, ragam, hidangan yang optimal. Dari 271 sampel berjenis kelamin lelaki (35.8%) dan berjenis kelamin perempuan (64.2%). Usia sampel penelitian antara 14-17 tahun. Pengetahuan gizi responden terbanyak dalam kategori tinggi (73,8%), konsep gizi remaja dalam kategori cukup (53,1%), kebutuhan gizi dalam kategori tinggi (39,5%), menu, ragam, dan hidangan dalam kategori tinggi (62%). Indeks masa tubuh responden antara 14,66-36,04. Tidak di dapatkan hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan gizi, tingkat pengetahuan konsep gizi remaja, tingkat pengetahuan kebutuhan gizi, dan tingkat pengetahuan menu,ragam, hidangan yang optimal dengan kejadian obesitas (p>0,05).Walaupun tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan gizi dan sub indikatornya dengan kejadian obesitas. Namun pada tingkat konsep gizi remaja cukup didapatkan peningkatan IMT yang signifikan, terjadi peningkatan IMT dapat meningkatkan resiko terjadinya obesitas di usia dewasa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi penelitian selanjutnya. ­Kata Kunci : Obesitas, tingkat pengetahuan gizi, remaja
PERBEDAAN KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA DI RUANG SGD (SMALL GROUP DISCUSSION) SEKAT DAN PERMANEN Belinda Wiraanjani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.517 KB)

Abstract

Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan sebuah ruang. Pengaturan pencahayaan harus secara hati – hati ditangani di tiap sekolah maupun universitas karena pencahayaan sangat penting untuk kualitas kinerja pelajar. Intensitas cahaya yang diperlukan untuk melakukan suatu kegiatan bergantung dari jenis kegiatan yang dilakukan. Secara umum kualitas pencahayaan dapat meningkatkan produktivitas dan juga konsentrasi pelajar. Penilaian menggunakan Continuous Performance Task (CPT) dapat memberikan gambaran tentang konsentrasi dari mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencahayaan terhadap daya konsentrasi mahasiswa pada ruang dengan intensitas pencahayaan tinggi dan rendah di ruang SGD permanen dan sekat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Telah dilaksanakan penelitian dengan studi cross sectional pada mahasiswa semester 6 tahun ajaran 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan 100 orang sampel, 44 orang laki – laki dan 56 orang perempuan. Penelitian ini dilakukan pada saat jam pelajaran selesai dengan menggunakan analisis test CPT pada ruang SGD permanen dan sekat dalam waktu yang bersamaan dan kemudian diulang kembali hingga sampel terpenuhi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara intensitas cahaya dengan daya konsentrasi, didapatkan nilai X2 = 54,782 (X2> CV (3,841)), dan nilai p = 0,000 (p<0,05), nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang lebih baik dan bermakna antara konsentrasi belajar mahasiswa di ruang SGD permanen yang memiliki intensitas pencahayaan tinggi dan SGD sekat dengan intensitas pencahayaan rendah. Kata kunci : konsentrasi belajar, SGD permanen, SGD sekat, pencahayaan
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PENURUNAN KADAR TROMBOSIT PADA ANAK YANG MENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE MARET - DESEMBER 2015 Ernest Jonathan Hartiono; I Nyoman Wande
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.878 KB)

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang menjadi masalah kesehatan utama, khususnya pada anak-anak di Asia Tenggara. Anak-anak memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi dengue. Manifestasi klinisnya ditandai dengan penurunan kadar trombosit. Penurunan kadar trombosit dipengaruhi status gizi secara tidak langsung oleh imunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan penurunan kadar trombosit. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dengan menggunakan sampel pasien rawat inap yang diperoleh dari data rekam medis pada anak usia 5 - 15 tahun selama periode Maret - Desember 2015 di RSUP Sanglah Denpasar. Status gizi diukur dengan menggunakan tabel antropometri berat badan menurut umur yang diterbitkan oleh WHO tahun 2005. Penurunan kadar trombosit dinilai dengan menghitung selisih rerata kadar trombosit pada hari-4 dan ke-5 penyakit. Data sampel diolah menggunakan uji korelasi Pearson. Sampel yang terkumpul sebanyak 61 orang anak. Status gizi pada sampel antara lain anak dengan dengan gizi lebih (14,8%), gizi baik (70,5%), gizi kurang (13,1%), dan gizi buruk (1,6%). Berdasarkan hasil analisis data tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status gizi dengan penurunan kadar trombosit (p = 0,249) dan tingkat korelasi antar variabel sangat rendah (r = -0,15). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi status gizi seorang anak, maka penurunan kadar trombosit akan semakin parah, begitu juga sebaliknya. Untuk peneliti selanjutnya perlu dilakukan pengembangan metode penelitian dan menggunakan sampel yang lebih besar. Kata kunci: status gizi, trombosit, anak, demam berdarah dengue
CONTACT DERMATITIS AMONG CONSTRUCTION WORKERS Ida Ayu Diah Purnama Sari; Luh Mas Rusyati; I Gusti Ketut Darmada
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.511 KB)

Abstract

Contact dermatitis is a form of skin inflammation with spongiosis or intercellular edema of the epidermis due to the interaction of irritants and allergens. While occupational contact dermatitis is an inflammation of the skin due to exposure to irritants or allergens in the workplace. One of the jobs that have a high risk of the disease are construction workers. Although the disease is rarely-threatening but can cause high morbidity and suffering for workers, so it can affect the economy and quality of life of patients.
EPISODE DEPRESIF BERAT DENGAN GEJALA PSIKOTIK : SEBUAH LAPORAN KASUS Dewa Putu Eka Juli Antara
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.183 KB)

Abstract

Gangguan depresi adalah bagian dari gangguan mood yang dapat terjadi pada semua usia. Gangguan depresif berat sekarang telah menjadi masalah kesehatan yang serius. Biasanyagangguan ini dialami pada dekade 2 sampai 5 (rata-rata usia 40 tahun). Prevalensinyaseumur hidup kira-kira 15% pada laki-laki sedangkan pada perempuan mungkin sampai25%. Gangguan depresi berat dengan gejala psikotik adalah depresi yang parah walau bukan penderita psikotik. Gangguan ini ditegakkan dengan adanya gejala episode depresifberat ditambah dengan gejala psikotik. Pada laporan kasus ini membahas kasus episodedepresif berat dengan gejala psikotik pada perempuan berusia 40 tahun. Pasien inimendapatkan psikoterapi dan fluoxetine 1 x 20 mg per oral dan Risperidone 2 x 1 mg peroral. 
MANAGEMENT OF BREAST CANCER WITH BRCA GENE MUTATION I Wayan Ari Sumardika; I Wayan Sudarsa
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.594 KB)

Abstract

The management of individual who has a genetic predisposition for breast cancer requires careful planning. It is estimated that 5-10% of breast cancer in Western countries is a hereditary breast cancer and 80-90% of them is the result of BRCA1 and BRCA2 genes mutations. The individual with BRCA1 and BRCA2 gene mutations have a high risk for experiencing breast cancer and other types of cancer, especially ovarian cancer. Although there are some differences, management of patients with hereditary breast cancer in principle is equal to management of non-hereditary breast cancer. Contra lateral mastectomy surgery and/or oophorectomy may be considered as initial therapy. The uses of breast conserving surgery in patients with BRCA-positive status are still controversial because of the risk of recurrence on ipsilateral breast, so did the use of ionization radiation modalities. Post surgery follow up is an important aspect in the management of patients with mutations of these genes in which follow up aims to find local recurrence, secondary breast cancer, contra lateral breast cancer as early as possible
GAMBARAN RISIKO TROMBOSIS VENA PROFUNDA (TVP) PADA SALES PROMOTION GIRL (SPG) BERDASARKAN KRITERIA WELLS DI KOTA DENPASAR Shelly Silvia Bintang; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.172 KB)

Abstract

Pekerjaan sebagai sales promotion girl (SPG) menuntut berdiri dalam posisi statis dalam waktu kerja yang cukup lama. Dalam sebuah jurnal kesehatan masyarakat tahun 2013 mendapatkan hasil semakin lama SPG bekerja maka semakin lama juga durasi mereka memakai sepatu hak tinggi semakin besar risiko untuk mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan sepatu hak tinggi. Gangguan dari aliran darah atau trombosis vena profunda (TVP) merupakan dampak yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui angka tinggi pemakaian sepatu hak tinggi, angka pemakaian stocking dan gambaran SPG di Kota Denpasar yang memiliki risiko rendah, menengah dan tinggi mengalami TVP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif potong lintang. Subyek penelitian ini adalah 62 pegawai SPG yang bekerja di swalayan di Kota Denpasar. Skor kriteria Wells didapatkan untuk mengetahui gambaran risiko probabilitas TVP. Hasil gambaran risiko TVP pada SPG di Kota Denpasar berdasarkan kriteria Wells didapatkan 30 orang pekerja (48,38%) menunjukan risiko ringan, dan 30 orang pekerja lainnya (48,38%) menunjukan risiko menengah menderita TVP, sedangkan 2 orang pekerja (3,24%) menunjukan risiko tinggi. Sebagian besar pegawai SPG di kota Denpasar memiliki risiko rendah dan sedang probabilitas TVP.
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DAN STATUS SOSIOEKONOMI KELUARGA TERHADAP SEKS PRANIKAH PADA REMAJA SMA/SEDERAJAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAWATI I PADA TAHUN 2014 Anak Agung Putu Agung Raditya Wisesa Wedananta; Ni Wayan Citra Wulan Sucipta Putri
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.697 KB)

Abstract

Meningkatnya angka penyakit menular seksual dan HIV merupakan dampak dari perilaku seks pranikah pada remaja. Adapaun beberapa faktor yang berpengaruh terhadap perilaku seks pranikah para remaja adalah status sosioekonomi dan jenis kelamin. Penelitian ini merupakan penelitian quantitatif dengan menggunakan rancangan analitik cross sectional. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan angket/kuesioner dengan jumlah sampel 136. Data yang terkumpul dianalisis dengan perangkat lunak komputer dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan 19,1% responden telah melakukan perilaku seks pranikah. Pada analisis bivariat, status sosioekonomi  tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap perilaku seks pranikah (p=0,918). Sedangkan jenis kelamin  berhubungan secara signifikan terhadap perilaku seks pranikah dan jenis kelamin laki-laki berperan sebagai faktor risiko  (p=0,011;PR= 3,631; 95% IK =1,277-10,321).
KADAR PHOSPHORYLATED INSULIN GROWTH FACTOR BINDING PROTEIN-1 YANG TINGGI PADA SEKRET SERVIKS MENINGKATKAN RISIKO PERSALINAN PRETERM Tjokorda Gde Agung Suwardewa
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.506 KB)

Abstract

Latar Belakang : Persalinan preterm adalah munculnya kontraksi uterus denganintensitas dan frekuensi yang cukup untuk menyebabkan penipisan dan dilatasiserviks sebelum memasuki usia gestasi yang matang, antara umur kehamilan 20sampai 37 minggu.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui risiko persalinanan preterm pada kadarphIGFBP-1 yang tinggi pada sekret serviks dengan tes partus Actim.Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan desain case control analitik.Jumlah sampel sebesar 56 sampel, dimana 26 sampel kasus persalinan pretermdan 26 sampel kontrol kehamilan preterm, yang dipasangkan (matching) dalamhal umur ibu, umur kehamilan dan paritas. Pengambilan spesimen dari sekretserviks dengan menggunakan swab dacron, kemudian dimasukkan ke dalamlarutan ekstrak selama 10 detik. Larutan ph IGFBP-1 diuji dengan dipstik partusActim. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi-Square (p < 0,01).Rasio Odds digunakan untuk menilai besarnya risiko dan analisis multivariatdengan regresi logistik.Hasil : Uji Chi-Square antara phIGFBP-1 dengan risiko terjadinya persalinanpreterm didapatkan nilai p=0,001. Hal ini berarti kejadian persalinan preterm padakedua kelompok berbeda secara bermakna. Nilai Rasio Odds sebesar 10,39 (IK95% = 2,73-39,56, p=0,001) yang berarti bahwa kadar phIGFBP-1 yang tinggipada sekret serviks dapat meningkatkan risiko terjadinya persalinan pretermsebesar 10 kali.Simpulan : Kadar phIGFBP-1 yang tinggi pada sekret serviks meningkatkanrisiko persalinan preterm sebesar 10 kali dibandingkan dengan kontrol.

Page 71 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue