cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
HUBUNGAN GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIFITAS (GPPH) TERHADAP STATUS GIZI ANAK DI KLINIK TUMBUH KEMBANG RSUP SANGLAH DENPASAR Gusti Ayu Teja Devi Megapuspita; I Gusti Ayu Trisna Windiani; I Gusti Agung Ngurah Sugitha Adnyana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.99 KB)

Abstract

Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) consists of a pattern that shows signs of persistent inattention and / or impulsive behavior and hyperactivity, which are heavier than they should occur at the age of developmentDAss. Children with ADHD have more physical activity than children without GPPH that affect their nutritional status. The aim of this study was to determine the relationship Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) and nutritional status of children in Growth and Development Clinic Sanglah Hospital. This research method analytical cross-sectional, that taken from the register of children with ADHD in Growth and Development Clinic Sanglah Hospital on January 1, 2014 - August 31, 2016. The results of 120 samples consisting of 48 ADHD children and 72 of non-ADHD children. The relationships of ADHD with normal and abnormal nutritional status is significant (PR: 0.5, 95% CI : 0.26; 0.97, p = 0.028), thin and normal nutritional status are also significant (PR: 0.2, 95% CI : 0.48; 0.835, p = 0.001), whereas the obese and normal nutritional status was not significant (PR: 0.875, 95% CI : 0.37; 2.06, p = 0.759). The conclusions of this study there is a significant relationship between ADHD and nutritional status (p = 0.028), where the prevalence of abnormal nutritional status in the children with ADHD is half lower than the children in non-ADHD group. Keywords: attention deficit and hyperactivity disorders, nutritional status, malnutrition, overweight.
Peranan metode feldenkrais sebagai alternatif penatalaksanaan nyeri kronis Ida Ayu Sri Wijayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.363 KB)

Abstract

Chronic pain is a multidimensional problem and conditions are common in society, complex and challenging. It is important to understand the biological, social, physical and psychological context to provide an effective management. The management of chronic pain focuses on the rehabilitation program and the quality of life of the sufferers, because chronic pain usually associated with anxiety, depression and psychosocial disorders that accompany persistent physical pain. The alternative therapy in the management of chronic pain is the Feldenkrais method. The Feldenkrais method is an integrated approach technique to provide learning and enhancement of functionality to individuals based on their abilities over the life span and aims to improve human ability to regulate their own behavior. This method includes simple motion exercises and awareness training through movement patterns as well as thinking, sensing, which can improve mentally positive and help reduce chronic pain complaints. Keyword: Feldenkrais Method, Chronic pain, Alternative Medicine
POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN DEWASA DENGAN DEMAM TIFOID DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2016-2017 Putu Resika Melarosa; Desak Ketut Ernawati; Agung Nova Mahendra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.216 KB)

Abstract

Demam tifoid atau yang dikenal dengan demam enterik merupakan penyakit infeksi sistemik yang berpotensi fatal yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica typhi (S.typhy). Pada daerah endemik, sekitar 90% dari demam enterik adalah demam tifoid. Indonesia memilki insiden yang cukup tinggi dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Diperkirakan mortalitas dari kasus demam tifoid di Indonesia antara 0,6% sampai 2%. Antibiotika merupakan terapi utama untuk penanganan pasien demam tifoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antibiotika pada dewasa dengan demam tifoid di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016-2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan metode cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Sampel diambil dari rekam medis pasien dewasa dengan demam tifoid yang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016-2017. Teknik pemilihan subjek menggunakan total sampling. Subjek merupakan pasien dewasa dengan demam tifoid yang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar. Total sampel yang diperoleh sebanyak 55 pasien dewasa dengan demam tifoid. Golongan antibiotika yang digunakan di RSUP Sanglah adalah ampisilin, sefalosporin generasi ketiga, fluorokuinolon, dan azitromisin. Jenis antibiotika yang digunakan seperti ampisilin, seftriakson, sefiksim, levofloxacin, dan azitromisin. Dapat disimpulkan bahwa antibiotika yang digunakan di RSUP Sanglah Denpasar adalah jenis levofloxacin (45,5%) dari golongan fluorokuinolon dengan rute pemberian di rumah sakit secara intravena dan diberikan selama 3-7 hari. Kata kunci : Demam tifoid, Antibiotika, RSUP
HUBUNGAN DISABILITAS PADA LOW BACK PAIN DENGAN POSTUR KERJA PADA PEKERJA PENYAPU JALAN DI KOTA DENPASAR Wardatun Nugraheni; I Made Krisna Dinata; I D A Inten Dwi Primayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.842 KB)

Abstract

Pekerjaan penyapu jalan merupakan pekerjaan yang dilakukan secara repetitif. Faktor-faktorrisiko dalam pekerjaan diantaranya faktor postur, kontraksi otot statis, gerakan repetitive. Banyaknyafaktor risiko membuat pekerjaan penyapu jalan perlu dilihat dari sisi ergonomi sehingga produktivitasdan kesehatan para pekerjanya dapat ditingkatkan. Faktor risiko yang terdapat dalam proses kerjapekerja penyapu jalan yang dianggap meningkatkan faktor risiko terkenanya masalah MSDs. Untukmengetahui ada hubungan disabilitas pada low back pain dengan postur kerja pada pekerja penyapujalan di Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancanganpenelitian analitik cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah pekerja penyapu jalan di kotaDenpasar tahun 2017 yang berjumlah 14 orang. Sampel pada penelitian ini diambil secara acakdengan menggunakan metode cluster sampling pada kelompok individu dalam populasi yang terjadisecara alamiah berdasarkan wilayah. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah postur pekerja yangdidapat menggunakan alat analisis REBA, variabel tergantung dari penelitian ini adalah disabilitaslow back pain yang diambil menggunakan alat kuesioner indeks disabilitas Oswestry. Uji statistikyang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil analisis korelasi uji korelasi spearman diperolehnilai rho r sebesar 0,551 dan nilai p = 0,00. Hubungan yang searah, yaitu peningkatan nilai satuvariabel akan diikuti peningkatan nilai dari variabel yang lain. terdapat hubungan yang signifikanantara disabilitas pada low back pain dengan postur kerja pada pekerja penyapu jalan di KotaDenpasar pada tahun 2017. Kata kunci: Postur Kerja, Low Back Pain, Kuesioner Oswestry, REBA
LUARAN PASIEN DEWASA YANG MENDERITA SEVERE DENGUE DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH, DENPASAR PERIODE JANUARI 2016 – JUNI 2016 I Putu Pande Agus Asmara Widhiana Saputra; Ni Made Dewi Dian Sukmawati; Anak Agung Ayu Yuli Gayatri; I Ketut Agus Somia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.354 KB)

Abstract

Infeksi virus dengue merupakan permasalahan global karena tingginya morbiditas dengan mortalitas yang rendah. Terjadi pergeseran insiden penderita dari kalangan anak-anak bergeser ke kelompok usia yang lebih tua di Indonesia. Mortalitas pasien diakibatkan oleh terjadinya komplikasi infeksi dengue dan adanya faktor risiko penyakit kronik mempengaruhi outcome perbaikan klinis penderita. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui luaran pasien dewasa yang menderita severe dengue di RSUP Sanglah, Denpasar pada Januari 2016-Juni 2016. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif cross-sectional retrospektif dilakukan di RSUP Sanglah, Denpasar. Data yang diperoleh berupa data sekunder rekam medis pasien pada Januari 2016 – Juni 2016. Analisis data penelitian menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan dari 125 pasien, didominasi usia 21-30 tahun (27,2%), jenis kelamin wanita (64%), pasien paling banyak dirawat di bulan april (33,6%), komorbid yang tinggi adalah obesitas (28,8%), koinfeksi yang tinggi adalah demam tifoid (12,8%), antigen NS1 dengue positif pada 11,2% dengan infeksi sekunder dialami oleh sebagian besar kasus (56%), manifestasi pendarahan tersering adalah pendarahan pervaginam (20,8%), kasus berat dengan gangguan hemokonsentrasi (52,8%) dan hipotensi (15,2%), pasien yang memerlukan perawatan ICU (10,4%), komplikasi pendarahan yang berat pada pasien (20%). Rata-rata pasien datang pada fase kritis (hari ke 4,58 ± 1,56), dengan trombosit terendah ((37,89 ± 28,16) x 103/mm3), dan mengalami gejala hemokonsentrasi ((46,64 ± 6,67)%), rerata lama rawat ((4,98 ± 2,63) hari), pasien dengan kehamilan (17,5%), dan kematian pasien (5,6%). Terdapat kasus severe dengue yang mendapatkan perawatan intensif dengan mortalitas selama perawatan yang rendah. Kata kunci: luaran pasien, pasien dewasa, severe dengue
MAJOR DEPRESSIVE DISORDER WITHOUT PSYCHOTIC SYMPTOMS IN CHILDREN UNDER THE AGE OF 14 YEAR-OLD RAPE VICTIM. Andika Metrisiawan
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.658 KB)

Abstract

Depression is a very large impact on the global disease that affects people worldwide.Lately, an estimated 350 million people suffering from depression. The World MentalHealth Survey in 17 countries stated that 1 in 20 people who reported experiencing adepressive episode in the last 1 year. Depressive disorders often appear early in life andcauses a decrease in a person's interest and often recurrent. For this reason it is said thatdepression is the leading cause of disability in relation to total annual loss due to disability.Therapy should be given a basic psychosocial support combined with antidepressantmedication or psychotherapy such as cognitive behavioral therapy, interpersonal psychotherapy or problem-solving treatment. This case report discusses the severe depression without psychotic symptoms in children under the age of 14 year-old rapevictim. In addition to the victim made an approach to the development of psychological 1 therapy is also given in the form of Psychotherapy and Pharmacotherapy ie 1 x 20 mgfluoxetine oral and Benzodiazepine 1 x 10 mg orally. 
HUBUNGAN ANTARA SIKAP SLEEP HYGIENE DENGAN DERAJAT INSOMNIA PADA LANSIA DI POLIKLINIK GERIATRI RSUP SANGLAH, DENPASAR Ni Made Putri Suastari; Pande Nyoman Bayu Tirtayasa; I Gusti Putu Suka Aryana; RA Tuty Kusumawardhani
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.875 KB)

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering dialami oleh lansia. Insomnia berpengaruh langsung terhadap penurunan kualitas hidup dan memiliki kecenderungan terhadap peningkatan angka morbiditas dan mortalitas pada lansia. Selama ini berbagai terapi pengobatan telah dikembangkan untuk membantu mengatasi keluhan, namun belum ditemukan suatu terapi pengobatan yang ideal bagi lansia penderita insomnia. Melihat fenomena di atas, maka diperlukan metode dalam penatalaksanaan insomnia pada lansia melalui pendekatan terapi nonfarmakologis dan hanya menggunakan obat-obatan pada saat yang mendesak. Terapi nonfarmakologis yang paling efektif adalah terapi perilaku, yaitu sleep hygiene. Sleep hygiene merupakan identifikasi dan modifikasi perilaku dan lingkungan yang mempengaruhi tidur. Sehubungan hal diatas, penulis tertarik untuk mengetahui hubungan antara sikap sleep hygiene dengan derajat insomnia pada lansia di Poliklinik Geriatri RSUP Sanglah. Penelitian ini merupakan studi analitik cross-sectional dengan sampel sebanyak 43 lansia yang berkunjung ke Poliklinik Geriatri RSUP Sanglah pada bulan Februari 2014. Data diperoleh dengan wawancara melalui kuisioner yang terstruktur meliputi identitas, sikap sleep hygiene, dan derajat insomnia menggunakan kuesioner Insomnia Severity Index. Penelitian ini memperoleh rerata jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan pada masing-masing derajat insomnia adalah homogen. Berdasarkan uji korelasi diperoleh bahwa terdapat hubungan antara sikap sleep hygiene dengan derajat insomnia pada lansia di Poliklinik Geriatri RSUP Sanglah pada dua komponen, yaitu faktor diet (p=0,006) dan olahraga (p=0,010), sedangkan tidak terdapat hubungan antara sikap sleep hygiene dengan derajat insomnia pada lansia di Poliklinik Geriatri RSUP Sanglah pada dua komponen lainnya, yaitu faktor perilaku (p=0,374) dan lingkungan (p=0,222).
TANDA KARDINAL PEMERIKSAAN EKSTERNAL JENASAH DIDUGA TENGGELAM DARI DATA BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK RSUP SANGLAH BALI TAHUN 2012 -2014 Indah Dewi Astreani; Ida Bagus putu Alit
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.432 KB)

Abstract

Kematian dengan tenggelam sulit untuk didiagnosis karena membutuhkan pemeriksaan eksternal dan internal. Jenasah yang diduga tenggelam memerlukan tanda kardinal agar mengarahkan untuk pemeriksaan forensik selanjutnya. Bali sebagai  potensi pariwisata air memiliki risiko ditemukannya jenasah kasus diduga tenggelam. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tanda kardinal pada jenasah diduga tenggelam dari data bagian Ilmu Kedokteran Forensik RSUP Sanglah Bali tahun 2012-2014. Desain penelitian deskriptif retrospektif. Sampel 91 kasus. Berdasarkan karakteristik laki-laki 77 kasus, perempuan 14 kasus, WNI 50 kasus, WNA 41 kasus, anak-anak 12,1%, dewasa 87,9%. Jenasah diduga tenggelam di pantai 52 kasus, kolam renang 8 kasus, sungai 10 kasus, sisanya di rawa dan kamar mandi hanya dengan pemeriksaan eksternal. Tanda kardinal busa putih pada hidung (26,4%), mulut (31,9%), telinga (3,3%), bintik perdarahan mata (4,4%), pelebaran pembuluh darah mata (33%) dan ada keduanya (28,6%), cadaveric spasm (1,1%), cutis anserine (4,4%), hands & feet of a washer woman (53,8%), tanda sianosis (56,0%) & benda asing di tubuh korban (12,1%). Pemeriksaan internal getah paru 17 kasus, Ganggang Hijau (15,29%), Diatom (5,88%), Kristal Charcot Leyden (5,88%), Ganggang Merah (1,17%) tidak ditemukan (3,52%). Tanda kardinal  patognomonis dari pemeriksaan eksternal hanya berperan untuk menguatkan pemeriksaan selanjutnya dari jenasah diduga tenggelam. Harapannya dapat menjadi informasi jenasah diduga korban tenggelam di Bali.  
KAITAN FAKTOR USIA DAN JENIS KELAMIN TERHADAP KEJADIAN LIMFOMA NON HODGKIN DI RUMAH SAKIT SANGLAH TAHUN 2014 Ida Ayu Cili Swesis; Ketut Suega; Ni Made Renny Anggraeni Rena
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.261 KB)

Abstract

AGE AND GENDER FACTOR ASSOCIATED WITH NON-HODGKIN LYMPHOMA EVENTS IN SANGLAH HOSPITAL DURING 2014One of the most common types of hematology malignancies is lymphoma malignancies.  Based on the epidemiology Hodgkin's disease is relatively rare compared with nonHodgkin's lymphoma (NHL) in Asia. NHL had increased since 1970 at 5-10% aech year. The purpose of this research is to explained age and gender associated with Non-hodgkin lymphoma proportion in Sanglah Hospital during 2014. The retrospective cross sectional design was used in this research. Sampel were patients who treated in Internal Medicine Sanglah Hospital during 2014. In 2014, there were 152 cases of NHL with male respondents 57.9% (88 people ) and female 42.1% (64 people) treated at Sanglah Hospital. Subjects age ranged from 1-89 y.o, with median age 55 y.o. There were a 46% who have under 55 years of age and 54% over 55. In Chi-square analysis, there was a significant associated between age with NHL incidence in Sanglah Hospital (p <0.05) and no significant associated between the gender with NHL incidence (p> 0.05). The conclusion in this study was the increased age contributes to the rising rates of NHL. However, the incidence of NHL was not clearly associated with gender.
KARAKTERISTIK PENDERITA AIDS DAN INFEKSI OPORTUNISTIK DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE JULI 2013 SAMPAI JUNI 2014 Putri Uli Saktina; Bagus Komang Satriyasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.577 KB)

Abstract

AIDS is a set of symptomps due to the decreased of immune system caused by HIV. Opportunistic infections are infections caused by the decrease in the immune system. This study aims to know the description of individual characteristic and opportunistic infections in people with AIDS at Sanglah Hospital Denpasa period July 2013 – June 2014. This study is observational descriptive. The sampel in this study were all patients with AIDS who are hospitalized in Sanglah Hospital period July 2013 – June 2014 that has a complete data. One hundred and seventy nine AIDS patients consist of 121 males (67.6%), mostly between 30-39 years old (39.7%), majority were private employes (43%), Hinduism (74.3%), married (73.7%), and lived in Bali (98.3%). The highest OI type is Candidiasis (28.3%). It is hoped this study ca be useful for management of HIV/AIDS in the future.  

Page 70 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue