cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557265     EISSN : 26146134     DOI : -
Bhineka Tunggal Ika (BTI), p-ISSN 2355-7265, is an online peer-reviewed journal and aims to provide a forum for researchers, professionals, lecturer, and educational practitioners on all topics related to civics education or PPKn. Bhineka Tunggal Ika consists of high-quality technical manuscripts on advances in the state-of-the-art of civic education; both theoretical approaches and practical approaches are encouraged to submit. All published articles in Bhineka Tunggal Ika are freely accessible in that website. Published 2 issues per year (May and November).
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
INSTAGRAM AND POLITICAL LITERACY GENERATION Z Alva Beriansyah; Mariatul Qibtiyah
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v10i1.20463

Abstract

ABSTRAKPerkembangan era digital saat ini ditandai dengan hadirnya media sosial sebagai alat komunikasi dan informasi yang efektif digunakan oleh masyarakat khususnya generasi Z atau gen z sebagai generasi yang lahir dari era digital ini. Salah satu ciri gen z adalah kedekatannya dengan penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari, bahkan media sosial menjadi referensi dan literasi bagi gen z ini. Keaktifan Gen Z dalam mengakses media sosial juga mempengaruhi partisipasi politik mereka karena Gen Z termasuk dalam kategori pemula dalam partisipasi politik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan analisis literasi politik, diharapkan generasi z dapat memiliki pengetahuan politik yang baik yang juga secara signifikan lebih terlibat dalam kegiatan politik, baik konvensional maupun nonkonvensional, seperti mengikuti pemilihan umum, melakukan diskusi politik, melakukan protes, petisi, memboikot bahkan menyampaikan pendapatnya melalui media. Jelang pemilu 2024 mendatang, gen z diharapkan bisa ikut serta memberikan hak politiknya. Literasi politik yang dapat dibangun saat ini terhadap Gen Z yang bersifat instan adalah dengan memanfaatkan media sosial khususnya Instagram sebagai platform media sosial yang banyak digunakan oleh Gen Z untuk mengakses informasi, termasuk informasi tentang isu-isu sosial dan politik sehingga bahwa Gen Z diharapkan memiliki sikap kritis terhadap politik.  ABSTRACTThe development of the current digital era is marked by the presence of social media as an effective communication and information tool used by the public, especially generation Z or gen z as the generation born from this digital era. One of the characteristics of gen z is its proximity to the use of social media in everyday life, even social media has become a reference and literacy for this gene z. Gen z 's activeness in accessing social media also influences their political participation because gen z is included in the beginner category in political participation. This study uses a descriptive qualitative research method. By using political literacy analysis, it is hoped that gen z can have good political knowledge which will also be significantly more involved in political activities, both conventional and non-conventional, such as participating in general elections, conducting political discussions, conducting protests, petitions, boycotts and even expressing their opinions through the media. Ahead of the upcoming 2024 election, gen z is expected to be able to participate in granting their political rights. Political literacy that can be built at this time against Gen Z which has an instant character is by utilizing social media, especially Instagram as a social media platform that is widely used by Gen Z, to access information, including information about social and political issues so that Gen Z is expected to have critical attitude towards politics.
PENGARUH KEGIATAN FORUM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FKIP UNILA (FORDIKA) TERHADAP PENGEMBANGAN CIVIC SKILL MAHASISWA Yonanda Pratama; Muhammad Mona Adha; Rohman Rohman
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v10i1.17803

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan melihat bagaimana pengaruh Kegiatan Forum Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Unila (Fordika) terhadap pengembangan Civic Skill Mahasiswa PPKn FKIP Unila. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian yakni Mahasiswa Program Studi PPKn FKIP Universitas Lampung angkatan 2018-2020. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 67  responden dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik angket dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini yakni menggunakan uji regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 20.  Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara pengaruh Kegiatan Forum Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Unila (Fordika) terhadap Pengembangan Civic Skill Mahasiswa PPKn FKIP Unila sebesar 50,2 % dengan indikator variabel independen (X) yaitu : Mengembangkan Soft Skill, Menumbuhkan sikap Profesional, dan mengembangkan Social skill. Kemudian dalam indikator variabel dependen (Y) yaitu : Keterampilan Intelektual (Intellectual Skill) dari Keterampilan Partisipasi (Participatory Skill). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kegiatan Fordika FKIP Unila berpengaruh positif sebesar 50,2 % terhadap Pengembangan Civic Skill Mahasiswa PPKn FKIP Unila. AbstractThe purpose of this research is to find out and see how the influence the activities of the Fordika FKIP Unila on the Civic Skill development of PPKn FKIP Unila students. The research method used in this study is a descriptive method with a quantitative approach. The research subject is the Student of the PPKn FKIP University of Lampung University Class of 2018-2020. The sample in this study amounted to 67 respondents using random sampling technique. Data collection techniques in the study used questionnaires and interviews. The data analysis technique in this study was using a simple regression test with the help of SPSS version 20. The results showed that there was an influence between the influence of the Fordika FKIP Unila (Fordika) on Civic Skill Development of PPKn FKIP Unila Students by 50.2% with independent variable indicators (X) namely: Developing Soft Skills, Growing Professional Attitudes, and Developing Social Skills. Then the dependent variable indicator (Y) is: Intellectual Skills from Participatory Skills. Thus, it can be concluded that the activities of Fordika FKIP Unila have a positive effect of 50.2% on the Civic Skill Development of FKIP Unila PPKn Students.
GENDER EQUALITY OF BALINESE WOMEN AS A MANIFESTATION OF EQUALITY CITIZENS I Putu Windu Mertha Sujana; Camellia Camellia
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v10i1.21098

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji kedudukan wanita Bali dalam perkawinan Hindu di Bali ditinjau dari Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1984 dan perwujudan kesetaraan bagi warga negara Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan kajian tentang perlindungan hak-hak perempuan dalam perkawinan Hindu di Bali. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah karena ketidaksetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara umum kaum feminis dan masyarakat menerima adanya perkawinan nyentana dalam masyarakat patriarki; (2) Undang-undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1984 menjadi pedoman dalam mewujudkan kesetaraan gender antara kedudukan perempuan dan laki-laki, hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan perkawinan nyentana dimana hampir tidak ada perbedaan pembagian tugas dan peran antara laki-laki dan perempuan dalam dikotomi publik. dan domestik; Penelitian ini diharapkan mampu menjadi kajian literatur dalam mewujudkan kesetaraan warga negara.  ABSTRACTThis research examines the position of Balinese women in Hindu marriages in Bali in terms of the Law of the Republic of Indonesia No. 7 of 1984 and the embodiment of equality for Indonesian citizens. The purpose of this research is to conduct a study on the protection of women's rights in Hindu marriages in Bali. The reason for conducting this research is because of gender inequality between men and women in a patriarchal society. This study uses a qualitative approach and descriptive method. Data collection is done by interview, observation, and documentation study. The results of the research show that: (1) In general, feminists and society accept the existence of nyentana marriages in a patriarchal society; (2) Law of the Republic of Indonesia No. 7 of 1984 serves as a guideline in realizing gender equality between the positions of women and men, this is evidenced by the implementation of nyentana marriages where there is almost no difference in the division of tasks and roles between men and women in the public dichotomy. and domestic. This research is expected to be able to become a literature review in realizing citizen equality.
DAMPAK PROGRAM KAMPUNG BANTAR TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT KOTA JAMBI Darmuji Darmuji; Khuswatun Hasanah
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v10i1.19385

Abstract

ABSTRAKMasalah kebersihan dan keamanan adalah masalah yang sering terjadi di daerah. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi maupun mencegah permasalahan tersebut. Pemberian otonomi daerah yang seluas-luasnya kepada daerah mengakibatkan munculnya paradigma daya saing daerah dimana para kepala daerah berlomba-lomba untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan cara kepemimpinan yang berbeda-beda sesuai dengan khas dari daerah tersebut. Salah satu upaya kepala daerah untuk menerapkan kebersihan dan keamanan adalah membuat program Kampung BANTAR (Bersih, Aman, dan Pintar).  Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak program kampung BANTAR terhadap perilaku masyarakat Kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan bahwa dengan adanya program kampung BANTAR di Rt. 45 Kelurahan Jelutung telah memberikan dampak positif berupa perubahan lingkungan yang lebih baik seperti pekarangan rumah yang lebih rapi, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong, serta masyarakat setempat telah meluangkan waktu di taman bacaan yang disebut dengan pojok baca.  ABSTRACTHygiene and safety issues are frequent problems in the area. Various efforts have been made by local governments to overcome or prevent these problems. The granting of the widest possible regional autonomy to the regions has resulted in the emergence of a regional competitiveness paradigm in which regional heads compete to realize the welfare of the community by means of different leadership according to the characteristics of the region. One of the regional head's efforts to implement cleanliness and security is to create a PANTAR (Clean, Safe, and Smart) Village program. The purpose of this study is to determine the impact of the PANTAR village program on the behavior of the people of the city. The method used in this research is descriptive research with a qualitative approach. Based on the results of observations and interviews conducted by researchers that the existence of the BATAR village program on Rt. 45 Jelutung Village has had a positive impact in the form of changes to the environment for the better such as a neater house yard, as well as regenerating the spirit of mutual cooperation, and the local community has spent time in a reading garden called a reading corner.
PEMBENTUKAN KARAKTER BIROKRAT INDONESIA YANG BERAKHLAK Dianni Risda; Edwin Nurdiansyah
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v10i1.21074

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berupaya untuk memberikan informasi argumentatif tentang realitas hambatan, tantangan, strategi, dan upaya dalam membentuk karakter birokrat yang berakhlak, sekaligus memberikan rasionalisasi pentingnya pemanfaatan teknologi, informasi, dan komunikasi dalam pelayanan publik. Riset ini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, analisis data, adalah, reduksi, display, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan Hasil riset yaitu: 1) hambatan dan tantangan yang bersifat dinamis dan kompleks, mengarah pada, realitas kompetensi birokrat, distorsi mental melayani, Revolusi Industri 4.0, serta kepastian hukum, 2) strategi dan upaya dalam membentuk karakter birokrat berakhlak, kapabel melalui, pendidikan dan pelatihan, peningkatan melek teknologi, program supervisi, serta kebijakan tentang kesejahteraan, 3) di era modern, birokrasi perlu mengoptimalkan kemajuan teknologi, informasi serta komunikasi, agar efektif dan efisien, supaya cekatan dan profesional. Sehingga pembentukan birokrat berakhlak menjadi solusi alternatif dalam mengatasi stigma juga stereotip mengenai dunia birokrasi yang dipandang kaku, konvensional, prosedural dan pragmatis, agar berubah menjadi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berkelas dunia.  ABSTRACTThis study seeks to provide argumentative information regarding the reality of obstacles, challenges, strategies, and efforts in shaping the character of bureaucrats who have good morals, as well as to rationalize the importance of using technology, information, and communication in public services. This research was carried out through a qualitative approach with literature study methods, data analysis, namely, reduction, display, and verification or conclusion. The results of the research are: 1) dynamic and complex obstacles and challenges, leading to the reality of bureaucratic competence, mental distortion of serving , the Industrial Revolution 4.0, as well as legal certainty, 2) strategies and efforts in shaping the character of moral, capable bureaucrats through education and training, increasing technology literacy, supervision programs, and policies on welfare, 3) in the modern era, the bureaucracy needs to optimize technological progress , information and communication, to be effective and efficient, to be agile and professional. So that the formation of bureaucrats with character is an alternative solution in overcoming the stigma and stereotypes about the world of bureaucracy which is seen as rigid, conventional, procedural and pragmatic, so that it turns into world-class governance and public services.
IMPLEMENTASI DESAIN PEMBELAJARAN PPKn BERBASIS ICT PADA POST PANDEMIC Junaidi Naibaho; Hodriani Sitompul
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v10i1.20218

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengurai terkait implementasi desain pembelajaran PPKn berbasis ICT pada SMP Negeri 2 Delitua. Guna mendekatkan masalah ini dipergunakan acuan teori sarana IT dalam dunia pendidikan berperanan penting dalam mengatasi masalah-masalah keterbatasan sarana pendidikan atau sarana yang mendukung dalam proses belajar mengajar. Data-data diperoleh melalui dokumetasi, wawancara, dan observasi dengan analisis data berupa reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian yaitu pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran (PPKn) di SMP Negeri 2 Delitua banyak memanfaatkan berbagai media pembelajaran seperti Powerpoint, Video Animasi, Video Film, Software Quiz berupa Quizizz, Kahoot, dan Google Form dalam wujud penerapan desain pembelajaran berbasis ICT. Guru PPKn mengatakan jika dengan media pembelajaran ini dapat memberikan kemudahan bagi guru PPkn menyampaikan materi ajar dan dapat membangun sebuah pembelajaran yang lebih menarik, Inovatif, dan kreatif. AbstractThis article aims to describe the implementation of ICT-based Civics learning design in SMP Negeri 2 Delitua. In order to bring this problem closer, it is used as a theoretical reference for IT facilities in the world of education, which play an important role in overcoming the problems of limited educational facilities or facilities that support the teaching and learning process. The data were obtained through documentation, interviews, and observations with data analysis in the form of data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of the research are Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subjects at SMP Negeri 2 Delitua use a lot of learning media such as Powerpoint, Video Animation, Video Film, Quiz Software in the form of Quizizz, Kahoot, and Google Form in the form of implementing ICT-based learning designs. The Civics teacher said that with this learning media it could make it easier for Civics teachers to deliver teaching materials and could build a more interesting, innovative, and creative learning.
PROFIL LITERASI DIGITAL MAHASISWA DI ERA DIGITALISASI Mariyani Mariyani; Triyani Triyani
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v10i1.20421

Abstract

ABSTRAKLiterasi digital di era saat ini tidak sekedar memahami baca tulis angka, lebih dari itu literasi digital ialah kemampuan mencari, mengolah dan memutuskan semua informasi yang diperoleh dari internet secara bijak dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan literasi digital mahasiswa prodi PPKn FKIP Universitas Sriwijaya. Metode penelitian menggunakan kuesioner dengan survei. Responden penelitian ialah 315 mahasiswa FKIP PPKn yang sedang mengambil mata kuliah tugas akhir/Skripsi. Hasil di peroleh bahwa literasi digital dalam aspek keterampilan fungsional, komunikasi efektif, kreativitas, berpikir kritis, pemahaman konteks sosial budaya, kemampuan menemukan dan memilih informasi, Keamanan elektronik dan kolaborasi dikategorikan sedang karena berada di antara interval 2,6-3,4. Oleh karena itu perlu adanya upaya sinergi bersama antara perguruan tinggi dan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital. Beberapa upaya tersebut meliputi 1) pemahaman literasi digital; 2) pemerataan jaringan internet; 3) pihak kampus melaksanakan kegiatan berbasis literasi; 4) penguatan budaya menulis; dan 5) memfasilitasi beberapa mata kuliah yang berkaitan erat dengan literasi digital. 6) meningkatkan keterampilan yang mendukung  ABSTRACTDigital literacy in the current era is not just understanding reading and writing numbers, more than that digital literacy is the ability to search, process and decide all information obtained from the internet wisely and productively. This study aims to see the digital literacy skills of Civics study program students at FKIP Sriwijaya University. The research method used a questionnaire with a survey. The research respondents were 315 Civics students who were taking final project / thesis courses. The results showed that digital literacy in the aspects of functional skills, effective communication, creativity, critical thinking, understanding the socio-cultural context, the ability to find and select information, electronic security and collaboration were categorized as moderate because they were between the intervals of 2.6-3.4. Therefore, there needs to be a joint synergy effort between universities and students in improving digital literacy. Some of these efforts include 1) understanding digital literacy; 2) equal distribution of internet networks; 3) the campus carries out literacy-based activities; 4) strengthening the culture of writing; and 5) facilitating several courses that are closely related to digital literacy. 6) Improve supporting skills.
KONTRIBUSI PENGAWASAN ORANG TUA DALAM KONTEKS GAME ONLINE PADA ANAK Rahmad Hidayat; nurhayati nurhayati
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v10i1.19142

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai peran orang tua dalam memberikan pengawasan kepada anak saat bermain game online di desa Nambahrejo Kec. Kotagajah, Lampung Tengah. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 28 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan dalam mengawasi anaknya ketika bermain game online meskipun belum maksimal, hal ini dikarenkaan orang tua yang tidak memiliki banyak waktu dirumah dan menghabiskan waktu dengan anak, peran orang tua ini yang dimaksud meliputi 60,71% memberikan arahan dalam bermain game online, 78,58% memberikan batasan anak dalam bermain game online, 64,29% bermain game bersama dengan orang tua yang secara tidak langsung mengawasi mereka. ABSTRACTThis study aims to describe the role of parents in providing supervision to children when playing online games in Nambahrejo Village, Kec. Kotagajah, Central Lampung. The method used is descriptive with a quantitative approach. The sample in this study amounted to 28 respondents. The results of the study show that parents play a role in supervising their children when playing online games even though they are not optimal, this is because parents do not have much time at home and spend time with children, the role of these parents includes 60.71% giving directions in playing online games, 78.58% give limits for children to play online games, 64.29% play games together with parents who indirectly supervise them.
AKTUALISASI WARGA GLOBAL YANG HUMANIS Yudha Pradana; Kokom Komalasari
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v10i1.19938

Abstract

AbstrakPerkembangan kehidupan dunia yang dinamis memberikan konsekuensi terhadap kemunculan konsepsi warga global terkait peran, kedudukan, dan partisipasinya. Konteks tersebut juga berhubungan dengan isu-isu global yang terkait dengan nilai-nilai kemanusiaaan. Upaya tersebut dapat disrespons melalui pendidikan, khususnya pendidikan kewarganegaraan (PKn). Rumusan yang dikemukakan dalam penulisan artikel ini ialah: 1. Bagaimana konsepsi warga global beserta isu-isu global yang menyertainya?, dan 2. Bagaimana PKn dilaksanakan sebagai upaya pembentukan warga global yang humanis?. Dalam implementasinya, warga global tidak bisa dilepaskan dari isu-isu global yang akan mempengaruhi persepsinya mengenai kehidupan global. PKn dapat dilaksanakan sebagai wadah bagi pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang toleran untuk menjamin kehidupan bersama yang harmonis dengan implementasi pilar-pilar pendidikan dan mengakomodir kecakapan abad 21 dan diharapkan mampu mengembangkan warga negara dari segi civic literacy untuk memiliki kemelekan terhadap isu-isu yang dinamis, civic responsibility untuk memiliki tanggungjawab terhadap hidup bersama yang harmonis, civic action untuk memiliki kehendak untuk bertindak dalam menyikapi isu-isu global, civic engagement untuk memiliki keterkaitan dengan kehidupan global dan isu-isu terkait, dan civic values untuk memiliki kepedulian pada nilai-nilai kemanusiaan. AbstractThe dynamic development of world life has consequences for the emergence of the conception of global citizens regarding their roles, positions and participation. The context also relates to global issues related to human values. This effort can be responded to through education, especially civics education (PKn). The formulations put forward in writing this article are: 1. What is the conception of global citizens and the accompanying global issues?, and 2. How is Civics implemented as an effort to form humane global citizens? In its implementation, global citizens cannot be separated from global issues that will affect their perceptions of global life. Civics can be implemented as a forum for the development of tolerant human values to ensure a harmonious shared life with the implementation of the pillars of education and accommodate 21st century skills and is expected to be able to develop citizens in terms of civic literacy to have literacy for dynamic issues, civic responsibility to have responsibility for living together in harmony, civic action to have the will to act in addressing global issues, civic engagement to have a connection with global life and related issues, and civic values to have concern for human values .
MODEL PEMBELAJARAN LITERASI PADA MATAKULIAH PPKn SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KARAKTER GEMAR MEMBACA MAHASISWA Bambang Trisno; Syawaluddin Syawaluddin; Lainah Lainah; Muspardi Muspardi
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v10i1.20788

Abstract

ABSTRAKMasih lemahnya karakter gemar membaca mahasiswa di perguruan tinggi, hal ini ditunjukkan dengan minimnya referensi mahasiswa dalam perkuliahan, sedikit sekali yang meminjam buku di perpustakaan dan mahasiswa lebih memilih bermain media sosial daripada membaca ebook atau artikel. Padahal, Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai pengembangan pengetahuan, pendidikan mestinya juga meningkatkan budi pekerti (karakter), salah satunya karakter gemar membaca.  Untuk itu dalam penelitian ini ditawarkan model pembelajaran literasi untuk penguatan karakter gemar membaca mahasiswa. Dilihat dari hasil hipotesis angka probabilitas Asmyp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.001 atau probabilitas di bawah alpha (0.000 < 0.05), dengan perbedaan rerata skor pretest dan posttest sebesar 8.611, H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat peningkatan karakter gemar membaca mahasiswa UIN Bukittinggi setelah diberikan model pembelajaran literasi. ABSTRACTThe weak character of reading for students in tertiary institutions, this is indicated by the lack of student references in lectures, very few borrow books from the library and students prefer to use social media instead of reading ebooks or articles. In fact, education does not only function as the development of knowledge, education should also improve character (character), one of which is the character of liking to read. For this reason, this research offers a literacy learning model to strengthen students' fond of reading character. Judging from the results of the hypothesis probability number Asmyp. Sig. (2-tailed) of 0.001 or probability below alpha (0.000 <0.05), with a difference in the mean pretest and posttest scores of 8.611, H1 is accepted and H0 is rejected which means there is an increase in the reading character of UIN Bukittinggi students after being given a literacy learning model.

Filter by Year

2014 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 1 (2022): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn Vol 8, No 2 (2021): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn Vol 8, No 1 (2021): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 2 (2020): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 1 (2020): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 6, No 2 (2019): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 6, No 1 (2019): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 5, No 2 (2018): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 5, No 1 (2018): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 4, No 2 (2017): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 4, No 1 (2017): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 3, No 2 (2016): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 3, No 1 (2016): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 2, No 2 (2015): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 2, No 1 (2015): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 1, No 2 (2014): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 1, No 1 (2014): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn More Issue