cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557265     EISSN : 26146134     DOI : -
Bhineka Tunggal Ika (BTI), p-ISSN 2355-7265, is an online peer-reviewed journal and aims to provide a forum for researchers, professionals, lecturer, and educational practitioners on all topics related to civics education or PPKn. Bhineka Tunggal Ika consists of high-quality technical manuscripts on advances in the state-of-the-art of civic education; both theoretical approaches and practical approaches are encouraged to submit. All published articles in Bhineka Tunggal Ika are freely accessible in that website. Published 2 issues per year (May and November).
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
KENDALA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENUMBUHKAN CIVIC DISPOSITION PESERTA DIDIK DI MASA PANDEMI Ika Murtiningsih; Siti Fatimah; Toni Harsan; Amin Prasetya
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i2.17606

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membahas secara mendalam mengenai kendala yang dihadapi guru PKn dalam menumbuhkan civic disposition peserta didik di sekolah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas X dan guru di SMK Negeri 5 Sukoharjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh dan menyusun data penelitian adalah dengan wawancara, observasi serta dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dengan tahap-tahap sebagai berikut: (1) Pengumpulan Data, (2) Reduksi Data, (3) Sajian Data, (4) Pengambilan Kesimpulan. Pendidikan Kewarganegaraan (Civic Education) merupakan subjek pembelajaran yang mengemban misi untuk membentuk kepribadian bangsa, yakni sebagai upaya sadar dalam “nation and character building.” Secara khusus PKn mempunyai peranan penting dalam membentuk civic disposition atau watak kewarganegaraan sehingga dapat menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab. Hal ini sekolah menjadi tempat untuk membentuk civic disposition peserta didik melalui pembudayaan karakter di lingkungannya. Implementasi dalam menumbuhkan civic disposition harus didukung dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Namun pada kenyataannya, dalam masa pandemi ini penumbuhan civic disposition sulit untuk dilakukan.  Permasalahan di lapangan terlihat dengan kurangnya kedisiplinan peserta didik dalam mengumpulkan tugas, kurangnya tanggungjawab dalam pengerjaan tugas-tugas dari guru, peserta didik kurang mandiri, dan guru hanya menekankan aspek kognitif saja.  ABSTRACTThis study aims to discuss in depth the obstacles faced by civics teachers in growing the civic disposition of students in schools. The approach used in this study is a qualitative approach. The type of research used is descriptive qualitative research. The subjects in this study were students of class X and teachers at SMK Negeri 5 Sukoharjo. Data collection techniques used to obtain and compile research data are interviews, observation and documentation. While the data analysis technique uses an interactive analysis model with the following stages: (1) Data Collection, (2) Data Reduction, (3) Data Presentation, (4) Conclusion Drawing. Civic Education is a subject of learning that carries a mission to shape the nation's personality, namely as a conscious effort in "nation and character building”.  In particular, Civics has an important role in shaping civic disposition or citizenship character so that it can become a democratic and responsible citizen. This makes the school a place to shape the civic disposition of students through cultivating characters in their environment. Implementation in cultivating civic disposition must be supported from family, school, and community. But in reality, in this pandemic period the growth of civic disposition is difficult to do. Problems in the field can be seen with the lack of student discipline in collecting assignments, lack of responsibility in carrying out tasks from the teacher, students being less independent, and teachers only emphasizing cognitive aspects.
DIGITALISASI MATERI PANCASILA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MEMPERKUAT KOHESI NILAI-NILAI PANCASILA PADA MAHASISWA Triyani Triyani; Eli Karliani; Sekar Dwianti; Ahmad Satria
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i2.19005

Abstract

Tahapan terpenting dalam proses pembelajaran salah satunya yakni mengkonstruksi materi yang mampu mengkondisikan mahasiswa memahami serta mengimplementasikan hasil belajar dalam tataran praksis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan materi berbasis Problem Based Learning (PBL) pada mata kuliah Pancasila. Metode yang digunakan dalam riset ini yakni jenis penelitian pengembangan (R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan pasar, pengembangan, pengujian dan revisi produk. Bentuk pelaksanaan riset ini dapat dijabarkan sebagai yakni (1) Workshop Analisis Kurikulum Mata Kuliah Pancasila (CPMK, substansi materi, alat evalusi; (2) Workshop Pengembangan materi berbasis Problem Based Learning (PBL); (3) FGD Validasi Pakar materi Pancasila berbasis Problem Based Learning (PBL); (4) Uji coba materi Pancasila berbasis Problem Based Learning (PBL); (5) Workshop Revisi materi berbasis Problem Based Learning (PBL) Pada Mata Kuliah Pancasila; dan (6) Penyusunan Laporan Akhir Penelitian.Berdasarkan hasil penilaian expert, produk yang dikembangkan mendapatkan skor 8.75 atau dalam kategori “Baik”. Berdasarkan hasil dari implementasi dan refleksi kepada mahasiswa diperoleh hasil, Pertama, siswa lebih senang ketika pembelajaran menggunakan audio visual. Kedua, materi yang dikemas dalam video pembelajaran membuat mereka lebih memahami dalam menganalisis fenomena yang terjadi di masyarakat terkait dengan aktualisasi nilai-nilai Pancasil dan berpikir kritis.
TOLERANSI PERGURUAN PENCAK SILAT UNTUK MEREDAM KONFLIK SOSIAL DI INDONESIA Indriani wuryandari; jagad aditya dewantara; sulistyarini sulistyarini; afandi afandi
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i2.18330

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui toleransi yang terjalin antara perguruan pencak silat meliputi bentuk toleransi, upaya memperkuat toleransi, hambatan dan solusi memperkuat toleransi, serta dampak adanya toleransi di Desa Pinang Luar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah ketua perguruan pencak silat Pagar Nusa, Persaudaraan Setia Hati Terate, IkSPI Kera Sakti, angota perguruan Pagar Nusa, PSHT, IkSPI Kera Sakti, kepala Desa pinang Luar, dan tokoh masyarakat di Desa Pinang Luar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan melalui data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa toleransi antar perguruan pencak silat di Desa Pinang Luar terjalin sangat erat, dimana terdapat bentuk toleransi antar perguruan pencak silat yaitu adanya keterbukaan, menyadari adanya perbedaan dan persamaan, adanya sikap kritis serta adanya kemauan untuk saling memahami. Upaya-upaya dalam memperkuat toleransi antar perguruan pencak silat yaitu selalu menjunjung sikap hormat, memiliki rasa solidaritas, kegiatan atau dialog bersama, kesediaan individu untuk membaur, kontribusi aparatur pemerintahan, adanya rasa persaudaraan dan empati yang tinggi, serta kesukarelaan dalam mencegah konflik. Hambatan dalam memperkuat toleransi antar perguruan pencak silat yaitu waktu pelaksanan, fasilitas, dan pendanaan. Solusi dalam mengatasi hambatan yaitu berkordinasi dengan ketua perguruan, membuat alat penunjang latihan, dan iuran setiap pertemuan. Dampak adanya toleransi pencak silat dalam meredam konflik.  ABSTRACTThis study aims to determine the tolerance established between martial arts universities including forms of tolerance, efforts to strengthen tolerance, as well as obstacles and solutions to strengthen tolerance in   Pinang Luar Village.  The research method used is a case study with a qualitative approach.  The source of this research data is the head of the Pagar Nusa martial arts college, The Loyal Heart Terate Fraternity, IkSPI Kera Sakti, members of the Pagar Nusa college, PSHT, IkSPI Kera Sakti, village head   pinang Luar, and community leaders in Pinang Luar Village. Data are obtained through observation, interviews, and through secondary data. The results of this study show that tolerance between martial arts universities in Pinang Luar Village is very closely intertwined, where there is a form of tolerance between martial arts universities, namely openness, awareness of differences and similarities, critical attitudes and a willingness to understand each other. Efforts to strengthen tolerance between martial arts universities are always upholding respect, having a sense of solidarity, joint activities or dialogues, individual willingness to blend, the contribution of government officials, the existence of a high sense of brotherhood and empathy, and volunteerism in preventing conflicts.  Obstacles in strengthening tolerance between martial arts universities are implementation time, facilities, and funding. The solution in overcoming obstacles is to coordinate with the head of the college, make training support tools, and dues for each meeting.  Thereis no tolerance for martial arts in reducing conflicts.
PENGARUH MEDIA VIDEO PROFIL PELAJAR PANCASILA TERHADAP KARAKTER KEMANDIRIAN SISWA DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BATU Slamet Rifa'i; Nurul Zuriah; Rose Fitria Lutfiana
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i2.18523

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media video Profil Pelajar Pancasila terhadap karakter kemandirian siswa di SMK Muhammadiyah 1 Batu. Penelitian ini menggunakan jenis penilitian kuantitatif. Pupulasi yang digunakan seluruh peserta didik SMK Muhammadiyah 1 Batu Tahun ajaran 2020-2021 yang berjumlahkan 273 dan sempel yang digunakan 52 siswa, teknik pengambilan sampelnya adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data berupa dengan observasi, disebarkannya kuisioner yang diuji kepada seluruh siswa kelas X, serta dokumentasi. Analisis data yang dipergunakan yaitu uji normalitas, uji linier sederhana, dan uji korelasi Product Moment. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah (a) Media video Profil Pelajar Pancasila dan karakter kemandirian  di SMK Muhammadiyah 1 Batu memiliki kategori yang sangat tinggi, sehingga terdapat pengaruh signifikan dengan nilai koefesien sebesar 19.362. (b) Karakter Kemandirian di SMK Muhammadiyah 1 Batu mendapat pengaruh signifikan dengan koefesien 0.472 (c) Terdapat pengaruh yang diberikan media video Profil Pelajar Pancasila terhadap karakter kemandirian siswa dengan nilai koefesiensi 0.660 serta kontribusi sebesar 43.5%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini mempunyai pengaruh signifikan antara penggunaan media video Profil Pelajar Pancasila dengan karakter kemandirian siswa di SMK Muhammadiyah 1 batu. ABSTRACTThis study aims to analyze the effect of the Pancasila Student Profile video media on the character of students' independence in SMK Muhammadiyah 1 Batu. This study uses a type of quantitative research. The population used by all students of SMK Muhammadiyah 1 Batu for the academic year 2020-2021 totaling 273 and the sample used by 52 students, the sampling technique was purposive sampling. Collecting data in the form of observation, distributing tested questionnaires to all students of class X, as well as documentation. Data analysis used is normality test, simple linear test, and Product Moment correlation test. The results obtained from the research are (a) The media video of Pancasila Student Profile and the character of independence in SMK Muhammadiyah 1 Batu has a very high category, so there is a significant effect with a coefficient value of 19,362. (b) The character of independence at SMK Muhammadiyah 1 Batu has a significant effect with a coefficient of 0.472 (c) There is an influence given by the Pancasila Student Profile video media on the character of students' independence with a coefficient value of 0.660 and a contribution of 43.5%. The conclusion from the results of this study has a significant influence between the use of Pancasila Student Profile video media with the character of student independence at SMK Muhammadiyah 1 Batu.
INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Rizal Fahmi; Dadang Sundawa; Hilal Ramdhani
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i2.19413

Abstract

ABSTRAKPengembangan karakter pada diri peserta didik merupakan suatu hal yang sangat penting, karena pengetahuan tanpa diiringi oleh karakter yang baik tentu tidak akan optimal implementasinya. Permasalahan hari ini seiring dengan adanya globalisasi membuat berbagai budaya asing masuk dengan bebas dalam alam pikir peserta didik, sehingga mengakibatkan berbagai perilaku yang tidak baik, seperti narkoba, tidak sopan pada orang lain, dan berorientasi materialistis. Atas dasar itu penulisa naskah ini menggunakan studi kepustakaan untuk mengkaji berbagai kajian-kajian terdahulu atas integrasi nilai-nilai budaya dan karakter dalam kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai budaya dan karakter bangsa bukan merupakan suatu mata pelajaran tunggal, akan tetapi merupakan aspek pendidikan yang terintegrasi pada setiap mata pelajaran, terutama Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Aspek adatif dalam kurikulum juga tercermin dalam pelaksanaan kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang bertitik tolak pada kemampuan guru mengelaborasi kurikulum dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, dapat dipahami bahwa integrasi nilai budaya dan karakter bangsa menjadi perhatian serius dari stakeholdes bidang pendidikan di Indonesia, serta perlu adanya dukungan kemampuan guru untuk dapat mengimplementasikan dengan optimal dalam proses pembelajaran.  ABSTRACTCharacter development in students is a very important thing, because knowledge without being accompanied by good character certainly will not be implemented optimally. Today's problems along with globalization have made various foreign cultures enter freely in the minds of students, resulting in various bad behaviors, such as drugs, being disrespectful to others, and materialistic orientation. On that basis the writing of this manuscript uses literature studies to examine various previous studies on the integration of cultural values and character in the Pancasila and Citizenship Education curriculum. The search results show that the integration of cultural values and national character is not a single subject, but an integrated aspect of education in each subject, especially Pancasila and Citizenship Education. The adaptive aspects of the curriculum are also reflected in the implementation of the Pancasila and Citizenship Education curriculum which is based on the teacher's ability to elaborate on the curriculum in the learning process. Based on this, it can be understood that the integration of cultural values and national character is a serious concern of stakeholders in the field of education in Indonesia, and there is a need for support for the ability of teachers to be able to implement it optimally in the learning process.
UPACARA ADAT “ROIT ALANG” SEBAGAI NILAI BUDAYA PADA MASYARAKAT DI DESA MAHEBORA KECAMATAN NITA Yosefina Viviyanti Laukari; Gisela Nuwa; Petrus Kpalet
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i2.18592

Abstract

ABSTRAKKebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Dikatakan demikian karena budaya merupakan sesuatu yang hidup bersama dengan manusia itu sendiri. Lahir dari kebiasaan yang diwariskan oleh nenek moyang dan tanpa ada proses belajar secara khusus oleh pengikutnya. Roit Alang adalah ritual cukur rambut yang umumnya dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Sikka, khususnya di Desa Mahebora. Pada masyarakat Desa Mahebora menjadi sangat penting untuk menjaga warisan leluhur dalam Upacara Roit Alang. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui nilai budaya yang terkandung dalam Upacara Roit Alang dan upaya untuk melestarikan nilai-nilai budaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan oleh peneliti saat melakukan penelitian yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian diketahui nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Roit Alang yaitu nilai religius, nilai perlindungan, nilai sosial, nilai persaudaraan dan nilai ekonomi. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan Upacara Roit Alang yaitu diperlukan dukungan dari pemerintah setempat dan generasi muda, serta perlu adanya reaktualisasi budaya.  ABSTRACTCulture has a very large function in human life. It is said so because culture is something that lives together with humans themselves. Born from habits inherited by ancestors and without any special learning process by their followers. Roit Alang is a hair-shaving ritual that is generally carried out by people in Sikka Regency, especially in Mahebora Village. In the Mahebora Village community, it is very important to maintain the ancestral heritage in the Roit Alang Ceremony. The purpose of this study was to determine the cultural values contained in the Roit Alang Ceremony and efforts to preserve these cultural values. This study uses a qualitative research method with an ethnographic approach. Data collection techniques in this study are through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used by researchers when conducting research are data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results of the study found that the values contained in the Roit Alang Ceremony were religious, protection values, social values, brotherhood values, and economic values. As for the efforts that can be made to preserve the Roit Alang Ceremony, it requires support from the local government and the younger generation, as well as the need for cultural re-actualization.
KEMAMPUAN PESERTA DIDIK SMK NEGERI 3 PALEMBANG DALAM MEMAHAMI MATERI PENDIDIKAN KARAKTER Eti Junita; Emil El Faisal
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i2.18704

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa permasalahan antara lain: Bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada krisis karakter yang cukup memprihatikan. Di sisi lain, praktek pendidikan Indonesia cenderung terfokus pada pengembangan aspek kognitif sedangkan aspek soft skils atau non akademik sebagai unsur utama pendidikan karakter belum diperhatikan secara optimal bahkan cenderung diabaikan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan peserta didik di SMK Negeri 3 Palembang dalam memahami materi Pendidikan karakter bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan pemahaman peserta didik terkait pendidikan karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada peserta didik terhadap materi Pendidikan karakter dimana terjadi peningkatan skor pada tes yang dilakukan di siklus kedua sehingga dapat disimpulkan jika dalam pembelajaran yang dilakukan di kelas adanya peningkatan kemampuan dari peserta didik untuk memahami materi yang diajarkan. ABSTRACTThis research is motivated by several problems, including: The Indonesian nation is currently faced with a character crisis which is quite concerning. On the other hand, Indonesian education practices tend to focus on developing cognitive aspects, while soft skills or non-academic aspects as the main elements of character education have not been optimally considered and even tend to be ignored. The formulation of the problem in this research is how is the ability of students at SMK Negeri 3 Palembang in understanding the material of national character education. This study aims to look at students' understanding abilities related to character education. The research method used is classroom action research. The results of this study indicate an increase in students' understanding of character education material where there is an increase in scores on tests conducted in the second cycle so that it can be concluded that in learning conducted in class there is an increase in the ability of students to understand the material being taught. 
PERLINDUNGAN HUKUM BERBASIS SOCIAL-FAMILY TERHADAP HAK ANAK KORBAN KEHILANGAN ORANG TUA PASCA PANDEMI COVID-19 Nopiana Mozin; Sukarman Kamuli; Udin Hamim; Zulaecha Ngiu; Meirin Inaku; Risha Ibrahim
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i2.19120

Abstract

ABSTRAKAnak sebagai salah satu penerus bangsa yang harus di lindungi oleh hukum sekiranya harus dipenuhi hak. Di era pandemic covid-19 banyak anak yang kehilangan orang tua, sehingga pemenuhan hak anak juga terbengkalai. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum hukum berbasis social family terhadap pemenuhan hak anak korban kehilangan orang tua pasca pandemi covid-19 di Gorontalo serta dampak pemenuhan hak anak korban kehilangan orang tua pasca pandemi covid-19 yang berada dibawah Pengasuhan kerabat/keluarga. Adapun metode penelitian ini menggunakan kualitiatif deskripstif yakni dengan melihat fakta dilapangan dan dianalisis berdasarkan aturan yang ada. Adapun Hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah terpenuhinya perlindungan hukum berbasis social family dan pemenuhan hak anak korban kehilangan orang tua pasca Covid-19 di Gorontalo. ABSTRACTChildren as one of the successors of the nation that must be protected by law if it must be fulfilled rights. In the era of the covid-19 pandemic, many children have lost their parents, so the fulfillment of children's rights is also neglected. The purpose of this study is to determine how the legal protection of social family-based law to fulfill the rights of children victims of parental loss after the covid-19 pandemic in Gorontalo and the impact of fulfilling the rights of children victims of parental loss after the covid-19 Pandemic who are under the care of relatives/family. The research method uses descriptive qualitative that is by looking at the facts in the field and analyzed based on existing rules. The results to be achieved in this study are the fulfillment of social family-based legal protection and the fulfillment of the rights of children victims of parental loss after Covid-19 in Gorontalo.
TELAAH LIBERALISASI PENDIDIKAN TINGGI INDONESIA DAN PEMENUHAN HAK-HAK MAHASISWA DALAM PERSPEKTIF HUKUM Agil Nanggala; Dianni Risda
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i2.19192

Abstract

ABSTRAKEksistensi atas liberalisasi pendidikan tinggi di Indonesia selalu menarik untuk dianalisis dan direfleksikan, khususnya dalam perspektif hukum, supaya mengetahui secara formal posisi Indonesia terhadap liberalisasi pendidikan. Tentu penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi argumentatif mengenai konsistennya Indonesia dalam menjaga muruah pendidikan, sehingga mampi dinikmati oleh seluruh warga negara, guna menjadi basis pemenuhan hak-hak mahasiswa sebagai warga negara. Penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, analisis data dalam penelitian ini berfokus pada: reduksi data, display data, verifikasi atau penarikan kesimpulan. Sehingga Hasil penelitian ini adalah: 1) dalam perspektif hukum, nyatanya Indonesia tidak mengenal dan menerapkan konsep liberalisasi pendidikan, karena mengakomodir komersialisasi serta lulusan yang berorientasi pada pasar bebas, substansi tersebut ditegaskan oleh jaminan hukum, mulai dari Pembukaan Undang-Undang 1945, sampai pada Permendikbud No. 7 Tahun 2020, 2) pemenuhan hak-hak mahasiswa dalam perspektif hukum merupakan upaya nyata dalam merealisasikan bahkan melindungi hak pendidikan mahasiswa, yang mengarah pada pelayanan optimal juga pemberian bantuan pendidikan bagi mahasiswa, yang adil dan tidak diskriminatif, supaya mereka berkembang selaras minat juga bakatnya, karena mampu menyelesaikan studinya tanpa disertai ketakutan akibat faktor ekonomi.  ABSTRACTThe existence of higher education liberalization in Indonesia is always interesting to analyze and reflect, especially in a legal perspective, in order to know formally Indonesia's position on education liberalization. Of course, this research is conducted to provide argumentative information about the consistency of Indonesia in maintaining cheap education, so that it can be enjoyed by all citizens, in order to be the basis for fulfilling the rights of students as citizens. This research is conducted through a qualitative approach with the method of literature study, data analysis in this study focuses on: data reduction, data display, verification or drawing conclusions. So the results of this study are: 1) in legal perspective, in fact Indonesia does not recognize and apply the concept of liberalization of education, because it accommodates commercialization and graduates oriented to the free market, the substance is confirmed by legal guarantees, starting from the 1945 Act, to Permendikbud No. 7 of 2020, 2) fulfillment of students 'rights in a legal perspective is a real effort in realizing and even protecting students' educational rights, which leads to optimal services and educational assistance for students, fair and non-discriminatory, so that they develop in line with their interests and talents. , for being able to complete his studies without fear of economic factors
MENGGALI NILAI-NILAI PANCASILA MASYARAKAT GENTING KABUPATEN SEMARANG SEBAGAI UPAYA KONSERVASI PANCASILA Giri Harto Wiratomo; Suprayogi Suprayogi; Natal Kristiono; Noorochmat Isdaryanto; Abdul Basit
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i2.19202

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini didasari oleh pentingnya melestarikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sosial budaya masyarakat. Keunikan desa ini adalah masyarakatnya yang masih menjaga dan merawat budaya melalui tradisi lokal, petuah hidup, dan tempat bersejarah. Tujuan penelitian ini yaitu mengeksplorasi nilai-nilai budaya dalam masyarakat Genting Kabupaten Semarang sebagai bagian mengkonservasi nilai-nilai Pancasila, faktor pendukung dan penghambat, dan upaya apa saja yang dilakukan untuk mengkonservasi nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Pengambilan data menggunakan observasi, wawancara (in-depth interview), Forum Group Discussion (FGD), dokumentasi, dan observasi. Hasil dan pembahasan yaitu mengkonservasi nilai-nilai Pancasila artinya merawat, menjaga dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila. Salah satunya melalui budaya masyarakat di desa Genting. Nilai-nilai Pancasila perlu dikonservasi agar tidak punah dan lestari dalam masyarakat pada level lokal. ABSTRACTThis research is based on the importance of preserving the values of Pancasila in the socio-cultural life of the community. The uniqueness of this village is the people who still maintain and care for the culture through local traditions, life advice, and historical places. The purpose of this study is to explore cultural values in the Genting community of Semarang Regency as part of conserving Pancasila values, supporting and inhibiting factors, and what efforts are being made to conserve Pancasila values. The research method used is qualitative. Collecting data using observation, interviews (in-depth interview), Forum Group Discussion (FGD), documentation, and observation. The results and discussion are conserving the values of Pancasila, which means caring for, maintaining and defending the values of Pancasila. One of them is through the culture of the people in Genting village. Pancasila values need to be conserved so that they do not become extinct and are sustainable in society at the local level.

Filter by Year

2014 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2023): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 1 (2022): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn Vol 8, No 2 (2021): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn Vol 8, No 1 (2021): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 2 (2020): Bhinneka Tunggal Ika: Kajian Teori & Praktik Pendidikan PKn Vol 7, No 1 (2020): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 6, No 2 (2019): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 6, No 1 (2019): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 5, No 2 (2018): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 5, No 1 (2018): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 4, No 2 (2017): Bhineka Tunggal Ika : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 4, No 1 (2017): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 3, No 2 (2016): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 3, No 1 (2016): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 2, No 2 (2015): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 2, No 1 (2015): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 1, No 2 (2014): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 1, No 1 (2014): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn More Issue