cover
Contact Name
Fuji Rahmawati
Contact Email
fujirahmawati@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
antariniidriansari@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23555459     EISSN : 26849712     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Articles 318 Documents
ANAK USIA PRA SEKOLAH ANTARA METODE PEMERIKSAAN KPSP DENGAN DENVER II STUDI KASUS DI PUSKESMAS GANDUS PALEMBANG Dwi Apriani; Tri Febrianti
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12240

Abstract

Tujuan: Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) adalah instrumen yang digunakan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. Tujuan skrining ini untuk mengetahui apakah perkembangan anak normal atau tidak. Denver II adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak, tes ini bukanlah tes diagnostik atau tes IQ. Kedua metode pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi penyimpangan perkembangan anak. Deteksi penyimpangan perkembangan anak dilakukan di semua tingkat pelayanan kesehatan mulai dari Posyandu, Pos PAUD/BKB, Pustu, Puskesmas, Polindes, Bidan dan dokter praktek hingga Rumah Sakit. Pelaksana skrining bisa petugas atau kader Posyandu/PAUD/BKB, guru TK, tenaga kesehatan atau petugas terlatih lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil screening KPSP, Denver II, serta perbandingan hasil screening KPSP dan Denver II pada anak usia pra sekolah di wilayah kerja Puskesmas Gandus Palembang. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia pra sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Gandus Palembang yang termasuk dalam criteria inklusi sebesar 94 responden. Analisis data dilakukan dengan univariat dan bivariat. Analisis bivariat dengan menggunakan koefisien cohen’s kappa. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pertumbuhan dan perkembangan anak usia pra sekolah normal. Ada kesepakatan antara pemeriksaan perkembangan KPSP dan Denver II terhadap perkembangan anak usia pra sekolah ditunjukkan dari hasil koefisien cohen’s kappa sebesar 0,289. Simpulan: Ada kesepakatan antara pemeriksaan perkembangan KPSP dan Denver II terhadap perkembangan anak usia pra sekolah.
HUBUNGAN STRES DENGAN ENURESIS PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DESA PETAK KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO Rasyid Salim; Yunias Setiawati; Nurul Mawaddah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12241

Abstract

Tujuan: Enuresis merupakan masalah yang sering ditemukan pada anak-anak. Enuresis memberikan pengaruh buruk baik secara psikologis dan sosial sehingga bisa mengganggu kehidupan anak dan mempengaruhi kualitas hidupnya saat dewasa. Salah satu faktor penyebab enuresis pada anak adalah stres atau faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dengan enuresis pada anak usia sekolah. Metode: Desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 32 anak. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner PSS-C (the Perceived Stress Scale For Children) yang digunakan untuk mengukur tingkat stres pada anak. Teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data adalah uji chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak sekolah mengalami stres yang tinggi (62%) dan sebagian besar anak sekolah mengalami enuresis (56%). Hasil uji statistik menunjukkan Pvalue = 0,000 (Pvalue > ) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara stres dengan enuresis pada anak. Simpulan: Diharapkan orang tua mengenali masalah psikososial yang terjadi pada anak sehingga dapat memberikan intervensi segera agar tidak berdampak pada perkembangan anak selanjutnya. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan untuk mengajarkan tehnik manajemen stres pada anak dan manajemen penanganan enuresis pada anak sekolah.
ANALISA HUBUNGAN PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TENAGA KEPERAWATAN TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUNGAI LILIN Novi Nazilah; Misnaniarti; Yuanita Windusari
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12244

Abstract

Tujuan: Mengetahui hubungan faktor kompensasi dan motivasi tenaga keperawatan terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Lilin. Metode: Metode penelitian menggunakan desain crossectional dengan sampel sebanyak 43 reponden yang merupakan perawat di RSUD Sungai Lilin. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitan diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara kompensasi dengan kinerja perawat (p-value = 0,028) dan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kinerja perawat (pvalue = 0,007). Kompensasi dan motivasi diperkirakan menjadi risiko terjadinya kinerja yang kurang baik pada perawat di RSUD Sungai lilin, berdasarkan hasil analisis diperoleh prevalence ratio sebesar 1,522 (95% CI: 1,041-2,224) artinya ketika seorang perawat mendapatkan kompensasi yang rendah makan berisiko 1,533 kali untuk memiliki kinerja yang kurang baik, sedangkan untuk motivasi diperoleh prevalence ratio sebesar 1,744 (95% CI: 1,099-2,767), artinya ketika perawat mempunyai motivasi kerja yang rendah maka berisiko 1,744 kali untuk mempunyai kinerja yang kurang baik. Simpulan: Kinerja yang baik dapat membantu perawat untuk mencapai tujuan dengan lebih baik, sehingga adanya kompensasi yang tinggi dan motivasi yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan kinerja perawat RSUD Sungai Lilin.
DISTRIBUSI KARAKTERISTIK FAKTOR PENYEBAB OBESITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR Firnaliza Rizona; Herliawati; Khoirul Latifin; Dwi Septiawati; Ledy Astridina; Utami Melyana Sari; Nisrina Farah Fadhilah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12247

Abstract

Tujuan: Penderita obesitas pada usia anak-anak khususnya anak sekolah mengalami peningkatan setiap tahunnya. Akibat yang akan dihadapi anak penderita obesitas dimasa mendatang adalah terserang berbagai penyakit degenerative hingga bisa menyebabkan kematian. Faktor yang menyebabkan terjadinya obesitas bersifat multifactor. Mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya obesitas pada anak usia sekolah menjadi tujuan pada penulisan ini. Metode: Menggunakan pendekatan explanatory study. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Sekolah dasar di wilayah kerja puskesmas Pembina Palembang dengan jumlah responden 40 siswa dengan status gizi obesitas. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang faktor penyebab obesitas yang diolah dengan analisis univariat. Hasil: Hasil analisis yang diperoleh mayoritas anak obesitas sering mengkonsumsi junkfood (72.5%), tidak sarapan pagi (65%), Aktivitas fisik melalui hobi mayoritas bermain game pada smart phone (82.5%), cara berangkat kesekolah dengan menggunakan kendaraan (70%), dan durasi tidur kurang dari 7 jam (72.5%). Simpulan: Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas pada anak usia sekolah antara lain kebiasaan jajan makanan junk food, kurang aktivitas fisik dan kegiatan monoton seperti bermain smartphone (sedentary life style), tidak sarapan pagi, dan durasi tidur yang sedikit.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS TIPE 2 Lily Marleni; Ahmad Mulkan Aziman
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12248

Abstract

Tujuan: Efikasi Diri diperlukan bagi pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam mengelola penyakitnya, efikasi diri mengacu pada keyakinan seseorang akan kemampuan diri dalam mengatur dan melakukan tindakan atau kegiatan yang mendukung kesehatannya berdasarkan pada tujuan dan harapan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan kejadian komplikasi diabetes mellitus tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Bhayangkara Palembang tahun 2018. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain Cross Sectional, sampel penelitian ini berjumlah 95 responden diabetes mellitus tipe2. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DMSES). Hasil: Berdasarkan hasil analisis univariat didapatkan rata-rata umur responden berusia 59,89 tahun dengan rentang usia 38-78 tahun, distribusi frekuensi jenis kelamin sebanyak 55 orang atau (57,9%) yang berjenis kelamin perempuan, distribusi frekuensi efikasi diri sebanyak 53 orang atau (55,8%) yang mempunyai efikasi diri yang baik, dan distribusi frekuensi kejadian komplikasi sebanyak 56 orang atau (58,9%) yang mempunyai komplikasi. Sedangkan hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara efikasi diri dengan kejadian komplikasi diabetes mellitus tipe 2 dengan hasil ρ-value = 0,001 ≤α 0,05. Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan kejadian komplikasi diabetes mellitus tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Bhayangkara Palembang tahun 2018. Simpulan: Rumah sakit dapat membuat kebijakan tentang efikasi diri dan memberikan informasi penting lewat media seperti leaflet efikasi diri khususnya di Ruang Penyakit Dalam Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
PENDIDIKAN MANAJEMEN LAKTASI TERHADAP PERILAKU IBU BEKERJA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Indah Permatasari; Dhona Andhini; Fuji Rahmawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12249

Abstract

Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang manajemen laktasi terhadap perilaku ibu bekerja dalam pemberian ASI eksklusif. Metode: Rancangan metode penelitian ini menggunakan design cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Kelurahan Sei Pangeran dan Puskesmas Aryodilah Palembang. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui dengan bayi usia ≤ 6 bulan. Sampel pada penelitian ini ebanyak 38 ibu menyusui dengan bayi usia ≤ 6 bulan yang memenuhi kriteria inklusi. Adapu kriteria inklusi dalam penelitian ini (1) Ibu bekerja yang mempunyai bayi berumur 1-6 bulan, (2) Bertempat tinggal di wilayah kerja Kelurahan Sei Pangeran, Puskesmas Aryodilah, dan Puskesmas Sematang Borang Palembang, (3) Ibu yang bekerja di rumah, instansi swasta atau pemerintahan. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariabel dan bivariabel dilakukan dalam penelitian ini. Hasil: penelitian menunjukkan adanya pengaruh pendidikan kesehatan tentang manajemen laktasi terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku ibu (p-vlue= 0,000) dalam pemberian ASI pada bayinya. Simpulan: diperlukan dukungan keluarga dan tempat kerja bagi ibu untuk keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP NYERI LUKA EPISIOTOMI DI RS MUHAMMADIYAH PALEMBANG Lukman; Siti Rahma; Prahardian Putri
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 2 (2020): Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i2.15238

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap nyeri luka episiotomi di RS Muhammadiyah Palembang.Metode: Metode yang digunanakan pada penelitian adalah praeksperimental dengan rancangan one group prettest-posttest design pada populasi ibu bersalin yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling yang berjumlah 18 orang. Untuk menjawab tujuan penelitian menggunakan uji wilcoxon karena sebaran data tidak normal.Hasil: Rata - rata usia responden 25,11 tahun (± 4,626), paritas primipara 13 orang (72,2%) dan multipara 5 orang (27,8%), median nyeri luka episiotomi sebelum dan sesudah relaksasi napas dalam berturut-turut 6,00 (min – maks: 4 – 6) dan 4,00 (min – maks: 2 – 6). Untuk rata-rata nyeri sebelum dan sesudah tindakan relaksasi napas dalam berurut-turut didapatkan 5,61 (± 0,979)) dan 3,29 (± 1,098). Uji beda menggunakan uji Wilcoxon karena sebaran data tidak normal dan mendapatkan nilai p= 0,001.Simpulan: Relaksasi napas dalam mempengaruhi nyeri luka episiotomi. Diharapkan praktisi perawat dapat melakukan relaksasi pernapasan dalam sebagai salah satu alternatif implementasi pada ibu postpartum yang menjalani episiotomi. Para akademisi diharapkan dapat mengajarkan siswa tindakan relaksasi pernafasan dalam. Penelitian serupa dapat dilakukan, namun dengan penambahan jumlah sampel dan menggunakan kelompok kontrol.
PENGARUH CROSSWORD PUZZLE THERAPY (CPT) TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA (PPSLU) SUDAGARAN BANYUMAS Nabilah Karimah Komsin; Nur Isnaini
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 2 (2020): Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i2.15239

Abstract

Tujuan: Lanjut usia yang mengalami penurunan fungsi kognitif akan berakibat terhadap aktivitas sehari-hari dan ketergantungan terhadap orang lain. Solusi untuk mengatasi masalah yang terjadi yaitu dengan meningkatkan fungsi kognitif pada lanjut usia. Crossword Puzzle Therapy (CPT) merupakan salah satu terapi non farmakologi untuk menghambat terjadinya penurunan fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh CPT terhadap fungsi kognitif lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sudagaran Banyumas.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasy Experiment dengan pendekatan Pre and Posttest with Control Group. Sampel penelitian sebanyak 36 orang lansia dengan menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian menggunakan MMSE. Analisa data menggunakan Mann Whitney.Hasil: Hasil penelitian menunjukan karakteristik jenis kelamin responden mayoritas perempuan, rata-rata usia responden pada rentang usia 60-74 tahun, dan pendidikan responden rata-rata tidak sekolah dan tamat SD. Skor MMSE lansia yang mendapatkan CPT mengalami kenaikan secara bermakna daripada lansia yang tidak mendapatkan CPT. Hasil uji Mann Whitney diperoleh nilai Asymp.Sig sebesar 0.000 (P value < 0,05)ada pengaruh CPT terhadap fungsi kognitif lansia di PPSLU Sudagaran Banyumas, uji Shapiro-Wilk p value < 0,05.
GAMBARAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA REMAJA DI SMAN 9 PEKANBARU Shinta Rahma Nata Sari; Fathra Annis Nauli; Wasisto Utomo
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 2 (2020): Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i2.15240

Abstract

Tujuan: Jumlah pengguna internet di Indonesia yang mayoritas adalah remaja usia 15-19 tahun membuat perilaku bullying tradisional berkembang menjadi cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku cyberbullying pada remaja di SMAN 9 Pekanbaru dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif.Metode: Sampel penelitian adalah 250 responden yang diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner The Cyber Victim and Bullying Scale (CVBS). Analisa yang digunakan adalah analisa univariat.Hasil: Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden menunjukkan tingkat kecenderungan menjadi pelaku dan korban cyberbullying pada kategori sedang sebanyak 137 responden (54,8%) dan 145 responden (58%). Bentuk tindakan cyberbullying yang sering dilakukan adalah memantau aktivitas akun media sosial orang lain (cyberstalking) yaitu sebanyak 67 responden (26,8%). Mayoritas responden melakukan cyberbullying adalah karena ingin menghibur diri atau iseng yaitu sebanyak 80 responden (32%). Pada penelitian ini, didapatkan bahwa seluruh responden pernah menjadi pelaku sekaligus korban cyberbullying.Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa seseorang yang menjadi pelaku juga berpeluang menjadi korban cyberbullying dan sebaliknya. Alasan remaja melakukan cyberbullying yaitu untuk menghibur diri atau iseng menunjukkan adanya penurunan kualitas moral remaja. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada pihak sekolah agar lebih membatasi penggunaan gadget oleh siswa di lingkungan sekolah.
HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN STRES PENGASUHAN IBU YANG MEMILIKI ANAK RETARDASI MENTAL Noviyanti Fernandy; Erti Ikhtiarini Dewi; Peni Perdani Juliningrum
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 2 (2020): Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i2.15241

Abstract

Tujuan: Orang tua dari anak dengan retardasi mental sering mengalami tingkat stres yang lebih tinggi karena meningkatnya tuntutan pengasuhan anak. Anak retardasi mental mengalami kesulitan untuk melakukan hal-hal sederhana seperti makan, berpakaian, toilet dan membersihkan diri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan spiritualitas dengan stres pengasuhan ibu yang memiliki anak retardasi mental di SDLB BCD YPAC Kaliwates Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross0sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan 34 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan Parenting stress. Analisis data menggunakan uji korelasi Kolmogorov Spirnov dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Ada hubungan antara spiritualitas dengan stres pengasuhan (p value = 0,009). Spiritualitas yang tinggi dapat memengaruhi cara orang tua dalam menerima kondisi anak, mengatasi stres dalam pengasuhan dan adaptasi keluarga mengenai kondisi anak yang mengalami disabilitas. Kesimpulan: pentingnya spiritualitas pada orang tua dari anak-anak dengan retardasi mental untuk mengurangi tingkat stres dalam tuntutan pengasuhan anak.