Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Articles
318 Documents
PERBEDAAN TINGKAT NYERI PERSALINAN SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI ACUPRESSURE POINT FOR LOCATATION PADA IBU BERSALIN KALA 1 DI RUMAH SAKIT JEMBER KLINIK KABUPATEN JEMBER
Linda Fitriawati;
Dini Kurniawati;
Peni Perdani Juliningrum
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 2 (2020): Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/JKS.v7i2.15242
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah accupressure dapat mengurangi tingkat nyeri persalinan pada ibu bersalin kala 1 di Rumah Sakit Jember Klinik Kabupaten Jember.Metode: Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen rancangan one grup pretest posttest dengan metode pendekatan cross sectional. Sample 34 ibu hamil dengan nyeri persalinan. Teknik sampling yang digunakan adalah acidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS). Hasil uji statistik menggunakan Wilcoxson Test.Hasil: Hasil penelitian ini ialah responden berusia rata-rata ibu adalah 19-30 tahun. Paritas terbanyak ialah multigravida. Sebagian besar pendidikan responden ialah tinggi (SMA-PT). Pekerjaan ibu rata-rata ialah ibu rumah tangga. Rata-rata skala nyeri persalinan sebelum terapi adalah 6 dan sesudah terapi adalah 5.Simpulan: Tingkat kepercayaan yang digunakan ialah 95% dengan p value (0,0001) < α (0,05) dengan hasil terdapat perbedaan nyeri persalinan sebelum dan sesudah terapi accupressure di rumah sakit.
GAMBARAN EFIKASI DIRI PENCEGAHAN PERILAKU BERISIKO HIV/AIDS REMAJA DI SMAN 3 JEMBER
Dini Kurniawati;
Iis Rahmawati;
Yntan Catur Kurniawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 2 (2020): Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/JKS.v7i2.15243
Tujuan: Perilaku berisiko merupakan suatu tindakan yang berdampak cidera, kematian dan penyakit salah satunya HIV/AIDS. Jumlah orang dengan HIV/AIDS terus mengalami peningkatan. HIV/AIDS adalah penyebab kematian remaja yang paling banyak di negara berkembang. Informasi tentang HIV/AIDS masih rendah dan angka kejadian perilaku berisiko sangat tinggi pada remaja. Perubahan perilaku dengan efikasi diri yaitu usaha lebih untuk memulai perilaku, meningkatkan insiatif diri memulai perilaku dan tidak menyerah mempertahankan diri untuk menghindari perilaku berisiko. Efikasi diri yang baik akan membentuk remaja menghindari perilaku HIV/AIDS secara konsisten. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV/AIDS pada remaja.Metode: Desain penelitian adalah diskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 40 remaja dengan teknik sampling cluster random. Instrumen penelitian adalah kuesioner efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV/AIDS. Analisis menggunakan analisis univariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV/AIDS pada remaja memiliki nilai dimensi yang kurang pada generality dan srength.Simpulan: Efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV/AIDS pada remaja memiliki nilai sedang, sehingga remaja dapat berisiko untuk berperilaku HIV/AIDS dengan ciri yaitu keyakinan diri kurang, sulit menghindari perilaku berisiko dan tidak mempertahankan perilaku sehat secara konsisten. Upaya yang dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang tepat dan relevan untuk meningkatkan efikasi diri sehingga mencegah perilaku berisiko HIV/AIDS pada remaja.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR ISPA PADA BALITA DI DESA KALIBAMBANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS LENEK
Ririnisahawaitun;
Dina Alfiana Ikhwani
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 2 (2020): Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/JKS.v7i2.15244
Tujuan: Penyakit ISPA menjadi penyebab kesakitan dan kematian terus menerus di berbagai negara, serta menjadi pemicu dari penyakit-penyakit lainnya dan berkembang menjadi penyakit yang berbahaya seperti pneumonia bahkan dapat menimbulkan kematian terutama pada balita. Pengendalian penyakit ISPA memerlukan upaya promosi melalui pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam perawatan yang tepat pada balita dengan ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan pencegahan penyakit menular ISPA pada balita.Metode: Penelitian quasy experiment ini menggunakan rancangan pre and post test control group design. Penelitian ini menggunakan 54 responden, yaitu 27 ibu sebagai kelompok kontrol dan 27 ibu sebagai kelompok eksperimen. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan ibu sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa pendidikan kesehatan tentang penyakit ISPA, dengan instrumen yang terlebihdahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon dan mann-whitney.Hasil: Terdapat peningkatan yang lebih besar pada pengetahuan ibu tentang pencegahan penyakit menular ISPA pada balita pada kelompok eksperimen (p value 0,000) dibandingkan dengan kelompok kontrol (p value 0,003), sedangkan tingkat pengetahuan ibu antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen saat posttest terdapat perbedaan bermakna dengan p value 0,000.Simpulan: Pengetahuan ibu tentang pencegahan penyakit menular ISPA pada balita meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang penyakit ISPA.
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN POST OPERASI KATARAK DI RSUD DR.H. SLAMET MARTODIRJDO KABUPATEN PAMEKASAN
Eko Mulyadi;
Endang Fauziyah;
Abdul Wahed
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 2 (2020): Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/JKS.v7i2.15245
Tujuan: Katarak merupakan penurunan progresif kejernihan lensa yang umumnya membutuhkan tindakan operasi. Tindakan operasi sendiri dapat menimbulkan kecemasan ditambah jika ada komplikasi. Dukungan keluarga dapat menimbulkan efek penyangga yaitu menahan efek-efek negatif dari stres terhadap. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien post operasi katarak. Metode: Jenis penelitian adalah korelasional dengan tehnik cross sectional, Lokasi penelitian di RSUD Dr. Slamet Martodirdjo Pamekasan Madura, pada bulan Oktober 2019, jumlah populasi 80 orang, dengan besar sampel 44 orang menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisoner, Instrumen penelitian menggunakan kuisioner Hamilton anxiety ranting scale (HARS) untuk kecemasan, dan kuisioner dukungan menggunakan skala likert yang sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisa data dengan uji korelasi Rank spearman dengan α < 0,05. Variable penelitian dukungan keluarga meliputi; dukungan emosional. dukungan pengharapan. dukungan informasi. dukungan nyata. dan variable kecemasan. Hasil: Data hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh responden mendapat dukungan yang baik dari keluarga, hampir seluruh responden tidak mengalami kecemasan dan hanya sedikit responden yang mengalami kecemasan ringan dan berat. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan pengharapan, dukungan nyata, dukungan informasi, dukungan emosional dengan tingkat kecemasan. Simpulan: Keluarga perlu memberikan dukungan yang baik kepada pasien, sehingga dapat mengurangi kecemasan sebelum operasi, penelitian selanjutnya perlu meneliti hubungan tingkat kecemasan dengan kondisi pasien pasca operasi.
HUBUNGAN ANTARA KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN SYSTEMIC INFLAMMATORY RESPONSE SYNDROME PADA PASIEN POST KRANIOTOMI
Eka Yulia Fitri;
Tri Wahyu Murni;
Ai Mardiyah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 2 (2020): Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/JKS.v7i2.15246
Tujuan: Setiap tindakan operasi akan mencetuskan terjadinya respon stres. Pada pasien yang menjalani kraniotomi respon stres yang terjadi adalah hipermetabolisme dan katabolisme, perubahan pada sistem endokrin dan metabolik sehingga mendorong terjadinya peningkatan kadar glukosa darah. Hiperglikemia dapat merusak fungsi imunitas tubuh, mengurangi proliferasi limfosit dan menurunkan aktivitas bakterial intraseluler, sehingga merusak respon inflamasi normal dan terjadi inflamasi secara sistemik (SIRS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah dengan derajat SIRS pada pasien post kraniotomi yang dirawat di intensive care unit pada rumah sakit X di Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan analitik korelasi dengan desain observasional dan pendekatan kohort prospektif. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah 20 orang pasien trauma kepala yang menjalani kraniotomi dan memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dilakukan pada September sampai November 2013 dengan menilai kadar glukosa darah dan derajat SIRS pada 24 jam dan 72 jam post kraniotomi. Hasil: 90% responden mengalami peningkatan kadar glukosa baik pada 24 jam dan 72 jam post kraniotomi, 60% responden mengalami SIRS ringan pada 24 jam post kraniotomi dan 55% responden tidak mengalami SIRS pada 72 jam post kraniotomi. Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan antara peningkatan kadar glukosa darah dengan beratnya derajat SIRS (Rs= -0,112, p= 0,640 dan Rs=0,257, p= 0,274). Tidak terdapat hubungan antara peningkatan kadar glukosa darah dengan beratnya derajat SIRS pada pasien post kraniotomi yang dirawat intensive care unit pada rumah sakit X Palembang. Simpulan: Perawat mempunyai peran dalam mengidentifikasi SIRS dan faktor lain yang mempengaruhi SIRS selain kadar glukosa darah.
ANALISIS PERBEDAAN PENGKAJIAN SKRINING PENGABAIAN PADA LANSIA MENGGUNAKAN MANUAL DENGAN APLIKASI HP ANDROID
Jaji;
Jum Natosba;
Fuji Rahmawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 2 (2020): Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/JKS.v7i2.15261
Tujuan: Setiap lansia akan mengalami proses penuaan yang berbeda pada setiap individu, hal ini di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor herediter, lingkungan, kondisi fisik dan psikologi. Penuaan merupakan proses perubahan biologik, psikologik, dan sosial yang terjadi seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia seseorang atau disebut juga dengan lanjut usia. Tujuan penelitian ini untuk menilai sejauhmana pengkajian screening pengabaian kepada lansia menggunakan manual kertas dengan pengkajian screening pengabaian pada lansia dengan menggunakan aplikasi yang ada di smartphone android. Metode: Penelitian ini menggunakan Pre Experimental Design tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan One Group Pretest-Posttest Design, yaitu penelitian yang melakukan observasi dengan menggunakan kuesioner sebelum eksperimen (pre-test) dan sesudah eksperimen (post-test). Pengukuran pengkajian pengabaian dilakukan 2 kali yaitu evaluasi pengkajian secara manual dan evaluasi pengkajian menggunakan aplikasi. Responden berjumlah 27 mahasiswa, penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan google foam. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0.001, maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara Pengkajian manual dengan lembaran kertas dengan pengkajian dengan aplikasi Hp android.Saran: Saran dari penelitian ini, pengkajian screening pengabaian menggunakan aplikasi, sebagai bentuk kemajuan tekhnologi dapat dilakukan oleh petugas kesehatan. Pengkajian skrining pengabaian pada lansia juga dapat di lakukan oleh masyarakat umum.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEJADIAN HELMINTHIASIS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SD N X CAMPANG TIGA KECAMATAN CEMPAKA
Pujiana, Dewi;
Barlian, Barlian;
Yuniza, Yuniza
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 9 No. 1 (2022): Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/jks.v9i1.114
Latar Belakang : Penyakit helminthiasis terjadi karena masuknya parasit berupa cacing kedalam tubuh manusia, dan paling sering terjadi adalah penyakit cacing yang ditularkan melalui tanah (Soil transmitted helminth). Penyakit ini banyak menyerang anak usia sekolah. Anak usia sekolah cenderung memiliki kebiasaan tidak memakai sepatu dan personal hygiene yang buruk. Tujuan: penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian helminthiasis. Metode: metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sample yaitu tehnik total sampling, dengan sample berjumlah 40 responden sesuai kriteria inklusi. Data diambil menggunakan kuisioner. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret 2021. Hasil: hasil penelitian menggunakan Uji Chi Square menunjukkan pengetahuan dengan kejadian cacingan P value 0,010 ( P value > 0,05) dan sikap dengan kejadian cacingan P value 0,001 ( P value < 0,05). Simpulan: ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian helminthiasis pada anak usia sekola. Pengetahuan dan sikap yang baik dapat mencegah terjadinya helminthiasis. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Kejadian Helminthiasis Abstract Background: Helminthiasis disease occurs due to the entry of parasites in the form of worms into the human body, and the most common is soil-transmitted helminth disease. This disease mostly affects school-age children.. School-age children tend to have a habit of not wearing shoes and bad personal hygiene. Aim: The research aims to determine the relationship between knowledge and attitudes with the incidence of helminthiasis. Methods: the method used in this study is a survey method with a cross sectional approach. The sampling technique is total sampling technique, with a sample of 40 respondents according to the inclusion criteria. Data was taken using a questionnaire. The research was carried out in March 2021. Results: the results of the study using the Chi Square test showed knowledge with the incidence of intestinal worms P value 0.010 (P value > 0.05) and attitudes with the incidence of intestinal worms P value 0.001 (P value < 0.05). Conclusion: there is a relationship between knowledge and attitudes with the incidence of helminthiasis in school-age children. Knowledge and good attitude can prevent helminthiasis. Keywords: Knowledge, Attitude, Helminthiasis Incidence
PENGARUH KOMUNIKASI DAN MOBILISASI KADER POSYANDU TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Maulida;
Suriani
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 8 No. 1 (2021): Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/JKS.V8i1.15734
Tujuan: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh. Ini bisa dialami oleh anak-anak yang mendapatkan gizi buruk,. Upaya mencegah stunting yang telah dilakukan lebih difokuskan pada ibu hamil, ibu menyusui dan baduta dalam hal mewujudkan terpenuhinya nutrisi yang seimbang sesuai kebutuhan. Tujuan penelitian adalah untuk menidentifikasi apakah ada pengaruh komunikasi dan mobilisasi kader terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan stunting, khususnya ibu hamil, ibu menyusui dan ibu yang mempunyai balita dalam program germas dengan melaksanakan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitive. Metode: Penelitian dilakukan korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian di Lokasi Fokus Stunting Desa Seunebok Panton Kecamatan Darul Falah Kabupaten Aeh Timur . penelitian dilakukan pada bulan JuliAgustus 2020 Hasil: Hasil uji statistik Komunikasi diperoleh nilai p=0.001 maka dapat disimpulkan Ada pengaruh komunikasi Kader terhadap upaya pencegahan stunting, diperoleh nilai OR= 18,40, artinya kader yang melakukan komunikasi 18 kali lebih baik dalam dalam upaya perubahan perilaku terhadap pencegahan stunting dan variabel mobilisasi diperoleh nilai p=0.000 maka dapat disimpulkan ada pengaruh Mobilisasi Kader terhadap upaya pencegahan stunting, diperoleh nilai OR=41.23, artinya kader yang melakukan mobilisasi 41 kali lebih baik dalam dalam upaya perubahan perilaku terhadap pencegahan stunting. Simpulan: Kinerja dan dedikasi kader dalam menjalankan kegiatan Posyandu sangat menentukan pencapaian penurunan Stunting.
PENGARUH JALAN KAKI TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS
Rehmaitamalem;
Rahmisyah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 8 No. 1 (2021): Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/JKS.V8i1.15736
Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penurunan kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan jalan kaki pada pasien diabetes mellitus. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, metode quasi experiment, dengan pretest dan post test one group design. Populasi seluruh penderita diabetes mellitus sebanyak 49 orang. Variabel independen senam diabetes dan jalan kaki. Variabel dependen kadar gula darah. Alat pengumpulan data glukometer bernama Auto Check Blood Glocose Monitor. Analisa mengunakan uji paired t-test dengan nilai signifikan α= 0,05. Hasil: Menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dari kegiatan jalan kaki terhadap nilai kadar gula darah (p value = 0,000) yang artinya H0 ditolak atau ada pengaruh jalan kaki terjadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Simpulan: Ada pengaruh jalan kaki terjadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes millitus di Puskesmas Nibong Aceh Utara.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU JAJAN ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI 3 SUKAWATI
Ni Putu Sukma Lentari;
Komang Yogi Triana;
Caudia Wuri Prihandini
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 8 No. 1 (2021): Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/JKS.V8i1.15737
Tujuan: Anak usia sekolah sudah dapat memilih mana jajan yang disukai dan yang tidak disukainya. Hal ini akan meningkatkan perilaku mengkomsumsi jajan di lingkungan sekolah. Sering kali anak memilih jajan yang salah terlebih lagi jika tidak dibimbing orangtua. Orangtua perlu menerapkan pola asuh yang baik serta berkualitas agar memiliki generasi penerus yang berkualitas. Terdapat tiga pola asuh orangtua yaitu otoriter, permisif, dan demokratis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan perilaku jajan anak usia sekolah di SD Negeri 3 Sukawati. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability sampling yaitu Purposive sampling, dengan sampel sebanyak 87 orang dan analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Penelitian ini melibatkan orangtua dari anak usia sekolah, dengan mayoritas orangtua menerapkan pola asuh permisif (43 responden), dan sebagian besar anak menunjukkan perilaku positif (82 responden). Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan pola asuh orangtua dengan perilaku jajan anak usia sekolah di SD Negeri 3 Sukawati, dengan nilai p value 0,001 (<0,05). Simpulan: Setiap orangtua diharapkan agar dapat memperhatikan tumbuh kembang anak serta menerapkan pola asuh yang baik agar anak dapat memiliki pola makan yang sehat. Karena masih banyak orangtua yang belum mengetahui bahwa kecukupan gizi untuk kesehatan anak masih kurang. Pola asuh yang diterapkan bisa mempengaruhi perilaku jajan sehingga orangtua akan membiarkan anaknya untuk bebas memilih jajan yang disukai tanpa ada perhatian orangtua.