cover
Contact Name
Fuji Rahmawati
Contact Email
fujirahmawati@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
antariniidriansari@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23555459     EISSN : 26849712     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Articles 318 Documents
PENGARUH PEER EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS TIDAK LANGSUNG Hafiza Khoradiyah; Jum Natosba; Eka Yulia Fitri
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Infeksi menular seksual (IMS) merupakan suatu gangguan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, dan parasit yang dapat ditularkan melalui hubungan seks (baik melalui vagina, oral maupun anus) dengan berganti-ganti pasangan. Penelitiaan ini dalah pendidikan kesehatan salah satunya dengan metode peer education untuk meminimalisir penyebaran dan komplikasi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer education terhadap pengetahuan tentang infeksi menuar seksual pada wanita pekerja seks tidak langsung.   Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pre dan post tests one groups. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita pekerja seks tidak langsung di panti pijat kota Palembang yang berjumlah 44 orang.   Hasil: Hasil analisis menggunakan uji t-paired menunjukkan bahwa peer education berpengaruh terhadap pengetahuan WPS tidak langsung dengan p value = 0,001 baik pada peer educator maupun pada anggota.   Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa peer education dapat dijadikan sebagai salah satu metode mempengaruhi pengetahuan WPS tidak langsung terhadap penyakit IMS dan diharapkan penerapan peer education dapat lebih sering diterapkan dan menjadi salah satu program pelayanan kesehatan dinas sosial dan dinas kesehatan untuk mencegah penyebaran dan komplikasi penyakit IMS.
UPAYA MENINGKATKAN DUKUNGAN KELUARGA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DALAM MENJALANKAN TERAPI MELALUI TELENURSING Fuji Rahmawati; Antarini Idriansari; Putri Widita Muharyani
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Dukungan keluarga terbukti meningkatkan kepatuhan penderita DM Tipe 2 dalam menjalankan terapinya, tidak hanya pada penderita yang tidak mempunyai komplikasi, tetapi juga sebagai salah satu komponen pendukung dari perawatan paliatif pada penderita DM Tipe 2 yang telah memiliki banyak komplikasi. Telenursing yang memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi adalah alternatif baru dalam pelayanan keperawatan untuk meningkatkan respon pasien dan keluarga tanpa terkendala masalah jarak dan waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh telenursing terhadap peningkatan dukungan keluarga penderita DM Tipe 2 dalam menjalankan terapi. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian Quasy experiment pretest posttest with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Indralaya tahun 2017. Jumlah sampel yang digunakan adalah 15 responden untuk kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisis bivariat menggunakan uji paired T test. Hasil: Terdapat perbedaan nilai dukungan keluarga setelah yang bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan p value 0,001. Simpulan: Telenursing berpengaruh terhadap kenaikan nilai dukungan keluarga penderita DM Tipe 2 dalam menjalankan terapi di wilayah kerja Puskesmas Indralaya. Diharapkan Puskesmas Indralaya dapat memberikan promosi kesehatan tentang penanganan pasien DM Tipe 2 tidak hanya berfokus pada penderita saja, akan tetapi juga ke keluarganya dengan memanfaatkan teknologi komunikasi telenursing untuk meningkatkan dukungan keluarga penderita DM Tipe 2.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENINGKATAN SIKAP JAJANAN SEHAT PADA ANAK SEKOLAH Firnaliza Rizona; Yuliana Yuliana
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Angka obesitas semakin meningkat pada anak usia sekolah. Salah satu yang dapat menyebabkan obesitas adalah tingginya angka konsumsi jajanan junkfood. Salah satu metode untuk meningkatkan sikap pada anak sekolah yaitu pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi metode peer group terhadap peningkatan sikap anak obesitas tentang jajanan sehat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experiment dengan rancangan one grup pre-post test design. Jumlah responden sebanyak 30 siswa dengan status gizi obesitas. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pemberian edukasi diberikan secara berkelompok menggunakan media power point dan video sebanyak dua kali pertemuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pada pre test dan post test. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sikap sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan nilai p=0,000. Simpulan: Edukasi mengenai jajanan sehat melalui peer group dapat meningkatkan sikap anak sekolah dengan obesitas untuk memahami tentang jajanan sehat Kata Kunci: edukasi, jajanan sehat, obesitas, sikap
PENGARUH MASASE EFFLEURAGE ABDOMEN TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMP MUHAMMADIYAH TERPADU KOTA BENGKULU Fatsiwi Nunik Andari; Muhammad Amin; Yesi Purnamasari
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Dismenore adalah nyeri pada saat menstruasi. Nyeri sebagai suatu sensori subjektif dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dirasakan dalam kejadian-kejadian dimana terjadi kerusakan. Salah satu tindakan non-farmakologi dalam menangani nyeri yaitu masase dengan tehnik masase effleurage yang aman dan dapat mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi masase effleurage pada siswi yang mengalami nyeri dismenore primer. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan desain pra-eksperiment dengan rancangan pretest-postest. Instrumen yang digunakan Numeric Rating Scale (NRS). Sampel diberikan terapi masase effleurage 3-5 menit selama 3 hari berturut-turut. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi masase effleurage dengan P value = 0,000. Simpulan: Dapat disimpulkan ada pengaruh terapi masase effleurage terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada remaja putri di SMP Muhammadiyah Terpadu Kota Bengkulu. Kata Kunci: Masase effleurage, skala nyeri, dismenore primer
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIASTASIS REKTI ABDOMINIS PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUKARAYA BATURAJA Meilina Estiani; Aisyah Aisyah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Angka kejadian diastasis rekti abdominis dilaporkan  lebih tinggi terjadi pada saat kehamilan trimester ketiga dan segera setelah persalinan. Literatur internasional menunjukkan  nilai prevalensi diastasis rekti abdominis ini antara 35% - 100%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  factor – factor yang berhubungan dengan  kejadian diastasis rekti abdominis pada ibu post partum  di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukaraya – Baturaja. Metode: Jenis  penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian  crossectional dengan variabel dependen adalah Kejadian diastasis rekti abdominis, variabel independen adalah umur,paritas, bayi besar dan obesitas.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum  ?  6 - 8 minggu paska bersalin yang ada di desa Sukaraya Wilayah kerja Puskesmas Sukaraya – Baturaja. Jumlah  besaran sampel yang digunakan adalah 41  responden. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik  porposive sampling dengan responden yang memenuhi criteria inklusi . Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square  dengan bantuan SPSS version 16.0 derajat kemaknaan 95% (? 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan umur dengan kejadian diastasis rekti abdominis (p value 1.000), tidak ada hubungan yang bermakna paritas dengan kejadian diastasis rekti abdominis  ( p value 0,302), tidak ada hubungan yang bermakna  bayi besar dengan kejadian diastasis rekti abdominis ( pvalue 0,321) dan ada hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian diastasis rekti abdominis pada ibu post partum di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukaraya – Baturaja (p value 0.057). Simpulan: Simpulan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan yang bermakna antara obesitas dengan Kejadian diastasis rekti abdominis pada ibu post partum  di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukaraya – Baturaja.      Kata Kunci: diastasis rektus  abdominis, post partum
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN KUALITAS HIDUP ANAK THALASEMIA Dona Marnis; Ganis Indriati; Fathra Annis Nauli
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Thalasemia merupakan penyakit kelainan darah yang diwariskan dan merupakan kelompok  penyakit hemoglobinopati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kualitas hidup anak thalasemia. Metodologi:  Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak thalasemia yang rutin menjalani transfusi darah yaitu sebanyak 44 responden, yang diambil dengan teknik pengambilan sampel  yaitu total sampling.  Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kualitas hidup anak thalasemia (p value 0,021;  ? 0,05). Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kualitas hidup anak thalassemia. Ibu dengan tingkat pengetahuan tinggi memiliki kualitas hidup anak yang normal dibandingkan ibu dengan tingkat pengetahuan rendah. Kata kunci: Ibu, kualitas Hidup, tingkat pengetahuan, thalasemia
PENGARUH PUNISHMENT PADA ANAK TK YANG MENGALAMI SUSAH MAKAN Jaji Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Undang-undang Sisdiknas mengartikan bahwa 0-6 tahun mengkategorikan sebagai anak usia dini. Merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan masa selanjutnya. Oleh karenanya harus di support oleh nutrisi seimbang yang adekuat. Penelitian ini mencari pengaruh punishment pada anak TK yang mempunyai pola makan susah. Metode: Pre Experimental Design dengan metode pendekatan satu group yang di beri perlakuan Pretest dan Posttests. Populasi penelitian yaitu anak-anak TK Arwana sebanyak 26 siswa, yang semuanya di jadikan sampel. Hasil: Hasil penelitian didapatkan responden terbanyak adalah berjenis kelamin wanita yaitu 16 (61,5 %) orang, konsumsi makan yang disajikan sebelum diberi perlakuan frekuensinya terbanyak yaitu makanan habis setengah 13 (50%), mengkonsumsi makanan yang disajikan pada siswa yang di beri punishment frekuensi terbanyak yaitu makanan habis semua 10 (38,5%), dan hasil uji bivariate diperoleh angka p=0.001, berarti terdapat perbedaan konsumsi makanan awal dengan konsumsi makanan dengan punisment secara signifikan. Simpulan: Modifikasi perilaku operan conditioning salah satunya punishment dapat di gunakan untuk mengatasi masalah pada anak, akan tetapi punishment yang digunakan harus sesuatu yang sifatnya memperbaiki. Kata kunci: anak usia dini, punishment, makanan
HUBUNGAN ANTARA STRES DAN GAYA HIDUP DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN STROKE Agnes Silvina Marbun; Juanita Juanita; Yesi Ariani
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Serangan stroke dapat menimbulkan kegagalan fungsi tubuh, hal ini berdampak pada kehidupan biologi, sosial, ekonomi, spiritual dan psikologi yang dapat menimbulkan stres. Gaya hidup yang tidak sehat seperti makan makanan tinggi kolesterol dan kurang berolahraga, kebiasaan merokok, dan minum alkohol akan meningkatkan risiko terjadinya stroke, akibat penyakit yang diderita pasien stroke menjadi bergantung pada orang lain dalam menjalankan aktivitas kehidupannya sehari-hari, hal ini dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengidentifikasi hubungan antara stres dan gaya hidup dengan kualitas hidup pada pasien stroke. Metodologi: Penelitian non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 85 orang pasien stroke yang diambil dengan cara purposive sampling. Hasil: Mayoritas pasien stroke mengalami stres berat (58,8%), gaya hidup tidak baik (68,2%) dan kualitas hidup tidak baik (63,5%). Pasien stroke yang memiliki gaya hidup tidak baik berisiko 0,087 kali mengalami kualitas hidup yang tidak baik. Variabel yang dominan berhubungan dengan kualitas hidup pasien stroke adalah gaya hidup dengan OR = 0,087. Simpulan: Ada hubungan antara stres dan gaya hidup dengan kualitas hidup pasien stroke. Stres dan gaya hidup yang tidak baik dapat mengakibatkan kualitas hidup pasien stroke semakin tidak baik. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kualitas hidup pasien stroke adalah gaya hidup. Kata kunci: stres, gaya hidup, kualitas hidup, stroke.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN DIET ASUPAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Nurjana Rachmawati; Dian Wahyuni; Antarini Idriansari
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan informasional, penilaian, instrumental dan emosional terhadap kepatuhan diet asupan cairan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian merupakan pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RSI Siti Khadijah Palembang. Sampel diambil dengan metode non-probability sampling menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 54 orang. Data diperoleh melalui kuesioner dan lembar observasi. Hasil: Hasil analisis statistik didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan informasional (p value= 0,665), dukungan penilaian (p value= 0,118), dukungan instrumental (p value= 0,184) dan dukungan emosional (p value= 0,983) terhadap kepatuhan diet asupan cairan. Simpulan: Penelitian ini merekomendasikan agar keluarga dan tenaga kesehatan lebih aktif lagi dalam meningkatkan kepedulian pasien terhadap pentingnya mematuhi anjuran diet asupan cairannya. Kata kunci: dukungan  informasional, dukungan  penilaian, dukungan instrumental, dukungan emosional,  kepatuhan diet asupan cairan
PENGARUH DONOR DARAH TERHADAP PERUBAHAN TANDA-TANDA VITAL Hendy Lesmana
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh donor darah terhadap perubahan tanda-tanda vital pada pendonor darah di PMI Kota Tarakan. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah praeksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Pada responden dilakukan pengukuran variabel tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi pernafasan, serta suhu tubuh sebelum dan setelah melakukan donor darah. Selanjutnya dilakukan analisis bivariat dengan menggunakan uji T berpasangan dan uji wilcoxon terhadap perubahan tanda-tanda vital sebelum dan setelah responden melakukan donor darah. Hasil: Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh donor darah terhadap frekuensi nadi sebelum dan setelah donor darah (p: 0,0001). Pada tekanan darah, frekuensi  napas, dan suhu tubuh, secara statistik tidak terjadi perubahan yang signifikan namun secara klinis terdapat perubahan. Simpulan: Terdapat pengaruh donor darah terhadap frekuensi nadi sebelum dan setelah donor darah, sedangkan untuk tekanan darah, frekuensi pernafasan dan suhu tubuh tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Saran peneliti sebelum dilakukan donor darah sebaiknya tekanan darah sistolik ?120 mmHg dan diastolik 80 mmHg, frekuensi nadi 90 x/menit, frekuensi pernafasan 17 x/menit dan suhu tubuh antara 36,2oC sampai dengan 37,0 0C. Kata kunci:  donor darah, nadi, pernafasan, Palang Merah Indonesia, suhu tubuh, tanda-tanda vital dan                  tekanan darah.

Page 5 of 32 | Total Record : 318