cover
Contact Name
Fuji Rahmawati
Contact Email
fujirahmawati@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
antariniidriansari@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23555459     EISSN : 26849712     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Articles 318 Documents
FAKTOR DETERMINAN ANKLE BRACHIAL PRESSURE INDEX (ABPI) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG Sukma Wicaturatmashudi
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Ankle brachial pressure index adalah suatu metode non infasiv yang berfungsi untuk mendeteksi atau menyingkirkan dugaan adanya penyakit arteri perifer. Salah satu penyakit yang beresiko untuk terjadinya penyakit arteri perifer adalah Diabetes mellitus. Angka kejadian Diabetes mellitus makin meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup. Dampak yang ditimbulkan sangat luas dan berimplikasi pada aspek fisik, psikologis dan financial.  Pasien DM dengan kontrol Gula darah yang kurang baik memiliki resiko tinggi mengalami penyakit arteri perifer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor determinan yang mempengaruhi nilai ankle brachial pressure index pada pasien Diabetes mellitus Tipe II di RSI Siti Khadijah Palembang. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Diabetes mellitus Tipe II yang menjalani rawat jalan di RSI Siti Khadijah Palembang dengan jumlah sampel 50 responden. Analisis data dilakukan dengan univariat dan bivariat. Analisis bivariat dengan menggunakan independent t test, anova one way, korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, kadar gula darah dan merokok dengan nilai ABPI. Ada hubungan antara nilai MAP dengan nilai ABPI (p value 0.0005) dengan kategori hubungan kuat dan berpola positif (r = 0.710). Persamaan garis yang diperoleh cukup baik menjelaskan variasi dari nilai ABPI dengan nilai R2 = 0.505. Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara mean arterial pressure dengan nilai ABPI dan memiliki pola hubungan positif dimana semakin tinggi nilai MAP maka semakin tinggi nilai ABPI. Kata kunci: ankle brachial pressure index
KARAKTERISTIK PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA BAWAH DUA TAHUN Anita Rahmiwati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang baik untuk bayi terutama pada bulan-bulan pertama dan tetap bermanfaat sampai umur dua tahun. ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi sampai bayi berumur 6 bulan. Adanya kemajuan teknologi menyebabkan perubahan ekonomi dan sosial budaya masyarakat yang mengakibatkan pola pemberian ASI sudah banyak diganti dengan susu formula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karaktristik pemberian susu formula pada bayi usia bawah dua tahun. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 94 ibu yang memiliki bayi usia bawah dua tahun. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai September 2015. Hasil: Sebagian besar ibu ada pada rentang usia 30-39 tahun (45,7 %), berprofesi sebagai ibu rumah tangga (85,1%), mayoritas sudah menamatkan pendidikan sampai SMA (37,2 %), dan bersalin secara normal (93,6%). Akses sumber informasi ibu seluruhnya kurang (100%), tingkat pengetahuan ibu  berada pada kategori sedang (69,1%). Ibu bersalin di klinik bersalin/puskesmas/bidan (70,2%) dengan penolong persalinan bidan/dokter (94,7%). Pada karakteristik bayi sebagian besar bayi ada pada usia 0-6 bulan dengan jenis kelamin perempuan (56,4%). Sebagian besar anak mendapatkan ASI diselingi dengan susu formula (77,7%). Usia mulai diberikan susu formula pada usia 0-6 bulan (97,8%). Alasan ibu memberikan susu formula karena ASI belum keluar (97,8%). Simpulan: Susu formula mulai diberikan pada usia 0-6 bulan pada ibu dengan karakteristik ibu sebagai  rumah tangga, sudah menamatkan pendidikan sampai SMA, bersalin secara normal, akses sumber informasi kurang dan bersalin di fasilitas kesehatan. Perlu dilakukan penyuluhan tentang pentingnya ASI ekslusif bagi ibu dan tenaga kesehatan. Kata Kunci: ASI, bayi 0-24 bulan, susu formula.
SENSITIVITAS KAKI PENDERITA DIABETES MELITUS ANTARA DUA PERLAKUAN Herliawati Herliawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penyakit diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang angka kejadiannya  meningkat terutama di zaman kemajuan sekarang ini dan dapat menimbulkan komplikasi pada penderitanya berupa kecacatan bahkan sampai kepada kematian.  Komplikasi yang sering terjadi akibat penyakit DM adalah ulkus diabetikum yang dapat berubah menjadi gangren. Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronik diabetes berupa luka melalui dermis dan dapat berubah menjadi gangren yang dapat terjadi akibat meningkatnya kadar glukosa darah. Ulkus diabetikum dapat di antisipasi dengan melakukan pengukuran nilai sensitivitas kaki penderita DM secara terus menerus.Terapi komplementer yang dapat dilakukan untuk memperbaiki  sensitivitas kaki penderita DM yaitu gerakan senam kaki diabetes dan progressive muscle relaxation. Metode: Jenis  penelitian ini adalah eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai sensitivitas kaki penderita diabetes melitus setelah dilakukan berbagai terapi komplementer dilakukan di wilayah kerja puskesmas pembina dengan jumlah sampel 30 orang. Uji statistik dalam penelitian ini adalah uji t berpasangan dan anova one way dengan  P-Value < 0,05. Hasil: Hasil penelitian ini adalah adanya perubahan nilasi sensitivitas kaki setelah di lakukan berbagai terapi dan terapi senam kaki diabetik dapat meningkatkan nilai sensitivitas kaki dengan nilai terbesar.Simpulan: Diharapkan terapi kompelementer ini dapat dilakukan di puskesmas pembina serta menjadi intervensi keperawatan. Kata kunci: terapi komplementer, diabetes melitus, sensitivitas kaki
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DISPEPSIA TERHADAP PENGETAHUAN PEKERJA PENENUN SONGKET DI DESA MUARA PENIMBUNG ULU Jaji Jaji
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Gangguan kesehatan sekecil apapun akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Status kesehatan sesorang ditentukan oleh faktor internal antara lain gaya hidup dan kebiasaan makan. Salah satu penyakit pencernaan yang sering dikeluhkan adalah gangguan lambung. Gangguan lambung berupa ketidaknyamanan pada perut bagian atas atau dikenal sebagai dispepsia. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dispepsia terhadap pengetahuan pekerja penenun songket. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian preeksperimen tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan one group pretest-posttest design. Hasil: Hasil analisis univariat pada variabel pendidikan responden diketahui bahwa pendidikan terbanyak adalah SMP sebesar 12 (44,4%) responden, umur dengan kategori dewasa antara 22-49 tahun sebesar 18 (66,7%) responden, pengetahuan responden sebelum dilakukan pendidikan kesehatan yang berada pada kategori  kurang sebanyak 23 (85,2%) responden, dan pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan yang berada pada kategori baik sebanyak 27 (100%) responden. Hasil analisis bivariat menunjukkan 27 responden mengalami perubahan pengetahuan ke arah yang lebih baik tentang dispepsia. Hasil uji statistik didapatkan nilai p (0,001) lebih kecil dari ? (0,05). Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara pemberian pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan pekerja songket di Muara Penimbung Ulu Indralaya. Saran bagi pemegang program promosi kesehatan agar meningkatkan peran dalam memberikan pendidikan kesehatan dispepsia dan masalah kesehatan yang lainnya, sesuai jadwal atau menjalankan jadwal program yang sudah rutin ke wilayah kerja puskesmas tersebut. Kata kunci: pendidikan kesehatan, dispepsia, pekerja.
PROTOTYPE SEDERHANA ALAT MONITORING ALIRAN DARAH NAIK KE SELANG INFUS A SIMPLE PROTOTYPE BLOOD FLOW MONITORING TOOL GOES UP TO THE INFUSION HOSE Hartina Ulfa; Sigit Purwanto; Hikayati Hikayati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Naiknya aliran darah ke selang infus masih menjadi masalah utama dalam pemantauan cairan infus. Darah tersebut akan membentuk bekuan darah (blood clotting) jika terlambat diketahui dan dapat berdampak serius bagi pasien dikemudian hari, sehingga sangat dibutuhkan suatu teknologi alat yang dapat membantu kerja perawat dalam memantau naiknya darah ke selang infus. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototype sederhana alat monitoring aliran darah naik ke selang infus. Metode: Penelitian dilakukan dalam dua tahap pelaksanaan, yaitu tahap pembuatan alat dan pengujian alat. Alat ini dilengkapi dengan rangkaian sensor LDR sebagai pendeteksi naiknya darah ke selang infus. Hasil: Hasil baca sensor alat ini berupa tanda peringatan dengan adanya bunyi alarm dan lampu LED merah menyala. Alat ini terbukti efektif dalam membaca kondisi cairan infus dengan rata-rata waktu mendeteksi yaitu 0,77 detik saat darah naik ke selang infus. Kata kunci : Alat monitoring; darah; selang infus
Pengaruh Rawat Gabung Terhadap Bounding Attachment Pada Ibu Dan Bayi Bina Melvia Girsang
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Rawat gabung adalah suatu cara perawatan dimana ibu dan bayi yang baru dilahirkan tidak dipisahkan, melainkan ditempatkan di dalam satu ruangan, kamar atau tempat bersama-sama selama dua puluh empat jam penuh dalam seharinya, sehingga memungkinkan dalam sewaktu-waktu atau setiap saat ibu dapat menyusui anaknya. Bounding and attachment atau kontak kulit antara ibu dan bayi merupakan suatu tahap pembentukan hubungan emosional dan kasih sayang antara ibu dan bayi serta usaha untuk mencegah terjadinya hipotermi pada bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rawat gabung terhadap bounding attachment pada ibu dan bayi. Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional dimana pengamatan dan pengukuran seluruh variabel dilakukan pada saat yang sama baik variabel dependen maupun variabel independen. Sampel pada penelitian ini ibu sebanyak 74 orang. Hasil: Rata-rata umur ibu adalah 29,47 tahun. Umur termuda 18 tahun dan tertua 45 tahun, mayoritas ibu berpendidikan rendah yaitu sebanyak 57 orang (77%), mayoritas ibu tidak mempunyai pekerjaan yaitu sebagai ibu rumah tangga sebanyak 68 orang (91,9%). Hasil analisis univariat didapatkan mayoritas ibu rawat gabung dengan bayi lebih dari satu jam setelah melahirkan sebanyak 58 orang (78,4%), skor rata-rata bounding attacment sebelum rawat gabung ibu dengan bayi sebesar 3,59 dan skor rata-rata bounding attacment sesudah rawat gabung ibu dengan bayi sebesar 6,46. Pada analisis bivariat diketahui terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara bonding attacment sebelum dan sesudah rawat gabung pada ibu dan bayi di ruang instalasi rawat inap kebidanan rumah sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2011 (p value=0,000). Rata-rata skor antara variabel bonding attacment sebelum dan sesudah rawat gabung sebesar 2,865 dengan standar deviasi sebesar 1,378. Simpulan: Rawat gabung antara ibu dan bayi setelah melahirkan akan menimbulkan kasih sayang, rasa cinta, dan kehangatan antara ibu dan bayi. Rawat gabung juga memberanikan seorang ibu untuk dapat memberikan air susu ibu, menyentuh dan melakukan perawatan pada bayi. Saat ibu dan bayi di rumah, ibu dapat melakukan perawatan dan pemberian air susu ibu dengan baik dan benar. Kata Kunci: rawat gabung, bounding attachment, ibu, bayi.
PENGARUH SUPPORT GROUP DENGAN MODEL KEPERAWATAN KOLCABA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Fuji Rahmawati; Putri Widita Muharyani; Angeline Tarigan
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 selain mempunyai keluhan fisik, juga menunjukkan keluhan psikologis yaitu kecemasan. Untuk itu, penanganan yang diberikan kepada penderita DM Tipe 2 hendaknya bukan hanya berfokus pada aspek fisik, namun juga psikologis. Konsep teori kenyamanan Kolcaba adalah teori keperawatan yang mengedepankan kenyamanan. Salah satu strategi dari teori kenyamanan Kolcaba yaitu intervensi sosial dengan menggunakan support group. Support group dilakukan dengan tujuan agar para penderita DM Tipe 2 dapat sharing pengalaman, berbagi informasi, saling belajar dan menguatkan antar sesama penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Support Group dengan Model Keperawatan Kolcaba terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pra eksperimen dan desain one group pretest posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 15 responden yang merupakan penderita DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan. Tingkat kecemasan diukur dengan menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS). Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik paired T-test. Hasil: Ada pengaruh yang signifikan support group dengan model keperawatan Kolcaba terhadap penurunan kecemasan penderita DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan (p value = 0,002). Simpulan:. Support Group dapat menjadi salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat dilakukan guna pendampingan dalam pengobatan DM Tipe 2 sekaligus dapat menemukan dan meningkatkan kebermaknaan hidupnya sehingga responden dapat beradaptasi dengan sakit yang dideritanya dan memunculkan koping positif terhadap sakit yang dideritanya. Kata kunci: support group, kolcaba, kecemasan, DM Tipe 2
PENGARUH AROMATERAPI ROSEMARY (Rosmarinus officinalis) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Annis Pertiwi; Antarini Idriansari; Arie Kusumaningrum
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi rosemary terhadap penurunan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di IRNA Anak RSUD Kayuagung OKI. Metode: Penelitian ini menggunakan metode preeksperimen dengan rancangan one group pretest posttest design. Sampel pada penelitian ini didapatkan dengan menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 22 orang. Analisis data menggunakan uji statistik paired t test. Aromaterapi rosemary diberikan secara inhalasi dengan frekuensi 3 kali dalam satu hari yaitu pagi, siang dan sore, sebanyak 1 tetes selama 4 menit setiap perlakuan. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah diketahuinya karakteristik responden meliputi usia anak dengan rata-rata 3,27±1,162 (mean±SD) tahun, sebagian besar merupakan anak laki-laki dengan persentase 63,6%. Terdapat perbedaan skor kecemasan yang bermakna antara sebelum diberikan aromaterapi rosemary yaitu 36,05±3,97 dan setelah diberikan aromaterapi rosemary menjadi 25,45±5,8 dengan p value = 0,00 dan ? = 0,05. Simpulan: Penelitian ini hendaknya dapat diaplikasikan dalam asuhan keperawatan anak yang mengalami kecemasan selama hospitalisasi. Kata kunci: Aromaterapi rosemary, kecemasan, hospitalisasi, anak usia prasekolah
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN STRESS HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI RUANG RAWAT INAP RSUD DR. IBNU SOETOWO BATURAJA Suparno Suparno; Saprianto Saprianto
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Hospitalisasi pada anak adalah suatu keadaan krisis pada anak, saat anak sakit dan dirawat di rumah sakit. Keadaan ini terjadi karena anak berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan asing dan baru yaitu rumah sakit, sehingga kondisi tersebut menjadi faktor stressor bagi anak baik terhadap anak maupun orang tua dan keluarga. Penyebab stress dan kecemasan pada anak dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya perilaku yang ditunjukkan petugas kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan perilaku caring perawat dengan stress hospitalisasi pada anak usia prasekolah di Ruang rawat Inap  RSUD Dr.Ibnu Soetowo Baturaja. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross- sectional.Tehnik pengambilan sampling  menggunakan purposive sampling pada 39 orang tua yang anaknya berusia 3 – 6 tahun dan  dirawat di Ruang perawatan anak RSUD Dr. Ibnu Soetowo Baturaja. Tehnik analisa data menggunakan uji chi-square dengan bantuan SPSS version 16,0. Hasil: Hasil uji statistic menunjukkan nilai p value = 0.042 < 0,05 ( Ho ditolak). Simpulan: Simpulan penelitian ini yaitu Ada hubungan  perialku caring perawat dengan stress hospitalisasi pada anak usia prasekolah  di Ruang Rawat Inap di RSUD Dr.Ibnu Soetowo Baturaja. Perilaku caring perawat yang baik  akan meminimalkan stress hospitalisasi pada anak usia pra sekolah.Kata kunci: Perilaku caring perawat, stres hospitalisasi, usia pra sekolah
PENGARUH TERAPI NATURE SOUNDS TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN DENGAN SINDROMA KORONARIA AKUT Eka Yulia Fitri; Dhona Andhini
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terapi nature sounds berpengaruh positif terhadap gangguan tidur yang sering dialami oleh pasien sindroma koronaria akut (SKA). Metode: Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling pada pasien dengan SKA yang dirawat di ruang CVCU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang berjumlah 13 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata kualitas tidur (29,18±13,47,  p value 0,000) dan tingkat kebisingan (19,69±16,68, p value 0,001) sebelum dan setelah pemberian terapi nature sounds. Simpulan: Terapi nature sounds dianjurkan untuk diberikan kepada pasien SKA yang mengalami gangguan tidur karena bersifat sedatif, aman, dan mudah digunakan. Kata kunci: Hospitalisasi, kualitas tidur, nature sounds, SKA, terapi komplementer.

Page 6 of 32 | Total Record : 318