cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 21 No 3 (2020)" : 19 Documents clear
Kadar Estrogen Darah dan Tingkat Keasaman (pH) Mukus Serviks Sapi Aceh Memengaruhi Daya Penetrasi Spermatozoa Budianto Panjaitan; Ridho Pambudi; Romi Amansyah; Muslim Akmal; Tongku Nizwan Siregar
Jurnal Veteriner Vol 21 No 3 (2020)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.273 KB)

Abstract

This research has purposes to determine the relationship between estrogen levels and aceh cattle cervical mucus pH on spermatozoa penetration. This study used eight aceh cows aged 3-7 years old and had a body weight of 150-250 kg, had already been delivered, and has two regular cycles. All cows were given a synchronization treatment using prostaglandin F2á (PGF2á) at a dose of 25 mgs with single injection. A collection of cervical mucus was performed during the first cervical mucus discharge, which is about 8-16 hours after the initial onset of symptoms. Cervical mucus samples were collected by aspiration method. The pH of the cervical mucus was measured in the laboratory using a universal indicator pH (Nesco).The estrogen concentration was measured by enzyme linked immunosorbant assay (ELISA) method. Measurement of spermatozoa penetration power by calculating the distance of spermatozoa travel from the beginning where spermatozoa drops to reach the furthest distance. Spermatozoa penetration was observed with a microscope for 30 minutes. The data of the research were analyzed descriptively. The pH value of cervical mucus of aceh cattle was 6.0-9.0. The distribution data of pH cervical mucus of 6.0; 7.0; 8.0 and 9.0 were 1, 2, 4, and 1, average spermatozoa penetration at pH 6.0; 7.0; 8.0 and 9.0 is 10.0; 25.0±32.53; 10.5±15.70; and 12.0 mm. The estrogen concentration in viscosity of thick cervical mucus; medium; and dilute are 29.39±6.29; 23.24±4.62; and 30.93 pg/ml with a spermatozoa penetration strength rate of 14.8±19.11; 3.0±1.41; and 34.0 mm. The results of statistical analysis showed correlation between estrogen concentration (x) and spermatozoa penetration distance (y) in aceh cattle was 0.328 with regression equation y= 26.44 + 0.11x (P>0,05). In conclusion pH of aceh cattle cervical mucus affect the spermatozoa penetration. The best spermatozoa penetration is obtained at cervical mucus at pH 7. There is relationship enough between estrogen concentration and spermatozoa penetration in aceh cattle.
Kajian invitro campuran onggok dengan sari pepaya (Carica papaya L) dalam ransum Iman Hernaman
Jurnal Veteriner Vol 21 No 3 (2020)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.158 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh campuran onggok dan sari pepaya (COSP) dalam ransum terhadap fermentabilitas dan kecernaan (in vitro) dan dilakukan secara experimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian terdiri atas lima ulangan dengan empat perlakuan, yaitu : T0 (ransum kontrol), T1 (ransum dengan 10% COSP), T2 (ransum dengan 20% COSP) dan T3 (ransum dengan 30% COSP). Campuran tersebut dibuat dengan perbandingan 1:1 (Kg/L). Evaluasi ransum dilakukan secara in vitro. Data yang terkumpul, kemudian dilakukan analisis uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan COSP sebanyak 30% dalam ransum dapat meningkatkan konsentrasi VFA dan kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organic (KcBO) (P<0,05), namun konsentrasi N-NH3 meningkat sampai perlakuan 20%. Penggunaan onggok yang diperkaya dengan sari pepaya dapat digunakan sebanyak
Analisis Gen Patogenik iroN Escherichia coli Penyebab Kolibasilosis pada Ayam Kampung Tania Ria Gunawan; I Gusti Ngurah Kade Mahardika; I Nengah Kerta Besung; I Gusti Ketut Suarjana
Jurnal Veteriner Vol 21 No 3 (2020)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.308 KB)

Abstract

Avian colibacillosis is an infectious disease caused by avian pathogenic Escherichia coli (APEC). APEC ability to cause disease depends on many pathogenic factors, one of them is iroN pathogenic gene. This study purposed to find out iroN gene sequence in APEC in Bali. Two APEC isolates from free range chicken in Tabanan dan Badung has been used. The isolates have been been purified and were available at Laboratory of Veterinary Bacteriology, Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University. Chelex 10%was used for DNA isolation. DNA amplification using published DNA primer has been conducted with polymerase chain reaction (PCR) method. The PCR product was sequenced at First Base Laboratories, Malaysia using Sanger’s Dideoxy Nucleotide Termination method. The iroN gene of both isolates can be analyzed and have 659 bp in length. Both were 100% homologous. Phylogenic test using 52 DNA sequence of iroN gene from Escherichia coli and other bacteria in the world was conducted in MEGA 5.2. All data have 24 polymorphic sites of nucleotide acid and eight polymorphic sites of amino acid. The iroN gene of Bali isolates was in the same group as iroN gene from Australia (MF174860) and Hong Kong (MF474175). This gene can be used as pathogenic marker of APEC in Indonesia.
Dinamika Pertumbuhan Lebar Tulang Femur Kodok Sawah (Fejervarya cancrivora) Asal Persawahan Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Anura: Dicroglossidae) Hellen Kurniati; Ni Luh Putu Rischa Phadmacanty
Jurnal Veteriner Vol 21 No 3 (2020)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.997 KB)

Abstract

Tulang femur kodok sawah (Fejervarya cancrivora) mengalami proses reabsorbsi dan resorbsi tulang pada bagian rongga sum-sum (marrow cavity-MC), karena pada penelitian sebelumnya terlihat Metamorphosis Line (ML) pada sebagian besar individu terlihat sudah tidak utuh atau menghilang. Pengukuran pertumbuhan lebar femur (MP) yang diukur tegak mulai dari tepi MC ke bagian tepi tulang bagian luar dilakukan dengan menggunakan metode skeletokronologi. Hasil analisis korelasi antara panjang tubuh (SVL) dengan MP memperlihatkan korelasi kuat pada kelompok jantan dan betina untuk data normal dan data konversi log10; tetapi hubungan antara MP dengan jumlah Line of Arested Growth (LAG) adanya dinamika pertambahan lebar tulang femur pada kelompok jantan dan betina, yang mana kelompok jantan pertambahan lebar tulang femur lebih besar dibandingkan pertambahan lebar tulang femur kelompok betina.
Total dan Diferensial Leukosit Ayam Pedaging Setelah Pemberian Ekstrak Daun Singkong La Jumadin; Suarna Samai; Garuda Garuda
Jurnal Veteriner Vol 21 No 3 (2020)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.708 KB)

Abstract

Daun singkong yang berwarna hijau mengandung klorofil dan flavonoid yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh ekstrak daun singkong terhadap jumlah leukosit, diferensial leukosit serta rasio heterofil limfosit (H/L). Penelitian ini menggunakan ayam broiler, yang dibagi ke dalam empat kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari enam ekor. Kelompok (K0) sebagai kontrol. Kelompok K1, K2 dan K3 masing-masing diberi ekstrak daun singkong secara berurutan sebanyak 47,23 mg, 75,56 mg dan 113,34 mg/1500 g bobot badan per oral selama 21 hari setelah diadaptasikan satu minggu. Data diolah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Semua kelompok Ayam broiler diberikan ekstrak daun singkong setiap hari selama tiga minggu yang dimulai pada hari ke-7 sampai dengan hari ke-28, kecuali K0. Pemberian ekstrak daun singkong dilakukan pada pukul 16.00-17.30 WIB. Sampel darah diambil setiap satu minggu, mulai hari ke-7 sampai dengan hari ke-28. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan jumlah leukosit ayam broiler pada hari ke-28 setelah pemberian ekstrak daun singkong dengan dosis bertingkat tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) pada parameter limfosit, monosit, eosinofil dan basofil serta rasio heterofil limfosit (H/L) antar perlakuan. Kelompok ekstrak daun singkong 47,23 mg/1500 g bb memberikan pengaruh nyata (P<0,05) pada parameter heterofil antar perlakuan. Simpulan dalam penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun singkong dengan dosis 47,23 mg/1500 g bb dapat memperlihatkan profil leukosit yang terbaik berupa heterofil dan limfosit serta rasio H/L pada ayam broiler.
SEKUENSING GEN MCR-1 DARI ESCHERICHIA COLI DAN SALMONELLA ENTERITIDIS RESISTAN KOLISTIN Maria Fatima Palupi; Ernes Andhesfa; Hera Maheshwari; Huda Salahuddin Darusman; Etih Sudarnika; I Wayan Teguh Wibawan
Jurnal Veteriner Vol 21 No 3 (2020)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.83 KB)

Abstract

Gen mobilized colistin resistance (mcr) merupakan gen resistan kolistin sulfat yang bisa dipindahkan melalui materi genetik bergerak misalnya plasmid. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis plasmid gen mcr-1 yang berhasil dipindahkan dari satu isolat Escherichia coli resistan kolistin ke Salmonella Enteritidis ATCC 13076 (dua isolat), dan satu isolat E. coli O157:H7 resistan kolistin positif gen mcr-1. Sekuensing gen mcr-1 kemudian dianalisis di unit Biotek Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan dengan menggunakan basic local alignment search tools (BLAST) dan software MEGA7. Hasil sekuensing gen mcr-1 dengan panjang nukleotida 309 memiliki homologi tinggi dengan data referen dari Genbank pada gen mcr-1 yang terdapat dalam plasmid. Hasil sekuensing DNA gen mcr-1 sampel lebih cenderung termasuk pada tipe plasmid IncI2 atau IncHI2. Hal ini menunjukkan bahwa resistansi kolistin merupakan ancaman yang nyata karena gen resistan mcr-1 yang ada di Indonesia benar berada di plasmid sehingga mudah disebarkan ke bakteri lain. Kata kunci: mcr-1, plasmid, resistansi ABSTRACT The mobilized colistin resistance (mcr) gene is a colistin sulfate resistance gene that can be transferred through mobile genetic material such as plasmids. The purpose of this study was to determine the type of plasmid mcr-1 gene that was successfully transferred from an isolate of colistin-resistant Escherichia coli to Salmonella Enteritidis ATCC 13076 (two isolates), and one colistin-resistant E. coli O157: H7 that positive mcr-1 gene. The sequencing of the mcr-1 gene was then analyzed in the Biotek unit at National Veterinary Drug Assay Laboratory using basic local alignment search tools (BLAST) and MEGA7 software. The sequencing of the mcr-1 gene with nucleotide length 309 has a high homology with the reference data from Genbank on the mcr-1 gene contained in the plasmid. DNA sequencing of mcr-1 gene samples is more likely to belong to the IncI2 or IncHI2 plasmid types. This shows that colistine resistance is a real threat because the mcr-1 resistance gene in Indonesia is actually in the plasmid so it is easily spread to other bacteria. Keywords: mcr-1, plasmid, resistance
POLA GERAKAN SPERMA SAPI SETELAH DIINKUBASI SECARA IN VITRO DALAM MEDIA FERTILISASI DENGAN IMBUHAN HEPARIN DAN/ATAU KAFEIN Achmad Setiyono; Ni Wayan Kurniani Karja; Mohammad Agus Setiadi; Ekayanti Mulyawati Kaiin
Jurnal Veteriner Vol 21 No 3 (2020)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.646 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penambahan heparin dan kafein secara tunggal maupun kombinasi terhadap status pola gerakan sperma selama proses kapasitasi in vitro. Semen beku yang sudah di thawing diinkubasi di dalam media fertilisasi saja atau ditambahkan dengan kafein 2 mM, heparin 10 µg/mL, dan kombinasi kafein 2 mM dan heparin 10 µg/mL selama 60 menit. Total motilitas, motilitas progresif dan pola gerakan sperma (VCL; LIN dan ALH) dievaluasi menggunakan CASA. Evaluasi dilakukan sebelum inkubasi atau 0, 15, 30 dan 60 menit setelah inkubasi di suhu 38.5 oC dan 5% CO2. Hasil penelitian menunjukkan VCL sperma tidak berbeda pada setiap kelompok dengan periode waktu yang berbeda (P>0.05), kecuali pada MF-Caf-2. persentase LIN pada MF-Caf-5 ditemukan lebih rendah dibandingkan kelompok lainnya sampai pada menit ke-30 (P<0.05), kemudian pada menit ke-30 nilainya sama dengan MF-Caf-2 (P>0.05). Segera sebelum inkubasi, ALH sperma pada MF-Caf-5 lebih tinggi daripada MF (P<0.05), tetapi tidak berbeda dengan MF-Caf-2 dan MF-Hep-10 (P>0.05). Sperma mengalami hiperaktif motilitas terjadi selama periode inkubasi dengan menambahkan kafein. Total motilitas sperma mulai menurun pada menit ke-30 pada MF dan dan MF-Hep-10 dan pada menit ke-60 pada MF-Caf-2 (P<0.05). Total motilitas sperma antar kelompok perlakuan pada periode waktu yang sama juga ditemukan tidak berbeda (P>0.05), tetapi motilitas progresif pada menit ke-60 lebih tinggi pada MF-Caf-5-Hep-10 jika dibandingkan dengan MF-Caf-2-Hep-10 (P<0.05). Dapat disimpulkan bahwa penambahan kafein secara tunggal atau dikombinasikan dengan heparin dapat menginduksi terjadinya hiperaktivasi dengan tidak terjadinya penurunan motilitas secara signifikan selama 60 menit selama periode inkubasi.
Profil Hematologi dan Kadar Mineral Darah Tikus Putih pada Implantasi Bone Filler Produk Lokal Nadya Amanda Putri; Gunanti Gunanti; Dwi Gustiono; Agus Hadi Santosa Wargadipura; Deni Noviana
Jurnal Veteriner Vol 21 No 3 (2020)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.057 KB)

Abstract

Hidroksiapatit dan beta trikalsium fosfat merupakan biomaterial yang sering digunakan pada bidang dentistri dan ortopedi untuk teknik grafting karena bersifat biokompatibel dengan tubuh manusia. Permintaan akan bone graft yang meningkat membuat negeri kita mengembangkan produk lokal yang lebih murah, mudah didapat, dan biokompatibel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hemokompatibilitas melalui evaluasi hematologi dan kadar mineral darah. Sejumlah 28 ekor tikus Sprague Dawley digunakan dalam eksperimen ini dan dibagi ke dalam empat grup. Grup I sebagai kontrol, grup II diimplantasi menggunakan bone graft komersil, grup III dan IV menggunakan bone filler berpori dan granul yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Tiap grup dibuat lubang defek sebesar 5 mm pada tulang kalvaria dan diambil darah pasca 30 hari implantasi. Parameter darah yang diambil yaitu sel darah merah, sel darah putih, kadar mineral kalsium dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perubahan yang signifikan pada pemeriksaan sel darah merah (P>0.05) dengan jumlah eritrosit berkisar antara 4.50-4.83x103?L walaupun terjadi kenaikan pada trombosit pada grup bone filler berpori dan granul pasca implantasi, dan pada sel darah putih (P>0.05) dengan leukosit berkisar antara 7.74-14x103?L. Pada pemeriksaan kadar kalsium dan fosfat juga tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (P>0.05). Hal ini menunjukkan bahwa bone graft lokal tidak mengakibatkan peradangan kronik dan bersifat hemokompatibel.
A MEGALOCYTIVIRUS INFECTION IN MARINECULTURE AND FRESHWATER FISH IN SEVERAL REGIONS IN INDONESIA Achmad Bahtiar Rifai
Jurnal Veteriner Vol 21 No 3 (2020)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.994 KB)

Abstract

Megalocytivirus is a member of Iridoviridae family and causes very high economic losses in fish farming. Megalocytivirus has three species, Infectious Spleen and Kidney Necrosis Virus (ISKNV), Red Sea Bream Iridovirus (RSIV), and Turbot Reddish Body Iridovirus (TRBIV). This study aims to detect Megalocytivirus and identify the species (ISKNV, RSIV and TRBIV) in order to determine the latest status of Megalocytivirus infection in Indonesia. Samples were taken from marineculture include grouper, barramundi and silver pomfret, while in freshwater fishes were gourami, tilapia and freshwater ornamental fish from several regencies in Indonesia. Selected fishes were fishes with clinical signs such as the body looks dark, decreased appetite, mortality rate above 40%, less active in swimming (lethargy) and separating from other fish groups. The method for virus detection using coagglutination test and species identification using the Polymerase Chain Reaction (PCR) with the target gene Major Capsid Protein (MCP). All samples from North Sumatera Province showed negative results both serologically and molecular, while 11 other provinces gave varying results. All samples of freshwater fish were infected with ISKNV, fishes from marineculture were infected with ISKNV and RSIV. The TRBIV virus was not detected in all samples.

Page 2 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2020 2020