cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 1,116 Documents
Laporan Kasus: Keberhasilan Penanganan Transmissible Venereal Tumor pada Anjing Kacang Betina dengan Eksisi dan Kemoterapi Stephanie Ariella Gunawan; I Gusti Agung Gde Putra Pemayun; Anak Agung Gde Jayawardhita
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.385

Abstract

Transmissible Venereal Tumor (TVT) adalah tumor umum pada anjing yang ditularkan melalui perkawinan, jilatan, atau mengendus lesi tumor anjing penderita. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengungkapkan keberhasilan penanganan TVT pada anjing kacang melalui metode pembedahan dan kemoterapi. Anjing lokal/kacang betina berumur enam tahun dengan bobot badan 8,7 kg datang dengan keluhan adanya massa pada vagina disertai tetesan darah. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan adanya sel-sel tumor berupa sel-sel limfoblas homogen polyhedral tersusun dalam stroma dengan indeks mitosis tinggi yang teridentifikasi sebagai TVT. Penanganan dilakukan dengan eksisi massa tumor dan kemoterapi dengan vincristine sulfate 0,025 mg/kg bb secara intravena diberikan seminggu pascaoperasi sebanyak empat kali berturut-turut dengan interval waktu satu minggu. Pascaoperasi diberikan injeksi antibiotik cefotaxime 20 mg/kg bb, q12h intravena selama tiga hari, dilanjutkan dengan cefixime 10 mg/kg bb, q12h per oral selama lima hari. Analgesik asam tolfenamat 4 mg/kg bb, q24h diberikan selama tiga hari pascaoperasi. Tetesan darah berhenti setelah tiga hari dan luka insisi tertutup pada hari ke-7 pascaoperasi. Pada hari ke-35 terlihat luka mengering, ukuran kelamin kembali normal, tidak ada tetesan darah, serta nafsu makan dan minum baik, dengan ini disimpulkan bahwa penanganan kasus TVT dengan metode eksisi disertai kemoterapi memberikan hasil yang baik terhadap kesembuhan pasien.
Prevalensi Cacing Jantung (Dirofilaria immitis) pada Anjing di Kota Pontianak Periode 2020-2022 serta Potensinya Muncul Kembali Sebagai Zoonosis I Putu Juli Sukariada; Putu Mira Puspitayani; Maulid Dio Suhendro; Dwi Suprapti
Jurnal Veteriner Vol 24 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.4.525

Abstract

Indonesia sebagai negara beriklim tropis, memiliki tingkat kejadian penyakit zoonosis yang cukup tinggi, terutama penyakit zoonosis yang penularannya melalui gigitan nyamuk Culex sp., yaitu Dirofilariasis. Dirofilariasis merupakan penyakit zoonosis yang sangat perlu mendapat perhatian di Indonesia. Dirofilariasis disebabkan oleh infeksi cacing Dirofilaria immitis, golongan nematoda yang hidup pada arteri pulmonalis, ventrikel kanan jantung, ruang mata depan dan rongga peritonium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kasus Dirofilariasis yang terjadi di Kota Pontianak dari tahun 2020 sampai dengan tahun 2022. Data kejadian Dirofilariasis yang terjadi di Kota Pontianak diperoleh dari hasil uji natif darah, sitologi ulas darah dan Rapid Test Antigen terhadap sampel darah anjing yang dibawa datang ke Klinik Hewan Purnama, Pontianak dengan gejala klinis batuk, dispnea, penurunan bobot badan, mudah lelah, hemoptisis, sianosis dan gagal jantung kongestif. Berdasarkan data pasien yang datang ke Klinik Hewan Purnama tercatat sebanyak 55 ekor anjing yang datang ke klinik dari tahun 2020 sampai tahun 2022 menunjukkan gejala terindikasi dirofilariasis, setelah dilakukan rangkaian pemeriksaan ditemukan sebanyak 43 ekor anjing positif terinfeksi Dirofilariasis dan terkonfirmasi ditemukan adanya mikrofilaria pada pemeriksaan sitologi. Pemeriksaan mikrofilaria di dalam darah umumnya memiliki sensitivitas yang rendah, karena adanya infeksi tanpa mikrofilaria pada darah perifer (occult infections). Pada penelitian ini, anjing yang didiagnosis positif dengan pemeriksaan serologi juga terkonfirmasi positif ditemukan mikrofilaria pada pemeriksaan sitologi. Kejadian Dirofilariasis di Kota Pontianak dari tahun 2020 sampai tahun 2022 sebesar 78,2%. Angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat infeksi D. immitis pada anjing di Kota Pontianak sangat tinggi dan berpotensi memunculkan kembali zoonosis diroflariasis.
Ovarian Dinamics of Simmental Crossbreed Diagnosed Prolonged Oestrus Cows Treated With a Intravenous of Human Chorionic Gonadotrophin (hCG) nisfu bayu kurniadi; Ligaya ITA Tumbelaka; Amrozi Amrozi; Langgeng Priyanto
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.271

Abstract

This study was aimed to identify ovarian dynamics using ultrasonography (USG) in simmental crossbreed cows diagnosed prolonged oestrus treatment with human chorionic gonadotrophin (hCG). A total of four Simmental crossbreed cows diagnosed with prolonged oestrous were used in this study. The first oestrous observations in all four cows were a control group, where as the next oestrous cycle observation to the same four cows treated with 1500 IU hCG in jugular vein refer to treated group. The observation of ovarian dynamics was started from the first oestrous day until ovulation occurs in the second oestrus cycle using ultrasonography (USG) with a linear rectal probe. At the same time, follicle and corpus luteum (CL) images were recorded every day. Data were analyzed using paired data comparison test (pair sample t-test). The observation results ovarian dynamics on prolonged oestrus cows showed that the long of oestrous cycle was 22.5 ± 0.5 days, and there are three follicular wave patterns in oestrous cycle. The first wave of dominant follicle was firstly identified on day 3.3 ± 0.5, reached maximum diameter 12.0 ± 0.3 cm. The second and third dominant follicle appeared on day 10.8 ± 0.5 and 15.8 ± 0.5 cm reached maximum diameter 1.2 ± 0.3 cm dan 1.5 ± 0.3 cm. Therapy with hCG does not significantly affect the dominant follicle’s diameter during oestrous (p>0.05). The conclusion of this study showed that 1500 IU of hCG therapy does not affect the development of dominant follicle, however, it can shorten the duration of oestrous and ovulation time.
Peningkatan Efisiensi Pembelajaran Mandiri Anatomi Veteriner dengan Bantuan Teknologi Virtual Eragilang Muhammad Hastapatria; Sri Nurdiati; Srihadi Agungpriyono; Hany Savitry
Jurnal Veteriner Vol 24 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.4.515

Abstract

Pembelajaran Anatomi Veteriner di pendidikan kedokteran hewan umumnya didukung dengan kegiatan praktikum menggunakan kadaver hewan dan dilakukan di laboratorium khusus. Penggunaan hewan atau kadaver hewan sebagai bahan peraga pendidikan sangat membantu pemahaman mahasiswa terhadap struktur dan anatomi. Di sisi lain, pesatnya perkembangan teknologi memberikan alternatif pengembangan metode pembelajaran seperti penggunaan teknologi berbasis virtual reality (VR). Penggunaan teknologi berbasis VR sekaligus untuk mengatasi kekurangan dalam penggunaan cadaver hewan dan pemenuhan kaidah kesejahteraan hewan (animal walfare). Metode tersebut juga mampu membawa pengguna merasakan pengalaman berada di dunia virtual dan memungkinkan pembelajaran mandiri dilakukan di mana dan kapan saja. Dalam penelitian ini dikembangkan sebuah prototype perangkat ajar dengan teknologi VR yang diterapkan pada model tulang kuda (Equus caballus). Selanjutnya untuk mempermudah akses, VR dipadukan dengan kanal akses melalui website menggunakan metode embedding sehingga pengguna bisa mengakses melalui berbagai perangkat keras seperti komputer, telepon seluler pintar dan kaca mata VR sehingga diharapkan tercipta prototype yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu mengurangi penggunaan kadaver hewan dan menjadi pengembangan awal untuk penelitian selanjutnya. Dalam studi ini berhasil dikembangkan prototype sistem dan model tulang kuda yang disematkan dalam bentuk VR dan memenuhi seluruh fungsi yang dibutuhkan. Penggunaan metode User Experience Questionnaire (UEQ) prototype sistem telah berhasil memperoleh nilai melebihi rata-rata dengan komponen berupa daya tarik, ketepatan dan stimulasi yang mampu diterima dengan baik oleh kalangan mahasiswa di samping itu pengembangan prototype sistem anatomi veteriner dapat dijadikan alternatif pembelajaran mahasiswa secara mandiri, namun tidak menggantikan metode pembelajaran secara tradisional.
Analisis Risiko Kualitatif terhadap Masuknya Virus Equine Influenza ke Indonesia Melalui Pemasukan Kuda Asal Belanda Eko Sugeng Pribadi; Amrie Muhammad; Sri Murtini
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.209

Abstract

Equine Influenza (EI) adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang sangat menular pada hewan dalam keluarga equidae seperti kuda, keledai dan zebra yang disebabkan oleh dua subtipe Virus Influenza A (H7N7 dan H3N8) dari famili Orthomyxoviridae. Belum terdapat data ilmiah mengenai keberadaan virus EI di Indonesia hingga saat ini. Kuda yang dimasukkan (diimpor) dari Belanda ke Indonesia diperuntukkan sebagai kuda pacu dalam olahraga berkuda, hewan kesayangan dan pembibitan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan besarnya peluang risiko masuknya virus EI ke Indonesia melalui pemasukan kuda dari Belanda menggunakan kerangka analisis risiko kualitatif. Metode pengumpulan data primer diperoleh dari pendapat pakar, pengamatan langsung, wawancara, sertifikat kesehatan dari negara asal, dan hasil pemeriksaan laboratorik. Data sekunder diambil melalui pustaka, penerbitan ilmiah, dan data dari instansi berwenang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkiraan risiko pada penilaian pelepasan virus EI ke Indonesia secara keseluruhan dinilai sangat tinggi dan perkiraan risiko pada penilaian pendedahan virus EI oleh kuda terinfeksi ke hewan rentan dan lingkungan di Indonesia secara keseluruhan dinilai tinggi. Dampak secara langsung dan tidak langsung masuknya virus EI ke Indonesia secara keseluruhan diduga sangat tinggi. Perkiraan tingginya risiko yang didapatkan dalam penelitian ini dapat diturunkan melalui pengelolaan risiko yang dilakukan oleh Pemerintah terhadap kepastian status EI di Belanda, pemeriksaan laboratorik, pedoman tindakan karantina, pengetahuan masyarakat dan peninjauan status EI di Indonesia.
Perbedaan Aktivitas Antimalaria Citrus maxima, Anredera cordifolia, Kombinasi Solanum lycopersicum-Malus domestica-Daucus carota pada Mencit Diinfeksi Plasmodium berghei) Dewa Ayu Agus Sri Laksemi; Luh Putu Ratna Sundari; Ni Luh Rustini; Ketut Tunas; Putu Ayu Asri Damayanti; I Made Sudarmaja; Ni Made Linawati
Jurnal Veteriner Vol 25 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2024.25.1.103

Abstract

Resistensi obat malaria menyebabkan gejala berat dan kegagalan pengobatan. Untuk mengembangkan obat baru, dilakukan skrining terhadap beberapa tanaman yang berpotensi digunakan sebagai antimalaria. Penelitian ini bertujuan untuk memilih serta membandingkan aktivitas antimalaria Citrus maxima, Anredera cordifolia, Solanum lycopersicum, kombinasi Solanum lycopersicum-Malus domestica-Daucus carota pada mencit, Mencit Balb c jantan dibagi menjadi enam kelompok (n=5). Tanaman kering diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan metanol 80%. Uji selama 4 hari dilakukan untuk memastikan efek antimalaria dari berbagai tanaman tersebut. Setelah diinokulasi dengan Plasmodium berghei, kelompok perlakuan diberi ekstrak sebanyak 1000 mg/kg, sedangkan DHP (Dihydroartemisinine Piperaquine) dan RPMI 5% berperan sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan semua ekstrak menunjukkan tingkat parasitemia lebih rendah dibandingkan dengan kontrol negatif. Penelitian ini menunjukkan persentase penekanan parasit sebesar 58.7, 84.3, 77.4, 61.4, dan 83.9 % untuk kombinasi Anredera cordifolia, Citrus maxima, Solanum lycopersicum, Solanum lycopersicum-Malus domestica-Daucus carota dan Dihydroartemisinine Piperaquine. Penekanan parasit tertinggi (84,3%) terdapat pada kelompok yang diberi ekstrak Citrus maxima. Ekstrak buah Citrus Maxima, Anredera Cordifolia, Solanum Lycopersicum-Malus Domestica-Daucus Carota mempunyai aktivitas antimalaria yang berbeda dengan Citrus maxima memilikipotensi terbaik sebagai antimalaria.
Syok Indeks sebagai Penduga Tingkat Syok Hewan Model Kelinci New Zealand White pada Kejadian Syok Hemoragi Dwi Utari Rahmiati; Gunanti Gunanti; Deni Noviana; Eva Harlina
Jurnal Veteriner Vol 24 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.4.422

Abstract

Syok hemoragi didefinisikan sebagai kondisi jaringan perifer dan organ tidak mampu melakukan perfusi akibat kehilangan darah dalam volume tertentu. Prediksi tingkat keparahan syok hewan pada fase prehospital masih belum banyak dilaporkan. Kendala keterbatasan alat untuk deteksi tekanan darah, membuat nilai syok indeks (SI) sulit untuk dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menduga nilai SI berdasarkan volume darah yang dikeluarkan, dengan kondisi syok yang dikonfirmasi dengan gambaran klinis. Penelitian ini menggunakan lima ekor kelinci jenis New Zealand White yang diinduksi syok hemoragi sebanyak 10% dengan cara evakuasi darah melalui arteri carotis. Parameter fisiologi yang teramati yaitu; heart rate (HR), respiration rate (RR), mean arterial pressure (MAP), tekanan sistol dan diastol, dan saturasi oksigen (SPO2 ). Nilai syok indeks (SI) pada penelitian ini yaitu 1,6 ± 0,4 atau dalam level sedang-berat. Level SI berbeda dengan parameter fisiologis, yang menunjukkan perbaikan menuju nilai baseline hampir pada seluruh parameter (HR, RR, MAP, sistol, SPO2 ) pada menit ke-15 pascasyok. Gambaran klinis dan SI, tidak menunjukkan relevansi, sehingga nilai SI belum dapat digunakan sebagai penduga tingkat keparahan syok, karena membutuhkan cut-off point syok atau mempertimbangkan penggunaan modified shock index (MSI) atau simple Shock Index (sSI) sebagai metode untuk penduga/prediksi syok. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuat klasifikasi syok khusus hewan kelinci.
Cajanus Cajan Leaf and Ginger Increase Antioxidant Defence in Pancreatic Diabetic Rats: An Immunohistochemical Study Tutik Wresdiyati; Bella Dinar Fauqii Cahyani; Hamzah Alfarisi; Siti Sa'diah; Made Astawan
Jurnal Veteriner Vol 25 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2024.25.1.1

Abstract

Hyperglycemia in diabetes mellitus results in stress oxidative condition. This study aims to analyze the antioxidant defence in pancreatic experimental-diabetic rats treated with a combined extract of Cajanus cajan leaf and ginger, using an immunohistochemical technique for copper, zinc – superoxide dismutase (Cu,Zn-SOD). A total of 25 male Sprague Dawley rats were used in this study. The rats were randomly divided into five groups; normal control group (NC), diabetic group (DM), two groups DM treated with a different dose combination of Cajanus cajan leaf extract and ginger extract (DME and DMF), and DM treated with glibenclamide (DMG). This study used 110 mg/kg BW alloxan induction to obtain diabetic conditions, and the treatments of the extract were conducted for 28 days. The pancreatic tissues were processed using the paraffin standard method and an immunohistochemical technique using monoclonal antibody Cu,Zn-SOD. The results showed that a combination of Cajanus cajan leaf extract and ginger extract lowered the level of blood glucose, increased body weight, and increased the level of Cu,Zn-SOD content in pancreatic tissues of experimental-diabetic rats. This study concluded that combining Cajanus cajan leaf extract and ginger extract increased antioxidant defence in pancreatic organs of experimental-diabetic rats.
Hypercholesterolemia and its Management Using Various Bioactive Compounds: A Literature Review Tutik Wresdiyati; Dimas Ahmad Rizaldi; Trioso Purnawan
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.406

Abstract

Hypercholesterolemia is characterized by levels of total cholesterol and low-density lipoprotein (LDL) above normal. Hypercholesterolemia is a major risk factor for cardiovascular disease. This study was aimed to explore and analyze various bioactive compounds to manage hypercholesterolemia. Efforts to overcome the condition of hypercholesterolemia are to reduce the consumption of a diet rich in cholesterol and calories, and consuming contemporary hypercholesterolemic drugs such as statins, as well as by regulating the body’s cholesterol metabolism with various antihypercholesterolemic bioactive compounds. Various findings of antihypercholesterolemic bioactive compounds have various sources and effects on cholesterol profiles. Bioactive compounds can be classified according to their mechanism of hypocholesterolemic action, which are inhibition of cholesterol absorption, inhibition of cholesterol biosynthesis, increased cholesterol excretion, increased cholesterol reverse transport, and increased cholesterol catabolism. Several bioactive compounds are involved in a dual mechanism. The development of these various bioactive compounds can be used as an alternative treatment for hypercholesterolemia since contemporary medicines have proven to have many side effects.
Tingkat Kepadatan dan Status Resistansi Lalat Pengganggu di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang Andri Kurnia; Susi Soviana; Akhmad Arif Amin
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.248

Abstract

Lalat sebagai vektor penyakit yang bersifat mewabah, indikator sanitasi maupun kondisi lingkungan permukiman yang tidak sehat dan pengganggu kenyamanan, memerlukan penanganan serius apabila suatu daerah ditemukan infestasi lalat dengan kepadatan yang tinggi. Cara singkat untuk mengendalikan lalat di lingkungan adalah dengan menggunakan insektisida. Satu diantara tugas dan fungsi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang adalah melakukan pengukuran kepadatan dan pengendalian lalat di Pelabuhan Teluk Bayur. Pengukuran kepadatan lalat dilakukan di perimeter, buffer dan pasar yang berada di wilayah buffer pelabuhan menggunakan fly grill. Sementara itu uji resistansi dilaukan pada enam koloni lalat pengganggu (masing-masing koloni Musca domestica dan Chrysomya megacephala dari area perimeter, buffer dan pasar) terhadap insektisida sipermetrin dengan menggunakan metode bioassay. Pengukuran kepadatan lalat didapatkan rendah (<2 lalat) di area perimeter, dan kategori (6-20) di area buffer dan Pasar Gaung. Hasil uji status resistansi lalat pengganggu, menunjukkan status rentan pada koloni lalat M. domestica dan C. megacephala yang berasal dari area perimeter juga koloni M. domestica asal pasar, sedangkan koloni lalat M. domestica dan C. megacephala asal area buffer serta koloni C. menacephala asal pasar diduga telah resistan.

Filter by Year

2000 2024