cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 1,116 Documents
Penggantian Konsentrat Komersial dengan 12% Konsentrat Limbah Closed House Membuat Performa dan Profil Hematologi Babi Tetap Optimal I Nyoman Tirta Ariana; Ida Bagus Komang Ardana; Dewa Ayu Warmadewi; Budi Rahayu Tanama Putri; I Nyoman Sumerta MIwada
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.320

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek substitusi konsentrat komersial CP-152 dengan konsentrat asal limbah closed house (KLCH) pada ransum terhadap performa dan profil hematologi babi landrace. Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan setiap perlakuan terdirri atas empat ulangan. Perlakuan tersebut yaitu, A: penggunaan 0% KLCH + 24% konsentrat CP-152; B: 12% KLCH + 12% konsentrat CP-152 dan C: 24% KLCH + 0% konsentrat CP-152. Penelitian menggunakan 12 ekor babi landrace fase finisher dengan rataan bobot badan 63,42 ± 2,39 kg. Parameter penelitian adalah performa dan profil hematologi babi landrace. Hasil penelitiannya adalah, pada kelompok perlakuan A dan B diperoleh hasil yang tidak berbeda nyata untuk semua parameter penunjang performa (P>0,05). Dengan pemakaian 24% KLCH (perlakuan C) didapatkan performa pertambahan bobot badan harian: 11,5% lebih rendah dan susut bobot badan 35,7% lebih tinggi dibandingkan dengan A dan B (P<0,05). Pemakaian konsentrat komersial 12%-24% KLCH tidak menyebabkan perubahan profil hematologi babi landrace (P>0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah substitusi 12% KLCH (B) diperoleh performa yang paling baik. Substitusi konsentrat komersial CP-152 dengan KLCH tidak mengubah profil hematologi babi landrace.
Laporan Kasus: Penanganan Pyometra Tertutup Disertai Kalkuli Vesika Urinaria pada Anjing Pomeranian Berusia Tujuh Tahun Bravanasta Glory Rahmadyasti Utomo; I Gusti Agung Gde Putra Pemayun; I Wayan Wirata; I Gusti Made Krisna Erawan; I Wayan Batan
Jurnal Veteriner Vol 24 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.4.573

Abstract

Pyometra adalah kondisi peradangan pada endometrium mengakibatkan akumulasi nanah di dalam rahim. Pyometra dapat terjadi secara kronis (pyometra terbuka) dan secara akut (pyometra tertutup). Pyometra tersebut harus segera mendapatkan penanganan karena sifatnya gawat darurat. Masalah kesehatan pada sistem perkencingan juga banyak ditemukan pada anjing, salah satunya adalah kalkuli vesika urinaria (VU). Kalkuli adalah kondisi terbentuknya urolith pada saluran perkencingan terutama di VU. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengungkap kejadian pyometra yang berlangsung secara bersamaan dengan kalkuli VU pada anjing. Anjing ras pomeranian, berusia tujuh tahun, jenis kelamin betina, dengan bobot 2,3 kg, dibawa oleh pemiliknya ke Laboratorium Ilmu Bedah Veteriner FKH Unud dengan keluhan terjadi pembesaran pada bagian perut. Berdasarkan anamnesis dan gejala klinis yaitu pembesaran abdomen serta keluarnya leleran berwarna putih dan berbau dari vagina. Pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan hematologi rutin, pemeriksaan biokimia darah, menunjukkan leukositosis dan trombositopenia yang parah. Pemeriksaan radiografi rongga abdomen, dan pemeriksaan ultrasonografi, menunjukkan hasil adanya penebalan dinding dan pembesaran uterus serta gambaran hipoekoik di dalam uterus, serta hasil radiografi memperlihatkan adanya massa radiopaque bulat pada VU, anjing menderita pyometra tertutup disertai dengan adanya kalkuli pada VU. Penanganan yang diberikan berupa tindakan pembedahan ovariohysterectomy untuk mengangkat rahim dan sistotomi untuk mengeluarkan batu dari dalam VU. Premedikasi yang diberikan adalah Atropine Sulfate dengan dosis 0,02 mg/kg BB secara subkutan dan kemudian diinduksi menggunakan kombinasi Xylazine 0,87 mg/kg BB dan Ketamin 4,35 mg/kg BB secara intravena. Selama operasi diberikan tambahan anestesi dengan dosis yang sama dengan dosis awal pemberian. Pada hari kedua setelah operasi kondisi anjing menurun dan akhirnya mati.
Deteksi Antibodi Terhadap Covid-19 pada Anjing dan Kucing di Indonesia Yunetta Putri Arios; Joko Pamungkas; Diah Iskandriati; I Wayan Teguh Wibawan; Sriyanto Sriyanto; Andi PM Yusmanto
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.295

Abstract

Di Indonesia sampai saat ini tidak banyak publikasi data terkait status epidemi Covid-19 yang disebabkan Severe Acute Respiratory Syndrom Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) pada anjing dan kucing. Beberapa penelitian di negara lain menunjukkan prevalensi antibodi yang relatif tinggi pada anjing dan kucing dengan riwayat kontak erat dengan manusia yang terinfeksi Covid-19. Hal ini menunjukkan mudahnya penularan dari manusia ke hewan kesayangan. Data dan kajian mengenai kejadian Covid-19 pada anjing dan kucing yang berada di Indonesia maupun yang dilalulintaskan dapat memberikan informasi awal terkait keberadaan penyakit ini pada hewan kesayangan. Studi ini dilakukan untuk melihat keberadaan SARS-CoV-2 pada anjing dan kucing serta responskebal yang terbentuk. Sampel yang digunakan diperoleh dari hewan yang berasal dari berbagai negara dan beberapa klinik di Indonesia. Sebanyak (128 serum kucing dan 53 serum anjing) diuji menggunakan metode Indirect Enzym Linked Immunosorbant Assay (ELISA) sedangkan sampel usap/swab orofaringeal yang terdiri atas 1.499 swab asal kucing dan 958 swab asal anjing diuji menggunakan metode Real Time Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction. Berdasarkan hasil uji terdeteksi antibodi terhadap SARS-CoV-2 terdapat pada dua ekor anjing (3,8 %) dan enam ekor kucing (4,7 %). Uji kuantitatif PCR tidak menunjukkan adanya virus pada semua sampel yang diuji. Hasil studi ini dapat memberikan informasi awal untuk melakukan studi epidemiologi lanjutan terkait infeksi SARS-CoV-2 pada hewan kesayangan.lanjutan terkait infeksi SARS-CoV-2 pada hewan kesayangan.
CHARACTERISTICS OF THE BODY SIZE OF THE SENDURO GOAT WHICH IS ORIGIN FROM SENDURO, LUMAJANG, EAST JAVA Guruh Prasetyo; Tri Eko Susilorini; Wike Andre Septian; Yuli Arif Tribudi; Ahmad Zarkasi Efendi; Nur Hidayah; Heri Damayanti; Suyadi Suyadi
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.230

Abstract

Germplasm diversity is a valuable source of genetic material whose existence needs to be protected and preserved. One of the original Indonesian goat germplasms is Senduro goat, which has been established by the Decree of the Ministry of Agriculture Republic of Indonesia No. 1055/Kpts/ SR.120/10/2014 and originates from Senduro District, Lumajang Regency, East Java. The purpose of the study was to analyze the phenotypic traits of Senduro goats based on their quantitative traits. Phenotype observations include body length, chest circumference, shoulder height, ear length, and rewos hair length and correlate each phenotype trait. The materials used in this study were 14 and 25 head of adult male and female Senduro goats, respectively. Senduro goats that were observed in the condition of incisor the thirdth (I3 ) were replaced by permanent teeth, it mean the Senduro goats aged 2-4 years. The morphometric data obtained were calculated as mean, standard deviation, and correlation between morphometric measures using the Genstat 14.2 program and then analyzed descriptively. The results of this study showed that Senduro goats had a body weight of 24.56 ± 5.48 kg (male) and 26.84 ± 6.50 kg (female), a body length of 63.89 ± 4.76 cm (male) and 63.32 ± 6.29 cm (female), a chest circumference of 61.67 ± 4.36 kg (male) and 66, 48 ± 6.56 cm (female), a shoulder height of 66.33 ± 4.53 cm (male) and 64.71 ± 5.76 cm (female), ear length of 31.22 ± 2.17 cm (male) and 28.13 ± 2.74 cm (female), and length of rewos/surai hair of 17.56 ± 1.67 cm (male) and 14.58 ± 2.39 cm (female) Morphometric measures in Senduro goats are positively correlated with each other. There is a highly significant correlation between chest circumference, body length, and height and body weight in Senduro goats.
Pendekatan One Health: Deteksi Gen blaZ dari Isolat Staphylococcus aureus Asal Peternakan Sapi Perah di Sulawesi Selatan Sartika Juwita; Agustin Indrawati; Retno Damajanti; Safika Safika; Ni Luh Putu Ika Mayasari; Edi Purwanto; Handayani Halik; Muh Ramadhan; Suhartila Suhartila
Jurnal Veteriner Vol 25 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2024.25.1.122

Abstract

Resistansi antibiotik merupakan masalah kesehatan penting di seluruh dunia yang berdampak pada kesehatan manusia dan hewan. Kehadiran gen resistan pada Isolat Staphylococcus aureus dapat berkontribusi pada pengembangan resistansi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan gen blaZ yang berasal dari isolat S. aureus yang resistan terhadap antibiotik penisilin G dari wilayah peternakan sapi perah di Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel penelitian diperoleh dari 20 lokasi peternakan sapi perah yang tersebar di Kabupaten Enrekang. Identifikasi S. aureus dilakukan dengan metode fenotipik dan genotipik. Isolat S. aureus yang resistan terhadap antibiotik penisilin G berasal dari manusia (n=6), ternak sapi perah (n=10), dan produk dangke (n=2) diperoleh dari hasil uji sensitivitas terhadap antibiotik penisilin G (10 U) dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Deteksi gen blaZ menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat yang berasal dari manusia, ternak sapi perah, dan produk dangke terdeteksi keberadaan gen blaZ masing-masing sebesar 100%. Gen blaZ yang terdapat pada isolat manusia, hewan, dan produk dangke berpotensi menyebar antar isolat dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan manusia.
Sistem Pemeliharaan Babi dan Pemahaman Peternak Terhadap Demam Babi Afrika di Bangka Kenda, Manggarai, Nusa Tenggara Timur Elisabeth Yulia Nugraha; Hendrikus Demon Tukan; Nautus Stivano Dalle; Hilarius Yosef Sikone; Wigbertus Gaut Utama
Jurnal Veteriner Vol 24 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.4.442

Abstract

Demam babi afrika atau African Swine Fever (ASF) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus DNA, family Asfarviridae dari genus Asfivirus. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pemeliharaan ternak babi dan tingkat pemahaman masyarakat peternak babi berserta faktor-faktor yang memengaruhi penyebaran penyakit ASF. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yakni pada bulan Februari-April 2023 di Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah purposive random sampling yakni survei lapangan dan wawancara responden, dalam hal ini para peternak dengan menggunakan kuesioner sebagai alat bantu. Data dianalisis mengggunakan analisis statistika deskriptif dan analisis regresi linear berganda menggunakan aplikasi Jeffrey’s Amazing Statistics Program (JASP). Hasil penelitian sistem peneliharaan ternak babi dan tingkat pemahaman masyarakat peternak babi terhadap penyakit ASF di Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i dapat dikemukakan bahwa: (1) Presentase sistem pemeliharan ternak babi, memelihara satu ekor babi (46,7%), sistem usaha penggemukan 64,4% dan tingkat pengetahuan memilih bibit ternak babi yang masih tergololong rendah yakni 28,9%; (2) Presentase tingkat pengetahuan peternak mengenai penyakit ASF masih tergolong rendah yakni sebesar 22,2%; (3) faktor umur dan faktor sumber informasi pengenai penyakit ASF sebesar 11.313 dan 1.452. Persentase pemahaman peternak babi terkait informasi penyakit ASF ini masih cukup rendah yakni sebesar 4,52%. Simpuiannya adalah dalam sistem pemeliharaan babi, kebanyakan peternak memelihara satu ekor, kurang mampu memilih bibit dan umumnya untuk digemukkan di samping itu pengetahuan mereka tentang ASF masih sangat rendah. Umur peternak dan sumber informasi sangat memengaruhi system peternakan babi dan tingkat pengetahuan mereka terhadap ASF. Untuk itu diperlukan peningkatan edukasi terkait penyakit ASF.

Filter by Year

2000 2024