cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 1,519 Documents
S100B sebagai Prediktor Defisit Neurologi pada Anak dengan Sepsis Jati Kusuma Wardhani; Tjipta Bahtera
Sari Pediatri Vol 22, No 4 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.4.2020.218-23

Abstract

Latar belakang. Respon sepsis merupakan rantai kejadian yang kompleks, terdiri dari proses inflamasi dan anti inflamasi, reaksi humoral dan selular, dan abnormalitas hemodinamik. Komplikasi sepsis dapat terjadi di semua organ dengan manifestasi berupa kegagalan fungsi multiorgan, salah satunya adalah susunan saraf pusat. Biomarker S100B merupakan suatu pemeriksaan yang digunakan untuk mengetahui tingkat kerusakan neurologi dan prognosis pasien anak/bayi dengan kondisi kritis salah satunya adalah sepsisTujuan. Membuktikan bahwa kadar S100B dapat digunakan sebagai prediktor terjadinya defisit neurologi pada anak dengan sepsis.Metode. Penelitian kohort prospektif pada 52 pasien anak dengan sepsis yang dirawat di Bangsal Anak, HCU, PICU dan IGD RSUP Dr. Kariadi Semarang periode Januari 2019 sampai Juni 2019. Pasien dengan sepsis diambil sampel darah S100B untuk dinilai kemudian dilihat dalam waktu 3 hari ada atau tidaknya defisit neurologi. Perbedaan S100B antara kedua kelompok dianalisis dengan uji Independent T Test. Cut-off point serum S100B sebagai prediktor defisit neurologi ditentukan dengan menggunakan kurva ROC.Hasil. Sejumlah 52 anak sepsis diikutkan dalam penelitian. Terdapat 20 anak dengan defisit neurologi dan 32 anak tanpa defisit neurologi. Mean S100B dengan defisit neurologi adalah 0,44±0,24 μg/L dan tanpa defisit neurologi adalah 0,14±0,06 μg/L (95% CI 0,21-0,39, p<0,0001). Luas area di bawah kurva ROC 0,923, dengan cut-off point S100B 0,21 μg/L, RR 9,84 (95% CI 3,309 – 29,27; p<0,0001).Kesimpulan. S100B dapat digunakan sebagai prediktor defisit neurologi pada anak dengan sepsis.
Pelayanan Imunisasi Dasar pada Bayi di Bawah Usia 12 Bulan dan Faktor yang Memengaruhi di RSUD Wangaya Kota Denpasar Selama Masa Pandemi COVID-19 Fabiola Vania Felicia; I Kadek Suarca
Sari Pediatri Vol 22, No 3 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.3.2020.139-45

Abstract

Latar belakang. Pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan kegawatan internasional di bidang kesehatan masyarakat yang membebani sistem kesehatan dan mengganggu kelangsungan layanan kesehatan rutin termasuk imunisasi dasar. Akibatnya, jumlah anak yang diimunisasi menurun, berisiko terjangkit penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, dan terjadi kejadian luar biasa di tengah pandemi. Tujuan. Mengetahui kondisi layanan imunisasi dasar pada bayi <12 bulan selama masa pandemi COVID-19 dan faktor yang memengaruhi.Metode. Studi potong lintang ini melibatkan bayi <12 bulan yang mendapat imunisasi dasar di Poliklinik Anak RSUD Wangaya pada Januari-Juli 2019 dan 2020. Data diperoleh dari buku registrasi imunisasi poliklinik anak.Hasil. Kunjungan imunisasi dasar pada Januari-Juli 2020 dan 2019 adalah 123 dan 368 pasien. Dibandingkan dengan kunjungan keseluruhan poliklinik anak, persentasenya 13,1% dan 21,9% (p<0,001). Tren kunjungan per bulan berbeda bermakna pada Mei (p<0,001), Juni (p=0,026), dan Juli (p=0,036). Terjadi penurunan kunjungan pasien sehat, sedangkan pasien dengan kelainan penyerta (bayi dari ibu HIV/AIDS, berat badan lahir rendah, dst) relatif tetap (p<0,001). Kesimpulan. Masa pandemi COVID-19 memengaruhi pelayanan imunisasi dasar di rumah sakit berupa penurunan jumlah kunjungan dibandingkan tahun sebelumnya periode yang sama. Faktor yang berpengaruh adalah alasan kunjungan pasien imunisasi. 
Perbedaan Skor Developmental Quotient Menggunakan Cognitive Adaptive Test/Clinical Linguistic Auditory Milestone Scale pada Anak Stunting di Surakarta Prima Evita Juwitasari; Harsono Salimo; Hari Wahyu Nugroho
Sari Pediatri Vol 22, No 6 (2021)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.6.2021.371-7

Abstract

Latar belakang. Anak stunting berisiko mengalami gangguan perkembangan. CAT/CLAMS merupakan alat skrining gangguan perkembangan yang efektif dan akurat mendeteksi keterlambatan kognitif global dan bahasa. Tujuan. Menganalisis perbedaan skor DQ anak stunting dan tidak stunting menggunakan CAT/CLAMS.Metode. Penelitian deskriptif observasional dengan desain studi potong lintang yang dilakukan di beberapa puskesmas dan posyandu di Surakarta Agustus 2018-Mei 2019 terhadap anak usia 3-36 bulan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian dikatakan bermakna jika nilai p<0,05.Hasil. Penelitian melibatkan 120 anak dengan rerata umur 19,7 + 9,49 bulan, terdiri dari 20% anak stunting dan 80% tidak stunting. Skor CAT pada anak dengan stunting rata-rata 93,15+5,24 dan tidak stunting 94,37+5,89, p=0,203 (p>0,05). Skor CLAMS pada anak stunting rata-rata 92,98+6,32 dan tidak stunting 92,76+6,61, p=0,933 (p>0,05) Skor DQ pada anak stunting rata-rata 93,06+5,44 dan tidak stunting 93,57+5,84, dengan nilai p=0,539 (p>0,05). Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada skor DQ anak stunting dna tidak stunting menggunakan CAT/CLAMS.
Hubungan Derajat Ketoasidosis Diabetik dengan Kadar Kalium pada Pasien Anak di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Periode Tahun 2014-2019 Faisal Faisal; Aliva Tamara Adelaine; Titing Nurhayati
Sari Pediatri Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.2.2020.71-5

Abstract

Latar belakang. Ketoasidosis diabetik (KAD) seringkali menjadi komplikasi penyakit DM tipe-1 dan merupakan kondisi gawat darurat yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada anak. Gangguan elektrolit termasuk kadar kalium dapat terjadi pada pasien KAD. Perubahan kadar kalium dapat terjadi karena peningkatan kadar kalium akibat defisiensi insulin, asidosis, dan hiperglikemia. Sementara penurunan kadar kalium berakibat diuresis osmotik, asupan makanan berkurang, dan muntah. Abnormalitas kadar kalium dapat menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Pemeriksaan kadar elektrolit termasuk kalium penting dilakukan dalam diagnosis KAD.Tujuan. Mengetahui hubungan antara derajat KAD dan kadar kalium pada pasien anak di RSUP Dr. Hasan Sadikin.Metode. Penelitian dilakukan pada September – November 2019 dengan rancangan studi analitik potong lintang menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data rekam medis pasien KAD anak di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung selama periode Desember 2014 – Oktober 2019. Data karakteristik umum dan klinis pasien dikumpulkan dan dilakukan uji korelasi Spearman untuk melihat hubungan antara derajat KAD dan kadar kalium dengan kemaknaan p<0,05.Hasil. Penelitian ini melibatkan 35 pasien KAD anak dengan total 39 episode. Enam (15,39%) pasien mengalami KAD derajat ringan, 13 (33,33%) sedang, dan 20 (51,28%) berat. Pada pemeriksaan kadar kalium pasien didapatkan 9 (23,08%) dengan hipokalemia, 21 (53,84%) normokalemia, dan 9 (23,08%) hiperkalemia. Dari hasil analisis Spearman didapatkan korelasi yang lemah antara derajat KAD dan kadar kalium (koefisien korelasi Spearman (r)=0,471, nilai p=0,002).Kesimpulan. Derajat KAD dengan kalium belum bisa dihubungkan mengingat sampel yang belum memadai dan hasil uji statistik yang masih lemah.
Gambaran Karakteristik Ibu, Pengetahuan, dan Praktik Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu pada Bayi di Kota Pontianak Rini Andriani; Bambang Supriyatno; Damayanti Rusli Sjarif
Sari Pediatri Vol 22, No 5 (2021)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.5.2021.277-84

Abstract

Latar belakang. Stunting adalah masalah malnutrisi balita di Indonesia. Di Kalimantan Barat, prevalensinya 33,3% berdasarkan data Riskesdas 2018. Praktik pemberian MPASI yang tidak optimal berkontribusi besar pada angka itu.Tujuan. Sebagai langkah awal dalam pencegahan stunting dilakukan survei untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu, pengetahuan, dan praktik pemberian MPASI pada bayi di kota Pontianak.Metode. Studi potong lintang dilakukan pada bulan November- Desember 2018 di tiga Puskesmas Kecamatan Kota Pontianak. Pengambilan sampel dan data primer dilakukan dengan metode consecutive sampling, wawancara dan pengisian kuisioner. Hasil. Didapatkan 110 ibu yang memenuhi kriteria inklusi dengan usia antara 26,9+5 tahun. Sebanyak 89,1% ibu memiliki gawai dan menggunakannya untuk mencari informasi nutrisi anak (82,7%). Ibu berpendapat informasi dari dokter (99,1%) yang paling terpercaya. Sebanyak 4,5% ibu memberikan MPASI dini dan 12,7% memberikan menu tunggal pada awal pemberian MPASI. Makanan pertama yang diberikan pada bayi usia 6 bulan terutama dari golongan karbohidrat dan ditemukan keterlambatan pemberian protein hewani. Sebanyak 20% ibu berpendapat bahwa garam dan gula tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun. Tidak semua ibu mengetahui manfaat pemberian minyak dalam MPASI dan masih terdapat 87,3% ibu yang berpendapat minyak tidak boleh diberikan pada usia di bawah 9 bulan. Dalam pemberian makan, terdapat ibu yang memberikan tontonan televisi/gawai saat makan (65,5%), memarahi (14,5%), dan memaksa anaknya untuk makan (11,8 %), Kesimpulan. Pengetahuan ibu yang kurang mengenai praktik pemberian MPASI berbasis bukti terkini masih menjadi penyebab utama praktik MPASI yang belum optimal. Intervensi edukasi yang menyeluruh melalui media gawai diperlukan untuk mengoptimalkan praktik pemberian MPASI oleh ibu.
Pengaruh Pendapatan Orangtua terhadap Kualitas Hidup Pasien Epilepsi Anak Monika Putri Gratia; Fadhilah Tia Nur; Muhammad Riza
Sari Pediatri Vol 22, No 4 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.4.2020.230-5

Abstract

Latar belakang. Kualitas hidup seseorang berkaitan dengan kondisi kesehatannya. Anak penderita epilepsi cenderung memiliki kualitas hidup yang buruk. Kualitas hidup rendah pasien epilepsi anak dipengaruhi oleh beragam faktor, salah satunya dari segi demografis keluarga, yaitu besar pendapatan orangtua.Tujuan. Mengetahui pengaruh pendapatan orangtua terhadap kualitas hidup pasien epilepsi anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, menggunakan instrumen PedsQL.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan di poli saraf anak Wijaya Kusuma RSUD Dr. Moewardi, melibatkan wawancara pada 50 pasien epilepsi anak beserta orangtuanya.Hasil. Pasien epilepsi anak sebagian besar (66.0%) memiliki kualitas hidup yang rendah. Pendapatan orangtua dinyatakan tidak signifikan memengaruhi kualitas hidup pasien epilepsi anak (p=0,281). Kualitas hidup pasien dipengaruhi oleh jenis pemberian OAE dan kepesertaan BPJS (p=0,001; p=0,040).Kesimpulan. Tidak terdapat pengaruh dari pendapatan orangtua terhadap kualitas hidup pasien epilepsi anak.
Bifidobakterium dan Kesehatan Saluran Cerna Anak Reza Ranuh; Badriul Hegar
Sari Pediatri Vol 22, No 3 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.3.2020.190-6

Abstract

Kolonosisasi mikrobiota saluran cerna yang didominasi oleh mikrobiota sehat merupakan aspek penting dalam optimalisasi kesehatan anak. Komposisi mikrobiota saluran cerna selalu berubah pada setiap keadaan karena banyak faktor yang memengaruhinya. Bifidobacteria terdapat dalam Air Susu Ibu dan mendominasi saluran cerna bayi yang mendapat ASI eksklusif, seringkali dikaitkan dengan kesehatan bayi dan anak dikemudian hari. Bifidobacteria dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu (1) spesies Bifidobacteria berasal dari manusia (human residential bifidobacteria/HRB) dan (2) spesies Bifidobacteria yang secara alami berkoloni di hewan/ lingkungan (non-HRB). Bifidobacteria breve, B. longum subsp.infantis, dan B. bifidum adalah HRB yang terdapat pada bayi. Kolonisasi usus bayi ASI eksklusif didominasi oleh HRB saat berusia 2 minggu. Suplementasi HRB memberikan efek protektif NEC pada bayi dengan usia gestasi <34 minggu. Resolusi sakit perut bermakna terlihat pada irritable bowel syndrome yang mendapat suplementasi HRB, walaupun demikian belum cukup kuat bukti untuk menyatakan bahwa probiotik lebih efektif dalam mencegah kolik infantil.
Validitas dan Reliabilitas Ages & Stages Questionnaire: Social-Emotional 2 versi Indonesia Validitas dan Reliabilitas Ages & Stages Questionnaire: Social-Emotional 2 versi Indonesia Citra Cesilia; Diah Asri Wulandari; Meita Dhamayanti
Sari Pediatri Vol 22, No 6 (2021)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.6.2021.343-50

Abstract

Latar belakang. Identifikasi dini gangguan sosial, emosi, dan perilaku merupakan hal penting untuk anak usia 3 tahun kebawah. Saat ini belum ada instrumen skrining untuk kelompok usia tersebut.Tujuan. Untuk menilai validitas dan reliabilitas Kuesioner Ages & Stages Questionnaire: Social-Emotional 2 versi Indonesia Metode. Studi ini merupakan studi potong-lintang yang dilakukan pada periode Agustus 2018 hingga November 2018 di Puskesmas Garuda, Bandung, Indonesia. Hasil. Sebanyak 659 dari 689 anak-anak terlibat pada studi ini. Hasil Cronbach’s alpha berkisar 0,486-0,779 sedangkan metode Split-half berkisar 0,08-0,91. Koefisien korelasi studi ini sebesar 0,68-0,95.Kesimpulan. Uji validitas ASQ:SE-2 pada usia 12-36 bulan memenuhi kriteria validitas. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach alpha pada kelompok usia 18, 24, dan 30 bulan memiliki reliabilitas yang cukup baik, adapun pada kelompok usia 12 bulan hasil uji reliabilitas dibawah cut-off point yang menunjukkan hasil tidak reliabel.
Gangguan Perilaku pada Anak Perempuan dengan Hiperplasia Adrenal Kongenital: Persepsi Orang Tua Nida Hanifah; Annastasia Ediati; Mahayu Dewi Ariani; Sultana MH Faradz; Agustini Utari
Sari Pediatri Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.2.2020.65-70

Abstract

Latar belakang. Paparan androgen sejak prenatal diduga berdampak pada banyak aspek perkembangan anak perempuan dengan Hiperplasia Adrenal Kongenital (HAK). Namun, data mengenai gangguan emosi atau gangguan perilaku pada anak dengan HAK di Indonesia masih terbatas.Tujuan. Mengetahui problem emosi/perilaku pada anak dengan HAK.Metode. Penelitian ini menggunakan desain belah lintang. Subyek penelitian diambil dari 11 anak perempuan dengan HAK berumur 6-18 tahun. Kontrol (n=11) diambil dari anak tanpa HAK dengan umur dan jenis kelamin yang sesuai dengan sampel. Data diambil dengan kuesioner CBCL/6-18 yang diisi oleh orang tua. Analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney untuk melihat perbedaan skor antara anak dengan HAK dan tanpa HAK.Hasil. Terdapat perbedaan perilaku yang signifikan antara anak dengan HAK dan kontrol (p<0,05) dalam hal problem sosial, problem perhatian, perilaku agresif, dan gangguan perilaku secara keseluruhan (skor total). Ada kecenderungan anak dengan HAK mengalami lebih banyak problem internalisasi daripada anak tanpa HAK, tetapi statistik kurang mendukung (p=0,052). Namun demikian, nilai T-score pada anak dengan HAK masih dalam rentang normal (T<65).Kesimpulan. Asesmen dan pendampingan psikologis bagi anak dengan HAK sangat diperlukan, terutama pada anak perempuan dengan HAK. Penanganan HAK secara dini dapat segera dilakukan untuk mencegah eskalasi problem psikologis pasca pubertas.
Faktor yang Memengaruhi Penurunan Cakupan Imunisasi pada Masa Pandemi Covid-19 di Jakarta Sreshta Mukhi; Bernie Endyarni Medise
Sari Pediatri Vol 22, No 6 (2021)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp22.6.2021.336-42

Abstract

Latar belakang. Pandemi Covid-19 sangat memengaruhi pelayanan imunisasi di seluruh dunia. Tenaga kesehatan dialihkan untuk pelayanan Covid-19 dan orangtua merasa takut membawa anaknya untuk imunisasi ke fasilitas kesehatan sehingga menurunkan cakupan imunisasi. Penurunan cakupan imunisasi akan meningkatkan kejadian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Jakarta sebagai ibukota negara adalah kota dengan populasi terbesar dan juga kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia.Tujuan. Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penurunan cakupan imunisasi di Jakarta dari sudut pandang orangtua dan tenaga kesehatan.Metode. Penelitian potong lintang menggunakan kuesioner disebarkan kepada tenaga kesehatan (dokter spesialis anak, dokter umum, perawat, bidan, kader) dan orangtua di Jakarta pada bulan Agustus hingga September 2020. Hasil di evaluasi menggunakan SPSS.Hasil. Sebanyak 125 tenaga kesehatan dan 145 orangtua mengikuti penelitian ini. Tenaga kesehatan menghadapi masalah seperti adanya peraturan pemerintah untuk menghentikan sementara pelayanan imunisasi, kurangnya alat pelindung diri (APD), tenaga kesehatan terinfeksi Covid-19 dan tenaga imunisasi dialihkan untuk pelayanan Covid-19. Masalah pada orangtua antara lain keraguan untuk membawa anaknya imunisasi karena takut tertular Covid-19 dari tenaga kesehatan ataupun pasien lain, Posyandu ditutup, adanya peraturan PSBB dan masalah transportasi.Kesimpulan. Penurunan cakupan imunisasi pada masa pandemi Covid-19 disebabkan oleh multi faktor yang harus diminimalisasi untuk mengurangi kejadian PD3I.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025) Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue