cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Cover, Staf Redaksi & Daftar Isi Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (1) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.302 KB)

Abstract

Cover, Staf Redaksi & Daftar Isi
Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Ayam Pelung Dalam Pengencer Kuning Telur Fosfat Yang Disimpan Pada Suhu 29oC Kusuma, Putu Wijaya; Bebas, Wayan; Budiasa, Made Kota
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.205 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama penyimpanan semen ayam pelung terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa dalam pengencer kuning telur fosfat yang disimpan pada suhu 29oC. Pengamatan terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa selama masa penyimpanan 0 menit (To), 30 menit (T1), 60 menit (T2), 90 menit (T3), dan 120 menit (T4). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian dan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan, adanya penurunan motilitas dan daya hidup spermatozoa selama masa penyimpanan
Studi Kasus: Hemangioma Kutaneus pada Anjing Lokal Naomi, Carene; Gorda, I Wayan; Warditha, Anak Agung Gde Jaya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.103 KB)

Abstract

Hemangioma kutaneus adalah neoplasma jinak pada pembuluh darah yang sering ditemukan pada kulit. Seekor anjing lokal jantan berumur 11 tahun dengan bobot 18 kg diperiksa dengan keluhan adanya massa menggantung di kaki belakang bagian kanan. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan hewan didiagnosis menderita hemangioma kutaneus, karena adanya proliferasi pada endotelnya. Banyak pembuluh darah yang menjadi besar dan rapuh. Hewan ditangani dengan pengangkatan tumor secara menyeluruh. Penanganan pascaoperasi hewan kasus diberikan antibiotik Amoxicilin dan analgesik Asam mefenamat. Hari ke-7 pasca operasi luka sudah mengering dan menyatu secara sempurna.
Infeksi Larva Cacing Anisakis spp. pada Ikan Layur (Trichiurus lepturus) YUSTISIA SEMARARIANA, I WAYAN; OKA, IDA BAGUS MADE; ADI SURATMA, I NYOMAN
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.993 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan mengamati adanya larva cacing Anisakis spp. pada 32 ekor ikan layur (Trichiurus lepturus) yang ditangkap di perairan laut Kedonganan Badung. Dengan hasil yang didapatkan prevalensi infeksi larva cacing Anisakasis spp. pada ikan layur di perairan laut Kedonganan sebesar 31,25%. Pada ikan berukuran < 100 cm sebesar 26,67 % dan pada ikan berukuran > 100 cm sebesar 100%. Intensitas infeksi larva cacing Anisakis spp. pada ikan layur di perairan laut Kedonganan rata-rata 9,2 larva per ekor ikan, pada ikan berukuran < 100 cm dengan intensitas infeksinya rata-rata 2,63 larva per ekor ikan dan pada ikan berukuran > 100 cm intensitas infeksinya rata-rata 35,5 larva per ekor ikan. Terdapat kolerasi yang sangat nyata (p<0,01) antara ukuran ikan dengan intensitas infeksi. Distribusi larva cacing Anisakis spp. pada ikan layur adalah pada rongga abdomen, lambung, usus dan otot. Pada ikan berukuran < 100 cm distribusi infeksinya pada rongga abdomen dan usus. Pada ikan berukuran > 100 cm distribusinya infeksinya pada rongga abdomen, lambung, usus dan otot. Dengan presentasi adalah pada rongga abdomen 100%, lambung 10%, usus 50% dan otot 10%.
Dosis Glukosa Ideal pada Pengencer Kuning Telur Fosfat Dalam Mempertahankan Kualitas Semen Kalkun pada Suhu 5°C Pambudi, Jian Rindawidya; Budiasa, Made Kota; Bebas, Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.881 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan glukosa pada pengencer kuning telur fosfat dalam mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa kalkun yang disimpan pada suhu 50 C. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dengan 6 ulangan : kelompok To (kontrol), kelompok T1 (glukosa konsentrasi 0,3 w/v%), kelompok T2 (glukosa konsentrasi 0,6 w/v%), kelompok T3 (glukosa konsentrasi 0,9 w/v%). Pemeriksaan motilitas dilakukan di bawah mikroskop terhadap spermatozoa yang memiliki pergerakan progresif dan daya hidup dilakukan dengan pewarnaan eosin negrosin. Pemeriksaan dimulai saat penyimpanan sampai motilitas dibawah 40% dan daya hidup dibawah 45%, yaitu 0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam, 60 jam, 72 jam, dan 84 jam. Metoda penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan uji statistik General Linear Model (Multivariate). Apabila perlakuan memberikan pengaruh yang nyata (p
Variasi Genetik Parvovirus Anjing Di Bali Nareswari, Ayu Widya; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.469 KB)

Abstract

Infeksi parvovirus anjing (Canine Parvovirus/CPV) pada umumnya terjadi pada hewan muda, walau dapat juga terjadi pada hewan yang lebih tua. Parvovirus telah berevolusi menjadi berbagai strain. Strain yang bersirkulasi di Indonesia umumnya, Bali khususnya, belum diketahui. Deoxyribose-nucleic Acid (DNA) diisolasi dari organ usus halus dan jantung dalam delapan ekor anjing yang diduga terinfeksi CPV dan diamplifikasi dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer yang telah dipublikasi untuk memperbanyak VP2. Hasil PCR disekuensing. Sekuen yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan program MEGA5. Variasi genetik ditentukan dari analisis situs polimorfik dengan menyetarakan sekuens standar yang tersedia di GenBank. Tujuh dari delapan produk PCR berhasil disekuensing dan terbaca dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa virus CPV yang bersirkulasi di Bali adalah homogen serta mempunyai sekuens yang mirip strain S5. Satu virus berbeda dengan virus lainnya yaitu mengalami substitusi G menjadi R pada asam amino nomor 370 gen VP2. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk klarifikasi strain yangbersirkulasi di Bali.
Karakteristik dan Kedudukan Foramen Infraorbitalis dan Foramen Mentale pada Tengkorak Sapi Bali Silaban, Root Elisa; Wandia, I Nengah; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (4) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.676 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kedudukan foramen infraorbitalis dan foramen mentale pada tengkorak sapi bali. Penelitian ini menggunakan tujuh tengkorak sapi bali jantan dewasa dan tiga tengkorak sapi betina dewasa lengkap dengan tulang rahang bawah (os mandibulare). Pengukuran dilakukan terhadap diameter foramen infraorbitalis, jarak antara foramen infraorbitalis ke tuber fascialis, jarak antara foramen infraorbitalis ke os premaxilla, dan panjang canalis infraorbitalis, diameter panjang foramen mentale, jarak antara foramen mental ke dentes premolar I, jarak antara foramen mentale ke margo kranialis mandibula. Data yang didapat ditabulasi dan dianalisis secara statistika dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik foramen infraorbitalis pada tengkorak sapi bali dewasa menunjukkan bahwa rataan diameter foramen infraorbitalis 0,82 cm dan panjang canalis infraorbitalis 12,45 cm parameter tersebut relatif seragam. Kedudukan foramen infraorbitalis dan rataan jarak foramen infraorbitalis ke tuber fascialis 4,25 cm, jarak foramen infraorbitalis ke margo kranialis os nasal 12,45 cm juga relatif seragam. Untuk karakteristik foramen mentale pada tengkorak sapi bali dewasa menunjukkan bahwa rataan diameter panjang foramen mentale 0,94 cm. Jarak foramen mentale ke dentes premoral I rataannya 3,89 cm dan jarak foramen mentale ke margo kranialis mandibula 5,93 cm, relatif seragam. Simpulannya adalah karakteristik dan kedudukan foramen infraorbitalis dan foramen mentale pada sapi bali dewasa dapat ditentukan dalam penelitian ini. Hasil yang diperoleh secara klinik dapat dijadikan referensi untuk menentukan kedudukan foramen infraorbitalis dan foramen mentale pada tengkorak sapi bali.
Ekstrak Daun Mimba Efektif terhadap Microsporum gypseum Yang Diisolasi dari Dermatitis pada Anjing Putri, Ayu Chitra Adhitya; Suartha, I Nyoman; Merdana, I Made; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.762 KB)

Abstract

Dermatitis merupakan suatu penyakit peradangan pada kulit yang disebabkan oleh dua atau lebih agen penyebab. Salah satu agen penyebab dermatitis adalah jamur Microsporum gypseum. Pengobatan dengan menggunakan obat-obatan antifungal sintetis cenderung memiliki efek samping yang dapat merugikan penderita. Penggunaan obat tradisional sebagai pilihan alternatif semakin populer. Daun mimba (Azadirachta indica) digunakan sebagai obat tardisional, memiliki aktivitas antifungal karena mengandung sulfur, flavonoid dan juga tannin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak daun mimba secara invitro dengan berbagai konsenstrasi yaitu 0%, 5%, 10% dan 25% terhadap Microsporum gypseum yang diisolasi dari dermatitis pada anjing. Metode yang digunakan untuk uji efektivitas ekstrak daun mimba adalah modifikasi metode difusi lempeng agar (Kirby Bauer) dengan teknik sumuran (agar well diffusion) pada media sabaraud dextrose agar. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun mimba mampu menghambat pertumbuhan jamur M. gypseum yang ditunjukkan dengan zona hambat pada lubang atau sumuran. Ekstrak daun Nimba dengan konsentrasi 25% dapat menghambat pertumbuhan jamur paling besar dengan lebar zona 3.50mm. Kemampuan menghambat pertumbuhan jamur belum optimal sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak yang mampu menghambat pertumbuhan jamur secara optimal.
Struktur Populasi Monyet Ekor Panjang di Kawasan Pura Batu Pageh, Ungasan, Badung, Bali Subiarsyah, Muh Imam; Soma, I Gede; Suatha, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.328 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur populasi monyet ekor panjang di kawasan Pura Batu Pageh. Jumlah populasi monyet dihitung secara langsung dan dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan umur. Luas habitat ditentukan berdasarkan daerah jelajah yang merupakan tanah milik Pura, tanah pemerintah atau hutan yang bukan merupakan tanah milik masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total populasi monyet ekor panjang di kawasan Pura Batu Pageh adalah 189 ekor terdiri atas 22 ekor (11,6%) jantan dewasa, 37 ekor (19,6%) betina dewasa, 106 ekor (56,1%) monyet muda dan 24 ekor (12,7%) anakan, yang terbagi menjadi empat kelompok sosial yaitu kelompok Parkir, kelompok Barat, kelompok Utara dan kelompok Timur. Rasio monyet jantan dewasa dengan betina dewasa adalah 1 : 2. Luas habitat monyet ekor panjang di kawasan Pura Batu Pageh adalah 1 hektar. Disimpulkan bahwa struktur populasi monyet ekor panjang di kawasan Pura Batu Pageh didomonasi oleh monyet muda dan tingkat kepadatan populasi adalah 189 ekor/hektar.
519 Penambahan Bovine Serum Albumin pada Pengencer Kuning Telur terhadap Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Anjing HANNY ADNANI, LUH PUTU DHATU; BEBAS, WAYAN; BUDIASA, MADE KOTA
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (4) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.357 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Bovine SerumAlbumin (BSA) pada bahan pengencer kuning telur fosfat terhadap motilitas dan daya hidupspermatozoa anjing lokal Kintamani yang disimpan pada suhu 4o C. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan. Masing-masingperlakuan terdiri dari T0 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuning telur tanpa ditambahdengan BSA dan berperan sebagai kontrol), T1 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuningtelur ditambah dengan 0,5 % w/v BSA), T2 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuningtelur ditambah dengan 1 % w/v BSA) dan T3 (semen yang diencerkan dengan fosfat kuningtelur ditambah dengan 1,5 % w/v BSA). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali,sehingga jumlah sampel yang digunakan adalah 24 sampel. Pengamatan dilakukan padamotilitas dan daya hidup spermatozoa. Motilitas spermatozoa diamati dengan melihatpergerakan spermatozoa yang progresif dan dihitung dalam satuan persen. Daya hidupspermatozoa diamati dengan cara pengecatan menggunakan eosin negrosin citrate. Denganteknik pengecatan ini, spermatozoa yang masih hidup akan terlihat bening dan tidakterwarnai. Sedangkan sperma yang mati akan tercat berwarna merah. Data yang diperolehdianalisis dengan analisis ragam, jika hasilnya berbeda dilanjutkan dengan uji wilayahberganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata motilitas spermatozoa padaperlakuan T0, T1, T2 dan T3 masing-masing 41,50±1,378, 52,83±2,229, 79,67±2,733 dan76,00±2,280 yang diamati setelah 48 jam penyimpanan spermatozoa pada suhu 4o C. Rataratadaya hidup spermatozoa pada perlakuan T0, T1, T2 dan T3 masing-masing 52,83±1,472%, 66,33±2,160%, 90,33±1,862% dan 84,33±2,787% yang diamati setelah 48jam penyimpanan spermatozoa pada suhu 4o C. Uji statistik menunjukkan bahwa perbedaankonsentrasi BSA berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoaanjing lokal Kintamani. Selanjutnya dilanjutkan dengan uji Duncan yang menjabarkan bahwaperlakuan T0, T1, T2, dan T3 menunjukkan perbedaan persentase motilitas dan daya hidupspermatozoa yang nyata (P< 0,05).