cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Umur Sapi Bali Betina yang Disembelih pada Rumah Pemotongan Hewan di Bali Masyita, Nurul; Suada, I Ketut; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (5) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.263 KB)

Abstract

Sapi potong dalam masyarakat Indonesia mempunyai peran yang cukup banyak, antara lain sebagai penghasil daging, sumber lapangan pekerjaan maupun sebagai tabungan. Tingginya tingkat permintaan daging yang tidak sesuai dengan laju peningkatan produksi menyebabkan ketersediaan daging dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan. Salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan daging yaitu dilakukannya pemotongan sapi betina produktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rataan umur sapi betina yang disembelih di rumah pemotongan hewan pemerintah dan swasta serta mengetahui manakah yang memiliki persentase pemotongan betina produktif paling tinggi. Penelitian ini menggunakan masing-masing 50 sampel mandibula sapi bali betina dari RPH Negeri dan RPH Swasta di Banjar Bersih Darmasaba. Pengamatan dilakukan berupa pendugaan umur sapi betina yang dilihat berdasarkan waktu erupsi gigi sapi tersebut. Hasil penelitian menunjukan rataan umur sapi betina yang dipotong di RPH Negeri yaitu umur 1,5-2,0 tahun (10%); 2,5-3,0 tahun (4%); 3-4 tahun (46%); 5 tahun (36%); 7 tahun (2%); 9 tahun (2%) sedangkan pada RPH Swasta di Banjar Bersih Darmasaba yaitu umur <1,5 tahun (10%); 1,5-2,0 tahun (22%); 2,0-2,5 tahun (20%); 2,5-3,0 tahun (12%); 3-4 tahun (24%); 5 tahun (12%). Simpulan yang dapat ditarik bahwa persentase pemotongan sapi bali betina produktif lebih tinggi pada RPH swasta (100%) dibandingkan RPH yang unit pelaksanaannya oleh pemerintah (98%).
Perbedaan Daya Simpan Telur Ayam Ras yang Dicelupkan dan Tanpa Dicelupkan Larutan Kulit Manggis Cornelia, Anastasia; Suada, I Ketut; Rudyanto, Mas Djoko
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.967 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas telur ayam ras yang dicelupkan dan tanpa dicelupkan larutan kulit manggis (Garcinia mangostana L) terhadap daya simpan telur ayam ras yang disimpan pada suhu ruang ditinjau dari Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT) dan Haugh Unit (HU). Pada penelitian ini menggunakan telur ayam ras yang dicelupkan ke dalam larutan kulit manggis selama 1 menit, selanjutnya dihitung nilai IPT, IKT dan HU. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap IPT dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap IKT dan HU. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap IPT, IKT dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap HU. Kualitas telur ayam ras yang dicelupkan ke dalam larutan kulit manggis lebih baik dibandingkan dengan telur yang tanpa dicelupkan larutan.
Prevalensi Infeksi Cacing Toxocara cati pada Kucing Lokal di Wilayah Denpasar NEALMA, SAMUYUS; DWINATA, I MADE; MADE OKA, IDA BAGUS
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.294 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine of the prevalence of Toxocara cati in local cat (Felis catus) in Denpasar and to know the ratio of prevalence T. cati between cat that are kept by the stray in Denpasar. Samples used in this study were taken from feces of 80 cats. Feces collected in the form of pots and stored in formaldehyde 4% for samples stored for a long time. Inspection feces by the floating method and data obtained from this study are presented descriptively and analyzed with Chi-square test. It found 39 positive cats infected of T. cati or prevalence is 48,8%. Based maintenance system, which cat that are kept was found infected with 13 positive of 40 samples (32,5%) while the stray cat was found infected with 26 positive of 40 samples (65%). The difference prevalence og infection found a very significant (P<0,01) between cats that are kept by the stray. The prevalence of infection T. cati on the local cats in Denpasar showed higher in feral cats than in domestic cats.
Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Buah Naga Putih dan Pengaruhnya Terhadap Glukosa Darah Tikus Diabetes WIBAWA, PUTU ALIT SURYA; ANTARA, MADE SUMA; DHARMAYUDA, OKA
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (2) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.584 KB)

Abstract

This study aims to determine the class of chemical compounds ethanol extract of white dragon fruit (H. undatus) and the effect of decreasing blood glucose levels of male white rats (Rattus norvegicus) alloxan-induced. Blood samples were taken from 25 male white rats (R.norvegicus) aged 3 months with an average weight 150-300 grams. The design used was a completely randomized design (CRD) with five treatments of the mice given no treatment (negative control), rats treated with alloxan (positive control), rats treated with alloxan + ethanol extract of white flesh dragon fruit (H. undatus) 2% I-dose (50 mg / kg bw), rats treated with alloxan + ethanol extract of white dragon fruit (H. undatus) 2% II dose (100 mg / kg bw), rats treated with alloxan + glibenclamide 0.02% (a dose of 1 ml / kg bw). Each treatment examined blood glucose levels on days 0, 3, 7, 14, and 21. Before the adapted rats treated 2 weeks and fasted for 16-18 hours. Each treatment consisted of 5 replicates. The variables measured were blood glucose levels in each treatment. The data obtained was analyzed by using analysis of variance (ANOVA) and if there is a difference between treatments then proceed with testing on Duncan test. The research shows that ethanol extract of white dragon fruit (H. undatus) 2% dose (50 mg / kg bw), doses (100 mg / kg bw) and glibenclamide 0.02% 1 ml / kg body weight can significantly reduce levels blood glucose (P <0.05) day-7 until day 21 in alloxan-induced rats. This shows the ethanol extract of meat white dragon fruit (H.undatus) can be used as a lowering of blood glucose levels.
Gambaran Ulas Darah Ikan Lele Di Denpasar Bali Preanger, Chanda; Utama, Iwan Harjono; Kardena, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.392 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak dan macam jenis abnormalitas serta morfologi leukosit dan eritrosit yang dijumpai pada sediaan hapusan darah ikan lele (Clarias spp.). Sampel berasal dari darah ikan lele (Clarias spp.) yang diperiksa di Laboratorium Interna Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Pengamatan terhadap leukosit dan eritrosit dengan menggunakan mikroskop cahaya dengan pembesaran lensa 1000x. Untuk melihat macam jenis dari leukosit dan eritrosit dilakukan penghitungan yang dimulai dari satu sisi bergerak menuju sisi yang lain, kemudian berpindah sejauh 2-3 lapang pandang ke kiri atau ke kanan sehingga didapatkan jumlah 100 sel. Pengamatan dilakukan di daerah paling tipis (Counting area) dengan metode battlement. Hasil pengamatan terhadap jenis leukosit pada sampel hapusan darah ikan lele yang diambil dari 50 ekor ikan lele di lima tempat yang ada di kota Denpasar menunjukan bahwa persentase limfosit yang diamati lebih tinggi dibandingkan dengan monosit, heterofil/neutrofil, basofil maupun eosinofil. Persentase limfosit berada pada kisaran 53,5-69,7 %, monosit 26.9-43.4 %, heterofil/neutrofil 2,2-9,0 %, basofil 0,1 % dan eosinofil tidak ditemukan.
Kualitas Se’i Babi Produksi Denpasar yang Disimpan pada Suhu Dingin Lois, Wilson; Suada, I Ketut; Agustina, Kadek Karang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (1) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.278 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging se’i babi produksi Denpasar yang diambil dari dua tempat produksi yaitu produksi Max dan Gimbo dan disimpan pada suhu dingin. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan kualitas se’i babi adalah daya ikat air (DIA), pH, dan cita rasa. Untuk uji daya ikat air menggunakan metode Hamm, dan untuk uji pH dilakukan pengukuran dengan pH meter dan cita rasa dengan menggunakan panelis. Hasil yang didapat dari uji ini adalah daya ikat air dan pH daging se’i babi produksi Denpasar disimpan pada suhu dingin pada hari ke-0 tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan penyimpanan pada hari ke-2, dan 4. Uji cita rasa daging se’i babi produksi Denpasar yang disimpan pada suhu dingin mengalami penurunan nilai cita rasa atau berpengaruh sangat nyata (P
Deteksi Antibodi terhadap Cysticercus Cellulosae pada Babi Lokal yang Dipotong di Tempat Pemotongan Babi Panjer, Denpasar Swacita, Ida Bagus Ngurah; Suada, I Ketut; Layli, Purnama
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.019 KB)

Abstract

Sistiserkosis merupakan penyakit yang bersifat zoonosis yang disebabkan oleh larva cacing pita Taenia solium yang disebut Cysticercus cellulosae. Di Indonesia terdapat tiga provinsi yang berstatus endemik penyakit sistiserkosis, salah satunya adalah provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi antibodi terhadap C. cellulosae pada babi lokal yang dipotong di tempat pemotongan babi Panjer, Denpasar. Sampel penelitian adalah 270 sampel serum babi lokal yang dipotong di tempat pemotongan babi Panjer, Denpasar Selatan. Babi lokal ini berasal dari Nusa Penida, Karangasem dan Negara. Sampel serum diuji dengan metode ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) indirect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibodi C. cellulosae terdeteksi pada 33 sampel. Disimpulkan bahwa terdeteksi antibodi C. cellulosae pada 33 sampel dari 270 sampel serum babi lokal yang dipotong di tempat pemotongan babi Panjer, Denpasar.
Prevalensi dan Intensitas Infeksi Leucocytozoon sp. pada Ayam Buras di Bukit Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan Here, Rischi Robinson Male; Apsari, Ida Ayu Pasti; Dwinata, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.341 KB)

Abstract

Leucocytozoonosis merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kerugian yang besar dalam industri peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan intensitas infeksi Leucocytozoon sp. pada ayam buras di Bukit Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan. Sampel yang digunakan berupa darah dari 100 ekor ayam buras yang berasal dari Bukit Jimbaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa pembuatan preparat ulas darah tipis dengan pewarnaan Giemsa 10% dan pemeriksaan secara mikroskopis. Parameter yang diukur adalah ada tidaknya Leucocytozoon sp. pada preparat ulas darah tipis dan menghitung jumlah Leucocytozoon sp. pada sampel yang positif per 100 sel darah merah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dengan prevalensi infeksi Leucocytozoon sp. dianalisis menggunakan analisis Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan 31% sampel terinfeksi Leucocytozoon sp. dengan intensitas infeksi 1 – 3 parasit per 100 sel darah merah. Jenis kelamin tidak berhubungan dengan prevalensi infeksi Leucocytozoon sp. pada ayam buras.
Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Trichuris suis pada Babi yang Dipelihara di Tempat Pembuangan Akhir Denpasar Yoseph, Veronica Vriscilla; Dwinata, I Made; Oka, Ida Bagus Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (4) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.709 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.4.393

Abstract

Trichuris suis merupakan cacing nematoda yang predileksinya pada sekum babi. Cacing ini umumnya menginfeksi babi muda terutama yang berumur enam bulan. Dampak yang ditimbulkan dari penyakit ini bagi ternak babi diantaranya diare, gastritis, peritonitis, anoreksia, penurunan berat badan, kekurusan bahkan pada kasus berat dapat mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi infeksi T. suis dan faktor risikonya pada babi yang dipelihara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar. Sampel penelitian yang digunakan adalah 100 sampel feses babi dan diperiksa menggunakan metode apung. Identifikasi jenis telur cacing T. suis berdasarkan morfologi. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dan faktor resikonya dianalisis dengan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infeksi T. suis pada babi di TPA Suwung, Denpasar adalah 55%. Jenis kelamin dan umur tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap prevalensi infeksi T. suis sedangkan jumlah babi per kandang berjumlah 1-4, 5-8 dan ? 9 ekor babi mempengaruhi prevalensi infeksi T. suis (P<0,05). Hasil penelitian ini menyediakan informasi dasar yang digunakan untuk pencegahan T. suis pada babi.
Laporan Kasus : Penanganan Bedah terhadap Kejadian Endometritis pada Kucing Lokal Sendana, Lois; Wandia, I Nengah; Dada, I Ketut Anom
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.204 KB)

Abstract

Endometritis merupakan suatu kondisi terjadinya radang pada dinding uterus. Penyebabnya dapat berupa mikroorganisme yang masuk melalui organ reproduksi betina pada saat perkawinan atau melahirkan. Seekor kucing datang ke Rumah Sakit Hewan Universitas Udayana dengan keluhan adanya leleran darah dan nanah pada vulva, sudah beberapa kali kawin tetapi tidak bunting, dan nafsu makan baik. Hasil pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan adanya penebalan yang terjadi pada dinding uterus dan gambaran anechoic di dalam organ uterus yang mengindikasikan adanya cairan. Penanganannya adalah dengan melakukan pembedahan ovariohisterektomi, yaitu pengangkatan ovarium dan uterus. Premedikasi yang digunakan adalah atropin sulfat sebanyak 0,3 ml secara subkutan. Anestesi yang diberikan adalah kombinasi ketamin sebanyak 0,5 ml dan xylazin sebanyak 0,3 ml secara intravena. Pembedahan dilakukan dengan laparatomi mulai dari kulit hingga peritoneum. Ligasi dilakukan pada proksimal ovarium kanan dan kiri. Bifurkasio uteri ditelusuri untuk mendapatkan kornua uteri, bagian distal diligasi sebanyak dua kali dan pemotongan pada proksimal serviks lalu melakukan kontrol pendarahan. Perawatan pascaoperasi dengan antibiotik berupa amoxicillin sirup sdengan jumlah pemberian 1,5 ml sebanyak 3 kali sehari selama 7 hari dan antiinflamasi berupa dexamethasone tablet dengan jumlah pemberian 0,3 gram sebanyak 2 kali sehari selama 5 hari. Pengobatan topikal, diberikan salep betamethasone valerat dan neomycin sulfate yang memiliki kandungan antiinflamasi dan antibiotik setiap 2 kali sehari selama 5 hari. Benang jahit dibuka pada hari ketujuh dengan kondisi luka yang sudah kering dan kucing mengalami kesembuhan.