cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Vermisidal dan Ovisidal Ekstrak Daun Pepaya Terhadap Cacing Ascaris suum Secara In Vitro Bili Bora, Agung Mourizd Adventus; suri, Sam; Oka, Ida Bagus Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.108 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui vermisidal dan ovisidal dari ekstrak daun pepaya terhadap cacing Ascaris suum. Menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap (RAL), dengan perlakuan beberapa konsentrasi ekstrak daun pepaya 1,5%, 3%, 4,5% dan 6%; kontrol negatif menggunakan NaCl fisiologis dan kontrol positif menggunakan Albendazole 0,12%. Dilakukan uji vermisidal dan uji  ovisidal, uji ovisidal dibagi  menjadi  dua  uji,  yaitu kontak langsung dan kontak tidak  langsung. Untuk uji vermisidal data dianalisis dengan Analisis Probit untuk mengetahui LC100 (Lethal concentration) dan LT100 (Lethal  time), sedangkan  untuk  uji  ovisidal  data dianalisis dengan Sidik Ragam dan  jika terdapat perbedaan, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil  penelitian  vermisidal  didapatkan  LC100 ekstrak  daun  pepaya adalah  3,362%  dan  LT100 39,822  jam.  Untuk  uji  ovisidal  kontak  langsung  dan kontak tidak langsung didapatkan ekstrak daun pepaya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap daya berembrio telur A. suum. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak daun pepaya efektif sebagai vermisidal dan ovisidal terhadap cacing A. suum secara in-vitro.  
Kualitas Telur Ayam Ras yang Mendapat Pelapisan Bubur Kulit Manggis dan Disimpan pada Suhu Ruang MANIK, AGUSTINA BORU; SUADA, I KETUT; RUDYANTO, MAS DJOKO
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.798 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan bubur kulit manggis dan lama penyimpanan pada suhu ruang terhadap kualitas telur ayam ras ditinjau dari Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT), dan Haugh Unit (HU), dan untuk mengetahui interaksi yan terjadi antara pelapisan dan lama penyimpanan terhadap kualitas telur ayam ras ditinjau dari IPT, IKT, dan HU.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bubur kulit manggis ( Garcinia mangostana L) berpengaruh terhadap kualitas telur ayam ras yang dilapisi, dimana terjadi peningkatan nilai IPT, IKT, dan HU dibandingkan dengan telur ayam ras yang tanpa pelapisan. Penyimpanan telur ayam ras pada suhu ruang berpengaruh terhadap nilai IPT, IKT, dan HU dimana semakin lama penyimpanan maka nilai IPT, IKT, dan HU semakin menurun selanjutnya akan terjadi kerusakan. Terdapat interaksi antara telur yang dilapisi dan tanpa dilapisi bubur kulit manggis dengan lama penyimpanan pada suhu ruang terhadap kualitas telur ayam ras ditinjau dari IPT, IKT, dan HU.
Karakteristik Lokus Mikrosatelit D8S1100 pada Populasi Monyet Ekor Panjang di Bukit Gumang, Karangasem, Bali. Rumba, Jefri Ndawa; Wandia, I Nengah; Arta Putra, I Gusti Agung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (1) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.938 KB)

Abstract

Pengungkapan berbagai karakteristik genetik populasi memiliki nilai yang strategis. Selain merupakan khasanah informasi ilmiah, karakteristik tersebut dapat digunakan untuk memprediksi viabilitas masa depan suatu populasi, dan bahan pertimbangan untuk usaha-usaha konservasi. Mikrosatelit merupakan marka/penanda molekuler pilihan untuk studi pilihan genetik populasi. Mikrosatelit adalah segmen langsung dari materi genetik (DNA), sehingga penggunaannya sebagai marka molekuler akan lebih mencerminkan karakteristik genetik populasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkarakterisasi lokus mikrosatelit D8S1100 dan mendapatkan informasi awal mengenai status poplimorfisme sebelum dipilih sebagai marka molekuler dalam studi genetik populasi. Variabel yang diamati adalah jumlah dan jenis alel, frekuensi, dan heterozigositas. Sembilan belas sampel darah monyet dikoleksi dari di Bukit Gumang, Karangasem, Bali, sebagai sumber DNA. DNA total diekstraksi menggunakan QIAmp DNA Blood Mini Kit. Lokus mikrosatelit D8S1100 di amplifikasi dengan teknik polymerase chain reaction (PCR), sebanyak 30 siklus dengan suhu annealing 540C. Selanjutnya, alel dipisahkan dengan elektroforesis pada gel poliakrilamid 7% dan dimunculkan dengan pewarnaan perak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya ditemukan satu jenis alel pada lokus D8S1100 dalam populasi monyet ekor panjang di Bukit Gumang dengan panjang alel 196 pasang basa. Dapat disimpulkan bahwa lokus D8S1100 pada populasi monyet ekor panjang di Bukit Gumang bersifat monomorfik. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa lokus mikrosatelit D8S1100 kurang baik digunakan sebagai marka molekuler untuk mengkaji variasi genetik populasi monyet ekor panjang di Bukit Gumang.
Penilaian Penerapan Animal Welfare pada Proses Pemotongan Sapi di Rumah Pemotongan Hewan Mambal Kabupaten Badung Mandala, Aletha Yuliana; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (1) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.92 KB)

Abstract

Rumah Pemotongan Hewan (RPH) adalah kompleks bangunan dengan desain tertentu yang dipergunakan sebagai tempat memotong hewan secara benar bagi konsumsi masyarakat luas serta harus memenuhi persyaratan-persyaratan teknis tertentu, termasuk dalam hal penerapan animal welfare sebagai upaya untuk mendukung tercapainya produk pangan yang ASUH (aman, sehat, utuh dan halal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan animal welfare di RPH Mambal Kabupaten Badung khususnya pada proses pemotongan sapi. Penelitian ini menggunakan 50 ekor sapi yang diamati rata-rata 5-7 ekor per hari selama 10 hari penelitian. Sapi diamati mulai dari diturunkan dari pick up sampai disembelih yang selanjutnya dicatat dalam lembaran kuisioner. Hasil penelitian menunjukan RPH Mambal telah menerapkan animal welfare pada proses sebelum penyembelihan sudah memenuhi persyaratan sebesar 63,04% dan pada proses penyembelihan sebesar 75,96%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan animal welfare di RPH Mambal sudah memenuhi persyaratan 63,04% sebelum penyembelihan dan 75,96% pada proses penyembelihan
Efektivitas Berbagai Dosis Asam Organik Dan Anorganik Sebagai Acidifier Terhadap Histomorfometri Duodenum Ayam Pedaging Pio, Paulus Oktavianus; Ardana, Ida Bagus Komang; Suastika, Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.577 KB)

Abstract

Acidifier merupakan asam organik yang bermanfaat dalam preservasi dan memproteksi pakan dari kerusakkan oleh mikrobia dan fungi namun juga berdampak langsung terhadap mekanisme perbaikan kecernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi asam organik dan asam anorganik (Orgaicids®) sebagai bahan acidifier pada pakan terhadap histomorfometri duodenum ayam pedaging. Penelitian ini menggunakan 24 ekor ayam pedaging berjenis kelamin betina yang di bagi menjadi 4 kelompok dengan 6 ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (3 g/kg pakan), P2 (6 g/kg pakan) dan P3 (9g/kg pakan) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata histomorfometri tunika mukosa duodenum (P0) 996,51µm, (P1) 1,040,01µm, (P2) 1,285,27µm, (P3) 1,114,22µm dan tunika muskularis duodenum pada (P0) 95,345µm, (P1) 93,691µm, (P2) 119,418µm, (P3) 95,464µm. Pemberian kombinasi asam organik dan anorganik sebagai acidifier berpengaruh pada histomorfometri tunika mukosa dan muskularis ayam pedaging. Dosis 6 g/kg pakan merupakan dosis efektif mempengaruhi histomorfometri tunika mukosa dan tunika muskularis duodenum ayam pedaging.
Berat Organ Usus Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Pasca Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) pada Pakan Ersawati, Neti; Susari, Ni Nyoman Werdi; Setiasih, Ni Luh Eka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (3) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.506 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.3.278

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tepung daun kelor dalam pakan terhadap berat organ usus tikus putih (Rattus norvegicus). Tepung daun kelor diberikan secara oral pada 20 ekor tikus yang dibagi dalam 4 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan dengan konsentrasi 0%; 2,5%; 5,0%; 10% dan 20% masing-masing dengan 5 kali ulangan selama satu bulan. Tikus putih dibedah dan ditimbang organ ususnya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA (analysis of varian),dan dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa tidak ada perbedaan berat organ yang signifikan. Kesimpulan: Penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) pada pakan tidak menyebabkan perubahan terhadap berat organ usus tikus putih (Rattus norvegicus).
Kualitas Daging Se’i Babi Produksi Denpasar Aman, Emerensia Patryconsitha; Suada, I Ketut; Agustina, Kadek Karang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (5) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.072 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas daging se’i babi produksi Denpasar yang diambil dari dua tempat produksi dan pemasaran daging se’i babi di kota Denpasar yaitu Gimbo di Imam Bonjol dan Max di Teuku Umar. Parameter yang digunakan dalam menentukan kualitas daging se’i babi tersebut meliputi daya ikat air (DIA), pH, kadar air, dan cita rasa. Analisis data menggunakan uji T berpasangan. Hasil analisis statistik menunjukkan daya ikat air, pH dan cita rasa daging se’i babi produksi kedua tempat produksi tersebut tidak berbeda nyata (P>0,05). Sedangkan kadar air daging se’i babi produksi Gimbo (34.850) berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan daging se’i babi produksi Max (29.082). Melihat kualitas daging se’i babi produksi Gimbo dan Max yang cukup baik, diharapkan produsen dapat mempertahankan dan meningkatkan lagi kualitas daging se’i babi yang diproduksi sehingga kualitasnya menjadi lebih baik lagi.  
Dinamika Bisnis Veteriner Peternakan Kambing Perah di Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng Tahun 2014 Jantiko, Hanesty; Suardana, Ida Bagus Kade; Gelgel, Ketut Tono Pasek
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.07 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari peternakan kambing perah di Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng. Variabel yang digunakan adalah input (biaya produksi) dan output (hasil produksi). Variabel operasional dari penelitian ini mencakup analisis produksi, ekonomi veteriner, dan peternakan kambing perah. Data dikumpulkan dengan cara wawancara yang dilakukan kepada setiap responden dengan menggunakan kuesioner atau daftar pertanyaan sebagai panduan. Jumlah responden yang diwawancarai adalah sebanyak 21 peternak yang merupakan anggota dari kelompok tani ternak Sumber Rejeki di Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng. Metode yang digunakan adalah metode analisa deskriptif melalui survei dan observasi. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer yang diperoleh dari hasil wawancara menggunakan kuesioner dengan responden. Disimpulkan bahwa peternakan kambing perah di Desa Sepang Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng pada tahun menghasilkan pendapatan pengelola per ekor per bulan rata-rata Rp 277.500.
Prevalensi Infeksi Cacing Toxocara Canis pada Anjing Kintamani Bali di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali Evayana, Made; Dwinata, I Made; Puja, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (2) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.192 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi cacing Toxocara canis pada Anjing Kintamani Bali di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Sebanyak 90 sampel feses Anjing Kintamani Bali diperiksa menggunakan metode kosentrasi apung. Hasil penelitian, diperoleh bahwa prevalensi infeksi cacing Toxocara canis pada Anjing Kintamani Bali sebesar 22,22% (20/90). Pevalensi infeksi berdasarkan umur dibawah satu tahun sebesar 22,85% dan umur diatas satu tahun sebesar 21,81%. Prevalensi berdasarkan jenis kelamin, pada anjing jantan sebesar 25% dan pada anjing betina sebesar 18,42%. Sedangkan prevalensi berdasarkan sistem pemeliharaan, pada anjing dikandangkan sebesar 21,42% dan pada anjing yang dilepaskan sebesar 22,91%. Hasil uji Chi-square didapatkan umur, jenis kelamin dan sistem pemeliharaan tidak terdapat hubungan yang signifikan (P>0.05) antara satu dengan yang lain.
Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis Menekan Histopatologi Hati dan Pankreas Mencit Jantan Yang Mendapat Imbuhan Monosodium Glutamat Aras, Fatmawati; Winaya, Ida Bagus Oka; Adi, Anak Agung Ayu Mirah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (4) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.172 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.4.354

Abstract

Tujuan penelitian iniuntuk membuktikan bahwa pemberian MSG (Monosodium Glutamate) dengan kombinasi ekstrak kulit manggis berpengaruh terhadap gambaran histopatologi organ hati dan pankreas. Penelitian ini menggunakan 27 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol tanpa perlakuan, kelompok perlakuan monosodium glutamate 1% (MSG) dan perlakuan kombinasi antara MSG 1% dengan ekstrak etanol kulit manggis 4,5% selama 30 hari, setelah mencit dikorbankan nyawanya, dieutansi dengan cara dislokasi servikalis, organ hati dan pankreas diambil dan di timbang indeks berat hati dan pancreas kemudian dimasukkan ke dalam pot yang telah diisi NBF 10% (Neutral buffered formalin) setelah diproses jaringan hati dan pankreas diwarnai dengan pewarnaan HE (hematoksilin eosin) dengan metode Keernan. Pemeriksaan secara histopatologi menunjukkan bahwa yang diberi MSG (Monosodium Glutamate) pada jaringan hati ditemukan degenerasi, nekrosis dan peradangan, pada jaringan pankreas ditemukan nekrosis dan peradangan, sedangkan yang diberi perlakuan kombinasi antara MSG (Monosodium Glutamate) dan ekstrak etanol kulit manggis pada jaringan hati ditemukan degenerasi dan nekrosis, pada jaringan pankreas masih ditemukan degenerasi dan nekrosis pada jumlah yang sedikit. Kemudian dilakukan scoring pada gambaran histologi yaitu, jika tidak ditemukan perubahan baik degenerasi lemak, nekrosis dan peradangan skor = 0, jika ditemukan perubahan skor = 1, jika ditemukan perubahan yang bersifat fokal skor = 2, jika ditemukan perubahan yang bersifat multifocal = 3, jika ditemukan perubahan bersifat difusa = 4. Hasil sidik ragam perubahan pada jaringan hati dan pankreas menunjukkan perbedaan signifikan (P<0,05) antara perlakuan MSG dan kontrol, namun tidak berbeda nyata (P>0,05) antara perlakuan kombinasi MSG dan ekstrak etanol kulit manggis dengan perlakuan control. Sehingga pemberian MSG berpengruh terhadap perubahan histopatologi hati dan pancreas, dan kombinasi dengan pemberian ekstrak kulit manggis, membantu mencegah keruskan yang lebih parah akibat MSG