cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Persentase Jeroan dan Lemak Abdomen terhadap Bobot Potong Broiler yang Diberi Tepung Maggot Hermetia illucens Saputri, Meidhea Reforma; Siswanto, Siswanto; Sumadi, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (5) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.5.725

Abstract

Belatung black soldier fly mengandung protein kasar cukup tinggi (37,31%) sehingga banyak digunakan sebagai sumber protein alternatif pada pakan ternak. Penelitian-penelitian sebelumnya membuktikan bahwa belatung dapat meningkatkan pertumbuhan ternak termasuk ayam pedaging. Namun demikian, tidak sedikit penelitian yang menyatakan hasil negatif dari pemberian belatung. Tujuan dilakukannya penelitian mengenai penambahan maggot ke dalam ransum komersial adalah untuk mengetahui pengaruh murni maggot terhadap bobot potong, persentase jeroan, dan persentase lemak abdomen broiler. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan enam ulangan, sehingga total sampel adalah 24 ekor. Tepung belatung diberikan pada ayam pedaging berumur 14-35 hari dengan dosis adalah 0% (P0), 1% (P1), 2% (P2), dan 3% (P3). Peubah yang diamati meliputi bobot potong, persentase jeroan (ampela, hati, empedu, usus), dan persentase lemak abdomen terhadap bobot potong. Rata-rata bobot potong pada P0 sebesar 2.280,12 g, P1 sebesar 2.109,65 g, P2 sebesar 1.943,13 g, dan P3 2.067,80 g. Rata-rata jeroan pada P0 sebesar 5,03%, P1 sebesar 4,94%, P2 sebesar 5,09%, dan P3 sebesar 4,76%. Persentase lemak abdomen pada P0 sebesar 1,24%, P1 sebesar 1,50%, P2 sebesar 1,07%, dan P3 sebesar 1,16%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa bobot potong ayam pedaging yang diberikan tepung belatung dengan dosis 1%-3% menurun secara nyata, sedangkan persentase lemak abdomen meningkat pada P1, serta tidak berpengaruh nyata terhadap persentase jeroan. Sehingga penambahan tepung belatung tanpa pemrosesan dalam pakan komersial ayam pedaging tidak disarankan.
Nekrosis Limpa, Infiltrasi Sel Radang dan Hemoragi Jantung pada Ayam Kampung yang Diberikan Minyak Rajas secara Oral Nugraha, Gede Wiyasa Ardy; Sudira, I Wayan; Supartika, I Ketut Eli
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (5) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.5.735

Abstract

Minyak rajas digunakan oleh peternak ayam sebagai bahan peningkat produktivitas, khususnya pemacu pertumbuhan. Minyak rajas memiliki banyak zat aktif yang jika dikombinasikan belum diketahui efek negatif yang dihasilkan terhadap tubuh ayam kampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak rajas secara oral terhadap gambaran histopatologi limpa dan jantung ayam kampung. Sebanyak 24 ekor ayam kampung jantan berumur delapan minggu dengan bobot 500-800 g digunakan dalam penelitian ini. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancang acak lengkap. Hewan coba diambil secara acak dan dibagi menjadi empat perlakuan yaitu P0 (tanpa pemberian minyak rajas), P1 (0,1 mL/kgbb), P2 (0,2 mL/kgbb) dan P3 (0,4 mL/kgbb) dengan masing-masing perlakuan terdiri dari enam ekor ayam. Perlakuan sampel diawali dengan masa adaptasi satu minggu dengan pemberian pakan dan air minum ad libitum kepada semua perlakuan. Pada minggu ke-2 sampai minggu ke-4, ayam-ayam P1, P2 dan P3 diberi minyak rajas sesuai dosis, dicampur kedalam pakan dan diberikan secara oral, sedangkan kelompok P0 tidak. Pengambilan sampel organ limpa dan jantung dilakukan setelah ayam dikorbankan nyawanya dengan cara dislokasi os Vertebrae cervicalis guna pembuatan preparat histopatologi untuk melihat adanya hemoragi, infiltrasi sel radang, dan nekrosis. Pewarnaan yang digunakan adalah pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Berdasarkan hasil pengamatan histopatologi limpa, ditemukan nekrosis pada perlakuan P1(14,50) dan P3(14,50). Pada pengamatan histopatologi jantung, ditemukan infiltrasi sel radang pada perlakuan P0(15,83), P1(14,17) dan P3(12,50) serta adanya hemoragi pada perlakuan P0(12,83), P1(11,50), P2(14,17), dan P3(11,50). Simpulannya adalah minyak rajas tidak memberikan perubahan yang berarti terhadap gambaran histopatologi limpa dan jantung ayam kampung, dengan demikian aman digunakan.
Jarak Beranak Sapi Bali pada Kelompok-kelompok Ternak di Wilayah Kerja Pusat Kesehatan Hewan Sobangan, Mengwi, Badung, Bali juliantari, Ni Komang Ade; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira; Bebas, Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (5) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.5.748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak beranak (calving interval) pada sapi bali menurut tingkat paritas dan body condition score. Total sampel yang digunakan adalah sebanyak 62 sampel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, mencari rata-rata calving interval dan dibedakan berdasarkan body condition score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beragam nilai calving interval. Jika dilihat dari body condition score 2, rata-rata 15,33 ± 0,94 bulan, 13 ± 1 bulan, 14 bulan, 15 bulan, hingga 16,5 ± 0,5 bulan, semakin tua sapi yang diternakkan maka semakin lama kemunculan estrus postpartum sehingga makin panjang juga periode calving intervalnya. Pada body condition score 3, rata-rata 12,91 ± 1,65 bulan, 12,87 ± 1,65 bulan, 12,5 ± 0,5 bulan, 13,25 ± 0,43 bulan, dan 14 bulan. Faktor penyebab panjangnya calving interval dapat dilihat dari segi ternak, peternak, maupun inseminator. Segi ternak yang mempengaruhi yaitu kesehatan ternak. Segi peternak yang mempengaruhi adalah deteksi birahi, pemeliharaan ternak, dan penyapihan yang dilakukan. Segi inseminator adalah prosedur pelaksanaan dan kualitas semen. Hal ini sangat penting karena jika sapi yang diternakkan mengalami faktor-faktor yang disebutkan maka akan mempengaruhi daripada nilai calving interval yang berakibat pada penurunan pendapatan peternak karena jumlah anak yang dihasilkan akan berkurang selama masa produktif.
Total Eritrosit, Kadar Hemoglobin dan Nilai Hematokrit Broiler yang Diimbuhi Tepung Belatung Lalat Black Soldier dalam Ransumnya Cahyanti, Putu Yunika; Ardana, Ida Bagus Komang; Siswanto, Siswanto
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (1) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.1.11

Abstract

Belatung Black Soldier Fly (BSF) merupakan bahan pakan yang mudah diperoleh sebagai sumber protein yang baik untuk pertumbuhan ternak. Pertumbuhan yang baik menandakan gambaran darah sebagai bagian dari fungsinya untuk mendistribusikan nutrisi juga baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran total eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit broiler yang diberikan tepung belatung BSF ke dalam pakan komersial sebagai pakan tambahan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 24 ekor broiler jantan yang diberikan perlakuan dari umur 14-35 hari dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah (P0) 100% pakan komersial sebagai kontrol, (P1) pakan komersial ditambahkan 1% tepung belatung BSF, (P2) pakan komersial ditambahkan 2% tepung belatung BSF, dan (P3) pakan komersial ditambahkan 3% tepung belatung BSF. Pengambilan sampel darah melalui vena Pectoralis. Data dianalisis dengan Uji Sidik Ragam. Hasil analisis data menunjukkan total eritrosit tertinggi terdapat pada perlakuan P2 dengan rata-rata 2,30±0,21 x106/µL dan terendah ditunjukkan oleh perlakuan P1 dengan rata-rata 2,15±0,28 x106/µL. Kadar hemoglobin tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan P2 dengan rata-rata 10,42±3,29 g/dL dan kadar hemoglobin terendah oleh perlakuan P1 dengan rata-rata 8,62±1,07 g/dL. Nilai hematokrit tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan P2 dengan rata-rata 26,83±1,33% dan nilai terendah pada perlakuan P0 dengan rata-rata 24,33±1,63%. Berdasarkan statistika pemberian tepung belatung BSF sebagai pakan tambahan tidak berpengaruh nyata terhadap total eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit broiler jantan. Seluruh perlakuan menunjukkan range normal, dengan nilai terbaik pada perlakuan P2. Simpulannya adalah tepung belatung BSF aman digunakan sebagai pakan tambahan.
Kadar Globulin Serum Sapi Bali (Bos sondaicus) Pascatransportasi ke Rumah Potong Hewan, Pesanggaran, Denpasar, Bali Permana, Rizky; Utama, Iwan Harjono; Sulabda, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (6) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak transportasi terhadap perubahan kadar globulin serum darah sapi bali pascatransportasi dari Pasar Hewan Beringkit menuju Rumah Potong Hewan Pesanggaran, Denpasar dengan jarak tempuh 21 km. Transportasi dapat mengakibatkan terjadinya stres dan dehidrasi. Untuk mendiagnosis terjadinya stres dapat dilakukan dengan uji biokimia. Uji biokimia yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengukur kadar globulin serum dalam darah. Objek yang digunakan adalah sapi bali jantan yang belum diistirahatkan setelah transportasi sebanyak 20 ekor di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran Denpasar. Darah di ambil melalui vena auricularis dan dimasukan ke tabung vacutainer yang berisi gel separator. Sampel darah dibawa ke Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali untuk segera dilakukan pemeriksaan kadar globulin serum menggunakan mesin Photometer 5010V5+. Kadar globulin serum dari sampel yang telah diperiksa memiliki kadar terendah 1,6 g/dL dan tertinggi 5,1 g/dL dengan rata-rata 2,8 g/dL. Dari hasil penelitian kadar globulin serum sapi bali pascatransportasi terhitung lebih rendah dari kadar normal sapi ras lain.
Laporan Kasus: Penanganan Demodekosis General pada Anjing Kacang Sibarani, Oktryna Hodesi; Suartha, I Nyoman; Erawan, I Gusti Made Krisna
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (5) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.5.794

Abstract

Demodekosis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh perkembangbiakan tungau Demodex sp. secara berlebihan. Demodekosis diklasifikasikan berdasarkan distribusi lesi yaitu demodekosis lokal dan demodekosis general/umum. Demodekosis terjadi pada hewan yang mengalami penurunan sistem imun, hewan tua, dan anak anjing yang berumur kurang dari satu tahun. Seekor anjing lokal berumur satu tahun dengan bobot badan 5,6 kg datang ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keadaan anjing tidak mau makan, lemas, dan kerontokan rambut pada wajah, sekitar mata, telinga, bagian punggung, serta pada bagian ekstremitas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan eritema dan pustula pada bagian kaki belakang dan perut. Anjing menunjukkan rasa gatal. Pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan hewan kasus mengalami anemia dan peningkatan limfosit. Diagnosis demodekosis diteguhkan berdasarkan pemeriksaan kerokan yang dalam pada kulit ataudeep skin scraping ditemukan tungau Demodex sp. Prognosis anjing kasus adalah fausta. Anjing kasus diterapi dengan ivermectin (0,4 mg/kg BB) dan amitraz. Anjing kasus juga diobati dengan cefalexin (22 mg/kg BB, q12h) dan cyproheptadine HCl (1.5 mg/kg BB, dua kali seminggu) selama seminggu.
Gambaran Total Leukosit Darah Kelinci Pasca-implantasi Bahan Cangkok Demineralisasi Asal Tulang Sapi Bali Putra, Komang Darma Yudha; Utama, Iwan Harjono; Wirata, I Wayan; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (1) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.1.58

Abstract

Cangkok tulang xenograft, salah satunya dengan menggunakan tulang sapi, sering digunakan pada perlakuan ortopedik untuk melakukan implantasi. Implantasi bisa dilakukan dari bahan cangkok demineralisasi asal tulang sapi bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan bahan cangkok demineralisasi asal korteks tulang femur sapi bali terhadap kondisi fisiologis hewan model dilihat dari aspek jumlah total leukosit. Jumlah leukosit dapat menjadi acuan untuk mengetahui kondisi responsif tubuh terhadap adanya material asing. Sepuluh ekor kelinci digunakan dalam penelitian ini dan dibagi atas dua kelompok. Setiap kelinci pada setiap kelompok dibuat sebuah lubang dengan diameter 5 mm pada diafisis tulang femur kelinci. Pada Kelompok Kontrol lubang tidak diimplantasi bahan cangkok, sedangkan pada Kelompok Perlakuan, lubang dimplantasi bahan cangkok demineralisasi. Dilakukan pemeriksaan hematologi selama enam minggu dengan interval waktu dua minggu, yaitu hari ke-0 (24 jam), minggu ke-2, 4 dan 6 pasca operasi untuk pemeriksaan jumlah total leukosit yang kemudian diuji secara statistik dan disajikan secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa implantasi bahan cangkok demineralisasi asal tulang sapi bali pada hewan uji selama enam minggu tidak menyebabkan perubahan jumlah total leukosit dari nilai rujukan normal. Bedasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahan cangkok demineralisasi asal korteks tulang femur sapi bali tidak mengalami penolakan pada tubuh hewan uji.
Laporan Kasus: Keberhasilan Penanganan Hematuria karena Urolithiasis dengan Manajemen Diet dan Suplemen Glukosamin Humaira, Sarah; Widyastuti, Sri Kayati; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (6) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.926

Abstract

Hewan kasus adalah seekor kucing persilangan Persia jantan, berumur satu tahun, bobot badan 3,5 kg. Hewan menunjukkan gejala klinis hematuria, oliguria, dan stranguria. Ketika dipalpasi pada daerah caudoventral abdomen terjadi distensi pada vesika urinaria. Pada saat ditekan bagian abdomen hewan tampak kesakitan. Hasil pemeriksaan organoleptik menunjukkan bahwa urin berwarna merah, keruh, dan berbau pesing yang tajam. Pemeriksaan kimia urin menunjukkan pH 6, leukosit (-), protein trace, bilirubin (-), urobilinogen (1+), eritrosit (4+), keton (-), glukosa (2+), nitrit normal, dan berat jenis urin 1,040. Pada pemeriksaan sedimen urin ditemukan adanya eritrosit dan kalkuli yaitu struvit dan kalsium oksalat. Pemeriksaan radiografi menunjukkan adanya retensi urin vesica urinaria. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, hewan didiagnosis menderita urolithiasis. Penanganan pertama yang dilakukan adalah pemberian terapi cairan dengan Ringer Laktat 50 mL/kg/hari dan pemasangan kateter urin ukuran 1,0/1,0 x 130 mm yang bertujuan untuk memudahkan melakukan pembilasan/flushing pada kucing kasus. Pengobatan yang diberikan berupa terapi antibiotik cefotaxime dengan dosis 22 mg/kg BB (0,8 mL, IV, q24h), terapi suportif glukosamin (PO, q12h), dan pakan kucing rendah magnesium untuk mengurangi pembentukan kalkuli struvit. Perawatan selama tujuh hari menunjukkan perubahan positif yang signifikan, yaitu kucing bisa urinasi dengan normal dan tidak adanya hematuria.
Pemberian Salep Ekstrak Daun Kersen, Efektif Meningkatkan Proses Angiogenesis Pada Kesembuhan Luka Insisi Kulit Mencit Hiperglikemia Nadira, Laras Ayu; Jayawardhita, Anak Agung Gde; Adi, Anak Agung Ayu Mirah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (6) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.851

Abstract

Kesembuhan luka pada penderita hiperglikemia akan lebih lambat dari kesembuhan luka normal yang disebabkan oleh tingginya kadar glukosa di dalam darah, sehingga menurunkan aliran darah dan memperlambat proses mengeringnya luka. Dalam upaya penyembuhan luka yang dikomplikasi dengan hiperglikemia, dapat dilakukan dengan penggunaan pengobatan tradisional, salah satunya dengan ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.). Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh pemberian salep ekstrak daun kersen terhadap percepatan kesembuhan luka insisi kulit mencit yang mengalami hiperglikemia melalui pengamatan proses angiogenesis. Penelitian ini menggunakan sebanyak 24 ekor mencit (Mus musculus) jantan sebagai hewan coba yang dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan, (T0) dengan konsentrasi ekstrak daun kersen 0%, (T1) 30%, (T2) 40%, dan (T3) 50%. Mencit diinduksi menggunakan aloksan (150 mg/kg BB, intraperitonial) agar hiperglikemia, kemudian diinsisi di punggung dengan panjang luka ± 1,5 cm dan kedalaman ± 2 mm hingga mencapai subcutan. Selanjutnya diberikan perlakuan menggunakan salep ekstrak daun kersen secara topikal selama 5 hari, lalu dibiopsi pada hari ke-6. Proses penyembuhan luka diamati pada preparat histopatologi berdasarkan hasil angiogenesis, lalu dilakukan perhitungan rerata jumlah pembuluh darah pada masing-masing perlakuan. Hasil yang didapatkan adalah pemberian salep ekstrak daun kersen pada luka insisi kulit mencit hiperglikemia terbukti dapat meningkatkan proses angiogenesis, dilihat dari hasil perbandingan rerata jumlah pembuluh darah antara keempat kelompok perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak daun kersen 50% terbukti memiliki rerata jumlah pembuluh darah hasil proses angiogenesis yang lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi 0%, 30%, dan 40% sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan luka insisi kulit mencit yang mengalami hiperglikemia.
Isolasi dan Identifikasi Escherichia coli Babi Penderita Porcine Respiratory Disease Complex Serta Uji Sensitivitas Terhadap Antibiotik Pratanto, Aditya; Suarjana, I Gusti Ketut; Gelgel, Ketut Tono Pasek
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (1) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.1.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Escherichia coli dari babi penderita Porcine Respiratory Disease Complex (PRDC) serta untuk mengetahui pola kepekaan E. coli terhadap kanamycin, doxycycline dan kotrimoksazol. Bakteri E. coli juga merupakan indikator resistensi antimikrob karena mampu menghasilkan Extended Spectrum Broad Lactamase (ESBL). Sampel dalam penelitian ini adalah swab nasal babi yang menunjukkan gejala klinis PRDC yang diambil sebanyak 21 sampel. Sampel diambil dari dua kabupaten di Bali yaitu Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Isolasi E. coli dilakukan pada 21 media Eosin Methylene Blue Agar yang selanjutnya dikultur pada Sheep Blood Agar. Kemudian dilakukan dengan penegasan identifikasi bakteri melalui Pewarnaan Gram dan uji biokimia. Selanjutnya dilakukan uji sensitivitas E. coli terhadap kanamycin, doxycycline dan kotrimoksazol menggunakan metode modifikasi Kirby-Bauer dengan difusi cakram. Penelitian ini bersifat observasional dan data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 21 isolat ditemukan empat (19%) isolat terdapat E. coli beta hemolitik. Hasil uji sensitivitas terhadap kanamycin empat isolat sensitif (100%). Uji sensitivitas terhadap doxycycline empat isolat resistan (100%). Uji sensitivitas terhadap kotrimoksazol satu isolat intermedier (25%) dan tiga isolat resistan (75%). Ditemukan E. coli ? hemolitik yang berpotensi patogen pada saluran pernapasan babi penderita PRDC dan isolat E. coli sensitif terhadap kanamycin dan resistan terhadap doxycycline dan kotrimoksazol.