cover
Contact Name
Mei Sulistyoningsih
Contact Email
jitek@upgris.ac.id
Phone
+6282137428349
Journal Mail Official
jitek@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Sidodadi Timur Nomor 24 – Dr. Cipto Semarang - Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains)
ISSN : 24609986     EISSN : 24769436     DOI : https://doi.org/10.26877/jitek
JITek: Jurnal Ilmiah Teknosains 2476-9436 (media online) & 2460-9986 (media cetak) published scientific papers on the results of applied and natural science research covering the fields of science including engineering (civil, chemistry, architecture, electrical, mechanical, enviromental), food technology, agriculture, physics, biology, mathematics, chemistry and technical information. The manuscript must be original research, written in Bahasa Indonesia or English, and not be simultaneously submitted to another journal or conference. Manuscripts will be reviewed by an expert editor and managing editor. The journal has been indexed in Google Scholar, Dimensions and Crossref.
Articles 218 Documents
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIAWI SARI BUAH TAPUS (CURCULIGO LATIFOLIA DRYAND) DENGAN METODE EKSTRAKSI OSMOSIS Dwi Gusmalawati; Eva Mayasari
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.459 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1883

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk menentukan perlakuan terbaik dari kombinasi proporsi buah : sukrosa dan lama ekstraksi osmosis pada sari buah tapus (Curculigo Latifolia Dryand)  terhadap parameter fisikokimiawi.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu faktor 1 adalah proporsi buah:sukrosa sebesar 1:0.5,  1:1,  1:1,5 dan  faktor 2 adalah lama ekstraksi osmosis yaitu 12, 24, 35 jam. Parameter pengamatan yang digunakan adalah pH, total padatan terlarut, vitamin C, dan total gula. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi penambahan buah dan semakin lama ekstraksi osmosis maka terjadi peningkatan terhadap parameter derajat keasaman (pH), peningkatan terlarut, dan total gula. Namun, terjadi penurunan terhadap parameter total vitamin C.
PERBANDINGAN METODE EEMD DAN EMD UNTUK MEREDUKSI NOISE PADA SINYAL SEISMIK Arya Dwi candra; Puput Eka Suryani
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 4, No 1 (2018): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.937 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v4i1.1814

Abstract

Pencuplikan atau picking gelombang P merupakan kegiatan dasar yang harus dilakukan oleh para peneliti/seismologist untuk menganalisis sinyal gempa bumi. Picking gelombang P apabila tidak dilakukan dengan teliti, akan mengakibatkan proses analisis sinyal gempa menjadi tidak akurat. Sinyal gempa yang baik adalah sinyal yang bebas dari noise, baik noise instrument maupun noise lapangan. Gelombang gempa bumi merupakan sinyal gelombang tiga komponen yang sangat kompleks, sehingga diperlukan metode filtering yang dapat memfilter tiga komponen secara simultan. Metode Ensemble Empirical Mode Decomposition (EEMD) adalah suatu metode dekomposisi sinyal yang dapat diterapkan untuk mereduksi noise. Kelebihan EEMD adalah mampu mereduksi noise pada frekuensi tinggi dan rendah tanpa mengubah dari karakter sinyal, sehingga karakteristik sinyal tidak hilang.Kata kunci: EMD, EEMD, Noise, Sinyal gempa.
OPTIMASI DESAIN PERMANENT MAGNETIC BEARING UNTUK APLIKASI TURBIN ANGIN DAYA 10 KW Kriswanto Kriswanto; Ahmad Roziqin; Rizqi Fitri Naryanto
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 1, No 1/Nov (2015): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.385 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v1i1/November.834

Abstract

Kegagalan bearing dapat mengakibatkan downtime yang besar dalam pengoperasian turbin angin, dan menyebabkan kegagalangenerator turbin angin. Magnetic bearing adalah jenis bantalan tanpa kontak yang tidak memerlukan pelumasan. Tujuanpenelitian ini adalah: (1) membuat spesifikasi desain axial PMB sebagai bearing aksial turbin angin sumbu horizontal; (2)mensimulasikan gaya aksial dari desain Axial PMB yang optimal untuk mendukung beban bearing aksial turbin angin 10kW.Penelitian ini menggunakan simulasi metode elemen hingga untuk menentukan gaya aksial akibat axial displacement dariinner magnet terhadap outer magnet. Hasil penelitian mendapatkan spesifikasi desain axial PMB yang dapat menumpu gayaaksial poros utama turbin angin 10 kW adalah desain axial PMB h20-c4 yang terdiri dari tiga inner magnet dan tiga outer magnetdengan besar polarisasi setiap magnet sebesar 1, 4 tesla. Simulasi gaya aksial dari desain axial PMB dengan variasi tebalmagnet dan celah magnet menunjukkan bahwa desain axial PMB dengan h 20 mm dan c 4 mm menghasilkan gaya aksialyang optimal yaitu pada Fz 2784 N pada displacement (dZ) 2,17mm.
Pengembangan Eksperimen Interaksi Cahaya terhadap Medium tentang Penentuan Kadar Besi (Fe) dalam Air Minum Isi Ulang Ria Asep Sumarni
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 2, No 2/Nov (2016): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.264 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v2i2/Nov.1197

Abstract

Pengembangan eksperimen penentuan kadar besi (Fe) dalam air minum isi ulang berbasis spektroskopi: tentang interaksi cahaya terhadap medium cair. Eksperimen dilakukan dengan cara menghitung nilai absorbsi dari larutan standar besi (Fe). Fotodioda terhubung pada interface LoggerPro dan akan terbaca pada laptop yang sudah terinstal software LoggerPro. Nilai yang terbaca pada LoggerPro berupa tegangan (voltase). Sampel yang diuji kadar besi (Fe) adalah air minum isi ulang dari empat depot di sekitar kampus UAD Yogyakarta. Pengambilan data diawali dengan menentukan panjang gelombang maksimum terhadap absorbsi larutan besi (Fe) menggunakan fiber optik dan software LoggerPro. Panjang gelombang yang diperoleh adalah 447,8 nm warna biru. Nilai kadar  besi (Fe) dalam air minum isi ulang dihitung dari gradien garis hasil regresi linier konsentrasi larutan standar besi (Fe )terhadap absorbsi. Nilai kadar besi  menggunakan fotodioda mendekati nilai kadar besi (Fe) dalam air minum isi ulang menggunakan spektroskopi. Hasil yang diperoleh dengan kedua metode bahwa nilai kadar besi (Fe) dalam air minum isi ulang dari berbagai depot masih di bawah batas standar PERMENKES 2010. Pada penelitian ini dilakukan pengujian produk, baik kelayakan dan keefektifan produk penentuan kadar besi (Fe). Angket sebagai alat uji dan respon pengguna diberikan kepada ahli pembuat alat, dosen dan mahasiswa.
STRUCTURAL EQUATION MODELING SEBAGAI MATERI UNTUK PENGEMBANGAN MODUL MATA KULIAH KOMPUTASI STATISTIK Dewi Wulandari; Yanuar Hery Murtianto
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.755 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i1/ Mei.1392

Abstract

Dalam SEM (Structural Equation Modeling) terdapat salah satu teknik analisis yaitu analisis faktor konfirmatori atau CFA (Confirmatory Factor Analysis). Analisis ini digunakan untuk menganalisis variabel-variabel terobservasi yang akan dikumpulkan ke dalam faktor-faktor yang saling independen satu sama lain. Sehingga analisis ini sering digunakan untuk mengonfirmasi apakah data yang dihasilkan dari kuesioner cukup mewakili untuk menjawab pertanyaan peneliti. Misalnya beberapa pertanyaan dalam kuesioner apakah cukup menggambarkan kemarahan seseorang, kepedulian seseorang dll. Data yang dihasilkan dari jawaban responden atas pertanyaan dalam kuesioner disebut variabel terobservasi, sedangkan kemarahan, kepedulian dll disebut sebagai faktor atau variabel laten. Dalam penelitian  ini dilakukan studi kasus yang diambil dari data simulasi. Data simulasi ini berupa 6 pertanyaan kuesioner di mana pertanyaan 1-3 merupakan faktor-faktor yang akan digunakan untuk mengukur variabel laten 1, pertanyaan 4-6 merupakan faktor-faktor yang akan digunakan untuk mengukur variabel laten 2 dan pertanyaan 7-9 merupakan faktor-faktor yang akan digunakan untuk mengukur variable laten 3. Dari hasil output LISREL faktor tidak dapat mewakili variabel laten karena nilai chi-square output lebih besar dibandingkan chi-square tabel dengan derajat bebas 24 dan alpha 0.05.
Pengendalian Pencemaran Organik di PPP Tasikagung Rembang dengan metode Analisis Hierarki Proses (AHP) nely zulfa
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 4, No 1 (2018): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.694 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v4i1.2127

Abstract

Pelabuhan perikanan merupakan kawasan pengembangan industri perikanan yang merupakan embrio pembangunan perekonomian di suatu daerah. Keberadaan pelabuhan perikanan juga merupakan salah satu upaya dalam rangka mempercepat kemajuan kawasan pesisir, dengan mengoptimalkan sumberdaya pantai, melalui peningkatan sarana dan prasarana di bidang perikanan. Bahan limbah yang berada di wilayah pesisir sebagian besar dibuang ke laut. Aktivitas rutin yang terjadi di pelabuhan perikanan berpotensi sebagai sumber pencemaran. Persepsi masyarakat positif tidak selalu berbanding lurus dengan keberhasilan kegiatan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung. Hal tersebut harus didukung oleh penyediaan infrastruktur yang baik meliputi fasilitas dasar dan fasilitas fungsional. Namun, pada kenyataannya fasilitas tersebut belum terpenuhi maksimal menyebabkan polusi organik di wilayah perairan pelabuhan perikanan pantai Tasikagung. Hal tersebut karena limbah yang berasal dari aktivitas perikanan berpotensi menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan perairan diantaranya sampah yang merupakan salah satu bahan utama yang terkandung dalam buangan limbah domestik. Sampah organik merupakan sampah yang dalam proses penguraian memerlukan oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi pengendalian pencemaran organik di pelabuhan perikanan pantai Tasikagung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode random sampling diperoleh dari pihak-pihak yang terkait diantarnya nelayan, pedagang, pengolah ikan dan masyarakat desa Tasikagung yang dipilih secara untuk dijadikan sampel penelitian yang mewakili populasi. Metode purposive untuk menganalisis strategi pengendalian pencemaran organik di Pelabuhan perikanan pesisir Tasikagung digunakan Analisis metode Hierarchy Process dengan mewawancarai para ahli terkait dengan kegiatan ini. Aspek tingkat yang harus diperhatikan dalam pengendalian pencemaran organik di pelabuhan perikanan pantai Tasikagung termasuk kualitas air (0,528), persepsi masyarakat (0,333) dan kegiatan pelabuhan (0.140). Sementara itu, tingkat alternatif barisan termasuk kesadaran masyarakat tentang sanitasi lingkungan (0,437), pengadaan IPAL di pelabuhan (0,328), penegakan hukum (0,168) dan membersihkan laut dari sampah (0,068)
PENURUNAN SMOKY FLAVOR DAN INTENSITAS WARNA ASAP CAIR MELALUI ADSORPSI BERTINGKAT MENGGUNAKAN ARANG AKTIF DARI SEKAM PADI Iffah Muflihati
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 2, No 1/Mei (2016): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.341 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v2i1/Mei.1014

Abstract

Asap cair sebagai bahan pengawet pengganti formalin memiliki aroma asap yang sangat kuat serta warna yang kurang jernih. Sifat tersebut dapat dikurangi melalui proses adsorpsi menggunakan arang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan garam aktivator dalam pembuatan arang aktif dari sekam padi sebagai adsorben untuk mengadsorpsi aroma asap dan warna pada asap cair. Aktivasi kimia dilakukan melalui proses perendaman arang sekam padi ke dalam larutan NaCl, NaHCO3, CaCl2, dan Na2SO4 masing-masing sebanyak 4%. Aktivasi fisika dilakukan dengan membakar arang sekam padi yang telah diaktivasi kimia ke dalam tungku pirolisator bersuhu 300oC. Adsorpsi asap cair dengan arang aktif sekam padi dilakukan pada kolom 5 tingkat, dan hasil adsorpsi dari tiap kolom dianalisis smoky flavor secara sensoris serta intensitas warnanya. Arang sekam padi yang diaktivasi dengan Na2SO4 pada kolom kelima efektif menurunkan intensitas smoky flavor pada asap cair sebesar 31%. Aktivasi arang sekam padi dengan garam NaCl efektif menurunkan intensitas warna pada asap cair dengan persentase penurunan sebesar 43,98% pada kolom kelima.
FORTIFIKASI TEPUNG TULANG IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) SEBAGAI SUMBER KALSIUM DAN FOSFOR SERTA MUTU COOKIES Haqqy Sahri Syadeto; Sumardianto Sumardianto; Lukita Purnamayati
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.678 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i1/ Mei.1387

Abstract

Cookies merupakan produk olahan yang digemari masyarakat, hanya saja kurang ada perhatian mengenai kandungan gizinyaterutama kalsium dan fosfor. Tulang ikan Nila  (Oreochromis niloticus) diketahui banyak mengandung kalsium dan fosfor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi dan konsentrasi terbaik terhadap kandungan kalsium danfosfor pada cookies. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah experimental laboratories dengan 5 perlakuan yaitutanpa fortifikasi tepung tulang ikan Nila, fortifikasi tepung tulang ikan Nila 2%, 4%, 6% dan 8%. Hasil penelitian pendahuluanmenunjukkan pembuatan tepung tulang ikan Nila konsentrasi perendaman NaOH 6% menghasilkan nilai terbaikdengan kandungan kalsium dan fosfor  yang tinggi dan memenuhi persyaratan nilai perbandingan penyerapan pada tubuhyaitu 2 : 1 dengan nilai 6,26% : 3,74%. Fortifikasi tepung tulang ikan Nila yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata(p<0,05) terhadap mutu serta kandungan kalsium fosfornya. Perlakuan dengan fortifikasi 8% menghasilkan nilai hardnesstertinggi yaitu 20,76 N; kadar kalsium 7,50%; kadar fosfor 4,87%; kadar protein 17,38% dan kadar air terendah yaitu 1,95%. Semakin banyak tepung tulang yang difortifikasikan, semakin tinggi kadar kalsium, fosfor dan proteinnya.
STUDI PENINGKATAN KADAR DISSOLVED OKSIGEN AIR, SETELAH DI INJEKSI DENGAN AERATOR KINCIR ANGIN SAVONIUS ARREUS, MENGGUNAKAN DO METER TYPE LUTRON DO-5510 Althesa Androva; Immadudin Harjanto
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.174 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1889

Abstract

Teknologi budidaya perikanan makin maju, semakin meningkat padat tebar, makin besar pula kebutuhan Aerasi. Namun alat aerator relatif mahal, baik harga beli maupun biaya operasionalnya.Disisi lain, arus angin di daerah pesisir sangat besar. Merupakan potensi yang sangat besar untuk energi terbaharukan, maupun untuk aerasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dari aerator savonius darreus untuk meningkatkan kadar Desolve Oksigen dalam air. Aerator savonius darreius telah dicoba mampu berputar mulai kecepatan angin 2,5 M/S. Aerator savonius darreeius diuji pada tiga tempat yang berbeda, yaitu diuji pada akuarium, pada kolam terbuka, dan pada tambak pembibitan ikan bandeng. Metode pengukuran Desolve Oksigen pada penelitian ini menggunakan DO Meter Type Lutron DO-5510. Pada percobaan dalam akuarium, aerator ssavonius darreius mampu meningkatkan kadar Desolve Oksigen sebesar 0,7 Mg/L3 dalam 50 menit percobaan di siang hari.Pada percobaan dalam kolam terbuka, aerator ssavonius darreius mampu meningkatkan kadar Desolve Oksigen sebesar 0,2 Mg/L3 dalam 50 menit percobaan di siang hari.Pada percobaan dalam tambak pembibitan ikan bandeng, aerator ssavonius darreius belum mampu meningkatkan kadar Desolve Oksigen
DAMPAK EGR(Exhaust Gas Recirculation) PADA PRESTASI MESIN DIESEL DIRECT INJECTION DENGAN CAMPURAN SOLAR DAN BlODIESEL JATROPHA Heru Danarbroto; Susanto Susanto
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 2, No 1/Mei (2016): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.501 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v2i1/Mei.1009

Abstract

Setelah adanya krisis tahun 2003, Indonesia harus mengembangkan biodiesel yang cocok dikembangkan di Indonesia. Biodiesel jatropha sangat berpotensi dikembangkan di Indonesia tetapi mempunyai kekurangan yaitu mempunyai nilai modulus bulk yang tinggi dan temperatur didih yang tinggi dari diesel fuel sehingga memicu terbentuknya emisi nitrogen oxides (NOx).Exhaust gas recirculation (EGR) adalah metode untuk mengurangi emisi NOx. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek Exhaust Gas Recirculation (EGR) type panas, terhadap performa dan emisi soot pada mesin diesel Isuzu 2,8 liter type 4BJ1, dengan menggunakan bahan bakar campuran diesel fuel dan jatropha biodiesel. Dalam experiment output EGR di tentukan pada temperatur 100?é??C dan putaran mesin ditetapkan 2000 rpm. Selain itu, juga diberikan variasi dalam komposisi campuran bahan bakar, % Opening EGR Valve (OEV) dan beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada D100 dengan OEV 75%, brake power meningkat sebesar 10,29% dibandingkan OEV 0%. Penambahan persentase jatropha pada OEV 0% sampai 100% menurunkan smoke opacity, seperti pada D70J30 dengan OEV 50% dan beban 75% turun 22.68% dibandingkan D100.

Page 4 of 22 | Total Record : 218