cover
Contact Name
Mei Sulistyoningsih
Contact Email
jitek@upgris.ac.id
Phone
+6282137428349
Journal Mail Official
jitek@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Sidodadi Timur Nomor 24 – Dr. Cipto Semarang - Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains)
ISSN : 24609986     EISSN : 24769436     DOI : https://doi.org/10.26877/jitek
JITek: Jurnal Ilmiah Teknosains 2476-9436 (media online) & 2460-9986 (media cetak) published scientific papers on the results of applied and natural science research covering the fields of science including engineering (civil, chemistry, architecture, electrical, mechanical, enviromental), food technology, agriculture, physics, biology, mathematics, chemistry and technical information. The manuscript must be original research, written in Bahasa Indonesia or English, and not be simultaneously submitted to another journal or conference. Manuscripts will be reviewed by an expert editor and managing editor. The journal has been indexed in Google Scholar, Dimensions and Crossref.
Articles 212 Documents
KARAKTERISTIK SENSORI EKSTRAK DAUN SAN-SAKNG (ALBERTISIA PAPUANA BECC.) DENGAN PENAMBAHAN NaCl DIBERBAGAI KONSENTRASI PADA PANELIS SEMI TERLATIH Eva Mayasari; Oke Anandika Lestari; Satrijo Saloko; Maria Ulfa
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 1/ Mei (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.133 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i1/ Mei.1389

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan proporsi terbaik penambahan NaCl pada ekstrak daun san-sakng(Albertisia papuana Becc.) yang dapat menghasilkan akseptibilitas tertinggi oleh panelis semi terlatih. Objek penelitian iniadalah ekstrak daun san-sakng dengan penambahan NaCl sebesar 0,2 %, 0,4%, 0,6%, dan 0,8%. Metode pengumpulan datayang digunakan adalah pengamatan karakteristik ekstrak daun san-sakng meliputi perhitungan rendemen, total padatanterlarut, analisa asam amino glutamat bebas, dan  uji sensoris dengan beberapa tahapan yaitu seleksi paneli s, uji stimulus rasadasar, pelatihan panelis, dan uji kesukaan atribut  rasa. Hasil pengamatan pada ekstrak daun san-sakng adalah rendemensebesar 3,6 %,  total padatan terlarut sebesar 4,8 °Brix, dan kadar asam amino glutamat bebas sebesar 21,43 mg/gr. Hasil ujikesukaan atribut rasa pada panelis semi terlatih menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak daun san-sakng dengan penambahan0,6% NaCl sebesar 4,8 (suka), dimana berdasarkan uji Duncan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap perlakuan yangditambahkan NaCl dengan konsentrasi 0,2%, 0,4%,0,8%.
KAJIAN KESEHATAN IKAN KURISI (Nemipterus sp.) Di TPI KABUPATEN TUBAN BERDASARKAN HISTOLOGI HATI DAN INSANG Dwi Oktafitria
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 4, No 1 (2018): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.626 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v4i1.2118

Abstract

The purpose of this research is to know the condition of fish health of kurisi (Nemipterus sp.) As fish of public consumption which sold in TPI of Tuban Regency seen from the histology of liver and gill damage in order to maintain the survival and existence of the fish in the sea as one source of animal protein in the fulfillment of community nutrition. This research used descriptive method to histology of liver and gill fish Nemipterus sp. taken from the 2 largest TPI in Tuban Regency located near the sea port (Jetty) namely TPI Bancar and TPI Glondong Gede. Fish sampling (Nemipterus sp.) Was done randomly and then made histology preparation using paraffin method. Based on the research results obtained from liver samples is known that Kurisi fish is at the level of 0-IV damage whereas in gill samples are known all of them damaged up to necrosis. So it can be concluded that the health condition of fish kurisi (Nemipterus sp.) In TPI Bancar and TPI Glondonggede can still be said to be healthy although in histology observation result of liver and gill there are many damage not yet heavy.
ANALISIS PENINGKATAN KADAR EUGENOL PADA MINYAK CENGKEH MENGGUNAKAN METODE POLARISASI Novy Pradika Putri; K. Sofjan Firdausi2 Sofjan Firdausi
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 2, No 1/Mei (2016): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.782 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v2i1/Mei.1011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan kadar eugenol pada sampel minyak cengkeh menggunakan metode polarisasi alami sehingga dapat diketahui tingkat kualitas dari minyak cengkeh. Peningkatan kadar eugenol dalam minyak cengkeh dilakukan melalui proses adsorpsi dengan menggunakan reaktan zeolit, dan saponifikasi menggunakan asam sitrat dan larutan basa kuat NaOH. Pada polarimeter, sumber cahaya yang digunakan adalah lampu pijar 100 W dengan filter merah, hijau, dan ungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penggunaan reaktan dengan konsentrasi berbeda berpengaruh dalam peningkatan kadar eugenol dalam minyak cengkeh. Perubahan sudut polarisasi linier terhadap konsentrasi eugenol masih bersesuaian dari ketiga reaktan bila digunakan tanpa filter.Namun, bila digunakan filter merah, hijau dan ungu, diperoleh perubahan sudut terhadap konsentrasi eugenol paling tinggi pada filter cahaya warna merah yang kemungkinan disebabkan tingginya serapan cahaya tampak pada daerah panjang gelombang hijau dan ungu.
Pengaruh Pemberian Probiotik dari Limbah Ayam Broiler yang Diberi Perlakuan Feed Additive Herbal dan Intermittent Lighting untuk Meningkatkan Bobot Badan dan Panjang Lele Mei Sulistyoningsih; Reni Rakhmawati
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 2, No 2/Nov (2016): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.112 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v2i2/Nov.1205

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian probiotik limbah ayam broiler dengan feed additive herbal dan intermittent lighting terhadap bobot badan dan panjang lele. Subyek penelitian DOC, sejumlah 96 ekor unsex dan lele 600 ekor. Perlakuan penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang diterapkan JC1(pakan komersial+ 2 % jahe + pencahayaan 1L : 3D), JC2 (pakan komersial + 2 % jahe + pencahayaan  1L : 2D), KC1 (pakan komersial + 0,2 % kunyit + pencahayaan 1L : 3D), KC2 (pakan komersial + 0,2% kunyit + pencahayaan 1L : 2D), dan kontrol (pakan komersial). Teknik pengumpulan data, semua data diambil pada minggu ke 8 sejak pemeliharaan lele. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis of Variance (ANAVA), dilanjutkan dengan Uji Jarak Ganda Duncan (UJGD). Hasil penelitian pemberian probiotik dari kotoran ayam yang dihasilkan dengan menggunakan perlakuan feed additive herbal dan intermittent Lighting tidak ada pengaruh terhadap bobot badan dan panjang badan pada lele (P>0,05).
ANALISIS SIFAT OPTIS LAPISAN TIPIS TiO2:N UNTUK FOTODEGRADASI DIRECT BLUE 71 Yunita Indriyani; Heri Sutanto; Iis Nurhasanah
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.684 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1886

Abstract

Lapisan tipis TiO2:N telah dideposisikan di atas substrat kaca menggunakan  metode sol-gel spray coating. TiO2 telah banyak diaplikasikan sebagai fotokatalis untuk fotodegradasi polutan organik. Celah energi TiO2 (~3,2 eV) membatasi aktivitas fotodegradasinya hanya pada rentang panjang gelombang UV.  Cahaya matahari yang tersedia melimpah, sebagian besar  berupa cahaya tampak dan sebagian kecil cahaya UV. Penggunaan cahaya matahari untuk fotodegradasi memerlukan fotokatalis dengan celah energi < 3.0 eV. Pada penelitian ini, nitrogen digunakan sebagai dopan untuk memperkecil celah energi TiO2, sehingga TiO2 dapat bekerja aktif untuk fotodegradasi menggunakan sinar matahari. Titanium (IV) isopropoxide digunakan sebagai sumber Ti dan urea sebagai sumber nitrogen pada larutan prekursor TiO2:N. TiO2:N dideposisikan di atas hotplate pada temperatur 450°C. Sifat optis, struktur kristal dan morfologi permukaan TiO2:N berturut-turut diuji menggunakan spektrofotometer UV-Vis, XRD, dan SEM.  Keberadaan nitrogen dalam TiO2:N dianalisis menggunakan EDX. Kemampuan fotokatalitik TiO2:N diuji untuk fotodegradasi pewarna DB 71 dengan konsentrasi 10 ppm  di bawah radiasi sinar matahari dan lampu UV C selama 3 jam. Spektrum absorbansi yang tinggi teramati pada rentang panjang gelombang 284 – 354 nm yang menunjukkan TiO2:N menyerap cahaya UV lebih baik daripada menyerap cahaya tampak. Celah energi TiO2:N yaitu 2,84 eV bersesuaian dengan celah energi TiO2 struktur rutile dan jenis doping N interstisial. Hal itu diperkuat dengan pola XRD yang menunjukkan puncak-puncak dominan bidang TiO2 rutile (200), (210), (221), (321) dan satu puncak brookite (032). Fotodegradasi DB 71 menggunakan TiO2:N lebih efektif dibandingkan dengan TiO2 murni.
DIVERSIFIKASI HASIL KEGIATAN AGROFORESTRI BAGI KETAHANAN PANGAN DI KECAMATAN SIGALUH, KABUPATEN BANJARNEGARA Rini Umiyati
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 1, No 1/Nov (2015): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.122 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v1i1/November.838

Abstract

Pengelolaan lahan dengan sistem agroforestri merupakan salah satu model pengusahaan hutan rakyat dengan caramemadukan tanaman kehutanan dan tanaman pertanian. Apabila cara ini diterapkan dengan baik, maka diharapkan hal inidapat membantu mengatasi permasalahan ketahanan pangan nasional. Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegaramerupakan salah satu daerah yang masyarakatnya telah lama mengembangkan agroforestri. Selain keuntungan ekonomi yangdidapat dari hasil penjualan kayu, masyarakat juga memperoleh keuntungan dari hasil tanaman pertanian, buah-buahan,tanaman obat, bumbu, pakan ternak dan lain-lain. Total keuntungan yang dapat diperoleh oleh petani dari penjualan hasiltanaman kehutanan dan pertanian adalah sekitar Rp. 481.280.000/ha/tahun. Budidaya tanaman pertanian di lahan kehutananmerupakan upaya yang patut dikembangkan untuk mengatasi krisis ketahanan pangan. Akan tetapi minimnya pengetahuanmasyarakat mengenai diversifikasi dan pengolahan tanaman pangan menjadi kendala tersendiri yang harus diapresiasi dandiatasi oleh pemerintah daerah setempat.
Metode Perbaikan Kerusakan Retak pada Ruas Jalan Kedungmundu – Metesih Ikhwanudin Ikhwanudin; Farida Yudaningrum
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 2, No 2/Nov (2016): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.311 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v2i2/Nov.1200

Abstract

Ruas jalan Kedungmundu-Metesih merupakan jalan Kolektorbersamaan dengan perkembangan kawasan dilingkungan kedungmundu, Metesih, Sendangmulyo kecamatan Tembalang, maka semakin berkembangan jumlah penduduk yang berada di kawasan tersebut sehingga pemakai jalan semakin tahun semakin bertambah dengan semakin bertambahnya kendaraan yang melewati ruas jalan Kedungmundu-metesih baik kendaraan kecil maupun kendaraan besar sehingga diperlukan perbaikian rutin yang pendanaanya melalui anggaran APBD sehingga dari segi pemanfaat akan merasa nyaman dan aman. Berdasar penelitian yang dilakukan bahwa kerusakan ruas Jalan Kedungmundu Metesih dikelompokkan dalam lima kategori yaitu  Retak (Cracking),distorsi (distorsion), Cacat permukaan (disintegration),Pengausan (polished aggregate) danKegemukan (bleeding of flushing) dengan metode perbaikannya menggunakan standart Bina Marga.
PENGARUH BAHAN TAMBAH SERBUK BATA DAN SERAT FIBER PADA SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) Hendramawat Aski Safarizki
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 3, No 2 (2017): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.835 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v3i2.1881

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana kekuatan beton Self Compacting Concrete (SCC) pada umur 1 hari dengan tambahan serbuk batu bata dan limbah fiber sebagai agregat halus dalam campuran beton. Manfaat lain dari penelitian ini adalah mendapatkan informasi terkait manfaat penambahan fiber dalam nilai slump flow beton SCC. Metode yang digunakan dalam pembuatan campuran beton adalah metode trial mix dengan dasar campuran beton normal K350. Dibuat 3 benda uji untuk masing-masing komposisi campuran. Penambahan serbuk bata dan limbah fiber pada pembuatan beton SCC dapat meningkatkan flowability dan workability beton SCC ditunjukkan dengan peningkatan nilai slump flow. Penambahan 2,78% serbuk bata serta 0,07% fiber dapat meningkatkan slump flow dari 120 mm menjadi 670 mm. Slump flow akan berkurang 50% pada penambahan limbah fiber dari 0,07% menjadi 0,55%. Kuat tekan beton umur 1 hari dengan penambahan serbuk bata dan limbah fiber juga akan meningkat. Penambahan 2,78% serbuk bata serta 0,07% fiber dapat meningkatkan kuat tekan beton umur 1 hari dari 5,43 MPa menjadi 6,17 MPa. Kuat tekan akan berkurang 11% pada penambahan limbah fiber dari 0,07% menjadi 0,55%.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana kekuatan beton Self Compacting Concrete (SCC) pada umur 1 haridengan tambahan serbuk batu bata dan limbah fiber sebagai agregat halus dalam campuran beton. Manfaat lain daripenelitian ini adalah mendapatkan informasi terkait manfaat penambahan fiber dalam nilai slump flow beton SCC. Metodeyang digunakan dalam pembuatan campuran beton adalah metode trial mix dengan dasar campuran beton normal K350.Dibuat 3 benda uji untuk masing-masing komposisi campuran. Penambahan serbuk bata dan limbah fiber pada pembuatanbeton SCC dapat meningkatkan flowability dan workability beton SCC ditunjukkan dengan peningkatan nilai slump flow.Penambahan 2,78% serbuk bata serta 0,07% fiber dapat meningkatkan slump flow dari 120 mm menjadi 670 mm. Slumpflow akan berkurang 50% pada penambahan limbah fiber dari 0,07% menjadi 0,55%. Kuat tekan beton umur 1 hari denganpenambahan serbuk bata dan limbah fiber juga akan meningkat. Penambahan 2,78% serbuk bata serta 0,07% fiber dapatmeningkatkan kuat tekan beton umur 1 hari dari 5,43 MPa menjadi 6,17 MPa. Kuat tekan akan berkurang 11% padapenambahan limbah fiber dari 0,07% menjadi 0,55%.
Perbanding Dua Metode Regresi Robust yakni Metode Least Trimmed Squares (LTS) dengan metode Estimator-MM (Estmasi-MM) (Studi Kasus Data Ujian Tulis Masuk Terhadap Hasil IPK Mahasiswa UPGRIS) Ali Shodiqin; Aurora Nur Aini; Maya Rini Rubowo
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 4, No 1 (2018): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.606 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v4i1.2403

Abstract

Regresi linear ganda merupakan salah satu metode statistik yang dugunakan untuk memodelkan dan menyelidiki hubungan antar satu variabel dependen dengan dua atau lebih variabel inedependen. Ordinary Least Squares (OLS) merupakan metode yang sering digunakan untuk mengestimasi   parameter   model   regresi.   Namun   metode   ini   mempunyai kelemahan ketika outlier hadir dalam data. Estimator OLS bukan merupakan prosedur  regresi  yang robust  terhadap  adanya  outlier,  sehingga  estimasinya menjadi tidak sesuai meskipun hanya satu kehadiran outlier. Regresi robust merupakan alat yang penting untuk menganalisis data yang terdeteksi sebagai data outlier. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Pencilan (outlier) mengganggu persamaan regresi linier, mengetahui hasil penaksir  regresi  robust  dengaan metode penaksir LTS (Least Trimmed Squares), mengetahui hasil penaksir  regresi  robust  dengaan metode penaksir MM (MM–Estimator), serta mengetahui perbandingan  antara  dua  penaksir  regresi  robust tersebut dengan melihat nilai  dan residual masing-masing metode. Data yang digunakan dalam penelitian ini dari nilai ujian penerimaan mahasiswa baru dari Prodi Pendidikan Matematika di Universitas PGRI Semarang. Data ini terdiri  merupakan data diskrit yang meliputi 3 (tiga) variabel yaitu nilai Tes (X1), Tes Psikologi (X2)  sebagai variabel independen dan IPK (Y) sebagai variabel dependent. Sebelum dilakukan analisis dengan regresi robust, dilakukan pendeteksian outlier untuk mengindetifikasi adanya oulier atau tidak. Metode pendeteksian oulier dilakukan dengan beberapa, antara lain metode boxplot, Cook’s Distance, dan metode DfFIT (Difference In fit Standardized). Pada metode yang pertama dalam regresi robust Least Trimmed square (LTS) dihasilkan model regresi  dan 0,127. Untuk persamaan regresi rebust dengan metode MM-Estimation diperoleh persamaan, yaitu  dan =0,89304. Regresi robust merupakan metode yang sesuai untuk pendugaan parameter Penduga Least Trimmed Square (LTS) lebih efisien daripada metode MM-estimation. Hal ini didasarkan pada kriteria nilai  dan residualnya, hal ini disebabakan adanya pemangkasan (trimmed) terhadap data yang mempunyai residual besar.
PEMANFAATAN HASIL FERMENTASI WHEY TAHU MENGGUNAKAN ISOLAT PEDIOCOCCUS ACIDILACTICI F11 SEBAGAI ALTERNATIF KOAGULAN PADA PEMBUATAN TAHU Yunan K. Sya&#039;di; Endang Sutriswati Rahayu; Muhammad Nur Cahyanto
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 1, No 1/Nov (2015): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.434 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v1i1/November.832

Abstract

Pembuatan tahu di Indonesia banyak menggunakan kecutan sebagai penggumpal. Kecutan ini memiliki kelemahan karenajenis dan jumlah mikrobia yang berperan dalam fermentasi dapat berbeda dari satu fermentasi dengan fermentasi lainnya.Akibatnya mutu tahu yang dihasilkan dari proses penggumpalannya juga kurang stabil. Penelitian ini bertujuan menggunakanhasil fermentasi whey tahu dengan bakteri asam laktat, Pediococcus acidilactici F11 sebagai alternatif penggumpal pada skalaindustri. Fermentasi dilakukan pada fermentor 125 L selama 5 hari produksi (5 batch) pada skala industri. Populasi akhirbakteri asam laktat dari 5 batch fermentasi kecutan menggunakan Pediococcus acidilactici F11 pada fermentor 125 liter selama16 jam memiliki rata-rata 1,19 x 109 CFU/mL, sedangkan bakteri non BAL dan coliform memiliki rata-rata 1,8 x 102 CFU/mLdan 8,23 CFU/mL. Keasaman dan pH pada akhir fermentasi kecutan sudah memenuhi persyaratan sebagai penggumpaldengan memiliki rata-rata 3,54 g/L dan pH rata-rata 3,94. Berat tahu yang dihasilkan dari koagulan hasil fermentasi whey tahumenggunakan Pediococcus acidilactici F11 lebih tinggi 5,9% dibanding menggunakan koagulan dari kecutan.

Page 7 of 22 | Total Record : 212