cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
EMPATI
ISSN : 24068691     EISSN : 25810677     DOI : -
Core Subject : Social,
EMPATI - Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian di bidang Bimbingan dan Konseling, yang diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas PGRI Semarang. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, dibulan April dan Oktober, untuk memasukkan artikel dapat dikirim melalui email empatibkupgris@gmail.com.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
ANALISIS PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA PANTI ASUHAN Yuni Nafa Amalinda; M.Th.S.R. Retnaningdyastusi; MA. Primaningrum Dian
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2019): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v6i1.4113

Abstract

AbstrakBanyak remaja sekarang yang kurang memiliki perlaku prososial terhadap orang lain. Remaja sekarang lebih aktif di dunia mayadari pada dunia nyata. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat perilaku prososial pada Remaja Panti Asuhan Baitus Salam Semarang Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode naratif deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah Remaja Panti ASuhan Baitus Salam. Subyek yang diambil sebanyak 3 remaja, 2 pengurus panti, dan 3 teman subyek. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi (foto dan rekamansuara). Hasil penelitian menggambarkan bahwa dari Sembilan bentuk-bentuk perilaku prososial yang paling banyak dimunculkan oleh remaja panti asuhan yaitu bentuk perilaku emosionalhalping. Kemudian, untuk bentuk-bentuk perilaku prososial yang kurang dimunculkan oleh remaja panti asuhan yaitu perilaku donating (menyumbang). Saran yang dapat peneliti sampaikan hendaknya pengurus panti lebih menanamkan dan mengembangkan lagi perilaku prososial di dalam kehidupan sehari-hari, agar remaja sekarang lebih peduli lagi terhadap orang lain. Kata Kunci   : Perilaku Prososial, Remaja Panti
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SIMULATION GAME TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA KELAS XI Rahayu Mubarokah; Tri Suyati; Gregorius Rohastono Ajie
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2019): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v6i1.4118

Abstract

ABSTRAKTujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulation game terhadap keterampilan komunikasi interpersonal siswakelas XI SMK NEGERI 11 Semarang. Jenis penelitian adalah eksperimen kuantitatif dengan desain penelitian true eksperimen design dengan jenis One Group Pre-test and Post-test design. Peneliti menggunakan sebanyak 18 siswa untuk kelompok eksperimen yang dibagimenjadi 2 kelompok. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi, wawancara dan observasi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling.Hasil penelitian kelompok eksperimen skorpretest rata-rata 101 dan kelompok control sebesar 104. Hasil post-test menunjuk kan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 129 dan kelompok control sebesar 102.4. Sehingga terjadi peningkatan rata-rata pada kelompok eksperimen sebesar 9.3 poin. Hasil uji hipotesis diperoleh hasil thitung= 2,274 ttabel sebesar 2,032 Dikonsultasikandenganttabeltarafsignifikansi 5% berarti= 2,274 >ttabel = 2,032. Disimpulkan bahwa ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulation game terhadap keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelasXI SMK Negeri 11 Semarang.Kata kunci: Layanan Bimbingan kelompok teknik simulation game, keterampilan komunikasi interpersonal
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING TERHADAP PENGEMBANGAN SELF ESTEEM (HARGA DIRI) PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 32 SEMARANG Dais Arich Sifiana; Supardi Supardi; Agus Setiawan
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2019): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v6i2.4282

Abstract

Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah kondisi self esteem siswa kelas VII SMP Negeri 32 Semarang yang rendah. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing terhadap pengembangan self esteem siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen melalui metode penelitian True Experimental Design dengan model Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah jumlah 271 siswa. Kelas VII G adalah kelas yang dipergunakan untuk tryout sebanyak 30 siswa. Sampel dalam penelitian yaitu 20 siswa kelas VII C yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Alat pengumpul data yang dipergunakan adalah skala self esteem. Berdasarkan hasil analisis data uji t diperoleh thitung = 4,723. Selanjutnya dikonsultasikan dengan ttabel dengan taraf signifikansi 5% (0,05) yaitu 2,101. Hal tersebut menunjukan bahwa thitung = 4,723 > ttabel = 2,101. Atas dasar perhitungan tersebut maka hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing terhadap pengembangan self esteem siswa kelas VII SMP Negeri 32 Semarang” diterima kebenarannya pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian menunjukan bahwa ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing terhadap self esteem siswa.Kata Kunci : Self esteem (harga diri), bimbingan kelompok, teknik role playing
KEINGINAN MEMILIKI ANAK BERDASARKAN TEORI PILIHAN RASIONAL (ANALISIS DATA SDKI TAHUN 2017) Arri Handayani; Najib Najib
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2019): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v6i2.4277

Abstract

Anak adalah anugerah yang tidak ternilai, sehingga tidak heran jika ada anggapan banyak anak banyak rejeki. Akan tetapi  anggapan demikian nampaknya sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini, di mana semua orang harus berjuang keras untuk mengupayakan sesuatu yang optimal. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji gambaran umum faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan memiliki anak mengacu teori pilihan rasional berdasarkan data SDKI 2017. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui gambaran umum faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan memiliki anak.  Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keinginan memiliki anak adalah jumlah anak yang sudah dimiliki, persepsi jumlah anak ideal, sosial ekonomi,  lokasi tempat tinggal, dan tingkat pendidikan. Kata kunci : Keinginan memiliki anak, teori pilihan rasional
KEHAMILAN YANG TIDAK DI INGINKAN Tinarti Tinarti
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2020): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v7i1.5744

Abstract

Pada saat ini banyak sekali menemui kejadian atau kasus kehamilan pada remaja, bahkan kasus tersebut paling banyak dialami pada saat para remaja putri belum menikah alias hamil di luar nikah. Padahal, kehamilan di usia muda memiliki resiko yang tinggi , tidak hanya merusak masa depan remaja yang bersangkutan, tetapi juga sangat berbahaya untuk kesehatannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan melalui observasi dan wawancara. Responden dalam penelitian ini sejumlah 10 orang tua yang memiliki anak yang mengalami kehamilan remaja. Hasil penelitian menunjukan orangtua yang memiliki remaja sudah sebagian mengetahui bagaiamana tentang kehamilan tidak diinginkan Pengasuhan yang diterapkan orang tua terhadap anak-anak dominan otoriter dengan cara menyuruh anak bekerja keras sejak kecil tanpa pertimbangan resiko yang terjadi. Usia orangtua berpengaruh pada bentuk pengasuhan yang diterapkan terhadap anak mereka. Semakin tua usia ayah maka semakin matang perkembangan yang akan di stimulasi kepada anak-anak mereka. Ibu yang cenderung berusia muda kurang paham akan perkembangan anak mereka, karena mereka menerapkan kebiasaan yang biasanya di lakukan oleh keluarga mereka saat kecil.Kata Kunci: Remaja, kehamilan.
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dan Aktualisasi Diri Dengan Harga Diri Remaja Panti Asuhan Di Purbalingga Muhammad Muharrik As Sururi; Muslikah Muslikah
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2020): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v7i1.5635

Abstract

Teenagers in orphanages experience low self-esteem compared to adolescents who live with their parents. Factors that influence the level of self-esteem include peer social support and self-actualization. This research is to find out the relationship between social support of peers and self-actualization with the selfesteem of teenagers at the Orphanage in Purbalingga. The method used is quantitative, with using purposive sampling techniques and data analysis techniques is multiple regression. The results showed (1) there was a positive and significant relationship between peer social support and adolescent self-esteem in the Orphanage in Purbalingga (p = 0,000, β = 0.444) (2) there was a positive and significant relationship between self-actualization and adolescent self-esteem Orphanage in Purbalingga (p = 0,000, β = 0.728) (3) there is a significant relationship between peer social support and self-actualization with adolescent self-esteem in Purbalingga Orphanage (p = 0,000, R = 0.704, F = 47,690). From the results of the study it can be concluded that the higher the social support of peers, the higher the self-esteem of adolescents, the higher the self-actualization, the higher the adolescent self-esteem, and the higher the social support of peers and self-actualization, the higher the selfesteem of adolescents.
EFEKTIFITAS LAYANAN INFORMASI DENGAN TEKNIK MODELING UNTUK MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMK Ismail Sunny
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2020): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v7i1.5647

Abstract

This research is motivated by the lack of interest in entrepreneurshipstudent in SMK caused by students tend not been able to utilize and lessinterested in entrepreneurship in accordance with the skills they gain from eachdepartment. This research is quantitative research with pre-experimental designapproach one-group pretest-posttest design. The population used in this study isa class XI student of state SMK 7 Semarang the number of 108 students. Samplestaken as many as 27 students by using proportional random sampling technique.Based on the analysis of research data after receiving treatment in the form ofinformation services with modeling techniques to foster interest inentrepreneurship class XI student of state SMK 7 Semarang. Tcount at 12.20 andttable of 2,052 Due tcount (12.20)> t table (2.052) then this indicates that thesignificant t test values are significant at 5% level. Scores before treatment gainedan average of 68.67, while the average score after treatment reached 81.74 sothere is an increase of 13.07% So that can be concluded that the "informationservices with modeling techniques can effective to foster interest inentrepreneurship class XI of state SMK 7 Semarang".
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SIMULATION GAMES UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN TEMAN SEBAYA KELAS XI SMK MATARAM SEMARANG Dwi Ajeng Pangesti
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2020): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v7i1.5730

Abstract

Penelitian dilatar belakangi oleh kurangnya interaksi sosial antar teman sebaya. Adapun tujuan  yang hendak dicapai dalam penelitian ini untuk meningkatkan interaksi sosial siswa melalui bimbingan kelompok dengan teknik simulation games pada siswa kelas XI SMK MataramSemarang.Jenis penelitian adalah kuantitatif.Metode yang digunakan adalah true eksperiment, sampel yang diambil 28 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan uji-t diperoleh hasil thitung (8,44) dan ttabel diperoleh pada taraf signifikan 5% sebesar 2,056. Maka thitung lebih besar dari ttabel. Maka dapat disimpulkan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Simulation Games  Efektif untuk Meningkatkan Interaksi Sosial dengan Teman Sebaya Siswa Kelas XI SMK MataramSemarang.
BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MENGEMBANGKAN REGULASI EMOSI Lathifa Amalia Firdaus
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2020): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v7i1.5728

Abstract

Regulasi emosi adalah cara individu mengolah emosi yang  individu miliki, kapan  individu  merasakannya  dan  bagaimana  individu  mengalami  atau mengekspresikan  emosi  tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing terhadap regulasi emosi siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif desain true eksperimen. Populasi penelitian siswa kelas X AKL SMK N 2 Semarang. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini simple random sampling. Analisis hasil perhitungan Uji t signifikansi (sig) <0.05. Nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.002<0.05. Nilai ttabel=2.110. Uji-t dengan SPSS 16.0 for windows, diketahui thitung=3.597. thitung>ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga hipotesisnya (Ha) berbunyi “ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing terhadap regulasi emosi siswa kelas X SMK N 2 Semarang” diterima. 
STRATEGI GURU DALAM PENANGANAN KESULITAN BELAJAR DISLEKSIA imam faizin
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 1 (2020): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v7i1.5632

Abstract

Fenomena kesulitan belajar disleksia pada saat ini mulai menarik perhatian dunia pendidikan. Kesulitan belajar disleksia merupakan kesulitan membaca yang disebabkan oleh gangguan otak yang berakibat pada kemampuan berbahasa anak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu guru pengajar dan siswa disleksia, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi dan trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru yaitu : Dalam proses pembelajaran anak disleksia disamakan dengan anak normal, memberikan dampingan khusus di dalam kelas oleh guru, menggunakan media pembelajaran yang menarik. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi siswa beresiko disleksia kelas yaitu : labilnya emosi anak, kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua, waktu bermain lebih banyak daripada waktu untuk belajar. (3) ciri-ciri anak yang mengalami kesulitan belajar disleksia yaitu : lambat menulis dan membaca, bingung membedakan huruf b dan p, dan sering salah mengucapkan kalimat.

Page 11 of 22 | Total Record : 212