cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
EMPATI
ISSN : 24068691     EISSN : 25810677     DOI : -
Core Subject : Social,
EMPATI - Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian di bidang Bimbingan dan Konseling, yang diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas PGRI Semarang. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, dibulan April dan Oktober, untuk memasukkan artikel dapat dikirim melalui email empatibkupgris@gmail.com.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
PENGARUH LAYANAN PENGUASAAN KONTEN MELALUI MEDIA MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N 15 SEMARANG Linda Ayu Tiarawati; Heri Saptadi Ismanto; Suhendri M.Pd., Kons.
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1193

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ditemukan masalah di SMP N 15 Semarang sebagai berikut: (1) belajar tidak tepat waktu. (2) belajar hanya pada waktu malam hari. (3) tidak bisa memusatkan perhatian ketika belajar. (4) kalau belajar sering mengantuk. (4) sering merasa terganggu ajakan teman untuk bermain. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah Apakah Layanan Penguasaan Konten melalui Media Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 15 Semarang? Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Media Mind Mapping dalam Layanan Penguasaan Konten Berpengaruh untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas VIII SMP N 15 Semarang.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk True Eksperimental dengan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP N 15 Semarang, kecuali kelas VIII E yang digunakan untuk try out. Sampel menggunakan teknik cluster random sampling yaitu diambil secara acak. Data penelitian ini diperoleh melalui DCM, wawancara, dan skala kemandirian belajar.Hasil analisis skala kemandirian belajar pada kelompok eksperimen dapat dibandingkan bahwa hasil pretest rata-rata 87,84 persentasenya 274,4% dan kelompok kontrol 81,74 persentasenya 263,6% sedangkan sedangkan hasil posttes kelompok eksperimen dengan rata-rata 95,31 persentasenya 297,8% dan kelompok kontrol 82,16 persentasenya 265,03%. Sehingga terjadi peningkatan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 7,87 persentasenya 24,59%. Dengan menggunakan Uji t diperoleh thitung sebesar 2,609 sementara ttabel dengan db =(n1+n2)-2=(32+31)-2=61 dan taraf signifikan 5% (0,05) sebesar 2,000 (lihat tabel t). Karena thitung >ttabel yakni 2,609>2,000 jadi dapat diartikan lebih besar maka Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan layanan penguasaan konten melalui media mind mapping  terhadap kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP N 15 Semarang. Kata Kunci: Kemandirian Belajar, Penguasaan Konten, Media Mind Mapping.
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENGEMBANGKAN REGULASI DIRI SISWA KELAS VIII Ahmad Habibi
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2019): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v6i2.4275

Abstract

This study aims to determine the effect of group guidance services with self management techniques to develop self-regulation in students. This type of research is quantitative research through true experimental design research method with a pre-test post-test control group design model. The population in this study were 178 students. The sample in the study were 20 eighth grade students of Muhammadiyah 3 Junior High School Semarang who were taken using simple random sampling technique. The data collection tool used is the scale of self regulation. Based on the results of the hypothesis test analysis obtained the results of t count tcount = 4.28. Then consulted with ttable with a significance level of 5% (0.05) which is 2,100. This shows that tcount = 4.28>ttable = 2.100. On the basis of these calculations, the alternative hypothesis (Ha) which reads there is the influence of group guidance services with self management techniques to develop self-regulation ability of class VIII students of Muhammadiyah 3 Semarang Middle School in 2017/2018 academic year received the truth at 5% significance level. Thus, it shows that group guidance services with self managementtechniques can develop self-regulation skills of eighth grade students of Muhammadiyah 3 Middle School SemarangKeywords: Group Guidance, Self Management Techniques, Self Regulation
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KARYA GRUP VOKAL AWAN VOICE Ari Widyaningrum
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1162

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran pendidikan karakter yang terdapat dalam karya grup vokal Awanvoice. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian analisis kualitatif dengan lokasi penelitian di Kota Semarang, adapun wujud dan sumber data terdiri dari sumber dan wujud data tertulis maupun tidak tertulis. Instrumen dan teknik pengambilan data mengunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Sedangkan teknik analisis dan pengolahan data pengumpulan, reduksi, klarifikasi dan verifikasi data. Karya grup vokal Awan Voice memiliki ciri khas sebagai grup musik yang berformat acapella dengan sentuhan beatbox. Karya Awan voice dilihat dari aspek judul lagu, dari komposisi lagunya, struktur lagunya, dari harmonisasinya, dari pangsa pasar nya, dan motif dari lagu menggunakan tema: ke-Tuhan-an, Sosial, lingkungan dan Pendidikan. Sebagai sebuah grup vokal yang memiliki peran dalam menghibur penikmat musik, mereka memiliki karakter yang kuat, unik, kreatif dan berprinsip dalam berkarya sehingga dapat dikatakan grup Awan Voice mempunyai profitabilitas. Pendidikan karakter dapat kita temukan dalam karya grup vokal Awan Voice baik dari lirik lagu, komposisi karya maupun dalam pertunjukkannya. Kata kunci: Pendidikan karakter, karya, Awan Voice.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELLING SIMBOLIK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR KELAS 11 Ani Sulistiyani; Agus Suharno; Agus Setiawan
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2019): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v6i1.4108

Abstract

Abstrak. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling simbolik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa  kelas XI SMK MATARAM Semarang. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian true eksperimen design dengan jenis One Group Pre-test and Post-test design. Peneliti menggunakan sebanyak 14 siswa untuk kelompok eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi, wawancara dan observasi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Hasil penelitian kelompok eksperimen skor pretest rata-rata 77,78 (kategori rendah) dan kelompok kontrol sebesar 81,85. Hasil post-test menunjukkan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 103 (kategori tinggi) dan kelompok kontrol sebesar 82,86. Sehingga terjadi peningkatan rata-rata pada kelompok eksperimen sebesar 25,22. Hasil uji hipotesis diperoleh hasil thitung =3,242. Dikonsultasikan dengan ttabel taraf signifikansi 5% (2,056). Hal tersebut menunjukkan bahwa thitung =6,101 > ttabel = 2,056. Disimpulkan bahwa Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Tektik Modeling Simbolik  Efektif Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas  XI SMK MATARAM Semarang. Kata kunci: Layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling simbolik, Motivasi belajar
HUBUNGAN KONFORMITAS SISWA DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR Septi Vatmawati
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2019): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v6i1.4114

Abstract

Abstract. Research on Relationship between Student Conformity and Career Decision Making was motivated by the discovery of students who experienced confusion, doubts in determining career choices. The tendency to take career decisions because of joining friends, encouraging parents and teachers who are too hard on one career choice and causing students to make career decisions. This is not in accordance with the potential, talents and interests possessed.This type of research is quantitative research. Ex post fact research method with a correlational approach. The hypothesis in this research are there relationship between student conformity and career decision making. The population used in this study were students of SMK Teuku Umar Semarang class XI 2017/2018 period. Software engineering class was used as a try out class. As for the accounting class and institutional finance as research samples. Sampling used is cluster random sampling technique. This research data is obtained through the scale of student conformity and the scale of career decision making.The results of the correlation analysis between the conformity of students with career decision making is the relationship of conformity of students with career decision making (rxy) of 0.465 strong enough categories. Contribution of conformity of students with career decision making is 21.62% and the remaining 78.38% is determined by other variables. Whereas there was found no significant relationship between students' conformity with career decision making. Because α = 0, 05 and n = 17. Test two parties; dk = n-2 = 17-2 = 15 so ttable 2, 131, it turns out that t count ≤ t table or 2.031 ≤ 2.131 then Ho is accepted which means that there is no significant relationship between the conformity of students and career decision making.Based on the results of this study the suggestions that can be conveyed are finding and helping students to make career decisions effectively and efficiently and maximize the role of BK teachers and related parties in realizing it. Keywords: Career Decision Making, Student Conformity
FAKTOR KONTROL DIRI DALAM PENGGUNAAN GADGET (SMARTPHONE) PADA SISWA Azizah Ummu Syaroh
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2019): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v6i2.4281

Abstract

Penelitian faktor kontrol diri dalam penggunaan gadget (smartphone) pada siswa ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa yang melanggar aturan sekolah untuk tidak membawa dan menggunakan gadgdet (smartphone) di sekolah, hal tersebut menandakan bahwa masih ada beberapa siswa yang memiliki kontrol diri yang kurang baik khususnya dalam penggunaan gadget (smartphone), upaya pencegahan dapat dilakukan oleh guru BK melalui layanan BK, untuk itu perlu diketahui apa saja faktor yang mempengaruhi kontrol diri dalam penggunaan gadget (smartphone) untuk menunjang materi layanan yang akan disampaikan kepada siswa.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Metode penelitian menggunakan analisis faktor dengan teknik exploratory factor analysis (EFA). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Muhammadiyah 3 Kaliwungu, sedangkan untuk sampel merupakan siswa kelas IX yang terdiri dari 4 kelas dan jumlah total 100 orang yang berada di usia remaja awal. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen penelitian berupa skala kontrol diri dalam penggunaan gadget (smartphone).            Hasil analisis faktor menemukan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kontrol diri dalam penggunaan gadget (smartphone) yaitu faktor ketertarikan sebesar 71,2% sedangkan faktor terendah yaitu motivasi diri dan ekstrakulikuler sebesar 47,8%. Maka Ha diterima yang artinya ada faktor kontrol diri dalam penggunaan gadget (smartphone).Dari hasil tersebut, harapannya guru BK dapat memberikan layanan dengan metode yang sesuai secara optimal untuk mencegah maupun mengatasi permasalahan terkait kontrol diri dalam penggunaan gadget. Kata kunci : kontrol diri, gadget, remaja
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETIDAKDISIPLINAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DAN UPAYA PEMECAHANNYA (Studi Pada Siswa Kelas VIII SMPN 5 Kendari) Suhendri M.Pd., Kons.
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1194

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena yang terjadi pada siswa disekolah, seperti siswa sering membolos dan alpa. Adapun kategori siswa yang membolos dan alpa adalah siswa yang telah melakukan sebanyak tiga kali atau lebih, ini menurut kebijakan pihak sekolah. Rumusan masalah dalam penelitian in adalah apa saja faktor-faktor yang menyebabkan ketidakdisiplinan belajar siswa di sekolah dan bagaimana upaya pemecahannya.Tujuan penelitian in adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ketidakdisiplinan belajar siswa di sekolah dan bagaimana upaya pemecahannya.Variabel penelitian adalah faktor-faktor yang menyebabkan ketidaksiplinan belajar siswa di sekolah dan upaya pemecahannya. Subyek penelitian tidak disiplin didasarkan kebijakan sekolah, yaitu siswa-siswa yang dikategorikan telah melakukan tindakan bolos dan alpa. Selanjutnya data dikumpulkan melalui angket dan wawancara. Kemudian data tersebut  dianalisis secara statistic deskriptif dalam bentuk presentase dan deskripsi frekuensi.Kesimpulan penelitian ini, menunjukkan bahwa faktor-faktor yang sangat mempengaruhi kedisiplinan belajar siswa di sekolah adalah faktor minat dan faktor lingkungan sekolah.Upaya pemecahannya yaitu guru pembimbing perlu melakukan layanan bimbingan dan konseling.seperti layanan konseling individu dan kelompok, serta kunjungan rumah dan melakukan bimbingan. Kata Kunci :Ketidakdisiplinan Belajar, Upaya Pemecahannya.
BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SIMULATION GAMES TERHADAP KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA KELAS XI IPS Tsamara Revinda Ibtyandi; Dini Rakhmawati; Farikha Wahyu Lestari
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2019): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v6i2.4276

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik simulation games terhadap komunikasi interpersonal siswa kelas XI IPS SMA Negeri 3 Pemalang. Jenis penelitian ini adalah eksprimen kuantitatif dengan metode penelitian Quasi Experimental menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel yang diambil sebanyak 18 siswa, 9 siswa untuk kelompok eksperimen dan 9 siswa untuk kelompok kontrol dengan menggunakan sampling sistematis. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui instrumen penelitian berupa skala psikologi komunikasi interpersonal dan wawancara. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-test, treatment, dan post-test. Treatment dilaksanakan sebanyak lima kali pada kelompok eksperimen dengan rata-rata 101 menjadi 117,22 meningkat sebanyak 16,22. Hasil uji hipotesis diperoleh hasil thitung = 2,325 dikonsultasikan dengan taraf signifikansi 5% (0,05) yaitu 2,120. Hal tersebut menunjukan bahwa thitung = 2,325 > ttabel = 2,120. Disimpulkan bahwa ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik simulation games terhadap komunikasi interpesonal siswa kelas XI IPS SMA Negei 3 Pemalang.Kata kunci : Bimbingan Kelompok, Teknik Simulation Games, Komunikasi Interpersonal
PENERAPAN MODEL CPS (CREATIVE PROBLEM SOLVING) TERHADAP SELF CONCEPT DAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA KELAS V PENERAPAN MODEL CPS (CREATIVE PROBLEM SOLVING) TERHADAP SELF CONCEPT DAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA KELAS V Veryliana Purnamasari
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2016): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v3i2/ Ok.1163

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah siswa sulit untuk memecahkan masalah dapat dilihat dari kondisi siswa terlalu pasif terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung. Self concept dalam diri siswa juga masih kurang. Siswa yang belum paham ketika proses belajar berlangsung, tidak mau berusaha bertanya kepada siswa lain yang sudah paham ataupun tidak mau bertanya kepada guru. Dapat disimpulkan bahwa masalah yang tampak yaitu kemampuan memecahkan masalah siswa rendah dan self concept siswa kurang baik. Permasalahan yang dapat diungkap dalam penelitian ini adalah (1) apakah siswa dapat mencapai ketuntasan minimal dengan nilai ˃ 74 dan 80% siswa mencapai tuntas belajar dengan penerapan CPS pada kelas V SDN 6 Tanjungrejo? (2) apakah siswa dapat mencapai kriteria baik dengan nilai ˃ 79 aspek self concept siswa dengan penerapan model CPS pada kelas V SDN 6 Tanjungrejo? (3) apakah ada perbedaan hasil belajar dengan penerapan model CPS dengan metode ceramah untuk dapat memecahkan masalah? Jenis penelitian kuantitatif dengan teknik sampling jenuh serta desain posttest-only control design. Hasil analisis data setelah penerapan model CPS dapat disimpulkan yaitu (1) ketuntasan belajar siswa terbukti dengan tuntasnya 23 siswa dan 2 siswa tidak tuntas atau jika dibuat persentase 92% siswa tuntas belajar dan 8% siswa tidak tuntas belajar. Analisis ttest diperoleh thitung  (6,80 ) ˃ ttabel (1,711) maka H0 ditolak dan Ha diterima. (2) Siswa mencapai kriteria baik pada aspek self concept karena dibuktikan dengan tuntasnya 21 siswa dan 4 siswa tidak tuntas atau jika dibuat persentase 84% siswa tuntas belajar dan 16% siswa tidak tuntas belajar. Analisis ttest diperoleh thitung  (4,076 ) ˃ ttabel (1,711) maka H0 ditolak dan Ha diterima. (3) Hasil belajar dapat dibuktikan dengan menerapkan model CPS (87,36) dan menerapkan metode ceramah (79,70). Perbedaan model CPS dengan metode ceramah melalui analisis ttest diperoleh thitung (2,76 ) ˃ ttabel (2,021) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kata kunci: memecahkan masalah, self concept, model CPS
EFEKTIFITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA Ana Yuliana
Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 1 (2019): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v6i1.4107

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode penelitian true experimental design dengan model pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini dengan jumlah 316 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dalam penelitian ini diketahui bahwa hasil thitung sebesar 5,78 dan ttabel sebesar 2,048. Hal tersebut menunjukkan bahwa thitung (5,78) > ttabel (2,048), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa, hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “Layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa kelas X SMA N  1 Godong” diterima kebenarannya dengan taraf signifikan 5%. Dengan demikian menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan komunikasi interpersonal.Kata kunci: Bimbingan Kelompok, Komunikasi Interpersonal

Page 10 of 22 | Total Record : 212