E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Jurnal E-Dimas (Educations-Pengabdian kepada Masyarakat), dengan nomor ISSN 2087-3565 (cetak) dan ISSN 2528-5041 (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang. Jurnal E-Dimas merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal E-Dimas menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret dan September. Kontributor dalam jurnal ini merupakan staf pengajar Universitas PGRI Semarang dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya.
Articles
904 Documents
Pelatihan Penggunaan Peanut Ball pada Bidan untuk Mengurangi Nyeri Kala I Persalinan di Puskesmas Pembina Palembang
Eprila Eprila;
Aprilina Aprilina;
Sari Wahyuni
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 2 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v12i2.6021
Persalinan merupakan kejadian fisiologis dan normal yang dialami oleh wanita. Persalinan yang tidak dapat ditangani dengan baik dapat menyebabkan proses persalinan tidak berlangsung dengan lancar. Proses persalinan identik dengan rasa nyeri yang akan dijalani. Secara fisiologis nyeri terjadi ketika otot-otot rahim berkontraksi sebagai upaya membuka servik dan mendorong kepala bayi ke arah panggul. Kurang lebih 90% persalinan disertai rasa nyeri dan 7-14% tidak disertai nyeri. Pada kala I terjadi kontraksi yang dapat menekan ujung syaraf sehingga menimbulkan rangsangan nyeri dan berdampak timbulnya ketakutan dan rasa takut. Salah satu teknik relaksasi dan tindakan nonfarmakologis dalam penanganan nyeri saat persalinan dengan menggunakan birth ball. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa birthing ball efektif dalam memperlancar persalinan. Biasanya bola yang digunakan ialah gym ball, sementara peanut ball masih sangat jarang digunakan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan peanut ball lebih efektif dibandingkan gym ball. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini yakni meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan mengenai penggunaan peanut ball. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Puskesmas Pembina Palembang pada Juli 2019 yang diikuti oleh 14 bidan. Kegiatan diawali dengan pre test, pembagian leaflet, penjelasan materi dengan metode ceramah Tanya jawab, demonstrasi dan post test. Hasil dalam pengabdian masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan bidan mengenai penggunaan peanut ball, hal ini terlihat dari peningkatan hasil post test yang dilakukan. Luaran yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan bidan tentang peanut ball dan terbentuknya modul.
Pelatihan dan Pendampingan Mengenai GMP Kepada UKM Bir Pletok Cakung, Jakarta Timur
Pinandoyo, Dimas Bayu;
Masnar, Asriadi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 2 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v11i2.5046
Bir Pletok merupakan salah satu peninggalan budaya kuliner khas Betawi. UKM Bir Pletok Cakung masih memiliki banyak keterbatasan terutama dalam hal pemenuhan terhadap regulasi keamanan pangan. Kemanan pangan merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan izin edar makanan. Pelatihan dan pendampingan mengenai GMP merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar UKM ini dapat menghasilkan produk makanan yang aman untuk dikonsumsi dan memenuhi standar regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kegiatan ini diawali dengan survey untuk pemetaan masalah dari mitra, dilanjutkan dengan training dan pelatihan, lalu diakhiri dengan pendampingan. Hasil survey menunjukkan pengetahuan karyawan mengenai GMP masih sangat rendah. Dari 15 orang, hanya 3 orang yang mencapai nilai maksimal yaitu 80, sedangkan sisanya masih memperoleh nilai 60 kebawah. Pelatihan ini terbukti menaikkan pengetahuan warga mengenai GMP dengan signifikan. Sebelum pelatihan rerata nilai karyawan mengenai GMP hanya 55,56. Rerata nilai meningkat menjadi 86,67 setelah pelatihan. Bagaimanapun juga, masih perlu dilakukan pendampingan secara intensif untuk memastikan nilai-nilai GMP dipraktekan secara berkelanjutan.
Pemanfaatan Limbah Tanaman Rambutan Sebagai Pupuk dan Sirup Di Kelurahan Ngadirgo Mijen Semarang
M. Anas Dzakiy,;
Mei Sulistyoningsih;
Sigit Ristanto;
Reni Rakhmawati;
Diana Endah Handayani
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v4i1.489
Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang sangat melimpah tetapi keberadaannya belum mampu dimanfaatkan secara maksimal. Kelurahan Ngadirgo Mijen Semarang memiliki potensi tanaman rambutan yang melimpah tetapi ironisnya masih banyak masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan. Tujuan dari IbM ini meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Ngadirgo melalui optimalisasi pemanfaatan tanaman rambutan.Program IbM meliputi brainstorming enterpreneurship dan strategi mengoptimalisasi potensi daerah khususnya tanaman rambutan; pengenalan tentang rambutan dan alternatif pemanfaatannya; pengenalan tentang variasi pupuk dan dampak pupuk kimia terhadap lingkungan; pelatihan pembuatan sirup rambutan; serta pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar limbah tanaman rambutan dengan aktivator MOL (Mikro Organisme Lokal). Hasil yang dicapai adalah terbukanya wacana tentang strategi peningkatan taraf hidup masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal tanaman rambutan sebagai produk sirup dan pupuk organik cair yang lebih murah dan ramah lingkunganKata kunci : Rambutan, Enterpreneurship, Pupuk Organik Cair, Sirup
Perbaikan Manajemen UKM melalui Kartu Biaya Pesan Produksi
Hasbi Yasin;
Darwanto Darwanto;
Hari Susanta Nugraha
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2018): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v9i1.1746
Kain tenun sebagai kain budaya menjadi sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu sentra pengrajin kain tenun berada di desa Troso kecamatan Pecangaan kabupaten Jepara, yaitu pada UKM Ampel Jaya dan UKM Tiara. Permasalahan yang dihadapi salah satunya adalah masalah manajemen usaha dan produksi. Pada umumnya pengrajin tenun Troso memproduksi kain tenun berdasarkan pesanan dari klien atau pedagang kain dari luar daerah. Oleh sebab itu, maka diperlukan kecermatan agar dapat berproduksi seefisien mungkin. Pengrajin sering kali menghitung biaya produksi hanya berdasar perkiraan dan tidak ada ukuran yang jelas dalam menghitung besar biaya produksi. Tim Pelaksana IbPE memperkenalkan metode perhitungan biaya produksi dengan menggunakan Kartu Biaya Pesan Produksi untuk penetapan harga jual dan pengendalian biaya. Penerapan kartu ini juga sekaligus melengkapi program tahun sebelumnya yaitu tentang penggunaan Papan Informasi Produk dan Papan Informasi Stok. Dengan memanfaatkan media yang ada, UKM mitra dapat terbantu dalam menganalisa kondisi usahanya secara lebih jelas dan akurat sehingga bisa menjadi bahan rujukan dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat.
Pemberdayaan Pemuda dalam Pengenalan Budaya dan Bahasa Indonesia untuk Pengungsi Anak-Anak di Cisarua, Bogor
Elvianti, Witri
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 4 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v11i4.4122
Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan melalui metode sosialisasi dan pemberdayaan kelompok pemuda di Cikarang Barat tentang perlindungan hak imigran khususnya mengenai pengenalan budaya dan Bahasa Indonesia bagi pengungsi anak-anak. Kegiatan ini dilakukan bersama Cisarua Refugees Learning Centre yang berada di Cisarua, Bogor. Kelompok pemuda yang menjadi sasaran dari pengabdian ini adalah para mahasiswa Universitas Presiden Jurusan Hubungan Internasional angkatan 2016 dan siswa SMA Presiden yang berada di Cikarang Barat. Masalah yang timbul selama ini adalah minimnya fasilitas serta akses pendidikan bagi pengungsi anak-anak dikarenakan hilangnya status kewarganegaraan mereka. Hal ini tentunya merugikan masa depan mereka. Selain itu, pengelolaan pengungsi di bawah naungan LSM ini juga menemui hambatan dikarenakan kurangnya dukungan dari masyarakat sekitar dalam interaksinya dengan para pengungsi. Untuk itu, dengan adanya pengabdian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya kelompok pemuda yang terlibat sebagai peserta sekaligus relawan serta pemahaman para pengungsi anak-anak mengenai Indonesia sebagai wilayah transit mereka. Kelompok pemuda dilibatkan dalam konteks pemberdayaan pemuda karena karakter pemuda yang dapat memberikan pengaruh secara tidak langsung dalam domain sosial politik di sebuah masyarakat.Â
IbM BAGI GURU MGMP MATEMATIKA SMA SE-KABUPATEN KUDUS
Djoko Purnomo;
Maya Riri Rubowo;
Bagus Ardi Saputro;
Farida Nursyahidah
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2015): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v6i1.792
Abstrak ?é?á Kurikulum ?é?á2013 ?é?ásudah?é?á mulai ?é?ádilaksanakan ?é?ádi ?é?ásekolah-sekolah, ?é?átanpa?é?á terkecuali sekolah di Kabupaten Kudus. Banyak guru yang menyikapi hal tersebut sebagai tantangan dan hambatan dalam pembelajaran di kelasnya. Walaupun sudah banyak program pelatihan kurikulum 2013 yang dilaksanakan oleh berbagai pihak terkait, tetapi guru-guru Matematika Kabupaten ?é?áKudus?é?á masih?é?á mengalami?é?á kendala dalam?é?á perencanaan?é?á dan ?é?ápenerapannya. ?é?áOleh karena itu diperlukan sebuah bentuk pelatihan mengenai perubahan mindset kurikulum 2013, pembuatan RPP dengan pendekatan PMRI dan model PBL atau PjBL yang dilengkapi media pembelajaran GeoGebra.Luaran yang dihasilkan dari kegiatan IbM ini antara lain keterampilan pembuatan RPP yang sesuai dengan kurikulum 2013, dilengkapi dengan media pembelajaran berbasis GeoGebra. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah workshop?é?á (ceramah, diskusi, praktik,?é?á ?é?ádan?é?á ?é?ádemonstrasi).?é?á ?é?áKegiatan?é?á ?é?áIbM?é?á ?é?áini?é?á ?é?átelah?é?á ?é?ádilaksanakan?é?á ?é?ádengan?é?á ?é?álancar?é?á?é?á dan mendapatkan respon yang positif dari peserta. Sehingga peserta mampu membuat produk RPP dan media pembelajaran berbasis GeoGebra dengan baik. ?é?á Kata Kunci: Kurikulum 2013, GeoGebra, PMRI, PBL, PjBL
Pemanfaatan Lahan Sempit sebagai Tempat Budidaya Ikan Cupang di Mertasinga, Cilacap
Oto Prasadi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 10, No 1 (2019): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v10i1.3554
Ikan cupang hias (Betta splendens) merupakan ikan hias yang bernilai ekonomis. Ikan ini memiliki keunggulan berupa keindahan warna dan naluri berkelahi serta siklus hidup yang relatif singkat. Ikan cupang masuk ke dalam kategori ikan yang mudah dibudidaya (dapat menggunakan lahan yang sempit dan seadannya). Ikan cupang hias (Betta splendens) merupakan satu diantara 70 spesies ikan cupang (Betta sp.) yang mengalami pengembangbiakkan. Proses tersebut meliputi pengembangan beberapa karakter mulai dari warna tubuh, ukuran dan bentuk sirip, baik untuk tujuan ornamental maupun aduan. Kedua tujuan tersebut, pembudidaya (breeder) biasanya melakukan optimalisasi lahan maupun indukan. Potensi ini dapat diimplementasikan dan dikembangkan kepada pembudidaya baru (new breeder) yang tergabung dalam Komunitas Peternak Cupang Cilacap (KPCC). Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membantu permasalahan yang ada seperti cara optimalisasi lahan sempit untuk kegiatan budidaya ikan cupang dan penambahan pengetahuan mengenai potensi ikan cupang, khususnya pembudidaya baru (new breeder). Kegiatan ini terdiri dari 2 kelompok warga dan 1 kelompok mahasiswa. Solusi yang diberikan berupa diskusi mengenai prospek budidaya ikan cupang dan pelatihan yang terfokus mulai dari pemilihan indukan, proses pemijahaan, pemeliharaan telur dan larva serta burayak dan pemberian pakan guna meningkatkan semangat berwirausaha. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, yaitu pemanfaatan lahan untuk tempat budidaya dan keberhasilan proses pemijahan yang menghasilkan individu baru baik oleh warga maupun mahasiswa dengan semangat berwirausaha.
Ibm Bagi Guru Anggota Pgri Se-Kabupaten Temanggung
Sapto Budoyo;
Arri Handayani;
Agus Sutono
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2016): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v7i1.1043
IbM ini dilatarbelakangi oleh kenyataan tentang posisi dilematis dan problem yang tengah dihadapi guru. Problem dalam pelaksanaan keprofesian guru dan regulasi hukum yang belum melindungi tugas keprofesian guru. Oleh karenanya guru perlu memahami regulasi hukum agar terhindar dari permasalahan hukum selama menjalankan tugas keprofesiannya. Hal inilah yang melatarbelakangi perlunya kegiatan sosialisasi keprofesian guru dan sosialisasi hukum ?é?ádikalangan pendidik yang berada dalam organisasi guru PGRI Kabupaten Temanggung. Manfaat pengabdian kepada masyarakat ini adalah dapat membantu memberikan pemahaman kepada para pendidik?é?á?é?á tentang tugas keprofesian guru dan regulasi hukum yang berpeluang untuk dihadapi oleh guru dalam tugas keprofesiannya di lingkungan anggota PGRI se Kabupaten Temanggung.Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah munculnya pemahaman mengenai keprofesian guru dan juga regulasi hukum yang sangat mungkin ?é?ádihadapi ?é?águru.?é?á Salah ?é?ásatunya adalah ?é?áUndang-Undang ?é?áPerlindungan Anak No 23 Tahun 2002. Guru menjadi lebih memahami?é?á ?é?áperilaku yang bertentangan dengan undang-undang tersebut. Guru memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugastugas profesionalnya untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, serta sikap pergaulan sehari-hari di dalam dan luar sekolah, sehingga pelanggaran-pelanggaran keprofesian guru serta pelanggaran hukum dapat ditekan. ?é?á Kata Kunci: Keprofesian Guru, Hukum
Optimalisasi Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Kemampuan Matematis Anak di Desa Popo Kabupaten Manggarai
Ricardus Jundu;
Emilianus Jehadus;
Fransiskus Nendi;
Yohanes Kurniawan;
Fulgensius E. Men
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 10, No 2 (2019): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v10i2.3353
Proses pembelajaran yang baik akan menunjang belajar efektif. Pelaksanaan pembelajaran cenderung mengalami kendala pada proses pelaksanaannya. Salah satu kendala belajar siswa yaitu jarangnya pemanfaat media dalam belajar. Proses belajar siswa cenderung terpaku pada buku bacaan. Proses belajar sebenarnya bisa juga menggunakan media pembelajaran yang menarik sehingga bisa meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep siswa. Siswa di desa Popo kecamatan Satarmese Utara kabupaten Manggarai lebih dominan belajar dengan memanfaatkan buku bacaan saja sehingga siswa cepat merasa bosan untuk belajar. Belajar yang menyenangkan bisa memanfaatkan media pembelajaran sederhana dengan memanfaatkan berbagai macam alat dan bahan yang ada di sekitar lingkungan. Media pembelajaran yang dihasilkan memberikan manfaat bagi anak SD di desa Popo terutama dalam kemampuan matematisnya. Siswa lebih mudah untuk memahami berbagai konsep matematika karena dibantu media pembelajaran interaktif. Guru termotivasi untuk mengembangkan media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar matematika siswa.