cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BIOMA
ISSN : 20865481     EISSN : 25499890     DOI : 10.26877
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
KUALITAS ARGUMENTASI TERTULIS MAHASISWA PADA KONSEP FISIOLOGI MANUSIA BERDASARKAN AASSC (Argumentative Assessment by Standpoint Scaffolding and Coding) ., Fenny Roshayanti
BIOMA Vol 3, No 2, Oktober (2014): Bioma
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

QUALITY OF STUDENT WRITTEN ARGUMENTATION ON THE CONCEPT OF HUMAN PHYSIOLOGY BASED ON AASSC (Argumentative Assessment by Standpoint Scaffolding and Coding) ABSTRACT This mix method research seeks to explore the written argumentative quality based on argumentative assessment model on the concept of human physiology. The model of assessment called Argumentative Assessment by Standpoint, Scaffolding and Coding (AASSC). This research involves 121 students of the sixth semester at the biology department attending the human anatomy and physiology course. The argumentative discourses are analyzed using TAP (Toulmin Argumentation Pattern), which involves claim, warrant, backing and rebuttal components. The group’s written argumentative quality (KuArTKp), and the individual written argumentative quality (KuArTInd) are measured qualitatively and quantitatively based on argumentative writing worksheet (LTKTA). The AASSC instrument model is implemented through scaffolding (initiating, developing, and reinforcing stages) using certain assessment strategy and standpoint and is analyzed using a coding system. The research results reveal that the students’ written argumentation quality assessed using the AASSC model still need to develop.   Keywords: Student Written Argumentation, The Concept Of The Human  Physiology, AASSC ABSTRAK Penelitian dengan mix method ini berusaha untuk mengeksplorasi kualitas argumentatif yang ditulis berdasarkan model penilaian argumentatif pada konsep fisiologi manusia. Model asesmen yang digunakan disebut Argumentative Assessment by Standpoint, Scaffolding and Coding (AASSC). Penelitian ini melibatkan 121 siswa dari semester keenam di jurusan biologi yang mengambil matakuliah Anatomi dan fisiologi manusia. Wacana argumentatif dianalisis menggunakan TAP (Toulmin Argumentasi Pattern), yang terdiri komponen claim, warrant, backing dan rebutal. Kualitas argumentasi tertulis kelompok (KuArTKp), dan kualitas argumentatif individu tertulis (KuArTInd) diukur secara kualitatif dan kuantitatif berdasarkan lembar kerja argumentatif tertulis (LTKTA). Model instrumen AASSC diimplementasikan melalui scaffolding (inisiasi, pengembangan, penguatan) dengan menggunakan strategi penilaian pada standpoint tertentu dan dianalisis dengan menggunakan sistem coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas argumentasi tertulis mahasiswa yang dinilai dengan menggunakan model AASSC masih perlu mengembangkan.   Kata Kunci: Argumentasi tertulis mahasiswa, Konsep fisiologi manusia, AASSC.
MAKE A MATCH IN COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI PROTISTA PADA SISWA SMA ., Ririn Masrikhah
BIOMA Vol 3, No 2, Oktober (2014): Bioma
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MAKE A MATCH IN COOPERATIVE LEARNING TO ENCHANCE THE PROTISTA CONCEPT UNDERSTANDING OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS ABSTRACT Learning process in Biology High School has been improve, but there’s still obstacles in the concept of understanding. It looks phenomenon, because object in biology are living things, while not all objects can be presented in class. These conditions make teachers use Teacher Centered Learning method. This method was meaningful learning for students, when students complete the process, none of the concept to be understand by student. Class X’s learning outcomes in subject Kingdom Protista is 65% from average student did not reached the KKM, its made students followed the remedial program. Make a Match is the examples method to solve it. Make A Match is a cooperative learning model which the implementation was the students found the right partner to make a  fun concept. This model enhance d student’s learning motivation and curiosity about the differents in Protista Kingdom, its also improve the evaluation and learner activities. It can be seen from the results, Make A Match learning methods improved the written evaluation’s result 102% and 84% KKM. This method also improve the skills and creativity of the students  5%. Keywords: Cooperative, Make A Match, Concept Understanding, Protista ABSTRAK Proses pembelajaran Biologi SMA telah mengalami berbagai penyempurnaan, tetapi masih ada kendala dalam memperoleh pemahaman suatu konsep. Tampak fenomena, karena objek yang dipelajari dalam biologi seluruhnya adalah mahluk hidup, sementara itu tidak semua objek dapat dihadirkan di kelas. Kondisi demikian menyebabkan sebagian besar guru  mengajar dengan teknik pembelajaran yang berpusat pada guru (Teacher Centered Learning). Pembelajaran yang demikian kurang bermakna bagi siswa, sehingga ketika siswa selesai mempelajarinya, tak satupun konsep tertinggal dalam pemahaman mereka. Hal ini tampak pada rendahnya hasil pembelajaran Kingdom Protista di kelas X, yaitu 65% siswa dari rata-rata kelas X  di sekolah masih belum mencapai KKM sehingga siswa-siswa tersebut harus mengikuti program remidial. Make a Match adalah salah satu metode untuk mengatasinya. Metode pembelajaran Make A Match adalah metode dari model pembelajaran kooperatif yang dalam pelaksanaannya para siswa mencari pasangan yang tepat mengenai suatu konsep secara menyenangkan (fun). Dengan cara pembelajaran yang menyenangkan ini, dapat meningkatkan motivasi belajar dan keingintahuan siswa tentang berbagai macam organisme dalam kingdom protista, sehingga dapat meningkatkan hasil evaluasi dan aktivitas siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa metode pembelajaran Make A Match mampu meningkatkan hasil evaluasi tertulis sebesar 102%, disertai meningkatnya KKM mencapai 84%. Selain itu metode ini juga dapat meningkatkan ketrampilan dan kreativitas siswa sebesar 5%.   Kata Kunci: Cooperative, Make A Match, Pemahaman Konsep, Protista
PEMBELAJARAN BERBASIS BIOEDUTAINMENT PADA MATA KULIAH PENGETAHUAN LINGKUNGAN ., Atip Nurwahyunani; Artharina, Filia Prima
BIOMA Vol 3, No 2, Oktober (2014): Bioma
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENVIRONMENTAL SCIENCE COURSES BASED ON BIOEDUTAINMENT   ABSTRACT The environment science courses at Biology Education Department used for graduation purposes.  Meanwhile, affective and psychomotor aspects still lacking on the learning outcomes of environment science. Bioedutainment as innovative learning strategies solution needed  for it. This research used One-Shot Case Study design. The results were obtained from the average value of the activities students sheets and post test. Classical outcomes percentage got 93% in E class, 95% at B class, and 100% for A class. The number of students which did not complete were 5 students. Learning activity percentage got medium and high categories at first and second meeting, consist of 87.5% and 92.5% for E class, 82.5% and 85% at B class, and 94.8% and 92.3% in A class. In addition, the lecturer performance percentage got 80% at the first meeting and 100% at the second meeting. The appreciate of students for this learning got 85.7%. The patner lecturer interested in bioedutainment strategies. In conclusion, the learning outcomes of bioedutainment strategies for environtment science had the success criteria.   Keywords : bioedutainment, environment science courses.   ABSTRAK Pembelajaran pengetahuan lingkungan saat ini masih dianggap mahasiswa sebagai pemenuhan tuntutan dalam sistem kredit semester yang harus ditempuh di prodi pendidikan biologi untuk tujuan kelulusan. Sedangkan segi afektif dan psikomotor masih sangat kurang dicapai pada hasil pembelajaran. Untuk itu perlu dilakukan inovasi strategi pembelajaran. Salah satunya dengan strategi pembelajaran berbasis bioedutainment. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan The One-Shot Case Study. Hasil penelitian diperoleh dari rata-rata nilai LKM dan post test dengan menerapkan strategi bioedutainment, pada kelas II E ketuntasan klasikal sebesar 93%, pada kelas II B dengan ketuntasan klasikal sebesar 95% sedangkan pada kelas II A dengan ketuntasan klasikal sebesar 100%. Jumlah mahasiswa yang tidak tuntas sebanyak 5 mahasiswa. Prosentase keaktifan mahasiswa memperoleh hasil pada kategori sedang dan tinggi pada pertemuan pertama dan kedua yakni; kelas II E sebesar 87,5% dan 92,5%, pada kelas II B sebesar 82,5% dan 85%, dan pada kelas II A sebesar 94,8% dan 92,3%. Prosentas indikator kineja dosen mencapai 80% pada pertemuan pertama dan mencapai 100% pada pertemuan kedua. Mahasiswa yang menyatakan senang dan tertarik dengan pembelajaran yang dilakukan pada ketiga kelas mencapai 85,7%. Dosen mitra menyatakan terkesan dan tertarik dengan pembelajaran menggunakan strategi bioedutainment. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mahasiswa telah memenuhi kriteria indikator keberhasilan pembelajaran dan mahasiswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran materi pengelolaan lingkungan yang diterapkan dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis bioedutainment.   Kata Kunci: bioedutainment, pengelolaan lingkungan.
PEMANFAATAN CD INTERAKTIF MACROMEDIA FLASH PADA MATERI SISTEM SYARAF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMAN 1 GRINGSING BATANG Rachmawati, Rivanna Citraning
BIOMA Vol 3, No 2, Oktober (2014): Bioma
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE UTILIZATION OF MACROMEDIA FLASH INTERATIVE’S CD ON NERVE SYSTEM TO INCREASE STUDENT’S LEARNING OUTCOMES IN SMAN 1 GRINGSING BATANG   ABSTRACT Based on the results of preliminary observations in SMAN 1 Gringsing Batang, it indicate that  the learning outcomes did not maximized. It showed in average value of daily tests was 5.20. The teaching strategies used the system of learning lectures, and did not optimized using computers in schools media. It affected the improvement of learning outcome especially nerve material. The aims to this research was to determine students learning outcomes in SMAN 1 Gringsing Batang, class XI 2nd semester, using macromedia flash interactive’s CD in Nerve System. This research used true experiment, the subjects were students of SMAN 1 Gringsing Batang, class XI 2nd semester. It used two classes, one class as kontrol and one class as experiment. The collection techniques performed through observation and tests using instrument and sheet to measure student learning outcomes. The result indicates that the outcomes in experiment’s class much better than kontrol’s class. It  showed in the experimental class has average result 0,75 (high rate) and kontrol class has 0,48 (low rate). N-Gain’s presentation in experiment class was 71,4% and kontrol class was 33,3%. The research’s conclusion, prove that using macromedia flash interactive‘s CD in class experimental group increase the learning outcomes. Keywords: CD Interactive macromedia flash, nerve system, learning outcome   ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi awal di SMAN 1 Gringsing Batang, memiliki indikasi hasil belajar yang belum maksimal. Hal ini terbukti dari rata-rata nilai ulangan harian adalah 5,20. Selama ini strategi pengajaran masih menerapkan sistem belajar ceramah, dan belum dioptimalkan pemanfaatan media komputer di sekolah tersebut. Hal ini berdampak pada rendahnya peningkatan hasi belajar terutama materi sistem saraf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas XI semester II SMAN 1 Gringsing Batang dengan menggunakan CD Interaktif Makromedia flash pada materi Sistem Saraf. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah true eksperimen dengan pretest-postest kontrol group design. Adapun subyek penelitian ini adalah siswa SMA 1 Batang kelas XI semester II, sebanyak dua kelas, yaitu kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol dan kelas X1 IPA 2 kelas eksperimen. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi dan tes dengan instrumen lembar observasi dan soal untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Fakta tersebut dibuktikan dengan hasil penghitungan nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen 0,75 (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol nilai rata-rata N-Gain 0,48 (kategori rendah). Presentasi nilai N-Gain paling tinggi pada kelas eksperimen berada pada kategori tinggi yaitu 71,4%, sedangkan pada kelas kontrol nilai N- Gain paling tinggi berada pada kategori rendah yaitu 33,3%. Kesimpulan dari hasil penelitian membuktikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan CD Interaktif Macromedia Flash pada kelas kelas eksperimen terlihat adanya peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan pembelajaran tanpa menggunakan CD Interaktif Macromedia Flash. Kata kunci: CD interaktif macromedia flash,   system syaraf, hasil belajar
BERBAGAI FENOMENA KACANG PANJANG (Vigna sinensis) TERHADAP PENAMBAHAN KOMPOS ORGANIK PADA PEMUPUKAN BATUAN FOSFAT ., Fibria Kaswinarni; ., Ben Suharno; W., Wahyu Hendro; Winarta, O. A.
BIOMA Vol 3, No 1, April (2014): Bioma
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

VARIOUS PHENOMENA OF BEANS (Vigna Sinensis) TO THE ADDITION OF ORGANIC FERTILIZER IN ROCK PHOSPATE FERTILIZATION   ABSTRACT This study aimed to analyze the effect the addition of organic fertilizers and rock phosphate to calcium (Ca), iron (Fe), protein and fat compound of bean pods and to analyze the appropriate dose of protein, calcium , iron and  fat compound. The experiment was held at the Elephant Village Demak Regency. The design is completely randomized design with 4 treatments with 4 replications. Parameters measured were fat, protein, calcium and iron compound in bean pods. Analysis of Variance ( ANOVA ) and UJGD      (Duncan Multiple Range Test) were did in this field. The result show that addition of organic fertilizers and rock phosphate do not give significantly difference effect in calcium  and iron compound in bean pods, but give significantly difference in protein and fat compound in bean pods.   Keywords : Organic Fertilizer, Rock Phosphate, Calcium, Iron, Protein, Fat   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan dosis pupuk organik pada pupuk batuan fosfat terhadap kandungan kalsium (Ca), besi (Fe), protein dan lemak polong kacang panjang serta mengetahui dosis yang tepat terhadap kandungan protein, kalsium, zat besi dan lemak. Penelitian dilaksanakan di Desa Gajah Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Parameter yang diukur adalah kandungan lemak, protein, kalsium dan zat besi polong kacang panjang. Data yang diperoleh diuji menggunanakan anava dan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan   bahwa pemberian dosis pupuk batuan fosfat pada perlakuan belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap kandungan kalsium dan zat besi, akan tetapi memberikan pengaruh perlakuan terhadap kandungan protein dan lemak pada polong kacang panjang. Kata kunci: Pupuk Organik, Batuan Fosfat, Kalsium, Zat Besi, Protein, Lemak
DISTRIBUSI SERTA KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN DANAU RAWA PENING ., Boedhi Hendrarto; Nugroho, Ary Susatyo; Tanjung, Shalihuddin Djalal
BIOMA Vol 3, No 1, April (2014): Bioma
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DISTRIBUTION AND CONTENT OF NITRATE AND PHOSPHATE IN THE RAWA PENING LAKE  ABSTRACT A research on the distribution and content of nitrate and phosphorus in water area of the Rawa Pening lake was conducted on June 5th to August 28th, 2012. The study aimed to assess the distribution area and the amount of nitrate and phosphorus in The Rawa Pening lake so that it can be seen tropics status of water area. The study is designed in the form of descriptive explorative. The study was conducted at eight stations that are determined based on the diversity of existing aquatic environmental conditions. Data collecting is done once every two months for three times. The data that was taken in the form of nitrate and phosphate content of the water. The results of the analysis showed that the distribution of nitrate and phosphate in The Rawa Pening lake is uneven. Nitrate and phosphate content vary among the research stations. Nitrate content in the water of the lake lowest average is in the Kesongo village that is 0.004 mg/L and the highest average in the Tuntang village is 0.081 mg/L. The phosphate content of the average lowest is in the Kesongo village that is 0.717 mg/L and the highest average in the village Tambakboyo is 1.350 mg/L. From the results of this study can be concluded that based on the content of nitrate, the water area of The Rawa Pening lake is oliogotrophic water area, but based phosphate content including hypertrophic water area. Keywords : distribution, content, nitrate, phosphate, The Rawa Pening lake.  Abstrak Penelitian tentang distribusi dan kandungan nitrat dan fosfat di perairan Danau Rawa Pening telah dilakukan pada tanggal 5 Juni hingga 28 Agustus 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji daerah persebaran serta kandungan nitrat dan fosfat di perairan Danau Rawa Pening sehingga dapat diketahui status trofik perairan tersebut. Penelitian dirancang dalam bentuk deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan pada delapan stasiun yang ditetapkan berdasarkan keragaman kondisi lingkungan perairan yang ada. Pengambilan data dilakukan setiap dua bulan sekali selama tiga kali. Data yang diambil meliputi kandungan nitrat dan fosfat perairan. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi nitrat dan fosfat dalam perairan Danau Rawa Pening tidak merata. Kandungan nitrat dan fosfat ini sangat bervariasi antar stasiun penelitian. Kandungan nitrat dalam air danau rata-rata terendah terdapat pada desa Kesongo yaitu 0,004 mg/l dan rata-rata tertinggi pada desa Tuntang yaitu 0,081 mg/l. Adapun kandungan fosfat rata-rata terendah terdapat pada desa Kesongo yaitu 0,717 mg/l, dan rata-rata tertinggi pada desa Tambakboyo yaitu 1,350 mg/l. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan kandungan nitrat, perairan Danau Rawa Pening termasuk perairan oligotrofik, akan tetapi berdasarkan kandungan fosfat termasuk perairan hipertrofik. Kata kunci : distribusi, kandungan, nitrat, fosfat, Danau Rawa Pening.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG BEKICOT DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT BADAN DAN KANDUNGAN LEMAK KARKAS ITIK (Anas javanicus) ., Rasno -; ., Mei Sulistyoningsih
BIOMA Vol 3, No 1, April (2014): Bioma
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EFFECT OF SNAIL IN FLOUR on diet AGAINST TO BODY WEIGHT AND THE CONTENT OF CARCASS FAT DUCK (Anas javanicus)   ABSTRACT Research aims to know influence granting meal snail in diet against body weight and a fat content carcass ducks (Anas javanicus) in maintenance intensively. This research held in area farm district Brebes. Research done in two months. Methods used in this research is draft random complete with five treatment and four repetition namely P1 (control), 100 % diet + 0 flour snail, P2: 95 % diet + 5 % flour snail, P3: 90 % diet + 10 % flour snail, P4: 85 % diet + 15 % flour snail, P5: 80 % diet + 20 % flour snail. Results obtained dianalisis by test normality then test homogenity and continued with anova test and Duncan. The result showed that the flour snail in rations influential significantly to body weight and a fat content carcass ducks (Anas javanicus) in maintenance intensively (P<0,05). Key words: The Body Weight, A Fat Content Carcass, Meal Snail, Ducks.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung bekicot dalam ransum terhadap berat badan dan kandungan lemak karkas itik (Anas javanicus) dalam pemeliharaan intensif. Penelitian ini dilaksanakan di area peternakan Kabupaten Brebes. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat pengulangan yaitu P1 (kontrol), 100% ransum +  0% tepung bekicot, P2: 95% ransum +  5% tepung bekicot, P3 : 90% ransum +  10% tepung bekicot, P4: 85% ransum + 15% tepung bekicot, P5 : 80% ransum + 20% tepung bekicot. Hasil yang diperoleh dianalisi dengan uji normalitas kemudian uji homogenitas dan dilanjutkan dengan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung bekicot dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot badan dan kandungan lemak karkas itik (Anas javanicus) dalam pemeliharaan intensif. Kata kunci : Bobot  Badan, Lemak Karkas, Bekicot, Itik.
OPTIMALISASI TNF –α DAN IL-3 MENGGUNAKAN BUAH TOMAT (Lycopercicum esculentumMill var. grandifolium) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG TERHADAP INFEKSI BAKTERI Wasikin Haryanti, Eny Hartadiyati; ., Praptining Rahayu; ., Maria Ulfah
BIOMA Vol 3, No 1, April (2014): Bioma
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OPTIMIZATION OF TNF – α AND IL-3 USES TOMATOES (Lycopercicum esculentumMill var. grandifolium) AS EFFORTS IN INCREASING MACROPHAGE PHAGOCYTOSIS TO BACTERIAL INFECTION ABSTRACT TNF –α and IL-3 are sitokin stimulates macrophage phagocytosis to the activity in eliminating bacteria. Karotenoid is come from natural resources, one of them is tomatoes, as known carotene and likopen  have potential in increasing TNF –α and IL-3. Mencit balb/c in normal condition are 24 tails randomly uses thermal variations: (500C, 1000C dan 1500C)  role to sitokin TNF –α and IL-3 content.  The result shows tomatoes preparasi in 1500C is (p<0.05) effects sitokin content of TNF –α and IL-3 highest. Key words: TNF –α, IL-3, tomatoes   ABSTRAK TNF –α dan IL-3 merupakan  sitokin yang berperan untuk merangsang fagositosis makrofag dalam mengeliminasi bakteri. Karotenoid yang berasal dari sumber alami , salah satunya dalam buah tomat  . Diketahui karoten dan likopen yang berpotensi meningkatkan TNF –α dan IL-3. Mencit balb/c keadaan normal sebanyak 24 ekor dipilih secara random digunakan untuk menyelidiki pengaruh preparasi buah tomat (Lycopercicum esculentumMill var. grandifolium) yang matang dengan variasi suhu : (500C, 1000C dan 1500C) terhadap kadar sitokin TNF –α dan IL-3 dari kultur sel makrofag. Hasil penelitian menunjukkan preparasi buah tomat dengan suhu 1500C  secara bermakna (p<0.05) menyebabkan kadar sitokin TNF –α dan IL-3 yang paling tinggi . Key words: TNF –α, IL-3, buah tomat
OPTIMALISASI PRODUKSI BROILER MELALUI SUPLEMENTASI HERBAL TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN KADAR TRIGLISERIDA DARAH ., Mei Sulistyoningsih
BIOMA Vol 3, No 1, April (2014): Bioma
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BROILER PRODUCTION OPTIMIZATION OF PERCENTAGE OF HERBAL SUPPLEMENTATION THROUGH AND CARCASS BLOOD TRIGLYCERIDE LEVELS   ABSTRACT People appreciate meat products free antibiotics or organic food products. Prevention of chemical substance in the broiler chicken meat can be done by mixing feed ingredients with herbal, with the addition of herbal powders like turmeric, ginger, and  basil. The purpose of this study was to examine the influence of herbal supplementation on carcass percentage and blood triglyceride levels  broiler. his research uses three kinds of herbs that is turmeric (P1), Basil (P2), and Ginger (P3). There are four treatment including control (P4), with four replicates. The design of this research is complete a draft random. The research results were analyzed with Anova test followed by Duncan test. The results showed there was a very real influence due to the addition of herbs to the percentage of carcass  (P<0,01). The levels of triglyceride of blood a broiler indicating the result is no different real (P>0,05). Key words: Carcass, Blood Triglycerudes, Herbal Supplementation, Broiler.   ABSTRAK Masyarakat semakin memperhatikan produk daging yang bebas antibiotik atau produk makanan organik. Pencegahan penumpukan zat kimia dalam daging ayam broiler tersebut dapat dilakukan dengan pencampuran pakan dengan bahan-bahan herbal atau alami, yaitu dengan penambahan serbuk herbal seperti kunyit, jahe, dan kemangi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh suplementasi herbal terhadap persentase karkas dan kadar trigliserida darah ayam broiler. Penelitian ini menggunakan tiga macam herbal yaitu kunyit (P1), kemangi (P2), dan jahe (P3). Ada empat perlakuan termasuk kontrol (P4), dengan empat ulangan.  Rancangan penelitian ini adalah rancangan acak lengkap. Hasil penelitian dianalisis dengan Anova, dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang sangat nyata pemberian herbal terhadap persentase karkas (p<0,01). Paramater kadar trigliserida darah menunjukkan hasil tidak berbeda nyata (P>0,05). Kata kunci: Karkas, Trigliserida Darah, Suplementasi Herbal, Broiler
PENGEMBANGAN KARAKTER DAN PENGUASAAN KONSEP DENGAN PENDEKATAN INQUIRY LABORATORY MATERI IDENTIFIKASI ALGAE Rachmawati, Rivanna Citraning; Mulyaningrum, Eko Retno; ., Fenny Roshayanti
BIOMA Vol 3, No 1, April (2014): Bioma
Publisher : BIOMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CHARACTER DEVELOPMENT USING LABORATORY INQUIRY APPROACH IDENTIFY OF ALGAE MATERIAL  ABSTRACT Student of class A II has the academic potential of above average compared to other classes. But on the other hand, the ability of the students during the practical is very slow, and the ability of students in the identification of preparations is lacking. Through monitoring and observation, the researchers also see the curiosity and hard work of each individual student is less. Learning through Inquiry approach is expected value of the individual characters e.g. discipline, curiosity, honesty, hard work and tolerance develop. The objective of the study is to determine of increasing character of the individual and the level of understanding of algae material. This study uses classroom action research in two cycles. Data collection techniques using character observation with rating scale sheets. The results showed an increase in the character of the individual student. The score of mastery learning in classical reached 94.7 %. So, the indicator has achieved ≥ 75% on research success. Based on the results of this study concluded that there is an increased individual character and the students of biology education’ material understanding in Plant Taxonomy 1 learning through inquiry approach Key words: students’ individual character, inquiry approach, classroom action research  ABSTRAK Mahasiswa kelas II A IKIP PGRI Semarang memiliki potensi akademik di atas rata-rata dibandingkan dengan kelas yang lain. Namun di sisi lain, kemampuan mahasiswa selama praktikum sangat lambat, dan kemampuan mahasiswa dalam identifikasi preparat sangatlah kurang. Melalui pengamatan dan observasi, kami juga melihat rasa ingin tahu, kejujuran, kerja keras dan toleransi dapat berkembang. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan karakter individu dan tingkat pemahaman materi algae. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi karakter dengan lembar rating scale. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan karakter individu mahasiswa. Nilai ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 94,7%, sehingga telah mencapai ≥ 75% indikator keberhasilan penelitian secara klasikal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan karakter individu dan pemahaman materi mahasiswa Pendidikan Biologi dalam praktikum Taksonomi Tumbuhan 1 melalui pembelajaran dengan pendekatan inquiry. Kata kunci: karakter individu mahasiswa, pendekatan  inquiry, PTK

Page 4 of 25 | Total Record : 246